Beranda blog Halaman 2237

Kanji Rumbi, Takjil Khas Aceh Paling Diburu saat Ramadhan

0

Nukilan.id – Bicara tentang Ramadhan, tentunya identik dengan takjil atau yang dikenal dengan kegiatan ngabuburit. Maklum saja, Indonesia punya segudang kuliner yang khas dan lezat tentunya. Ini karena masing-masing daerah biasanya memiliki makanan khas tersendiri, seperti Aceh misalnya.

Negeri Serambi Makkah ternyata punya hidangan yang cukup unik yang kemungkinan hanya bisa Anda temui saat Ramadhan, yakni bubur kanji rumbi.

Masyarakat Aceh menggunakan bubur kanji rumbi sebagai hidangan berbuka puasa. Bubur ini banyak dijajakan di daerah Aceh, dan banyak juga yang memilih untuk membuatnya sendiri di rumah.

Tak hanya enak disantap sebagai hidangan berbuka puasa, bubur kanji rumbi juga memiliki nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Ini karena bubur kanji rumbi dibuat menggunakan rempah-rempah yang sudah dikenal akan manfaatnya bagi tubuh.

Bubur ini dibuat menggunakan serai, adas manis, kapulaga, kayu manis, daun pandan, merica, jintan, jahe, kemiri, pala, ketumbar, bawang merah, bawang putih, bunga lawang, serta cengkeh.

Jika Anda lihat, bubur ini dibuat dari bahan-bahan yang sudah biasa digunakan sebagai obat seperti serai dan jahe. Khasiat yang paling terasa dari kedua tanaman tersebut adalah sebagai obat masuk angin dan maag.

Makanya, bubur kanji rumbi sangat cocok dikonsumsi bagi Anda yang tinggal di dataran tinggi. Oh ya, selain bumbu rempah yang digunakan tadi, bubur kanji rumbi juga menggunakan topping ayam yang pastinya mengandung protein hewani yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein harian tubuh Anda.[okezone]

Mendagri Minta Pembangunan Kaltara Dilakukan Inklusif dan Berbasis Lingkungan

0

Nukilan.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pembangunan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dilakukan inklusif dan berbasis lingkungan. Hal itu disampaikannya dalam Musrenbang dalam rangka Penyusunan RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2022, secara virtual, Selasa (13/4/2021).

Sesuai tema yang diangkat dalam Musrenbang penyusunan RKPD, yakni memantapkan pemulihan ekonomi dan kesehatan untuk pertumbuhan yang inklusif, Tito menginginkan pembangunan yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Utara dilakukan secara inklusif, yakni tak hanya menjadikan aspek pertumbuhan ekonomi sebagai satu-satunya tujuan pencapaian, namun juga harus berbasis lingkungan.

“Saya mohon betul pembangunan yang dilakukan di Kaltara, sesuai dengan tema, berbasis inklusif dan berbasis lingkungan,” kata Tito.

Ia membeberkan, pembangunan yang inklusif dan berbasis lingkungan sangat penting dilakukan, terlebih Provinsi Kalimantan Utara termasuk salah satu daerah yang hutannya masih perawan. Perlu dijaga jangan sampai terjadinya perusakan lingkungan, seperti penambangan dan pembalakan.

“Berbasis lingkungan, Kaltara termasuk daerah hutan perawan, jangan sampai terjadi perusakan, kerusakan lingkungan yang masif, yang tidak terencana dengan baik, dipotong dibangun, penggundulan hutan besar-besaran untuk tambang, untuk logging, untuk pertanian monokultur, tapi menafikan aspek lingkungan yang sekian tahun mendatang (menyebabkan) terjadi bencana, banjir, dan lain-lain,” jelas Tito.

Mendagri juga mengingatkan pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk tetap memperhatikan dan menjaga tata kelola lingkungan.

“Ini beberapa daerah sudah too late, perlu melakukan reboisasi dan kembali realokasi tata ruang. Itu tidak gampang, tolong jangan meninggalkan legacy, untuk pemerintahan berikut dan anak cucu, yang tidak baik,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri juga menggarisbawahi tema Penyusunan RKPD Provinsi Kalimantan Utara, terkait “Pemantapan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan untuk Pertumbuhan yang Inklusif,” Mendagri menilai, aspek ekonomi dan kesehatan harus dibangun beriringan. Tak kalah penting, keduanya juga harus dijalankan secara inklusi dengan melibatkan masyarakat secara terbuka.

“Nah yang inklusif ini maksudnya adalah untuk semua rakyat, terbuka untuk semua orang, bukan eksklusif. Nah untuk pertumbuhan inklusif ini, maka di antaranya adalah membuat sumber daya yang ada, usaha-usaha yang ada dengan melibatkan masyarakat,” tegas Tito.[Puspen Kemendagri]

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman, Pendiri, & Ciri Arsitektur

0

Nukilan.id – Masjid Raya Baiturrahman didirikan pada masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh Darussalam, tepatnya 1022H/1612M. Masjid ini menjadi saksi sejarah kehidupan rakyat Aceh, menjadi pusat pendidikan umat Islam, dan tetap kukuh meski diterjang tsunami pada 2004.

Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di pusat kota Banda Aceh, menjadi simbol agama, budaya, jiwa, ketangguhan, dan perjuangan masyarakat Aceh.

Pada masa awal pendirian, Masjid Raya Baturrahman tidak hanya menjadi tempat ibadah semata. Masjid ini dijadikan Kesultanan Aceh sebagai pusat pendidikan ilmu agama Islam. Mengutip laman Islamic Center, para penuntut ilmu yang datang ke masjid tersebut tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi juga berasal dari Melayu, Persia, Arab, hingga Turki.

Ketika zaman penjajahan Belanda, Masjid Raya Baturrahman menjadi semacam benteng pertahanan. Rakyat Aceh memperluas fungsinya sebagai basis perlawanan. Namun, dalam Agresi Militer Belanda II pada 10 April 1873 yang dipimpin oleh Jenderal van Swieten, masjid ini dibahar hingga habis.

Perjuangan rakyat Aceh sama sekali tidak surut meski kehilangan Masjid Raya Baiturrahman. Sebaliknya, justru semakin membara.

Belanda, melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge, kemudian berupaya meredam perlawanan ini dengan membangun kembali masjid pada 1879. Rancangannya dibuat oleh arsitek asal Belanda, Gerrit Bruins, lalu diadaptasi oleh L.P. Luijks, yang mengawasi penggarapan masjid tersebut oleh kontraktor bernama Lie A Sie.

Masjid Raya Baiturrahman selesai dibangun kembali pada 27 Desember 1881 pada masa kekuasaan Sultan Aceh terakhir, Muhammad Daud Syah. Rakyat Aceh sempat menolak untuk beribadah di masjid tersebut karena dibangun oleh Belanda. Namun, lambat laun, Baiturrahman menjadi ikon utama Aceh.

Ciri Arsitektur Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Melansir laman IPLBI, Masjid Raya Baiturrahman Aceh memiliki kemiripan dengan Taj Mahal di India. Dengan adanya menara dan kubah besar, desain masjid ini memang memakai gaya arsitektur Mughal. Namun, dipadukan dengan berbagai unsur lain, termasuk budaya asli Aceh.

Menurut laman Sistem Informasi Masjid Kemenag, Masjid Raya Baiturrahman Aceh berdiri pada lahan seluas 31.000 meter persegi. Luas bangunannya sekitar 4.000 meter persegi. Masjid mampu menampung sekitar 13 ribu jamaah.

Masjid yang berlokasi di Jalan Muhammad Jam No.1 Kota Banda Aceh tersebut awalnya memiliki 1 kubah. Dalam perluasan masjid pada 1935, ditambahan 2 kubah yang terletak di kanan-kiri kubah awal.

Dalam perluasan masjid yang dilakukan pada 1991 hingga 1993, jumlah kubah Masjid Raya Baiturrahman ditambahkan lagi hingga total 7 kubah sampai sekarang.

Keunikan lain masjid ini ada pada pintunya. Pintu-pintu di sana identik berupa 3 pintu besar yang berkesan gigantis. Banyak ornamen menghiasi pintu itu. Cahaya dapat masuk melalui celah-celah pintu yang dibuat dari kayu.

Menara utama dibuat di tengah halaman Masjid Raya Baiturrahman Aceh. Menara utama tersebut memiliki ketinggian 53 meter. Di area pelataran masjid, sebelumnya juga telah dibangun 4 menara identik dan memiliki kemiripan dengan bangunan berarsitektur Mughal.

Masjid Raya Baiturrahman Aceh memiliki kolom yang dibuat dari beton. Di sana ditambahkan berbagai ornamen dengan ciri Islam yang kental. Warna kolom yang diberikan sentuhan putih bagai menggambarkan kebersihan dan kesucian masjid ini.[tirto.id]

RKPD Kaltara 2022, Mendagri Minta Berdayakan SDM dan Transformasi Ekonomi

0

Nukilan.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2022 ikut mendorong pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju. Hal itu agar sejalan dengan 5 visi dan misi Presiden Joko Widodo.

“Saya ingin agar pemikiran Bapak Presiden inilah yang mewarnai perencanaan semua elemen bangsa ini, karena kita komandonya ya dari satu, komando tunggal sebagai pimpinan negara, pimpinan pemerintahan,” kata Tito pada saat memberikan sambutan di acara Musrenbang Penyusunan RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2022, di Ruang Rapat Mendagri, Jakarta Pusat, Selasa (13/04/2021).

Menurutnya, salah satu persoalan besar bangsa Indonesia yaitu adanya pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Bonus demografi menyebabkan pemerintah harus menyelaraskan jumlah angkatan kerja (usia produktif) dengan lapangan pekerjaan yang mampu menampungnya. Sebaliknya, bonus demografi dapat menjadi bencana apabila tidak dikelola dengan baik.

“Namun ini akan menjadi bencana demografi kalau angkatan kerja yang besar itu tidak mampu tertampung, tidak mampu ditampung, mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan dan yang terjadi nanti adalah pengangguran,” jelas Tito.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo memberikan amanat agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuat perencanaan yang matang untuk memperkuat pembangunan SDM. Sebab, apabila SDM unggul, akan lahir tenaga kerja produktif yang mampu bersaing secara global.

Mendagri mengatakan, ada dua pembangunan SDM yang harus difokuskan. Pertama, meningkatkan kualitas bidang pendidikan, baik formal dan informal. Kedua, bidang kesehatan agar angkatan kerja memiliki kondisi tubuh yang sehat sehingga mampu bekerja dengan optimal.

“Sekali lagi pembangunan SDM dengan fokus pada pendidikan dan kesehatan menjadi hal yang utama dan ini dalam sistem pemerintahan kita UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah,” kata Tito.

Lanjutnya, ia juga meyakini apabila SDM dan SDA, keduanya dikelola dengan baik, maka Provinsi Kaltara akan mampu meningkatkan ekonomi di daerahnya.

“SDM menjadi nomor satu baru SDA. Kalau SDA-nya luar biasa seperti Kaltara dan SDM-nya unggul terdidik, terlatih dan sehat, saya yakin Kaltara ini akan melompat,” sebut Tito.

Tak hanya itu, Mendagri juga meminta agar pemerintah daerah mengembangkan industri manufaktur sebagai sarana untuk melakukan transformasi ekonomi. Misalnya dengan memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan SDA agar hasilnya lebih maksimal.

“Nah, oleh karena itulah Presiden ingin jangan hanya bergantung pada SDA, tetapi kembangkan juga ekonomi yang berbasis manufaktur, industri, kemudian jasa modern. Jangan hanya berpikir SDA tetapi juga jasa modern, apalagi kalau jasa modern yang dikaitkan dengan SDA. Misalnya pertanian tetapi pertanian modern, jasa modern ini misalnya yang berbasis teknologi atau penggunaan teknologi digital,” terang Tito.

Tak lupa, Mendagri mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat muslim yang tengah menjalankan. Ia juga mendoakan agar dilancarkan dalam beribadah.

“Saya menyampaikan selamat melaksanakan ibadah puasa bagi saudara-saudara yang beragama Islam. Kita semua berdoa supaya dilancarkan barokah dan mendapatkan pahala sebanyaknya dari Allah SWT,” pungkas Tito.[Puspen Kemendagri]

AJI dan Flower Aceh Gelar Pelatihan In Depth Reporting Bagi Jurnalis Terkait Isu Gender

0

Nukilan.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Flower Aceh akan mengadakan pelatihan menulis in depth reporting bagi jurnalis perempuan, terkait isu perempuan dan anak atau gender.

Pelatihan tersebut akan digelar di Aula AJI Banda Aceh, Batoh, pada Sabtu (17/4/2021).

Kegiatan pelatihan tersebut akan dihadiri oleh Sekjen AJI Indonesia, Ika Ningtyas, sebagai pemateri, Ika adalah seorang jurnalis di majalah TEMPO.

Selanjutnya, pemateri lainnya adalah Direktur Flower Aceh, Riswati, dan acara ini dimoderatori oleh Ketua Divisi Bidang Gender, Anak dan Kelompok Marjinal AJI Banda Aceh, Nova Misdayanti.

Pelatihan menawarkan dua puluh tempat bagi perempuan jurnalis asal media cetak dan elektronik, juga bagi jurnalis pers kampus, untuk dilatih.

Kegiatan pelatihan tersebut akan berlangsung dari pukul 14.00 hingga menjelang berbuka, para jurnalis ini akan dilatih mengenali isu gender dan menuliskannya dalam suatu laporan mendalam berkeadilan gender.

Diketahui, Kesetaraan Gender masih menjadi isu yang sering diangkat di forum-forum nasional mau pun internasional. Beberapa tahun sekali, menjadi bola panas yang bahkan mempengaruhi pengambilan keputusan politik, isu gender masih gagal dipahami secara benar.

Sebagai daerah yang catatan sejarahnya menunjukkan dukungan pada kaum perempuan, Aceh masih memiliki banyak persoalan terkait masalah perempuan dan anak. Bahkan, dimata internasional, penerapan syariah Islam di Aceh menyimpan banyak diskriminasi bagi perempuan. Misalnya aturan kewajiban berjilbab yang dianggap melanggar Hak Azasi Manusia, dan sebagainya.[DG]

Mendag Komit Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Selama Ramadhan

0

Nukilan.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi berkomitmen untuk menjaga harga bahan kebutuhan pokok tidak melonjak sepanjang bulan Ramadhan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Hari ini saya mengumpulkan 34 kepala dinas atau yang bertanggungjawab tentang perdagangan untuk memastikan ketersediaan seluruh bapok cukup dan harganya stabil. Ke-34 provinsi sudah melaporkan bahwa bapok tersedia dan harganya stabil, khususnya beras, gula, cabai, minyak goreng, dan daging sapi,” ujar Mendag Lutfi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/4/2021)

Lutfi mengatakan, beberapa komoditas seperti beras, gula, dan daging sapi perlu adanya penambahan pasokan untuk mengantisipasi cadangan stok, iklim ekstrem, kenaikan harga internasional, dan persediaan sebelum musim giling. Selain itu, komoditas cabai, khususnya varian rawit merah terus mengalami penurunan harga. Hal itu disebabkan adanya penurunan harga di tingkat petani seiring dengan meningkatnya produksi di daerah sentra.

Menurutnya, beberapa komoditas yang perlu menjadi perhatian, yaitu beras, daging sapi, dan gula. Oleh karena itu, Kemendag dan dinas provinsi akan terus memantau program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium oleh Perum Bulog.

“Untuk daging sapi, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk segera memobilisasi sapi daerah sentra produksi ke daerah sentra konsumsi, seperti wilayah Jabodetabek dan Aceh,” jelas Lutfi. 

Untuk komoditas gula, Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk membahas pendistribusian gula, khususnya ke wilayah Indonesia Timur dan Aceh. Koordinasi tersebut untuk membahas harga jual maksimal dari PT RNI sebesar Rp10.800/kg sehingga harga di konsumen akhir sesuai harga atas Rp12.500/kg. 

Lutfi mengungkapkan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut yaitu untuk memantau harga bapok di pasar secara intensif, mengidentifikasi kecukupan stok dan ketahanan bapok di pelaku usaha distribusi, berkoordinasi dengan tim daerah untuk mencegah aksi-aksi spekulasi, menyiapkan jalur atau rantai distribusi alternatif bila terjadi gangguan distribusi yang mengakibatkan gejolak harga, mengawal kelancaran distribusi beras Bulog dalam program KPSH di pasar rakyat wilayah masing-masing, serta melakukan komunikasi yang baik dengan media terkait informasi stabilisasi harga dan kecukupan stok bapok.[]

Kemenag Aceh Terbitkan Aturan Jam Kerja ASN Selama Ramadhan

0

Nukilan.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh telah menerbitkan aturan jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bulan suci Ramadhan 1442 H, Senin, (12/4/2021).

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Iqbal S.Ag.,MAg menjelaskan, di bulan suci Ramadhan, jam kerja ASN berbeda pada bulan lainnya. Selama bulan Ramadhan ASN bekerja selama 6 jam dalam sehari atau 32,5 jam dalam satu pekan. Sementara pada bulan lainnya, ASN bekerja selama 7,5 jam dalam sehari.

Hal ini  telah tertuang dalam Aturan itu tercantum dalam SE Menteri PANRB No. 09/2021 tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1442 Hijriah Bagi Pegawai ASN di lingkungan Instansi Pemerintah.

“Kita juga menyesuaikan dengan Surat Edaran Gubernur Aceh dan SE Menpan RB. Kita tetap bekerja sebagaimana biasanya di bulan suci Ramadhan, tanpa mengurangi kekhidmatan untuk tetap menjalankan ibadah,” kata Iqbal seperti dilansir dari situs Kemenag Aceh.

Ia menjelaskan, sejak Senin-Kamis, jam kerja ASN terhitung mulai 08.30-15.30 WIB, dan pada hari Jumat 08.30-16.00 WIB. 

“Kita minta pimpinan satuan kerja melakukan pengawasan terhadap kepatuhan ASN serta memastikan tercapainya kinerja pemerintahan dan tidak mengganggu kelancaran penyelenggaraan pada unit kerja masing-masing,” ujar Iqbal.

Ia juga mengatakan supaya ASN tetap bekerja seperti biasa dengan tetap menjaga kedisiplinan dan semangat kerja. 

“Etos kerja selama ramadhan perlu ditingkatkan, bukan malah sebaliknya.  Kita berikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat tanpa terganggu dengan alasan berpuasa,” katanya. 

Ia juga mengingatkan untuk tetap memberlakukan penerapan protokol kesehatan baik dalam pelayanan maupun pada kegiatan ibadah di bulan suci ramadhan.[]

Forkopimda Aceh Serukan Syiar Ramadhan Sesuai Prokes

0
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto

Nukilan.id – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh mengeluarkan Seruan Bersama tentang menyemarakkan syiar Ramadhan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Seruan tersebut dikeluarkan atas dasar UU No. 44/1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh dan Qanun Aceh No. 8/2014 tentang Pokok Syariat Islam serta Edaran Gubernur Aceh No. 440/4820 tentang pencegahan virus corona melalui perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto, Senin (12/4/2021).

Ia menjelaskan seruan yang ditandatangani bersama oleh seluruh pimpinan forkopimda itu berisi 10 poin yang menyasar berbagai pihak, mulai pegawai negeri hingga pelaku usaha.

“Poin pertama dikhususkan kepada kaum muslim di Aceh. Di mana kita semua harus meningkatkan wawasan pengetahuan agama dan memperbanyak amal ibadah dengan penuh keimanan dan kesadaran untuk memperoleh rahmat, maghfirah, dan pembebasan dari api neraka,” katanya.

Seruan tersebut mengajak semua umat muslim untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, memakmurkan masjid, meunasah, dan melaksanakan Shalat Tarawih, tadarus Al Quran, iktikaf dan ibadah lainnya, dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Selain itu, masyarakat Aceh secara bersama menghindari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, memperbanyak kegiatan dakwah Ramadhan, menunaikan zakat, memperbanyak infak, sedekah, dan menyantuni anak yatim serta fakir miskin, serta menaati semua peraturan yang menyangkut ketertiban umum, seperti peraturan lalu lintas, menghindari balapan liar, petasan dan kembang api.

“Semua umat muslim juga diminta menghindari masalah-masalah yang dapat menimbulkan perpecahan umat dan tidak melakukan aksi borong sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako), Pemerintah Aceh menjamin ketersediaan sembako,” kata Iswanto.

Aparatur sipil negara (ASN) di kalangan Pemerintahan Aceh harus melakukan tugas dengan sebaik-baiknya, disiplin, dan penuh tanggung jawab, serta memelihara kode etik dan kehormatan korps aparatur pemerintah dan menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajiban dan syiar Ramadhan.

Kemudian pihak keamanan, ketertiban, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah untuk mengawasi, pembinaan dan penertiban terhadap pelanggaran syariat Islam dan pelanggaran prokes Covid-19, serta melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan peraturan dan Perundang-undangan yang ada.

“Pimpinan forkopimda kami meminta agar pemimpin formal dan informal menjadi pelopor dan teladan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah, syiar Ramadhan serta akhlak terpuji,” kata Iswanto.

Para pemimpin haruslah menjadi pelopor dalam rangka memelihara perdamaian dan memperkuat integrasi bangsa. Sebagai pelopor, tentu pemimpin harus memakmurkan masjid atau meunasah dengan melaksanakan Shalat Tarawih, tadarus Al Quran, iktikaf dan ibadah lainnya dengan tetap menjaga prokes dan mengarahkan para dai dan daiyah agar dapat menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan, mendamaikan dan menyampaikan pesan perlunya vaksinasi untuk kekebalan tubuh dan terbebas dari Covid-19.

Dalam seruan tersebut juga meminta kaum muda senantiasa meningkatkan dan mempelopori kegiatan-kegiatan yang bernuansa islami pada bulan suci Ramadhan dan menjauhi diri dari segala perbuatan maksiat dan perbuatan tercela.

Forkopimda menyerukan khusus kepada pemilik restoran/warung/kedai makanan dan minuman/pedagang makanan/minuman kaki lima dilarang menjual makanan/minuman untuk umum sejak pukul lima pagi hingga pukul empat sore.

Kemudian kepada petugas atau pemilik salon dan hotel dan arahan Forkopimda kepada media massa, baik cetak maupun elektronik untuk mendukung sepenuhnya seruan bersama dan memublikasikan kepada masyarakat luas serta meningkatkan siaran dan terbitan dengan konten islami.

Poin ke sembilan adalah seruan kepada pelaku usaha, yakni menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai Ramadhan dengan tidak melakukan penimbunan/penumpukan sembako.

“Pelaku usaha dan pengelola kegiatan ekonomi dilarang menghambat pendistribusian sembako sekaligus menerapkan protokol kesehatan dengan mempraktikkan 3M atau menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan,” kata Iswanto.

Poin terakhir adalah penekanan pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan menerapkan 3M.

“Pelaksanaan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan tetap harus dikedepankan, karena harus kita sadari bersama bahwa Covid-19 masih ada,” demikian Iswanto.[antara]

Jadwal Imsakiyah Banda Aceh dan Sekitarnya Selama Ramadhan 1442 H

0

Nukilan.id – Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Selasa 13 April 2021. Penentuan awal Ramadhan tersebut berdasarkan hasil Isbat pada Senin (12/4/2021) malam.

Tahun ini menjadi Ramadhan kedua yang harus dilalui masyarakat muslim dunia, khususnya di Indonesia, dengan situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda.

Bagi Anda yang berada di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya, berikut jadwal imsak dan buka puasa selama Ramadhan 2021 dalam zona waktu WIB:

1 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 05.07 WIB
  • Subuh: 05.17 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 19.59 WIB

2-3 Ramadhan 1422 H

  • Imsak: 05.06 WIB
  • Subuh: 05.16 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 19.59 WIB

4-5 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 05.05 WIB
  • Subuh: 05.16 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 19.59 WIB

6-7 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 05.04 WIB
  • Subuh: 05.14 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 19.59 WIB

8-9 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 05.03 WIB
  • Subuh: 05.13 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 19.59 WIB

10-11 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 05.02 WIB
  • Subuh: 05.12 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 19.59 WIB

12-14 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 05.01 WIB
  • Subuh: 05.11 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 19.59 WIB

15-16 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 05.00 WIB
  • Subuh: 05.10 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 19.59 WIB

17-19 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 04.59 WIB
  • Subuh: 05.09 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 20.00 WIB

20-21 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 04.58 WIB
  • Subuh: 05.08 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 20.00 WIB

22-24 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 04.57 WIB
  • Subuh: 05.07 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 20.00 WIB

25-27 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 04.56 WIB
  • Subuh: 05.06 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 20.01 WIB

28-30 Ramadhan 1442 H

  • Imsak: 04.55 WIB
  • Subuh: 05.05 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.49 WIB
  • Isya: 20.02 WIB

[kompas]

Tarawih Pertama, Ratusan Jama’ah Padati Masjid Raya Baiturrahman

0

Nukilan.id – Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh menyelenggarakan shalat tarawih pertama, 1 Ramadhan 1442 Hijriah, Senin (12/4/2021). Ratusan jama’ah memadati Masjid kebanggaan rakyat Aceh tersebut.

Menurut pantauan Nukilan.id, setelah shalat magrib, banyak terlihat masyarakat sudah mulai berdatangan ke MRB melaksanakan shalat tarawih berjama’ah, baik itu warga Banda Aceh maupun luar daerah.

Jama’ah yang berdatangan, kebanyakan tetap mengenakan masker dan membawa sajadahnya masing-masing.

Ahmad, salah seorang jama’ah, asal Jakarta, dirinya baru pertama sekali melaksanakan shalat tarawih berjama’ah di Aceh. Ia mengaku sangat bangga bisa shalat tarawih bersama masyarakat Aceh di MRB.

“Ini sangat berkesan, tidak nyangka bisa shalat tarawih berjama’ah bersama rakyat Aceh di mesjid yang megah dan nyaman ini,” kata Ahmad usai shalat tarawih.

Ahmad juga mengatakan, walaupun sedang dilanda pandemi Covid-19, tetapi hal itu tidak menyulutkan semangat masyarakat Aceh dalam beraktivitas, terutama beribadah di bulan suci Ramadhan ini.

“Semoga dengan semangat ibadah kita di bulan Ramadhan ini, Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kita semua dari segala penyakit dan marabahaya, aamiin” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua I MPU Aceh Tgk H Faisal Ali dalam tausiahnya, telah meminta Pemerintah Aceh menciptakan situasi dan kondisi yang aman, nyaman, dan tenang agar masyarakat khusyuk dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.

“Kami juga meminta pengurus dan pengelola rumah ibadah menciptakan kenyamanan beribadah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” kata Lem Faisal.[]