Beranda blog Halaman 2110

Gelar Pertemuan, Mawardi dan Illiza Bahas Kesejahteraan Guru 3T di Aceh Besar

0

Nukilan.id – Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali bersama anggota komisi X DPR RI asal Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal melakukan pertemuan dengan para guru 3T Aceh Besar di Aula Dekranasda, Ingin Jaya, Jum’at (2/7/2021).

Pertemuan yang membahas persoalan kesejahteraan guru 3T tersebut diikuti oleh perwakilan guru dan kepala SD, SMP dan SMA berkaitan dengan meningkatnya IDM (Indeks Desa Maju) sehingga tidak ada lagi daerah terisolir.

“Kemajuan Aceh Besar keluar dari daerah terisolir berdampak pada tidak lagi ada tunjangan bagi guru yang sebelumnya bertugas di daerah tersebut,” ujar Mawardi Ali didampingi Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Dr. Silahuddin M.Ag.

Namun katanya, Ia bersama teman-teman di DPR RI termasuk Illiza Sa’aduddin Djamal yang membidangi komisi X akan mencari jalan keluar dan alternatif lain untuk membantu guru-guru tersebut baik di tingkat Provinsi Aceh maupun ke kementerian terkait di Jakarta.

“IDM kita terus meningkat berdasarkan hasil hasil survey BPS,” terangnya.

Sementara Anggota komisi X DPR RI dapil Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan bahwa telah turun ke beberapa daerah termasuk Pulo Aceh, Lamteuba dan Seulimeum untuk menampung aspirasi para guru dan melihat langsung kondisi di lapangan.

“Hari ini kita kembali menampung aspirasi guru 3T, dan bersama Pak Bupati nanti akan kita perjuangkan agar mendapatkan intensif lain,” katanya.

Berdasarkan data BPS tahun 2021, Status IDM Aceh Besar telah menunjukkan 3 desa mandiri, 64 desa Maju, 480 desa derkembang, 57 desa tertinggal dan tidak ada lagi desa sangat tertinggal.

Para guru yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain perwakilan guru SD, SMP dan SMA dari Pulo Aceh, Lamteuba dan Seulimeum.[]

Realisasi APBA Lemah, Pemerintah Aceh Abai Perintah Jokowi

0

Nukilan.id – Lemahnya realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun anggaran 2021 menandakan bahwa Pemerintah Aceh tidak bekerja dalam penanganan Pandemi Covid 19 seperti yang diintruksikan Presiden Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Pospera Asyraf Fuadi dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Sabtu (3/7/2021).

Sebelumnya, kata dia, Presiden Jokowi pada pada tanggal 30 mei 2021 melalui Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI telah mengintruksikan agar realisasi APBD di setiap daerah harus ditingkat.

Peningkatan realisasi APBD tersebut, lanjut Asyraf, harus berfokus dalam penanganan pandemi, khususnya pemulihan ekonomi dan peningkatan pelayanan publik.

“Sampai hari ini tertanggal 1 juli 2021 realisasi APBA secara keuangan 24,5% dan fisik 30%. Lemahnya serapan anggaran tersebut berdampak secara langsung pada ekonomi rakyat Aceh di tambah lagi saat-saat genting seperti ini,” ujarnya.

Hal ini semakin membuat publik yakin bahwa Pemerintah Aceh saat ini tidak peka terhadap apa yang dialami rakyatnya. Ditambah lagi sikap parlente pemimpin Aceh yang tujukan dengan memperkaya diri di atas penderitaan orang lain, tutup Asyraf. []

DKP Aceh Buka Diplomasi untuk Pulangkan 32 Nelayan Aceh dari Thailand

0
(Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman, S.Pi, M.Si mengatakan bahwa, pihak saat ini terus melakukan upaya untuk membuka hubungan diplomasi, agar 32 nelayan yang ditangkap otoritas Thailand segera dipulangkan ke Aceh.

Hal itu disampaikan Kepala DKP Aceh, Aliman, S.Pi, M.Si saat diwawancarai Nukilan.id usai acara diskusi publik Ikamapa di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Jum’at (2/7/2021).

“Upaya yang kita, hanya bisa melakukan komunikasi dengan pihak Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) untuk meminta para awak nelayan segera pulang ke Aceh. Karena, kita tidak bisa langsung kepada pihak otoritas Thailand, harus melalui Kemenlu,” kata Aliman.

Aliman menambahkan, disaat acara sosialisasi tentang tapal batas wilayah di Kabupaten Aceh Timur, pihaknya juga mengundang dari Kemenlu, dan Direktur Bantuan Hukum Masyarakat Kemenlu langsung hadir di acara tersebut.

“Alhamdulilah kondisi kesehatan awak nelayan baik-baik saja. Untuk sekarang, para 32 nelayan yang ditangkap otoritas thailand sudah bisa berkomunikasi langsung melalui via telpon dengan keluarganya masing-masing di Aceh,” ujarnya.

Namun, kata Aliman, sampai saat ini, 32 nelayan asal Aceh tersebut masih ditahan di Phuket Thailand. Tapi belum diketahui kapan 32 nelayan asal Aceh bisa dipulangkan. Karena, masih Ada proses penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas Thailand.

“Sampai saat ini 32 nelayan masih ditahan, di Phuket Thailand dan belum bisa dilepaskan.
Sangat tidak mudah untuk memulangkan para nelayan yang melewati batas wilayah perairan antar Negara, sama seperti Negara lain masuk ke wilayah perairan indoneisa,” ungkapnya.

Sementara itu, Aliman mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi terhadap para nelayan yang ada di Aceh, untuk mematuhi batas batas wilayah perairan, agar semua para nelayan tidak tertangkap oleh pihak negara lain.

“Karena, kalau sudah tertangkap, proses pemulangan ke Negara Indonesia kusunya untuk masyarakat aceh agak berat, karna komunikasi yang dilakuakan, harus melalui Kementrian Luar Negeri tidak bisa langsung dengan pihak Negara yang bersangkutan,” terangnya.

Selain itu, Aliman menyebutkan, negara yang sering dilewati oleh para nelayan Aceh yaitu, Thailand, Malaysia, Myanmar dan India, 4 negara tersebut sering sekali dilewati oleh awak nelayan Aceh di perairan laut lepas.

“Saat ditanyai ke para awak nelayan, alasannya ada yang mengatakan terdampar, tidak tau batas wilayah, rusak mesin dan lain sebagainya,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Aliman, bulan lalu kita telah melakukan sosialisasi tentang perlunya pemahaman mengetahui tapal batas wilayah perairan, bagaimana menggunakan GPS, dan melihat peta batas laut antar negara.

“Sosialisasi itu kita berikan kepada para nelayan, toke bangku, dan kepada para keluarga nelayan, agar bisa mengingatkan dan tidak melewati batas wilyah perairan. Karena, pada saat para nelayan ingin berlayar di perairan lepas, harus membuat surat perjalanan, dan disaat itu kita juga selalu sampaikan tentang batas batas negara kita, jangan sampai melewatinya,” pungkasnya lagi.

Reporter: Irfan

Kakanwil Kemenkumham Aceh: 29 Organisasi Bantuan Hukum di Aceh Sudah Terverifikasi

0

Nukilan.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Aceh Drs. Meurah Budiman, SH., MH mengatakan sudah 29 Organisasi Bantuan Hukum (OBH) di Aceh yang sudah terverifikasi sejak tahun 2020 hingga tahun 2021 di kemenkumham Aceh.

Kakanwil menyebutkan, pada tahun 2020 bantuan yang diberikan kepada OBH sebanyak Rp 5.000.000 per kasus. Sedangkan pada tahun 2021 kemenkumham memberikan bantuan sebanyak Rp 8.000.000 per kasus.

“Yang dibantu sebanyak lima juta rupiah per kasus pada tahun 2020. sedangkan di tahun 2021 delapan juta rupiah. Bantuan itu untuk membantu operasional OBH,” sebutnya.

Oleh karena itu, kata Kakanwil, Kemenkumham membuka kesempatan kepada OBH di seluruh Indonesia untuk mendaftar sebagai pemberi bantuan hukum seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum.

Selain itu, Meurah menegaskan bahwa, bagi setiap OBH yang telah menjalankan fungsinya dengan baik, pihaknya akan memberikan laporan kepada Kemenkumham pusat.

“Walaupun begitu kita tetap melakukan monitoring terhadap OBH tersebut,” tegasnya.[Iwan]

Prediksi Euro: Swiss vs Spanyol 2 Juli 2021

0
Perempat final Euro 2020, Swiss vs Spanyol (c) Bola.net

Nukilan.id – Timnas Swiss akan berhadapan dengan Timnas Spanyol di babak perempat final Euro 2020, Jumat (2/7/2021). Pertandingan ini akan doigelar di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg. Pemenangnya akan menghadapi Belgia atau Italia di semifinal.

Banyak kejutan yang sudah tersaji di turnamen ini. Salah satunya adalah kekalahan sang juara dunia Prancis dari Swiss di babak 16 besar lewat adu penalti.

Dalam laga itu, Swiss unggul lewat gol Haris Seferovic menit 15. Prancis berbalik memimpin 3-1 hingga menit 75, dan Swiss mencetak dua gol balasan melalui Seferovic menit 81 serta Mario Gavranovic menit 90. Swiss kemudian menang adu penalti 5-4 dan lolos ke perempat final Euro untuk pertama kalinya.

Sementara itu, Spanyol sudah mulai kembali menunjukkan taringnya. Hanya bisa imbang dan mencetak satu gol dalam dua laga pertamanya di fase grup, Spanyol kemudian mencetak 10 gol ke gawang Slovakia dan Kroasia dalam dua laga berikutnya.

Kemenangan 5-0 atas Slovakia memastikan Spanyol ke babak 16 besar. Di babak itu, Spanyol menumbangkan Kroasia lewat extra time dengan skor 5-3. Spanyol mengalahkan runner-up Piala Dunia itu melalui gol-gol Pablo Sarabia, Cesar Azpilicueta. Ferran Torres, Alvaro Morata, dan Mikel Oyarzabal.

Di laga kontra Kroasia, kiper Unai Simon melakukan sebuah blunder fatal yang membuat timnya tertinggal. Namun, dia bangkit dan melakukan sejumlah penyelamatan krusia untuk membantu La Furia Roja lolos ke perempat final.

Pertemuan terakhir Swiss dan Spanyol di major tournament adalah di penyisihan grup Piala Dunia 2010. Waktu itu, Swiss menaklukkan Spanyol 1-0 lewat gol tunggal Gelson Fernandes. Itu adalah satu-satunya kemenangan Swiss dalam 22 pertemuan dengan Spanyol sejauh ini.

Dua pertemuan terakhir Swiss dan Spanyol tersaji di ajang UEFA Nations League pada tahun 2020. Bulan Oktober, Spanyol mengalahkan Swiss 1-0 di kota Madrid lewat gol tunggal Mikel Oyarzabal. Bulan November, mereka bermain imbang 1-1 di Basel, di mana gol pembuka Remu Freluer untuk Swiss menit 26 dibalas oleh Gerard Moreno menit 89.

Kali ini, Swiss dan Spanyol bertemu di perempat final Euro 2020. Mereka adalah tim tim yang sudah menyingkirkan dua finalis Piala Dunia 2018. Siapakah yang akan melenggang ke semifinal?

Perkiraan Susunan Pemain

Swiss (3-4-1-2): Sommer; Rodriguez, Akanji, Elvedi; Zuber, Freuler, Zakaria, Widmer; Shaqiri; Embolo, Seferovic.

Pelatih: Vladimir Petkovic.

Spanyol (4-3-3): Simon; Alna, Laporte, Garcia, Azpilicueta; Pedri, Busquets, Koke; Sarabia, Morata, Torres.

Pelatih: Luis Enrique.

Head-to-Head dan Performa

Head-to-Head

  • Pertemuan: 22
  • Swiss menang: 1
  • Gol Swiss: 18
  • Imbang: 5
  • Spanyol menang: 16
  • Gol Spanyol: 48.

5 Pertemuan Terakhir

  • 15-11-2020 Swiss 1-1 Spanyol (UNL)
  • 11-10-2020 Spanyol 1-0 Swiss (UNL)
  • 04-06-2018 Spanyol 1-1 Swiss (Friendly)
  • 16-06-2010 Spanyol 0-1 Swiss (Piala Dunia)
  • 03-07-1994 Spanyol 3-0 Swiss (Piala Dunia).

5 Pertandingan Terakhir Swiss (M-S-K-M-S)

  • 03-06-21 Swiss 7-0 Licenhtenstein (Friendly)
  • 12-06-21 Wales 1-1 Swiss (Euro)
  • 17-06-21 Italia 3-0 Swiss (Euro)
  • 20-06-21 Swiss 3-1 Turki (Euro)
  • 29-06-21 Prancis 3-3 Swiss (Euro).

5 Pertandingan Terakhir Spanyol (S-S-S-M-M)

  • 05-06-21 Spanyol 0-0 Portugal (Friendly)
  • 15-06-21 Spanyol 0-0 Swedia (Euro)
  • 20-06-21 Spanyol 1-1 Polandia (Euro)
  • 23-06-21 Slovakia 0-5 Spanyol (Euro)
  • 28-06-21 Kroasia 3-5 Spanyol (Euro).

Statistik dan Prediksi Skor

Swiss cuma kalah 2 kali dalam 18 laga terakhirnya di Euro, termasuk kualifikasi (M9 S7 K2).

Rekor Swiss di putaran final Euro sekarang adalah M3 S7 K7.

Swiss menang 7 kali dan cuma kalah 1 kali dalam 10 laga terakhirnya (M6 S2 K1).

Spanyol tak terkalahkan dalam 11 laga terakhirnya, menang 5 kali (M5 S6 K0).

Spanyol cuma mencatatkan 4 clean sheet dalam 12 laga terakhirnya.

Spanyol menang 16 kali dan cuma kalah 1 kali dalam 27 laga terakhirnya (M16 S10 K1).

Prediksi skor akhir: Swiss 1-2 Spanyol.

[bola.net]

DR Nasrul Zaman Ajak Masyarakat Aceh Perkuat Qanun LKS

0
Dr. Nasrul Zaman. (Foto:ji/nukilan.id)

Nukilan.id – Pengamat Kebijakan Punlik Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes. mengingatkan, semangat Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) adalah semangat mendukung penerapan syariat yang kaffah, karena itu usaha revisi LKS harus ditahan.

“Saya sangat mendukung keberadaan dan implementasi qanun LKS di Aceh yang baru seumur jagung. Jadi kalaupun hendak direvisi kita harus menunggu dulu sampai 3-5 tahun ketika qanun ini benar-benar telah berjalan,” Kata Nasrul Zaman, Jum’at (2/7/2021).

Selain itu. kata Nasrul Zaman, saat ini masyarakat Aceh juga sedang menunggu respon dan kesiapan pemerintah Aceh untuk membantu membantu kesiapan semua Bank Syariah dalam memberikan layanan kepada masyarakat Aceh.

“Yang harus kita lakukan bersama adalah mendorong pihak pemerintah pusat untuk segera memberlakukan transaksi syariah jika berkaitan dengan Aceh,” ujarnya.

Menurut Nasrul Zaman, masalah yang lebih besar sebenarnya adalah dukungan dari pemerintah pusat yang masih lemah pada Qanun LKS ini karena nomor rekening proyek DAK pusat masih menggunakan akun bank conventional, meski proyeknya di Aceh.

Untuk itu, lanjutnya, DPRA dan pemerintah Aceh harus perkuat implementasi Qanun LKS ini, jika kemudian dibutuhkan revisi maka lakukanlah, karena itu sudah punya empiris dan argumentasi yang kuat.

“Kalau hanya soal layanan BRIlink yang tak bisa dilakukan lagi di Aceh, itu hanyalah soal kecil yang dapat diatasi dengan meminta Bank Syariah yang ada di Aceh untuk bisa melakukannya dengan konsep syariah,” demikian Nasrul Zaman.[]

Besok, Pelantikan dan Rakerda AMPI akan Digelar di Bireuen

0

Nukilan.id – Pelantikan dan Rencana Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2021 Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Bireuen akan dilaksanakan besok, Sabtu (3/6/2021), di Aula Sekretariat Daerah Bireuen.

Hal itu disampaikan Sekertaris AMPI Bireuen, Muhammad Hadiansyah S.IP saat dikonfirmasi Nukilan.id, Jum’at (2/6/2021).

“Iya, pelantikan dan rakerda AMPI akan diLaksanakan besok di Bireuen,” kata Hardiansyah.

Hardiansyah juga menyebutkan bahwa, kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Bupati Bireuen, Dr Muzakkar Agani, S.H., M.Si dan Muspida plus. Dan sekaligus melantik Ketua DPD AMPI Provinsi Aceh, Khalid S.Pd.I beserta penggurus masa bakti 2021-2026.

“Kita juga mengundang unsur dewan penasehat dan unsur muspida,” sebutnya.

Selain itu, Hardiansyah menegaskan bahwa, acara tersebut akan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat, guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Semoga dengan adanya pelantikan dan rakerda AMPI ini, dapat memperbaharui pemuda ke arah yang lebih baik untuk Bireuen dan Aceh pada Umumnya,” harapnya.[Iwan]

Ikamapa Gelar Diskusi Publik Soal Pertanian Aceh di Tengah Pandemi Covid

0
(Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Ikatan Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Aceh (Ikamapa) menggelar acara diskusi publik dengan tema “Bagaimana Pertanian Aceh Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19” di Aula Gedung Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Jum’at (2/7/2021).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Aceh, Nova iriansyah melalui aplikasi zoom. Dan dihadiri 30 orang perserta dan 180 peserta lainnya mengikuti secara virtual zoom.

“Acara ini diadakan atas dasar diskusi dengan kawan-kawan terkait kondisi Indonesia, khususnya Aceh yang masih dilanda pandemi Covid 19,” kata Ketua Ikamapa Bogor, Muhammad Nizam Auza, S.P.

Nizam juga mengatakan, berdasarkan hasil dari Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) mulai dari triwulan 1, 2 dan 3 tahun 2020 sektor pertanian tumbuh positif di masa pandemi Covid-19. Namun, saat ini ada beberapa sektor pertanian tumbuh negatif.

“Dari hasil inilah, kita timbul ide untuk mengadakan diskusi publik. Jadi, dengan diadakanya diskusi ini, kita selaku mahasiswa pertanian bisa mengetahui langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Nizam, dengan adanya diskusi ini, sehingga dapat melahirkan ide atau gagasan yang bisa diambil oleh pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan khususnya pemerintah Aceh.

Dalam acara tersebut, yang menjadi pemateri yaitu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aliman, S. Pi, M. Si., Ketua ikamapa Bogor 2021, Prof Dr. Ir Abubakar, M.S USK, ia juga sebagai ketua Ikamapa Bogor di tahun 1992, Wakil Ketua Ikamapa, Agam Riski, S. Pt menjadi moderator.

Acara tersebut turut hadir, Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), Kepala Kadistanbun Aceh, DKP Aceh, DLHK Aceh, Disnak Aceh, Dinas Pengairan Aceh, Dinas Pangan Aceh, BPSDM Aceh. Selain juga hadir Ketua PISPI Aceh, Sekretaris PISPI Aceh, Ketua IKATETA, Kepala UPTD BPSBTPHP Aceh, Ketua Alumni IPB Wil Aceh, dan unsur profesi dan akademisi serta beberapa perwakilan mahasiswa.[Irfan]

Ria Cantika, Dara Cantik Asal Gayo Lues yang Memilih Mandiri

0
Menawariati atau Ria Cantika. (foto: Ist.)

Nukilan.id – Walau masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Umum (SMU), Menawariati atau biasa disapa Ria Cantika, ingin menimba pengalaman sebanyak mungkin. Cantik dan ramah, begitulah Ria Cantika yang di musim pandemi mengisi waktu dengan menimba pengalaman, salah satunya memilih bekerja sebagai waiters di Rooftops Coffe, Jambo Tape Banda Aceh.

Tentu, dara asal Gayo Lues ini punya alasan kenapa memilih bekerja, selain untuk menumpuk pengalaman, perempuan sekarang untuk bertahan harus dibekali keahlian.

“Sudah saatnya perempuan harus bekerja untuk menentukan pilihan hidupnya kedepan,” katanya ketika disamperin Nukilan.id, Rabu (30/6/2021) lalu.

Saat ini, Cantika yang baru berusia 18 tahun telah terbiasa mengatur waktu, belajar dan bekerja sebagai waiters.

“Selagi muda tidak perlu malu bekerja, kita jalani saja pekerjaan apapun, sejauh tidak melanggar hukum dan di jalan yang benar,” ujar Dara ini.

Ditanya mengapa memilih Coffee untuk berkerja, Cantika mengatakan memilih Coffee sebagai tempatnya bekerja memang keinginannya sendiri. katanya untuk menimba pengalaman sekaligus mencari rejeki.

“Daripada menghabiskan waktu untuk bermain dan nongkrong,” katanya lagi.

Cantika sudah 6 tahun tinggal di Banda Aceh bersama sang Ibu. Di Banda Aceh sejak bangku SMP dan berlanjut ke SMU Negeri 15 Adhi Darma, Banda Aceh. Sebelumnya dia tinggal di Gayo Lues, dan menamatkan Sekolah Dasar di daerah Seribu Bukit itu.

Kepada Nukilan.id dia titip pesan untuk perempuan Aceh agar tidak manja dan mandiri sejak dini. Jangan mensia-siakan waktu luang, sebab bila dapat dilakukan sekarang kenapa harus menunggu nanti.

“Tidak perlu malu untuk bekerja,” ucapnya tanpa malu-malu. [Iwan]

Baitul Mal Bantu Korban Musibah Abrasi Sungai di Aceh Selatan

0
Foto: baitulmal.acehprov.go.id

Nukilan.id – Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan bantuan masa panik kepada 12 Kepala Keluarga (KK) korban musibah abrasi sungai Kluet Utara, Aceh Selatan, Kamis (1/6/2021).

Bantuan tersebut diantar langsung oleh amil BMA yang sedang melaksanakan tugas di Kabupaten Aceh Selatan.

Ketua Badan BMA, Prof Nazaruddin A Wahid mengatakan bahwa, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian BMA terhadap masyarakat yang terkena musibah.

Meskipun tidak banyak, setidaknya dapat meringankan beban mereka untuk kebutuhan mendesak pascamusibah.

“Bantuan yang kita berikan dalam bentuk uang tunai masing-masing Rp3 juta per KK untuk 12 KK dengan total bantuan sebesar Rp36 juta,” sebut Prof Nazaruddin.

Selain amil Baitul Mal Aceh, pada penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri kabag keistimewaan dan kesejahteraan rakyat selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, perwakilan camat Kluet Utara, kepala sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, dan keuchik Kedai Padang.

Selama ini Baitul Mal Aceh turut berpartisipasi setiap terjadi musibah bencana alam seperti banjir, kebakaran, longsor, dan musibah-musibah yang tidak terduga lainnya. Baitul Mal Aceh melalui program insidentil ini rutin setiap tahun menganggarkan bantuan tersebut dari senif gharimin.

“Kita ucapkan terima kasih kepada muzaki Baitul Mal Aceh yang telah menitipkan zakatnya melalui kami sehingga dapat kita bantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa kemalangan.” tutup Prof Nazar.[]