Beranda blog Halaman 2113

Pemerintah Aceh Pacu Percepatan Lelang Sumber DAK Fisik

0

Nukilan.id – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, menerangkan bahwa Biro Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) dan Biro Administrasi Pembangunan Pemerintah Aceh terus melakukan percepatan lelang untuk kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

“Kita optimistis, mudah-mudahan input data kontrak bisa dilakukan sebelum 21 Juli, di mana tenggat akhir waktu pengajuan DAK,” kata Iswanto dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu 30/6/2021.

Pagu keseluruhan DAK untuk Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota adalah Rp.4,02 triliun. Rinciannya 1,77 triliun di pemerintah Aceh dan 2,25 triliun di pemerintahan kabupaten dan kota.

Iswanto merinci, jika pemerintah Aceh hanya mendapatkan alokasi 318,46 miliar untuk DAK Fisik dan sisanya 1,46 trilliun merupakan alokasi untuk DAK Non Fisik.

“Dari 2,5 triliun DAK Fisik untuk Aceh, di pemerintah Aceh hanya 318,46 miliar alokasinya. Sisanya tersebar di 23 kabupaten/kota,” kata Iswanto.

Dari total 318,46 miliar itu, program kerjanya tersebar di 10 SKPA (Satuan Kerja Perangkat Aceh). Rinciannya adalah Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin, Rumah Sakit Jiwa, Rumah Sakit Ibu dan Anak, PUPR dan Dinas Pengairan. Selanjutnya adalah DLHK, DKP serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Sebelum itu, diberitakan bahwa realisasi DAK Fisik untuk Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh baru terealisasi senilai Rp.207 miliar, dari total Rp.2,5 Triliun. Jumlah realisasi tersebut masih sangat sedikit yaitu sekitar 8 persen.

Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan memberi batas waktu penyaluran dana DAK Fisik hingga 21 Juli 2021.

Jika hingga batas waktu tersebut pemerintah daerah belum menginput data kontrak melalui aplikasi OM SPAN, maka penyaluran DAK fisik ke daerah dihentikan.

Pemerintah Aceh melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, menegaskan bahwa pihaknya optimis melakukan percepatan lelang untuk kegiatan khusus fisik sebelum 21 Juli, di mana tenggat akhir waktu pengajuan DAK. []

IGI Sesalkan Pernyataan Rektor USK Terkait Pendidikan Aceh

0

Nukilan.id – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Aceh menyesalkan sikap Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) yang terus menerus mengkiritik pendidikan Aceh dengan menyebut bahwa pendidikan Aceh lebih buram dari kertas buram.

Sekretaris IGI Provinsi Aceh, Fitriadi, S.Pd, M.Pd kepada media, Rabu (30/6/2021) menyebutkan sebenarnya saat ini pendidikan Aceh sudah lebih baik dan patut mendapatkan apresiasi.

“Kita ketahui bahwa pada tahun ini Aceh masuk dalam 10 besar Nasional yang lulus melalui jalur SBMPTN, bahkan secara rasio siswa/i Aceh mampu menduduki peringkat 3 besar Nasional. Prestasi ini semestinya patut diapreasiasi, bukan malah dicemooh dengan pernyataan yang membuat semangat mereka down,” sebutnya.

Fitriadi mengajak kepada semua pihak yang berkompeten untuk dapat bekerjasama dan kompak dalam meningkatkan mutu pendidikan Aceh serta tidak saling menyalahkan.

“Dalam beberapa tahun terakhir Dinas Pendidikan Aceh gencar menyelenggarakan pelatihan bagi guru jenjang SMA, SMK dan SLB se-Aceh. Secara langsung Dinas Pendidikan juga mengajak organisasi profesi guru seperti IGI Provinsi Aceh untuk sama-sama berbuat demi kemajuan pendidikan Aceh,” tuturnya.

Selama masa pandemi Covid-19, lanjutnya, IGI bersama Dinas Pendidikan Aceh tidak diam dan pasrah pada keadaan. Para guru Aceh terus dilatih melalui berbagai program pelatihan.

Dicontohkannya seperti “Meugiwang IGI Aceh” (Meurunoe, Meubagi Wawasan Dalam Jaringan), “Meuseuraya IGI Aceh Utara” (Meurunoe Seuraya Bagi ileume di Alam Maya), “Meugaya IGI Aceh Jaya” (Meurunoe Guru Di Aceh Jaya), “Meusanuet IGI Kota Lhokseumawe” (Meurunoe Seuraya Asah Narasi dan Teknologi)”, dll.

“Pola pelatihan yang IGI laksanakan semuanya berbasis produk, artinya setiap guru yang menjadi peserta pelatihan yang IGI selenggarakan wajib menyelesaikan produk. Dari data yang kita himpun 95 persen guru mampu menyelesaikan produk tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa telah ada progres yang baik dan patut diapresiasi karena para guru di Aceh sudah semakin berpacu dalam berkarya dan berinovasi untuk pendidikan.

“Pergerakan IGI dan upaya Dinas Pendidikan Aceh yang sudah dilakukan bersama-sama untuk membantu para guru meningkatkan kompetensi sangatlah patut diapresiasi,” ungkapnya.

Pihaknya mengajak semua pihak termasuk Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) untuk bersama-sama menunjukan perannya dalam usaha memajukan pendidikan Aceh.

“Jangan hanya protes dan mengumbar kelemahan para guru dan seakan-akan guru di Aceh itu bukan lulusan dari USK”, pungkas Fitriadi, M.Pd.

Diskominsa Aceh Minta Masyarakat Cegah Hoax dan Cek Kebenarannya di Pusat Informasi Pemerintah

0
talkshow bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN). Foto: Nukilan.id

Nukilan.id – Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh meminta kepada seluruh masyarakat Aceh agar tidak mudah percaya dengan sebuah berita, perlu dicek kebenarannya dan tidak langsung menerima mentah-mentah informasi yang tersaji, baik yang tersaji di media sosial maupun kabar yang menyebar dari mulut ke mulut. Jangan mudah terjebak dengan kabar Hoax.

Itu disampaikan Kepala Bidang  Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik Diskominsa Aceh Zalsufran, ST. M.Si pada talkshow bersama  Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ( KPC PEN) dengan thema “PULEH” (Sembuh Indonesia ku), di Taman Seni dan Budaya Aceh, Jalan T. Umar, Banda Aceh,  Rabu, 30/6/2021 sore.

“Dan kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak langsung percaya,  cek kembali kembenaran dari informasi yang diterima,” kata Zalsufran.

Menurut Zalsufran, saat ini berita hoax atau kabar bohong  sangat mudah disampaikan, apalagi teknologi sekarang sangat canggih, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menjaring informasi, tidak serta merta langsung diserap, harus ada seleksi dan tabayun kembali untuk info yang diterima.

“Sekarang Sudah sangat mudah untuk mencari informasi, karena  Pemerintah Aceh banyak menyediakan pusat-pusat informasi yang akurat,  seperti diskominfo, dan juga di info covid 19 Aceh, web site dan humas Pemerintah Aceh,” ujar Sufran.

Kata Zalsufran, dalam kendisi covid 19, pemerintah Aceh juga berfikir keras dan paham betul tentang masyarakatnya saat ini.

Vaksin

Pada kesempatan itu, poembicara lainnya,  Helmi, SKM, MPH, kepala seksi Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas kesehatan  Aceh juga menghimbau masyarakat agar tidak perlu takut dan ragu terhadap vaksinasi, karena vaksin adalah upaya pencegahan terhadap menularnya virus corona.

“Vaksin yang digunakan juga sudah beberapa tahapan uji klinik yang dilakukan dan juga sudah mendapatkan sertivikasi dari BPOM dan juga dari WHO, dipastikan vaksin aman dan berkasiat,” katanya.

Dijelaskan Helmi, setelah dilaksanakan vaksin hanya terdapat gejala gejala ringan, nyeri kepala, bekas suntikan dan dibawa cepat tertidur (ngantuk).

Helmi juga mengingatkan apabila acara yang digelar  bertujuan untuk mengingatkan kepatuhan pada protokol kesehatan di Aceh, dan menginformasikan banyaknya tersebar berita hoax. [Irfan]

Kesbangpol Aceh Minta Masyarakat Berperan Aktif Cegah Orang Asing Salah Gunakan Izin Imigrasi  

0
Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nacional Badan Kesbangpol Aceh Suburhan, SH. (Foto: Kesbangpol Aceh)

Nukilan.id– Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Drs Mahdi Efendi  Aceh melalui Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nacional Badan Kesbangpol Aceh Suburhan, SH mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mewaspadai orang asing yang masuk ke wilayah Aceh, karena penyalahgunaan izin keimigrasian kerap menjadi masalah tersendiri.

“Penyalahgunaan izin keimigrasian oleh orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia menjadi suatu masalah tersendiri yang harus kita tangani bersama,” kata Suburhan pada acara “Sosialisasi Pemantauan Keberadaan Orang Asing dan Tenaga Kerja Asing yang digelar Kesbangpol Aceh di  Aula Dinas Kesehatan Nagan Raya, Rabu (30/6/2021).

Kata Suburhan, Aceh sebagai salah satu daerah destinasi wisata dan riset, yang dibutuhkan adalah kewaspadaan,  jangan sampai terjadi modus penyalahgunaan izin imigrasi yang dilakukan orang asing.   

“Peran aktif masyarakat sangat diharapkan dalam melakukan pemantauan,” ujar Suburhan.

Suburban juga menyebutkan tentang tingginya intensitas kunjungan jurnalis asing, syuting film asing ke daerah yang meningkatkan pengawasan serta tetap melakukan koordinasi dengan instansi terkait di daerah.

“Kita juga tidak menafikan apabila  keberadaan orang asing, organisasi asing dan tenaga kerja asing juga dapat memberikan manfaat positif. Karena pertimbangan itulah, keberadaan orang asing, organisasi masyarakat asing dan tenaga kerja asing perlu dipantau secara terarah, terkoordinasi, dan berkesinambungan,” ujar Suburhan.

Kegiatan diisi pemateri Kepala Kantor Kesbangpol Nagan Raya Drs. Sayuti. Dihadiri  30 peserta yang berasal dari unsur Polres, Kodim, Satuan Intelijen, Kesbangpol, SKPK Terkait, Camat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda,Tokoh Perempuan di Kabupaten Nagan Raya, dan turut hadir  Kasubbid Kewaspadaan Dini, Analisis Evaluasi Informasi dan Kebijakan Strategis Kesbangpol Aceh Zulkarnaian, M. Ec. Dev.[ji]

FPMPA Minta KPK Usut Indikasi Korupsi Pengalihan Blok B dan Apendiks

0
Ketua FPMPA Muhammad Jasdi, (foto: Dok Ist)

Nukilan.id – Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) secara tegas mendesak KPK RI untuk turut mengusut 2 (dua) indikasi mega korupsi skema pengalihan Blok B dan anggaran siluman berkode Apendiks yang mencapai Rp250 Miliar, kedua hal itu jelas telah mengkhianati dan melukai hati rakyat Aceh.

“Potensi kerugian Aceh dari skema pengalihan Blok B itu diperkirakan mencapai Rp 2,6 Triliun dan KPK wajib mengusut tuntas karena berpeluang adanya gratifikasi dan pengaturan pihak tertentu. Tak hanya itu, anggaran siluman berkode Apendiks mencapai Rp 250 Milyar yang rencananya untuk kebutuhan pilkada juga harus diusut siapa-siapa yang telah terlibat mengatur anggaran siluman yang tidak pernah dibahas dalam APBA tersebut karena jelas-jelas selain tidak ada manfaatnya bagi rakyat juga melukai hati rakyat Aceh,” kata Wasekjen FPMPA, Muhammad Jasdi kepada media, Rabu (30/6/2021).

M Jasdi memaparkan, di dalam MoU Helsinki poin 1.3.4 menyatakan bahwa, Aceh berhak menguasai 70 persen hasil dari semua cadangan hidrokarbon dan sumber daya alam lainnya, yang ada saat ini dan di masa yang mendatang di wilayah Aceh maupun laut teritorial di sekitar Aceh. Kemudian, tertuang dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2006, tentang Pemerintah Aceh. Lalu dipertegas dalam aturan turunannya dalam peraturan diperkuat dengan lahirnya PP No. 23 Tahun 2015, tentang Pengelolaan Bersama Migas di Aceh. Dan dibentuklah Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sebagai regulator penjaga minyak dan gas Aceh.

“PP 23 tahun 2015, dan setelah terjadi tarik ulur antara Aceh dengan Jakarta, akhirnya Aceh harus rela menerima bagi hasil minyak dan gas bumi 30 persen untuk migas diatas 12 mil laut. Sementara 70 persen lainnya menjadi hak Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Selain itu, M Jasdi menyampaikan bahwa, Wilayah Kerja Blok B (WK-B) merupakan salah satu sumber daya alam Aceh dalam bentuk minyak dan gas yang merupakan bekas ladang gas mobil oil/exxon mobil dan terakhir di kelola oleh Pertamina Hulu Energi (PHE). Blok Migas Ini dieksplorasi sejak Tanggal 24 Oktober 1971. Gas alam yang terkandung di bawah desa Arun ditemukan dengan perkiraan cadangan mencapai 17,1 triliun kaki kubik, dan eksplorasi yang dipimpin Bob Graves, pimpinan eksplorasi Mobil Oil di Aceh.

Selanjutnya, sambung Jasdi, sejak tanggal 18 Mei 2021, PT Pema Global Energi (PGE) secara resmi menggenggam 100% hak pengelolaan Blok migas B yang sebelumnya dikelola Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra B-Block (PHE NSB). Alih terima dari pengelola sebelumnya yang mengelola WK B ini dilakukan berdasarkan Surat No. SRT-0104/BPMA0000/2021/B0 dari BPMA kepada Direktur Utama PHE NSB tanggal 1 Mei 2021 yang juga menyampaikan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 76.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Persetujuan Pengelolaan dan Penetapan Bentuk dan Ketentuan-Ketentuan Pokok Kontrak Kerja Sama pada Wilayah Kerja B tertanggal 26 April 2021.

“Potensi adanya misteri pengaturan bermula dari diberikannya kewenangan PGE sebagai kontraktor baru WK – B akan bertugas dengan jangka waktu kontrak selama 20 tahun,” jelasnya.

Hal ini, kata Jasdi, hanya berbeda perusahaan yang mengelola, tetapi Aceh kembali mendapatkan hasil zero (nol) dalam pengelolaan Blok B ini ke depan. Skema Aceh mendapat hak bagi hasil migas masih dalam mimpi yang berkepanjangan, padahal aturan/ regulasi sudah jelas dan direct bahwa Aceh berhak dan berkuasa penuh sesuai dengan PP 23 tahun 2015.

“Ada hal yang misterius dan berpeluang terjadinya indikasi korupsi dan pengaturan dari pihak tertentu, yakni upaya PHE sebagai kontraktor pelaksana yang tiba-tiba menggandeng dan menyerahkan kepada EMP yang merupakan anak Perusahaan Bakrie Grup dalam pengelolaan blok B ini. Padahal tidak pernah dilakukan lelang terbuka untuk menentukan penawar tertinggi atau bahkan Pema tak pernah melakukan upaya peminjaman modal ke Bank Aceh atau BUMN lainnya. Tiba-tiba malah memilih menggandeng EMP. Hal ini masih misteri, bahkan disinyalir adanya pengaturan dari pihak tertentu sehingga Aceh dirugikan dan rakyat dikhianati. KPK wajib bongkar dan usut persoalan ini, apalagi berpotensi dan berpluang terjadinya gratifikasi,” tegasnya.

Tak hanya itu, M Jasdi juga menyinggung persoalan anggaran berkode apendix yang diletakkan di DKP Aceh. “Anggaran berkode apendix mencapai 250 Milyar ini tidak pernah dibahas di dalam pembahasan APBA, jadi wajar dikatakan sebagai anggaran siluman. Patut diduga ada pihak-pihak yang mengatur penganggaran sehingga menghadirkan anggaran siluman berkode AP ini.

“Kami desak KPK untuk tidak tutup mata dan sesegera mungkin mengusut dan menangkap pihak-pihak yang mengatur uang negara untuk kebutuhan pribadi dan kelompoknya, apalagi mengatur anggaran siluman seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, kata M Jasdi, FPMPA menganggap persoalan anggaran siluman berkode AP ini sebagai upaya merampok keuangan negara.

“Aneh saja, jika ada yang mau maju Pilkada lalu ngatur-ngatur anggaran siluman melalui APBA. Bahkan disinyalir sorotan fokus indikasi korupsi seakan-akan hanya persoalan Kapal Aceh Hebat dan MYC 14 ruas jalan saja sengaja dibuat mencuat, sementara kasus apendiks dan skema pengalihan blok B semacam didiamkan saja. Padahal 2 hal ini jelas-jelas tak ada kaitan dan manfaatnya bagi masyarakat Aceh,” pungkasnya.

M Jasdi berharap, KPK jangan sampai terkecoh kemungkinan persoalan ini sengaja diluputkan dari pandangan KPK, bahkan difokuskan serangannya ke persoalan Kapal Aceh Hebat dan MYC saja, karena Gubernur batalkan anggaran siluman berkode Apendix.

“KPK harus usut dan bongkar semua ini dengan tuntas,” pintanya.[Iwan]

POSPERA: Pemerintah Aceh Terkesan Sangat Elit dan Tidak Humanis

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Aceh menilai pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat ini terkesan sangat elitis dan tidak humanis.

Hal itu disampaikan Ketua DPD POSPERA Fakhrurazi dalam konferensi pers di warkop Dek Chek Kupi, Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa (29/6/2021).

Menurut Fakhrurazi, selama ini Gubernur Aceh seolah sengaja menutup diri untuk komunikasi secara terbuka dengan elemen masyarakat, kecuali dengan kalangan elit semata.

“Belum lagi pernyataan salah satu staf khusus Gubernur Aceh yang sangat tendensius dan amatir dalam memaknai,” ungkapnya.

Selain itu, kata Fakhrurazi, kritikan-kritikan terhadap pemerintah Aceh selama ini, mereka ingin menggunakan pendekatan hukum sebagai langkah supresif pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan bapak Nova Iriansyah.

“Tentu hal ini sangat disayangkan jika potret pemerintahan Aceh harus tercoreng oleh tindakan koruptif dan supresifnya elit pejabat yang ada di lingkaran Gubernur Aceh,” pungkasnya. [Irfan]

Blang Kolak 1 Aceh Tengah Wakili Aceh ke Tingkat Nasional Sebagai Gampong PPID Terbaik 

0
Arman Fauzi, Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA). Foto: Nukilan.id

Nukilan.id – Desa Blang Kolak 1 Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, akan mewakili Provinsi Aceh ke Tingkat nasional sebagai Gampong yang memeiliki keterbukaan informasi yang baik.

Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA), Arman Fauzi ketika dihubungi di Banda Aceh, Rabu (30/6/2021) mengatakan, nama Desa Lang Kolak 1 terpilih mewakili Aceh berdasarkan hasil hasil verifikasi bersama antara Dinas Komunikasi Informatikan dan Persandian (Diskominsa) Aceh, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, dan  Komisi Informasi Aceh (KIA).

“Ini hasil evaluasi bersama,” kata Ketua KIA Arman Fauzi.

Dijelaskan Arman, tim penilai melakukan evaluasi pada dua Gampong yang ada di Aceh, yakni Gampong Meunasah Tuha, Kecamatan Peusangan, Bireuen dan Desa Blang Kolak 1, Kecamatan Bebesen Aceh Tengah.

Penilaian yang dilakukan pada dua hal, yaitu pertama dari sisi komitmen desa tentang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Gampong, dan Kedua dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih.

“Dan kami dan tim menilai Blang Kolak 1 memenuhi syarat untuk menjadi Gampang yang mewakili Aceh untuk tinkgkat national, dan berkas-berkas untuk itu Sudan dikirimkan ke kementerian Desa,” kata Arman.

Arman berharap, keberhasilan Bang Kolak 1 ini kiranya dapat memacu keterbukaan informasi publik di tingkat Gampong lainnya di seluruh Aceh, dan Blanc Kodak 1 menjadi Desa pertama di Aceh dengan Keterbukaan Informasi Publik.

“Kita dorong Blang Kodak 1 dapat meraih sepuluh besar di Tingkat Nasional, mohíno doa dari seluruh rakyat Aceh,” ujar Arman Fauzi.[]        

Walikota Banda Aceh Beri Hadiah Pemenang Lomba Foto Pasar Al-Mahirah

0
(Foto: bandaacehkota.go.id)

Nukilan.id – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman membagikan hadiah bagi para juara Lomba Foto Pasar Al-Mahirah pada ajang pameran foto yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Banda Aceh, Komplek Pasar Aceh, Lantai III, Rabu (30/6/2021).

Di MPP terbesar di Sumatra ini hingga sebulan ke depan, dipajang 20 foto terbaik karya sejumlah fotografer -peserta Lomba Foto Instagram Pasar Al-Mahirah- yang digelar beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu, Wali Kota Aminullah turut memilih tiga foto sebagai pemenang lomba.

Aminullah mengatakan tujuan penyelenggaraan lomba dan pameran foto itu untuk mempromosikan pasar hasil relokasi Pasar Peunayong tersebut.

“Relokasi Pasar Peunayong ke Pasar Al-Mahirah memberi perubahan signifikan terhadap wajah kota. Risikonya juga sebenarnya cukup besar.”

Namun semenjak relokasi tahap kedua pada 24 Mei 2021 lalu, kini pasar Al-Mahirah telah menjadi kebanggaan masyarakat Banda Aceh dan Aceh pada umumnya.

“Ini pasar percontohan dan terpadu yang di dalamnya terdapat segala macam kebutuhan dapur, mulai dari ikan, daging, sayur, hingga rempah-rempah. Sehingga terciptanya efisiensi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada 120 fotografer yang telah mengabadikan momen-momen menarik di pasar yang berdiri di atas lahan seluas dua hektar tersebut.

“Dari 120 foto yang masuk, kita seleksi 20 yang terbaik dari yang terbaik. Fotonya bagus-bagus, dan semuanya bisa menjadi juara. Tapi kita harus memilih tiga foto juara,”

Foto-foto yang disebutnya luar biasa itu, akan menjadi media promosi dan sosialisasi cukup efektif untuk Pasar Al-Mahirah, baik melaui pameran maupun media sosial.

“Harapannya, masyarakat semakin mengenal Pasar Al-Mahirah sehingga semakin ramai yang datang. Pasar ini milik kita dan diproyeksikan menjadi pusat kebangkitan perekonomian Banda Aceh pada masa mendatang,” katanya.

Pada kesempatan itu, Aminullah menyerahkan dana pembinaan plus piagam bagi para juara lomba foto. Juara I diraih oleh Mufni Muhammad yang berhak atas hadiah Rp 2,5 juta, Juara II Iksan Rp 1,5 juta, dan Juara III Yuzar Alsa Rp 1 juta. Sementara bagi finalis lainnya juga mendapatkan hadiah hiburan masing-masing Rp 100 ribu.

“Setelah ini, nanti pada 7 Juli 2021 bertepatan dengan momen empat tahun Pemerintahan Amin-Zainal, kita juga akan menggelar lomba foto dan video dengan tema yang sama, yakni Pasar Al-Mahirah. Total hadiahnya kita tambah lagi menjadi Rp 12 juta rupiah,” ujar Aminullah disambut aplaus antusias hadirin.[]

Kukuhkan APRI Nagan dan Aceh Barat, Ini Pesan Kakanwil Kemenag

0
(Foto: aceh.kemenag.go.id)

Nukilan.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg menyambut baik atas pengukuhan Pengurus Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat masa bakti 2021-2025.

Hal ini disampaikan Kakanwil pada pengukuhan Pengurus APRI kedua kabupaten tersebut, di Aula Kemenag Nagan Raya, Rabu (30/6/2021).

Pengukuhan pengurus APRI ini dilakukan oleh Ketua APRI Provinsi Aceh Drs Erman Jaya MAg.

Iqbal mengapresiasi APRI Provinsi Aceh yang telah mengukuhkan pengurus di beberapa kabupaten/kota paska pengukuhan Maret lalu.

Menurutnya, APRI sebagai organisasi besar dan punya tugas yang berkaitan dengan kepenghuluan serta berhubungan dengan masyarakat harus memiliki semangat dan komitmen dalam memikul tugas yang diemban.

“Dengan kompetensi dan kontribusi yang dimiliki pengurus, maka APRI dapat menjadi organisasi yang bermarwah dan berwibawa,” katanya.

Karena itu, kata Iqbal, sangat besar harapan masyarakat pada pengurus APRI dalam membimbing masyarakat sesuai dengan tupoksi.

Selain itu, ia berpesan APRI harus menjadi wadah untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi penghulu.

“Bangun komunikasi dan koordinasi sehingga apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan penghulu barangkali dengan asosiasi ini semua persoalan, semua kebutuhan dapat disampaikan dan dicari solusinya,” ungkapnya.

Iqbal berharap pengurus APRI juga harus menjadi penyampai pesan-pesan ketentraman dan kesejukan, termasuk tentang moderasi beragama.

“Berilah pemahaman dengan benar termasuk soal moderasi agama bagaimana pola pikir keagamaan secara menyeluruh tidak secara parsial. Ketika dipahami secara parsial akan menjadi persoalan, ketika disampaikan menyeluruh dengan dalil-dalil tidak ada persoalan di masyarakat,” katanya.

Ditambahkannya, kita harus menjadi bagian dari penyelesaian atau memberi solusi dalam menangkal berbagai isu hoaks yang semakin merebak dan meresahkan.

“Tentunya APRI dalam tugasnya yang berhubungan dengan kepentingan umat, maka APRI dituntut harus kreatif merespon persoalan-persoalan dalam masyarakat, serta preventif dan solutif terhadap berbagai masalah yang muncul,” jelasnya.

“Jangan justru kita terjebak dan ikut membagikan informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya,” katanya.

SK pengukuhan dibacakan Sekretaris APRI Wilayah Aceh Mahfuzh SAg. Hadir pada acara akhir bulan Juni ini, antara lain Sekretaris 2 Fadli SAg dan Bendahara Wilayah Jamhur SHI MA.[]

Daftar Tim Lolos Perempat Final Euro2020

0
Opening Ceremony Euro 2020 (c) AP Photo

Nukilan.id – Babak 16 besar Euro 2021 sudah selesai digelar. Ada 8 negara yang memastikan lolos ke babak perempat final Euro 2020. Siapa saja? Berikut jadwal perempat final dan daftar tim yang lolos ke delapan besar Piala Eropa 2021.

Ada beberapa kejutan yang terjadi selama babak 16 besar Euro 2021 sejauh ini. Di hari pertama Denmark menyingkirkan Wales dengan skor telak 4-0 sebelum Italia mengandaskan perlawanan Austria lewat perpanjangan waktu dengan skor 2-1.

Di hari kedua kejutan mulai terjadi. Belanda yang banyak diunggulkan justru pulang lebih awal setelah kalah 0-2 dari Republik Ceko. Begitu juga dengan juara bertahan Euro, Portugal yang disingkirkan Belgia dengan skor 0-1.

Persaingan semakin sengit di hari ketiga babak 16 besar Euro 2021. Dan tentu saja kejutan kembali terjadi. Spanyol mengakhiri perlawanan alot Kroasia dengan skor 5-3 sebelum Swiss menyingkirkan Prancis lewat adu penalti.

Ya, Swiss membuat kejutan besar ketika bertemu Prancis di babak 16 besar Euro 2021. Tak banyak diunggulkan, Swiss justru mengakhiri perjalanan kandidat juara Prancis lewat adu penalti setelah kedua tim bersamain imbang dengan skor 3-3 sampai perpanjangan waktu.

Tak kalah seru adalah persaingan di hari terakhir babak 16 besar Euro 2020. Ada dua duel yang terjadi, Inggris vs Jerman dan Swedia vs Ukraina. Duel Inggris vs Jerman dimenangkan The Three Lions dengan skor 2-0 lewat gol Raheem Sterling dan Harry Kane. Sementara Ukraina mengalahkan Swedia dengan skor 2-1 lewat perpanjangan waktu.

Berikut adalah daftar negara yang lolos perempat final Euro 2021 selengkapnya.

Daftar Negara yang Lolos Perempat Final Euro 2021:

  • Belgia
  • Denmark
  • Italia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Swiss
  • Inggris
  • Ukraina

[bolanet]