Beranda blog Halaman 2214

Bupati Gorontalo dan Keluarga Bersuluk di Dayah Darul Ihsan Aceh Selatan

0

Nukilan.id – Bupati Gorontalo, Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M. Pd dan keluarga beserta para staf, melaksanakan suluk di Dayah Darul Ihsan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan.

Kehadiran Bupati Gorontalo disambut hangat oleh Bupati Aceh Barat, H. Ramli Ms Keduanya hadir di Dayah Darul Ihsan untuk mengikuti ritual Sulok di dayah Abuya Syekh H. Amran Waly Al-khalidy.

Bupati Gorontalo mengatakan bahwa, MPTT tidak hanya mengajarkan ilmu tapi juga melatih dalam pengamalan hingga memperoleh rasa dalam ibadah.

“Tauhid tasawuf adalah satu jalan untuk mendapatkan kemanisan dalam beragama,” kata Prof Nelson dalam keterangan tertulis kepada Nukilan.id, Rabu (28/4/2021).

Prof Nelson menjelaskan bahwa, selama hampir satu tahun dirinya mengikuti MPTT, banyak sekali manfaat dan berbagai kemudahan yang di dapati selama mengikuti ajaran tauhid tasawuf, terasa manis dalam beragama, tenang dalam menghadapi berbagai cobaan dan problematika dalam kehidupan.

Selain itu, Prof Nelson juga salut dan kagum kepada sosok Abuya yang mengakatan Abuya bukan hanya seorang ulama tapi juga pengamal bahkan juga penulis yang begitu banyak karya buku dan makalah makalah yang dituliskan sangat bagus dan bermanfaat untuk dipelajari dan amalkan.

“Saya saja sebagai seorang akademisi sudah Professor tidak mampu membuat karya seperti tulisan Abuya, itu sebagai tanda kasih sayang Abuya kepada umat, agar umat ini juga merasakan manfaat dari ajaran yang mulia ini yang dapat membawa keselamatan dan kesejahteraan dunia dan akhirat,” ungkapnya.

“Abuya ini adalah ulama ummat yang tidak meinginkan keselamatan untuk dirinya saja tapi juga keselamatan untuk ummat seluruhnya,” lanjut Prof Nelson.

Sementara itu, Ia menambahkan bahwa, di MPTT tidak ada perbedaan. Karena, dirinya selama di MPTT merasa disatukan, tidak yang membedakan aliran.

“Saya dari tokoh Muhammadiyah dapat merasakan kemanisan beragama melalui MPTT,” ujarnya.

Prof Nelson sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Abuya dan masyarakat Aceh yang telah membuat muzakarah tauhid tasawuf Asia Tenggara dua kali di Kota Gorontalo yang banyak memberikan ilmu dan inspirasi bagi dirinya.

“Kami dari Gorontalo yang dijuluki serambi Madinah dan Aceh sebagai serambi Mekah dapat di pertautkan untuk peradaban dan kemajuan islam akan datang. ungkap Bupati Gorontalo yang juga mantan Rektor universitas Muhammadiyah kota Gorontal,” pungkasnya.[]

Dukung Pelaksanaan Pasar Murah, TP-PKK Pusat Terima Bantuan Sembako

0

Nukilan.id – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tri Tito Karnavian menerima bantuan dari pihak swasta di antaranya Protelindo, Gimni, dan Astra Daihatsu. Bantuan itu berupa 3500 paket sembako, 3500 liter minyak goreng dan 571 susu serta biskuit bagi ibu hamil.

Penyerahan bantuan ini disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Pembina TP-PKK, di Kantor Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Rabu (28/4/2021).

Tri Tito Karnavian dalam sambutannya mengungkapkan, bantuan ini bakal diserahkan kepada pengguna Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dilaksanakan pada Hari Posyandu Nasional yang diperingati setiap 29 April. Yang dimaksud pengguna Posyandu, yakni ibu hamil, bayi di bawah lima tahun (balita), dan orang lanjut usia (lansia). Dia menyebutkan, penyaluran bantuan ini dilakukan dengan dua cara, yakni secara cuma-cuma dan melalui pasar murah.

Tri juga menyebutkan, selain untuk pelaksanaan pasar murah, bantuan ini juga akan disalurkan kepada para korban banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang diserahkan, yakni berupa susu bagi ibu hamil dan makanan tambahan untuk balita. Sehingga, kata Tri, bantuan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menurunkan angka stunting yang memudahkan akses terhadap makanan bergizi dan sehat.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Rp 1,3 Miliar untuk Korban Bencana Alam di Aceh Tenggara

“Mudah-mudahan kerja sama kami ini bisa berguna, tidak hanya hari ini, tetapi bisa berlanjut untuk jangka yang lebih panjang dan lebih luas secara nasional,” katanya.

Sementara itu, Mendagri mengatakan, penyerahan bantuan ini memberikan nilai tersendiri. Pertama, dengan bantuan ini gerakan PKK dapat berjalan sesuai harapan Presiden, yakni mengintensifkan kegiatannya dalam pemberdayaan keluarga seperti layanan Posyandu termasuk penanganan stunting. Di samping itu, TP-PKK ini memiliki jaringan yang baik dari pusat sampai ke daerah, sehingga dapat memudahkan penyaluran bantuan.

Kedua, Mendagri mengaku merasa tergugah karena pemberian bantuan oleh pihak swasta dilakukan di tengah pandemi. Pasalnya, di tengah pandemi seperti sekarang ini banyak keluarga yang mengalami kesulitan. “Ini perlu adanya kegotongroyongan yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia,” katanya.

Oleh karenanya, Mendagri berharap pihak swasta lainnya dapat juga membantu masyarakat, baik yang tertimpa bencana maupun sedang mengalami kesulitan termasuk akibat pandemi. “Ini harus dibantu oleh yang mampu semampu mungkin,” katanya.[Puspen Kemendagri]

Belajar Dari India, Mendagri Minta Masyarakat Tak Lengah Terapkan Prokes

0

Nukilan.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta masyarakat tak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Hal itu dikatakannya sehubungan dengan kasus Covid-19 di India yang kian melonjak.

“Jangan lengah, kita jangan mengulang, belajar dari problem yang ada di India,” kata Mendagri saat menghadiri Penyerahan Bantuan dari Pihak Ke-3 kepada Ketua Umum TP PKK, di Gedung PKK Ditjen Pemdes Kemendagri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Ketua Pansus DPRA Siap Buktikan Kebenaran LKPJ Gubernur Aceh

Menurut Mendagri, bangsa Indonesia perlu belajar dari kasus tersebut. Sebab, masyarakat di India pernah lengah dan terlalu menikmati euforia atas melandainya kasus penularan dengan melakukan aktivitas yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Euforia, masker tidak dipakai, kegiatan keagamaan bebas, lepas, kegiatan olahraga juga, dan muncul varian baru juga, yang double mutan, rumah sakit kolaps tidak mampu menangani, kremasi di mana-mana, kenapa ini terjadi? Lengah!” bebernya.

Tak hanya itu, Mendagri juga meminta semua pihak bersatu dalam mengampanyekan protokol kesehatan. Menurutnya, protokol kesehatan tetaplah yang utama, di tengah kehadiran program vaksinasi yang kini dijalankan.

Baca juga: Dipercaya Kelola Blok B, Direktur PT PEMA: Kami Siap

“Oleh karena itu, kita jangan lengah dan jangan lelah untuk mengampanyekan terus memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kerumunan, kurangi mobilitas yang tidak perlu,” pesan Mendagri.

Belajar dari tsunami kasus penularan Covid-19 di India, Mendagri meminta masyarakat memetik pelajaran untuk tak abai atas protokol kesehatan. Mendagri ingin masyarakat menyadari, bahwa penularan Covid-19 mengancam setiap saat, sehingga protokol kesehatan berupa memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, merupakan kunci dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.[Puspen Kemendagri]

400 Siswa MTsN Model Banda Aceh Diwisuda

0

Nukilan.id – MTsN 1 Model Banda Aceh laksanakan wisuda dan perpisahan terhadap 400 siswa kelas sembilan tahun pelajaran 2020-2021 berlangsung meriah dihalaman madrasah tersebut. Sabtu(10/04/2021).

Rangkaian acara dengan tema “1100 Day are magic to end on this day/ seribu satu hari adalah keajaiban untuk diakhiri hari ini, turut dimeriahkan dengan tampilan tarian ratoh jaro dari sanggar seni bahana ceudah meutuah (BCM), orasi ilmiah oleh Dr. Abizal Muhammad Yati, Lc.,MA dan sambutan arahan dari Kakanwil kemenag Aceh di wakili kabid penmad Drs. H. Mukhlis, M.Pd, serta penyerahan kembali siswa dari madrasah oleh Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh Junaidi Ibas, S.Ag.,M.Si kepada orangtua diwakili ketua Komite Ir.H.Mukhlis Djakfar,MM

Kabid Penmad dalam arahannya mengatakan “Apresiasi kepada MTsN 1 Model Banda Aceh atas pelaksanaan kegiatan ini dan pelaksanaan program-program unggulanya yang selama ini telah dilaksanakan, harapan kami kedepan madrasah ini bisa menjadi role model bagi madrasah lain yang ada di Aceh,”ujarnya

Sedangkan Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh Junaidi Ibas, S.Ag.,M.Si dalam sambutan mengungkapkan “Selamat kepada para anak-anak kami yang telah di wisuda agar jangan melupakan guru-guru yang telah mendidikmu selama tiga tahun dimadrasah ini, jagalah akhlak baikmu menunjukkan kita lulusan madrasah hebat, bermartabat,”tuturnya. Hal senada juga disampaikan ketua komite Mukhlis Djakfar selaku perwakilan orang tua siswa

Ketua Panitia Armaidi, M.Pd dalam laporannya mengungkapkan 400 wisudawan tahun ini 82 diantaranya bernilai predikat istimewa sedangkan 186 sangat memuaskan dan 132 dengan predikat memuaskan, predikat ini hasil dari nilai rapor siswa-siswi selama belajar tiga tahun di madrasah dan hasil nilai ujian madrasah berbasis komputer,” ujar Armaidi juga sebagai Wakil kepala bid. Kesiswaan

“Kita juga memberikan beasiswa kepada 13 siswa/i kurang mampu dengan harapan bisa meringankan beban keluarga untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya, hasil dari sumbangan jum’at beramal para siswa dan guru keluarga MTsn 1 Model Banda Aceh,” tutur Armaidi

Kegiatan turut dihadiri Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Aceh, Kasi Penmad Kankemenag Kota Banda Aceh , Pengawas Pembina, muspika kec. Kuta Alam dengan memenuhi protokol kesehatan.[mtsnmodelbandaaceh]

Ombudsman Minta BPCB Aceh-Sumut Segera Mengkaji Dampak Budaya di Lahan Proyek IPAL

0

Nukilan.id – Ombudsman RI Perwakilan Aceh telah meminta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh-Sumut untuk segera mengkaji dampak budaya di lahan proyek Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di Kota Banda Aceh.

“Kita telah meminta BPCB untuk melakukan Kajian dampak budaya di lahan pembangunan IPAL ini,” kata Kepala Ombudsman Aceh, Dr. H. Taqwaddin Husin, SH, saat mengunjungi lokasi proyek IPAL di Gampong Jawa, Banda Aceh, bersama awak media, Selasa (27/4/2021).

Taqwaddin menyampaikan bahwa, selama ini pihak BPCB belum pernah membuat kajian terkait temuan situs bersejarah di lokasi proyek IPAL tersebut.

“BPCB tidak pernah membuat kajian dampak budaya disini, karena itu, kita minta BPCB untuk segera melakukan kajian,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa, kajian tersebut untuk memastikan apakah lokasi pembangunan IPAL tersebut tempat bersejarah atau tidak.

“Pembangunan IPAL ini terhenti karena ada polemik bahwa lokasinya ada situs. Tapi, hingga kini belum ada penelitian yang menyebutkan lokasi pembangunan ipal tersebut merupakan tempat bersejarah,” jelas Taqwaddin.

Selanjutnya, kata Taqwaddin, apabila nantinya lokasi proyek IPAL ini merupakan tempat bersejarah, maka proyek tersebut harus dipindahkan.

“Namun, kalau bukan maka proyek IPAL bisa dilanjutkan,” tambahnya.

Sementara itu, Taqwaddin menjelaskan manfaat dari IPAL teraebut, yaitu untuk meningkatkan akses sanitasi di Kota Banda Aceh dan melindungi kualitas air dari pencemaran limbah domestik seperti mandi, cuci, kakus dan aktivitas rumah tangga lainnya. Sehingga, IPAL dapat menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik.

“Kita sebagai warga negara, pasti menginginkan ada sanitasi yang optimal. Kita ingin hidup dengan kualitas lingkungan lebih bagus,” ungkap Taqwaddin.

“Namun, di sisi lain, kita juga harus menyelamatkan dan melestarikan situs sejarah. Situs ini juga penting untuk generasi mendatang,” kata Taqwaddin.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banda Aceh, Jalaluddin mengatakan bahwa, Proyek IPAL tersebut merupakan proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Proyek ini terhenti sejak 2017 karena ada polemik setelah ditemukan sejumlah makam masa lalu. Penghentian proyek ini atas permintaan Walikota Banda Aceh,” tambahnya.

Jalaluddin mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mendukung penelitian di lokasi proyek IPAL tersebut. Karena nantinya, hasil dari kajian tersebut dapat menetukan, apakah proyek tersebut bisa dilanjutkan atau tidak.

Menurut pantauan Nukilan.id bahwa, lokasi proyek IPAL tersebut berada di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh.

Dalam kunjungan tersebut hadir, Kepala Ombudsman Aceh, Dr. H, Taqwaddin Husin, SH beserta jajarannya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh, Jalaluddin beserta jajaranya, dan puluhan awak media.[AW]

Letda Ajeng Tresna, Perempuan Penerbang Pesawat Tempur Pertama di Indonesia

0

Nukilan.id – Letnan Dua (Letda) Ajeng Tresna Dwi Wijayanti menjadi salah satu prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang cukup diperhitungkan.

Kendati kedinasannya bersama TNI AU terbilang belum lama, Ajeng telah membuat masyarakat Indonesia menaruh perhatian besar kepada dirinya.

Bagaimana tidak, perempuan kelahiran Jakarta, 25 September 1995 itu berhasil mencatatkan prestasi bahkan sejarah baru bagi keluarga besar Swa Bhuwana Paksa.

Ya, Ajeng berhasil menorehkan tinta emas sebagai perempuan penerbang pesawat tempur pertama di Indonesia.

Prestasi ini belum pernah ditorehkan sama sekali oleh para pendahulunya dalam hal mengawaki pesawat tempur.

Pada 18 Mei 2020, lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 ini dilantik sebagai calon fighter oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI (Purn) Yuyus Sutisna kala itu.

Sebetulnya, keberhasilan Ajeng meraih prestasi ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Ia lalui dengan penuh perjuangan dan pengorbanan.

Perjuangan itu dimulai ketika dirinya tertarik menggeluti dunia kemiliteran. Tepatnya pada saat menjalani pendidikan semi militer dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) di SMAN 51 Jakarta.

Ketika menempuh pendidikan, ia pernah mewakili sekolahnya dan Provinsi DKI Jakarta sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional pada 2011.

Ajeng bertugas sebagai pengibar dan penurun bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.

Karena kecimpungannya bersama Paskibraka, Ajeng kian membulatkan tekadnya untuk masuk TNI.

Pada 2013, datanglah sebuah tawaran untuk mengikuti tes Akademi Taruna TNI Angkatan Darat (AD) dan TNI AU. Namun, ia lebih memilih TNI AD. Segala proses pun dilewatinya untuk bisa bergabung dengan TNI AD.

Sayang, nasib berkata lain, ia gagal memenuhi impiannya untuk bisa masuk TNI. Kegagalan ini pun sempat membuat Ajeng merasa down.

“Saya daftar AD duluan. Tapi saya gagal. Jadi tahun 2013 saya pertama kali daftar gagal,” ujar Ajeng ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (20/4/2021).

“Sempat stres saat itu,” tuturnya.

Tak mau bersedu sedan dengan keadaan tersebut, Ajeng pun mencoba bangkit. Rasa kepercayaan dirinya untuk bisa masuk TNI kembali tumbuh berkat dukungan orangtua hingga sanak saudara.

Pada 2014, tawaran untuk mengikuti tes kembali menghampirinya dari TNI AD dan TNI AU. Kali ini, ia mencoba peruntukannya di TNI AU.

Berbeda dengan tes pertama, Ajeng kali ini telah mempunyai modal dengan persiapan penuh agar bisa bergabung TNI.

Seleksi pun dijalaninya. Berkat kesiapannya yang lebih matang, Ajeng pun dinyatakan lulus. Keberhasilan ini secara tidak langsung mengikuti jejak sang Ayah, Kolonel Sus Prayitno, yang juga prajurit TNI AU.

Tak seperti yang dibayangkan Ajeng, ternyata perjuangan sesungguhnya adalah ketika diterima sebagai prajurit TNI AU.

Ajeng pun terus memompa semangat perjuangannya ketika menjalani pendidikan di AAU Yogyakarta selama empat tahun. Berhasil merampungkan pendidikannya dengan baik, Ajeng kemudian dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada 2018.

Setelah dilantik, Ajeng selanjutnya melanjutkan pendidikan dengan mengikuti sekolah penerbang di AAU Yogyakarta. Di sini, ia ditempa mulai dari potensi, akademia, hingga jasmani selama 1,5 tahun.

Setelah itu, ia dinyatalan lulus dengan menyandang predikat sebagai perempuan penerbang tempur pertama dalam sejarah TNI AU.

Dari Skadron 15 ke Skadron 17

Petualangan Ajeng kemudian dilanjutkan dengan menjalankan tugasnya di Skadron 15 Lanud Iswahjudi Magetan, Jawa Timur. Skadron ini merupakan Satuan Tempur di bawah Komando Wing Tempur 300.

Di sini, ia ditempa sebagai penerbang tempur. Ia melahap segala ilmu pengetahuan mengenai pesawat tempur.

Namun, pengabdiannya di Skadron 15 tak berlangsung lama. Hanya tujuh bulan lamanya.

Pada Desember 2020, ia kemudian digeser ke Skadron 17. Skadron 17 merupakan Skadron VIP/VVIP pesawat kepresidenan.

Skadron ini berada di bawah naungan Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Di sini, Ajeng ditempa untuk menjadi calon kopilot yang akan membawa pesawat Boeing kepresidenan. Kesempatan untuk membawa pesawat ini terbuka lebar.

Mengingat, ia menjadi satu-satunya perempuan yang diproyeksikan akan menjadi kopilot. Hal ini seperti yang terjadi ketika dirinya didapuk sebagai perempuan pertama penerbang tempur.

“Selama ini belum ada. Saya saja,” kata Ajeng.

Namun demikian, untuk bisa menyandang status kopilot, Ajeng harus melewati tahap yang tak boleh dilewatkan. Yakni menggeluti ilmu pengetahuan mengenai pesawat Boeing.

Menurut Ajeng, pesawat ini mempunyai tipikal yang sangat berbeda dibanding pesawat tempur yang notabene lebih agresif namun mudah dikendalikan.

Saat ini, Ajeng tengah menjalani simulator yang dijadwalkan akan berakhir pada Mei 2021.

Simulator ini penting dilaluinya guna mendapatkan modal transisi dari pesawat tempur ke pesawat Boeing.

“Saya enggak mungkin dong tiba-tiba langsung ke pesawatnya (Boeing). Ada prosesnya. Tapi kelak ke depan semua diproyeksikan untuk menerbangkan pesawat tersebut,” ucap Ajeng.

Berbagi pengalaman

Keberhasilannya merealisasikan impiannya ternyata tak membuat Ajeng lupa diri. Ia kerap kali membagikan pengalamannya kepada mereka yang hendak mengikuti jejaknya alias tes bergabung di TNI.

Ia mengatakan, tak sedikit orang yang akan masuk TNI tidak mempersiapkan diri dengan matang. Hal ini juga yang dialaminya ketika gagal mengikuti tes pertama masuk TNI.

Karena itu, ia selalu berusaha membagikan pengalaman kepada mereka agar sebisa mungkin pemikiran prematur ketika masuk TNI terkikis. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa pemikiran yang tak terbuka justru bisa menjadi penghalang.

“Makanya saya sekarang selalu memberikan masukan supaya mereka benar-benar berjuang. Agar, pemikiran ‘oh enak gabung TNI’ itu hilang. Tapi yang harus diperhatikan, mau enggak jalani prosesnya, itu yang penting,” kata Ajeng.[kompas]

Untuk Keluarga Korban Nanggala 402, Pengamat: Pemerintah Patut Pertimbangkan Usulan Demokrat

0

Nukilan.id – Para pengamat dari Aceh, Jakarta hingga Surabaya mengapresiasi usulan Partai Demokrat agar Pemerintah memberikan perhatian penuh pada para keluarga awak KRI Nanggala 402 yang gugur di medan tugas.

Mereka menegaskan meskipun Pemerintah sudah punya prosedur tetap bagi keluarga prajurit yang ditinggalkan, tapi ini kejadian luar biasa yang tidak boleh disikapi dengan biasa saja.

Dosen FISIP Unsyiah Banda Aceh Aryos Nivada menggarisbawahi gugurnya Letkol (P) Irfan Suri asal Samalanga, Kabupaten Bireun.

“Ini merupakan wujud kesetiaan dan pengorbanan masyarakat Aceh demi keutuhan NKRI,” tegas Aryos, yang juga peneliti senior Jaringan Survei Inisiatif (JSI) Aceh.

Oleh karena itu, Aryos berharap, Pemerintah mau menerima tiga usulan bentuk perhatian penuh kepada para keluarga korban kapal selam tersebut.

“Tiga usulan itu adalah keluarga tetap menerima gaji utuh, beasiswa bagi anak-anak mereka serta fasilitas perumahan, sebagaimana dinyatakan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono hari Minggu kemarin (25/4/2021),” sebutnya.

Baca juga: Silaturahmi Ulama Dayah Se-Aceh, AHY Dengar Aspirasi Ulama

Selain itu, harapan yang sama juga dinyatakan pengamat Mochtar W. Oetomo dari Surabaya.

“47 dari 53 awak yang gugur berasal Jawa Timur. Arek-arek ini patriot bangsa yang sejati. Sudah sepatutnya negara memperlakukan mereka dengan luar biasa. Jangan hanya biasa-biasa saja mengikuti protap yang berlaku,” kata Mochtar yang juga mengelola lembaga survei yaitu Surabaya Survey Center (SSC).

“Jadi prajurit itu kontrak mati. Setiap prajurit tahu itu. Keluarganya pasti juga tahu. Tapi ketika akhirnya mereka gugur dalam tugas, peran mereka dalam keluarga masing-masing tetap tidak tergantikan. Karena itu setidak-tidaknya negara bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dengan tiga hal yang diusulkan Demokrat,” tegas Mochtar.

Kemudian dari Jakarta, pengamat politik Adi Prayitno mengingatkan pemerintah, agar tidak memandang usulan Demokrat dengan kacamata politik semata.

“Lihatlah dari sisi kemanusiaan. Peran para awak yang gugur sebagai Ayah, suami maupun anak dari keluarga yang mereka tinggalkan, tidak akan pernah tergantikan selamanya,” ungkap Adi.

Adi menganggap bahwa, tiga usulan yang disampaikan Ketua Umum PD AHY masuk akal dan relevan dengan kondisi yang dihadapi para keluarga prajurit.

“Mas AHY berdinas militer selama 16 tahun sebagai komandan, jadi ia mestinya tahu betul apa yang menjadi kebutuhan keluarga prajurit, apalagi saat kepala keluarga mereka gugur dalam tugas. Ini soal kemanusiaan,” tandas Adi yang juga dosen UIN Ciputat.[]

Penyerahan PSU Perumahan Kepada Pemko Medan Senilai Rp 22 Miliar

0

Nukilan.id – Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan antara Walikota Medan dan Pengembang dari The Peak Menteng Indah dan Perumahan Madani Al Badar yang berlangsung di Ruang Rapat III Kantor Walikota Medan, Selasa (27/4/2021).

Acara dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) Lili Pintauli Siregar. Dimana, penyerahan PSU Perumahan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan dan KPK RI dalam hal penyelamatan aset negara.

Baca juga: Tersangka Penganiayaan Sujud Syukur dapat Keadilan Restoratif dari Kejari Medan

Kejari Medan melalui Jaksa Pengacara Negara Medan (JPN) juga berperan dalam hal upaya penyelamatan aset berupa pendampingan kepada Pemko Medan dalam upaya penyerahan PSU pada sejumlah Perumahan di Kota Medan.

Penandatanganan Berita Acara Serah Terima dilakukan antara Pemko Medan dalam hal ini Walikota Medan, M. Bobby Afif Nasution dan Pihak Perumahan The Peak Menteng Indah dan Perumahan Madani Al Badar dan disaksikan oleh Wakil Ketua KPK RI dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Teuku Rahmatsyah, SH, MH didampingi Kasi Perdata dan TUN M. Ilham, SH, MH.

Baca juga: Kejari Medan Tuntut Mati Tiga Kurir 40 Kg Sabu Asal Surabaya dan Aceh

Kajari Medan, Teuku Rahmatsyah, SH, MH mengatakan bahwa, penyerahan PSU tersebut merupakan bagian dari kerjasama Pemerintah Kota Medan dan Kejari Medan melalui Bidang Perdata dan TUN dalam hal pendampingan hukum terhadap penyelamatan aset negara.

“Salah satunya terkait penertiban pemulihan kewajiban penyediaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) dari pengembang kepada Pemerintah Daerah, serta merupakan salah satu saran dari Korsupgah KPK di Kota Medan,” tuturnya.

Sehingga, kata Rahmatsyah, dapat dikatakan sebagai bagian dari kolaborasi antara Pemko Medan, Kejaksaan Negeri Medan dan KPK RI.

Rahmatsyah menyampaikan bahwa, PSU yang diserahkan sebagaimana tersebut dalam Berita Acara Serah Terima itu sebagai berikut :
a. Perumahan The Peak Menteng Indah, berupa Prasarana Perumahan dan Pemukiman yang terdiri dari jaringan jalan dan jaringan drainase seluas 21.703,64 m² dan sarana Perumahan dan Pemukiman yang terdiri dari Area parkir, kolam renang, club house, taman dan playground, lapangan badminton, lapangan basket, dan area taman pintu masuk seluas 6.134,87 m². Serta utilitas perumahan yaitu berupa lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebanyak 63 (enam puluh tiga) titik lampu (LPJU). Jumlah nilai aset Perumahan The Peak Menteng Indah berdasarkan nilai perkiraan/NJOP yaitu Rp.21.498.132.850,- (dua puluh satu miliar empat ratus sembilan puluh delapan juta seratus tiga puluh dua ribu delapan ratus lima puluh rupiah).

b. Perumahan Madani Al Badar, berupa Prasarana Perumahan dan Pemukiman terdiri dari Jaringan jalan dan drainase, Sarana Perumahan dan Pemukiman seluas 507,73 m² terdiri dari Ruang Terbuka Hijau Area tempat bermain, dan Mushola. Serta utilitas perumahan yaitu berupa lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebanyak 18 (delapan belas) titik lampu LPJU. Jumlah total nilai perolehan aset Perumahan Madani Al Badar berdasarkan nilai perkiraan/NJOP yaitu sebesar Rp.1.119.852.800,- (satu miliar seratus sembilan belas juta delapan ratus lima puluh dua ribu delapan ratus rupiah).

Baca juga: Kejari Medan Tangani 3 Kasus Korupsi Senilai Rp8 Miliar Lebih

“Adapun keseluruhan nilai PSU dari dua perumahan tersebut yang diserahkan ke Pemko Medan tersebut berkisar sebesar Rp. 22.617.985.650,- (dua puluh dua miliar enam ratus tujuh belas juta sembilan ratus delapan puluh lima ribu enam ratus lima puluh rupiah),” sebutnya.

Nilai tersebut, kata Rahmatsyah, merupakan hasil penilaian yang dilakukan oleh Tim Verifikasi dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan berdasarkan Nilai Jual Objek pajak (NJOP).[]

IDAI Aceh Ungkap Kasus Covid-19 di Kalangan Anak, Kasus Baru 70 Orang

0
Juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG)

Nukilan.id – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Aceh, Dr dr Herlina Dimianti, Sp.A (K) mengungkapkan virus corona juga menyasar anak umur bawah lima tahun (Balita). Menurut cacatannya, sudah 1.283 anak positif Covid-19 di Aceh, 1.235 sudah sembuh, 34 masih dirawat, dan 14 anak meninggal dunia. Kasus Positif baru sebanyak 70 orang.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani melalui keterangan tertulisnya kepada awak media massa di Banda Aceh, Selasa (27/4/2021).

“Data tersebut jumlah akumulatif selama Pandemi Covid-19 melanda Aceh, sejak 27 Maret 2020,” jelas Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu.

Ia menjelaskan, dari data Kementerian Kesehatan RI tampak jumlah anak usia Balita positif Covid-19 di tanah air sudah mencapai 34.299 orang. Rinciannya,  anak laki-laki sebanyak 16. 087 orang dan perempuan sebanyak 18.212 orang. Proporsi Covid-19 di kalangan anak usia Balita lebih rendah dibanding anak umur 5 – 14 tahun, dan kelompok umur lainnya.

SAG menambahkan, seorang anak Balita (1,1 tahun) yang terkonfirmasi positif Covid-19 kini dirawat di Ruang Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging (PINERE), RSU Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh, sejak 22 April 2021.  Balita asal Aceh Timur itu dirujuk ke  RSUDZA Banda Aceh sejak 29 Maret 2021 karena hidrosefalus.

Hidrosefalus merupakan kondisi penumpukan cairan berlebihan di otak dan perlu tindakan operasi. Sebelum tindakan operasi itu, anak ini perlu dirawat untuk memperbaiki kondisinya. Menjelang dilakukan operasi anak perempuan itu diswab, dan hasilnya ternyata positif Covid-19, dan dirawat di Ruang PINERE sejak  22 April 2021. 

“Balita malang itu, diduga, terinfeksi virus corona dari orang-orang yang menjenguknya di rumah sakit,” ujar SAG mengutip keterangan Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUDZA, Dr.dr. Novina Rachmawati, M.Si.Med., Sp.T.H.T.K.L, FICS.

Menurut SAG, kasus Covid-19 di kalangan anak Balita menunjukkan virus corona menyasar semua kelompok umur. Karena itu, praktik protokol kesehatan pun harus lebih luas. Protkes tidak hanya wajib bagi kelaurga yang memiliki orang tua dengan komorbid, melainkan wajib dipraktikkan setiap orang, semua keluarga, dan lebih-lebih bagi keluarga yang memiliki Balita.

Balita yang sedang dirawat di rumah sakit kondisinya sangat lemah dan rentan terinfeksi virus dan bakteri yang terbawa oleh orang yang mendekatinya. Orang tua yang bekerja dianjurkan tidak langsung menyentuh dan mencium bayi atau Balitanya setiba di rumah. Dekati bayi atau Balita setelah mandi dan menggantikan pakaian.

“Protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh keluarga Balita sama ketatnya dengan keluarga yang memiliki orang tua yang rentan tertular Covid-19,” tambah SAG.

Data kumulatif

Selanjutnya, seperti biasa, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per tanggal 27 April 2021. Kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 10.814 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 9.319 orang. Pasien dirawat sebanyak 1.032 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 430 orang.

Data akumulatif tersebut sudah termasuk penambahan 70 kasus konfirmasi baru dalam kurun waktu 24 jam terkahir, pasien sembuh bertambah sembilan orang, dan tidak ada laporan kasus meninggal dunia.

Kasus positif baru yang mencapai 70 orang itu meliputi warga Banda Aceh sebanyak 19 orang, Aceh Besar 10 orang, dan Lhokseumawe delapan orang. Kemudian warga Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Pidie, dan Aceh Singkil, sama-sama tiga orang.

Selanjutnya warga Aceh Timur, Pidie Jaya, Aceh Barat, Simeulue, dan Nagan Raya, masing-masing dua orang. Sementara warga Aceh Tamiang, Langsa, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, dan warga Subulussalam, masing-masing satu orang. Dua orang sisanya merupakan warga dari luar daerah.

Selanjutnya SAG mengatakan, pasien Covid-19 yang sembuh bertambah sembilan orang, meliputi warga Langsa sebanyak enam orang, Pidie dua orang, dan Banda Aceh sebanyak satu orang.

“Alhamdulillah, tidak ada laporan kasus meninggal dunia dalam 24 jam terakhir,” tambah SAG.

Lebih lanjut, ia melaporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 709 orang, yang meliputi 621 orang sudah selesai isolasi, 12 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.149 orang. Suspek yang telah melakukan isolasi sebanyak 7.063 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 54 orang, dan sebanyak 32 orang menjalani isolasi di rumah sakit, tutup SAG.[]

Rektor UIN Ar-Raniry Apresiasi Gubernur Aceh

0
ubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT menerima audiensi Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA beserta rombongan di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Banda Aceh, Selasa (27/4/2021).

Nukilan.id – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr H Warul Walidin AK,MA mengapresiasi langkah Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang terus berkomitmen mewujudkan Aceh Carong. Salah satunya melalui program beasiswa.

“Saya kira program Aceh Carong yang diluncurkan Bapak Gubernur sejak awal itu akan bermuara pada anak-anak Aceh yang memiliki prestasi, bisa bersanding dan juga bisa bertanding dengan sumber daya manapun di dunia ini,” ujar Warul Walidin usai melakukan silaturahmi dengan Gubernur Nova di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Selasa (27/4/2021).

Warul Walidin mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Nova Iriansyah atas program yang ia nilai brilian tersebut. Menurutnya, program beasiswa dalam rangka mewujudkan Aceh Carong, terbukti sangat bermanfaat dan dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat, terutama masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas. Termasuk UIN Ar-Raniry sendiri, sangat merasakan dampak dari program beasiswa tersebut.

“Ini besar sekali manfaatnya, termasuk bagi UIN Ar-Raniry. Kita berterima kasih kepada Babak Gubernur,” ungkapnya.

Dengan besarnya peluang beasiswa, kata Warul Walidin, cukup banyak lulusan sekolah setingkat SMA yang menempuh program S1 di UIN Ar-Raniry. Selanjutnya, juga cukup banyak yang kemudian melanjutkan program S2 mereka ke luar negeri dan berbagai daerah lain di Indonesia.

Tentunya, sambungnya, termasuk juga program S3, khusus terkait dukungan terhadap UIN Ar-Raniry, komitmen Gubernur Aceh dalam mendukung kesuksesan pendidikan di kampus itu, sudah terbukti sejak awal.

“Luar biasa bantuan beliau, baik yang spontan maupun secara administratif yang sekarang ini diberikan, termasuk kami juga diberikan hibah nanti untuk rehab gedung Profesor Ali Hasyimi,” ujar Warul Walidin.

Seperti diketahui, setiap tahunnya Pemerintah Aceh terus membuka peluang beasiswa bagi masyarakat Aceh dalam program Aceh Carong yang merupakan program unggulan Irwandi-Nova 2017-2022.

Tahun ini, beasiswa tersebut juga telah diluncurkan dengan kuota sebanyak 2.120 calon mahasiswa. Kuota beasiswa ini dibuka untuk berbagai jenjang mulai dari Diploma hingga program Doktoral, baik untuk kuliah di dalam maupun di luar negeri.

Pendaftaran beasiswa dibuka mulai Selasa (16/3) hingga 30 April mendatang. Selama 1-20 Mei 2021 akan dilakukan proses seleksi administrasi, dan bagi peserta yang lulus seleksi administrasi akan diumumkan pada 21 Mei 2021.

Dari dua ribu lebih kuota itu, masyarakat bisa memilih 21 sumber beasiswa berbagai jenjang. Di antaranya adalah Diploma I Agraria, Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Diploma Aceh Carong, S1 Prestasi Dalam Negeri, S1 Tahfiz Luar Negeri (sudah selesai seleksi), serta S2 dalam dan luar negeri.

Selanjutnya adalah beasiswa pendidikan profesi guru, S2 kerja sama dengan USK-Rhode Island, S2 kerja sama DAAD, S2 Tahfiz Luar Negeri, Dokter Spesialis, S3 DAAD, S3 Dosen PTS/PTN Dalam Negeri, S3 masyarakat dalam dan luar negeri dan beasiswa bantuan biaya pendidikan bagi jenjang S2 dan S3.

Sementara khusus untuk program beasiswa Diploma Aceh Carong bagi masyarakat kurang mampu dan korban konflik, para calon mahasiswa dapat mendaftarkan diri di masing-masing kabupaten/kota.

Nantinya, BKPSDM yang akan mengirimkan nama-nama calon penerima beasiswa kepada BPSDM Aceh, untuk kemudian diusulkan kuliah di 10 politeknik yang bekerja sama dengan Pemerintah Aceh.

Beasiswa program Diploma Aceh Carong ini memang diusulkan langsung oleh kabupaten/kota. Di mana, pemerintah kabupaten menjadi pihak yang paling mengetahui kondisi ekonomi keluarga calon penerima beasiswa. Meski demikian, usai semua nama diusulkan, BPSDM Aceh tetap akan memverifikasi kembali data calon mahasiswa tersebut untuk memastikan mereka memang berhak mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Aceh.

Khusus D1 dan D3 Aceh Carong bagi masyarakat miskin dan korban konflik adalah program kerja sama pemerintah Aceh dengan 10 politeknik terbaik di Indonesia. Untuk mendapatkannya, anak-anak Aceh yang tamat SMA/SMK/MA lulusan tahun 2019 sampai 2021 bisa mendaftar ke kabupaten/kota masing-masing.

Sepuluh Politeknik itu adalah Politiknik Energi dan Mineral Akamigas, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Politeknik Lhokseumawe, Politeknik Kesehatan Aceh, Politeknik Aceh, Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh dan Politeknik Manufaktur Bandung. Selanjutnya adalah Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Banyuwangi dan Politeknik Indonesia Venezuela

Terkait pemilihan jurusan, para calon mahasiswa bisa melihatnya di website resmi BPSDM Aceh, www.bpsdm.acehprov.go.id. Senada dengan itu, segala persyaratan lain bagi peminat beasiswa pemerintah Aceh tersebut juga dapat dilihat di website BPSDM.

Selain itu, Pemerintah juga memberikan beasiswa untuk dokter mengambil pendidikan spesialis. Formasi yang dibuka atas usulan berdasarkan kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit kabupaten/kota.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh juga telah membuka peluang beasiswa pendidikan bagi aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah Aceh. Pendaftaran beasiswa itu telah ditutup pada Jumat pelan lalu. Saat itu BPSDM mengirimkan langsung pengumumannya ke masing-masing SKPA untuk kemudian dikirimkan rekomendasi siapa yang akan mendaftarkan diri sebagai penerima beasiswa.[]