Beranda blog Halaman 2236

Hari Ini, Sebagian Masyarakat Aceh Baru Mulai Puasa Ramadhan 1442 H

0

Nukilan.id – Sebagian umat Muslim di Aceh baru memulai puasa Ramadhan hari ini, Rabu, 14 April 2021. Hal ini berbeda dengan mayoritas umat Muslim Indonesia yang memulai puasa pada Selasa, 13 April 2021.

Ternyata hal itu karena tidak terlihatnya hilal di sebagian Pulau Sumatera, terutama Aceh pada saat pemantauan Senin, (12/4/2021).

“Karena tidak terlihat hilal di sebagian Pulau Sumatera, maka ulama dayah sepakat bahwa 1 Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada Hari Rabu 14 April 2021,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, Tengku Abdurrani di Meulaboh, Selasa (13/4/2021) malam.

Dia menjelaskan, berdasarkan rukyatul hilal yang dilakukan secara serentak di Tanah Air pada Senin (12/4/2021) lalu, hanya tiga lokasi yang melaporkan melihat hilal. Di antaranya di Jawa Timur termasuk di Jember.

Sementara di lokasi lain di Indonesia, termasuk di seluruh Sumatera dan tujuh lokasi di Aceh justru tidak melihat hilal.

Para ulama dayah di Aceh pun sepakat menggenapkan hitungan bulan Syaban menjadi 30 hari, sehingga awal Ramadan jatuh pada Rabu 14 April 2021.

Dia menambahkan, tidak ada dalam hitungan kalender Tahun Hijriah dalam satu bulan terdapat tanggal 31, tetapi yang ada yakni 29 atau 30 hari di setiap bulannya.

Keputusan ulama untuk menetapkan awal Ramadan pada 14 April 2021 dinilai sudah tepat dan sesuai dengan tata cara dan petunjuk yang ada dalam ajaran agama Islam.

“Jadi pada Selasa malam ini, baru dimulai pelaksanaan ibadah salat tarawih,” ujarnya.[iNews]

Terkait Korupsi PT ASABRI, Kejagung Periksa 11 Saksi

0

Nukilan.id – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa 11 (sebelas) orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT. ASABRI, Selasa (13/4/2021).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H, M.H mengatakan kesebelas saksi yang diperiksa antara lain, AT selaku Direktur Utama PT. Mandiri Mega Jaya; KP selaku Direktur Utama PT. Profindo Sekuritas Indonesia; MH selaku Karyawan PT Hanson International Tbk.; MS selaku Nominee Tersangka BTS; RH selaku Managing Director PT. OSO Sekuritas; AMP selaku Tim Pengguna PT. Mandiri Mega Jaya pada PKPU.

“Selanjutnya, IS selaku Kabid Transaksi Ekuitas PT. Asabri (Persero) periode Oktober 2017 s/d sekarang; IK selaku Plt. Kadiv Investasi PT. Asabri (Persero) periode Februari 2017 s/d Mei 2017; LIG selaku Institutional Equity Sales PT Trimegah Securities; APS selaku Komisaris PT. Bumi Teknokultura Unggul, Tbk.; dan SC selaku Nominee Tersangka BTS,” jelas Leonard.

Ia menambahkan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.[]

Kemendagri Cabut Hak Akses Data Kependudukan 153 Lembaga

0
Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh

Nukilan.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencabut hak akses data kependudukan 153 lembaga pengguna lantaran melanggar perjanjian kerja sama (PKS). Keputusan diambil lantaran melakukan wanprestasi dan merujuk Pasal 45 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 102 Tahun 2019.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, menerangkan, 153 lembaga pengguna itu melakukan wanprestasi karena tak melaksanakan kewajibannya memberikan laporan tiap semester. Bahkan, terlambat 3 bulan.

“Sebagai bentuk sanksi pelanggaran PKS, kami mencabut hak akses verifikasi data kependudukan yang telah diberikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (12/4/2021).

Berdasarkan entitas, lembaga pengguna yang dihukum, yakni 1 amil zakat, 3 penyelenggara pengiriman uang, 13 perusahaan asuransi, 19 bank, 2 jasa kesehatan, 1 koperasi, 16 pasar modal, 17 lembaga pembiayaan, 73 BPR, 2 lembaga pendidikan, 1 perusahaan fintech, 3 perusahan seluler, serta 2 lembaga lainnya. 

Zudan menambahkan, pemberian hak akses verifikasi data kependudukan merujuk Pasal 58 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk). Data biasanya digunakan berbagai layanan publik untuk fungsi proses verifikasi identitas pelanggan.

Pemberian hak akses verifikasi tersebut dievaluasi secara berkala. Pun dapat dicabut sewaktu-waktu jika lembaga pengguna tidak melaksanakan kewajiban yang tertuang dalam PKS. Memberikan data balikan (reverse data), penggunaan pembaca kartu (card reader), dan laporan penggunaan data per semester, misalnya.

Dirinya melanjutkan, 34 dari 153 lembaga pengguna kembali diaktifkan hak akses kependudukannya karena memenuhi kewajibannya pasca-dijatuhi sanksi. Misalnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Commonwealth, PT Telekomunikasi Selular Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, PT Hutchison 3 Indonesia, PT BNI Sekuritas, dan PT Mandiri Tunas Finance. [Puspen Kemendagri]

Waspada, BMKG Prediksi Aceh Bakal Hujan Lebat

0
Ilustrasi Hujan (Foto: beritatrans.com)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi BMKG, Jakarta, Selasa, daerah-daerah yang berpotensi mengalami cuaca tersebut terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Hujan lebat yang dapat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang juga diprakirakan mengguyur daerah di Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Sementara, wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terdapat di DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara.

BMKG juga memberikan peringatan gelombang tinggi (2,5-4 meter) di area Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Lombok, Samudra Hindia Selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Barat, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Samudra Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua.

Untuk itu, BMKG mengimbau untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, yakni pada perahu nelayan kapal tongkang, kapal Ferry, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Pengungsi Gas Beracun di Aceh Timur Keluh Kekurangan Air Bersih

0

Nukilan.id – Ratusan pengungsi akibat dampak asap gas beracun dari sumur Alue Siwah-11 milik PT Medco E&P Malaka mengeluh kurangnya air bersih dan tempat mandi cuci kakus (MCK).

“Warga mengungsi mencapai 302 orang, tapi hanya tersedia satu MCK umum milik kecamatan yang dapat dimanfaatkan para pengungsi,” kata Nurul Hasanah, warga yang kini mengungsi di Kantor Camat Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (13/4/2021).

Dampak kurangnya MCK, pengungsi terpaksa harus mengantre berjam-jam, padahal mereka hanya untuk buang air kecil. Sebagai alternatif, pengungsi ke masjid yang jaraknya 800 meter dari lokasi pengungsian.

Selain kekurangan air bersih dan MCK, pengungsi juga kekurangan selimut, sehingga saat tidur mereka menggunakan matras dan tikar plastik. Kondisi ini juga mengganggu kesehatan, kata Nurul Hasanah.

Baca juga: PT Medco Terus Berupaya Tangani Warga Terdampak Gas Beracun

“Untuk stok makanan cukup, bahkan lebih, karena tersedia dapur umum di dekat posko pengungsian. Tapi yang susah adalah MCK dan kurang air bersih,” kata Nurul Hasanah.

Camat Banda Alam Muliadi mengakui kekurangan tersebut. Pihaknya berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan para pengungsi.

“Segala kekurangan ini kita akan coba menyampaikan kembali untuk dipenuhi segala kebutuhan pengungsi,” kata Muliadi.

Sebelumnya, puluhan warga di Desa Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, tumbang akibat terhirup gas beracun yang berasal dari kegiatan flaring atau pembakaran gas Sumur AS-11 PT Medco EP Malaka, Jumat (9/4/2021) pagi.

Selain itu, ratusan warga juga mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam guna menghindari keracunan gas milik perusahaan minyak dan gas tersebut.[antara]

Belajar Tatap Muka Tetap Dilaksanakan Selama Ramadhan di Banda Aceh

0

Nukilan.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh menyatakan selama ramadhan Pembelajaran Tatap Muka (PKM) tetap dilaksanakan bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Saminan, mengatakan hal tersebut berdasarkan surat edaran nomor 042.5/A.4/1083 tanggal 6 April 2021, tentang kegiatan PKM dan pelaksanaan ujian sekolah di bulan ramadhan.

“Seluruh satuan pendidikan diliburkan mulai tanggal 12 hingga 17 April 2021 dan kegiatan pembelajaran tatap muka dimulai 19 april hingga 8 mei 2021, libur hari raya Idulfitri 1442 H mulai tanggal 10 hingga 18 mei 2021 dan sekolah kembali tanggal 19 Mei 2021,” kata Saminan, Selasa, 13 April 2021.

Baca juga: Mendikbud: Sekolah Wajib Belajar Tatap Muka pada Juli 2021

Saminan menjelaskan peserta didik PAUD dan SD kelas I hingga kelas III diliburkan seluruhnya, peserta didik kelas IV dan V SD, serta kelas VII dan VIII SMP serta program paket A, B dan C mengikuti PTM seperti biasanya.

“Dengan sistim shif atau kelompok, pembelajaran dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, setiap hari pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan pelajaran tahfizh quran selama 30 menit, pelaksanaan shalat sunat dhuha dan kemudian dilanjutkan dengan aktifitas pembelajaran lainnya,” ungkapnya.

Sementara SD kelas VI dan SMP kelas IX setelah selesai pelaksanaan ujian dapat dilanjutkan dengan pelaksanaan remedial, penugasan dan bentuk aktivitas lainnya untuk perbaikan dan penyempurnaan nilai kelulusan peserta didik.

“Untuk pendataan kehadiran peserta didik, guru dan tenaga kependidikan tetap dilaksanaakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk kepada guru yang mengajar di PAUD, SD kelas rendah dan SMP kelas IX dan Pamong Belajar untuk program kesetaraan tetap melaksanakan tugas sesuai ketentuan,” ujarnya.[medcom]

Bertambah, Korban Gas Beracun di Aceh Timur Jadi 20 Orang

0

Nukilan.id – Jumlah pasien gas beracun dari Sumur Alue Siwah (AS) 11 milik PT Medco EP Malaka bertambah dari 16 menjadi 20 orang. Mereka kini dirawat di rumah sakit di Kabupaten Aceh Timur dan Banda Aceh.

“Total pasien yang dirawat menjadi 20 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur, Sahminan di Aceh Timur, Senin (12/4/2021).

Korban yang dirawat di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur bertambah lima orang. Saat ini total pasien menjadi 18 orang dari yang sebelumnya 13 orang.

Baca juga: Gas Medco Aceh Timur Bocor, Sebagian Warga Keracunan

Sedangkan pasien dirawat di RSU Graha Bunda Idi tidak bertambah yakni ada satu orang. Korban yang dirujuk dan dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh juga satu orang.

“Semua pasien dirawat di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur berangsur membaik. Kami terus memantau kondisi mereka,” kata Sahminan.

Sebelumnya, PT Medco E&P Malaka menjanjikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan warga yang terdampak akibat asap gas yang beracun dari Sumur Alue Siwah-11 milik perusahaan itu.

“Kami terus melakukan pendampingan dan memonitor perkembangan kesehatan warga dan memastikan seluruh biaya akan ditanggung Perusahaan,” kata VP Relations & Security Medco E&P Indonesia, Arif Rinaldi.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur menyatakan, pengungsi akibat dampak asap gas beracun dari sumur Alue Siwah-11 milik PT Medco E&P Malaka mencapai 302 orang. Mereka berasal dari tiga dusun di Desa Paton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur.

Kepala BPBD Aceh Timur Ashadi menyebutkan, dari tiga dusun di Desa Paton Rayeuk T, pengungsi terbanyak berasal dari Dusun Bukit Mamplan. Jumlahnya mencapai 170 orang. Sementara dari Dusun Bukit Panyang sebanyak 122 orang dan Dusun Seunebok Tuha, 10 orang.

“Mereka mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam di Desa Panton Rayeuk M. Mereka mengungsi untuk menghindari keracunan gas. Kami menyiapkan dua unit tenda dan ambal di lokasi pengungsi,” katanya.

Baca juga: BPMA Minta PT Medco Selidiki Sebab Bau Gas di Aceh Timur

Ashadi mengatakan semua pengungsi tertangani dengan baik. Hingga kini kondisi mereka aman terkendali. Namun, kapan mereka bisa kembali ke rumah, BPBD Aceh Timur belum bisa memastikannya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur Elfiandi mengatakan, pihaknya juga telah membuka dapur umum sejak hari pertama mengungsi di lokasi pengungsian. Untuk logistik pengungsi, masih mencukupi.

“Seluruh pengungsi juga sudah tertangani dengan baik. Kami juga sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan mereka,” kata Elfiandi.

Baca juga: PT Medco Terus Berupaya Tangani Warga Terdampak Gas Beracun

Sebelumnya, puluhan warga di Desa Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, tumbang akibat terhirup gas beracun yang berasal dari kegiatan flaring atau pembakaran gas Sumur AS-11 PT Medco EP Malaka, Jumat (9/4/2021) pagi.[iNews]

Hari Pertama Puasa, Pasar Takjil Darussalam di Padati Warga

0

Nukilan.id – Sejumlah warga memadati pasar takjil di Simpang Galon Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Selasa (13/4/2021). Warga terlihat antusisas berburu takjil untuk berbuka puasa di hari pertama Ramadhan.

Para pedagang memulai menggelar dagangan sekitar pukul 15.30 Wib. Kawasan itu mulai ramai sekitar pukul 18.00 WIB menjelang waktu berbuka puasa. Dan waktu tersebut arus lalu lintas menjadi padat.

Hindun, salah seorang penjual takjil mengatakan setiap hari pertama Ramadhan pembeli takjil selalu ramai, ditambah lagi wilayah Darussalam yang juga dipadati oleh para pelajar dan mahasiswa.

“Seperti tahun-tahun yang lalu, kalau sudah menjelang bulan puasa pasti sangat ramai pembeli untuk menu bukaan,” kata Hindun.

Namun, bagi pedagang lainnya, Saiful mengaku bersyukur karena Ramadhan tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu, Karena tahun lalu hasil dagangannya menurun drastis akibat Covid-19.

Sementara itu, salah seorang pengunjung pasar takjil, Maghfirah mengatakan dirinya selalu membeli menu berbuka di pasar takjil Simpang Galon Darussalam pada setiap bulan Ramadhan.

Selain itu, bagi pembeli lainnya, Nisa mengatakan, dirinya sering membeli takjil seperti gorengan, minuman segar dan lauk pauk. Ia juga mengaku per hari menghabiskan biaya sebesar 20.000 hingga 25.000 untuk satu porsi menu berbuka puasa.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Banda Aceh telah menetapkan sebanyak 29 lokasi tempat masyarakat berjualan kuliner berbuka puasa selama Ramadhan 1442 Hijriah.

“Setiap kecamatan di Banda Aceh memiliki titik lokasi jajanan berbuka puasa masing-masing, sehingga masyarakat lebih mudah untuk menjangkaunya,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Banda Aceh M Nurdin.

Salah satunya, kata Nurdin, Kecamatan Syiah Kuala mulai dari turunan jembatan Lamnyong sampai dengan Simpang Galon/Gapura kampus USK dan Gampong Rukoh.[Irfan]

Nova Perintahkan BPPA dan Dinsos Bantu Kebakaran Pasar Minggu

0
Kepala BPPA, Almuniza Kamal, S.STP, M.Si saat melakukan kunjungan ke PD Pasar Jaya, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 13/4/2021. (Foto: Humas BPPA)

Nukilan.id – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah perintahkan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Aceh untuk melakukan upaya penyaluran bantuan kepada sejumlah warga Aceh yang menjadi korban dalam tragedi kebakaran besar di Pasar Minggu, PS Pasar Jaya, Jakarta Selatan, sekitar pukul 18:29 WIB, Senin (12/04/2021).

Baca juga: BPPA Pulangkan Jenazah Warga Pidie dari Jakarta

Kepala BPPA, Almuniza Kamal S.STP, M.Si mengatakan, pihaknya akan mendata seluruh korban kebakaran tersebut, terutama warga Aceh yang berdagang di blok Hanggar, Pasar Minggu.

“Selanjutnya, akan dibicarakan kembali terkait mekanisme apa yang akan dilakukan untuk membantu korban kebakaran. Upaya ini membutuhkan proses lebih lanjut karena berhubungan dengan masyarakat Aceh di rantau,” kata Almuniza dalam keterangan tertulis kepada Nukilan.id, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Dyah: Donor Darah Masa Pandemi Jadi Momentum Terbaik

Sementara itu, Ketua Taman Iskandar Muda (TIM) Cabang Pasar Minggu, Ir Syaiful Bahri menyampaikan bahwa, peristiwa kebakaran berlangsung begitu cepat. Api tiba-tiba menjalar dan dengan cepat melahap habis isi dagangan di Blok Hanggar lantai basement dan lantai 1.

“Warga Aceh ada sekitar 50 orang berjualan di lantai itu, barang dagangan mereka ludes terbakar tanpa bisa diselamatkan. Oleh karena itu, kita sedang usahakan bantuan untuk mereka bekerjasama dengan BPPA, terutama bantuan masa darurat mengingat kita juga sudah masuk bulan Ramadhan,” tambah Syaiful.

Baca juga: Pameran Dekranas di Toba, Aceh Siap Perkenalkan Kain Tradisional

Diketahui, bertepatan dengan malam 1 Ramadhan 1442 Hijriah, sebanyak 50 pedagang asal Aceh di PD Pasar Jaya, Blok Hanggar, Pasar Minggu, Jakarta, menjadi korban kebakaran yang berlangsung pada Senin (12/4/2021) malam. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.[]

Rektor USK Imbau Peserta UTBK Tidak Datang Terlambat

0
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Samsul Rizal

Nukilan.id – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng menghimbau peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) untuk tidak datang terlambat ke lokasi ujian.

Hal ini disampaikan Rektor sebab masih banyak peserta ujian yang tiba di lokasi ujian dengan melewati waktu toleransi, sehingga mereka tidak diperkenankan mengikuti ujian. Pelaksanaan UTBK SBMPTN 2021 telah dimulai sejak tanggal 12 – 18 April 2021 untuk gelombang pertama. Lalu untuk gelombang kedua akan dimulai pada tanggal 26 April – 2 Mei 2021.

Terkait ujian tersebut, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengeluarkan ketentuan, bahwa peserta yang masuk ruang ujian pada sesi pertama yaitu pukul 06:45 WIB, diberikan waktu toleransi 30 menit yaitu waktu pemeriksaan identitas dan latihan. Setelahnya, ujian baru dimulai pukul 07:15 WIB dan saat itu peserta tidak dibolehkan lagi masuk ruang ujian.

Begitu pula sesi kedua, peserta harus masuk ruang ujian pukul 13:00 WIB. Setelah waktu toleransi 30 menit, dilanjutkan dengan ujian pukul 13:30 dan setelahnya peserta tidak boleh lagi masuk ruang ujian.

Sementara hari Jumat, waktu masuk ruang ujian disesuaikan dengan waktu salat Jumat. Peserta masuk ke ruang ujian pukul 13:45 WIB. Lalu 30 menit setelahnya ujian dimulai dan saat itu peserta tidak dibolehkan lagi masuk ruang ujian.

“Untuk itu, kami ingatkan peserta UTBK ini untuk memperhatikan betul jadwal ujiannya. Jangan sampai datang terlambat, karena jika melewati batas waktu toleransi tersebut, maka peserta tidak boleh mengikuti ujian,” ucap Rektor yang merupakan Wakil Ketua I LTMPT.

Selain itu, untuk peserta yang berasal dari luar Aceh dan baru tiba di Kota Banda Aceh kurang dari 10 hari dari jadwal ujian, maka peserta tersebut wajib rapid antigen.

Untuk lokasi rapid antigen ini, ungkap Rektor, dapat dilakukan pada seluruh Puskesmas yang ada dalam wilayah Kota Banda Aceh. Syaratnya, peserta hanya perlu menunjukkan kartu ujian dan foto kopi KTP.

“Lalu hasil rapid antigen ini nantinya dibawa pada saat ujian. Selain di Pukesmas, peserta juga dapat melakukan rapid antigen di kampus USK dengan lokasi yang telah ditentukan panitia,” ujar Rektor.

Rektor mengungkapkan, pelaksanaan UTBK pada hari pertama di lingkungan kampus USK sejauh ini terpantau baik dan berjalan lancar. Pelaksanaan ujian kali ini juga telah mendapatkan izin dari Satgas Covid 19 Kota Banda Aceh dan pihak kemanan. Di mana semua kegiatannya menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Alhamdulillah, secara umum semua berjalan baik. Kita juga terus memantau demi memastikan prokes benar-benar dilaksanakan dengan baik. Karena kita tidak ingin, pelaksanaan ujian ini nantinya justru melahirkan cluster baru Covid-19,” pungkas Rektor.