Beranda blog Halaman 2231

Mahasiswa Aceh Kutuk Pelaku Penganiayaan Perawat di Palembang

0

Nukilan.id – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Aceh, Sulthan Alfaraby mengutuk keras aksi oknum pelaku penganiayaan terhadap perawat di Rumah Sakit Siloam Palembang.

Sulthan meminta kepada pihak penegak hukum agar mengusut tuntas kasus ini agar pelaku dapat diadili sesuai aturan yang berlaku.

“Tentu kita mengutuk keras apapun bentuk tindakan kekerasan, apalagi menyangkut martabat seorang perawat yang menjadi garda terdepan di masa pandemi. Saya juga anak seorang perawat, belasan tahun saya tidur bersama para perawat di rumah sakit sejak bayi. Oleh sebab itu, saya tahu betul lelahnya dan besar risiko menjadi perawat. Harus kita hargai perjuangan mereka,” tandas aktivis mahasiswa ini kepada Nukilan.id, Sabtu (17/04/2021.

Sulthan menambahkan bahwa, kesalahpahaman antara pasien dan perawat adalah hal yang biasa terjadi. Namun, emosi harus dikesampingkan dan menggunakan cara-cara yang manusiawi.

“Biasanya hal seperti ini adalah akibat kesalahpahaman, yang dimana terkadang timbul kepanikan pada keluarga pasien, apalagi kondisi keluarga yang sedang dirawat. Atau juga disebabkan karena keluarga pasien tidak begitu paham tentang mekanisme keperawatan,” jelasnya.

Namun, kata Sulthan, apapun alasannya, emosi harus dikesampingkan, utamakan cara-cara yang berkemanusiaan, bukan malah main tangan.

“Kelak ketika kita sakit, maka perawatlah yang mengobati, maka hargailah perjuangan perawat,” ujarnya.

Terakhir, Sulthan berharap semoga korban penganiayaan cepat diberikan kesembuhan. Dan kepada seluruh perawat di tanah air agar tetap semangat menjadi garda terdepan dalam membantu banyak orang.

“Semoga korban cepat diberikan kesembuhan dan juga semoga seluruh perawat terus bersemangat dalam menjadi garda terdepan untuk membantu banyak orang,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui, Media sosial dihebohkan dengan kasus penganiayaan yang menimpa CRS, yaitu seorang perempuan yang merupakan perawat Rumah Sakit di Palembang.

CRS dikabarkan mengalami luka lebam di bagian wajah, lantaran dipukul oleh JT, yaitu ayah seorang pasien di rumah sakit tersebut. Tragedi ini terjadi pada Kamis (15/04/2021).

Seperti dilansir kompas, pada awalnya, JT hendak menjemput anaknya yang sedang dirawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan. Ketika hendak menjemput, JT mendapati tangan anaknya berdarah setelah jarum infus dicabut oleh perawat CRS. Melihat hal itu, JT lalu memanggil korban untuk menemuinya di ruang perawatan.

CRS kemudian datang ke ruang perawatan bersama beberapa orang rekannya yang lain. Belum sempat menjelaskan kejadian tersebut, JT yang marah langsung menampar wajah korban. Tak hanya itu, CRS diminta untuk bersujud dan memohon maaf. Namun, lagi-lagi korban ditendang oleh pelaku di bagian perut hingga akhirnya dipisahkan oleh perawat yang lain.[]

2020, DLHK3 Banda Aceh Pasang 173 Titik Lampu PJU

0

Nukilan.id – Dinas Lingkungan Hidup, Keindahan dan Kebersihan Kota (DLHK3) Banda Aceh menambah 173 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tersebar diberbagai wilayah Kota Banda Aceh pada tahun 2020.

Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani Basyah SH, mengatakan selama tahun 2020 lalu persentase cakupan Penerangan Jalan Umum (PJU) meningkat menjadi 82,38%.

“Itu terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 81,16%. Ada peningkatan sebesar 1,22%,” kata Hamdani yang dikutip Nukilan.id dari dlhk3.bandaaceh.go.id, Jum’at (16/4/2021).

Ia menambahkan bahwa, selama tahun 2020, ada penambahan PJU sebanyak 173 titik. Diantaranya, kawasan Peulanggahan, Alue Naga, Jeulingke, Lamgugop, Kopelma Darussalam dan Lamdom. Dan juga dipasang di kawasan, Lambaro Skep, Lueng Bata dan Beurawe.

“Pengadaan lampu-lampu tersebut sudah termasuk lampu LED untuk menambah estetika kota,” jelas Hamdani.

Hamdani mengimbau kepada seluruh warga kota Banda Aceh untuk dapat berpartisipasi sama-sama menjaga keindahan kota dengan memelihara lampu-lampu yang telah terpasang tersebut.

“Karena, selain untuk menambah keindahan, PJU ini memiliki peranan sebagai pedoman navigasi pengguna jalan di malam hari, meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan, serta dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi suatu daerah,” jelasnya.

Hamdani meminta kepada warga, apabila sewaktu-waktu lampu tersebut mati, atau hidup di siang hari ataupun terjadi kedap kedip untuk dapat segera menghubungi Call Center DLHK3 di Nomor 08116788444.

“Agar petugas bisa segera memperbaikinya,” pungkas Hamdani yang juga mantan Kadispora Banda Aceh.[]

YKIM Dukung Pemerintah Aceh Perangi Berita Hoax

0

Nukilan.di – Sekretaris Umum Yayasan Kerja Indonesia Maju (YKIM) Aceh, Khaidir TM menyatakan bahwa, pihaknya mengapresiasi dan sangat mendukung upaya Pemerintah Aceh mengajak masyarakat memerangi berita bohong atau hoax.

“Kami mendukung penuh langkah Pemerintah Aceh untuk mengajak masyarakat memerangi hoax,” kata Khaidir kepada Nukilan.id, Jum’at (16/4/2021).

Ia juga sangat mendukung langkah pemerintah Aceh untuk memproses secara hukum bagi siapapun yang melakukan penyebaran berita bohong atau hoax. Sehingga tidak terjadi keresahan di tengah masyarakat.

“Kami mendukung penuh proses hukum, seperti yang disampaikan Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Karena banyak narasi-narasi yang beredar ditengah masyarakat belum tentu kebenaranya. Dan terjadi kegaduhan serta salah penafsiran tidak baik,” ujarnya.

Khaidir mengaku sangat prihatin dengan fenomena berita bohong yang banyak tersebar di masyarakat, khususnya di media sosial (medsos).

“Saya prihatin apa yang terjadi sekarang, banyak tersebar berita bohong khususnya di media sosial,” ujarnya.

Khaidir mengatakan bahwa, perlu dilakukan tabayyun dan mencari kebenaran serta kejelasan tentang informasi yang tersebar tersebut, karena menurutnya berita itu pasti berbeda dengan apa yang telah diberitakan oleh oknum pembuat dan penyebar hoax. Dan hal itulah yang dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Kalau di tabayun dan mencari kebenaran pasti bertolak belakang dengan ditulis oleh oknum penyebar hoak. Dan tak jarang juga menimbulkan keributan ditengah-tengah masyarakat,” sebutnya.

Oleh karena itu, kata Khaidir, sebagai tindak lanjut ajakan tersebut, Pemerintah Aceh melalui Biro Hukum dan Kuasa Hukum Pemerintah Aceh akan mulai memantau oknum masyarakat yang masih saja menyebarkan informasi – informasi bohong.

“Sungguh disayangkan, masih beredar narasi-narasi bohong serta fitnah terhadap Pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Nova Iriansyah, sehingga banyak masyarakat yang terjebak dengan hal-hal yang belum tentu kebenaranya.” ungkapnya.[]

Jejak Kesetaraan Gender di Indonesia sebagai Memory of the World

0

Nukilan.id – Kampanye kesetaraan gender agar perempuan memiliki hak yang sama dalam berbagai aspek kehidupan terus digaungkan di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Upaya menjaga dokumentasi sejarah tentang rekam jejak kesetaraan gender di tanah air pun menjadi penting dan perlu digalakkan sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Oleh karenanya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), berkolaborasi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan UNESCO Indonesia menyelenggarakan proyek penelitian dan indentifikasi arsip bersejarah nasional terkait dengan keseteraan gender melalui program Memory of the World. Kolaborasi ini berhasil menemukan arsip sejarah nasional R.A Kartini serta Kongres Perempuan Pertama di Indonesia, untuk kemudian didaftarkan menjadi memory of the world.

“Program Memory of the World UNESCO dibentuk untuk untuk melestarikan aset bangsa di dunia dalam bentuk warisan dokumenter karena nilainya yang sangat berharga. Dalam proyek ini, ini pertama kalinya LIPI menerapkan arsip sebagai sumber utama penelitian,” terang Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, saat membuka Webinar Gender Equality: Archival Documentary and Memory of the World, dikutip dari laman website LIPI, Jum’at (16/4/2021).

Handoko menekankan, upaya menominasikan arsip sejarah kesetaraan gender nasional sebagai memory of the world merupakan salah satu langkah awal melestarikan warisan kebudayaan dan sejarah Indonesia. “Upaya kita tidak berhenti di sini, tetapi bagaimana membawa nilai warisan dokumenter tersebut ke masyarakat, sehingga menjadi pembelajaran dalam mengembangkan iptek untuk masa depan bangsa yang lebih baik,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dudi Hidayat, Plt Deputi bidang Jasa Ilmiah LIPI sekaligus Ketua Komite Nasional Memory of the World Indonesia menyatakan, melalui program Memory of the World, kita berupaya meningkatkan nilai arsip kesetaraan gender. Arsip bersejarah kesetaraan gender haruslah memenuhi paling tidak salah satu kriteria Penanda Kesetaraan Gender atau Gender Equality Markers (GEM) yang ditetapkan UNESCO.

Selanjutnya Dudi menjabarkan, kriteria GEM terdiri dari Sensitif Gender, yaitu dokumen yang mengidentifikasi ketidaksetaraan gender tetapi tidak disebutkan secara langsung; Responsif Gender, yang mencakup berbagai program/kebijakan yang menyasar isu kesetaraan gender, dan Transformatif Gender, yaitu dokumen yang memiliki dampak nyata atau mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat.

Kurniawati Hastuti Dewi, Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI dalam paparannya mengungkapkan terpilihnya sejarah Kongres Wanita Indoesia (1928 – 1935) untuk dinominasikan sebagai Memory of World Kesetaraan Gender didukung oleh beberapa arsip, antara lain arsip KOWANI (Kongres Wanita Indonesia), kisah Razoux Schulz-Metzer sebagai perempuan Belanda yang ditunjuk di Volksraad, arsip berita Perempuan dan Parlemen dalam pemilihan umum 1950-an, arsip wawancara tokoh wanita terkemuka Maria Ulfah Santoso dan SK. Trimurti, PERWARI (Persatuan Wanita Indonesia) 1945-an, arsip berita Konferensi Perempuan 1945-an, KNKWI (Komisi Nasional Kedudukan Wanita Indonesia) 1970-an, Organisasi Wanita Islam 1970-an, dan WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia).
“Sementara itu, warisan dokumenter Surat-Surat R.A Kartini sebagai Memory of the World dalam kategori pendidikan, perempuan dan politik didukung oleh arsip-arsip pendidikan untuk pribumi dalam masa kolonial serta beberapa koleksi dari Perpustakaan Nasional Indonesia,” terang Kurniawati.

Kurniawati menjelaskan warisan dokumenter Kongres Wanita Indonesia memenuhi kriteria Penanda Kesetaraan Gender dalam kategori Responsif Gender. Di sisi lain, arsip kisah perjuangan R.A Kartini diidentifikasi dalam kategori Transformatif Gender sebab mampu memberikan pengaruh luar biasa pada perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat di Indonesia.

“Kongres Wanita Indonesia merepresentasikan hak dasar berpolitik bagi perempuan, sementara Surat Kartini menjadi sumber ilmu pengetahuan dan diskusi di berbagai belahan dunia, mengenai kondisi dan pemikiran perempuan di jaman Hindia Belanda dan telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa asing, seperti Belanda, Inggris, Prancis, dan Malaysia,” jelas Kurniawati.

Berlaku Mei 2021, Ini Dampak Aturan Privasi Baru WhatsApp

0

Nukilan.id – Pengguna aplikasi perpesanan Whatsapp berpotensi terdampak tidak bisa menggunakan beberapa fitur apabila tidak setuju dengan aturan yang berlaku 15 Mei 2021.

Dampak dari kebijakan WhatsApp yaitu pengguna tidak bisa mengirim dan membaca pesan yang masuk ke aplikasi mereka yang menggunakan WhatsApp bisnis. Namun pengguna masih bisa menerima panggilan telepon dan menerima notifikasi ketika pesan masuk.

Sebelumnya WhatsApp meminta pengguna untuk menerima aturan terbaru itu yang berlaku bulan depan. Izin dibutuhkan agar pengguna dapat menggunakan semua fitur WhatsApp bisnis.

“Untuk beberapa waktu, para pengguna (yang tak setuju aturan baru Whatsapp) masih bisa menerima telepon dan notifikasi pesan. Tapi tak bisa membaca atau mengirim pesan di aplikasi,” ujar tulisan dalam email itu, seperti dilansir cnnindonesia.com, Jum’at (16/4/2021).

Keterangan ‘Beberapa waktu’ yang disebut dalam surel itu akan berlangsung selama beberapa minggu. Tapi tidak dijelaskan secara rinci tenggat waktunya.

WA menyatakan jika pengguna tidak setuju aturan baru setelah 15 Mei, maka akun mereka tak serta merta dihapus. Penghapusan akan dilakukan mengikuti aturan akun yang sudah tidak aktif.

Dikutip situs resmi Whatsapp, pihaknya akan menghapus akun pengguna yang tidak aktif selama 120 hari. Akun disebut tidak aktif apabila pengguna tidak terhubung internet.

Kebijakan itu tidak hanya berlaku pada pengguna yang tidak terima aturan baru WhatsApp. Namun berlaku untuk semua akun pengguna. Alasannya demi menjaga nomor yang digunakan pada akun tidak disalahgunakan.

Sebelumnya pihak Whatsapp menunda jadwal pemberlakuan aturan kebijakan privasi baru dari Februari menjadi 15 Mei setelah kebijakan ini menimbulkan kesalahpahaman penggunanya.

Namun, misinformasi menyebabkan pengguna khawatir data percakapan mereka bakal bisa diintip oleh Facebook.

Kebijakan baru Whatsapp untuk berbagi data dengan Facebook berpengaruh pada obrolan dengan akun Bisnis. Tapi, obrolan antar sesama pengguna Whatsapp tetap diamankan dengan enkripsi end-to-end.

Pengguna masih bisa mengekspor riwayat obrolan mereka dan mengunduh laporan akun mereka sebelum 15 Mei. Selain itu bisa menghapus akun mereka atas permintaan sendiri. Tapi, Whatsapp memperingatkan kalau permintaan itu tidak dapat dibatalkan.

Akibat pembaruan kebijakan dan privasi itu membuat jutaan pengguna migrasi ke layanan pesan insan lain, seperti Telegram dan Signal.

Indonesia Komit Jaga Keseimbangan Lingkungan dan Pembangunan Ekonomi

0

Nukilan.id – Indonesia memimpin forum dialog Forest, Agriculture and Commodity Trade (FACT) sebagai co-chair bersama dengan Inggris, selaku tuan rumah KTT Perubahan Iklim COP26. Forum ini merupakan salah satu side event yang akan diselenggarakan sepanjang tahun dalam rangkaian kegiatan menuju Sidang Perubahan Iklim COP26 yang agenda puncaknya akan diadakan pada bulan November di Glasgow, Inggris.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pertemuan perdana tingkat menteri ini memberi kesempatan untuk melakukan dialog terbuka antara negara-negara produsen dan konsumen dalam masalah keberlanjutan guna mempromosikan dan meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial serta perlindungan lingkungan

Di tengah banyaknya kebijakan perdagangan yang restriktif dari negara-negara Eropa, melalui forum ini Indonesia bertekad untuk menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi. Komitmen tersebut dilakukan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

“Indonesia akan memimpin dengan memberikan contoh (leading by example),” kata Menko Airlangga dalam pernyataanya seperti dilansir merdeka, Jumat (16/4/2021).

Indonesia telah mengambil langkah-langkah konkret sebagai negara pertama yang implementasikan Voluntary Partnership Agreement (VPA) on Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) bersama Uni Eropa dan Inggris. Indonesia juga telah melakukan penguatan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Pada 2020, Indonesia juga telah berhasil menurunkan 91,84 persen luas area kebakaran lahan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, kebakaran hutan di Indonesia pada tahun lalu adalah seluas 300.000 hektare.

Sementara itu di Amerika Serikat seluas 3,5 juta hektare, di Uni Eropa seluas 400.000 hektare, hutan amazon seluas 2,2 juta dan 18,6 juta hektare di Australia pada periode yang sama.

Menko Airlangga juga menjelaskan upaya yang telah dilakukan Pemerintah dalam mewujudkan produksi dan perdagangan berkelanjutan. Beberapa diantaranya melalui penerapan sistem jaminan legalitas kayu dan minyak sawit berkelanjutan (ISPO), upaya mengurangi kayu illegal dan deforestasi, upaya restorasi dan rehabilitasi lahan gambut, serta penetapan lahan konservasi.

“Upaya dilakukan untuk mengurangi emisi sebesar 29 persen di 2030 dan bahkan bukan tak mungkin dengan dukungan kerjasama internasional diperkirakan dapat dikurangi hingga 41 persen emisi di 2030,” jelas dia.

Dalam sesi yang sama, Menteri Pasifik dan Lingkungan Inggris, Lord Zac Goldsmith menyampaikan, pentingnya membangun momentum dan meningkatkan kolaborasi dalam menyusun peta jalan dan merumuskan aksi-aksi konkret untuk dapat disepakati nantinya pada Sidang Perubahan Iklim COP26 di Glasgow.

Undangan dan tawaran Co-chairmanship Dialog FACT kepada Indonesia merefleksikan pengakuan Inggris terhadap komitmen kuat Indonesia dalam penanganan di bidang perlindungan lingkungan hidup, keanekaragaman hayati dan perubahan iklim.

“Terdapat peluang bagi dunia untuk melakukan suatu pendekatan yang berkelanjutan antara pemanfaatan lahan dan produksi komoditas senilai USD4,5 triliun setiap tahun hingga 2030, seraya menjaga lingkungan,” ujar Lord Goldsmith.

Sebagai informasi, pertemuan ini telah menyepakati Joint Statement on Principles for Collaboration under the Sustainable Forest Management, Agriculture and Commodity Trade (FACT) Dialogue. Lebih lanjut, forum menyepakati pembentukan empat kelompok kerja, antara lain: 1) Trade and Market Development; 2) Smallholder Support; 3) Transparency and Tracebility; dan 4) Research, Development and Innovation yang akan segera menyusun Peta Jalan (Roadmap) mengenai langkah konkret yang dapat diambil oleh Pemerintah.[]

KJRI: 32 Nelayan Aceh di Thailand Dalam Keadaan Sehat

0
32 Nelayan Aceh saat diamankan pihak keamanan angkatan laut negara Thailand, Jum'at (9/10/2021). Foto: Dok. Ist.

Nukilan.id – Sebanyak 32 nelayan Aceh yang tertangkap otoritas Thailand diketahui dalam keadaan sehat. Laporan ini disampaikan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla, kepada Lembaga Panglima Laot (laut) Aceh. 

“Terpantau sesuai laporan KJRI Songkhla, WNI nelayan Aceh dalam keadaan sehat dan terus dipantau oleh otoritas setempat,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, seperti dilansir iNews.id, Jum’at (16/4/2021).

Sebelumnya, KJRI di Songkhla menemui nelayan Aceh yang ditangkap otoritas Thailand pada Senin (12/4/2021). KJRI menerima laporan adanya nelayan asal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur yang tertangkap.

Miftach mengatakan, berdasarkan informasi dari Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP RI, nelayan Aceh yang tertangkap di perairan Andaman ada 32 orang. Sebelumnya dilaporkan 34 orang. 

“Keduanya berhasil kabur setelah kapal KM Rizki Laot disergap. Kira-kira jaraknya 30 meter menggunakan perahu kecil, dan sudah sampai di Aceh,” ujarnya.

Selain itu, KJRI Songkhla juga telah mengantisipasi pelaksanaan pendampingan, bantuan logistik, dan kebutuhan dasar lain yang diperlukan 32 nelayan tersebut.

“Mengingat saat ini sedang berlangsung libur panjang tahun baru Thailand dan masih berlakunya darurat Covid-19, KJRI kita telah mengantisipasinya,” kata Miftach.

Diketahui, sebanyak 32 nelayan asal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand karena telah memasuki wilayah teritorial perairan laut negara tersebut. Ke-32 nelayan tersebut merupakan awak Kapal Motor (KM) Rizky Laot, berukuran 60 gross tonage (GT).

Adapun 32 nelayan tersebut antara lain Abdul Halim sebagai nakhoda, serta anak buah kapal (ABK) yakni Ridwan Daud, Dian, Murdani, Nasruddin, Safrizal, Irwandi, Junaidi, Husaini, Ismail, Aris, Nurdin, Muliadi, Sayuti.

Kemudian, Abdul Anzit, Zainal Abidin, Junaidi, Abdul Halim, Munir, Hidayatullah, Zulkifli, Darkasyi, Maulana, Joni Iskandar, Boihaki, Muhammad, Jamian, Rusli, Raju Umar, Budi Setiawan, Maulidin dan Ramadhani.

Sementara dua nelayan yang berhasil melarikan diri dan sudah sampai kembali di Aceh yakni Faizal dan Abdurrahman.

Ciptakan Teh Penurun Gula Darah, Mahasiswa USK Raih Mendali Emas di Rusia

0

Nukilan.id – Cut Mirna, Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK), berhasil meraih medali emas bidang healty industry pada event Moscow International Salon of Inventions and Innovation Technologies ‘Archimedes’ Russian. Acara ini diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA).

Cut Mirna menciptakan sebuah produk teh yang mampu menurunkan kadar gula dalam darah. 

Dalam mengikuti event ini, Cut Mirna berkolaborasi dengan Thabed Tholib Baladraf dari Universitas Jember. Mereka memberikan nama inovasinya TEA-JAMACI.

Pada tahap sebelumnya mereka diberikan waktu selama tiga minggu untuk melakukan eksperimen teh tersebut dengan membuktikan bahwa teh ini mampu menurunkan kadar gula dalam darah. 

Mereka saling bertukar ide untuk mewujudkan keberhasilan produk. serta mengadakan pengujian laboratorium. Cut Mirna dan Thabed menciptakan produk ini di komunitas pondok inspirasi yang menjadikan mereka satu komunitas dan saling menuangkan ide.

“Teh yang kami buat ini terdiri dari rempah pilihan di Aceh dan Jember. Kami mengkombinasikan rempah-rempah tersebut untuk menjadikan inovasi yang abstrak dan baik untuk kesehatan,” jelas Cut Mirna mengutip siaran pers USK, Jumat, (16/4/2021).

Cut Mirna mengatakan, banyak investor yang mengunjungi produk mereka di event ini. Walaupun diselenggarakan secara virtual dengan desain 3D, hal tersebut tidak menurunkan semangat mereka untuk menjelaskan detail produk.

Cut Mirna dan Thabed memiliki ketertarikan yang sama dalam hal menulis karya ilmiah. Produk ciptaan mereka ini mampu mencengangkan para juri di Rusia hingga memberikan medali emas kepada mereka.

Cut Mirna berharap produk ini bisa menjadi dijual secara komersil dan juga bermanfaat bagi orang banyak serta bisa dipasarkan diberbagai platform baik online maupun offline.[medcom]

Investor China Temui Bupati Terkait Investasi Energi Listrik di Aceh Barat

0

Nukilan.id – Investor asal Beijing China melalui PT Mayvision Indonesia, telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam rangka persiapan investasi di bidang energi listrik dan pertambangan.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyambut baik atas kedatangan tim audiensi dari investor dari China, terkait dengan investasi yang nantinya akan di lakukan di Kabupaten Aceh Barat, Semoga pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk perkembangan investasi di Kabupaten Aceh Barat,” kata Bupati Aceh Barat, Ramli MS seperti dikutip dari Antara, Jum’at (16/4/2021).

Ramli MS juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sangat terbuka terhadap segala investasi yang datang baik dari dalam maupun luar negeri.

Namun, para investor yang ingin berinvestasi harus memiliki akuntabilitas serta kredibilitas yang baik sehingga bisa berdampak pada kemajuan ekonomi dan pembangunan di Aceh Barat.

Dia berharap, dengan adanya investor yang bersedia berinvestasi di daerah tentu dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di daerah ini.

“Investasi harus bisa menyerap tenaga kerja lokal sehingga mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Kabupaten Aceh Barat,” kata Ramli MS menegaskan.

Dia mempersilahkan PT Mayvision Indonesia selaku fasilitator audiensi bersama perwakilan perusahaan Beijing China selaku investor, untuk melakukan observasi serta survey lahan yang berpotensi mengandung sumber daya alam yang nantinya akan dieksplorasi untuk kepentingan pembangkit listrik di Aceh Barat.

Ramli MS juga menegaskan pemerintah daerah juga tidak akan mempersulit perizinan selama rencana investasi tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur dan peraturan perundang undangan yang berlaku.

“Semoga dengan adanya kerjasama investasi ini, Kabupaten Aceh Barat bisa lebih maju dan sejahtera,” tutur Ramli MS.[bisnis.com]

Berkontribusi USD 38,96 Miliar, Ekspor Industri Pengolahan Naik 18,06%

0

Nukilan.id – Industri pengolahan masih konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional. Artinya, meskipun di tengah terpaan dampak pandemi Covid-19, sektor manufaktur di tanah air tetap agresif menembus pasar internasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari-Maret 2021, total nilai ekspor nasional sebesar USD48,90 miliar atau naik 17,11% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang mencapai USD41,76 miliar. Sementara itu, ekspor nonmigas menyumbang hingga 94,58% atau USD46,25 miliar dari total ekspor nasional sepanjang triwulan I tahun 2021.

“Untuk industri pengolahan, pada Januari-Maret 2021, nilai ekspornya menyentuh USD38,96 miliar atau tumbuh 18,06% dibanding periode yang sama di tahun lalu. Sektor manufaktur ini menjadi kontributor terbesar pada nilai ekspor nasional, yakni sebesar 79,66%,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Menperin menjelaskan, perbaikan kinerja sektor industri di tengah masa pandemi ini, terasa sejak awal tahun hingga bulan Maret. Indikasi tersebut tercemin misalnya dari capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang berada di level 53,2. Peningkatan PMI manufaktur Maret 2021 menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

“Kita belum pernah capai angka itu sebelumnya. Jadi, sangat wajar kalau hasil ini juga tercermin ke kinerja ekspor dan impor industri pengolahan,” tuturnya. Pada Januari-Maret 2021, neraca perdagangan mengalami surplus sebesar USD5,52 miliar.

“Kami sangat memberikan apresiasi kepada para pelaku industri atas capaian gemilang ini, karena akan memacu pemulihan ekonomi nasional,” imbuh Menperin. Di samping itu, peningkatan nilai ekspor di sektor industri sejalan dengan sasaran implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Data BPS juga menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan memegang peranan terbesar terhadap capaian nilai ekspor nasional pada Maret 2021, dengan sumbangsih 80,84%. Di bulan ketiga tahun ini, nilai ekspor industri pengolahan mencapai USD14,84 miliar atau tumbuh 22,27% dari Februari 2021 dan naik 33,45% dari Maret 2020.

“Saya bersyukur melihat angka-angka positif tersebut. Sebab ini menunjukkan bahwa langkah-langkah yang pemerintah ambil untuk mem-push recovery ini menuai hasil yang baik. Tentunya saya tidak ingin lengah, karena pemulihan butuh waktu,” jelas Agus.

Program vaksinasi massal juga dinilai memberikan tingkat kepercayaan kepada para pelaku industri sehingga dapat menggairahkan iklim usaha di tanah air. “Setidaknya kita bisa bernapas lega. Dengan makin banyaknya vaksinasi dan penerapan PPKM yang sangat ketat, angka kasus Covid-19 bisa didorong turun, dengan sendirinya memberikan katalis bagi bergeraknya roda perekonomian,” tandasnya.

Menteri AGK mendorong masyarakat untuk meningkatkan penggunaan produk industri dalam negeri sehingga membantu perekonomian nasional. “Maka, di bulan puasa dan menjelang Lebaran, mari kita belanja dan konsumsi produk industri dalam negeri. Ini tentunya akan mempercepat pemulihan ekonomi kita, termasuk menghidupkan sektor IKM,” terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Menteri Perindustrian, Febri Hendri memproyeksi bahwa tingginya tingkat kepercayaan pelaku industri dan masyarakat, termasuk mulai pulihnya ekonomi di berbagai belahan dunia, juga mendorong tingginya nilai ekspor Indonesia.

“Lebih lanjut ingin saya tekankan bahwa Kementerian Perindustrian akan berusaha mempertahankan tren positif ini, dengan insentif fiskal yang sudah ada melalui Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) akan terus kami genjot. Tidak menutup kemungkinan pemerintah akan meluncurkan insentif baru khususnya menyambut Lebaran ini,” ungkapnya.[]