Beranda blog Halaman 21

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

0
Ilustrasi Bank Syariah Indonesia (Foto: Dok. BSI)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menunjukkan kinerja solid pada awal 2026. Langkah Perseroan mengakselerasi digital, memperluas layanan bisnis emas, memperkuat segmen konsumer serta fokus pada dukungan terhadap program Pemerintah pada sektor produktif dan UMKM terbukti efektif dalam menjaga tren pertumbuhan kinerja Perseroan yang positif dan berkelanjutan.

BSI terus memperkuat komitmen dukungan terhadap program Astacita Pemerintah terutama penyaluran pembiayaan segmen ritel untuk mengakserasi pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui dukungan pembiayaan ekosistem MBG melalui penyediaan SPPG, penyaluran pembiayaan mikro, SME maupun KUR Syariah. Langkah ini terbukti efektif, tercermin dari rasio keuangan BSI solid serta fungsi intermediasi yang baik antara dana pihak ketiga dan pembiayaan.

Secara umum, kinerja BSI (unaudited) per Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang solid di berbagai indikator utama. Pembiayaan tumbuh 14,32% menjadi Rp323 triliun secara YoY, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas. Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kontribusi pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun naik 6,10% (YoY). Perseroan berkomitmen kuat mendukung UMKM naik kelas mulai dari pendampingan, pelatihan, pembiayaan, business matching hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center.

Pertumbuhan pembiayaan juga ditopang dari strategi Perseroan dalam memperkuat diferensiasi melalui bisnis bulion bank yang menjadi salah satu keunggulan BSI. Sejak memperoleh izin bulion bank, bisnis emas BSI menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja Perseroan. Kinerja ini turut diperkuat oleh peningkatan kelolaan emas yang telah mencapai sekitar 22,5 ton serta basis nasabah yang terus berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.

Dari sisi profitabilitas, BSI juga mencatat laba sebesar Rp1,36 triliun, tumbuh sekitar 17% (YoY), melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi (fee based income) meningkat menjadi Rp1,47 triliun, atau tumbuh 30% (YoY). Kontributor utama pertumbuhan FBI berasal dari layanan bank emas yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 136,55% menjadi Rp463 miliar. Selain itu, kinerja FBI juga didukung oleh bisnis treasury dan layanan e-channel, mencerminkan efektivitas strategi digitalisasi dan diversifikasi layanan BSI. Hingga Februari 2026, jumlah pengguna superapps BYOND by BSI mencapai 6,3 juta dengan jumlah transaksi mencapai 125,4 juta transaksi.

Dari sisi intermediasi, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76% (YoY) menjadi Rp366 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06% (YoY) menjadi Rp154 triliun, yang mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.

Likuiditas Perseroan tetap terjaga dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) di level 88,20%. Sementara itu, kontribusi fee based income terhadap total pendapatan juga semakin meningkat, tercermin dari kenaikan fee based ratio menjadi 24,59% secara tahunan.

Kinerja ini menegaskan keberhasilan strategi BSI dalam memperkuat struktur pendapatan yang lebih seimbang antara margin dan fee based, sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri keuangan. Sejalan dengan itu, Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026, didukung oleh penguatan ekosistem syariah, transformasi digital, serta pengembangan bisnis emas sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan.

BSI Dukung Program Astacita Pemerintah

Selain bullion bank dan penempatan dana SAL, BSI juga berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1520 virtual account Mitra BGN dan pembiayaan pembangunan Dapur SPPG MBG mencapai Rp194,50 Miliar untuk 145 dapur. BSI juga turut mendukung aspirasi pemerintah mewujudkan sekitar 80.000 koperasi KDMP. Selain itu YtD Februari 2026, BSI telah melakukan penyaluran pembiayaan KUR sebesar Rp1,65 Triliun. BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah FLPP (rumah subsidi) secara YtD Februari 2026 sebesar Rp94,82 Miliar dengan jumlah 582 unit rumah dan penyaluran KPP secara YtD Februari 2026 sebesar Rp259 Miliar.

Kasad Minta Prajurit TNI AD Jadi Pelopor Efisiensi Energi

0
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan TNI AD harus menjadi pelopor dalam penerapan efisiensi energi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal bersama warga Mabesad pada hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026).

Kasad menyebut, langkah efisiensi energi sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pengelolaan energi secara efektif.

Menurutnya, efisiensi energi menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan energi nasional serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Ia pun meminta seluruh prajurit dan ASN TNI AD tidak hanya memahami kebijakan tersebut, tetapi juga mampu memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di luar kedinasan.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif dalam penggunaan energi secara bijak serta mendukung program pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya nasional.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Prabowo Sebut Kunjungan Luar Negeri Dilakukan Demi Jaga Lapangan Kerja

0
Presiden Prabowo (Foto: setneg.go.id)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kunjungan kerja ke luar negeri yang kerap dilakukannya bertujuan untuk menjaga kepentingan rakyat Indonesia, khususnya dalam mempertahankan dan membuka lapangan kerja.

Menurutnya, meskipun para menteri telah menjalankan tugasnya masing-masing, terdapat sejumlah urusan strategis yang tetap memerlukan kehadiran langsung kepala negara, terutama dalam proses lobi dan pengambilan keputusan penting dengan mitra internasional.

“Saya jalan-jalan [kunjungan kerja luar negeri] untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga lapangan kerja. Saya kalau enggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja, namun di ujungnya saya harus datang,” kata Prabowo sebagaimana diunggah akun Instagram Kementerian Sekretariat Negara (@kemensetneg.ri), Kamis (26/3/2026).

Prabowo juga menekankan pentingnya posisi tawar Indonesia dalam hubungan antarnegara. Ia menyebut, kekuatan posisi tersebut menjadi kunci dalam melindungi kepentingan nasional di tengah dinamika global.

“Ada hal-hal yang penting harus deal langsung. Dalam setiap hubungan memang harus ada posisi tawar, harus dari posisi kuat. Nah, itu yang sedang kita kerjakan sekarang.”

Ia menilai, kehadiran langsung presiden dalam forum atau pertemuan internasional dapat mempercepat tercapainya kesepakatan strategis yang berdampak pada ekonomi nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Kodam Iskandar Muda Genjot Pembangunan Jembatan Armco di Sejumlah Wilayah Aceh

0
Kodam Iskandar Muda Genjot Pembangunan Jembatan Armco di Sejumlah Wilayah Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui jajaran Kodam Iskandar Muda terus melanjutkan pembangunan jembatan Armco di berbagai wilayah Provinsi Aceh sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas daerah.

Dilansir Nukilan.id, program ini juga diarahkan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus membuka akses antarwilayah yang sebelumnya terbatas.

Hingga saat ini, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dari total 105 titik yang direncanakan, sebanyak 40 titik telah menyelesaikan tahap Detail Perencanaan Teknis (DPT), satu titik masih dalam proses, sementara tiga titik telah rampung pada tahap pemasangan konstruksi. Selain itu, 38 titik masih dalam tahap mobilisasi material dan 23 titik lainnya masih dalam rencana komando atas.

Pembangunan jembatan Armco dilakukan secara bertahap dan tersebar di sejumlah wilayah strategis, seperti Kabupaten Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Bireuen, hingga Aceh Utara.

Pada Tahap I, sejumlah desa di Aceh Timur, seperti Alue Gadeng Dua, Alue Sentang I dan II, serta Buket Kuta, telah menuntaskan DPT hingga 100 persen. Jembatan ini berfungsi sebagai penghubung antar desa sekaligus akses menuju jalan lintas nasional Medan–Banda Aceh.

Kemajuan serupa juga terlihat di Kabupaten Bener Meriah, dengan sejumlah desa seperti Weh Pase, Burni Pase, Pasar Buntul, dan Bahgie Bertona yang telah menyelesaikan perencanaan teknis. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, pembangunan di Desa Terban, Blangkandis, dan Suka Mulia juga telah menyelesaikan tahap DPT, dengan fungsi sebagai penghubung antar dusun dan akses menuju jalur utama provinsi.

Memasuki Tahap II, cakupan pembangunan semakin luas, meliputi wilayah Aceh Timur, Bireuen, dan Aceh Utara. Secara umum, seluruh titik pada tahap ini telah merampungkan DPT dan siap memasuki tahap konstruksi fisik.

Di Kabupaten Bireuen, pembangunan tersebar di sejumlah desa seperti Batee Raya, Juli Tambo Tanjong, hingga kawasan Salah Sirong Jaya, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses antar desa.

Adapun di Aceh Utara, pembangunan difokuskan pada wilayah penghubung strategis, seperti Desa Alue Capli, Buket Linteueng, dan Mesjid Meuraksa.

Pada Tahap III, beberapa titik telah memasuki proses pemasangan konstruksi, di antaranya di Desa Cot Girek dan Blang Aman, Aceh Utara, dengan progres masing-masing mencapai 80 persen dan 40 persen. Sementara itu, di Desa Simpur II, Kabupaten Bener Meriah, progres DPT telah mencapai 45 persen.

Sebagian besar lokasi pembangunan merupakan wilayah terdampak bencana, sehingga keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat banjir, longsor, maupun kerusakan infrastruktur.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Kodam Iskandar Muda menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak serta mengoptimalkan sumber daya agar seluruh target pembangunan dapat tercapai tepat waktu dan sesuai standar kualitas.

Dengan progres yang terus meningkat, diharapkan seluruh pembangunan jembatan Armco dapat segera rampung dan dimanfaatkan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan wilayah serta memperkuat ketahanan daerah di Aceh. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemkab Aceh Barat Siapkan Intervensi Pasar Tekan Inflasi 6,83 Persen di Meulaboh

0
Bupati Aceh Barat, Tarmizi. (Foto: Pemkab Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana melakukan intervensi pasar guna menekan angka inflasi di Meulaboh yang mencapai 6,83 persen secara tahunan (year on year).

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengatakan salah satu penyumbang utama inflasi di daerah tersebut adalah kenaikan harga beras.

“Salah satu faktor inflasi tertinggi di Meulaboh (ibu kota Kabupaten Aceh Barat) disumbang dari tingginya harga beras,” kata Tarmizi belum lama ini di Meulaboh.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Barat pada Februari 2026 mencatat inflasi year on year sebesar 6,83 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 114,70.

Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh naiknya harga di sejumlah kelompok pengeluaran, di antaranya makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,38 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 3,14 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang melonjak hingga 19,03 persen.

Selain itu, kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 3,06 persen, pendidikan 3,45 persen, restoran 5,62 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 19,80 persen. Sementara itu, beberapa kelompok mengalami penurunan harga seperti perlengkapan rumah tangga, transportasi, serta rekreasi, olahraga, dan budaya.

BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,48 persen dan inflasi tahun berjalan (year to date) sebesar 0,03 persen.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menemukan adanya kenaikan harga sejumlah bahan pokok saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Bina Usaha Meulaboh.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya cabai merah dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, beras premium naik sekitar Rp900 per kilogram menjadi Rp16.300, serta ayam potong dari Rp30.000 menjadi Rp32.500 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada telur dari Rp30.000 menjadi Rp32.500 per kilogram, gula pasir dari Rp15.700 menjadi Rp18.500 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Menurut Tarmizi, kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang tradisi meugang dan Hari Raya Idul Fitri.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan kenaikan harga masih dalam batas wajar dan belum melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Mendagri Desak Pemda Percepat Pendataan Korban Banjir Sumatera

0
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera untuk segera mempercepat pendataan rumah rusak berat.

Langkah ini dinilai penting agar para korban tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara (huntara) dan dapat segera menempati hunian tetap (huntap).

“Rakyat menunggu, mereka jangan terlalu lama juga tinggal di huntara. Mereka mengharapkan hunian tetap, maka kunci utama hunian tetap itu adalah data,” ujar Tito dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ia juga meminta para kepala daerah segera membentuk tim khusus atau satuan tugas untuk mempercepat pendataan di lapangan.

“Saya mohon dengan segala hormat rekan-rekan bupati, wali kota, tolonglah bantu gubernur atau wakil gubernur, buatlah tim satgas, kecil saja atau apapun namanya untuk mendata yang rumahnya rusak berat dan hilang,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 37.000 unit hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Dalam skema yang disiapkan, masyarakat diberikan pilihan untuk membangun rumah secara mandiri di lokasi asal, selama wilayah tersebut dinilai aman dari risiko bencana.

Jika memilih pembangunan mandiri, pemerintah pusat akan memberikan bantuan dana sebesar Rp60 juta per rumah, yang disalurkan dalam dua tahap masing-masing Rp30 juta.

“Anda mau di tanah sendiri dengan Rp 60 juta, mau bangun sendiri boleh. Sehingga, dia sesuai seleranya, mau dia per desa, dengan anggaran sendiri tambahan dari keluarga monggo juga, atau dari pemerintah daerah yang mau bantu tambahan silakan juga sehingga lebih layak,” kata Tito.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan opsi pembangunan hunian tetap oleh negara melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan batas anggaran maksimal Rp60 juta per unit.

Alternatif lain yang disiapkan adalah relokasi ke kawasan permukiman baru berbasis komunitas. Untuk itu, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan lahan, termasuk memanfaatkan aset milik negara maupun BUMN.

“Pak, kami mau tinggal di kompleks Pak, kami ada 100 orang, 75 orang kami maunya di kompleks saja. Pemda, segera siapkan tanahnya di mana dan perintah Presiden jelas, semua tanah milik negara termasuk juga yang punya BUMN itu bisa dipakai untuk prioritas bagi penyintas bencana,” ujar Tito.

Pembangunan kawasan permukiman tersebut nantinya akan didukung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Namun demikian, Tito mengakui bahwa proses pembangunan hunian tetap saat ini masih terkendala oleh lambatnya pengumpulan data dari pemerintah daerah.

“Yang mau membangunkan siap, tapi yang minta dibangunkan lambat-lambat. Nah, ini jadi sekali lagi kesempatan ini bagi saya sangat baik,” tuturnya.

Pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan rencana induk pembangunan untuk tiga provinsi terdampak dalam jangka waktu tiga tahun dengan estimasi anggaran mencapai Rp130 triliun. Angka tersebut masih bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Nah, saya belum bisa menentukan berapa angka untuk huntap ini, karena saya lagi ngejar-ngejarin kepala daerah untuk menyerahkan data,” imbuh Tito.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Balap Robin Meriahkan Lebaran di Subulussalam, Jadi Simbol Kebangkitan Pasca Banjir

0
Balap Robin atau Robin Cross. (Foto: Badan Komunikasi Pemerintah RI)

NUKILAN.ID | SUBULUSSALAM – Masyarakat di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, mulai bangkit dari dampak banjir yang melanda pada akhir November 2025. Salah satu wujud kebangkitan itu terlihat dari penyelenggaraan Balap Robin yang digelar untuk memeriahkan momen Lebaran.

Balap Robin atau Robin Cross merupakan lomba perahu tradisional bermesin robin milik nelayan. Kegiatan ini menjadi hiburan rakyat yang dinantikan, terutama saat perayaan Idulfitri atau menyambut 1 Syawal.

Perlombaan berlangsung di Sungai Lae Soraya yang membentang di wilayah Kecamatan Rundeng. Ratusan warga tampak memadati bantaran sungai untuk menyaksikan adu cepat perahu kayu dengan suara khas mesin robin yang menggema di sepanjang lintasan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, baik dari peserta maupun penonton. Kegiatan ini juga menjadi tanda bahwa kondisi sosial masyarakat mulai pulih setelah terdampak bencana banjir beberapa bulan lalu.

Salah seorang warga, Tengku Fikri Wirlandi Kombi, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kegiatan ini sangat positif karena menjunjung tinggi silaturahmi antara masyarakat. Dan kami harap kepada pemerintah agar selalu men-support event-event tahunan ini,” kata Fikri, dikutip Rabu (25/3).

Ketua Panitia Balap Robin, Muhammad Ikhwan Sambo, mengatakan kegiatan ini mendapat dukungan dari jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Rundeng.

Meski berlangsung meriah, perlombaan sempat diwarnai insiden ketika salah satu perahu peserta karam akibat derasnya arus sungai. Namun, panitia sigap memberikan pertolongan sehingga tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

“Masyarakat yang mengikuti perlombaan ini dari kalangan masyarakat seluruh Kecamatan Rundeng. Kami berencana mengajukan ke pemerintah kota untuk dilangsungkan perlombaan tingkat kota,” kata Ikhwan.

Panitia berharap Balap Robin dapat terus digelar setiap tahun, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi serta melestarikan budaya sungai yang menjadi identitas masyarakat Rundeng.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Aceh Masuk 10 Besar Provinsi dengan SPPG Terbanyak, Capai 1.440 Unit

0
sppg
Potret SPPG di Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Provinsi Aceh masuk dalam jajaran 10 besar daerah dengan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data per 5 Februari 2026, Aceh menempati peringkat ke-10 dengan total 1.440 unit SPPG yang telah beroperasi.

Dilansir Nukilan.id, SPPG merupakan unit dapur pusat yang dibentuk oleh Badan Gizi Nasional. Fasilitas ini berfungsi untuk memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi, aman, dan higienis kepada masyarakat.

Program SPPG menjadi bagian dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa sekolah, ibu hamil, serta balita sebagai kelompok prioritas penerima manfaat.

Dalam pelaksanaannya, SPPG dibangun di tingkat kecamatan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal. Skema ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Secara nasional, jumlah SPPG masih didominasi oleh provinsi dengan populasi besar. Jawa Barat menempati posisi tertinggi dengan 12.002 unit, diikuti Jawa Tengah sebanyak 8.395 unit dan Jawa Timur dengan 7.048 unit.

Dominasi wilayah Jawa menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur layanan gizi masih sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Di sisi lain, distribusi SPPG yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa juga mencerminkan tantangan pemerataan layanan, khususnya di wilayah luar Jawa dan Indonesia bagian timur.

Masuknya Aceh dalam 10 besar dinilai menjadi sinyal positif dalam upaya memperkuat layanan pemenuhan gizi di daerah. Program SPPG juga dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam menekan angka stunting melalui intervensi gizi yang terpusat dan terukur.

Meski demikian, pemerataan distribusi SPPG masih menjadi tantangan bagi pemerintah, terutama untuk menjangkau wilayah terpencil agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

126 ASN Aceh Utara Bolos Hari Pertama Kerja, Tunjangan Dipotong hingga 50 Persen

0
Ilustrasi ASN.(SHUTTERSTOCK/WIBISONO.ARI)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Sebanyak 126 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dilaporkan tidak masuk kerja pada hari pertama usai libur Lebaran 2026, Rabu (25/3/2026).

Atas pelanggaran disiplin tersebut, pemerintah daerah menjatuhkan sanksi berupa pemotongan tunjangan hingga 50 persen.

Mengutip Kompas.com, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Utara, Saifuddin, mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Hasilnya, ratusan ASN tersebut diketahui tidak hadir tanpa keterangan.

“Secara persentase maka 99,3 persen kehadiran, dari total pegawai 18.048 orang,” ujar Saifuddin saat memberikan keterangan, Rabu.

Saifuddin menjelaskan, sanksi tegas diberikan khususnya bagi ASN di instansi yang menerima Tunjangan Prestasi Pegawai (TPP). Mereka dikenakan pemotongan TPP sebesar 50 persen.

Besaran TPP di Aceh Utara sendiri bervariasi, mulai dari Rp598.000 hingga Rp17.000.000, tergantung kelas jabatan. Dengan demikian, bagi pejabat dengan kelas jabatan tertinggi, potongan tunjangan dapat mencapai Rp8.500.000 hanya karena tidak masuk pada hari pertama kerja.

Sementara itu, bagi ASN di sektor yang tidak menerima TPP, seperti tenaga kesehatan dan pendidikan, sanksi diberikan dalam bentuk teguran lisan oleh kepala OPD masing-masing.

“Sanksi ini sesuai dengan Pasal 45 ayat (3) Peraturan Bupati Aceh Utara Nomor 12 Tahun 2021 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai ASN di Lingkungan Pemkab Aceh Utara. Disebutkan bahwa tidak masuk kerja pada hari pertama setelah libur hari raya dan cuti bersama dikenakan pengurangan TPP ASN sebesar 50 persen,” kata Saifuddin.

Berdasarkan data BKPSDM, total jumlah ASN di Aceh Utara mencapai 18.048 orang. Rinciannya terdiri dari 7.557 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 2.397 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan 8.094 PPPK Paruh Waktu.

Saifuddin mengimbau seluruh ASN untuk tetap mematuhi aturan jam kerja yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap kedisiplinan pegawai akan terus dilakukan, tidak hanya pada hari pertama setelah libur Lebaran.

“Besok dan seterusnya tetap akan dilakukan monitoring untuk penegakan disiplin pegawai,” katanya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

5 Kuliner Khas “Dapur” Aceh yang Wajib Dicoba, dari Rujak Segar hingga Lauk Rempah

0
kuliner aceh
Lauk Tumeh merupakan hidangan khas Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Aceh tak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, tetapi juga ragam kuliner khas yang menggugah selera. Dari hidangan segar hingga makanan berat penuh rempah, “dapur” Aceh menyimpan banyak cita rasa unik yang patut dicoba.

Berikut Nukilan.id rekomendasikan 5 kuliner khas Aceh yang bisa menjadi referensi bagi pecinta makanan tradisional:

1. Rujak Khas Aceh

Rujak Aceh merupakan sajian segar yang memadukan berbagai buah tropis seperti mangga, jambu, nanas, dan pepaya. Buah-buahan tersebut dipotong kasar lalu disiram dengan bumbu kacang kental yang memiliki perpaduan rasa asam, manis, dan pedas.

Cita rasa uniknya berasal dari kombinasi buah segar, gurihnya kacang tanah sangrai, serta sensasi cabai rawit yang menggugah selera. Hidangan ini cocok disantap saat cuaca panas.

Rujak Aceh dapat ditemukan di kawasan Pantai Lampuuk, warung-warung di Banda Aceh, hingga area Blang Padang yang dikenal sebagai pusat kuliner kaki lima.

2. Bulukat Teutet

Bulukat Teutet adalah makanan penutup khas Aceh berbahan dasar ketan yang dikukus. Hidangan ini disajikan dengan kuah santan gurih, gula merah cair, serta taburan kelapa parut.

Rasanya manis legit dengan tekstur lembut dan kenyal, ditambah aroma santan yang harum. Kuliner ini banyak dijual di pasar tradisional serta kawasan sekitar Masjid Raya Baiturrahman dan Pasar Lambaro.

3. Le Boh Timun

Le Boh Timun adalah hidangan berkuah bening khas Aceh yang menggunakan timun sebagai bahan utama. Biasanya dipadukan dengan udang atau ikan serta bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, dan lada.

Kuahnya terasa segar dan gurih, dengan tekstur renyah dari timun yang memberikan sensasi berbeda. Hidangan ini cocok sebagai pelengkap makan siang dan dapat ditemukan di warung makan tradisional di Aceh Besar maupun Banda Aceh.

4. Lauk Tumeh

Lauk Tumeh merupakan hidangan khas Aceh berbahan dasar ikan air tawar atau daging sapi yang dimasak dengan bumbu rempah seperti serai, kunyit, lengkuas, dan daun kari.

Rasanya gurih, aromatik, dengan sentuhan pedas yang khas. Kuahnya yang kental membuat hidangan ini sangat nikmat disantap bersama nasi putih hangat.

Menu ini bisa ditemukan di berbagai rumah makan tradisional di Banda Aceh, khususnya di kawasan Peunayong dan Pasar Aceh.

5. Kue Marke (Akar Kelapa)

Kue Marke atau akar kelapa merupakan camilan tradisional Aceh berbentuk menyerupai akar dengan tekstur renyah.

Kue ini terbuat dari tepung beras, kelapa parut, gula, dan telur yang digoreng hingga kering. Rasanya gurih manis dan cocok dinikmati bersama kopi atau teh di sore hari.

Anda bisa mendapatkannya di pusat oleh-oleh di Banda Aceh, seperti di kawasan Jalan Muhammad Jam, serta pasar-pasar tradisional di berbagai daerah di Aceh.

Ragam kuliner khas Aceh ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat setempat yang masih terjaga hingga kini. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.