Beranda blog Halaman 2235

Gutel Penganan Unik Khas Gayo yang Diminati

0

Nukilan.id – Gutel, teksturnya sedikit keras, rasanya manis legit dengan aroma wangi pandan. kalau dulu dibawa sebagai bekal perang, kini jadi teman ngopi.

Masyarakat Gayo Lues, Aceh punya makanan khas yang dibawa saat berburu atau berperang. Namanya, Gutel. Sekilas, kudapan yang terbuat dari campuran tepung beras ini mirip dengan godok-godok.

Jajanan tradisional yang kini mulai langka tersebut dibuat dari tepung beras, kelapa parut, gula dan air. Seluruh bahan ini dicampur hingga rata dan kalis. Kemudian dibentuk bulat lonjong lonjong sebesar telur ayam.

Setelah digumpal atau diuleni, gutel selanjutnya dibalut dengan daun pandan. Tiap dua buah gutel dijadikan satu. Kemudian gutel dikukus hingga matang dan harum. Selanjutnya didinginkan.

Menurut seorang penjaga anjungan Kabupaten Gayo Lues, Marni, gutel termasuk salah satu jajanan khas daerahnya. Mudah disimpan dan tahan hingga beberapa hari. Biasanya, masyarakat setempat mempersiapkan penganan ini untuk perjalanan jauh.

Ketika pada masa lalu kendaraan belum ada, masyarakat di sana membawa Gutel sebagai bekal saat melintasi hutan. Selain itu, ketika perang melawan penjajah Belanda dan Jepang berkecamuk, salah satu makanan andalan pejuang di Tanah Gayo adalah Gutel.

“Zaman perang dulu makanan ini sudah ada. Ini warisan nenek moyang kami dan sudah ada sejak zaman dulu,” kata Marni, Senin (13/8/2018).

Gutel yang memiliki tekstur agak keras ini dapat digunakan sebagai pengganti nasi. Meski dijadikan kudapan untuk berburu di alam liar, tapi gutel juga cocok disantap bersama segelas kopi.

Menurut Marni, proses membuat Gutel tersebut yaitu bahan yang sudah disiapkan selanjutnya dikemul (diuleni dengan kekuatan genggaman jari) sehingga bentuknya menjadi padat. Untuk tingkat kelezatannya terletak pada tingkat kecintaan si-pembuatnya saat meracik.

Untuk saat ini, Gutel sudah mulai jarang ditemui di Gayo Lues. Penganan ini hanya disediakan di hari-hari tertentu saja atau saat ada perayaan kebudayaan. “Sekarang jarang dijual. Kalau lagi ada acara, baru banyak yang buat,” ungkap Marni.

Selama Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, anjungan Gayo Lues menyediakan Gutel sebagai salah satu kuliner andalan mereka. Acara empat tahunan ini akan berlangsung hingga 15 Agustus mendatang.[fooddetik]

Siaga Ramadhan, PLN Sebarkan 108 Posko dan 1.181 Personil di Aceh

0

Nukilan.id – Sebanyak 108 Posko Siaga, 1.181 Personil Pelayanan Teknik, 239 tim teknik PLN dan juga Personil PDKB tersebar di seluruh wilayah kerja PLN Unit Induk Wilayah Aceh bersiaga. Menjaga 616 penyulang yang menyuplai listrik ke rumah pelanggan.
 
PLN UIW Aceh juga menyiapkan infrastruktur pendukung, mulai dari 87 unit genset mobile, 24 unit mobil pendukung, 48 Unit Gardu Bergerak, 1 UPS dengan kapasitas 400 kVA, 5 alat berat, 90 mobil pelayanan teknik serta 110 motor untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin terjadi pada sistem jaringan PLN. Terutama dalam bulan Ramadhan dan menyambut Idul Fitri Tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh, Abdul Mukhlis saat melakukan kunjungan sekaligus memantau proses pendistribusian energi listrik ke PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Aceh sebagai salah satu unit yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sistem 20 kV mulai dari penyedian, pengoperasian dan pemeliharaan.

“Saat ini kondisi sistem kelistrikan di Aceh baik, yang isolated pun seperti Sabang, Sinabang dan pulau-pulau kecil lainnya di Aceh dalam kondisi yang sangat baik dan beroperasi normal, secara teknis tidak ada masalah dengan sumber (pembangkit) kita, dimana total daya mampu pembangkit sebesar 641,7 MW, sementara beban puncak tertinggi sebesar 523,4 MW,” kata Mukhlis dalam keterangan tertulis kepada Nukilan.id, Kamis (14/4/2021).

Upaya preventif untuk menekan potensi gangguan listrik telah dilakukan oleh seluruh unit-unit layanan jauh sebelum Ramadhan.

Kegiatan yang dilakukan antara lain pemeliharaan pembagkit secara rutin, perawatan jaringan listrik, memangkas/ menebang pohon di seluruh unit layanan dengan tingkat gangguan yang cukup tinggi, serta melaksanakan gelar pasukan dan peralatan untuk memastikan kesiapan petugas dalam mengamankan keandalan pasokan listrik.

“Kami sangat berharap masyarakat ikut berpartisipasi menjaga keandalan pasokan listrik demi menjaga kekhusyukan kita dalam beribadah, terutama untuk tidak bermain layang-layang dekat jaringan listrik, karena dapat menyebabkan gangguan listrik, sehingga upaya yang telah kami lakukan akan menjadi sia-sia,” kata Mukhlis. 

Pada hari yang sama Abdul Mukhlis juga berkunjung ke unit-unit seperti PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jantho, PLN ULP Lambaro, PLN ULP Merduati dan PLN ULP Keude Bing guna memeriksa kesiapan petugas lapangan dan memastikan setiap peralatan yang digunakan petugas di lapangan lengkap serta aman untuk digunakan.

Mukhlis juga mengingatkan pentingnya kesehatan dan keselataman kerja saat bertugas melayani pelanggan.

“Kondisi cuaca yang tidak menentu dan cenderung ekstrem membuat kita harus selalu siaga dan waspada. Pastikan bahwa jaringan PLN aman dan tidak membahayakan pelanggan teutama petugas saat melakukan perbaikan”, lanjutnya.
 
Terakhir Mukhlis juga berpesan kepada seluruh pegawai dan petugas di lapangan, terutama kepada petugas posko siaga. Sehingga di tengah kondisi pandemi ini, seluruh petugas tetap memperhatikan pentingnya protokol kesehatan. Terlebih PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) dan Pelayanan Teknik yang selalu bekerja di tengah resiko yang tinggi.

“Tetap lakukan komunikasi yang baik dan koordinasi dengan semua pihak agar pekerjaan dilapangan aman dan anda semua selamat tanpa kurang suatu apapun, Insya Allah semoga kita selalu dapat memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat Aceh terurama dibulan Ramadhan yang berkah ini,” tutup Mukhlis.[]

Kini Bank Aceh Syariah Miliki Layanan Kartu Debit

0

Nukilan.id – Untuk memudahkan transaksi, Bank Aceh Syariah meluncurkan kartu debit dan bisa digunakan diseluruh mesin yang menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC).

Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman mengatakan, dengan adanya kartu debit tersebut, agar bisa memenuhi kebutuhan nasabah dan mengupgrade perkembangan di era revolusi industri 4.0, serta mendukung program gerakan transaksi non tunai.

Baca juga: Bank Aceh Syariah Ditunjuk Jadi Penyalur BPUM

“Bank Aceh terus mengikuti perkembangan dan melakukan inovasi untuk produk, serta jasa layanan, agar bisa memenuhi kebutuhan layanan bagi setiap nasabah bisa lebih mudah,” kata Haizir.

Bank Aceh Syariah juga pernah meluncurkan produk mobile banking, yang diberi nama sebagai Action.[]

Sejarah Hidup Sultan Iskandar Muda, Raja Terbesar Kesultanan Aceh

0

Nukilan.id – Perkasa Alam alias Sultan Iskandar Muda yang bertakhta pada 1607 hingga 1636 Masehi merupakan raja terbesar Kesultanan Aceh Darussalam. Sejarah mencatat, ia membawa kerajaan bercorak Islam di bagian barat Nusantara itu menuju masa kejayaan.

Saat Perkasa Alam berusia remaja, terjadi kudeta terhadap kekuasaan kakeknya, Sultan Alauddin Ri’ayat Syah (1596-1604) oleh pamannya yang bernama Ali Riayat Syah, pada 1604. Singgasana Aceh kemudian diduduki oleh Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607).

Sultan Ali Riayat Syah dikenal sebagai sosok bertabiat buruk yang membuat Aceh terpuruk. Djokosurjo dalam Agama dan Perubahan Sosial (2001) menyebut bahwa kepemimpinan Sultan Ali Riayat Syah merupakan periode yang penuh dengan kekacauan internal.

Perkasa Alam lantas mencari perlindungan kepada pamannya yang lain yakni Sultan Husen yang berkuasa di Pidie, daerah bawahan Kesultanan Aceh. Sultan Ali Riayat Syah mendesak Sultan Husen untuk menyerahkan Perkasa Alam, namun ditolak.

Bahkan, Sultan Husen menyatakan memberontak dan menyerang Kesultanan Aceh di bawah pimpinan Perkasa Alam. Dikutip dari Islam and State in Sumatra: A Study of Seventeenth-Century Aceh (2004) karya Amirul Hadi, perlawanan itu gagal. Perkasa Alam ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Perkasa Alam Menuju Takhta Aceh

Kala itu, Kesultanan Aceh sebenarnya sedang menghadapi ancaman dari Portugis. Perkasa Alam yang sedang ditahan kemudian menawarkan kepada Sultan Ali Riayat Syah untuk memimpin serangan terhadap Portugis. Sultan Ali Riayat Syah ternyata menyetujui permintaan tersebut.

Berdasarkan catatan Slamet Muljana dalam Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa (2005), Perkasa Alam memimpin rakyat dan pasukan Aceh melawan Portugis. Dalam suatu serangan balasan, Portugis terpaksa mundur.

Hans Penth dalam Hikajat Atjeh (1969) mengungkapkan, Portugis sebenarnya berniat menyerang Kesultanan Aceh kembali. Namun, lantaran terdengar kabar bahwa Belanda juga bersiap datang, Portugis mengurungkan niatnya itu.

Kemenangan atas Portugis membuat pamor Perkasa Alam melambung dan menjadi salah satu sosok paling paling populer sebagai calon Sultan Aceh berikutnya. Pada 4 April 1607, Sultan Ali Riayat Syah mendadak wafat.Alhasil, Perkasa Alam pun dinobatkan dengan gelar Sultan Iskandar Muda (1607-1636).

Sultan Pembawa Kejayaan Aceh

Sejak bertakhta pada 1607, Sultan Iskandar Muda mulai merintis masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam. Diungkapkan Mohammad Said dalam Aceh Sepanjang Abad (1981), Sultan Iskandar Muda berhasil mempersatukan negeri-negeri di kawasan Selat Malaka untuk melawan hegemoni bangsa asing.

Wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh pada periode Sultan Iskandar Muda bertambah luas. Daerahnya meliputi Semenanjung Malaya (Johor, Malaka, Pahang, Kedah, Perak), Thailand (daerah Patani), dan sebagian besar wilayah Sumatera.

Kejayaan Kesultanan Aceh tidak terlepas dari kekuatan militer yang kuat. Sultan Iskandar Muda menjadikan Kesultanan Aceh sebagai kerajaan maritim yang sudah dilengkapi dengan kapal-kapal modern pada masanya. Aceh juga punya pasukan yang amat besar.

Selain di sektor militer, Kesultanan Aceh pada era Sultan Iskandar Muda juga mencapai kejayaan di berbagai bidang kehidupan lainnya. Dikutip dari buku Aceh Serambi Mekkah (1955) yang disusun Usman Husein dan kawan-kawan, Kesultanan Aceh kala itu juga menjadi pusat pendidikan.

Sedangkan dari aspek ekonomi, Kesultanan Aceh Darussalam memiliki bandar dagang yang berperan sebagai pelabuhan transaksi kaum saudagar dari berbagai belahan dunia.

Wafatnya Sultan Iskandar Muda

Tanggal 27 Desember 1636, Sultan Iskandar Muda wafat dalam usia 43 tahun karena sakit keras. Sepeninggal Sultan Iskandar Muda, dilansir laman Pemprov Aceh, Kesultanan Aceh Darussalam mulai melemah.

Situasi ini dimanfaatkan oleh bangsa-bangsa asing yang sudah sejak lama mengincar Aceh. Pada masa Sultan Iskandar Muda, Kesultanan Aceh sangat mengharamkan perjanjian kerja sama dengan bangsa-bangsa asing. Namun, sultan-sultan penerusnya ternyata tidak demikian.

Kesultanan Aceh Darussalam memang mampu bertahan sampai beberapa abad kemudian. Akan tetapi, tidak ada satu pun penerus Sultan Iskandar Muda yang bisa membuat Aceh sejaya dahulu.

Daftar Sultan Aceh Darussalam

  • Sultan Ali Mughayat | 1514-1528 M
  • Sultan Salahuddin | 1528-1537 M
  • Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar | 1537-1568 M
  • Sultan Sri Alam | 1575-1576 M
  • Sultan Zain al-Abidin | 1576-1577 M
  • Sultan Ala’ al-Abidin | 1577-1589 M
  • Sultan Buyung | 1589-1596 M
  • Sultan Ala’ al-Din Riayat Syah | 1596-1604 M
  • Sultan Ali Riayat Syah | 1604-1607 M
  • Sultan Iskandar Muda | 1607-1636 M
  • Sultan Iskandar Thani | 1636-1641 M
  • Sultanah Safi al-Din Taj al Alam | 1641-1675 M
  • Sultanah Naqvi al-Din Nur al-Alam | 1641-1678 M
  • Sultanah Zaqqi al-Din Inayat Syah | 1678-1688 M
  • Sultanah Kamalat Syah Zinat al-Din | 1688-1699
  • Sultan Badr al-Alam | 1699-1702 M
  • Sultan Perkasa Alam | 1702-1703 M
  • Sultan Jamal al-Alam Badr al-Munir | 1703-1726 M
  • Sultan Jauhar al-Alam Amin al-Din | 1726
  • Sultan Shyam al-Alam | 1726-1727 M
  • Sultan Ala‘ al-Din Ahmad | 1727-1735 M
  • Sultan Ala‘ al-Din Johan Syah | 1735-1760 M
  • Sultan Mahmud Syah | 1760-1781 M
  • Sultan Badr al-Din | 1781-1785 M
  • Sultan Sulaiman Siah | Sejak 1785 M
  • Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah |
  • Sultan Ala‘ al-Din Jauhar al-Alam | 1795-1815 dan 1818-1824 M
  • Sultan Syarif Saif al-Alam | 1815-1818 M
  • Sultan Muhammad Syah | 1824-1838 M
  • Sultan Sulaiman Siah | 1838-1857 M
  • Sultan Mansur Syah | 1857-1870 M
  • Sultan Mahmud Syah | 1870-1874 M
  • Sultan Muhammad Daud Syah | 1874-1903 M

[tirto.id]

Lagi, Kejagung Periksa 18 Saksi Terkait Dugaan Korupsi ASABRI

0

Nukilan.id – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa 18 (delapan belas) orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT. ASABRI.

Pemeriksaan tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H, M.H, Rabu (14/4/2021) melalui keterangan tertulisnya kepada media Nukilan.id.

Baca juga: Terkait Korupsi PT ASABRI, Kejagung Periksa 11 Saksi

“Saksi yang diperiksa antara lain, AHC selaku Nominee, AT selaku Nominee, MP selaku Nominee, AST selaku Nominee, AIP selaku Isteri Tersangka IWS, M selaku Nominee, E selaku Nominee, DM selaku Nominee, EB selaku Nominee, SL selaku Nominee, JT selaku Adik Tersangka BTS, DRF selaku Karyawan PT. Tedo Utama Bersama, JI selaku Nominee, LL selaku Nominee, AA selaku Nominee, HS selaku Nominee, WM selaku Nominee dan ABS selaku Nominee,” sebut Leonard.

Ia mengatakan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI.

Baca juga: Kejagung Sita Barang Bukti BTS Terkait Kasus Korupsi ASABRI

Sementara itu, kata Leonard, pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

“Dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” tutupnya.[]

Cegah Mudik Lebaran, Polda Sekat Empat Perbatasan Aceh

0

Nukilan.id – Direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Aceh melakukan penyekatan di empat wilayah perbatasan Aceh. Hal tersebut dilakukan berdasarkan penerapan larangan mudik lebaran 2021.

Direktur lalu lintas (Dirlantas) Polda Aceh, Kombes Dicky Sondani, mengatakan penyekatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengawasan dan mensosialisasikan larangan mudik lebaran.

“Ada empat wilayah pintu keluar masuk perbatasan Aceh yang kita sekat yaitu, di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh singkil dan Subulussalam,” kata Dicky saat dikonfirmasi, Rabu, (14/4/2021).

Dicky mengungkapkan sebelumnya Kapolda Aceh telah memberikan arahan terkait operasi keselamatan Seulawah 2021. Operasi tersebut berlangsung sejak 12 April-25 April 2021.

“Operasi itu merupakan sosialisasi di berbagai perbatasan untuk mencegah masyarakat agar tidak pulang kampung saat pemberlakuan larangan mudik pada 6 hingga17 Mei 2021 medatang. Kita akan terus melakukan sosialisasi ini secara masif,” jelasnya.

Dicky kembali mengatakan pihaknya tidak melarang jika saat ini ada pemudik yang ingin pulang kampung lebih awal sebelum larangan mudik dimulai pada 6 hingga 17 Mei 2021.

“Operasi keselamatan Seulawah 2021 ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Jadi yang mau ambil start mudik duluan silahkan, tapi yang perlu diingat pada 6 Mei 2021 itu sudah dilarang,” ujarnya.[medcom]

Pemko Banda Aceh Larang Warga Main Game Online Selama Ramadhan

0

Nukilan.id – Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, meminta warga tidak bermain game online selama bulan Ramadhan 1442 Hijriah. Termasuk tidak menggelar karaoke, permainan billiard, play station dan berbagai jenis hiburan lainnya.

“Tidak menggelar karaoke, mengoperasikan permainan biliar, Play Station, berbagai jenis game online dan hiburan lainnya selama bulan suci Ramadhan,” kata Aminullah dalam keterangannya, Rabu (14/4/2021).

Aminullah menegaskan bahwa, aturan tersebut tertuang dalam seruan yang dikeluarkan Forkopimda Banda Aceh.

Selain itu, Aminullah Usman juga meminta masyarakat tidak menjual makanan dan minuman untuk umum mulai imsak sampai dengan pukul 16.30 WIB. Selain itu, seluruh tempat usaha diminta tutup saat salat Isya dan tarawih serta baru boleh buka kembali pukul 21.30 WIB.

“Warga baru dibolehkan berjualan makanan dan minuman mulai pukul 16.30 WIB,” ujarnya.

Bukan itu saja, Aminullah menegaskan, jadwal buka salon juga diatur sehingga boleh buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Pemko Banda Aceh bakal melakukan pengawasan.

Sementara itu, Aminullah juga mengajak semua pihak mematuhi keputusan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh terkait Tausyiah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadhan dan Kegiatan Keagamaan Lainnya Tahun 1442 Hijriah.

“Dalam salah satu pointnya, MPU Aceh meminta kepada setiap komponen masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan keramaian seperti duduk kumpul-kumpul bersama di jalan, buka puasa bersama, sahur bersama, safari subuh, dan lain-lain,” ujar Aminullah.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh meminta pelaksanaan sahur, buka puasa, dan salat tawarih memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19.[]

Kejagung Periksa 5 Saksi Terkait Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan

0

Nukilan.id – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa 5 orang sebagai saksi terkait Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Pemeriksaan tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H, M.H, Rabu (14/4/2021) melalui keterangan tertulisnya kepada media Nukilan.id.

“Kelima saksi yang diperiksa antara lain H selaku Direktur Marketing PT. Syailendra Capital; MS selaku Head of Equity PT. Syailendra Capital; AS selaku Direktur Investasi PT. Syailendra Capital; SJ selaku Head of Institutional PT. Syailendra Capital; dan FRH selaku Direktur Utama PT. Syailendra Capital,” terang Leonard.

Leonard menambahkan, pemeriksaan saksi dilakukan guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tegas Leonard.[]

Zona Oranye Meluas, Tren Kasus Covid-19 Meningkat

0
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani

Nukilan.id – Satuan Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Nasional kembali merilis peta zonasi risiko peningkatan kasus Covid-19 di tanah air. Aceh tidak ada zona merah, namun zona oranye kian meluas. Sementara itu, tren kasus positif Covid-19 cendrung meningkat, sejak 7 April 2021.

Kasus positif Corona virus Disease 2019 (Covid-19) cendrung meningkat di Aceh sejak 7 April 2021. Kasus konfirmasi harian naik di atas 20 kasus, kecuali 11 April 2021 yang bertambah tujuh kasus. Hari ini bertambah lagi 26 kasus baru.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani dalam press release-nya yang dikirim secara rutin kepada awak media massa di Banda Aceh, Rabu (14/4/2021).

“Kabupaten dan kota yang menjadi zona oranye bertambah lagi dibandingkan kondisi minggu sebelumnya,” tutur pria yang akrab disapa SAG itu.

Ia menjelaskan, hasil analisis data pandemi Covid-19 per 4 April 2021 lalu, 15 kabupaten/kota di Aceh merupakan zona kuning, dan delapan daerah lainnya merupakan zona oranye. Peta Zonasi Risiko Covid-19 itu berubah menurut data analisis per 11 April 2021. Zona kuning di Aceh berkurang seiring meluasnya zona oranye.

“Sebelas kabupaten/kota kini menjadi zona oranye di Aceh, yakni meliputi Aceh Tamiang, Gayo Lues, Langsa, Bener Meriah, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Barat, dan Aceh Singkil,” rincinya.

Sedangkan 12 kabupaten/kota lainnya, kata SAG, merupakan zona kuning, yakni Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, dan Simeulue.

SAG menuturkan, zona kuning, dalam klasifikasi Peta Zonasi Risiko Covid-19, merupakan zona risiko rendah peningkatan kasus Covid-19. Sedangkan zona oranye merupakan zona risiko sedang. Artinya, transmisi lokal virus corona masih tinggi. Zona paling aman bagi semua aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat adalah zona hijau.

Kemudian, ia mengajak bupati/walikota untuk memperhatikan Peta Zonasi Risiko daerahnya dengan cermat. Peta Zonasi itu merupakan alat navigasi bagi kepala daerah, Forkopimda, dan Satgas Penanganan Covid-19, dalam merumuskan kebijakan berbasis data-data yang kuat, baik data epidemiologis, surveilans, dan sistem pelayanan kesehatan daerah.

“Perubahan warna zona di suatu daerah tidak akan terjadi secara alami, melainkan harus diikhtiarkan, seperti pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro, di tingkat gampong,” ujar SAG.

Kasus Covid-19

Selanjutnya, seperti biasa, SAG melaporkan kondisi terakhir Pandemi Covid-19 di Aceh, per tanggal 14 April 2021. Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 10.134 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 8.194 orang. Pasien dirawat sebanyak 1.536 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 404 orang.

Ada penambahan 26 kasus konfirmasi positif baru di Aceh, yakni warga Aceh Tamiang sembilan orang, Pidie tujuh orang, Langsa enam orang, Gayo Lues tiga orang, dan warga Bireuen sebanyak satu orang.

Penderita Covid-19 yang sembuh juga bertambah sebanyak 21 orang, yang meliputi warga Aceh Besar 13 orang, warga Banda Aceh sebanyak tujuh orang, dan satu orang lagi tercatat sebagai warga Pidie Jaya.

“Penderita yang meninggal dunia tetap 404 orang, tidak bertambah hari ini,” tutur SAG.

Lebih lanjut, ia melaporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 688 orang, yang meliputi 615 orang sudah selesai isolasi, 15 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 58 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif, kata SAG, tercatat sebanyak 7.126 orang. Suspek yang telah melakukan isolasi sebanyak 7.016 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 71 orang, dan sebanyak 39 orang sedang menjalani isolasi di rumah sakit.[]

Hadir di Aceh, Bank Bukopin Syariah Siap Mendukung Langkah Ekonomi Rakyat Aceh

0
Direktur Utama Bank Bukopin Syariah Dery Januar. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Tampaknya Bank Bukopin tak ingin kehilangan kepercayaan Rakyat Aceh, bahkan disaat banyak bank Konvensional yang keluar dari Aceh, Bank Bukopin terus bertahan, kali ini malah hadir sesuai selera masyarakat Aceh, Bank Syariah Bukopin.

“Bank Bukopin selalu siap mendukung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Aceh, ” Kata Direktur Utama Bank Bukopin Syariah Dery Januar kepada Nukilan.id di Banda Aceh, Rabu (14/4/2021).

Menurut Dery Januar, kehadiran Bank Syariah Bukopin di Aceh memang sudah menjadi keharusan, mengingat Bank Bukopin sudah cukup lama berada di Aceh, selain kehadiran Bank Syariah Bukopin mengingat ekonomi syariah di Indonesia terus berkembang.

“Sepatutnya Bank Bukopin mendukung, apalagi sejarah Bukopin yang sudah cukup lama di Aceh,” ujar Dery.

Menurut Dery PT. Bank Syariah Bukopin hadir di Aceh memang tepat untuk membangun ekonomi Aceh bersama-sama dengan pemerintah dan rakyat Aceh, apalagi Aceh punya sejarah Islam yang kuat.

“Masyarakat Aceh itu punya sejarah keislamannya yang cukup kuat, jadi sepantasnya Bank Syariah Bukopin ikut mendukung langkah-langkah yang ditempuh terhadap dunia perbankan di Aceh,” Ujarnya.

Dery Januar berada di Aceh dalam rangka peluncuran Bank Bukopin Syariah dalam waktu dekat.[]

Reporter: JI