Beranda blog Halaman 2242

Jelang Ramadhan, Warga Aceh Tengah Bertani Kolang-Kaling

0

Nukilan.id – Salah seorang warga Kampung Blang Mancung, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh, Nurahmin menyambut bulan suci Ramadhan dengan bertani aren (enau) yang buahnya dijadikan kolang-kaling.

Sebetulnya, Bulan Ramadhan masih sepekan lagi, tapi bagi Nurahmin, bulan suci ini selain dimanfaatkan untuk mempertebal iman, juga jadi momen untuk menambah rezeki.

Setiap menjelang bulan puasa, Nurahmin keluar masuk hutan mencari buah aren untuk dijadikan kolang-kaling.

Sebelum puasa tiba, buah aren sudah diproses menjadi kolang-kaling yang nantinya dijajakan saat bulan puasa.

Sebagaimana diketahui, kolang-kaling adalah buah yang laris dijual saat bulan puasa sebagai penyegar dahaga saat berbuka.

“Biasa, selama sebulan buah kolang kaling bisa laku 70 hingga 80 kaleng. Dijual ke Kota Takengon dan di kampung-kampung,” jelas Nurahmin, Selasa (6/4/2021).

Dalam sehari, Nurahmi bisa memproduksi sekitar 10 kaleng buah kolang-kaling.

Untuk bahan baku buah aren, dikumpulkannya dari kawasan hutan serta di beberapa area kebun milik warga setempat.

“Kalau nyari buah aren ke hutan, harus bawa kawan juga, nggak pergi sendiri,” sebutnya.

Dalam usahanya ini, Nurahmi tidak jalan sendiri. Ia juga mengajak warga lain yang ada di Kampung Blang Mancung untuk mempercepat proses produksi. Dalam kata lain, Nurahmin membutuhkan tenaga kerja.

“Kadang-kadang, pekerja bisa sampai 10 orang untuk mencongkel buah kolang kaling,” ujarnya.

Upah mencongkel buah kolang-kaling tersebut dibayar perkilonya sebesar Rp 2 ribu. Dalam sehari, satu pekerja bisa menyelesaikan minimal 10 kilo.

“Itupun tergantung stok buah aren. Kalau lagi banyak, pekerjanya juga ramai,” tutur Nurahmi.

Untuk harga buah kolang-kaling sendiri dijual ke agen pengecer sebesar Rp 15 ribu per kilo.

“Biasa kita tolak ke pengecer sekilonya Rp 15 ribu. Sudah pasti, mereka jual bisa lebih mahal. Itupun hanya cukup untuk pasar Takengon saja,” ucapnya.

Nurahmin telah menggeluti usaha produksi buah kolang-kaling sejak lima tahun terakhir. Tapi itu hanya dilakukannya pada saat bulan puasa.

Proses produksi buah kolang-kaling tidak terlalu sulit. Caranya, buah aren yang baru dipetik direbus selama dua jam. Setelah proses perebusan, pangkal buah aren dipotong untuk mempermudah proses pengelupasan buah kolang-kaling dari kulitnya.[kompas]

Ganti Rugi Lahan Tol Binjai-Langsa, P2T Siapkan Anggaran 132,8 Miliar

0

Nukilan.id – Ketua Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Erwis A Ptnh mengatakan uang senilai Rp132,8 miliar bakal cair untuk mengantikan kerugian lahan masyarakat yang terkena pembangunan proyek Jalan Tol Ruas Binjai-Langsa II atau segmen Kota Langsa.

“Kami minta kepada semua pemilik tanah, rumah maupun kebun yang kena pembangunan jalan tol agar bersabar dan mengikuti proses seperti identifikasi dan inventarisasi oleh Satgas A dan Satgas B setelah selesai dilakukan dan diumumkan,” kata Erwis di Langsa seperti dikutip Nukilan.id dari antara, Kamis (8/4/2021).

Kepala Kantor Pertanahan Kota Langsa itu menyebutkan bahwa wilayah yang terkena lokasi pembangunan Jalan Tol Binjai – Langsa di Kota Langsa meliputi Gampong Pondok Kelapa dan Gedubang Aceh di Kecamatan Langsa Baro serta Gampong Pondok Kemuning dan Gampong Suka Jadi Kebon Ireng di Kecamatan Langsa Lama.

“Luas seluruh bidang tanah yang terkena jalur tol Binjai-Langsa (sekmen Kota Langsa) seluas 115,57 hektare dengan panjang jalur tol sekira 8,2 kilometer,” kata Erwis.

Erwis mengatakan untuk penilaian terhadap objek pengadaan tanah tersebut dilakukan oleh Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP), kemudian hasil penilaian diserahkan ke P2T.

“Untuk ganti rugi pembangunan jalan tol di Kecamatan Langsa Baro sebesar Rp75 miliar. Sementera untuk Kecamatan Langsa Lama sebesar Rp57,7 miliar,” kata Erwis.

Sedangkan pembayaran ganti rugi tersebut nanti, kata dia, bagi pemilik tanah yang setuju dengan nilai ganti rugi akan diajukan pembayaranya ke uang ganti kerugian (UKG).

“Jadi, nanti akan memvalidasi pemilik tanah yang setuju serta menerima ganti rugi untuk selanjutnya PPTK Tol Binjai – Langsa II akan mengajukan pembayaran kepada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di Jakarta selaku penyedia dana ganti rugi,” katanya.

Selanjutnya, Erwis menambahkan, pihak LMAN juga akan memuatkan buku rekening bank untuk masing-masing pemilik tanah dan dana ganti rugi akan ditransfer langsung ke rekening tersebut.

“Bagi pemilik tanah yang menolak nilai ganti rugi yang telah ditetapkan oleh KJPP dapat mengajukan permohonan keberatan terhadap nilai ganti rugi kepada pengadilan negeri setempat,” kata Erwis.[]

Pemerintah Aceh Tetapkan Jam Kerja Pegawai Selama Bulan Ramadhan

0
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto

Nukilan.id – Pemerintah Aceh telah mengeluarkan Surat Edaran tentang penetapan jam kerja pada bulan Ramadhan untuk pegawai. Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Kamis (8/4/2021).

Dalam surat itu disebutkan, jika jadwal kerja pegawai hanya pada hari Senin hingga hari Jumat. Jika biasa jam kerja dimulai pukul 8 pagi hingga jam 17.00 sore, selama Ramadhan jam kerja pegawai di hari Senin hingga Kamis menjadi jam 8.30 pagi hingga jam 15.00 sore.

Sementara hari Jumat, kata Iswanto, jam kerja dilakukan hingga jam 16.00 sore. Jam kerja hari Jum’at memang lebih lama. Hal itu dikarenakan penyesuaian waktu istirahat siang yang lebih lama.

“Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh, ditetapkan jam kerja dalam bulan Ramadhan tahun 1442 H/2021 M yang menyesuaikan waktu istirahat dengan waktu shalat Dhuhur/Jum’at di Aceh,” kata Iswanto mengutip edaran Nomor 061.2/6976.

Iswanto mengimbau kepada para pegawai baik PNS maupun Non PNS, tetap mengenakan pakaian dinas seperti hari-hari biasa, atau sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 065/4879 tanggal 18 Maret 2016 dengan ketentuan Pakaian Dinas PNS.

Di mana pada Hari Senin dan Selasa memakai PDH warna kaki, PDH kemeja putih pada hari Rabu dan celana/rok warna hitam/gelap pada hari Kamis. Untuk hari Jumat tetap memakai PDH batik motif Aceh atau pakaian muslim/muslimah.

“Diharapkan kita bisa sama-sama mengawasi berjalannya aturan kepatuhan jam kerja Aparatur Sipil Negara di lingkungan instansi/unit kerja masing masing,” kata Iswanto.

Sementara itu, Iswanto juga mengatakan, Edaran tersebut membahas tentang upaya Pencegahan Penyebaran covid-19 di lingkungan Pemerintah Aceh. Di mana sistem kerja tetap berpedoman pada Surat Gubernur Aceh Nomor 440/14418 tanggal 6 Oktober 2020 perihal Sistem Kerja Bagi PNS komorbid dan SOP pemeriksaan PCR ASN.

“Gubernur juga mengimbau kepada Bupati dan Wali Kota, pimpinan Instansi Vertikal Kementerian dan non Kementerian serta BUMN/BUMD dan perbankan serta instansi Pemerintah Aceh di luar Aceh untuk dapat menyesuaikan jam kerja sesuai dengan Surat Edaran tersebut,” pungkasnya.[mercinews]

Mengenal Budaya Tueng Dara Baro (Penerimaan Pengantin Perempuan) Dalam Tradisi Adat Aceh

0
Tueng Dara Baro Aceh. (Foto: For Nukilan)

*Rizki Fadillah

Indonesia yang memiliki beragam suku dan budaya ternyata juga mempunyai aneka ragam adat istiadat dan tradisi dalam prosesi upacara pernikahan. Salah satunya suku Aceh yang merupakan sebuah daerah di Indonesia yang kaya akan perpaduan budaya, meliputi campuran dari budaya Arab, Eropa, Tionghoa serta Hindia.

Adat merupakan salah satu aturan hidup yang melingkupi semua aspek kehidupan masyarakat di Aceh termasuk di dalamnya yang masih dipertahankan dan dijunjung tinggi dalam bumi aceh adalah budaya pada prosesi pernikahan adat Aceh.

Adat pernikahan itu sendiri ialah aturan-aturan yang meliputi nilai dan proses pelaksanaan upacara perkawinan atau pernikahan yang dilakukan tahap demi tahap yang setiap tahapan pelaksanaannya diatur sedemikian rupa dengan berbagai aturan adat yang penuh dengan hikmah dan beragam filosofinya.

Di dalam Islam sangat dianjurkan pernikahan, karena dengan pernikahan manusia akan berkembang, sehingga kehidupan umat manusia dapat dilestarikan. Pernikahan merupakan sesuatu yang disyari’atkan dalam agama Islam, sunnatullah yang berlaku umum bagi semua makhluk Nya. Al-Qur’an menyebutkan dalam Q.S. adz-zariyat 51:49 : “Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”.

Islam sendiri tidak menentukan cara dan metode bagaimana sebuah pernikahan itu harus dilaksanakan. Menurut para ulama, adat atau tradisi dapat dijadikan sebagai dasar utama untuk menetapkan hukum syara’ apabila tradisi tersebut telah berlaku secaraumum di masyarakat tersebut. Sebaliknya jika tradisi tersebut tidak berlaku secara umum maka adat tersebut tidak dapat dijadiakan sebagai pedoman dalam menentukan boleh atau tidaknya dilakukan tradisi tersebut.

Syarat lainnya yang terpenting tidak bertentangan dengan Nash, maksudnya ialah sebuah tradisi atau adat yang bisa dijadikan sebagai pedoman hukum apabila bertentangan dengan nash Al-Qur’an dan Al-Hadist. Semuanya dikembalikan )kepada adat-istiadat yang berlangsung pada daerah tersebut. Ada banyak serangkaian pada Prosesi adat pernikahan pada suku Aceh, salah satunya ialah adat Tueng dara baro.

Tueng dara baro, Secara bahasa upacara tueng dara baro bermakna penjemputan atau penerimaan pengantin perempuan (dara baro) di lingkungan keluarga pengantin laki-laki (linto baro).Nilai Filosofi yang terkandung dalam upacara tueng dara baro ini adalah sebagai simbol bahwa seluruh keluarga dan kaum kerabat linto baro berkenan menerima dara baro sebagai bagian dari keluarga besar linto baro. Jika acara tueng dara baro ini tidak dilakukan oleh keluarga linto, maka pihak keluarga dara baro akan merasa berkecil hati (weuh hate)seolah-olah anak gadis mereka tidak diterima di lingkungan keluarga suaminya.

Acara tueng dara baro merupakan upacara terakhir dalam prosesi pernikahan yang dilakukan pada hari ketujuh atau beberapa hari setelah acara intat linto (antar pengantin pria). Tueng dara baro yakni kebalikan dari woe linto (pulangnya mempelai pria) berupa penyambutan dara baro dikediaman linto baro yang prosesi tersebut dimulai dengan memberikan beragam macam kue tradisional khas Aceh, serta penukaran sirih oleh orang tua kedua belah pihak.

Dalam tradisi adat istiadat ini, aneka hidangan kue tradisional disiapkan oleh keluarga dara baro sebagai hantaran berupa wajeb (bubajek) dodol, Boi (kue berbentuk ikan khas aceh), Bungong kaye, Buleukat kuneng, manok panggang, beserta Meuseukat dan dodol sebagai kue yang tak pernah ketinggalan dalam jejeran hidangan pada saat dibawakannya hidangan untuk acara tueng dara baro. Kue ini diolah dengan berbagai macam bentuk ukiran khas Aceh. Ukiran khas ini beragam macam bentuk mulai dari bunga hingga Pinto Aceh.

Seiring dengan perkembangan di era sekarang ini banyak juga di temukan keluarga dara baro yang membawakan kue bolu hias (cake) sebagai salah satu idang bawaan saat acara tueng dara baro.

Kue-kue tersebut dimasukkan ke dalam talam besar atau dalong dan ditutupi dengan sangee yaitu semacam tudung saji yang dibuat dari daun nipah yang dilapisi dengan kain beragam warnanya serta dihiasi denga beraneka motif Aceh.

Proses dan Tatacara Tueng Dara Baro

Menurut sumber yang di kutip dari Majelis Adat Aceh (MAA) Pada acara tueng dara baro diadakan kenduri pesta juga, namun pada dasarnya tidak sebesar atau semeriah ketika kenduri intat linto(antar pengantin pria). Dara baro biasanya hanya diantar oleh kaum wanita saja dengan membawa bahan-bahan adat ke rumah mertuanya. Pada acara tersebut berlaku beberapa adat seperti membawa kue peunulang, seumah mak tuan, dan temeutuek.

Pada hari pelaksanaan kegiatan tersebut, dara baro dikenakan baju adat pengantin lengkap dengan segala perhiasannya. Perhiasan yang dipakai di kepala adalah tusuk sanggul (ada beberapa macam), patham dhoi (mahkota), anting-anting, prik-prik (ayun gumbak) yang letaknya bergantung di rambut kiri-kanan dekat telinga dan bunga hidup melati / seulanga. Kemudian untuk hiasan leher : yang pertama klah taku, baru kemudian di leher digantungkan berbagai atribut yang kadang-kadang sampai menutup dada bagian atas seperti boh ru, talo gulei, kanceng lhee, manek dirham, bing meuh dan banyak lagi jenis perhiasan yang bermotif Aceh. Makanya hiasan leher sangat banyak.

Untuk bagian badan, di atas baju tradisional Aceh, disilangkan di muka dan belakang perhiasan simplah, yaitu lempengan-lempengan bersegi enam yang banyaknya sampai 36 keping. Kemudian pada lengan ada yang namanya ajimat meuraket dan ikai. Sementara, di pergelangan tangan dipakaikan perhiasan gelang dengan nama sawek, gelang pucuk reubung dan beberapa gelang lainnya. Pada jari jemari kiri kanan dipakaikan cincin. Kemudian dipakaikan tali pinggang sampai 10 ruas dan di tengahnya dipasang capeung yang agak besar. Pada pergelangan kaki dipakaikan sepasang gelang kaki canei intan. Sebelum berangkat menuju rumah mertuanya, terlebih dahulu dara baro melakukan seumah bak tuoet (sujud di lutut) kedua orang tuanya. Seumah bak teuoetini mengandung makna memohon izin dan restu pada kedua orang tuanya untuk berangkat menuju ke rumah sang suami.

Mereka dijemput oleh keluarga linto di depan pintu pagar rumah sambil membawa bate ranup (cerana sirih) dan payung. Dara baro dipeusijeuk dan kemudian dituntun menuju pelaminan, sementara rombongan dara baro makan khanduri yang telah disediakan. Namun dara baro juga ikut makan bersama rombongan. Selanjutnya dilaksanakan acara seumah tuan dan kepada dara baro diberikan uang seumah tuan.

Kemudian dara baro dituntun ke dapur untuk berkenalan dengan dapur, ibarat rumah sendiri, dara baro diminta pegang kanot sira (tempat garam), yang melambangkan pandai memasak makanan bagi keluarga, bisa merasakan kekurangan suami dalam hal belanja dan kebutuhan dapur.

Lalu dara baro pegang empang breuh (karung beras) yang mengandung filosofi bisa mengatur urusan dapur dengan hemat, dan tetap memperhatikan pangan keluarga.

Kemudian dituntun kembali ke rumah bagian atas untuk acara berkenalan dengan keluarga besar linto secara lebih dekat. Mulai dari garis ibu, ayah atau bapak sampai anak menantu yang pertama dan seterusnya.

Setelah acara perjamuan makan selesai, makan dilanjutkan dengan prosesi persijuek atau peusunteng dara baro. Peusunteng dara baro mula-mula dilakukan oleh ibu mertua dan pada saat yang bersamaan dara baro melakukan seumeumah ibu mertuanya. Pada saat itu pula ibu mertua dara baro memberikan teumeuntuk yang juga diikuti dengan penyematan cicin pada jari manis dara baro sebagai hadiah seuneurah jaroe dara baro.

Kemudian dara baro dituntun ke dapur untuk berkenalan dengan dapur, ibarat rumah sendiri, dara baro diminta pegang kanot sira (tempat garam), yang melambangkan pandai memasak makanan bagi keluarga, bisa merasakan kekurangan suami dalam hal belanja dan kebutuhan dapur.

Lalu dara baro pegang empang breuh (karung beras) yang mengandung filosofi bisa mengatur urusan dapur dengan hemat, dan tetap memperhatikan pangan keluarga.
Kemudian dituntun kembali ke rumah bagian atas untuk acara berkenalan dengan keluarga besar linto secara lebih dekat. Mulai dari garis ibu, ayah atau bapak sampai anak menantu yang pertama dan seterusnya.

Setelah acara prosesi semua selesai termasuk peusijuek atau ritual doa kebaikan bagi kedua mempelai. Dara baro diharuskan menginap dirumah mertuanya, dan biasanya dara baro menginap dirumah mertuanya selama tiga hari tiga malam. Setelah melewati tiga hari menginap di rumah mertuanya, dara baro dijemput pulang kembali ke gampongnya oleh beberapa orang tokoh adat perempuan gampongnya dan pihak keluarganya. Pada saat penjemputan itu biasanya kepada rombongan yang menjemput dara baro itu akan disajikan jamuan makan oleh pihak keluarga linto.

Saat dara baro kembali ke kampungnya, dahulu ada juga kebiasaan pemberian hadiah kepada dara baro oleh mertuanya. Biasanya jika mertuanya memiliki kemampuan telah menyiapkan hadiah kepada menantunya berupa seekor lembu atau kerbau betina. Namun ada juga yang memberi hadiah berupa seekor kambing betina atau sepasang (sijudo) ayam. Disamping pemberian berupa lembu atau kerbau betina, tidak jarang juga kepada dara baro diberikan hadiah berbagai benda-benda perlengkapan rumah tangga seperti piring, gelas dan perkakas dapur lainnya.

Begitu banyak adat istiadat yang ada pada suku Aceh, dan kita sebagai masyarakat Aceh sudah seharusnya semua aturan adat yang sudah ada harus kita pertahankan bersama dengan sebaik-baiknya agar tetap berlanjut di tengah para masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman yang akan datang. []

Penulis ini adalah Mahasiswi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Langsa. Sebagai Peserta KPM Tematik Berbasis DR Medsos 2021

Kunjungi SMAN 1 Abdya, Safaruddin Diminta Tingkatkan Mutu Pendidikan

0
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Safaruddin berkunjung ke SMAN 1 Aceh Barat Daya (Abdya) dalam kegiatan resesnya, Senin (5/4/2021).

Nukilan.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Safaruddin berkunjung ke SMAN 1 Aceh Barat Daya (Abdya) dalam kegiatan resesnya, Senin (5/4/2021). Dan melakukan pertemuan dengan jajaran guru dan pelajar di sekolah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Safaruddin diminta agar memperjuangkan saranan dan prasarana untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 1 Abdya, Rina S, berharap kepada Wakil Ketua DPRA yang juga pernah mengenyam pendidikan di SMAN 1 Abdya tersebut dapat memperjuangkan sarana dan prasarana pendukung untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.

“Sarana dan prasarana di sekolah ini, masih sangat jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami harap bapak memperjuangkan berbagai sarana dan prasarana untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak di sekolah ini,” harapnya.

Rina menjelaskan, adapun kebutuhan untuk penunjang peningkatan mutu pendidikan di SMAN 1 Abdya yakni revitalisasi gedung yang menurutnya saat ini beberapa bangunan sudah tidak layak, dikarenakan sekolah itu tidak memiliki lahan untuk penambahan bangunan, revitalisasi ruangan kelas, serta laboratorium dan perpustakaan yang kondisinya saat ini masih tidak layak.

“Yang terpenting adalah fasilitas-fasilitas untuk proses pendidikan guna meningkatkan kemampuan para siswa,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRA yang merupakan alumni SMAN 1 Abdya itu juga diminta untuk memperjuangkan kesejahteraan bagi guru kontrak. Sedangkan perwakilan pelajar menyampaikan agar Safaruddin dapat memprjuangkan beasiswa bagi pelajar yang berpretasi di bidang non akademik.

Wakil Ketua DPRA Safaruddin dalam kesempatan itu mengatakan, dirinya akan mencatat dan menyampaikan sejumlah persoalan yang disampaikan para guru tersebut untuk diteruskan nantinya ke Komisi VI DPRA.

“Ini nanti akan menjadi PR saya. Persoalan ini akan saya sampaikan semuanya ke Komisi VI DPRA untuk dibahas nantinya dengan Dinas Pendidikan Aceh, khususnya menyangkut kesejahteraan guru kontrak. Jangan beban kerjanya saja yang berat, tapi apa yang mereka dapat tidak sesuai,” ungkapnya.

Selain itu, Safaruddin menyatakan dirinya sepakat bahwa para tenaga didik dalam menjalankan tugasnya harus didukung dengan sarana dan prasarana penunjang pendidikan.

“Menyangkut sarana dan prasarana, saya sepakat hal tersebut harus diperjuangkan. Jika kita berbicara sumber daya manusia, tetapi itu tidak didukung dengan sarana dan prasarana penunjang pendidikan itu omong kosong juga. Guru jika tidak didukung pelatihan, pembekalan atau bimbingan teknis, maka peningkatan mutu pendidikan akan sulit dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait beasiswa bagi pelajar yang berprestasi di bidang non akademik, Safaruddin mengatakan hal tersebut juga nantinya akan menjadi pembahasannya bersama Pemerintah Aceh, agar pada 2022 nantinya dapat dialokasikan beasiswa tersebut.

“Tapi lebih baik lagi para pelajar yang berprestasi di bidang non akademik, juga didukung dengan prestasi akademik,” harapnya.

Selaku Wakil DPRA yang membidangi pendidikan, Safaruddin mengatakan dirinya akan fokus untuk mendukung apapun yang dibutuhkan dalam peningkatan mutu pendidikan di Aceh.

“Saya akan fokus dalam bidang pendidikan, karena bagi saya peningkatan mutu pendidikan di Aceh sangat penting. Apalagi persoalan kemiskinan itu juga dipengaruhi akibat rendahnya mutu pendidikan di Aceh. Maka dari itu, mustahil jika kita menyelesaikan persoalan kemiskinan, jika persoalan pendidikan atau sumber daya manusia itu tidak dibenahi,” pungkasnya. []

Putra Aceh Selatan Terima Awards FEBI UIN Ar-Raniry

0

Nukilan.id – Mukhlisin salah seorang sosok pemuda mahasiswa daerah Kabupaten Aceh Selatan, dianugerahi Penghargaan FEBI Awards tahun 2021, dengan kategori “Mahasiswa Berprestasi di Bidang Student Volunteer Terbaik 1”, yang diserahkan langsung oleh Pihak Dekanan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry di Ruang Teater FEBI UIN Ar-Raniry, Kamis (8/4/2021).

Penghargaan tersebut diperoleh Mukhlisin berkat kegigihan, prestasi dan sumbangsihnya bagi FEBI & UIN Ar-Raniry melalui kegiatan yang dilaksanakannya, serta pencapaian perannya di Sumatera dan Nasional. Penghargaan tersebut diberikan kepada dirinya selaku salah seorang Mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry untuk merefleksikan Peran Volunteer dan harapan terus berkembang.

“Allhamdulillah Penghargaan ini diberikan untuk memberikan dorongan dan semangat kepada saya pribadi dan mahasiswa FEBI lainnya agar dapat memberikan peran terbaik kepada Fakultas,Universitas,Daerah & Nasional,” kata Mukhlisin dalam keterangan tertulis kepada Nukilan.id.

Ia menambahkan, adapun kriteria yang dinilai dalam penganugerahan tersebut meliputi, “Aktif, Responsibility dan Peran serta sosial” kemampuan berkembang, serta memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.

Kata Mukhlisin terkait pembangunan rasa kepedulian bagi mahasiswa harus ditanamkan sesuai kondisi kekinian dan karakteristik Mahasiswa itu sendiri, serta harus visioner dan berorientasi.

“Coba kita lihat sekarang para mahasiswa disibukkan dengan gadget mereka, sekarang kita harus mengubah pola pikir mereka atau menanamkan rasa kepedulian yang besar untuk bisa berusaha memberikan peran sosial untuk kemajuan bangsa dan negara untuk beberapa tahun kedepan dan banyak perubahan lain yang harus kita lakukan untuk pengembangan ekonomi diwilayah kita untuk menjadi Pemimpin Masa Depan Untuk Indonesia Maju sesuai dengan Karakteristik Masing-masing,” jelasnya.

Mukhlisin juga sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas penghargaan yang turut membuktikan dan mengapresiasi keaktifan dirinya dikampus.

“Semoga ini terus memotivasi saya untuk terus berbuat lebih baik dimasa yang akan datang,” jelasnya.

Acara Penyerahan Awards ini diawali dengan kegiatan Pertemuan Stakeholders & Pengguna Lulusan oleh FEBI UIN Ar-raniry, Kegiatan ini di buka Oleh Wakil Rektor 3 UIN Ar-raniry Dr. Saifullah Idris. M. Ag, Dalam Sambutannya Ia berharap melalui Acara ini Visi Misi FEBI UIN Ar-raniry sesuai dengan Realita Masyarakat.

“Kita harapkan dengan adanya acara merefleksikan kembali Visi Misi FEBI UIN ar-raniry Ini, Visi Misi FEBI agar benar-benar membumi ditengah masyarakat, dan dapat menemukan apa yang menjadi permasalahan dan yang dibutuhkan ditengah masyarakat” ungkapnya.

Kegiatan inti pada acara ini adalah penyampaian visi dan misi serta Kurikulum FEBI UIN ar-raniry oleh Wakil Dekan 1 FEBI Dr. Hafas Furqani,M.Ec, Disusul dengan Penyampaian Tugas Wakil Dekan 3 Bidang Kerjasama & Kemahasiswaan Dr. Analiansyah, M.Ag.

Selanjutnya, penyampaian visi dan misi Program Studi Ekonomi Syariah oleh Dr. Nilam Sari, M. Ag, selaku Ketua Program Studi, Penyampaian visi dan misi Program Studi Perbankan Syariah oleh Ketua Program Studi Dr. Nevi Hasnita, M.Ag dan Penyampaian visi dan misi Program Studi Ilmu Ekonomi oleh Dr. Muhammad Adnan, S.E.,M.Si yang juga Ketua Prodi.

Setelah selesai berlangsungnya kegiatan Penyampaian visi dan misi, dan dilanjutkan dengan tanggapan dari stakeholders, serta di susul kegiatan pembagian piagam penghargaan FEBI Awards 2021.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Teuku Munandar, dari Bank Aceh Syariah Capem UIN Ar-raniry, Akmal, dari Sunlife Asuransi, Aulia Rahman, Direktur Utama Hikmah Wakilah Aceh Sugito, dll.

Acara ini ditutup langsung oleh Dekan FEBI UIN Ar-raniry Dr. Zaky Fuad, M. Ag. _

OJK Ajak Media di Aceh Ikut Sosialisasi Bahaya Investasi Bodong dan Pinjaman Online

0
OJK

Nukilan.id – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh Yusri mengajak awak media bekerjasama memberantas ivestasi bodong dan pinjaman uang online yang belakangan marak terjadi.

“Kami dari pihak OJK mengajak media untuk sama-sama ikut mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya investasi bodong dan pinjaman online ini,” kata Yusri saat menjamu awak media di Gedung OJK, Pango, Banda Aceh, Kamis (8/4/2021).

Menurut Yusri, awal tahun 2021 lalu di Aceh juga dihebohkan dengan kegiatan dan aktifitas termaksut katagori investasi illegal. Banyak yang mendatangi OJK mempertanyakan peran OJK dalam kasus investasi yang merugikan masyarakat ini.

“Tentu dalam hal itu pihak OJK berkoordinasi dengan kepolisian, karena kasus yang merugikan masyarakat.

“Pada awal Febuari 2021, investasi bodong sudah di tangani pihak kepolisian,” katanya.

Untuk itu– OJK bersilaturahmi langsung dengan awak media, harapannya dapat bersama-sama melakukan sosialisasikan agar melakukan transaksi, berinvestasi, dan pinjaman online pada Jasa Keuangan yang terdaftar dan berbadan hukum.

Pada silaturahmi tersebut turut hadir Kepala Departemen, Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) Tongam L. Tobing, Penyidik Utama, Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) OJK Pusat Irjen Pol. Suharyono, dan Direktur Kebijakan Penyidikan, Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Hendra Jaya Sukmana.[]

Reporter: Irfan

Dua Kapal Perang Prancis Merapat di Sabang

0
Kapal Perang Perancis Mendarat di Sabang

Nukilan.id – Dua kapal perang Angkatan Laut (AL) Prancis bersandar di Dermaga CT3 Kota Sabang, kapal tersebut dikabarkan berlabuh selama dua hari ke depan.

“Iya, mereka datang dari India mampir ke Sabang,” kata Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) Iskandar Zulkarnain yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis (8/4/2021).

Iskandar menyampaikan, kapal perang seperti taruna Akabri AL tersebut singgah untuk beristirahat dalam perjalanannya dari India menuju Vietnam. Setelah itu akan kembali melanjutkan perjalanannya.

“Di sini istirahat sebentar tiga hari, kemudian mereka turun ke luar dari Sabang dan lanjut ke Vietnam,” ujarnya.

Selain itu, Iskandar membenarkan bahwa Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard juga hadir ke Sabang sehari sebelumnya.

“Dubesnya datang, Rabu kemarin,” kata Iskandar.

Kemudian, kata Iskandar, berdasarkan surat undangan dari Kantor Atase Pertahanan Kedutaan Besar Prancis kepada Wali Kota Sabang Nazaruddin, mereka akan berziarah dan upacara penghormatan kepada pahlawan nasional Prancis, Lettu laut anumerta Jacques Carissan di tempat pemakaman Eropa, Pulau Weh.

Ia menyampaikan bahwa, dalam surat kepada Walikota tersebut dijelaskan, Lettu laut anumerta Jacques Carissan adalah tentara Angkatan Laut Prancis yang gugur pada pertempuran laut antara kapal Prancis Mousquet dan kapal Jerman Emden pada perang dunia pertaman Oktober 1914 silam di Selat Malaka.

“Upacara penghormatan tersebut dilaksanakan hari ini, di taman makam Eropa (Het Kerkhof) Pulau Weh,” kata Iskandar.

Kemudian, lanjutnya setelah kegiatan tersebut, juga akan dilaksanakan peresmian ruangan Prancis di museum BPKS.[]

BPKS Bahas Pengembangan Marina Lhok Weng

0

Nukilan.id – Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) menjajaki peluang kerjasama pengembangan dan pengelolaan Pelabuhan Marina Kapal Layar (Yacht).

Hal itu, disampaikan Deputi Komersil dan investasi Erwanto saat menerima kunjungan perwakilan PT Marina Del Rai di ruang rapat lantai 3 Kedeputian Komersil Kamis (8/4) terkait rencana kerjasama pengembangan dan pengelolaan Marina Yacth d Sabang.

Menurutnya saat ini dengan komitment Pemerintah terhadap pengembangan Pariwisata di Sabang akan memberikan dampak pada pelaku bisnis di sektor pariwisata termasuk Marina Yacht.

” Kita akan berupaya maksimal untuk menarik sebanyak mungkin minat para pelaku bisnis,Investor dan perusahan yang bergerak disektor pengembangan Pariwisata hingga dapat menjadi peluang bisnis dan memberikan dampak pada masyarakat setempat,” ujar Erwanto mewakili Kepala BPKS.

Sementara itu, Direktur Promosi dan kerjasama Maya Safira mengatakan potensi untuk menarik pengunjung menggunakan kapal layar itu ke Sabang sangat besar karena mereka cenderung menyukai destinasi yang masih sangat natural.

“Sabang dapat juga menjadi titik pelabuhan marina untuk bagian ujung Sumatera, yang berlayar dari Phuket dan Langkawi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut PT Marina Del Rai dihadiri oleh Raymond leonard lafontaine Presiden Direktur dan Albert Matasak Operational manager.

Mereka sepakat dan berkomitment untik dapat bersama BPKS mengembangkan Marina Yacht yang dinilai sangat berpotensi mengingat kunjungan para yachter ke Sabang sedikit demi sedikit sudah mulai meningkat kembali.

Juni ini BSI Satukan Sistem, Nasabah Diminta Hadir

0
CEO BSI Regional 1 Aceh, Nana Hendriana. (Foto: readers.id)

Nukilan.id – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Office 1 Aceh, akan menyatukan 3 sistem perbankan syariah yaitu, BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri (BSM) menjadi satu sistem, mulai Juni 2021 mendatang. Dan BSI akan menggunakan sistem BSM dalam operasionalnya.

Hal itu disampaikan Chief Executive Officer (CEO) BSI Regional 1 Aceh, Nana Hendriana dalam konferensi pers di Banda Aceh, Kamis (8/4/2021).

Nana meminta kepada seluruh nasabah yang sebelumnya memegang buku rekening dan ATM BRI Syariah, BNI Syariah dan BSM, pada awal Juni nanti agar dapat hadir ke kantor cabang BSI terdekat untuk melakukan penggantian menjadi buku dan ATM BSI.  

“Kami minta kepada nasabah hadir ke kantor, untuk mengganti buku dan atmnya yang hari ini memegang buku BRI Syariah,BNI Syariah dan BSM, nanti akan menjadi satu yaitu, buku dan atmnya BSI,” pintanya.

Selain itu, Nana mengungkapkan bahwa, proses ini sangat kursial. Oleh karena itu, apabila dalam penyatuan sistem nanti ada kekurangan, pihaknya meminta maaf kepada suluruh nasabah.

“Merger itu krusialnya adalah pada saat penyatuan atau integrasiin. Karena itu, kami BSI memohon maaf kepada masyarakat Aceh apabila dalam perjalanan nanti, ada satu atau dua kekurangan yang dirasa mungkin kurang nyaman di masyarakat,” ungkapnya.

Tetapi, kata Nana, meskipun seperti itu, pihaknya akan terus menjaga pelayanan dan operasional masyarakat agar tetap berjalan saat proses penyatuan berlangsung.

Sementara itu, lanjutnya, dalam melakukan sosialisasi terkait penyatuan sistem pada 1 Juni mendatang, pihaknya membutuhkan bantuan dari semua pihak termasuk semua media untuk menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat.

“Setelah penyatuan sistem ini, insyallah semua aman, tidak ada lagi masalah. Maka dari itu, keberhasilan penyatuan sistem ini butuh dukungan dari semua stakeholder, termasuk media untuk meyampaikan informasi ini kepada masyarakat,” kata Nana.[]