Beranda blog Halaman 1949

Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Bebek di Agara, Sekdis Ikut Ditahan

0

Nukilan.id – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melalui Ditreskrimsus ikut menahan MH, yang merupakan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara saat pengadaan bebek itu berlangsung, Rabu (3/11/2021).

Penahanan tersebut dilakukan karena yang bersangkutan ikut terlibat dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang pada pengadaan bebek Tahun Anggaran 2019.

“Penahanan yang dilakukan terhadap MH setelah dilakukan gelar perkara dan penetapannya sebagai tersangka,” sebut Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya, SIK., dalam keterangan singkatnya, Kamis (4/11) di Mapolda Aceh.

Sony juga menjelaskan, kalau yang bersangkutan merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan pengadaan bebek tersebut.

berdasarkan hasil audit, sambung Sony, Perkiraan Kerugian Negara (PKN) sebesar Rp4,2 milyar.

“Yang bersangkutan sebagai PPK saat itu. Kerugian negara diperkirakan sebesar Rp4,2 milyar,” terangnya singkat. []

Asisten Sekda Aceh Yakin Jalan Batas Aceh Timur-Pining-Blangkejeren Selesai Sesuai Target

0

Nukilan.id – Asisten II Sekda Aceh, Ir. Mawardi, mengatakan, dirinya optimis jika pengerjaan peningkatan Jalan Bts Aceh Timur – Pining – Blangkejeren akan selesai sesuai dengan target yang ditetapkan.

Hal itu ia sampaikan saat meninjau progres pembangunan jalan yang dilakukan dengan skema multiyears kontrak tersebut.

“Hasil monitor kami, dari sisa (waktu) yang ada, kami optimis akan selesai sesuai dengan target yang ada,” kata Mawardi, Rabu 3/11/2021.

Dalam sisa waktu akhir tahun 2021 ini, beberapa pekerjaan akan berkonsentrasi pada galian, pemasangan batu dan beberapa pekerjaan lainnya.

PT. Guna Karya Nusantara, rekanan yang mengerjakan proyek senilai Rp178,05 miliar itu, menargetkan pengerjaan bisa dilakukan hingga 51,05 persen. Namun hingga awal November ini, pengerjaan sudah mencapai 52 persen. Artinya rekanan telah bekerja sangat maksimal, bahkan melebihi target yang telah ditetapkan untuk pengerjaan tahun anggaran 2021 atau deviasi 0,88 persen.

Kondisi saat ini, rekanan telah menyelesaikan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) sepanjang 39,5 Km, asphal concretw binder course (AC-BC) sepanjang 10,6 Km, Galian Tebing: 86.000 M3, Base A sepanjang 2 Km, Base B sepanjang 2,2 Km, Urpil sepanjang 2,2 Km dan Pemasangan Batu, 3.400 M3.

Pembangunan jalan sepanjang 56,86 kilometer dilakukan oleh PT. Guna Karya Nusantara. Pembangunan dimulai pada 20 Desember 2020 dan ditargetkan selesai pada 23 Desember 2022. []

Dirjen Bina Adwil Sampaikan Upaya Indonesia Turunkan Risiko Bencana di Forum Internasional

0

Nukilan.id – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA menyampaikan konsepsi menajemen penurunan risiko bencana yang dilakukan Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam Ministerial Forum for International Cooperation in Disaster Risk Reduction and Emergency Management Program secara virtual, Rabu (3/11/2021).

Pada paparannya, Safrizal menyampaikan sejumlah isu strategis terkait pengurangan risiko bencana dan berbagai isu aktual terkait penanggulangannya. Isu tersebut seperti implementasi Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR), dampak perubahan iklim global, dan upaya penanganan pandemi Covid-19.

Safrizal menuturkan, di tingkat global, Indonesia dikategorikan sebagai negara yang sangat rentan terhadap ancaman perubahan iklim dan bencana alam. Berdasarkan data yang dikantongi pemerintah, pada 2005 sampai 2020, lebih dari 78 persen bencana masuk dalam kategori hidrometeorologi. Sementara bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami, hanya sekitar 22 persen. Namun, bencana geologi tersebut menimbulkan dampak yang cukup signifikan terutama korban jiwa dan kerugian ekonomi.

Safrizal mengatakan, Pemerintah Indonesia sendiri telah bekerja keras untuk proaktif dan responsif dalam mengurangi ancaman bencana. Upaya ini salah satunya dilakukan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. “Implementasi kebijakan, program, dan kelembagaan yang komprehensif juga dilaksanakan Pemerintah Indonesia untuk menangani bencana alam dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana harus diapresiasi dan berkontribusi di tingkat global,” kata Safrizal.

Karena itu, lanjut Safrizal, berkaca pada tata kelola penanggulangan bencana di Indonesia, sambung Safrizal, pengarusutamaan pengurangan risiko bencana sebaiknya dilihat sebagai bentuk investasi. Menurutnya, investasi dalam pengurangan risiko bencana memiliki dampak besar di berbagai sektor pembangunan.

Selain itu, dalam penanggulangan bencana di tingkat daerah, Pemerintah Indonesia juga telah mendorong optimalisasi penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sub urusan bencana. SPM tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran di tingkat kabupaten/kota.

“Dengan demikian penerapan SPM sub urusan bencana diharapkan akan mendorong pelayanan publik penanggulangan bencana yang lebih berkualitas,” jelasnya.

Sebagai informasi, acara ini dibuka oleh Mr. Huang Ming, Minister of Emergency Management of China dan dihadiri oleh para menteri dan pejabat yang mewakili dari 19 negara, yaitu: Indonesia, Kamboja, Rusia, Belarus, Brunei, Kazakhstan, Kyrgystan, Laos, Arab Saudi, Serbia, Chili, Korea Selatan, Mongolia, Mozambique, Pakistan, Singapura, Swiss, Kroasia, dan Turki. Serta dihadiri juga beberapa lembaga internasional, antara lain: UNDRR, ILO, International Red Cross, ASEAN, dan ICDO.

Pada kesempatan itu, para delegasi telah melahirkan sejumlah kesepakatan di antaranya: Pertama, para delegasi menyampaikan keprihatinannya atas dampak berkelanjutan dari bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim dan pandemi Covid-19. Bencana tersebut telah menyebar dengan cepat yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan mata pencaharian manusia, meningkatnya pengungsi, kerusakan lingkungan, serta timbulnya persoakan ekomonomi dan sosial.

Kedua, berbagai negara yang hadir siap membangun kerja sama untuk meningkatkan ketahanan dan keamanan masyarakat dari ancaman bencana. Langkah ini dilakukan dengan berfokus pada perlindungan hak-hak masyarakat, keselamatan dan kesehatan perempuan, anak-anak, orang tua, disabilitas, serta kelompok rentan yang lainnya.

Ketiga, para delegasi sepakat untuk meningkatkan dialog dan pertukaran di antara berbagai rencana strategis nasional, kebijakan, peraturan, dan standar di bidang pencegahan risiko bencana, mitigasi, serta penyaluran bantuan. Selain itu, penguatan keselamatan masyarakat dan kerja sama tanggap darurat terhadap ancaman bencana dan mengeksplorasi peluang untuk merumuskan strategi regional turut disepakati.

Keempat, para negara dan lembaga internasional siap mempromosikan penilaian risiko bersama dan penelitian terkait multi bahaya (multi hazards), dengan berbagi informasi terkini terkait penilaian risiko bencana, hasil dan pemanfaatan berbasis data dasar. Hal ini dilakukan agar lebih mampu mengidentifikasi risiko bencana.

Kelima, para delegasi siap memperkuat langkah-langkah pencegahan bencana dan meningkatkan sistem peringatan dini yang efektif. Tak hanya itu, mereka juga akan memperkuat pemantauan dan peringatan dini atas risiko bencana, serta menerjemahkannya ke dalam tindakan termasuk untuk populasi yang sulit dijangkau atau berada dilokasi terpencil. []

Falevi Kirani: 2021 Aceh Akan Mega SiLPA

0
Ketua Komisi V DPR Aceh M.Rizal Falevi Kirani (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melaksanakan Pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) pada (30/11/2020) kemudian Pemerintah Aceh tidak meng eksekusi, bulan Agustus baru di laksanakan proses Tender dan penayangan masuk bulan November masih ada yang belum ditayang dan banyak yang di batalkan, karena tidak mencukupi waktu.

Hal ini terlihat ketidakseriusan Pemerintah Aceh sehingga tidak mampu menyerap APBA tahun 2021, dan tidak mampu merealisasi pogram yang sudah dirancangnya.

“Ini akan menyebabkan Mega SiLPA di APBA Tahun 2021”. Kata anggota Badan Anggaran M.Rizal Falevi Kirani di Banda Aceh, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, yang bertanggung jawab penuh terhadap peket-paket kegiatan yang terlaksana atau tidaknya ialah Biro pengadaan barang dan jasa (BPBJ) Pemerintah Aceh.

Sehingga Tidak mampu dilakukan tender dan pelelangan paket kegiatan tepat waktu, akhirnya harus disesuaikan dengan waktu yang tersisa. Jelasnya

Dan ini, Sudah menjadi rahasia umum di warung kopi atau dimanapun, katanya “BPBJ baru menender kalau sudah ada pemenang,” Ucap Falevi Kirani

Ia juga mengatakan, dengan lemahnya serapan anggaran, DPR Aceh membentuk Panitia Khusus(Pansus) Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) terhadap penyerapan APBA tahun 2021, dan setelah memanggil beberpa mitra kerja  mentoknya di BPBJ. Jelasnya

Dalam perbaikan dokumen dari dinas  ke BPBJ dan seterusnya memakan waktu yang panjang, dan tahapan ini tidak terukur yang dilakukan oleh BPBJ, sehingga menjadi sebuah opini publik dan bahkan rahasia umum bahwa “ ini ada apa-apanya“. Sebut Fahlevi

Fahlevi kirani mengatakan,“Ini penyebabnya, sehingga tidak tepat waktu Pemerintah Aceh melalui BPBJ dalam proses tender dan penayangan paket pekerjaan sehingga banyak yang harus di batalkan dan belum ada penayangan, tidak mungkin terserap anggaran dalam waktu 35-40 hari lagi.

Dalam waktu kurang dua bulan tidak mungkin untuk di realisasi pogram kegiatan dengan batas waktu pengerjaan melebihi waktu yang tersisa,” Tuturnya [irfan]

Gelar Pelatihan Kepemimpinan, PAS Ajak Pemuda dan Mahasiswa Lebih Kreatif

0
Ketua Umum Pemuda Aceh Selatan (PAS), Dedy Saputra. (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Pemuda Aceh Selatan (PAS) menggelar kegiatan pelatihan kepemimpinan. Kegiatan ini yang dilaksanakan di Banda Aceh selama 9 hari dengan tiga gelombang mulai dari 1 November 2021 hingga 9 November 2021.

Kegiatan ini terselenggaran berkat kerjasama dengan Bank Syariah Aceh Cabang Aceh Selatan. Dan peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan pemuda dan mahasiswa Aceh Selatan yang berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Training ini, dilakukan dalam 3 tahap, mulai tanggal 1-3 November 2021 untuk tahap pertama, tanggal 4-6 november 2021 tahap kedua dan tanggal 7-9 November 2021 untuk tahap ketiga.

Ketua Umum PAS, Dedy Saputra mengatakan bahwa, kegiatan ini dibukan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Selatan, Masrijal.

“Training kepemimpinan ini bertujuan agar pemuda dan mahasiswa Aceh Selatan mampu berpikir positif dan lebih maju. Selain materi kepemimpinan, kita juga memberi materi tentang ke organisasian, manajemen, dan pengenalan diri. Dan kita juga ada materi tentang kilas balik masa lalu, sekarang dan prediksi masa depan. Agar peserta dapat membedakan bagaimana gerakan mahasiswa ketika konflik dengan sekarang,” kata Dedy.

Sebab itu, dia berharap, dengan adanya pelatihan ini para pemuda dan mahasiswa Aceh Selatan dapat lebih kritis dan dapat menghilangkan sikap egoisme. Dedy juga mengajak para pemuda dan mahasiswa Aceh Selatan untuk lebih kreatif.

“Karena saat ini kita butuh kader-kader yang dapat menyongsong kepemimpinan-kepemimpinan kita kedepannya. Makanya kita selalu mengajak pemuda dan mahasiswa agar lebih kreatif, dulu kita juga pernah melakukan pelatihan sablon untuk membantu kretifitas pemuda dan mahasiswa di Aceh Selatan,” pungkas Dedy.

Reporter: Hadiansyah

Mahasiswa Aceh Tamiang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Mursil-Insyafuddin

0
Sekretaris Jendral Pematang (Foto: Dok.ist)

Nukilan.id – Persatuan Mahasiswa Aceh Tamiang (Pematang) Banda Aceh, saat ini sedang menaruh perhatian terkait sudah hampir genap 4 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang yaitu Bapak H. Mursil S.H., M.Kn. dan Bapak H. Tengku Insyafuddin, S.T. dalam masa periode pemerintahan 2017-2022.

Pihaknya sangat mengapresiasi pencapaian kinerja dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam kurun waktu 4 tahun menjalankan roda Pemerintahan. Kata Sekretaris Jenderal Pematang Yusril Agus Putra dalam keterangannya kepada Nukilan.id Rabu (3/11/2021).

Yusril mengatakan, “Dengan melihat banyak sektor dapat diberikan apresiasi adalah menurunnya angka persentase kemiskinan di Bumi Muda Sedia dari angka 14,3% ke angka 13,08%. Penurunan angka persentase tersebut bisa dikatakan sebuah keberhasilan dari Pemkab dalam program pengentasan kemiskinan di Aceh Tamiang.”

Kemudian kualitas pada sektor pendidikan patut diapresiasi, dalam hal ini pemerintah melakukan sebuah terobosan inovasi baru berupa peluncuran program aplikasi pendidikan terpadu dengan nama “e-learning Tamiang Pande” sebagai solusi sarana belajar dalam situasi masa pandemi untuk menjawab kendala yang dihadapi oleh siswa, guru dan orangtua. Aplikasi e-Learning terpadu berbasis Android dan IOS ini merupakan pertama di Aceh. Jelasnya

Lanjutnya “Di era sekarang, aplikasi e-learning Tamiang Pande merupakan terobosan yang sangat baik dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, karena didalam aplikasi tersebut terdapat banyak fitur yang dapat dioperasikan oleh siswa dan guru dalam proses belajar mengajar serta dapat dikontrol oleh orangtua secara langsung.”

Selain itu beberapa sektor lain yang patut diapresiasi adalah kebersihan, pariwisata dan kesehatan,Sektor-sektor tersebut makin meningkat dalam pengembangan, pelaksanaan dan pelayanannya.

“Pengembangan ekowisata yang dilakukan Pemkab Aceh Tamiang patut diacungi jempol, dikarenakan sektor pariwisata memiliki peran untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di daerah tersebut. Subut Yusril

Menurutnya, daerah pariwisata unggulan yang berada di pesisir Kabupaten Aceh Tamiang salah satunya di Ujung Tamiang yang terletak di Desa Pusung Kapal, Kecamatan Seruway yang pada tahun 2021 ini, masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API).”

Program-program yang dijalankan pemerintah yang telah disebutkan berhasil menyasar berbagai kalangan. Walaupun kondisi saat ini dalam situasi pandemi Covid-19, pastinya banyak hambatan yang dirasakan oleh pemerintah untuk menjalankan program-program yang telah dirancang.

“Bupati Aceh Tamiang mampu menjalin kerja sama dengan masyarakat, mahasiswa dan pemerintah untuk menanggulangi pandemi Covid-19 di Aceh Tamiang. Proses vaksinasi sudah terlaksana dengan baik dan gerai-gerai vaksinasi telah dibuka diseluruh kecamatan.” Ungkapnya

Ia meyakini bahwa saat ini peran aktif para generasi muda sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa dan negara. “Mahasiswa dan pemuda Aceh Tamiang diharapkan selalu turut serta, mendukung dan mengawal setiap langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten dalam proses menyejahterakan rakyat untuk menjadi Aceh Tamiang yang bermutu,” Tuturnya. []

BPBD Pidie: Banjir Bandang Tangse Sudah Normal

0
Banjir Bandang Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. (Foto: Dok. BPBD)

Nukilan.id – Bencana Banjir Bandang yang terjadi di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie pada Jum’at (29/10/2021) malam, kini situasinya sudah normal kembali.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Ir. Dewan Ansari kepada Nukilan.id, Rabu (3/11/2021).

“Sekarang rumah warga yang terdampak sudah mulai dibersihkan, termasuk pembersihan fasilitas publik lainnya,” kata Dewan Ansari.

Dia juga menyampaikan bahwa, saat ini kebutuhan yang mendesak adalah logistik untuk masyarakat yang terdampak banjir tersebut.

“Untuk bantuan logistik dari LSM/Organisasi di wilayah Pidie telah kita salurkan langsung kepada masyarakat terdampak di lokasi,” ungkap Dewan Ansari.

Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa, saat ini pihaknya sedang berupaya untuk melakukan pendataan kerusakan dan koordinasi dengan Kepala Desa dan Muspika Kecamatan Tangse.

“Kita telah menurunkan 2 unit alat berat untuk membantu proses pembersihan sisa material banjir dan memperbaiki jalan penghubung antar desa yang putus di pemukiman warga dan fasilitas publik di 3 desa
terdampak,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada Jum’at (29/10/2021) pukul 19.30 Wib sampai 21.30 Wib telah terjadi banjir bandang di Desa Layan, Peunalom I Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie.

Hal itu disebabkan curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Kecamatan Tangse, sehingga mengakibatkan sebagian wilayah gampong Layan, peunalom-I, Peunalom-II diterjang banjir bandang.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun akibat banjir bandang itu dikabarkan 13 rumah warga rusak berat dan 27 rumah rusak ringan.

Berikut rincian kerusakan akibat banjir bandang Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie berdasarkan laporan BPBD, Selasa (2/11/2021):

1. Gampong layan

Dusun Cot Mancang

  • 4 unit rumah rusak berat
  • 7 unit rumah rusak ringan

Dusun Driek Ramphak

  • 3 unit rumah rusak berat
  • 5 unit rumah rusak ringan
  • Jalan dan tanggul penahan tanah rusak sepanjang ± 350M
  • Abutmen jembatan ± 30M
  • Rusaknya pipa jaringan Air ± 500 M

2. Gampong Peunalom I

Dusun Lhok Kareung

  • 1 unit rumah rusak Bberat
  • 11 unit rumah rusak ringan

Dusun Teladan

  • 4 unit rumah rusak ringan
  • 4 unit rumah rusak Bberat
  • Rusaknya pipa jaringan air ± 400 M
  • Rusaknya Jaringan irigasi ± 100 M²

3. Gampong Peunalom II

  • Rumah 1 unit rusak berat
  • Rusaknya pipa jaringan air ± 2000M
  • Kerusakan jaringan irigasi ± 93 M²

Kerusakan Material:

  • Kerusakan jalan dan tebing sungai panjangnya +- 2,5 km sepanjang aliran sungai di gampong layan Peunalom I dan Peunalom II.

[red]

Tingkatkan Kemampuan Personil, Polres Aceh Timur Gelar Pelatihan Kehumasan

0
(Foto: Dok.ist)

Nukilan.id – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur, menggelar pelatihan kehumasan untuk personel yang bekerja di bagian administrasi di setiap fungsi, personel Polsek, dan pengurus bhayangkari yang dipusatkan di Aula Bhara Daksa Polres Aceh Timur, Rabu (3/11/2021).

Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.I.K., dalam arahannya menyampaikan, pelatihan kehumasan tersebut digelar untuk memaksimalkan kemampuan personel yang bertugas di fungsi Humas baik di Polres maupun di Polsek.

Selain itu, sambungnya, pelatihan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang informasi-informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan kedinasan dan aturan yang telah ditetapkan.

“Tujuan utama adalah untuk meningkatkan kemampuan personel. Kemudian agar informasi bisa tersampaikan kepada  masyarakat dengan cepat dan tepat,” sebut Mahmun.

Ia juga berharap, kepada personel yang sudah ditunjuk untuk dapat mengikuti pelatihan dengan baik, sehingga tugas pokok dan fungsi kehumasan di jajarannya dapat berjalan sesuai dengan harapan.

“Semoga seluruh personel yang hadir dapat memanfaatkan momen pelatihan ini untuk me perdalam ilmu kehumasan, sehingga Tupoksi Humas di jajaran berjalan sempurna,” pungkasnya.

Dalam prlatihan itu juga turut hadir Kasi Humas Polres Aceh Timur IPTU Agusman Said Nasution beserta anggota, peserta, dan Surya selaku Pemateri. []

Jaksa Agung Diminta Waspada Serangan Balik dari Kaki Tangan Koruptor

0
Jaksa Agung, Prof. ST Burhanuddin, (Foto: Ist)

Nukilan.id – Jaksa Agung ST Burhanuddin diminta mewaspadai serangan balik para koruptor dan kaki tangannya yang semakin masif di tengah prestasi Kejaksaan Agung membongkar kasus-kasus korupsi kakap.

Menurut pakar hukum pidana Dr. Dwi Seno Wijanarko SH MH CPCLE, serangan balik para koruptor itu terlihat dari gencarnya serangan terhadap institusi Kejaksaan Agung, bahkan terhadap Jaksa Agung Burhanuddin secara pribadi, dalam beberapa waktu terakhir.

“Prestasi luar biasa Kejagung di bawah kepemimpinan ST Burhanuddin dalam mengungkap kasus-kasus korupsi membuat koruptor kalap. Mereka menyerang balik menggunakan berbagai cara, termasuk dengan menyebarkan berita bohong dan pembunuhan karakter Jaksa Agung,” ujarnya, Rabu (3/11/2021).

Dalam melakukan serangana balik, lanjut Dwi Seno, para koruptor tersebut memanfaatkan kaki tangan atau kolaborator mereka, baik dari luar maupun internal penegak hukum, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap Kejagung.

“Target utama mereka Jaksa Agung sebagai tokoh sentral di Kejagung. Harapan mereka, jika publik tidak percaya kepada Jaksa Agung maka akan muncul ketidakpercayaan juga terhadap Kejaksaan yang sedang menangani kasus mereka,” kata pakar hukum dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ini.

Hal senada disampaikan budayawan dan spiritualis nusantara Kidung Tirto Suryo Kusumo. Dia mengatakan koruptor yang serakah akan melakukan berbagai cara agar kejahatannya tidak tercium oleh penegak hukum. Ketika kejahatan mereka terbongkar, mereka akan melakukan perlawanan dengan menghalalkan segala cara.

Namun, Kidung Tirto yakin Jaksa Agung Burhanuddin tetap tegar, bahkan semakin kuat menghadapi berbagai serangan koruptor dan kolaboratornya. Dia hanya mengingatkan Jaksa Agung agar mewaspadai kaki tangan koruptor yang menyusup ke internal Kejaksaan.

“Saya mendukung langkah Jaksa Agung melakukan bersih-bersih di internal dari infiltrasi koruptor. Ini diperlukan untuk menjaga marwah Adhyaksa dari tangan-tangan kotor oknum tidak berintegritas yang bisa menjadi musuh dalam selimut,” tegasnya.

Kidung Tirto mengatakan, serangan terhadap Jaksa Agung tersebut sama saja dengan menyerang Presiden Joko Widodo, sebab Jaksa Agung sedang melaksanakan perintah Presiden untuk menegakkan supremasi hukum dan memberantas korupsi.

Jaksa Agung Burhanuddin dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan kepada seluruh jajarannya agar menjaga integritas dan menjauhi perbuatan tercela yang berpotensi melawan hukum.

Dia mengatakan bahwa salah satu agenda utamanya adalah memulihkan marwah Kejaksaan dengan meningkatkan integritas.

“Saya tidak butuh jaksa pintar tapi tidak berintegritas, melainkan saya butuh jaksa pintar yang berintegritas. Untuk itu, bagi siapa saja yang tidak mau berubah, silakan mengundurkan diri sebelum saya undurkan,” tegasnya.

Belakangan, lanjut dia, kiprah kejaksaan dalam menangani perkara-perkara besar berhasil meningkatkan kepercayaan publik. Namun di sisi lain, atas capaian itu masih saja terdapat pihak yang tidak senang atau terganggu akan torehan prestasi tersebut.

“Fenomena ini dikenal dengan istilah Corruptors Fight Back. Oleh karena itu kita harus selalu waspada dalam melaksanakan tugas dan berperilaku sesuai norma yang ada, begitupun dalam aktivitas di sosial media,” kata Jaksa Agung.

Masuki Puncak Musim Hujan, BMKG Aceh: Waspada Banjir dan Longsor

0
Ilustrasi. Banjir Bandang Tangse, Pidie (Foto: Dok. BPBD)

Nukilan.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Aceh telah memasuki puncak musim hujan sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor.

“November dan Desember ini puncak musim hujan, intensitas hujannya lebih tinggi, durasi hujan juga lebih lama, maka sangat memungkinkan terjadi banjir dan tanah longsor,” kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Rabu (3/11/2021).

Selain banjir dan tanah longsor, lanjut Zakaria, pada puncak musim hujan juga berpotensi terjadinya angin kencang atau puting beliung yang disebabkan adanya pertumbuhan awan cumulonimbus.

Oleh karenanya, Zakaria meminta masyarakat seluruh kabupaten/kota di daerah Tanah Rencong itu untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pemukiman di kawasan pinggiran sungai, dataran rendah, hamparan luas seperti persawahan yang berpotensi banjir luapan, genangan bahkan banjir bandang.

“Untuk masyarakat daerah perkotaan juga lebih hati-hati karena rentan banjir genangan, yang disebabkan tanah resapan air sudah sangat berkurang, tertutup dengan gedung, jalan dan sebagainya,” kata Zakaria.

Upaya mengantisipasi dan meminimalkan risiko saat bencana, kata dia, masyarakat harus mengenali daerah masing-masing. Misalnya seperti pada November dan Desember biasanya daerah kita sering banjir, maka segera lakukan langkah-langkah pencegahan.

“Tentu saja barang elektronik dan barang berharga lainnya harus segera diselamatkan, apabila hujan deras dan bertahan sampai dua jam atau bahkan berhari-hari, maka segera lakukan antisipasi,” katanya.

Begitu juga, lanjut Zakaria, untuk penduduk di daerah pegunungan dan perbukitan yang harus mengenali daerah masing-masing terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi setiap tahun.

“Mungkin rentan longsor. Jadi ketika bulan November dan Desember ini daya rekat tanah sudah sangat sedikit, tanah sudah labil, sudah penuh air sehingga mudah terjadi longsor, apalagi hujan sangat deras,” katanya.

Menurut dia, BMKG terus memberi informasi potensi cuaca kepada masyarakat setiap harinya melalui halaman resmi, media massa, dan media sosial. Dengan begitu setiap daerah-daerah memiliki referensi untuk segera lakukan langkah antisipasi.

“Kami selalu memberi informasi prakiraan cuaca setiap hari, untuk pemetaan daerah-daerah berpotensi hujan lebat, petir, angin kencang, puting beliung sehingga daerah-daerah perlu lakukan antisipasi,” kata Zakaria. [antara]