Beranda blog Halaman 1938

Kiky Saputri Deg-degan Saat Roasting Gubernur Jakarta Anies Baswedan

0
Foto: instagram.com/kikysaputrii

Nukilan.id – Komedian Kiky Saputri belum lama ini jadi viral usai me-roasting Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat tampil di program Lapor Pak! Trans 7. Kiky membuat lelucon dengan memakai sejumlah materi seperti program penyelenggaraan Formula E hingga masalah banjir.

Namun, siapa sangka Kiky ternyata mengaku deg-degan saat melakukan roasting ke Anies. Ia tak menyangka bisa punya kesempatan untuk melakukan hal itu ke orang nomor 1 di DKI Jakarta itu.

“Ya, pasti deg-degan dong kan pas aku sungkem ke pak Anies, pak Anies bilang ‘tangannya dingin banget’. Ya iyalah, mau roasting pak Fadli Zon, bu Susi, pak Sandi, dan pak Erick Thohir, sampai berkesempatan roasting pak Anies pastinya deg-degan banget,” kata Kiky Saputri.

Selain itu ada juga alasan lain yang membuat Kiky merasa deg-degan saat roasting Anies. Ia khawatir lelucon roasting tersebut tidak lucu dan diterima dengan baik.

“Nggak tau nih candaannya ngaruh atau nggak ya,” kata Kiky dikutip dari Detikcom.

Meski begitu Kiky mengaku sudah observasi terlebih dahulu sebelum roasting Anies. Ia juga merasa tak punya niat buruk selain hanya ingin menghibur lewat lawakan.

“Ya sebenarnya sama aja kayak roasting tokoh pejabat yang lain. Yang pasti butuh observasi yang berkaitan dengan beliau apa kemudian diolah menjadi materi yang layak dipertontonkan gitu aja sih,” kata Kiky.

“Tapi balik lagi ini sebenarnya suatu hal yang disampaikan intinya komedi gitu dan jadi diterimanya semoga baik dan tidak menjadi hal yang menyakitkan walaupun banyak deg-degan,” sambung Kiky.

Di sisi lain Anies Baswedan juga memberikan tanggapan soal roasting Kiky Saputri. Anies merasa terhibur dan bahkan menjadikan roasting Kiky sebagai pelajaran.

“Sangat terhibur dan belajar banyak dari semuanya. Termasuk dari Kiky yang reputasi roasting-nya sudah terkenal. Untung pakai baju pemadam, jadi tahan panas,” tutup Anies.[insertlive]

Jadi Duta Wisata Nasional, Agam Inong Aceh Dapat Beasiswa dari Gubernur

0

Nukilan.id – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, memberikan apresiasi kepada Agam Inong Aceh, Muhammad Akkral dan Salwa Nisrina Authar Nyakcut yang berhasil meraih juara satu pada pemilihan Duta Wisata Indonesia 2021. Sebagai bentuk apresiasi, gubernur akan memberikan beasiswa pendidikan kepada keduanya melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Aceh saat menerima kunjungan Muhammad Akkral dan Salwa Nisrina Authar Nyakcut, di Pendopo Gubernur, Rabu, (10/11/2021) sore.

“Apresiasi ini kami berikan atas usaha dan kerja keras dalam meraih prestasi dan mengharumkan nama Aceh,” kata Nova.

Gubernur mengatakan, nantinya Agam Akkral dan Inong Salwa hanya perlu melengkapi persyaratan administrasi kepada BPSDM agar beasiswa dapat diberikan. Nova berharap keduanya dapat juga sukses dalam dunia pendidikan dan memberikan kontribusi terbaik bagi Aceh.

Agam Akkral saat ini merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Sementara Inong Salwa juga masih aktif sebagai mahasiswa Kedokteran di Universitas Malikussaleh.

Selain beasiswa, kata Gubernur, dirinya juga akan mendorong Bank Aceh sebagai BUMD yang telah besar agar ikut serta memberikan reward kepada kedua putra dan putri Aceh yang telah meraih prestasi nasional tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur meminta duta wisata Indonesia tersebut, untuk menyampaikan terimakasih kepada pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah menggelar ajang tersebut. Ia juga menyarankan keduanya untuk tidak lupa berterimakasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam mempersiapkan keduanya menghadapi ajang nasional.

“Berterimakasih lah pada komunitas dan tim yang selama ini mendukung, biaya hanya lah bagian kecil, yang mahal adalah motivasi dan semangat serta doa, terutama doa orang tua,” ujar Nova.

Nova mengatakan, pariwisata menjadi salah satu industri yang paling menjanjikan dan diandalkan pasca pandemi Covid-19 untuk membangkitkan ekonomi. Sektor tersebut juga dapat menyerap tenaga kerja yang banyak.

“Kalian punya posisi yang strategis dan memiliki tanggung jawab untuk memajukan pariwisata di negeri ini, terutama Aceh,” kata Gubernur Nova.

Nova mengatakan, sebagai duta wisata Indonesia, Akkral dan Salwa perlu terus memperbaharui ilmu pengetahuan dan meningkatkan wawasannya. Terutama di bidang pariwisata. Tak hanya pariwisata nasional, namun juga mampu memahami pariwisata dalam aspek global.

“Lebih dari semua itu, di pundak kalian ada tanggung jawab untuk membawa Aceh menjadi lebih baik,” kata Nova.

Apresiasi kepada Akkral dan Salwa juga disampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati. Ia berharap, putra putri Aceh yang berhasil terpilih jadi duta wisata Indonesia itu dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan pariwisata Aceh.

Dyah mengatakan, sebagai Ketua Dekranasda selama ini dirinya dan seluruh anggota bertugas untuk memakmurkan perajin dan melestarikan kerajinan warisan budaya Aceh. Ia berharap, Akkral dan Salwa yang telah tampil di kancah nasional dapat mempromosikan produk kerajinan Aceh kepada masyarakat di seluruh nusantara, bahkan di luar negeri.

“Saat ini yang kita gencarkan sekali adalah bangga buatan Aceh. Kita perlu anak-anak muda agar terlibat, kita berharap adek-adek ini bisa ikut mempromosikan produk kerajinan Aceh sehingga kita membawa kerajinan Aceh ke kancah nasional,” ujar Dyah yang juga istri Gubernur Aceh itu.

Selain itu, Dyah juga menyampaikan agar keduanya dapat menyampaikan framing dan citra yang positif terakit Aceh kepada masyarakat luar. Menurutnya berita dan framing buruk yang dibentuk sebagian orang tentang Aceh sangat merugikan Aceh sendiri.

“Kalian perlu terlibat dalam memframing positif terhadap Aceh, mudah-mudahan bisa membawa nama Aceh lebih harum lagi baik di kalangan nasional maupun internasional,” kata Dyah.

Sementara itu, Muhammad Akkral, menyampaikan terimakasih atas dukungan dan apresiasi dari gubernur kepada pihaknya. Ia juga berterimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh serta komunitas duta wisata Aceh yang telah membantu dan membimbing mereka dalam menghadapi event nasional pemilihan Duta Wisata Indonesia 2021.

Ia menceritakan, sejak terpilih sebagai duta wisata Aceh atau Agam dan Inong Aceh, keduanya hanya memiliki waktu dua minggu untuk mempersiapkan diri sebelum tampil dan berkompetensi dalam ajang skala nasional yang digelar di NTB.

“Dalam waktu tersebut kami harus menyamakan persepsi dan pikiran dalam menghadapi kompetnsi di tingkat nasional,” kata Akkral.

Akkral bertekad untuk memajukan pariwisata Aceh. Ia ingin masyarakat Aceh menjadi masyarakat yang sadar wisata. Ia yakin begitu banyak potensi pariwisata Aceh yang begitu menarik dan dapat dikembangkan untuk kemajuan daerah.

Hal senada juga disampaikan oleh Inong Salwa. Ia mengatakan sadar wisata perlu dimiliki oleh masyarakat Aceh. Sebab pariwisata dapat menjadi salah satu sektor untuk membangun ekonomi masyarakat.

“Oleh sebab itu, kami bersedia dilibatkan dalam kegiatan apapun di pemerintahan untuk memajukan Pariwisata Aceh,” kata Salwa. []

Aceh Empat Minggu Zona Kuning, Indikasi Kasus Meningkat

0
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh, Saifullah Abdulgani.

Nukilan.id – Aceh masih bertahan sebagai zona kuning Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). “Bercak” oranye lenyap di Aceh sejak 10 Oktober 2021. Hasil analisis data 7 Oktober 2021 oleh Satgas Penanganan Cavid-19 Nasional, 23 kabupaten/kota di Aceh masih kuning total. Tapi, jangan lengah. Ada indikasi kasus Covid-19 akan meningkat di Aceh.

“Indikasi tersebut tampak dari kasus kumulatif dua minggu terakhir,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, Rabu (10/11/2021).

Ia menjelaskan, pada pekan lalu, periode 25 – 31 Oktober 2021, jumlah kasus baru konfirmasi Covid-19 di Aceh sebanyak 37 orang. Sedangkan angka kumulatif minggu berikutnya, periode 1 – 7 November 2021, menjadi 40 orang. Meski selisihnya “hanya” tiga kasus dalam dua minggu tersebut namun tak bisa dianggap enteng, katanya.

Juru bicara yang akrab disapa SAG itu mengatakan, setiap satu kasus baru positif Covid-19 akan mereplikasikan kepada beberapa orang lain, terutama orang-orang yang kontak erat dengan orang yang positif tersebut. Itulah sebabnya orang-orang kontak erat dengan kasus Covid-19 harus ditemukan melalui pelacakan kontak (contack tracing), jelasnya.

Tujuan pelacakan kontak (contact tracing), lajut juru bicara yang akrab disapa SAG itu, untuk mencegah terjadi replikasi dan memutuskan penularan selanjutnya. Bagi Satgas surveilance Penanganan Covid-19 kabupaten/kota, melakukan tracing terhadap kontak  erat merupakan keniscayaan.

Sebab, kontak erat yang terinfeksi virus corona dapat menularkan virus penyebab Covid-19 itu kepada orang lain sejak dua hari sebelum ada gejala hingga 14 hari setelah timbulnya gejala.  Tentu tidak semua orang yang berinteraksi dengan orang yang terinfeksi virus corona memenuhi kriteria sebagai kontak erat dan diambil swab-nya.

Kontak erat kasus konfirmasi, lanjut SAG,  yakni orang yang memiliki riwayat kontak dua hari sebelum atau 14 hari setelah pengambilan spesimen (swab) kasus konfirmasi tersebut. Mereka bertatap muka secara dekat, radius satu meter, selama sekitar 15 menit, bersentuhan, atau merawat pasien Covid-19 tanpa alat pelindung diri (APD) yang aman.

Kemudian, mereka yang berada dalam ruangan yang sama, satu ruang kerja, atau berada dalam moda transportasi yang sama. Mereka memiliki risiko tinggi tertular virus corona dan harus ambil spesimen (swab) untuk diperiksa dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR).

Sukses atau tidaknya upaya petugas surveilans kesehatan melakukan tracing terhadap kontak erat itu sangat tergantung pada informasi yang diberikan oleh kasus konfirmasi, kesediaan para kontak erat itu diambil swab-nya, dukungan keluarga, dan dukungan masyarakat sekitar.

Karena itu, Jubir SAG menghimbau keluarga atau mereka yang merasa kontak erat kasus konfirmasi membantu proses tracing yang dilakukan petugas dan bergegaslah memeriksa diri ke fasiltas kesehatan terdekat. Sementara itu, masyarakat lainnya tetap melindungi diri dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas yang tidak mendesak.

“Kita menghimbau masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dan segera melakukan vaksinasi Covid-19, karena sumber penularan virus corona masih ada di tengah-tengah kita,” ujarnya.

Kasus kumulatif

Selanjutnya Juru Bicara SAG melaporkan kasus kumulatif Covid-19 di Aceh sudah mencapai 38.375 orang, hingga 10 November 2021. Para penyintas Covid-19, (yang sudah sembuh) 36.244 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara kumulatif sebanyak 2.064 orang. Sementara itu, kasus aktif yang masih dirawat di Aceh makin berkurang, tinggal 67 orang.

Data kasus kumulatif tersebut termasuk kasus positif baru harian yang bertambah  hari ini sebanyak tiga orang. Pasien yang sembuh bertambah enam orang, dan dua orang kembali dilaporkan meninggal dunia dalam waktu yang berbeda.

Kasus konfirmasi baru sebanyak tiga orang meliputi warga Pidie Jaya sebanyak dua orang dan satu orang lainnya warga Pidie Jaya. Sementara itu, enam pasien yang sembuh, lanjutnya, meliputi warga Aceh Utara, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Besar, Aceh Barat Daya, dan warga Aceh Singkil, masing-masing satu orang.

“Kasus meninggal dunia terjadi beberapa waktu yang lalu, bukan kejadian dalam 24 jam terakhir,” terang SAG.

Ia menjelaskan, satu warga Gayo Lues meninggal dunia pada 21 April 2021, dan satu warga Kabupaten Bener Meriah menghembuskan nafas terakhirnya pada 1 Mei 2021 lalu.

Lebih lanjut. Seperti biasa,  ia memaparkan data kumulatif kasus probable, yakni sebanyak 892 orang, meliputi 809 orang selesai isolasi, tidak ada lagi yang isolasi di rumah sakit, dan 83 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni pasien yang secara klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19 dan dalam proses pemeriksaan swab-nya.

Sedangkan kasus suspek secara kumulatif tercatat sebanyak 9.956 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.956 orang, dan tidak ada lagi kasus suspek yang isolasi mandiri di rumah maupun di rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh, tutupnya.[]

Terkait Seleksi Komisioner KKR Aceh, Begini Penjelasan Pansel

0
(Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh menjelaskan bahwa, ada 42 orang kandidat yang mengikuti seleksi Komisioner KKR periode 2021-2026.

“Dari 42 orang tersebut, panitia seleksi akan memilih 21 kandidat terbaik, dan 21 orang lainnya akan tereliminasi,” kata Anggota Pansel KKR Aceh, Fajran Zain kepada Nukilan.id di Kantor DPRA, Banda Aceh, Selasa (9/11/2021).

Ia mengatakan, setiap kandidat akan menjalani proses pendalaman kapasitas selama 1 jam. Dan selanjutnya Wawancara yang berlangsung selama 5 hari di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

“Nama yang terpilih nantinya akan diserahkan kepada Komisi I DPRA pada Minggu terakhir bulan ini, untuk selanjutnya dilakukan proses fit-and-proper test oleh pihak DPRA. Hingga titik ini tugas pansel relatif sudah selesai,” ujarnya.

Dari 21 nama tersebut, kata dia, DPRA nantinya akan memilih 7 orang sebagai Komisioner terpilih, 7 orang sebagai cadangan dan 7 orang yang tereliminasi. Soal waktunya Fit-and-Proper Test, itu tergantung pada mekanisme internal DPRA.

“Kita berharap agar penunjukkan dan pelantikan ke-7 komisioner KKR yang baru, bisa dilakukan dalam waktu yang cepat,” ungkap Fajran.

Selain itu, Ia meminta Komisioner yang terpilih nantinya harus mengadopsi semua capaian-capaian (best practices) yang pernah dilakukan oleh komisioner periode sebelumnya. Periode yang lalu telah banyak melakukan progress positif.

“Walaupun ada beberapa kekurangan disana-sini (yang itu merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi), tapi masih bisa dimaklumi. Langkah-langkah lain yang secara spesifik perlu dilakukan oleh komisioner terpilih nantinya,” pungkas Fajran yang juga selaku Direktur Eksekutif The Aceh Institute.

Reporter: Hadiansyah

DPR Aceh: SOP Bank Syariah Indonesia Wajib Jelaskan ke Publik

0
Anggota DPR Aceh Sulaiman, SE (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sulaiman, SE mengatakan, sangat perlu di jelaskan ke publik terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh, agar tidak mengundang kegaduhan dalam  Masyarakat Aceh.

Hal ini mengingat,  jangan sampai komitmen Pemerintah Aceh dalam mengupayakan implementasi syariat islam dari aspek ekonomi terganggu karena beberapa persoalan teknis,  yang timbul dari internal BSI, Rabu (10/11/2021).

Sulaiman mengatakan, hadirnya Qanun Aceh nomor 11 tahun 2018 merupakan bukti komitmen Pemerintah Aceh dalam menerapkan syariat islam secara kaffah di Aceh.

Semenjak hadirnya BSI, Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Aceh,”menjadi bulan-bulanan masyarakat”. Jelasnya

”Kita tidak menginginkan karena persoalan teknis lembaga keuangan, syariat islam yang menjadi kambing hitam,” Ucap Politisi Partai Aceh

Menurutnya, jika BSI tidak siap di Aceh, maka sampaikan, biar Pemerintahan Aceh Legislatif dan Eksekutif bisa mencari solusi terhadap kebutuhan layanan masyarakat Aceh terhadap lembaga keuangan.

Harus dipahami, untuk saat ini masyarakat Aceh tidak banyak pilihan untuk memilih layanan perbankan yang dapat mendukung transaksi skala Nasional maupun Internasional.

“Diakui atau tidak, hari ini hanya BSI yang menjadi alternatif masyarakat, jika tidak siap sampaikan saja, biar kami mencari solusi,” Ungkap  Sulaiman.

Maka dari itu kata Sulaiman, butuh komitmen BSI dalam mendukung layanan perbankan syariah di Aceh, untuk  kemudahan transaksi, efisiensi dan dengan biaya yang sewajarnya.

Jangan sempat membuat  kegaduhan dengan layanan perbankan, dan ini akan menjadi dampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, seperti ATM sering kosong, sistem eror, biaya notifikasi SMS yang tinggi. Jelasnya

“Kejadian-kejadian ini sangat merugikan masyarakat dan penerapan syariat islam di Aceh”.

Karena selama ini, saat ada salah satu bank yang bermasalah secara teknis dan kebetulan bank tersebut beroperasi secara syariah, maka yang disalahkan bukan bank tersebut tapi perbankan syariahnya,” tutup Sulaiman. []

Anggota DPR RI Mendesak Permendikbud di Evaluasi

0
Illiza Sa'aduddin Djamal Caleg Dapil Aceh 1 dari Partai Persatuan Pembangunan. (Foto: Dok. Pribadi)

Nukilan.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim secara resmi telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021, Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PPP Illiza Sa’aduddin Djamal menilai, Permendikbud ini sebaiknya di evalausi kembali atau di cabut oleh Kemendikbudristek karena berpotensi menfasilitasi perbuatan zina dan perilaku menyimpang seksual (LGBT).

Karena peraturan ini secara tidak langsung dapat merusak standar moral mahasiswa dilingkungan perguruan tinggi. Jelasnya

Menurutnya, standar benar dan salah, aktivitas seksual tidak lagi berdasar pada nilai-nilai Agama dan prinsip Ketuhanan yang Maha Esa, namun hanya berdasar pada persetujuan dari para pihak. Hal ini berimplikasi selama tidak ada pemaksaan, penyimpangan tersebut menjadi benar dan dibenarkan, meskipun dilakukan di luar pernikahan yang sah.

Ini juga bertentangan dengan visi pendidikan sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang”.  Sebut Illiza

Selain itu kami juga meminta Kemendikbudristek dalam menyusun kebijakan dan regulasi sebaiknya lebih akomodatif terhadap publik terutama berbagai unsur penyelenggara Pendidikan Tinggi, ini penting karena dengan akomadatif terhadap pemenuhan publik maka peraturan tersebut lebih mendapatkan perspektif dari masyarakat luas,” Tuturnya. []

Bappenas dan Kemenkop Kunjungi Desa Wisata-Inovasi Nilam Geunara di Lhoong Aceh Besar

0
Desa Wisata-Inovasi Nilam di Geunteut-Lhoong Aceh Besar. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Dalam rangkaian kunjungan untuk Major Project Nilam Aceh, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengunjungi Desa Wisata-Inovasi Nilam di Geunteut-Lhoong Aceh Besar, Rabu (10/11/2021).

Desa ini dalam beberapa bulan terakhir dijadikan binaan oleh ARC-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK) dengan nama Geunara (Geunteut Nilam Aceh Raya) untuk mengembangkan program inovasi nilam secara terpadu dari hulu sampai ke hilir atau from seed to seal (dari bibit hingga produk akhir dengan kemasan).

Ada beberapa program yang saat ini dilaksanakan di Geunara, yaitu pembibitan nilam di bawah koordinator Prof. Rina Sriwati yang didukung oleh LPPM USK dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) Selanjutnya, program Fertigasi Nilam (Feritilisasi Irigasi), Koordinator Dr. Farid Mulana juga dengan dukungan BRIN, Rumah Kompos, koordinator Dr. Essy Harnelly juga dengan dukungan BRIN, Unit Penyulingan, Koordinator Dr. Suhrawardi Ilyas dengan dukungan ARC dan BRIN, kemudian berbagai program pelatihan dengan koordinator Suraiya Kamaruzzaman seperti pelatihan pembibitan, budidaya, panen dan pasca panen, penyulingan, pengembangan produk turunan, penguatan kelembagaan petani.

Selain itu juga ada program dukungan biaya kerja dan pembelian minyak nilam dari Koperasi Inovasi Nilam Aceh (Inovac) serta program desa wisata (deswita) nilam di bawah koordinator Frisca Erwan.

Ely Dinayanti dari Bappenas menyampaikan apresiasinya dengan sambutan dan antusias masyarakat dalam menjalankan program bersama ARC. Bappenas dan Kemenkop ingin melihat dari dekat potensi dan program nilam yang selama ini sudah dijalankan di Aceh serta ingin mendeteksi problem apa yang dihadapi dan bagaimana kemungkinan untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami lihat yang dilakukan ARC-USK bisa menjadi rujukan untuk menjalankan major project nilam, karena sudah lengkap programnya dari hulu ke hilir. Pemerintah melalui dinas-dinas terkait juga antusias memaparkan rencana program nilam di daerah masing-masing,” jelas Ely.

“Hari ini kami lihat sendiri di Geunara, bagaimana kerjasama masyarakat petani, penyuling sampai dengan ibu-ibu PKK membuat produk turunan nilam dengan bimbingan ARC. Ini sesuatu yang baik sekali, dimana masyarakat bisa terlibat langsung dalam program ekonomi produktif untuk membangkitkan ekonomi keluarga,” pungkas Ely.

Sementara itu, tokoh masyarakat Lhoong yang juga Anggota DPRA, Abdurrahman Ahmad yang hadir dalam kunjungan ke Geunara tersebut menyampaikan rasa harunya atas kunjungan tamu dari Jakarta dari berbagai kementrian.

“Kami sangat terharu, dan tidak pernah membayangkan gampong kami yang terpencil hari ini dukunjungi demikian banyak tamu dari berbagai tempat. Hari ini Bappenas, Kemenkop, Kompak, para profesor, doktor dari kampus mengunjungi kami di tempat terpencil ini. Semoga ini menjadi keberkahan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya menjadi lebih baik,” ungkap Abdurrahman.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Helvizar Ibrahim yang turut hadi di Geunara juga menyampaikan kegembiraannya atas kerjasama yang demikian baik dari berbagsi pihak.

“Hari ini kita bicara siapa menguatkan siapa, bukan siapa melemahkan siapa. Semua pihak harus bersatu padu untuk mensukseskan major project yang digagas oleh Bappenas dan Kemenkop,” tegas Helvizar.

Sebelumnya Tim Bappenas, Kompak dan Kemenkop juga berkunjung ke Universitas Syiah Kuala yang disambut langsung oleh Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Samsul Rizal di Ruang meeting VIP AAC Dayan Dawood dilanjutkan kunjungan ke fasilitas fraksinasi dan Rumah Produksi ARC (Senin, 08/11/2021), seterusnya berlanjut FDG dengan Dinas Koperasi dan UKM Aceh dan FGD dengan Bappeda Aceh yang dihadiri oleh Bappeda dan dinas terkait dari berbagai Kabupaten/Kota di Aceh (09/11/2021)

Rektor USK dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Bappenas dan Kemenkop yang telah memilih Aceh sebagai salah satu major project untuk komoditi nilam di Indonesia. Rektor mengatakan, nilam Aceh yang memiliki sejarah panjang, sudah terbukti dan diakui oleh dunia internasional sebagai nilam yang terbaik di dunia, karena keunikan karakteristiknya.

Oleh sebab itu dukungan pemerintah pusat lintas kementrian menjadi sangat penting untuk membangkan jalan baru nilam Aceh yang berkeadilan untuk semua.

Kunjungan ke Geunara dihadiri sekitar 50 peserta dari Tim Bappenas, Kemenkop, Kompak, Wakil Rektor 4 USK Prof. Hizir, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Helvizar Ibrahim, Ketua ARC USK Syaifullah Muhammad, Bappeda Aceh, Camat Lhoong, Imum Mukim Blang Me, Keusyik Geuentut, Kapolsek Lhong, Dan Ramil Lhong.

Kunjungan tersebut disambut oleh tarian ranup lampuan oleh anak-anak Gampong Geunteut, yang dilanjutkan meninjau pelatihan ibu-ibu PKK dan remaja putri dalam pembuatan parfum dan sabun dari minyak nilam. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke unit produksi kompos, kebun pembibitan nilam dengan sistem fertigasi, unit penyulingan dan diakhir dengan makan siang bersama serta kunjungan ke pantai wisata Pasie Jantang. []

Apresiasi Putusan MA, AHY: Gugatan Yusril Sangat Tidak Masuk Akal

0
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua MA, Muhammad Syarifudin beserta seluruh jajarannya, khususnya para Hakim Agung yang telah menolak permohonan Judicial Review Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, yang diajukan pihak KSP Moeldoko.

Hal tersebut disampaikan AHY melalui video yang ditampilkan di Kantor DPP Partai Demokrat Menteng Jakarta Pusat serta secara live streaming di akun media sosial Partai Demokrat, Rabu (10/11/2021).

“Alhamsulillah, saya mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT. Kami berkeyakinan, semua ini terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT. Tentu kami sangat menyambut gembira keputusan ini. Keputusan yang sebenarnya sudah kami perkirakan sejak awal bahwa gugatan tersebut akan ditolak, karena gugatannya sangat tidak masuk di akal. Judicial Review AD/ART Partai Demokrat ini hanyalah akal-akalan Pihak KSP Moeldoko, yang dibantu pengacara Yusril Ihza Mahendra untuk mengambil alih Partai Demokrat yang sah dan diakui oleh Pemerintah,” ungkap AHY.

Dia menyebutkan bahwa, putusan Mahkamah Agung beserta seluruh jajaran khususnya para Hakim Agung tersebut telah menunjukkan integritas, serta menempuh jalan yang lurus dan terang benderang, untuk tegaknya kebenaran dan keadilan di negeri ini.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Hukum & HAM, Bapak
Yasonna Laoly selaku pihak tergugat, beserta jajarannya – termasuk Dirjen Administrasi Hukum Umum, Bapak Cahyo Rahadian Muzhar, yang telah memberikan pandangan hukumnya yang jelas terhadap gugatan ini,” ucap AHY.

Selain itu, AHY juga menyampaikan Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berjuang untuk mempertahankan Partai Demokrat dari begal politik yang hendak dilakukan kubu KLB Deli Serdang.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim hukum Partai Demokrat, Bapak Hamdan Zoelva, Bapak Heru Widodo, Bapak Bambang Widjojanto, Bung Hinca Pandjaitan, Bung Benny K Harman, Bung Mehbob, Bung Muhajir dan seluruh anggota tim kuasa hukum lainnya, yang telah bekerja keras, siang dan malam, membantu dan mendampingi kami, selama proses hukum yang berjalan. Saya berterima kasih dengan seluruh pakar hukum, masyarakat Indonesia, civil society, rekan media dan sahabat partai politik lainnya yang memberikan, atensi, simpati dan dukungan moril dan doa,” ucap AHY.

Dia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Ketua Majelis Tinggi Partai dan jajarannya, beserta seluruh jajaran Partai Demokrat, Kader dan simpatisan Partai Demokrat atas kerja kerasnya melakukan berbagai macam upaya untuk tegaknya kebenaran dan keadilan di negeri ini.

Sementara itu, AHY juga mengajak kepada seluruh kader Partai Demokrat, untuk menjadikan hal ini sebagai momentum bagi kita, untuk terus memantapkan hati dan pikiran, agar tidak ragu-ragu berbuat yang terbaik untuk rakyat, berkoalisi dengan rakyat; tanpa harus khawatir diganggu oleh tangan-tangan oknum kekuasaan.

“Di sisi lain, saya juga menghimbau kepada para kader, jangan jadikan hal ini sebagai sesuatu yang euphoria, tapi tetaplah rendah hati. Kita berharap, keputusan Mahkamah Agung ini akan menjadi referensi dan rujukan bagi proses hukum yang masih berjalan di PTUN. Mari kita terus kawal proses tersebut. Insya Allah, Tuhan beserta kita, untuk kembali memenangkan perjuangan hukum ini, juga kembali memenangkan akal sehat dan hati nurani,” pungkas AHY. [red]

Kemendagri Minta Pemerintah Provinsi Ukur IPKD Kabupaten/Kota

0
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni meminta pemerintah provinsi agar berperan aktif dalam mengukur Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD). Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, gubernur melalui Badan Litbang Daerah atau sebutan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dapat mengukur IPKD kabupaten/kota di wilayahnya.

Terlebih, kata Fatoni, hal itu telah diamanatkan pada Pasal 3 Ayat (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Pengukuran IKD. Tak hanya mengukur, pemerintah provinsi juga diminta melaporkan hasilnya kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Karenanya, kami mendorong pemerintah provinsi untuk berpartisipasi sesuai kewenangannya, agar pengukuran IPKD di kabupaten/kota dapat berjalan dengan maksimal,” ujar Fatoni saat menjadi narasumber kegiatan Bimbingan Teknis Aplikasi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2021 Provinsi Sumatera Selatan secara virtual, Senin (8/11/2021).

Fatoni menjelaskan, peran pemerintah provinsi dalam pengukuran IPKD sangat diperlukan. Sebab, pemerintah provinsi berwenang menentukan pemeringkatan hasil pengukuran terhadap kabupaten/kota di regionalnya masing-masing melalui Keputusan Gubernur. Ia berharap pemerintah provinsi dapat mendukung pengukuran IPKD, karena kegiatan ini akan turut memacu terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, tertib, akuntabel, dan transparan di tingkat kabupaten/kota.

Selain itu, peran ini akan menunjang upaya pemerintah provinsi dalam membina kabupaten/kota di wilayahnya, terutama terkait dengan tata kelola keuangan daerah. Lebih lanjut, kata Fatoni, peran provinsi dalam pengukuran IPKD juga akan mendorong peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah yang lebih baik, sehingga berbagai permasalahan terkait tata kelola keuangan daerah dapat dihindari.

“Pengukuran IPKD ini sangat penting, karena hasilnya juga akan digunakan sebagai dasar pembinaan oleh Kemendagri,” jelasnya.

Di sisi lain, Fatoni menyampaikan, melalui pengukuran IPKD akan diketahui peringkat daerah terbaik berdasarkan kategori kemampuan keuangan, yakni tinggi, sedang, dan rendah. Tak hanya itu, pengukuran tersebut juga akan menghasilkan daerah dengan peringkat terburuk pada kategori kemampuan keuangan yang sama. Daerah dengan predikat terbaik akan diberikan penghargaan berupa trofi dan piagam penghargaan oleh Mendagri. Selain itu, mereka akan diusulkan untuk memperoleh dana insentif daerah (DID) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Sedangkan daerah dengan kategori terburuk pada kemampuan keuangan tersebut, akan dilakukan pembinaan secara khusus oleh Kemendagri,” imbuh Fatoni.

Karena itu, Fatoni menekankan, pemerintah daerah agar segera melaporkan data dan dokumen yang diperlukan untuk mendukung pengukuran IPKD melalui laman http://ipkd-bpp.kemendagri.go.id. Data tersebut di antaranya dokumen perencanaan dan penganggaran, alokasi anggaran belanja dalam APBD, transparansi pengelolaan keuangan daerah, penyerapan anggaran, serta kondisi keuangan daerah. Dokumen lainnya yakni terdiri dari opini BPK atas LKPD selama 3 tahun terakhir berturut-turut.

“Pemerintah provinsi perlu segera melakukan pengukuran, kabupaten/kota juga perlu segera melengkapi data, agar hasilnya dapat segera dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri,” pungkas Fatoni.

Pelatihan Kepemimpinan Ditutup, Ketua PAS Minta Kader Terus Kembangkan Kualitas Diri

0
Ketua Umum Pemuda Aceh Selatan (PAS), Dedy Saputra. (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan yang diselenggarakan Pemuda Aceh Selatan (PAS) untuk para pemuda dan mahasiswa Aceh Selatan di Banda Aceh telah resmi ditutup pada Senin (9/11/2021) kemarin.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PAS, Dedy Saputra ZN, S.Sos.I kepada Nukilan.id, Rabu (10/11/2021).

“Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan yang bekerjasama dengan Bank Aceh Syariah ini telah digelar selama 9 hari secara bertahap. Dan alhamdulillah telah berakhir pada tanggal 9 November 2021 kemarin, dan telah kita ditutup secara resmi,” kata Dedy.

Ia berharap kepada para peserta yang telah mengikuti kegiatan pelatihan ini agar terus mengembangkan diri demi terwujudnya kualitas kader yang baik dan berakhlak mulia, kritis dan senantiasa mampu memberi solusi terhadap berbagai fenomena sosial yang ada dimanapun mereka berada.

“Berorganisasi jangan hanya sekedar untuk dikenal agar diakui sebagai orang hebat, berorganisasi mestilah dengan niat pengabdian yang tulus ikhlas demi terwujudnya kesatuan dan terpecahnya berbagai permasalahan sosial yang saat ini terjadi di Aceh secara umum dan Aceh Selatan secara khusus,” ungkapnya.

Dedy juga berpesan, kader yang telah mengikuti kegiatan pelatihan ini agar tidak terlalu cepat merasa diri sebagai orang hebat, merasa paling pintar, merasa paling berkualitas, dan merasa telah menjadi tokoh.

“Sesungguhnya semua karakter itu adalah karakter yang menunjukkan bahwa anda bukanlah orang yang berkualitas,” ujarnya.

Menurut Dedy, kepintaran, kehebatan, ketokohan itu adalah apresiasi atas penilaian orang banyak bukan dibuat sendiri, makanya jadilah pemuda yang santun dan berakhlak mulia, jangan cepat merasa pantas dan layak tetapi terus pantaskan diri dengan meningkatkan kualitas tentunya melalui banyak membaca dan berdiskusi, tidak jenuh menimba pengetahuan.

Lebih lanjut, dia meminta kepada pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan untuk dapat membuat pelatihan-pelatihan pengkaderan seperti ini setiap tahunnya, demi terciptanya kader-kader yang berkualitas.

“Harapan ini muncul dikarenakan sikap prihatin atas pengakuan beberapa peserta yang hadir, ternyata sebagian besar dari mereka belum pernah mengikuti pelatihan seperti ini, bahkan ada yang sudah selesai kuliah namun tidak pernah mendapatkan pelatihan Kepemimpinan seperti ini. Dan ini bisa perhatian khusus pemerintah kedepannya,” pintanya.

Terakhir, Dedy mengucapkan terima kasih kepada seluruh para senior, para tokoh dan Pemkab Aceh Selatan serta kepada pihak Bank Aceh Syariah Cabang Aceh Selatan yang telah mendukung terlaksananya kegiatan Pelatihan Kepemimpinan ini dengan sukses.

Reporter: Hadiansyah