Beranda blog Halaman 2230

Pasien Sembuh 113 Orang, Kasus Covid-19 di Aceh Meningkat

0
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani

Nukilan.id – Kasus positif harian Covid-19 di Aceh naik lagi dalam 24 jam terakhir, dari 22 kasus yang dicatat kemarin menjadi 35 kasus konfirmasi positif baru hari ini. Sementara dalam kurun waktu yang sama pasien Covid-19 sembuh berjumlah 113 orang. Satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Perkembangan kasus tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani melalui keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id, Sabtu (17/4/2021).

“Banyaknya pasien yang sembuh setiap hari sangat kita syukuri, tapi penambahan kasus-kasus konfirmasi positif harian patut mendapat perhatian semua pihak,” kata SAG, sapaan akrabnya.

Baca juga: Tiga Ribu Lansia Divaksin, Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah 121 Orang

Ia menjelaskan, setiap penambahan satu kasus positif baru dalam masyarakat maka berpeluang munculnya tiga atau empat kasus baru berikutnya, dari hasil penelusuran (tracing) kontak eratnya. Sementara proses tracing itu dilakukan petugas, virus corona sudah jauh menyebar menjangkau korban-korban baru berikutnya.

SAG menuturkan, perlu kerja sama masyarakat dan tenaga kesehatan (Nakes) dalam menghadapi fenomena penularan virus corona. Tidak cukup hanya mengandalkan Nakes, karena virus corona bergerak jauh lebih cepat. Petugas baru pakai sepatu, virus corona sudah menjangkau puluhan korbannya yang baru.

Masyarakat sendiri harus lebih cekatan melindungi diri dan keluarganya dengan gerakan 5M; yakni memakai masker dengan benar, mencuci tangan secara rutin di bawah air mengalir, menjaga jarak secara fisik, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi dengan orang lainnya.

“Masyarakatlah yang berada di garda paling depan melindungi diri, keluarga, dan secara bersama-sama menjaga keselamatan masyarakat di sekitarnya,” ujar SAG.

Baca juga: Zona Oranye Meluas, Tren Kasus Covid-19 Meningkat

Perkembangan Kasus Covid-19

Seperti biasa, SAG melaporkan kondisi terakhir pandemi Covid-19 di Aceh, per tanggal 17 April 2021. Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat 10.257 orang. Para penyintas yang sembuh dari Covid-19 sebanyak 8.550 orang. Pasien masih dirawat 1.301 orang, dan kasus Covid-19 yang meninggal dunia 406 orang.

Kasus-kasus baru yang dilaporkan sebanyak 35 orang meliputi warga Banda Aceh delapan orang, Langsa tujuh orang, Aceh Tamiang lima orang, Gayo Lues empat orang, dan warga Bireuen tiga orang. Kemudian warga Lhokseumawe, Pidie, Aceh Barat, Aceh Singkil, masing-masing satu orang. Empat orang lagi warga luar daerah.

Sementara itu, 113 orang yang dilaporkan sembuh, meliputi warga Banda Aceh sebanyak 72 orang, Aceh Tamiang 15 orang, Aceh Timur enam orang, Aceh Besar dan Bener meriah sama-sama lima orang. Kemudian warga Aceh Barat dua orang, Aceh Tengah dan Langsa sama-sama satu orang dan enam orang lagi dari luar Aceh.

“Satu orang meninggal dunia merupakan warga Kota Banda Aceh,” tambahnya.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pasien Covid-19 Bertambah Tujuh Orang di Aceh

Lebih lanjut, SAG melaporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 688 orang, yang meliputi 615 orang sudah selesai isolasi, 15 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 58 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

“Kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.129 orang. Suspek yang telah melakukan isolasi sebanyak 7.020 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 66 orang, dan sebanyak 43 orang sedang menjalani isolasi di rumah sakit,” tutup SAG.[]

Soal “Hoax”, Pakar Hukum: Gubernur Aceh Jangan “Cemen”

0
Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) Mustakim AW, SH, M.Hum, M.Kn

Nukilan.id – Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) Mustakim AW, SH, M.Hum, M.Kn, mengatakan bahwa, Gubernur Aceh jangan terlalu “cemen” dalam menanggapi berita ataupun kritikan melalui media sosial, sejauh informasi tersebut dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya oleh masyarakat, biarkan kritikan tersebut menjadi alat kontrol sosial bagi pemerintah.

Baca juga: Soal “Hoax”, Pengacara Nourman: Ketakutan Baru Pemerintah Aceh

“Seharusnya pemerintah Aceh juga tidak terlalu “cemen” sejauh informasi dapat dipertanggung jawabkan kebenaran oleh masyarakat biarkan menjadi alat kontrol sosial,” kata Mustakim AW saat dihubungi Nukilan.id, Minggu (18/4/2021).

Mustakim AW juga menyampaikan bahwa, ketika ruang partisipasi publik terlalu dikekang oleh pemerintah, terutama berkaitan pelayanan publik. Disitulah muncul kesewenangan pemerintah atas amanah rakyat.

“Saya berpikir bahwa ketika ruang partisipasi publik terlalu dikekang terutama berkaitan dengan pelayanan publik. Maka disitulah mulai muncul kesewenangan atas amanah rakyat,” jelasnya.

Baca juga: Gubernur Aceh: Yang Sebut KMP Aceh Hebat Kapal Bekas Hoax dan Fitnah

Oleh karena itu, Mustakim AW mengingatkan, pemerintah Aceh harus lebih arif menyikapi setiap keluhan yang disampaikan kelompok masyarakat. Karena, menurutnya, di negara yang demokrasi, perlu ruang partisipasi publik ditumbuhkan. Seperti menyampaikan setiap adanya indikasi penyimpangan.

“Kalau itu tidak ada diberi ruang justru masyarakat berada dalam ketakutan untuk menyampaikan kebenaran,” terangnya.

Selain itu, kata Mustakim AW, hak menyampaikan pendapat juga dijamin oleh undang-undang. Selama dapat dipertanggung jawabkan meskipun dalam kaitan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juga membatasi.

“Selama dapat dipertanggung jawabkan Kebenarannya, sebenarnya tidak ada masalah,” ucapnya.

Baca juga: YKIM Dukung Pemerintah Aceh Perangi Berita Hoax

Maka dari itu, Mustakim AW berharap, pemerintah Aceh jangan terlalu emosional dalam menyikapi. Seharusnya pemerintah memberi ruang bagi warga untuk berpartisipasi atas indikasi kecurangan dalam pelayanan publik.

“Pemerintah Aceh juga perlu intropeksi kenapa ada informasi itu berkembang liar, pasti ada sesuatu yang tidak beres,” pungkasnya.[MR]

Ini Nama-Nama Pansus DPRA untuk LKPJ Gubernur Aceh 2020

0
(Foto: Nukilan.id/Irfan)

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyelenggarakan rapat paripurna penetapan susunan keanggotaan personalia Panitia Khusus (Pansus) untuk pembahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2020, Jum’at (16/4/2021).

Ketua DPRA,Dahlan Djamaluddin selaku pimpinan rapat paripurna tersebut menyampaikan bahwa, pembentukan pansus LKPJ akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam tata tertib DPRA, sebagaimana yang tercantum dalam pasal 189 ayat (2) peraturan DPRA nomor 1 tahun 2019.

Selain itu, Sekretaris DPRA, Suhaimi, SH, MH membacakan surat keputusan DPRA untuk membentukan panitia khusus (Pansus) pembahasan laporan keterangan pertanggung jawaban Gubernur Aceh tahun anggaran 2020.

“Dengan surat keputusan DPRA yang belum diberi Nomor, tentang pembentukan panitia khusus pembahasan laporan keterangan pertanggung jawaban gubernur Aceh tahun anggaran 2020,” kata Suhaimi.

Adapun anggota Pansus pembahasan LKPJ Gubernur Aceh tahun anggaran 2020 sebagai berikut:

Anggota: IR.H.Azhar Abdurraman
Anggota: Mawardi M.SE
Anggota: Yahdi Hasan
Anggota: Iskandar Usman Al Farlaky S.HI
Anggota: Sulaiman, SE
Anggota: H.T.Ibrahim, ST.MM
Anggota: H.Tantawi, S.IP
Anggota: Ansari Muhammad, S.PT, M. SI
Anggota: HJ. Nurlelawati, S.AG
Anggota: H. Ridwan Yunus, SH
Anggota: DRS. H.Taufik, MM
Anggota: H. Ihsanuddin MZ, SE, MM
Anggota: Tgk. H. Attarmizi Hamid
Anggota: Ridwan, S.PD. I,MM
Anggota: Rijaluddin, SH, MH
Anggota: Fuadri, S. SI, M. SI
Anggota: Mukhtar Daud
Anggota: dr. Purnama Setia Budi, SP.OG

Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, berserta seluruh perangkat sekda Aceh, Forkopimda Aceh, pimpinan DPRA dan seluruh anggota DPRA.

Reporter: Irfan

BKSDA Maluku Amankan Burung Dilindungi

0
Foto: Web menlhk

Nukilan.id – Petugas Resort Kairatu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku berhasil mengamankan 2 (dua) ekor Nuri Maluku (Eos bornea) dan 3 (tiga) ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus) dari mobil DAMRI Hototolu Bula tujuan Ambon, Sabtu (10/04/2021) lalu. 

Petugas resort telah memberikan pembinaan terhadap pengendara angkutan tersebut terkait jenis TSL dilindungi khususnya jenis burung paruh bengkok. Namun sayangnya, pemilik barang bukti tidak diketahui dikarenakan menggunakan mobil lain. 

Saat ini, barang bukti telah diamankan di Kandang Transit Passo-Ambon.

Summer: Web menlhk

Mulai Beroperasi, Nasabah Bukopin Aceh Diminta Segera Konversi ke Syari’ah

0
(Foto: Nukilan.id/Irfan)

Nukilan.id – Bank syari’ah Bukopin (BSB) telah beroperasi di Aceh mulai Jumat, (16/4/2021). Pelayanan terhadap nasabah BSB bertempat di kantor lama KB Bukopin Banda Aceh, Jln. Tengku Haji Muhammad Daud Beureueh.

Direktur Utama BSB, Dery Januar meminta kepada nasabah KB Bukopin agar segera datang ke kantor BSB untuk mengalihkan dari konvensional menjadi syari’ah.

“Bank Syariah Bukopin sudah hadir, kepada masyarakat agar segera mengalihkan dari konvensional ke syariah”.sebut Dery saat diwawancara Nukilan.id dikantor lama KB Bukopin Banda Aceh, Jumat (16/4/2021).

Dery mengaku, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat dan nasabah di Aceh, dengan memperluas ekspansi jaringan Layanan Syariah Bank Umum di kantor Bank KB Bukopin Banda Aceh dan sejumlah unit lainnya.

“Saat ini KB Bukopin melayani dua transaksi yaitu konvensional dan hari ini mulai melayani layanan syariah sampai kedepan,” ujarnya.

Sementara itu, kata Dery, pada akhir Desember 2021 sampai Januari 2022 mendatang, sebanyak 30 ribu Nasabah dari konvensional sudah beralih ke Bank Bukopin Syariah dan terus beroperasi di Aceh.

“Seratus persen (100%) dari semua nasabah bank bukopin konvensional bisa berpindah ke BSB. Sedangkan Bank Bukopin konvesional akan ditutup secara permananen,” sebutnya.

Dery memberitahukan kepada seluruh masyarakat dan nasabah yang diluar, yang masih menyimpan uang didalam lemari atau ditempat lain. kalau ingin masuk ke pembiayaan syariah masuk ke bank syariah Bukopin dan mulai hari ini kami sudah membukanya.

“Kita patut bersyukur di hari pertama, ada Nasabah dari yayasan dan per-orangan yang membuka rekening mulai aktif, semoga mudah-mudahan menjadi awal dari keberadaan Bank Syariah Bukopin di Aceh,” ungkapnya.

Selain itu, Dery yang turut didampingi Branch Manager KB Bukopin Cabang Banda Aceh, Sofyan, menawarkan pelayanan produk ke masyarakat yaitu, produk pendanaan Tabungan iB SiAga, Tabungan iB Rencana, Tabungan iB SiAga Bisnis, Tabungan iB Haji dan beberapa produk lainnya.[]

Dari layanan pembiayaan BSB tawarkan, Pogram kesehatan, Pendidikan, Transportasi, konstruksi, dan UMKM. ucapnya.

Produk jasa (service) lainnya, ditawarkan BSB seperti Kartu ATM SiAga, BSB Mobile, Transfer, Kliring, Inkaso, Bank Garansi, Cash Management, SPP Online, PPOB, dan Wakaf Uang dimana pelayanan sudah melalui online sistem. tuturnya

Reporter :Irfan

Aceh Daerah Pertama Usung Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dalam Konflik Sosial

0

Nukilan.id – Aceh adalah daerah yang pertama kali mengusung Rencana Aksi Daerah Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAD-P3AKS).  Namun, penyusunan draft RAD-P3KS Aceh sempat mengalami kegagalan. Hal itu diduga, ada kalimat dalam draft tersebut yang multi tafsir.

Menanggapi hal itu, Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh, Khairani Arifin, SH, M.Hum mengatakan bahwa, draf RAD-P3AKS yang multi tafsir itu tidak benar, karena draf tersebut disusun untuk kepentingan perempuan dan anak Aceh dan itu menjadi perhatian utama.

“Itu tidak benar, Draft itu disusun dengan kepentingan perempuan dan anak Aceh menjadi concern utama. Tidak ada maksud yang tersembunyi,” kata Khairani saat diwawancarai Nukilan.id, Jum’at (16/4/2021).

Baca juga: Di Aceh, Hukuman Kejahatan Pada Perempuan dan Anak Masih Terlalu Ringan

Menurut Khairani, Aceh dengan setumpuk pengalaman konflik sosial yang berdampak pada perempuan dan anak, tentu sangat membutuhkan RAD ini.

Ia berharap, ke depan upaya pencegahan, penanganan, dan pelibatan perempuan dan anak akan semakin baik dan komprehensif.

Selain itu, Khairani mengatakan, RAD-P3AKS Aceh ketinggalan jauh dari daerah lain, pasalnya RAD-P3KAKS di daerah lain sudah disahkan oleh Gubernur, misalnya DKI Jakarta, DIY Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Bengkulu dan Papua.

Baca juga: Ciptakan Teh Penurun Gula Darah, Mahasiswa USK Raih Mendali Emas di Rusia

“Kami berharap tahun ini gubernur Aceh dapat segera mengeluarkan Pergub tentang pengesahan RAD-P3AKS, agar dapat dijadi acuan sosial untuk penanganan kasus kekerasan dan pemenuhan hak-hak pada perempuan dan anak,” harapnya.[DG]

Awal Mei Pemerintah Cairkan BLT UMKM 2021, Ini Tahapannya

0
ilustrasi.

Nukilan.id – Pemerintah akan kembali mencairkan Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM 2021 di awal Mei 2021. Pencairan bantuan sebesar Rp1,2 juta tahap kedua ini akan menargetkan 3 juta penerima.

Program BLT UMKM untuk 12,8 juta pelaku usaha mikro memiliki anggaran sebesar Rp15,36 triliun. Untuk tahap I, telah tersedia anggaran sebesar Rp11,76 triliun bagi 9,8 juta pelaku usaha mikro. Dengan begitu, untuk tahap II anggaran akan digelontorkan sebesar Rp3,6 triliun untuk 3 juta pelaku usaha mikro.

Baca juga: Investor China Temui Bupati Terkait Investasi Energi Listrik di Aceh Barat

Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya mengatakan proses pencairan BLT UMKM menunggu pendataan dari Dinas Koperasi dan UKM hingga akhir April 2021 mendatang. Setelah itu, jumlah yang berhak menerima BLT ditetapkan dan langsung dicairkan ke masing-masing pedagang.

“Sampai dengan akhir April kami menunggu data masuk dari Dinas Koperasi dan UMKM, setelah itu ditetapkan, lalu dicairkan,” kata Eddy seperti dilansir okezone, Sabtu, (17/4/2021).

Sebagai informasi, saat ini penyaluran BLT UMKM 2021 akan dilakukan satu pintu. Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM Kabupaten/Kota menjadi satu-satunya lembaga pengusul calon penerima bantuan ini.

Baca juga: Indonesia Komit Jaga Keseimbangan Lingkungan dan Pembangunan Ekonomi

Oleh karena itu, pelaku usaha mikro yang belum menerima bantuan sebelumnya harus mengajukan diri untuk mendapatkan stimulus kepada lembaga tersebut. Dilansir dari akun Instagram @kemenkopukm, Sabtu (17/4/2021), berikut tahapan-tahapan mengajukan BPUM atau BLT UMKM 2021.

  1. Siapkan dokumen.

Dokumen yang wajib dilampirkan untuk pengajuan calon penerima yaitu Fotokopi e-KTP; Fotokopi KK; Fotokopi NIB atau SKU dari Kepala Desa/Kelurahan

  1. Serahkan dokumen.

Calon penerima baik perseorangan atau yang dihimpun dalam kelompok diajukan kepada dinas yang membidangi koperasi dan UKM di Kabupaten/Kota.

  1. Lengkapi isian Formulir

Setiap pengajuan baru harus mengisi formulir berisi informasi berikut:

a. NIK sesuai dengan e-KTP|
b. Nomor Kartu Keluarga
c. Nama lengkap sesuai e-KTP
d. Tanggal lahir
e. Jenis kelamin
f. Alamat sesuai KTP, NIB atau SKU dari Kepala Desa/Kelurahan
g. Bidang usaha
h. Nomor telepon seluler (yang dapat dihubungi melalui telepon, SMS atau WhatsApp)

Awal Ramadhan, KPPU Sebut Harga Pangan Naik

0

Nukilan.id – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mencatat adanya kenaikan harga sejumlah bahan pangan pokok pada awal Ramadhan 2021. Deputi Bidang Kajian dan Advokasi KPPU, Taufik Ariyanto mengatakan bahwa kenaikan bahan pangan pokok itu terjadi di hampir semua provinsi yang terbagi dalam enam Kanwil atau Provinsi di Indonesia.

“Jadi kami melakukan pemantauan terhadap beberapa komoditi pokok selama triwulan I, Januari sampai awal April dengan tujuan untuk memantau dan mengidentifikasi apakah ada komoditi yang bergejolak selama awal tahun ini,” ujar dia dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (16/4/2021).

Kemudian, kata dia, beberapa komoditi mengalami gejolak harga. Diantarannya di kanwil I yang meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, dan Riau, bahan pokok seperti daging sapi, cabai, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan.

“Khusus untuk daging sapi dan cabai kenaikannya bahkan mendekati 16%,” ungkap dia.

Kemudian di kanwil II yang meliputi Lampung dan Sumatera Selatan, harga komoditi relatif stabil termasuk untuk cabai, daging ayam dan telur ayam. Sementara di kanwil III kenaikan harga terjadi dikisatan 10% sampai 15% itu khususnya pada daging ayam, telur ayam dan daging sapi.

“Serta di Kanwil IV meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, NTT dan NTB, daging ayam potong mengalami kenaikan harga yang signifikan hampir mendekati 30%. Sementara untuk Kanwil V di wilayah Kalimantan, harga bahan pokok relatif stabil. Kecuali untuk komoditi cabai kering, cabai rawit dan jenis lainnya mengalaki kenaikan mendekati 20%,” jelas dia

Sedangkan di Kanwil VI untuk wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua juga hampir sama dengan daerah lain. Komoditi dengan kenaikan yang signifikan antara 11%-25% terjadi pada daging ayam, telur ayam dan bawang merah.

Pihaknya pun merinci kenaikan harga pada daging ayam, daging sapi, telur ayam dan cabai di beberapa daerah disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti untuk cabai, kenaikan harga dipengaruhi oleh hasil panen yang kurang maksimal karena faktor cuaca. Lalu ada faktor kendala logistik yaitu hambatan pasokan untuk masuk ke pasar karena masalah banjir dan cuaca.

“Selain itu panjangnya proses distribusi juga mempengaruhi harga bahan pokok dari peternak atau petani hingga sampai ke tangan konsumen. Dan ada faktor jalur distribusi yang masih berjenjang atau panjang dari petani sampai ke pasar untuk sampai ke konsumen,” pungkas dia [okezone.com].

AHY: Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Demokrasi Indonesia

0
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Nukilan.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pembicara pada webinar virtual “School of Parliament 2021” yang diselenggarakan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMA Labschool Jakarta, Jumat (16/4/2021) sore.

Acara tersebut membawa tema “Membangun Integritas Generasi Penerus Bangsa: Menghadapi Dinamika Kehidupan Berpolitik”, AHY menyoroti tiga tantangan demokrasi Indonesia yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama adalah politik identitas dan polarisasi. “Politik identitas selalu tidak baik bagi bangsa kita. Indonesia adalah negara yang majemuk, keberagaman merupakan sebuah kekuatan, bukan sesuatu yang membuat kita tercerai berai,” kata AHY kepada ratusan siswa-siswi SMA Labschool dari berbagai cabang.

AHY mengingatkan, kontestasi politik bisa memberikan dampak besar dalam memecah belah bangsa. Tak hanya terjadi di Indonesia, dia juga menyoroti isu rasisme terhadap warga kulit hitam dan warga keturunan Asia di berbagai negara sebagai bentuk konkrit terjadinya politik identitas.

Lanjutnya, Kedua adalah terjadinya fenomena “Post Truth Politics”, yaitu kebohongan yang terus menerus diulang, kemudian bisa dianggap sebagai kebenaran yang baru.

“Politics is all about perceptions. Adik-adik yang nanti masuk ke dalam dunia politik akan memahami bahwa di ruang publik, di ruang digital makin disesaki oleh hoax, fake news, character assasination, hate speech, dan black campaign untuk membunuh karakter lawan politik demi kekuasaan,” terang AHY.

Dengan itu, AHY berharap, generasi muda dapat memberikan kontribusinya untuk mencegah terjadinya hal ini dengan memberikan suaranya, dan saling mengedukasi satu sama lain.

“Kalau ini merajarela, apalagi terjadi sebuah gelombang tsunami disinformasi, maka lama kelamaaan politik di Indonesia akan diwarnai kebohongan yang keji dan merusak satu sama lain. Mari kita cegah ini. Mari kita bangun politik yang beretika dan bermoral,” ajaknya.

Kemudian, kata AHY, tantangan ketiga adalah menurunnya kebebasan sipil. Melansir data dari lembaga The Economist Intelligence Unit, dia menyatakan bahwa skor indeks demokrasi di Indonesia telah menurun secara signifikan.

Hal tersebut, sambungnya, dijelaskan melalui sejumlah indikator yang mendasari demokrasi itu sehat atau tidak, contohnya nilai dari proses pemilu dan pluralisme, fungsi dan kinerja pemerintah, partisipasi politik, budaya politik serta kebebasan sipil.

“Secara umum terjadi penurunan demokrasi di Indonesia, itu lah yang akhirnya Indonesia dianggap berada di angka terendah dalam 14 tahun terakhir dari aspek demokrasi,” jelas AHY.

Ia melanjutkan, bahwa secara ironis, tingkat demokrasi Indonesia berada di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Timor Leste

“Indonesia seharusnya menjadi contoh bagi negara demokrasi lainnya, paling tidak Asia Tenggara,” terang AHY.

Namun, sambungnya, apa yang terjadi di Indonesia menunjukkan adanya penurunan demokrasi, praktik-praktik tertentu telah melukai perasaan masyarakat kita terutama dalam mengekspresikan dirinya. Banyak yang merasa takut, merasa dibungkam bersuara, dan lain sebagainya.

Dari ketiga tantangan yang dipaparkan, AHY berharap anak muda Indonesia mempersiapkan dirinya sejak dini. Hal ini dilakukan dengan membangun kapasitas intelektual dan kepemimpinannya melalui segala medium edukasi yang ada.

“Saya sejak SMP dan SMA selalu aktif berorganisasi. Saya tidak pernah lepas dari kegiatan yang membutuhkan teamwork dan leadership di lapangan,” ceritanya.

Ia kembali mengingatkan bahwa anak muda lah yang nantinya menentukan masa depan Indonesia, dengan itu dibutuhkan sumber daya yang unggul dan kondisi politik yang kondusif untuk mempersiapkan generasi bangsa.

Membawa semangat ini, AHY menutup sesi webinar dengan memberikan pesan, apa saja yang perlu disiapkan dan diwujudkan oleh anak muda yang ingin terjun dalam dunia politik.

  1. Menyeimbangkan antara pragmatisme dan idealisme perjuangan.
  2. Anak muda harus berani bersuara dan tetap bertanggung jawab untuk demokrasi yang sehat.
  3. Melakukan aksi nyata dan cepat tanggap dalam merespons tantangan.
  4. Bersikap transparan dan siap melawan hoax, fake news dan hate speech.
  5. Memperkuat sinergi dan kolaborasi sejak dini.

“Kalau tidak sekarang, kapan? Kalau bukan anda, siapa? Berpikirlah secara luas (Think Big), lakukan aksi nyata dan kecil (Do Small), dan lakukan sekarang (Do Now),” pesan AHY menutup webinar ini.

Kegiatan virtual ini turut dihadiri oleh, Kepala Badan Pengurus Sekolah Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Sofyan, Kepala SMA Labschool Jakarta Suparno, para jajaran guru-guru SMA Labschool Jakarta, dan jajaran Pengurus MPK Labschool Jakarta.[]

BSB Mulai Beroperasi, Nasabah: Pelayanan Sangat Memuaskan

0

Nukilan.id – Setiap nasabah yang dilihat pertama adalah pelayanan, begitupun dengan jasa perbankan, lebih diutamakan pelayanan. Jika pelayanan baik maka nasabah akan tetap setia.

Hal itu disampaikan Ahmad Abdul Jalil, salah seorang nasabah tetap Bank Syari’ah Bukopin (BSB) kepada Nukilan.id, saat dirinya sedang melakukan pengalihan uang dari KB Bukopin ke BSB, di kantor lama KB Bukopin Banda Aceh, Jum’at (16/4/2021).

“Pertama sekali dilihat oleh nasabah dari pelayananya, karena pelayanan baik, sampai sekarang masih menjadi nasabah tetap, Apalagi jasa Perbankan itu utamanya layanan,” jelasnya.

Ahmad mengaku bahwa, pelayanan yang diberikan BSB sangat memuaskan, dan itu merupakan harapan semua nasabah. Dirinya masih menjadi nasabah tetap mulai dari Konvensional Bank Bukopin hingga ke Bukopin Syari’ah.

“Pelayanan Bukopin sangat baik, sampai sekarang masih menjadi nasabah tetap,” ujarnya.

Ia mengatakan, dimana pun semua nasabah membutuh pelayanan yang bagus.

sesuai dengan status perubahan bukopin konvensional ke syariah, semuanya akan beralih ke bukopin syariah, termaksut saya sendiri selaku nasabah.Sebut Ahmad

Sementara itu, Ahmad menyampaikan bahwa, dirinya sudah menjadi nasabah Bank Bukopin kurang lebih 5 tahun yang lalu, sudah menjadi Nasabah.

“di Bank Bukopin kurang lebih 5 tahun lalu, sudah jadi nasabah,” ujarnya.

Diketahui, PT Bank KB Bukopin membuka layanan Bank Bukopin Syariah di Aceh sebagai implementasi dan menyukseskan Peraturan Daerah (Qanun) Aceh nomor 11/2018 tentang Layanan Keuangan Syariah (LKS).

BSB mulai beroperasi mulai Jumat (16/4/2021). Setelah diluncurkan berbasis syariah, saat ini pelayanan terhadap nasabah bertempat dikantor lama KB Bukopin Banda Aceh, tepatnya di Jalan Tengku Haji Muhammad Daud Beureueh, masih menerapkan dua sistem yakni, syariah dan konvensional.

Direncanakan pada Januari 2022, Bank Bukopin konvesional atau Bank KB Bukopin akan ditutup secara permananen. Sedangkan Bank Syariah Bukopin (BSB) akan menjadi ujung tombak pelayanan di Aceh.[]

Reporter: Irfan