Beranda blog Halaman 1948

Budidaya Jamur Tiram Jadi Pilihan Terbaik Pemuda di Masa Pandemi

0
Pengusaha Jamur Tiram di Aceh Selatan, Wanhar El-Salatany. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Jamur Tiram adalah satu di antara jenis bahan olahan yang banyak disukai masyarakat. Selain itu, prospek bisnis dari budidaya jamur tiram ini juga sangat menggiurkan.

Seperti halnya, Wanhar As-Salatany salah seorang pengusaha budidaya jamur tiram di Jalan Pancur Mangga, Dusun Masjid, Gampong Kuta Blang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. Menurutnya, di tengah masa pandemi seperti ini, dunia usaha menjadi pilihan terbaik untuk pemuda.

“Kita sebagai pemuda harus bergerak untuk menggenjot ekonomi, dan harus lebih aktif, kreatif, dan inovatif, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan budaya-budaya luar. Dengan demikian angka pengangguran di Aceh dapat berkurang,” kata Wanhar kepada Nukilan.id, Rabu (3/11/2021).

Untuk sementara, kata dia, produksi jamur tiram di Aceh Selatan masih langka. Jadi, kami harus menambahkan stok bibit untuk memenuhi permintaan konsumen, sementara bibitnya masih kita beli dari Medan.

“Hasil produksi jamur tiram kami hari ini masih kurang, sedangkan permintaan konsumen semakin tinggi. Hal itu juga terkendala oleh bibit yang masih kurang. Dan saya juga bekerja sendiri, jadi kedepan kalau bibit sudah banyak saya akan mencari karyawan,” ujar Wanhar.

Selain itu, dia menyebutkan bahwa, konsumen jamur tiram untuk saat ini hanya dari kalangan guru sekolah, warung dan masyarakat sekitar.

“Untuk harga yang kita jual Rp 50.000 perkilonya. Adapun pendapatan omset jutaan perbulan, sementara panen sekitar 2-3 kilo/hari, karena masih 500 bibit yang sudah menghasilkan dan 500 bibit lagi masih dalam proses pertumbuhan,” sebut Wanhar.

Sementara itu, kata dia, sejauh ini saya juga telah melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Aceh Selatan untuk pengurusan Perizinan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

“Karena rencananya jamur tiram ini akan kita inovasikan menjadi jamur krispi, sehingga jamur ini bukan hanya produk mentah tetapi dengan jamur krispi ini dapat membuat daya tahan lama terhadap jamur sendiri,” pungkas Wanhar.

Reporter: Hadiansyah

YARA Nagan Raya Desak KPK Umumkan Nama Tersangka

0
(Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Nagan Raya mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengumumkan Nama-nama Tersangka dalam Kasus dugaan Suap Perizinan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4 Nagan Raya.

“Nama-nama Tersangka sangat perlu segera diumumkan dalam kasus tersebut, hal ini untuk membuat jelas isu dan polemik ketidakpastian dalam masyarakat, karena sudah menjadi tanda tanya besar beberapa hari ini” Kata Ketua YARA Perwakilan Nagan Raya, Muhammad Zubir, SH. CPCLE.

Zubir menyampaikan bahwa untuk sebuah kepastian hukum maka KPK harus segera mengumumkan nama-nama Tersangka. Agar kita tau siapa saja tersangkanya, banyak yang sudah dipanggil KPK untuk dimintai keterangan, namun belum ada nama yang diumumkan menjadi tersangka.

“Kan delik (dugaan tindak pidananya)  sudah ada, masak pelakunya tidak ada, jadi agar kita tidak menduga-duga, maka nama tersangka nya harus segera diumumkan” Jelas Zubir.

Selama ini publik sangat mendukung dan menaruh harapan besar pemberantasan Korupsi di Tanah Air oleh KPK.

Ia berharap, dengan adanya KPK yang turun langsung ke Aceh untuk memeriksa dugaan tindak Pidana Korupsi di Nagan Raya, maka harapannya agar dapat membersihkan tindak Pidana Korupsi di Kabupaten Nagan Raya.

ini akan menjadi sebuah contoh kasus yang mempunyai efek besar terhadap isu tindak Pidana Korupsi sekecil apapun, jadi kedepannya setiap orang yang mempunyai niat saja untuk melakukan Tindak Pidana Korupsi akan insaf dan mengurungkan niatnya. Makanya kita berharap KPK tidak terkesan main-main dalam menangani perkara tindak Pidana Korupsi ini, tutup Zubir.[]

IP2MA: Sejarah Batu Mandela di Simeulue Jangan di Lupakan

0
Batu Mandela (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Alafan (IP2MA) Mitra Wanda Menjelaskan Sejarah Batu Mandela Yang telah dilupakan,  Desa serafon merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue. Kecamatan Alafan itu sendiri berada di ujung Pulau Simeulue yang mana masyarakatnya hidup di daerah Pesisir Pantai,”Sudah tentu, pekerjaan dan penghasilan sehari – hari masyarakat pada umumnya berasal dari hasil laut”.

Di tempat ini, sangat banyak terdapat tempat wisata yang digemari oleh wisatawan, Seperti Pantai Batu Alafan, Pantai Silimbangan, Kuari Lamerem, dan masih banyak lagi. Dan didesa serafon pun juga mempunyai sebuah objek wisata yang banyak diperbincangkan dikalangan masyarakat Alafan, orang – orang sekitar menyebutnya Batu Mendela. Jelasnya

Menurutnya, Batu Mendela terjelmah dari cerita legenda zaman dahulu yang diwarisi secara turun temurun hingga saat ini. Kisah Batu Mendela bermula dari seorang laki – laki dan seorang  perempuan yang pergi menjalah atau menangkap ikan. Menurut sejarah yang dikutip dari masyarakat setempat, kejadian itu terjadi pada siang hari dengan keadaan cuaca tidak membaik. Kebiasaan orang pada zaman dulu apabila cuaca sudah mendung dan turun hujan sudah menjadi kebiasaan mereka untuk menyiapkan peralatan menangkap ikan, salah satu alat yang digunakan orang pada saat itu adalah Jalah. Namun pada saat menjalah ikan laki – laki (abang) dengan sengaja  melempar ikan hasil tangkapan kepada adik perempuannya yang berada di tepi laut sehingga lemparan laki – laki mengenai daerah terlarang perempuan.

Dengan terjadinya pristiwa itu suara dan gemuruh petir dari langit menyambar keduanya dan seketika itu mereka berubah menjadi batu, mendengar kejadian itu masyarakat sangat kaget melihat fenomena yang terjadi pada saat itu. Batu tersebut berbentuk manusia, dan berbentuk jalah . Dengan terjadinya fenomena alam yang sangat menakutkan itu masyarakat menyebutnya dengan sebutan batu mendela (batu menjalah).  Itulah sekilas sejarah terjadinya batu mendela sehingga pada saat ini batu yang tertinggal hanya satu yaitu batu yang berbentuk jalah, batu yang lain telah hancur dikikis oleh ombak yang menghantam. Jelas Mitra Wanda

Mitra Wanda menilai, Batu mendela itu sendiri memiliki keindahan dan daya tarik tersendiri kepada masyarakat dan pengunjung lainnya.  Selain dari bentuknya yang unik, juga dari asal – usul ceritanya sudah menarik perhatian. Kejadian itu sudah sangat lama terjadi puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu, akan tetapi batu mendelah yang dulunya berdiri kokoh dan bisa digunakan kemanfaatannya menjadi tempat wisata yang menarik kini telah runtuh akibat kurangnya perhatian masyarakat dan pemerintah dalam mengelola objek wisata yang ada.

Sangat disayangkan pemerintah desa serafon dari dulu hingga saat ini belum terpikirkan oleh mereka bahwa Batu Mendela itu merupakan salah satu bentuk pendapatan dan kekayaan desa apabila ditata dengan baik, maka akan menambah Omset Desa dan menambah penghasilan masyarakat setempat.

Seperti membangun jalan untuk menuju batu mendelah, membangun pondok – pondok kecil sehingga para wisatawan mempunyai tempat berlindung dari terik matahari dan hujan, membuat warung makan dengan diisi oleh makanan khas simeulue, namun hal itu belum kunjung jua terjadi.

Bisa dikatakan batu mendela tersebut merupakan Icon desa Serafon yang sangat populer. Jadi sangat disayangkan jika warisan yang kaya akan sejarah itu rusak bahkan terkikis habis akibat tidak ada perhatian dan kepedulian masyarakat setempat untuk menjaga keutuhan batu mendela. Jelasnya

Ia mengatakan, Sangat butuh peran masyarakat dan pemerintah dalam perbaikan Local Culture ini, dengan harapan agar segera melakukan perbaikan atau istilah renovasi ulang terhadap batu mendelah yang telah runtuh, tujuannya adalah untuk menyelamatkan sejarah yang terjadi dimasa lampau dan mengingat akan sejarah ini kepada masyarakat simeulue kususnya.

Jika tidak di perbaiki, sepuluh atau lima belas tahun kedepan cerita batu mendela tidak dikenal dan diketahui lagi oleh penerus bangsa khususnya penerus desa serafon.

Kearifan lokal adalah karakteristik yang sudah tentu tidak kita dapatkan di tempat lain,”Hargai dan nikmati, jangan di abaikan karena itu adalah titipan Tuhan,” Tuturnya. []

Kronologi Vanessa Angel dan Suami Tewas Kecelakaan di Tol Jombang

0
Vanessa Angel & Bibi Ardiansyah dikabarkan kecelakaan ©instagram.com/vanessaangelofficial

Nukilan.id – Artis Vanessa Angel dan suami, Febri Andriansyah, tewas kecelakaan di Tol Jombang. Begini kronologi kecelakaan yang tewaskan Vanessa Angel dan suami.

Berdasarkan keterangan Dirlantas Polda Jatim Kombes Usman Latif, Kamis (4/11/2021), mobil yang ditumpangi Vanessa Angel dan suami berangkat dari Jakarta. Di Km 673, kecelakaan terjadi.

Baca Juga: Vanessa Angel dan Suaminya Meninggal dalam Kecelakaan Mobil

Berangkat dari Jakarta

“Semula, kendaraan Pajero nopol B-1264-BJU berangkat dari Jakarta,” kata Kombes Usman.

Tabrak beton pembatas

Kendaraan yang ditumpangi Vanessa Angel kemudian menabrak pembatas jalan.

“Setiba di Km 673+300/A ruas Tol Jomol, kendaraan tersebut tiba-tiba menabrak beton pembatas kiri ruas tol dikarenakan sopir mengantuk,” kata Usman.

Mobil terpelanting

Setelah menabrak pembatas jalan, mobil yang ditumpangi Vanessa Angel terpelanting. Lalu lintas saat kecelakaan lancar.

“Akhirnya kendaraan Pajero tersebut terpelanting Dan berputar berhenti di lajur cepat. Situasi pada saat kejadian arus lalin landai lancar cuaca cerah,” ujar Usman. [detik]

Vanessa Angel dan Suaminya Meninggal dalam Kecelakaan Mobil

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Artis Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Andriansyah, tewas dalam kecelakaan di Tol Nganjuk arah Surabaya Kilometer 672+400A, Jawa Timur, Kamis (4/11/2021).

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Gatot Repli Handoko.

Gatot mengungkapkan, mobil bernomor polisi B 1264 BJU itu berpenumpang lima orang, termasuk Vanessa Angel dan suaminya.

“Penumpang lima orang. Dua orang meninggal dunia, tiga orang luka-luka,” ucap Gatot kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).

Melalui pesan singkat, Gatot memastikan bahwa korban yang meninggal adalah Vanessa dan suaminya.

“Penumpang meninggal dunia atas nama FEBRI ANDRIANSYAH DG ALAMAT JLN DIAMOND 1/71 SRENGSENG JAKARTA BARAT da VANESSA ADZANIA dengan alamat sama,” tulis Gatot melanjutkan.

Kepolisian mengungkapkan, tewasnya Vanessa Angel dan suami merupakan kecelakaan tunggal.

Vanessa Angel dan suami dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Adapun tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Sebelumnya, Vanessa Angel sempat mengunggah Instagram Story ketika sedang berada di mobil.

Dalam unggahan itu, Vanessa Angel menunjukkan video sang anak.

Vanessa juga memperlihatkan jalan tol yang mereka lalui.

Vanessa Angel memang diketahui sedang berada di luar kota untuk menghadiri sebuah acara.

Dukacita mendalam bagi dunia hiburan Tanah Air.

Sejumlah rekan artis pun telah menyampaikan ucapan duka atas kepergian Vanessa Angel dan Bibi. [kompas]

Bakesbangpol Banda Aceh; Peran FPK Penting Dalam Keberagaman

0
Rapat Kerja FPK Se Aceh (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Banda Aceh Bachtiar S.Sos, bersama Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Banda Aceh Thantawi Ishak, SH.MM dan Kepala Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Zulkifli SH, mengikuti Rapat kerja FPK Se-Aceh Tahun 2021, di Aula Badan Kesbangpol Provinsi Aceh, Rabu (3/11/2021).

Rapat kerja tersebut dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpol Aceh Drs. Mahdi Efendi dengan menghadirkan pemateri dari Ketua FPK Aceh Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA dengan Judul Kebersamaan dalam kebhinnekaan masyarakat Aceh, Wakil Ketua FPK Aceh Dr. Ahmad Husein, MA dengan judul Pembauran Kebangsaan dalam Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dan Anggota  FPK Aceh Dra. Naimah Hasan, MA dengan judul Peran FPK dalam membangun Pembauran Kebangsaan di  Daerah.

Kepala Bakesbangpol Kota Banda Aceh Bachtiar S.Sos saat dimintai pendapatnya terkait giat Raker tersebut mengatakan Raker FPK Se-Aceh ini sangat diperlukan, selain sebagai ajang silaturahmi juga untuk bertukar informasi dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi FPK, sebagai wadah yang dibentuk dan difasilitasi oleh pemerintah.

“FPK harus mampu berperan sebagai sarana komunikasi dan konsultasi kebangsaan dalam keberagaman,” ucap Bachtiar.

Bachtiar berharap FPK sebagai forum yang diamanatkan oleh Permendagri Nomor 34 tahun 2006, khususnya FPK Kota Banda Aceh harus mampu melaksanakan peran transformasi, edukasi, kolaborasi, mediasi dan antisipatif  guna merawat kebangsaan dalam keberagaman.

Ia mengatakan bahwa rapat kerja ini diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Aceh dengan maksud untuk menjalin sinergisitas antara Badan/Kantor Kesbangpol Kabupaten/Kota Se-Aceh dan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Se-Aceh dalam rangka untuk menjadikan Forum Pembauran Kebangsaan sebagai wadah pemersatu seluruh elemen masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan dan menjaga stabilitas keamanan nasional,” pungkasnya.

Rapat kerja yang diikuti oleh seluruh  Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten/Kota Se-Aceh dan Ketua serta Anggota FPK Kabupaten/Kota Se-Aceh ini berlangsung secara diskusi dengan meminta saran dan pendapat dari kepala badan dari masing-masing kabupaten/kota. []

APDESI Kepengurusan Arifiin Disahkan Kemenkumham

0

Nukilan.id – Pasca penyelenggaraan Musyawarah Nasional Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Munas APDESI) pada tanggal 18-20 Agustus 2021 di Jakarta, kini APDESI berbenah dengan menyusun kepengurusan di tingkat nasional.

Arifin Abdul Majid. S, Sos., MM yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jendral APDESI kini terpilih menjadi Ketua Umum APDESI periode 2021 – 2026 menggantikan Suhardi Buyung.

Suhardi Buyung digantikan lantaran masa jabatannya sebagai Ketua Umum APDESI telah habis.

“Alhamdulillah setelah selesai Munas kami menyelesaikan segala administrasi perubahan organisasi dan baru beberapa minggu lalu mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, saya sebagai Ketua Umum, Sdr. Muksalmina dari Aceh sebagai Sekretaris Jenderal dan H. Tasman dari Sulawesi Tenggara sebagai Bendahara Umum,” ujar Arifin usai acara syukuran kantor DPP APDESI Jalan BDN Raya No. 6 Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (3/11/21).

Mantan Sekjen APDESI itu menjelaskan, bahwa kepengurusan DPP APDESI periode 2021-2026 akan memfokuskan pada pengembangan dan kemandirian desa, selain penataan dan peningkatan managemen Organisasi secara internal, penguatan kapasitas Anggota serta Advokasi Hukum kepada pemerintah desa yang menghadapi kendala dalam penyelenggaraan Pemerintah Desa.

“Jadi sewaktu ketua umumnya Suhardi Buyung, kami (APDESI) sudah mendapatkan legalitas SK Kementerian Hukum dan HAM Nomor AHU.0072972-AH.01.07 Tahun 2016 dan di kepengurusan baru kini APDESI mendapatkan SK perubahan Nomor AHU-0001295-AH.01.08 Tahun 2021”. Katanya.

Arifin membeberkan, sebuah organisasi yang berbadan hukum harus mengacu pada Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.

APDESI yang ia gagas sejak tahun 2001 dan menemui banyak problem, sehingga akhirnya pada dua periode ini secara hukum legalitasnya diakui oleh pemerintah.

Senada dengan Ketua Umum, Sekretaris Jenderal APDESI, Muksalmina, SE mengatakan bahwa, belakangan ini ada organisasi yang mengatasnamakan APDESI namum secara legalitas mereka tidak memiliki.

“Kami tidak mempermasalahkan banyaknya organisasi desa, hal itu baik, namun jika penamaannya sama dengan oraganisasi kami, itu yang kami sayangkan,” tegas Muksalmina.

“Dalam Undang-undang tentang Ormas sudah dijabarkan dengan jelas,” sambungnya.

Muksalmina menghimbau kepada Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan Lembaga Pemerintahan lainnya dapat memahami peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak menyamaratakan sebuah organisasi yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum.

“Kami mengajak semua komponen kelembagaan, Ormas, Media dan Pemerhati Desa untuk terus bersama-sama bergandengan tangan mendorong percepatan lahirnya desa-desa mandiri menjadi lebih banyak lagi dan menyebar seluruh indonesia, khususnya diluar pulau Jawa,” tutup Arifin.

Anggota DPRK Banda Aceh Aiyub Bukhari Dorong Pengembangan Usaha Warga

0
Anggota DPRK Banda Aceh Aiyub Bukhari. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kota Banda Aceh Aiyub Bukhari, S.Pd mendorong dunia usaha warga Kota Banda Aceh dan memperkuat keterampilan kerja sebagi bentuk komitmen penguatan basis ekonomi kedepan.

“Keterampilan kerja sangat penting untuk mendorong pengembangan usaha yang sudah dibangun, dan keterampilan kerja juga memungkinkan kita buka usaha baru,” kata Aiyub Bukhari pada reses Anggota DPRK Kota Banda Aceh bersama kader Partai Demokrat Banda Aceh dan Warga Kuta Alam di Jambo Tape, Banda Aceh, Rabu (3/11/2021).

Aiyub menyampaikan, dirinya akan berupaya untuk mendorong dunia usaha Kacil di Banda Aceh untuk berkembang, dan mencipta keterampilan kerja kalangan muda melalui pelatihan-pelatihan.

“Bantu saya dalam mendorong merealisasi program-program ekonomi rakyat ini, agar pengangguran dan kemiskinan di Kota Banda Aceh tidak ada,” ujar Aiyub Bukhari.

Ketua Komisi II Kota Banda Aceh itu juga menyampaikan keinginannya mendorong dunia usaha kalangan milinial di Kota Banda Aceh lewat program ekonomi yang sedang disiapkan.

“Insya Allah program ekonomi untuk dunia usaha milinial juga akan kita dorong, tentu berbasis keterampilan,” demikian Aiyub Bukhari.

Hadir pada acara itu Ketua DPC Partai Demokrat Banda Aceh Arif Fadillah, Bendahara DPC Demokrat Kota Banda Aceh Siti Hawa Panghab, SH, MH, dan masyarakat seputaran Kuta Alam.[red]

Lima Kali Raih WTP, Kemenag Terus Perbaiki Tata Kelola Aset Negara

0
Nukilan.id – Kementerian Agama menjadi salah satu Kementerian yang memperoleh penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada September lalu. Penghargaaan tersebut diperoleh atas capaian Kemenag yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut.
Penghargaan ini diserahkan secara simbolis oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 18 September 2021. Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemenag, Subarja, mengungkapkan penghargaan ini merupakan bukti komitmen Kemenag dalam melakukan pengelolaan keuangan yang efisien dan akuntabel, serta memberikan pelaporan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).
“Capaian ini tentu tidak membuat kami berpuas diri. Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus kami selesaikan. Salah satunya, perbaikan tata kelola aset negara,” ujar Subarja, di Jakarta, Rabu (3/11/2021).
Saat ini, lanjut Subarja, Kemenag memiliki lebih dari 4.000 satuan kerja, termasuk di dalamnya madrasah tsanawiyah dan aliyah negeri. Tata kelola aset tentunya menjadi tantangan tersendiri.
“Belum lagi, kami juga memiliki PR untuk menunjuk atau mengangkat pegawai yang kompeten dalam pengelolaan anggaran di satuan kerja,” ungkapnya.
Meski demikian, Subarja optimistis Kemenag mampu menyelesaikan semua pekerjaan rumah tersebut. “Komitmen seluruh pihak di Kemenag tentunya amat membantu terselesaikannya pekerjaan rumah ini. Mulai dari komitmen tiap pimpinan satker, hingga Menteri Agama yang selalu mendukung melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan,” tutur Subarja.
“Perlu diketahui, target kami tidak berhenti pada capaian WTP Laporan Keuangan saja. Tapi lebih jauh dari itu, adalah tercapainya pelayanan optimal bagi masyarakat di tiap layanan Kemenag,” tutupnya.[Kemenag]

Kemenag Aceh Santuni Puluhan Yatim saat Peringatan Maulid Nabi

0

Nukilan.id – Dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan peresmian Mushalla  Al-Ikhlash, Kanwil Kemenag Aceh ikut menyantuni 21 anak yatim piatu asal Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu, 3 November 2021.  Santunan berupa uang tunai diserahkan usai peresmian Mushalla Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Aceh.

Bantuan uang tunai tersebut merupakan wakaf tunai dari para ASN Kanwil Kemenag Aceh dan juga Dharmawanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Aceh. Bantuan diserahkan Kakanwil Kemenag Aceh Dr H Iqbal SAg MAg dan Ketua DWP  Kanwil Kemenag Aceh Zahrul Baizah Iqbal.

Kakanwil Iqbal menjelaskan, kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW dan juga santunan anak yatim merupakan bentuk kerjasama ASN Kemenag Aceh.

“Terima kasih kepada Kabid dan Kasubbag Kanwil Kemenag Aceh, maulid ini juga infak dari ASN Kemenag Aceh,” ujarnya.

Selain itu, kata Iqbal, perluasan Mushalla Al-Ikhlash dimulai Februari lalu. Perluasan mushalla ini juga dengan bantuan dari ASN.

Perluasan mushalla, kata Iqbal, dilakukan karena kondisi mushalla, selain tidak mampu menampung jumlah jamaah, juga menyangkut dengan kondisi  fisik mushalla yang harus dilakukan perbaikan.

“Atas inisiasi dan saran dari seluruh karyawan bagaimana mushalla ini diperluas. Alhamdulillah berkat kerja sama semua pihak mushalla ini bisa kita perluas seperti saat ini,” ujarnya.

Usai peresmian mushalla dilanjutkan dengan kenduri bersama puluhan anak yatim yang telah menerima santunan.