Beranda blog Halaman 1977

Pemerintah Aceh Batalkan Pembangunan Dermaga di Pulau Banyak

0

Nukilan.id – Pemerintah Aceh membatalkan pembangunan Pelabuhan Dermaga di Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil karena dianggap tidak cukup waktu.

Pembangunan dermaga yang dibatalkan tersebut dengan dengan pagu sebasar Rp 22.579. 882. 853 yang dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggara 2021.

Kabar yang diterima Nukilan.id, pembatalan terjadi karena yang sempit, tinggal 2 bulan Lagi.

Informasi lainnya, Pengesahan APBA tahun 2021 diteken tanggal 30 Oktober 2020, dan pemberian berkas dari Dinas Perhubungan kepada Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) pada Mei 2021. []

Reporter: Irfan

Bappeda Aceh Lakukan Survei SLB Terpadu di Banda Aceh dan Aceh Besar

0
Tim Survei SLB Terpadu Bappeda Aceh saat melakukan kunjungan ke SLB Negeri Banda Aceh, Kamis (14/10/2021). Foto: Ist

Nukilan.id – Tim survei Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Aceh bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh dan Majelis Pendidikan Aceh (MPA) melakukan kunjungan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Utama Negeri Provinsi Aceh, SLB Negeri Jantho Aceh Besar, dan SLB Negeri Banda Aceh, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Bappeda Aceh: RKPA 2022 Fokus Tangani Kemiskinan, UMKM, Infrastruktur dan Covid-19

Kunjungan itu dalam rangka melakukan survey di SLB terkait dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan yang dihadiri Ketua Tim Survey Bappeda Aceh, Dr. Sufirmansyah, SE, M.Si, Koordinator Observasi, Dihafana, SE, Ak, Tim perwakilan Disdik Aceh, Ilham dan perwakilan MPA, Fakhrurrazi.

Kehadiran Tim Survei ini disambut baik oleh Kepala Sekolah (Kepsek) dan Tenaga Pendidik (Tendik) beserta Anak Berkebutuhan Khusus di SLB tersebut.

Kepala Bappeda, H.T. Ahmad Dadek, SH, MH mengatakan bahwa, sektor pendidikan merupakan program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik di Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Baca juga: SLB YPAC Banda Aceh Siap Bentuk Lulusan Tangguh dan Mandiri

Ahmad Dadek berharap, pada tahun 2025 setiap Kabupaten/Kota di Aceh harus memiliki SLB dan kemajuan pelayanan Anak Berkebutuhan Khusus.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Survei, Dr. Sufirmansyah, SE, M.Si mengatakan bahwa, kegiatan ini dilakukan dalam rangka Pemenuhan SPM Pendidikan untuk mendorong semangat Anak Berkebutuhan Khusus dalam menempuh pendidikan serta pemulihan fisik dan mental.

“Survei ini ditujukan untuk Pemenuhan SPM guna mendorong semangat ABK dalam menempuh pendidikan dan pemulihan fisik dan mental,” kata Dr Sufirmansyah kepada Nukilan.id, Kamis.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa, berdasarkan hasil survei itu, beragam permasalahan ditemukan pada setiap SLB, baik itu dari sarana gedung yang belum responsive terhadap Anak Berkebutuhan Khusus, dan peralatan yang digunakan belum memenuhi standar sesuai ketunaan, dan juga jenjang pendidikan Guru relatif belum tersedia.

“Sesuai pasal 31 ayat 1 setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan pada ayat 2 menyatakan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar. Dan Pemerintah wajib membiayainya itu,” jelas Dr Sufirmansyah.

Baca juga: Kala Sekda Bernyanyi Bersama Areola di SLB Al-Fansury Aceh Singkil

Karena itu, ia menyampaikan bahwa, pihaknya diminta untuk terus memperhatikan perkembangan peserta didik (Anak Berkebutuhan Khusus) dan merealisasikan kebutuhan mereka. Dan para Guru juga menyampaikan semboyan “Siap Berbakti dan Mengabdi Demi Amanah untuk Mendidik Anak Bangsa Disabilitas”.

“Para kepala sekolah dan guru meminta agar kunjungan tidak sampai disini, mereka berharap ada kunjungan lainnya, dan dapat merealisasi kebutuhan serta melihat perkembangan ABK,” pungkas Dr Sufirmansyah.

 

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Survei yang juga Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Keistimewaan Aceh, Pemerintahan, dan Sumber Daya Manusia (P2KPSDM) Bappeda Aceh, Setiawati, SKM, MPH berharap bisa mendapatkan informasi yang update sebagai evidence Based Planning pada setiap SLB di Aceh.

“Semoga kedepan kita bisa mendapatkan informasi yang update sebagai evidence Based Planning di setiap SLB,” harapanya. [red]

Baca juga: Bappeda Aceh: Perlu Kerja Keras Menurunkan Kemiskinan di Masa Pandemi

DPRA: Pemerintah Aceh Harus Bantu Defisit Anggaran Kota Langsa

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Pemerintahan Kota Langsa baik Eksekutif maupun Legislatif sedang melakukan perjuangan yang berat dalam menghadapi defisit keuangan Kota Langsa sejak diterbitkan peraturan menteri keuangan nomor 17/PMK.07/2021 tentang pengelolaan transfer daerah dan dana desa tahun anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya.

Dimana penganggaran 8% Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Kota Langsa sebesar Rp. 36.045.377.063 dengan segala konsekuensinya telah menggunakan belanja gaji dan tunjangan ASN agar menghindari pemotongan DAU dan sampai saat ini belum ada penerimaan lain sebagai penggantinya.

Sementara disisi lain Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK) Langsa tahun 2021 masih kekurangan anggaran diantaranya, BPJS Rp. 563.465.203, Penerangan Lampu Jalan Umum (PLJU) Rp. 560.000.000, Tambahan Penghasilan Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)/Puskesmas Rp. 5.030.000.000, dengan Total Rp. 11.153.465.203.

Dengan kondisi saat ini Eksekutif Kota Langsa telah berusaha agar mendapat bantuan dan perhatian dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dengan melaporkan secara langsung kepada beliau pada saat pertemuan Wakil Walikota Langsa, Marzuki Hamid, Sekda Kota Langsa Saed Madum, Kepala BPKD Kota Langsa, Amri Alwi dan Kepala Bappeda Kota Langsa, Darfian telah menjelaskan detail permasalahan yang terjadi di Kota Langsa saat ini.

(Foto: Dok. Ist)

Dan pada saat pertemuan tersebut, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berjanji akan membantu pada anggaran perubahan Provinsi Aceh tahun 2021, namun anggaran perubahan provinsi tersebut gagal direalisasikan dan Gubernur Aceh belum bisa membantu Pemerintah Kota Langsa.

Rombongan Pemko Kota Langsa yang dipimpin Wakil Walikota Langsa, Marzuki Hamid juga melakukan audiensi dengan Wakil Ketua DPRA, Safarudin yang difasilitasi oelh Anggota DPRA Perwakilan Dapil Kota Langsa dan Aceh Tamiang, Muhammad Rizky untuk menyampaikan keluh kesah Pemko Langsa.

Dalam pertemuan itu, Safaruddin menyampaikan secara prinsip DPRA siap membantu, karena mengingat defisit anggaran ini tidak saja terjadi di Pemko Langsa tapi juga terjadi di beberapa Kabupaten/Kota lain di Aceh.

Tidak berhenti usaha Pemko Langsa dengan meminta bantuan Pemerintahan Aceh, Pemko Langsa juga melaporkan kondisi ini langsung kepada direktur I keuangan daerah Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) agar mendapatkan solusi atas permasalahan defisit anggaran Kota Langsa.

Tidak tinggal diam juga Legislatif Kota Langsa berulang kali coba meloby DPRA dengan melakukan audiensi ke Komisi III DPRA dan juga menemui pimpinan DPRA, Safaruddin dan Hendra Budian yang kembali difasilitasi anggota DPRA, Muhammad Rizky.

Dalam pertemuan itu, rombongan DPRK Langsa dipimpin langsung Ketua DPR Kota Langsa, Zulkifli Latif berta jajarannya, namun, hasil pertemuan tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil yang diperoleh Eksekutif Kota Langsa, yaitu DPRA menjanjikan akan menyetujui bantuan untuk Pemko Langsa namun juga diingatkan kepada rombongan DPR Kota Langsa agar juga melakukan audiensi kepada Gubernur Aceh untuk mengalokasikan anggaran bantuan keuangan ke Kota Langsa agar problem defisit anggaran bisa teratasi.

Anggota DPRA Muhammad Rizky mengapresiasi Eksekutif dan Legislative di jajaran Pemko Langsa yang telah proaktif berusaha menyelesaikan masalah ini.

Menurutnya, perlu perhatian khusus pemerintah Aceh untuk membantu Kabupaten dan Kota di Aceh yang memiliki masalah keuangan terlebih khusus Kota Langsa, agar tidak terjadi gejolak di lapangan mengingat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Aceh cukup untuk membantu Kabupaten/Kota yang membutuhkan bantuan.

“Ini saatnya pemerintah Aceh hadir mambantu Kota Langsa dan daerah lainnya di Aceh, jangan menunggu gejolak di lapangan baru kita kewalahan,” ujarnya.

“Sudah kita tidak bisa membantu di anggaran perubahan, harusnya di anggaran murni tahun depan harus dibantu, ini kondisi lagi pandemi masyarakat serba sulit secara ekonomi, jangan kita biarkan tenaga kesehatan dan tenaga kontrak di Kota Langsa yang menjadi korban, saya minta pemerintah Aceh peka akan hal ini,” tambah Muhammad Rizky. []

Santri di Aceh Barat akan Dikirim ke Luar Negeri

0
Ilustrasi santri pulang pengajian. (Ilustrasi: Al Munawir.com)

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana mengirimkan santri ke luar negeri guna memperdalam ilmu agama, sekaligus menjadikan agama sebagai pemersatu bangsa.

“InsyaAllah jika tidak ada kendala, pada tahun 2022, kita akan mengirimkan santri agar bisa belajar ke luar negeri seperti Yaman, Sudan, atau negara Arab lainnya,” kata Bupati Aceh Barat Ramli MS di Meulaboh, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, pengiriman santri belajar ke luar negeri tersebut dilakukan dalam bentuk pemberian bantuan beasiswa dari pemerintah daerah.

Upaya ini, kata Ramli MS, dilakukan sebagai upaya untuk melakukan pengkaderan calon ulama masa depan, karena keberadaan ulama dinilai sangat penting di tengah era globalisasi saat ini.

“Keberadaan ulama yang istiqamah sangat dibutuhkan oleh Negeri ini guna menjaga moralitas masyarakat dari pengaruh negatif yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Untuk itu, kata dia, diperlukan estafet dalam melanjutkan dakwah dari ulama-ulama terdahulu dengan cara melakukan kaderisasi ulama melalui pendidikan dan pembinaan yang baik sesuai dengan ajaran Islam dan Ideologi Pancasila.

Ia juga menuturkan bahwa peran ulama sangat dibutuhkan dalam tata kelola Pemerintahan.

Menurutnya, selain menjaga moralitas bangsa, ulama juga memiliki tugas yang cukup berat yaitu mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berjalan dijalur yang benar sesuai dengan ajaran Islam. [merdeka]

Pemerintah Aceh Bahas Kerjasama SCOPI-ITFC Terkait Ekspor Kopi Arabika Gayo

0

Nukilan.id – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Mawardi mewakili Gubernur Aceh Nova melakukan pertemuan dengan pihak International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) di Takengon, Rabu (13/10/2021).

Pertemuan itu digelar untuk membahas peluang kerjasama antara Pemerintah Aceh dengan SCOPI – ITFC terkait ekspor kopi arabika Gayo.

Pertemuan itu dihadiri Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Senior Associate, Regional Coordinator Trade and Bussines Development ITFC, Fathur Hidayat, Direktur Eksekutif SCOPI, Paramitha Mentari Kesuma, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Mohammad Tanwier, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Marthunis, serta sejumlah peserta lainnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Mawardi saat membacakan sambutan Gubernur menyebutkan, Kopi Arabika Gayo adalah salah satu kopi terbaik di dunia yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo. Hingga saat ini total produksi kopi Arabika Gayo disebut mencapai 40 persen dari total seluruh produksi kopi dalam negeri. “Umumnya budidaya kopi Arabika Gayo dilakukan oleh masyarakat petani kopi, sehingga keberhasilan Aceh mengembangkan kopi Arabika identik dengan keberhasilan rakyat dalam mengoptimalkan sumber daya alam di daerahnya,” kata Mawardi.

Mawardi menjelaskan, Pemerintah Aceh selama ini terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas Kopi Arabika Gayo melalui berbagai program seperti pelatihan bagi petani kopi, rehabilitasi, pengembangan dan peremajaan kopi Arabika Gayo serta bantuan alat pasca panen menunjang produksi kopi. “Dan kita juga berharap pemerintah pusat, kalangan pengusaha dan para pihak terkait ikut mendukung petani kopi agar produktivitas kopi Arabika Gayo terus mengalami peningkatan,” sambung Mawardi.

Lebih lanjut, Kopi Arabika Gayo disebut dikembangkan pada 3 kabupaten yaitu di kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Luas areal kopi Arabika Gayo saat ini mencapai 103.495 Ha dengan total produksi 66.548 ton, melibatkan petani sejumlah 80.003 KK.

Mawardi juga mengatakan, untuk peningkatan produksi dan produktivitas dalam kegiatan budidaya Kopi perlu penerapan GAP (Good Agriculture Practice). Tujuan dari GAP, kata Mawardi, di samping untuk peningkatan produksi dan produktivitas, juga untuk peningkatan mutu termasuk keamanan konsumsi, meningkatkan efisiensi produksi, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam serta mempertahankan kesuburan lahan dan kelestarian lingkungan.

“Oleh karenanya, perlu disosialisasikan cara budidaya kopi yang baik (Good Agriculture Practice) untuk meningkatkan produktivitas petani yang berkelanjutan.”

Selanjutnya, Mawardi juga menyampaikan bahwa keberlanjutan sistem produksi kopi meliputi 4 dimensi. Pertama, dimensi lingkungan fisik yaitu prinsip keberlanjutan lingkungan meliputi tanah, air dan sumber daya genetik flora & fauna dengan pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Kedua, dimensi ekonomi yaitu petani sebagai salah satu pelaku utama dapat memperoleh pendapatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhannya, pedagang memperoleh keuntungan yang layak untuk hidup sehari-hari, dan eksportir mendapatkan keuntungan yang memadai untuk menjalankan bisnisnya.

Ketiga, dimensi sosial yaitu keberlanjutan usaha produksi kopi sangat ditentukan oleh faktor sosial antara lain tingkat penerimaan para pelaku aktivitas produksi kopi terhadap suatu masukan ataupun teknologi tertentu.

Keempat, dimensi kesehatan yaitu saat ini kesadaran terhadap kesehatan terus meningkat diantaranya berupa peningkatan kebutuhan bahan pangan dan bahan penyegar yang aman dari logam berat, residu pestisida maupun jamur dan toksin.

Pemerintah Aceh disebut mendukung rencana pembangunan pelabuhan darat (Dry Port) yang diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama dengan Kementerian Perhubungan. Tujuan dibangunnya dry port ini untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, serta menjaga keaslian dan kualitas kopi gayo yang akan diekspor.

Lebih lanjut, sesuai data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh menyebutkan, setiap tahunnya Tanah Gayo mampu mengekspor biji kopi ke 18 Negara, antara lain, Korea, China, Jepang, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Amerika, dan Australia, dengan nilai ekspor mencapai 52 juta US Dollar.

Beberapa negara penghasil kopi seperti Brazil, Jamaika, Chili, Afrika dan negara lainnya, juga terus menjadi pesaing kopi Arabika. “Maka perlu diambil langkah inovasi melalui sistem pertanian untuk bersaing sehingga produk kopi Gayo lebih menarik dan unggul di pasar internasional,” katanya.

Sementara itu, Kopi Arabika Gayo juga disebut adalah salah satu kopi di Indonesia yang telah memiliki hak atas Indikasi Geogfrafis (IG). Manfaat dari hak atas IG adalah untuk melindungi yang berhak melakukan perdagangan dengan merek Gayo hanyalah pemilik.

Pada pasar global saat ini peran perlindungan Indikasi Geografis (IG) dirasa begitu penting, dimana masyarakat/petani membutuhkan perlindungan hukum terhadap nama asal produk agar tidak digunakan oleh pihak lain untuk melakukan persaingan curang, maka peran Indikasi Geografis dapat melindungi ciri khas suatu produk khususnya Kopi Arabika Gayo (IG Kopi Arabika Gayo).

Di samping Indikasi Geografis, kehalalan suatu produk juga merupakan hal yang sangat penting. Kehalalan Kopi diawali dengan proses pemanenan, penjemuran menggunakan lantai jemur agar tidak terkontaminasi dengan kotoran hewan/najis. “Selanjutnya pada proses sangrai. Jika proses sangrai tidak menggunakan bahan apapun, maka biji kopi dipastikan halal, namun jika proses sangrai dicampur bahan lain, maka harus dipastikan kehalalan bahan tambahannya contohnya lemak mentega,” kata dia.

Kemudian dipastikan juga penggunaan fasilitas pada semua proses hingga menjadi minuman kopi disajikan di atas meja harus terbebas dari kontaminasi bahan tidak halal dan najis.

Di Indonesia, sertifikat halal diterbitkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI).

Ada hal penting lainnya pada komoditi kopi yang perlu diperhatikan, yaitu Sistem Resi Gudang (SRG) yang merupakan instrumen perdagangan maupun keuangan yang memungkinkan komoditi yang disimpan dalam gudang memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan tanpa diperlukan adanya jaminan lainnya.

Untuk kabupaten Aceh Tengah saat ini disebut memiliki 5 gudang untuk SRG, satu milik pemerintah dan empat lagi milik pihak swasta. Keberadaan SRG di masa pandemi ini dan disaat harga kopi jatuh minimal menjadi solusi untuk tetap menjaga kualitas kopi.

BIN Aceh Gelar Vaksinasi Bagi Santri dan Door To Door ke Masyarakat di Aceh Besar

0

Nukilan.id – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda Aceh) melanjutkan pelaksanaan “serbuan” vaksinasi massal di wilayah Provinsi Aceh. Sasaran serbuan vaksinasi selain masyarakat umum yang dilakukan secara Door To Door, juga terhadap para santri dan pengajar di dayah serta elemen pelajar dan remaja.

Binda Aceh bekerjasama dengan Pemkab dan Dinkes Aceh Besar didukung TNI dan Polri kembali menggelar vaksinasi lanjutan untuk Dosis-2 di Komplek Pesantren Istiqamatuddin Darul Mu’arrif dan Desa Lambaro Bileu Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar dengan target total 1500 Orang, Kamis (14/10/2021).

Selain itu juga menggelar vaksinasi Dosis-1 di Desa Babah Jurong, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar dengan target 350 Orang. Adapun sebelumnya pelaksanaan vaksinasi Dosis-1 Pesantren Istiqamatuddin Darul Mu’arrif pada tanggal 16 September 2021, sempat dikunjungi oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo.

Sehari sebelumnya pada 13 Oktober 2021, Binda Aceh sukses menggelar vaksinasi bagi kalangan santri dan pelajar di Pondok Pesantren Dayah Ulumul Quran Kota Langs dimana tervaksin sebanyak 330 Orang, dan seminggu sebelumnya secara intensif “serbuan” vaksin di gelar di Kabupaten Aceh Barat dengan partisipasi masyarakat dari berbagai elemen sekitar 800 Orang

Dalam kesempatan tersebut, Kabinda Aceh, Abduh Ras, mengatakan bahwa dirinya bangga melihat animo masyarakat yang cukup tinggi dalam melaksanakan vaksinasi.

Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa saat ini masyarakat mulai sadar dan memahami tentang manfaat vaksin dalam menangkal dampak yang ditimbulkan dari Covid 19 ujarnya.

“Kami bahagia melihat animo masyarakat yang cukup tinggi terhadap vaksin, ini membuktikan upaya preventif yang dilakukan oleh pemerintah selama ini sudah mulai membuahkan hasil” ucap Abduh Ras kepada Nukilan.id, Kamis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa vaksin ini berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap paparan virus Covid 19, sama halnya seperti vaksin folio dan vaksin meningitis. Menurutnya, tubuh yang telah di vaksin akan lebih kuat dalam menghadapi virus covid 19, dibandingkan dengan yang belum menerima vaksin ujarnya.

“Walaupun tubuh terpapar Covid 19, namun apabila sudah divaksin resiko kesehatan terhadap dampak dari virus tersebut bisa diminimalisir” terang Abduh Ras.

Disamping itu, ia juga meyakinkan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa vaksin itu aman dan sehat serta dijamin kehalalannya.

Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat jangan ragu lagi untuk melakukan vaksin, baik diri sendiri maupun keluarga guna mencegah terjadinya penyebaran Covid 19.

“Ajaklah teman dan keluarga untuk segera melakukan vaksinasi dengan memberikan pemahaman dan edukasi kepada mereka bahwa vaksin itu aman, sehat, dan halal” pintanya. []

Museum Aceh Gelar Pameran Senjata 2021

0

Nukilan.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Museum Aceh mengelar Pameran Senjata 2021 untuk pertama kalinya secara virtual, Sabtu, 16 Oktober 2021 mendatang.

Pameran ini menampilkan 176 jenis senjata yang merupakan koleksi Museum Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin, mengungkapkan, setidaknya ada 176 sejata koleksi Museum Aceh yang dipamerkan. Mulai dari Siwaih, Rencong, Pedang, Tombak, Meriam, Perisai dan masih banyak senjata lainnya.

Dijelaskannya, pameran senjatan ini akan disiarkan secara langsung dalam sebuah kegiatan virtual mulai pukul 10.00-11.00 WIB.

“Ini bagian dari pameran temporer Museum Aceh yang biasanya digelar setahun sekali, guna menampilkan koleksi yang jarang dipamerkan pada hari-hari biasa. Tahun ini, karena masih dalam masa pandemi Covid-19, kita menggelar secara virtual,” papar Jamaluddin.

Kepala UPTD Museum Aceh Mudha Farsya menambahkan, Aceh adalah satu bangsa yang dalam perjalanan sejarahnya mengalami berbagai peperangan, baik menyerang pada saat penaklukkan ataupun diserang ketika hendak ditaklukan, sebagaimana bangsa-bangsa lain di dunia.

Karenanya, lanjut Mudha, kali ini Museum Aceh sengaja mengelar Pameran Senjata dengan mengangkat tema “Semangat, Simbol dan Identitas”.

Kegiatan ini juga sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Museum yang jatuh pada 12 Oktober 2021.

Mudha menambahkan, setiap peperangan membutuhkan senjata sebagai alat untuk menyerang musuh dan mempertahankan diri. Seiring waktu, berbagai jenis senjata diciptakan dan berkembang. Sebelum era senjata api, senjata tajam merupakan alat perang utama bagi setiap pasukan. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah pedang dan pisau.

Di pameran senjata kali ini, Museum Aceh akan menampilan sejumlah senjata masa kerajaan Aceh pada masa kira-kira 500 tahun yang lalu atau masa pemerintahan Ali Mughayat Syah (1511-1530).

“Bagi masyarakat silahkan mengikuti jalanya Pameran Senjata 2021 secara virtual melalui kanal YouTube Disbudpar Aceh dan kanal YouTube Museum Aceh,” ajak Mudha.

Tiba di Papua, Sekda Aceh Taqwallah Disambut dengan Topi Kehormatan

0
Sekda Aceh, dr.Taqwallah, M.Kes, saat disambut kedatangannya oleh Ketua Adat Aceh Papua, Dr. Ichsan Ansari Ibrahim dengan penyematan topi kehormatan khas Papua, di Jayapura, Papua, Kamis (14/10/2021).

Nukilan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dr Taqwallah MKes tiba di Papua, Jayapura, Kamis, 14 Oktober 2021 sekira pukul 06.40 waktu setempat. Ia disambut dengan penyematan topi kehormatan Khas Papua dari Ketua Adat Aceh di Papua, Dr. Ichsan Ansari Ibrahim.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Dedy Yuswadi, AP mengatakan, Sekda Taqwallah hadir dalam rangka mewakili Gubernur Aceh pada penutupan PON Papua 2021, yang tentu saja juga memberi spirit untuk Rencong Muda Aceh yang berlaga di partai final cabang sepakbola, siang ini. “Pak Sekda hadir mewakili Pak Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah MT dalam penutupan PON Papua,” ujar Dedy, Kamis pagi.

Dedy mengatakan, Sekda Aceh juga akan mengikuti sejumlah agenda yang telah dipersiapkan panitia PON Papua. “Nanti Pak Sekda juga akan menonton pertandingan final bola kaki antara Aceh melawan tim tuan rumah,” jelas dia.

Penyambutan di Bandara itu dihadiri juga oleh Wakil Ketua KONI Aceh, Bachtiar, Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir Syamaun, dan Kabid P3O Dispora Aceh, Teuku Bustamam, MT. []

Sekda Aceh, dr.Taqwallah, M.Kes, saat disambut kedatangannya oleh Ketua Adat Aceh Papua, Dr. Ichsan Ansari Ibrahim dengan penyematan topi kehormatan khas Papua, di Jayapura, Papua, Kamis (14/10/2021).

Pembukaan MQK Ke–II, Ditandai dengan Pemukulan Rapai

0
(Foto: Dok.Nukilan)

Nukilan.id – Asisten I Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Dr. M Jafar SH M.Hum mewakili Pemerintah Aceh membuka kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke – II Tahun 2021 Dinas Pendidikan Dayah Aceh, tandai dengan pemukulan Rapai.

Kegiatan MQK  merupakan kegiatan tahun ke- II Pemerintah Aceh, dengan mempogramkan dua tahun sekali diselenggaranya acara ini. Kata M Jafar saat di wawancarai nukilan.id di Aula Asrama Haji Misfalah Banda Aceh, Rabu malam, (13/10/2021).

“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan, karna sudah merupakan pogram rutin dari Pemerintah Aceh”. Sebut M Jakfar

Di MQK tahun ini, ada beberapa Kabupaten tidak mengikuti dan mengirim peserta, hanya 20 Kabupaten-kota yang  bisa mengikuti. Berharap untuk  kedepan pada MQK ke-III bisa ikut andil semuanya.

M Jafar berharap, semoga kegiatan ini terselenggara dengan sukses dan para peserta  juga akan sukses meraih prestasi sesuai dengan apa yang di  harapkan.

Dengan disediakan nya penghargaan berupa hadiah oleh panitia penyelenggara, ini bisa memotivasi peserta, bukan hanya yang mengikuti MQK-II tahun 2021 tapi seluruh santri di Aceh juga ikut termotivasi, agar untuk kedepannya bisa mempersiapkan diri semaksimal mungkin.

Kegiatan  ini, terus di  lakukan  pembinaan,  baik dari Pimpinan Dayah maupun dari Pemerintah Aceh. Ungkap nya

Dengan posisi Banda Aceh sudah  masuk ke dalam level 2 di aceh, sebagian besar zona  kuning, maka boleh di laksanakan kegiatan, dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan. Tuturnya [JR]

Tingkatkan Kecintaan Kepada Kitab Kuning, Perkuat Ukhuwah Antar Sesama Santri

0
Asisten I Pemerintahan Aceh (Foto: Dok.Nukilan)

Nukilan.id – Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT diwakili oleh Asisten I Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Dr.M Jafar SH M.Hum dalam kata sammbutannya menyampaikan, perlombaan Musabaqah Qiraatil Kutub – II Tahun 2021 tidaklah dipandang sebagai kegiatan rutinitas Pemerintah Aceh dan juga bukan sebagai ajang perlombaan saja, tapi berkompetisi dalam membaca dan menela’ah kitab kuning berbahasa arab.

Mesti dilihat dari esensi pergelaran perlombaan ini, di samping sebagai sarana meningkatkan kecintaan para santri kepada kitab kuning, juga sebagai ajang memperkuat ukhuwah dan mempererat silaturahim antar sesama santri untuk melahirkan kesadaran guna mewujudkan persatuan dan kesatuan umat. Banda Aceh, Rabu (13/10/2021)

“Dikarnakan masih dalam kondisi pandemi Covid-19, maka perlombaan tahun ini diadakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan”.

Pemerintah Aceh mengharapkan, agar kegiatan ini dapat menambah minat para santri untuk terus meningkatkan kemampuan dalam membaca kitab serta mengupayakan agar kandungan dan isi kitab kuning benar-benar tertanam dalam pikiran dan hati para santri.

Penyelenggaraan perlombaan ini dipastikan dapat menjadi salah satu sarana untuk menjaga kemurnian warisan ulama dan guru-guru kita melalui tradisi membaca, mengkaji dan menalaah kitab kuning, sehingga tetap terawat eksistensi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebut M Jakfar

Upaya menjaga kemurnian tradisi inilah yang menjadi misi dan tujuan penting Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah untuk mengadakan Musabaqah Qiraatil Kutub – II Tahun 2021 ini,

Gubernur Nova Irianyah juga menyampaikan bahwa atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada panitia pelaksana serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Ke-II Aceh Tahun 2021 ini.

Menurut Gubernur, event MQK ini memiliki makna yang sangat penting, dalam rangka mendorong semangat para santri dayah atau pesantren untuk gemar, mahir membaca, serta mempelajari kandungan kitab kuning berbahasa Arab.

Oleh karena itu, Gubernur berharap agar pelaksanaan event MQK-II tahun ini bukanlah sekedar mempertahankan tradisi dan menghidupkan budaya kelimuan di kalangan para santri dayah/pesantren. Namun kegiatan ini harus berdampak positif bagi para santri, untuk sedini mungkin mempersiapkan diri menjadi ulama, teungku dan ahli ilmu agama, harapnya.

Terakhir, Gubernur mengucapkan selamat kepada Kafilah MQK yang mengikuti perlombaan, semoga mendapatkan nilai dan hasil yang terbaik. Begitu juga kepada seluruh dewan hakim, kami mengucapkan selamat bertugas menjadi tim penilai yang jujur, objektif dan akuntabel, ucapnya yang dibaca M Jafar.[]