Beranda blog Halaman 20

Tuntas Direhabilitasi, Bendung Krueng Pase Kembali Topang Pertanian di Aceh Utara

0
Tuntas Direhabilitasi, Bendung Krueng Pase Kembali Topang Pertanian di Aceh Utara. (FOTO: KemenPU)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, setelah infrastruktur tersebut terdampak banjir bandang pada November 2025. Rampungnya rehabilitasi ini menandai kembali berfungsinya sistem irigasi yang menjadi penopang utama sektor pertanian di wilayah tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung hasil rehabilitasi tersebut pada Selasa (5/5/ 2026) lalu. Dalam kunjungannya, Dody secara simbolis membuka pintu air bendung untuk memastikan aliran irigasi kembali mengaliri lahan pertanian warga pascabencana.

Rehabilitasi dilakukan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I. Menurut Menteri Dody, percepatan penyelesaian proyek tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemulihan kehidupan masyarakat, khususnya petani, dapat segera berlangsung.

“Perbaikan ini kita dorong cepat agar air bisa kembali mengalir ke sawah-sawah. Harapannya petani di sembilan kecamatan di Aceh Utara bisa kembali menanam dan panen minimal dua kali dalam setahun,” kata Menteri Dody.

Pekerjaan rehabilitasi tidak hanya mencakup perbaikan bendung utama, tetapi juga rehabilitasi saluran induk sepanjang 32,82 kilometer, saluran sekunder sepanjang 112,36 kilometer, beserta infrastruktur pendukung lainnya.

DI Krueng Pase memiliki cakupan layanan seluas 8.922 hektare lahan persawahan yang tersebar di sembilan kecamatan, yakni Tanah Luas, Nibong, Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Blang Mangat, Matang Kuli, Syamtalira Aron, dan Tanah Pasir. Setelah rehabilitasi selesai, layanan irigasi pada area kanan seluas 5.614 hektare dan area kiri seluas 3.308 hektare kembali pulih.

Kementerian PU juga menyebut peningkatan kinerja irigasi tersebut berpotensi mendorong kenaikan Indeks Pertanaman (IP) dari 65 persen hingga mencapai 250 persen, yang diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi beras dan pendapatan petani.

Upaya rehabilitasi Bendung Krueng Pase sendiri telah dimulai pada tahun anggaran 2025. Namun, pekerjaan sempat terdampak banjir bandang pada November 2025, sehingga percepatan penyelesaian menjadi prioritas demi memulihkan pasokan air bagi lahan pertanian masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody juga berdialog langsung dengan para petani. Salah satu aspirasi datang dari Mochtar Ahmad yang mengaku bersyukur bendung tersebut kini kembali berfungsi setelah sebelumnya petani mengalami kesulitan air.

“Kami sangat bersyukur bendung ini sudah kembali berfungsi. Setelah banjir kemarin, kami sempat kesulitan air. Sekarang sudah mulai normal kembali dan kami bisa kembali bertani,” ujar Mochtar.

Selain merehabilitasi bendung, Kementerian PU juga memfasilitasi pemulihan pascabencana melalui pembersihan endapan sedimen di area persawahan serta pembangunan lahan percontohan (demplot) seluas dua hektare untuk mendorong peningkatan produktivitas petani.

Kini, dengan berfungsinya kembali DI Krueng Pase, infrastruktur tersebut diharapkan menjadi kunci percepatan pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak, sekaligus memastikan distribusi air irigasi tetap merata dari hulu hingga hilir serta membantu mengantisipasi risiko kekeringan pada musim kemarau.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Koperasi Sawit di Aceh Utara Berharap Program Jalan Kebun BPDP Dapat Dilaksanakan Secara Swakelola

0
Koperasi Sawit di Aceh Utara Berharap Program Jalan Kebun BPDP Dapat Dilaksanakan Secara Swakelola. (FOTO: INFOSAWIT)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Ketua Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai, Abubakar AR, menyampaikan harapan ratusan petani sawit yang tergabung dalam koperasi agar program pembangunan jalan kebun melalui pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dapat segera direalisasikan dengan mekanisme swakelola.

Menurut Abubakar, sebanyak 345 anggota koperasi hingga kini masih menunggu kejelasan atas usulan program sarana dan prasarana perkebunan sawit yang telah diajukan sejak April 2025 melalui aplikasi program sarpras BPDP.

“Kami berharap proses pengajuan ini segera mendapatkan tindak lanjut. Prosesnya cukup panjang, rumit, dan melelahkan bagi petani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, koperasi mengusulkan pembangunan jalan kebun yang mencakup empat desa dengan total areal sekitar 780 hektare. Lokasi tersebut berada di Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, serta Desa Seureuke, Lubok Pusaka, dan Buket Linteung di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Abubakar menilai keberadaan jalan kebun sangat penting untuk mendukung aktivitas produksi dan distribusi hasil panen petani sawit di wilayah tersebut. Selain meningkatkan aksesibilitas kebun, program tersebut juga diharapkan mampu menambah pendapatan masyarakat apabila pengerjaannya dilakukan secara swakelola oleh koperasi.

“Petani berharap pekerjaan jalan kebun bisa dilakukan secara swakelola agar anggota koperasi juga bisa memperoleh tambahan penghasilan. Jadi petani bukan hanya menjadi penonton di kebun sendiri,” katanya.

Ia menegaskan koperasi yang dipimpinnya memiliki kapasitas untuk melaksanakan pekerjaan swakelola, mengingat pengalaman organisasi dan kelembagaan yang telah dimiliki. Bahkan, koperasi tersebut baru memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil pada Maret 2026.

“Kami ingin mutu pembangunan jalan tetap terjaga karena anggota koperasi sendiri yang akan mengawal dan memeliharanya di lapangan,” tambahnya.

Selain RSPO, koperasi juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti program sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil sebagai bagian dari komitmen menuju tata kelola perkebunan sawit berkelanjutan.

Abubakar mengungkapkan, proposal pembangunan jalan kebun tersebut saat ini telah berada di Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh dan tinggal menunggu proses penerusan ke Direktorat Jenderal Perkebunan di tingkat pusat.

“Kami masih menunggu perkembangan di aplikasi sarpras, apakah ada kendala atau tidak. Harapan kami program ini bisa segera berjalan dan dilaksanakan secara swakelola,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemkab Aceh Barat Soroti Harga Minyakita Tembus Rp20 Ribu per Liter

0
Minyakita. (Foto: Humas Kemendag)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyoroti masih ditemukannya penjualan minyak goreng subsidi pemerintah, yakni Minyakita, dengan harga berkisar Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per liter di sejumlah pedagang di daerah tersebut.

Padahal, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, Minyakita seharusnya dijual dengan harga Rp15.700 per liter.

“Kita akan segera sidak ke distributor utama dan agen untuk memastikan apa yang sebenarnya ditemukan di lapangan,” kata Tarmizi kepada wartawan di Meulaboh, Jumat.

Ia menegaskan, apabila nantinya pemerintah daerah menemukan adanya pelanggaran dalam penjualan Minyakita di Kabupaten Aceh Barat, maka pemerintah daerah bersama pihak terkait akan mengambil tindakan tegas karena kondisi tersebut dinilai merugikan masyarakat.

Selain minyak goreng, pemerintah daerah juga telah mengidentifikasi adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas utama lainnya, seperti beras. Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemkab Aceh Barat disebut segera melakukan intervensi pasar.

Tarmizi menjelaskan, terdapat empat langkah utama yang saat ini sedang dijalankan pemerintah daerah. Di antaranya melakukan pemantauan langsung ke lapangan, termasuk ke distributor, guna memastikan tidak terjadi penimbunan maupun permainan harga di tingkat distribusi.

Pemerintah daerah juga berupaya memberikan subsidi terhadap komoditas tertentu agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, Pemkab turut menanggung biaya transportasi logistik agar beban distribusi dari penyalur tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen.

Lebih lanjut, Tarmizi menyampaikan bahwa khusus untuk komoditas minyak goreng yang pasokannya sempat mengalami pembatasan, Pemkab Aceh Barat kini sedang menjalin komunikasi intensif dengan distributor lain guna memastikan stok tetap tersedia dan tidak terjadi kelangkaan di daerah tersebut.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Cuaca Aceh Sabtu, 16 Mei 2026: Lima Wilayah Diprakirakan Diguyur Hujan Ringan

0
Ilustrasi hujan ringan. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Aceh pada Sabtu, 16 Mei 2026. Informasi ini penting menjadi perhatian masyarakat yang memiliki agenda akhir pekan, baik untuk bepergian, bekerja, maupun menjalankan aktivitas di luar ruangan.

Secara umum, kondisi cuaca di sejumlah daerah di Aceh diperkirakan didominasi langit berawan. Meski demikian, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan ringan, udara kabur, hingga kabut asap.

Suhu udara di Aceh pada hari ini juga cukup bervariasi, berkisar antara 16 hingga 32 derajat Celsius. Temperatur terendah diperkirakan terjadi di kawasan dataran tinggi, sedangkan suhu tertinggi berada di wilayah pesisir.

Memantau perkembangan cuaca dari BMKG dinilai penting agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer sejak dini. Aktivitas seperti perjalanan antardaerah, wisata akhir pekan, maupun pekerjaan rumah tangga dapat disesuaikan dengan prakiraan cuaca yang berlaku.

Berdasarkan data BMKG, wilayah yang diprediksi mengalami hujan ringan meliputi:

  • Pidie dengan suhu 20–27°C
  • Aceh Utara dengan suhu 25–31°C
  • Aceh Tamiang dengan suhu 25–30°C
  • Pidie Jaya dengan suhu 21–28°C
  • Langsa dengan suhu 25–32°C

Sementara itu, sebagian besar wilayah lain seperti Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Besar, hingga Banda Aceh diperkirakan berada dalam kondisi berawan.

Adapun kondisi udara kabur diprediksi terjadi di Bireuen dan Sabang. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap

potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di daerah yang berpotensi diguyur hujan ringan maupun mengalami gangguan jarak pandang akibat udara kabur. Bagi warga yang beraktivitas di luar rumah, disarankan membawa perlengkapan seperti payung atau jas hujan agar aktivitas tetap berjalan nyaman.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Tim SAR Evakuasi Delapan Korban Perahu Terbalik di Aceh Besar

0
Tim SAR mengevakuasi korban perabu terbalik di perairan Aceh Besar, Jumat (15/5/2026). (FOTO: Humas Basarnas Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas) berhasil mengevakuasi delapan korban insiden perahu wisata yang terbalik di perairan Ujung Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, di Banda Aceh, Jumat, mengatakan pihaknya menerima informasi terkait kecelakaan perahu wisata tersebut pada pukul 17.20 WIB dari Panglima Laot Ulee Lheue.

“Berdasarkan informasi tersebut, Basarnas Banda Aceh mengerahkan tim ke lokasi. Semua korban atau delapan orang dalam insiden tersebut selamat,” katanya.

Ibnu Harris Al Hussain menjelaskan, korban dalam insiden perahu terbalik itu terdiri atas tujuh wisatawan dan seorang pawang. Dari tujuh wisatawan tersebut, lima orang merupakan dewasa, sedangkan dua lainnya anak-anak berusia enam dan delapan tahun.

Ia menuturkan, peristiwa bermula ketika perahu yang membawa delapan orang tersebut melakukan perjalanan wisata menuju Pulau Tuan di perairan Ujung Pancu, Aceh Besar. Dalam perjalanan, perahu diterpa angin kencang hingga akhirnya terbalik. Seluruh penumpang beserta awak berhasil selamat dan sempat terdampar di pulau tersebut.

Setelah menerima laporan, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan membawa sejumlah sarana dan peralatan pencarian serta pertolongan, di antaranya satu unit mobil, satu unit perahu karet atau LCR, serta perlengkapan lainnya.

“Selain personel Basarnas, tim pencarian dan pertolongan juga melibatkan personel Polri dan TNI, Satuan Tugas SAR Banda Aceh, nelayan, dan masyarakat setempat,” kata Ibnu Harris Al Hussain.

Setibanya di lokasi, tim SAR segera melakukan evakuasi terhadap para korban menggunakan perahu LCR serta perahu milik nelayan. Selanjutnya, seluruh korban yang selamat dibawa menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Realisasi Belanja Pemkab Aceh Singkil Capai 65,97 Persen hingga Mei 2026

0
Ilustrasi. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | Aceh Singkil — Realisasi belanja daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil tercatat mencapai Rp591,76 miliar hingga Mei 2026 atau setara 65,97 persen dari total anggaran belanja daerah tahun 2025 yang sebesar Rp897,03 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tingkat serapan anggaran yang telah melampaui separuh pagu belanja dalam lima bulan pertama tahun berjalan.

Berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dihimpun Nukilan, total anggaran belanja Pemkab Aceh Singkil tahun 2025 meningkat 4,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan bertambahnya alokasi pengeluaran daerah untuk mendukung kebutuhan pemerintahan dan pembangunan.

Secara rinci, komponen belanja daerah terbesar masih didominasi belanja pegawai dengan nilai Rp331,63 miliar. Selanjutnya, belanja barang dan jasa tercatat sebesar Rp115,45 miliar, diikuti belanja lainnya Rp111,25 miliar, serta belanja modal Rp33,43 miliar.

Data tersebut menunjukkan porsi pengeluaran daerah masih banyak terserap untuk kebutuhan operasional pemerintahan, sementara alokasi belanja modal yang berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur berada pada angka yang lebih rendah.

Adapun pada sisi pendapatan, Pemkab Aceh Singkil mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp601,63 miliar hingga Mei 2026 atau sekitar 67,98 persen dari target pendapatan tahunan sebesar Rp884,95 miliar. Mayoritas pendapatan daerah masih berasal dari transfer pemerintah pusat dan dana desa. []

Reporter: Sammy

Rumah Warga di Aceh Besar Rusak Berat Akibat Angin Kencang

0
Rumah milik warga di Gampong Kayee Lee, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, mengalami kerusakan berat setelah diterjang angin kencang yang disertai hujan. (Foto: BPBD Aceh Besar)

NUKILAN.ID | Aceh Besar — Sebuah rumah milik warga di Gampong Kayee Lee, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, mengalami kerusakan berat setelah diterjang angin kencang yang disertai hujan deras pada Kamis (14/5/2026) petang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Nukilan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB itu menyebabkan bagian atap rumah terlepas dan terhempas hingga sekitar 30 meter dari bangunan. Rumah tersebut diketahui milik Sakdan (36).

Informasi kejadian diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar sekitar pukul 19.35 WIB melalui laporan dari pemilik rumah.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Aceh Besar, Maswani, mengatakan rumah yang terdampak merupakan bangunan konstruksi kayu yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan tiga jiwa.

Akibat insiden tersebut, bangunan mengalami kerusakan berat. Namun, tidak terdapat korban jiwa meski penghuni rumah berada di dalam saat kejadian berlangsung.

“Pemilik rumah berada di dalam saat kejadian berlangsung, namun seluruh penghuni selamat,” kata Maswani.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas BPBD Aceh Besar turun ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait upaya penanganan terhadap warga terdampak.

BPBD Aceh Besar turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang disertai angin kencang yang masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh Besar. []

Reporter: Sammy

Mobil Terbakar di Seulimum, Tiga Kendaraan Rusak Berat

0
Kebakaran mobil di Seulimum, Kamis (14/5/2026). (Foto: tangkapan layar akun Instagram @damkaracehbesar)

NUKILAN.ID | Aceh Besar — Sebuah mobil dilaporkan terbakar di kawasan Gampong Lhieb, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (14/5/2026) siang hari sekitar pukul 12.35 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Nukilan dari akun Instagram @damkaracehbesar, kendaraan yang terbakar diketahui milik Agus Salim (28), seorang pekerja swasta yang berdomisili di Gampong Jantho Makmur, Kecamatan Jantho. Mobil jenis Feroza tersebut mengalami kerusakan berat akibat insiden kebakaran.

Tidak hanya mobil, api juga berdampak pada dua unit kendaraan roda dua di sekitar lokasi. Kedua sepeda motor tersebut dilaporkan turut mengalami kerusakan berat.

Meski kerugian material cukup signifikan, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan pihak terkait belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut. []

Reporter: Sammy

Siswa SMAN 1 Abdya Terpilih Menjadi Anggota Paskibraka Aceh 2026

0
Fahril Ulhaq, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Aceh Barat Daya (Abdya), berhasil terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Aceh tahun 2026. (Foto: Kecamatan Blangpidie)

NUKILAN.ID | BLANGPIDIE — Fahril Ulhaq, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Aceh Barat Daya (Abdya), berhasil terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Aceh tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Abdya, Herni Arfida ST MPd, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian Fahril yang berhasil melewati seleksi Paskibraka tingkat provinsi yang berlangsung dengan persaingan ketat.

“Prestasi yang diraih Fahril sangat luar biasa, mengingat proses seleksinya sangat kompetitif. Tentu kami sangat senang dan bangga,” kata Herni Arfida pada Kamis (14/5/2026) sebagaimana dikutip Nukilan.id dari laman remi milik Kecamatan Blangpidie.

Menurut Herni, keberhasilan yang diraih Fahril tidak datang secara instan. Ia menilai capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dedikasi tinggi, latihan fisik yang dilakukan secara konsisten, serta pembinaan mental yang berjalan dengan baik.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Prestasi ini diharapkan menjadi contoh, motivasi, dan inspirasi bagi siswa-siswi lain di SMAN 1 Abdya,” ujarnya.

Herni juga menambahkan, lolosnya Fahril sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Aceh menjadi kebanggaan tersendiri karena turut membawa nama baik sekolah sekaligus Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Kami berpesan kepada Fahril untuk terus giat berlatih dan menjaga disiplin, sehingga nantinya diharapkan dapat melaju hingga tingkat nasional,” pungkasnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemerataan Fasilitas Sampah di Aceh Dinilai Masih Belum Merata

0
Ilustrasi bak penampunan sampah. (Foto: pexels.com/Thomas Zimball)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pengelolaan sampah antara kawasan perkotaan dan wilayah pinggiran di Aceh dinilai masih menyisakan kesenjangan. Perbedaan tersebut terlihat dari ketersediaan fasilitas pembuangan sampah hingga akses layanan kebersihan yang belum sepenuhnya menjangkau desa-desa maupun kawasan pinggiran.

Amatan Nukilan.id, Kepala Biro Organisasi Yayasan Aceh Green Conservation (AGC), Nurulyana Daba, S.Pd, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh pada Sabtu (9/5/2026), menyebut persoalan tersebut masih ditemukan di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.

Menurutnya, wilayah perkotaan umumnya telah memiliki fasilitas tempat sampah serta titik pembuangan yang relatif memadai, sementara di kawasan pedesaan fasilitas serupa masih sangat terbatas.

“Kalau kita lihat sampah perkotaan pasti sudah banyak tempat-tempat sampah yang memang orang-orang bisa membuang sampah. Tapi ketika kita lihat di desa bahkan mungkin tong sampahnya sudah tidak ada. Jadi masyarakat desa malah buang sampahnya masih lempar ke irigasi, lempar ke alur-alur sungai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, AGC sebelumnya telah mendorong penerapan kebijakan pengelolaan sampah secara terintegrasi mulai dari tingkat desa hingga kabupaten sebagai upaya mengurangi kesenjangan layanan persampahan. Namun, implementasinya di lapangan dinilai masih membutuhkan perhatian lebih, khususnya di kawasan pinggiran yang belum memiliki fasilitas penampungan sampah yang memadai.

Nurulyana menambahkan, penyediaan tong sampah maupun bak penampungan di wilayah perbatasan desa perlu menjadi prioritas pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki akses pembuangan sampah yang jelas, tertata, serta dapat mencegah pencemaran lingkungan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News