Beranda blog Halaman 1945

GEMA: Penunjukan KSAD Andika Perkasa sebagai Panglima TNI oleh Presiden Sudah Tepat

0
(Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Ketua Pembina Gerakan Muda Aceh (GEMA) dan juga Ketua Yayasan Kerja Indonesia Maju (YKIM) Aceh Muchti Chairul H mengatakan, penunjukan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa oleh Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Panglima TNI dinilai sudah tepat.

Hal ini dilihat dari Sosok Andika sangat layak dengan prestasi yang gemilang yang beliau dapatkan dan juga sosok yang tegas serta memiliki pribadi yang baik. Kata Muchti di Banda Aceh, Sabtu (6/11/2021).

“saya rasa sangat tepat dan layak Presiden Jokowi menunjuk beliau sebagai calon tunggal Panglima TNI, ” ujarnya.

Diketahui sebelumnya kata dia-Muchti, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani mengumumkan lembaganya telah menerima Surat Presiden (surpres) berisi pengajuan calon Panglima TNI dari Presiden Jokowi. Isinya, Presiden mengusulkan KSAD Jenderal Andika Perkasa.

“Presiden mengusulkan satu nama calon Panglima TNI, Atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa,” kata Puan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan pensiun dinovember mendatang. []

Humas Pemerintah Aceh Masuk Nominasi Nasional Anugerah Media Humas 2021

0
Malam Anugerah Media Humas (AMH) 2021 [Sumber: Tangkapan Layar Youtube Kemkominfo TV]

Nukilan.id – Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh berhasil masuk nominasi nasional dalam ajang Anugerah Media Humas (AMH) 2021 yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Nominasi tersebut diumumkan pada Malam Anugerah Media Humas 2021 yang berlangsung di Kabupaten Badung Bali, Kamis, (4/11/2021) malam.

Pencapaian pada tingkat nominasi tersebut diraih Biro Humas Pemerintah Aceh pada dua kategori penganugerahan, yaitu kategori media sosial dan kategori website.

Adapun sejumlah kategori penganugerahan yang dilombakan pada ajang tersebut adalah siaran pers, media sosial, website, komunikasi publik dan penyuluh informasi publik.

Setiap kategori anugerah dibagi dalam tiga kelompok penerima, yakni, kelompok kementerian/lembaga, PTN, BUMN, kelompok pemerintah provinsi dan kelompok pemerintah kabupaten/kota. Setiap kelompok diisi oleh enam nominator sebelum diumumkan juaranya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan, Biro Humas Pemerintah Aceh terpilih sebagai salah satu dari enam nominasi pada dua kategori penganugerahan media humas. Yaitu kategori media sosial dan website.

“Pemerintah Aceh berhasil masuk nominasi terbaik pada kategori media sosial dan website dalam kelompok pemerintah provinsi se-Indonesia. Alhamdulillah kita terpilih dan berhasil menyisihkan provinsi lain hingga masuk nominasi tingkat nasional ini,” kata Iswanto.

Iswanto mengatakan, penentuan nominator pada tiap kategori penganugerahan telah melalui penilaian secara ketat oleh para pakar komunikasi, kehumasan dan media yang dilakukan sejak tanggal 28 sampai 30 Oktober 2021 di Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Iswanto merinci enam provinsi terbaik yang masuk nominasi kategori media sosial, yaitu Pemerintah Aceh, Pemerintah DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Maluku.

Sementara pada kategori website, enam provinsi terbaik yang masuk nominasi adalah Pemerintah Aceh, Bali, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.

“Kita juga patut bersyukur dengan capaian ini, di mana kita berhasil masuk enam besar nasional pada dua kategori Anugerah Media Humas 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI,” kata Iswanto.[]

Dituding Bisnis Tes PCR, Luhut: Keuntungan untuk Masyarakat Tak Mampu

0
Kemenko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Kemenkomarves)

Nukilan.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan merespon tudingan bisnis penyediaan alat tes Covid-19, seperti tes polymerase chain reaction (PCR) dan antigen.

Luhut dituding meraup keuntungan dari hasil investasi sahamnya di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), perusahaan dan laboratorium yang mengelola tes Covid-19.

Tudingan ini bermula dari postingan eks Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Agustinus Edy Kristianto di Facebook.

Ia membeberkan sejumlah menteri pembantu Presiden Joko Widodo terlibat bisnis tes pengadaan Covid-19.

Tak hanya Luhut yang disebut dalam lingkaran tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun dituding menikmati hasilnya.

<span;>Luhut bantah terlibat bisnis tes PCR

Dalam sebuah keterangan yang diunggah pada akun resmi Facebook dan Instagram, Luhut menegaskan tak sedikit pun mengambil keuntungan dari bisnis tersebut.

“Saya ingin menegaskan beberapa hal lewat tulisan ini,” kata Luhut melalui keterangan yang diunggah pada akun Facebook dan Instagram-nya, Kamis (4/11/2021).

Pertama, Luhut mengatakan tidak pernah sedikit pun mengambil keuntungan pribadi dari bisnis yang dijalankan PT Genomik Solidaritas Indonesia.

“Hingga saat ini tidak ada pembagian keuntungan baik dalam bentuk dividen maupun dalam bentuk lain kepada pemegang sahamnya,” tulisnya.

Luhut mengatakan, ia harus menjelaskan dengan detail sesuai fakta yang ada dikarenakan adanya disinformasi yang berdampak pada kegaduhan di tengah masyarakat.

“Tidak hanya menimbulkan kegaduhan, tetapi juga memunculkan ketakutan bagi mereka yang punya niat tulus dan semangat solidaritas tinggi untuk melihat negeri ini bangkit lalu pulih dari pandemi,” sambung dia.

Keuntungan untuk masyarakat tak mampu

Keuntungan dari GSI, kata dia, justru banyak digunakan untuk memberikan tes swab gratis kepada masyarakat yang kurang mampu. Serta tenaga kesehatan, termasuk di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet.

Pada masa awal pandemi pada tahun 2020, Indonesia masih terkendala dalam hal penyediaan tes Covid-19 untuk masyarakat.

Melalui GSI inilah, tes Covid-19 disediakan. Namun, penyediaan tes tersebut tentunya tidak gratis.

Maka dari itu, dia beserta rekan-rekan yang mengajak dari Indika Group, PT Adaro Energy Tbk, serta Northstar membiayai penyediaan tes dari hasil keuntungan mereka.

Luhut sendiri membiayai penyediaan tes Covid-19 melalui PT Toba Bumi Energi, yang di dalamnya terdapat 10 persen saham miliknya.

Ia menegaskan, Genomik Solidaritas Indonesia tidak bertujuan untuk mencari keuntungan bagi para pemegang saham.

Namun sesuai namanya, GSI adalah kewirausahaan sosial sehingga tak sepenuhnya bisa diberikan secara gratis.

“Partisipasi yang diberikan melalui Toba Bumi Energi merupakan wujud bantuan yang diinisiasi oleh rekan-rekan saya dari Grup Indika, Adaro, Northstar, dan lain-lain yang sepakat bersama-sama membantu penyediaan fasilitas tes Covid-19 dengan kapasitas yang besar,” jelasnya.

Alasan tak menggunakan nama yayasan

Bantuan melalui Toba Energi Bumi itu, kata Luhut, telah terbuka sejak awal dilakukan.

Dia pun menjelaskan alasan tidak menggunakan nama yayasan seperti yang dilakukan oleh Adaro dan Indika Group.

“Kenapa saya tidak menggunakan nama yayasan? Karena memang bantuan yang tersedia berada dari perusahaan. Dan memang tidak ada yang saya sembunyikan di situ,” ujar Luhut.

Luhut juga membeberkan alasan mengapa ia mewajibkan pemakaian tes RT-PCR untuk semua moda transportasi saat evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Hal ini diputuskan karena tingginya mobilitas yang terjadi di wilayah Jawa dan Bali saat PPKM mulai direlaksasi. “Pemberlakuan aturan PCR yang diberlakukan kemarin karena saya melihat adanya peningkatan risiko penularan akibat peningkatan mobilitas di Jawa, Bali dan penurunan disiplin protokol kesehatan,” kata dia.

Dia bahkan mendorong agar harga tes PCR bisa diturunkan sehingga dapat terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan. “Pun ketika kasus menurun awal September lalu, saya juga yang meminta agar penggunaan antigen dapat diterapkan pada beberapa moda transportasi yang sebelumnya menggunakan PCR sebagai persyaratan utama,” ujar Luhut.

Sebelumnya diberitakan, eks direktur YLBHI Edy mengklaim memiliki salinan akta GSI, yang di dalamnya tertulis nama yayasan serta perusahaan yang menjadi pemegang saham GSI.

Komposisi pemegang saham tersebut antara lain Yayasan Indika Untuk Indonesia (932 lembar, Yayasan Adaro Bangun Negeri (485 lembar), Yayasan Northstar Bhakti Persada (242 lembar). Berikutnya PT Anarya Kreasi Nusantara (242 lembar, PT Modal Ventura YCAB (242 lembar), PT Perdana Multi Kasih (242 lemba), PT Toba Bumi Energi (242 lembar, PT Toba Sejahtra (242 lembar), dan PT Kartika Bina Medikatama (100 lembar). [kompas]

DPRK Banda Aceh Minta Sekda Evaluasi Kinerja Pegawai Kontrak

0
(Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id –  Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Banda Aceh Musriadi mengatakan, akhir tahun anggaran seperti saat ini menjadi saat yang tepat bagi Pemerintah Kota untuk mengevaluasi kinerja sumber daya manusia, terutama pegawai kontrak.

Hal ini dinilai berpengaruh terhadap beban pembiayaan dalam Anggran Pendapatan Belanja Kota APBK. ,” kata Musriadi, Jumat (5/11/2021).

Oleh karena itu, Musriadi meminta Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh segera mengevaluasi kinerja pegawai kontrak atau pegawai tidak tetap di lingkungan Pemerintahan Kota Banda Aceh.

“Apakah keberadaan mereka benar-benar menunjang kebutuhan setiap Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) atau tidak,” Ucapnya.

Dengan adanya pegawai kontrak kata Musriadi, tak bisa dipungkiri sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas dan layanan pemko untuk kepentingan publik. Namun, evaluasi juga diperlukan untuk agar rekrutmen tenaga honorer benar-benar menyesuaikan dengan standar kebutuhan pegawai di setiap organisasi perangkat daerah.

Lebih lanjut Musriadi mengatakan, setiap akhir tahun evaluasi kinerja para pegawai kontrak ini perlu dilakukan dengan pertimbangan kontrak mereka diperbarui setiap tahunnya. Namun, evaluasi tersebut juga harus memiliki instrumen yang jelas sehingga semuanya dilakukan berdasarkan kemaslahatan. Jangan sampai terkorbankan mereka yang berkompeten dan loyal terhadap pekerjaan.

“Kita menyarankan syarat-syarat pegawai kontrak bebas narkoba dan mampu membaca Al-Quran, kriteria ini saya pikir penting untuk mengakselerasi salah satu visi misi kota Banda Aceh,” ujarnya.”Kami berharap tiap-tiap SKPD tegas, bila kinerja tenaga kontraknya ada yang tidak baik dan tidak kontributif agar dievaluasi. Bila perlu, ditinjau ulang kontrak kerjanya,” tambah Musriadi yang juga Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum.

Musriadi mengatakan, jangan sampai karena tidak efisiennya para tenaga kontrak justru menyebabkan kebocoran anggaran.[]

Perjuangkan Normalisasi Krueng Babahrot, Safaruddin: Alhamdulillah Sudah Dikerjakan

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Wakil Ketua DPRA, Safaruddin SSos MSP memantau langsung progres pengerjaan normalisasi sungai Krueng Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang selama ini telah mengancam pemukiman penduduk dan lahan perkebunan warga.

“Ini perencanaan tahun lalu yang kita usulkan, dan alhamdulillah tahun ini program normalisasi ini sudah mulai dikerjakan,” kata Safaruddin saat meninjau lokasi Krueng Babahrot, Jumat (5/11/2021).

Normalisasi Krueng Babahrot dinilai penting mengingat daerah aliran sungai (DAS) itu sudah meluas sehingga mengikis wilayah pemukiman penduduk dan perkebunan warga, yang memang menjadi sumber ekonomi warga yang umumnya petani.

Ada enam desa atau gampong yang terancam bencana banjir sekaligus abrasi dampak dari meluasnya sungai Krueng Babahrot, yaitu Gampong Blang Raja, Teladan Jaya, Alue Jerjak, Blang Dalam, Simpang Gadeng dan Cot Seumantok.

“Aliran sungai ini sudah melebar kemana-mana sehingga merusak wilayah perkebunan rakyat dan mengancam pemukiman penduduk. Kalau tidak dilakukan normalisasi maka ini terus terkikis,” kata Safaruddin.

“Hari ini kita memantau dan memastikan agar pekerjaan tepat waktu dan juga program ini memberi solusi kepada masyarakat. Anggaran yang kita usulkan itu Rp 2,9 miliar,” tambah politisi muda Partai Gerindra ini.

Sementara Sekretaris Gampong Cot Seumantok Reza Feriadi mengatakan program normalisasi sungai dengan panjang sekitar 1,5 kilometer itu sangat dibutuhkan masyarakat Kecamatan Babahrot, terutama warga dalam enam gampong yang terancam banjir dan abrasi.

Ia menilai normalisasi sungai memang sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat. Apalagi, kata dia, saat ini sudah ada beberapa hektare lahan perkebunan milik warga yang terdampak abrasi dari meluasnya daerah aliran sungai.

“Kalau normalisasi ini tidak dilakukan dengan langkah yang tepat maka ini terancam rumah warga juga, yang semakin dekat dengan DAS. Karena sekitar 15 meter dari sungai itu langsung pemukiman warga,” katanya.

Menurut Reza, program normalisasi itu merupakan aspirasi masyarakat Kecamatan Babahrot yang jauh hari telah disampaikan kepada Safaruddin sebagai Wakil Ketua DPRA untuk dapat memperjuangkannya di tingkat Provinsi Aceh.

“Hari ini sudah terkabulkan. Semoga apa yang kita lakukan ini mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat dan aparatur desa dalam rangka percepatan pekerjaan normalisasi ini,” katanya. []

Usman Lamreung: Polemik Majelis Adat Aceh Tak Kunjung Diselesaikan

0
Usman Lamreung (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Akademisi Usman Lamreung mengatakan, polemik Majelis Adat Aceh (MAA) sepertinya tidak kunjung usai dan diselesaikan, sejak penolakan hasil Musyawarah Besar (Mubes) tahun 2018 oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah (saat itu belum definitif Gubernur) yang dianggap cacat hukum, tidak sesuai dengan Qanun Aceh No. 3 Tahun 2004. Saat itu yang terpilih hasil mubes adalah Badruzzaman Ismail. Akhirnya ketua terpilih hasil mubes MAA Oktober 2018 Badruzzaman Ismail mengajukan gugatan terhadap Plt Gubernur, Nova Iriansyah ke PTUN Banda Aceh.

Akhirnya sesuai dengan putusan pengadilan mulai dari Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Banda Aceh, PT PTUN Medan (banding), hingga Mahkamah Agung (kasasi) semuanya telah dimenangkan gugatan Badruzzaman Ismail. Maka sudah sepatutnya Gubernur Aceh taat hukum dan seharusnya segera menetapkan Ketua Majelis Adat Aceh terpilih hasil Mubes MAA Oktober 2018, Badruzzaman Ismail, karena proses hukum sudah selesai, Gubernur harus mengembalikan posisi ketua MAA hasil Mubes tahun 2018.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah bukannya menetapkan Badruzzaman Ismail sebagai ketua MAA, sesuai putusan Makamah Agung, malah menunjuk Plt Ketua MAA, untuk melaksanakan kembali Munyawarah Besar (Mubes), dan pada tanggal 25-26 November 2020 tahun lalu, kembali melaksanakan Mubes MAA, terpilih sebagai Ketua MAA saat itu adalah Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim,. M.A. Jelasnya

Ia menjelaskan, pada tanggal 21 Mei 2021 Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar melantik Profesor Farid Wajdi Ibrahim sebagai ketua Majelis Adat Aceh (MAA) periode 2021-2026. Sayang setelah pelantikan Ketua MAA, beberapa bulan kemudian Profesor Farid Wajdi Ibrahim meninggal dunia, sehingga terjadi kekosongan Ketua MAA hingga saat ini. Kekosongan Ketua MAA, rupanya ada yang bekeinginan mengisi kekosongan jabatan dalam struktur MAA seperti kepengurusan sekarang Wakil Ketua dan Ketua Pemangku Adat bukan pilihan Mubes, sangat tidak tepat dicalonkan menjadi Ketua MAA.

Maka untuk mengatasi kekosongan Ketua MAA saat ini, sudah barang pasti akan membuka konflik baru dalam merebut kekosongan ketua MAA, sudah seharusnya Gubernur Nova Iriansyah menetapkan Baddrulzaman Ismail hasil mubes 2018, sesuai putusan Makamah Agung beliau selayaknya menjadi Ketua MAA. Ungkapnya

Kata dia – Usman, Gubernur Aceh bertaggungjawab atas kisruh lembaga Majelis Adat Aceh, Gubernur tidak menjalankan amanah Qanun Aceh No.3 Tahun 2004 dan mengabaikan putusan makamah Agung, sehingga lembaga Adat Aceh salah satu keistimewaan Aceh sekarang terobok –obak, terpolitisasi, dan dipolitisasi akibat arogansi kekuasaan yang tak patuh aturan hukum yang sudah ditetapkan. Maka sudah selayaknya Gubernur mengembalikan MAA pada titahnya menjadi lembaga adat Aceh, tanpa dipolitisasi untuk kepentingan kekuasaan.

Hasil Mubes Majelis Adat Aceh Tahun 2020 yang dilaksanakan atas dasar Payung Hukum Qanun Aceh No. 8 Tahun 2019 tentang Majelis Adat Aceh, Gubernur Aceh juga mengangkanginya. Dimana sesuai perintah Qanun untuk penyusunan Pengurus Lengkap Majelis Adat Aceh harus melalui Mubes yang dipilih dan disusun oleh Formatur. Nyatanya hasil penetapan Formatur bahkan telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur No. 821.29/1700/2020, tanggal 30 Desember 2020, bahkan sudah selesai pelaksanaan gladi untuk Pengukuhannya, secara mendadak dibatalkan lagi dan mengobok-obok hasil Mubes dengan mengantikan separuh pengurus di luar Mubes tanpa menghiraukan syarat yang ditentukan dalam Qanun Majelis Adat Aceh, bahkan ada yang masih rangkap jabatan di kab/kota dan malah ada yang masih di bawah umur dari ketentuan yang ada.

Menurutnya, Gubernur Aceh sudah 2 Qanun yang dilanggar dengan tidak melaksanakan hasil Mubes baik Mubes Majelis Adat Aceh Tahun 2018 dan Mubes Tahun 2020. Padahal sesungguhnya untuk pelaksanaan kedua Mubes dimaksud telah menghabiskan uang negara milyaran rupiah, tapi hasilnya tidak dimanfaatkan.

Terkait dengan wewenang Wali Nanggroe, seharusnya Wali Nanggroe tidak asal mengukuhkan Pengurus Majelis Adat Aceh, tapi harus benar-benar memperhatikan amanah Qanun Aceh No. 8 Thn 2019, karena Lembaga dan Pengurus Majelis Adat Aceh berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wali Nanggroe, serta mulai berlakunya Kepengurusan Majelis Adat Aceh sejak dikukuhkan oleh Wali Nanggroe. Seharusnya sebelum pengurus dikukuhkan oleh Wali Nanggroe harus benar-benar menpedomani syarat menjadi pengurus Majelis Adat Aceh dan prosedur penetapan pengurusnya. Karena kalau syarat-syarat menjadi pengurus dan prosedur penetapan pengurus melanggar ketentuan hukum, maka pengurus dimaksud batal demi hukum

Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, sebagai lembaga pengawasan sudah sepatutnya memanggil para pihak, agar kisruh Lembaga Majelis Adat Aceh terselesaikan, bilapun tidak selesai bintang dulu mata anggaran di lembaga Majelis Adat Aceh tersebut, selesaikan kisruh ini dulu dengan musyawarah sesuai dengan adat istiadat Aceh dan kisruh diselesaikan dengan baik,”Tuturnya.[]

Mulai 3 Januari 2022, USK Gelar Kuliah Tatap Muka

0
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng. (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Universitas Syiah Kuala (USK) akan kembali melakukan kuliah tatap muka mulai 3 Januari 2022 mendatang.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng di sela acara pembukaan Engineering Expo ke-15 Fakultas Tehnik di Gedung ACC Dayan Dawood, Jum’at (5/11/2021).

“Tapi kita melihat dulu bagaimana perkembangan pandemi ini, kalau masih seperti hari ini kita siap melakukan tatap muka,” katanya.

Oleh karena itu, Rektor USK mengimbau kepada seluruh mahasiswa untuk segera melakukan vaksin Covid-19.

“Karena vaksin ini adalah salah satu ikhtiar kita, karena kita sangat menginginkan kuliah tatap muka tidak mungkin seperti ini terus. Jadi nanti kita juga harus patuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan lain sebagainya,” tegas Rektor.

Selain mahasiswa, Rektor juga menghimbau para dosen di USK untuk melakukan vaksin Covid-19.

“Kecuali dokter tidak mengizinkannya untuk divaksin,” pungkas Rektor.

Reporter: Hadiansyah

Dirjend PSP Kurangi 10 Ribu Ton Pupuk Subsidi, Distanbun Aceh: Petani Aceh sangat Butuh Pupuk

0
Sekretaris Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia, SP, MP. (Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Azzanuddin, SP. MP mengatakan, pengurangan Pupuk bersubsidi dari Pemerintah Pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021, Distanbun Aceh sangat terkejut saat mendengar laporan dari Bidang Sarana dan Prasarana (BSP) terkait pengurangan Pupuk supsidi sebanyak 10.199 ton.

“Pengurangan sebanyak itu bagi Petani Aceh sangat bermakna dan membutuhkan”. Kata Sekdis Distanbun Aceh Azzanuddin, saat di wawancarai Nukilan.id di salah satu warung coffe di Pango Banda Aceh, Kamis (4/11/2021).

Azzanuddin meminta keringanan dari Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Realokasi untuk pupuk subsidi tidak dikurangi untuk Aceh.

Minimal bisa dikembalikan seperti semula, karena sekarangpun sudah proses masuknya musim tanam di sebagian besar wilayah di Aceh. Jelasnya

Ia berharap permohonan ini bisa ditindaklanjuti oleh Dirjend sehingga masyarakat tidak resah, dengan kekuarngan pupuk.

“Pupuk tidak ada, bagaimana dengan tanaman, sangat disayangkan petani,” Ucapnya

Perlu dorongan dari saudara-saudara kita yang berada di Komisi IV DPR RI membidangi pertanian untuk membantu mengembalikan kuota seperti semula. Ungkap Azzanuddin

Menurutnya, sangat di butuhkan bantuan dan suara untuk menyampaikan hal ini kepada Dirjend, agar di Aceh tidak terjadi kelangkaan pupuk,” Jelasnya

Kata dia – Azanuddin, Kepada Bapak Dirjend dengan murah hati, terkait permohonan pupuk subsidi kalau bisa di kembalikan jangan di potong, karena Aceh selama ini sudah surflus dari target-target yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.

Perlu ada semacam penghargaan (Riward) kepada Aceh, selama ini sudah surflus dari target-target yang dicapai oleh Pemerintah Pusat. Ungkapnya
Petani-petani meminta untuk diberikan sarana produksi, sesuai permintaan Aceh kepada pemerintah Pusat, melalui Dinas Pertanian Aceh.

“Bahkan kalau bisa lebih Alhamdulillah sekali, Jika memang tidak, kembalikan seperti semula,” Sebutnya.[irfan]

Engineering Expo ke-15 Resmi Dibuka, Rektor USK Apresiasi BEM Fakultas Tehnik

0
Pembukaan Engineering Expo ke-15 tahun 2021 Fakultas Tehnik USK, Jum'at (5/11/2021). Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Fakultas Tehnik Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar acara Engineering Expo ke 15 mulai 5-7 November 2021 di gedung AAC Dayan Dawood.

Acara tersebut dibuka langsung Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Samsul Rizal, M. Eng pada Jum’at (5/11/2021). Dan dihadiri Dekan Fakultas Tehnik USK, Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC beserta civitas akademika USK dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Rektor USK menyampaikan apresiasi kepada BEM Fakultas Tehnik atas kinerjanya dalam menyukseskan kegiatan Engineering Expo ke 15 ini.

“Saya juga sangat mendukung acara extra kulikuler mahasiswa, jangan hanya lalai dengan bangku kuliah, karena hari ini kalau cuma berbicara ilmu itu gampang didapat, bahkan di Google pun banyak. Akan tetapi bagaimana kita bisa mengatur suatu kegiatan itu justru bisa kita dapatkan pada kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Selain itu, Rektor juga menceritakan bahwa, dirinya dulu juga mahasiswa yang aktif di organisasi, sehingga dari pengalaman itu, dirinya mampu dan dipercaya untuk memimpin USK.

“Saya menjadi pimpinan USK itu karena dipercaya oleh Senat dan Pemerintah. Jadi pengalaman itu adalah hal yang sangat penting dalam hidup kita,” tuturnya.

Selain itu, Rektor juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Tehnik yang mengadakan acara ini, agar mematuhi 3M yaitu, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tehnik USK, Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC mengatakan bahwa, agenda acara Engineering Expo ke 15 hari ini diawali dengan open cerimony dan selanjutnya berbagai kegiatan akan dilakukan oleh mahasiswa selama tiga hari di Gedung ACC Dayan Dawood.

“Semoga kegiatan berlangsung seperti yang kita harapkan, dan akan banyak tehnokrat-tehnorat muda yang hadir disini dengan kreatifitas-kreativitas yang bisa ditampilkan,” harapnya.

Selain itu, Dr Alfiansyah mengatakan, walaupun kegiatan ini dilakukan pada masa pandemi Covid-19, namun pihaknya akan melakukan pembatasan-pembatasan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Karena kita adakan kegiatan di tengah Pandemi, pastinya akan ada pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh USK, karena kita tidak ingin ada claster baru, yang mengakibatkan mahasiswa terkena Covid-19,” tegasnya

Kata dia, kegiatan ini sudah mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 USK, jadi mereka mengimbau kepada civitas akademika khususnya mahasiswa yang berkegiatan untuk tetap menjaga Prokes dengan tidak menimbulkan kerumunan.

“Satgas Covid USK ini sudah dibentuk sejak bulan Maret 2020 lalu, dan itu bertujuan untuk memonitoring kegiatan-kegiatan yang dilakukan USK. Dan kenapa acara kita ini diizinkan, karena saat ini pandemi sudah menurun di Aceh. Meskipun demikian, kita juga tetap selalu waspada dengan meminta kepada mahasiswa untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Disdik Aceh Kirim 80 Siswa SMK Magang ke Sumut dan Jabar

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Dinas Pendidikan Aceh terus menempa kualitas lulusan sekolah kejuruan melalui kegiatan pemagangan siswa, baik di Aceh maupun luar. Hal ini seiring dengan rencana pemerintah untuk memperkuat pendidikan vokasi sebagai upaya dalam meningkatkan daya saing lulusan saat memasuki dunia kerja.

Dinas Pendidikan Aceh melepaskan sebanyak 80 siswa-siswi SMK yang akan mengikuti magang sejak 4 November hingga 3 Desember 2021 di Medan, Sumatera Utara, sebanyak 50 siswa-siswi yang terdiri dari 6 bidang kompetensi diantaranya: Spooring and Balancing, Auto Body Repair, Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Pengelasan (Welding), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), dan Marketing Online.

Sedangkan yang akan magang di di PT. Quality Farm, Cianjur, Jawa Barat, sebanyak 30 orang yang terdiri dari 3 bidang kompetensi, antara lain: kecantikan, multimedia, serta agribisnis dan holtikultura.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM saat melepaskan siswa magang di PT. Innovam Indonesia Global, Jumat (5/11/2021) di Medan menyatakan kegiatan magang ini bertujuan melahirkan lulusan SMK Aceh yang berkualitas, bermutu, berdaya saing dan siap bekerja di dunia industri.

“Perkembangan informasi dan teknologi yang sangat pesat, menjadi pendorong perubahan dalam kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kemampuan beradaptasi, kompetensi, Bahasa, serta budaya kerja industry yang baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kadisdik Aceh juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada PT. Innovam Indonesia Global yang telah ikut andil memajukan pendidikan di Aceh.

“Pembelajaran di sekolah berbeda dengan situasi nyata di dunia kerja, dengan adanya magang ini, maka siswa berkesempatan menerapkan ilmu yang diperolehnya dari pembelajaran sekolah pada saat melakukan praktik nanti disini,” ujarnya.

Selama masa magang, Alhudri berharap para siswa dapat dibekali tentang pengenalan perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), praktik kerja nyata serta gambaran dunia industri dan dunia kerja yang akan mereka lalui.

“Semoga kegiatan magang ini akan mempermudah dan dapat meningkatkan kemampuan lulusan SMK di Aceh dalam memasuki dunia kerja,” harapnya.

Direktur PT. Innovam Indonesia Global, Hasustan Kosim menyambut baik magang siswa SMK hal ini sesuai dengan komitmen kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Aceh dengan PT. Innovam Indonesia Global pada tahun 2017 yang lalu.

“Saat ini tantangan dunia kerja sangat besar, sehingga dituntut memiliki keahlian dan kompetensi yang unggul agar dapat bersaing memasuki dunia industri. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk menempa keahlian adik-adik sebelum bersaing di dunia kerja,” ungkapnya.

Pihaknya berkomitmen melakukan yang terbaik untuk memajukan pendidikan di Aceh, termasuk memfasilitasi 80 siswa-siswi SMK sesuai kompetensi bidang keahlian masing-masing dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri yg bonafit dan berskala nasional. []