Beranda blog Halaman 1937

Kafilah Korpri Aceh Tiba di Kendari Sulawesi Tenggara

0
Peserta MTQ Korpri ke-V Tingkat Nasional dari Kafilah Aceh disambut Oleh LO dari Biro Hukum Setda Sulawesi Tenggara saat tiba di Bandara Internasional Halu Oleo Kota Kendari Provinsi Sultra, Kamis (11/11/ 2021). Foto: Humpro

Nukilan.id – Sebanyak 33 orang peserta kafilah Aceh yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional Korpri ke-V Tahun 2021 tiba dengan selamat di Kota Kendari provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis, (11/11/2021) sekitar pukul 08.50 WITA.

Kedatangan kafilah Provinsi Aceh disambut oleh LO dari biro hukum Setda Sulawesi Tenggara di bandara internasional Halu Oleo Kota Kendari Provinsi Sultra.

Setelah dilakukan sesi penyambutan selanjutnya rombongan kafilah Aceh langsung dibawa ke penginapan oleh panitia ke hotel Horison yang bertempat tepat di pusat kota Kendari.

Baca juga: Kafilah Aceh Diminta Harumkan Nama Daerah di Ajang MTQ Korpri Nasional

Penyambutan ditandai dengan pengalungan selempang sovenir khas Kendari kepada Ustadz T Mardhatillah SHI, MH selaku ketua rombongan kafilah.

Kafilah Aceh merupakan kafilah pertama yang tiba di bandara internasional Halu Oleo Kota Kendari Provinsi Sultra.

Ketua rombongan kafilah Aceh ustadz T Mardhatillah SHI MH kepada wartawan Kamis (11/11) mengatakan, seluruh peserta kafilah sampai saat ini dalam keadaan sehat, meski telah menempuh perjalanan jauh dan melelahkan sekitar 17 jam sejak keberangkatan dari Banda Aceh sore kemarin.

“Meski melelahkan setelah menempuh perjalanan sekitar 17 jam, namun semua peserta kafilah tetap sehat dan penuh semangat menyongsong pelaksanaan MTQ Nasional Korpri ke V ini,” ujarnya. []

Sebelum Vaksin Langka, Masyarakat Aceh Diingatkan Segera Vaksinasi

0
Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M. Kes didampingi, Kadinkes Aceh dr.Hanif, Plt Kadis DPMG Aceh Dr. Zulkifli, Kepala Biro Tapem, Setda Aceh, Drs.Syakir, M.Si dan Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin, beserta unsur Forkopimda Kota Banda Aceh lainnya, memberikan arahan terkait Percepatan Vaksinasi Sekaligus Evaluasi Dana Desa di Hadapan para Camat, Keuchik dan Kepala Puskesmas se-Kota Banda Aceh, di Aula Kantor Walikota Banda Aceh, Kamis (11/11/2021). Foto: Humpro

Nukilan.id – Masyarakat Aceh diingatkan untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19 sebelum keberadaan vaksin menjadi langka di Aceh. Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah, dalam kegiatan evaluasi vaksinasi dan pengelolaan Dana Desa yang diikuti seluruh keuchik, kepala puskesmas dan camat dalam wilayah Kota Banda Aceh, Kamis (11/11/2021).

Saat ini, kata Taqwallah, ketersediaan vaksin di Aceh memang masih aman. Namun jumlah persediaan di masing-masing lokasi vaksinasi tidak sebanyak dulu.

“Di beberapa lokasi di Aceh saat ini harus tunggu sampai seminggu setelah mendaftar baru bisa divaksin,” kata Taqwallah.

Masa tunggu tersebut menurut Taqwallah memang masih tergolong singkat dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Indonesia.

“Di Jakarta misalnya, masa tunggunya jauh lebih lama dari Aceh,” kata Taqwallah.

Untuk itu Taqwallah mengingatkan para keuchik, camat dan kepala puskesmas untuk lebih pro-aktif mengajak warga menjalani vaksinasi. Taqwallah mengajak para keuchik untuk merangkul warga yang selama ini belum menjalani vaksinasi, agar segera melakukannya sebagai upaya mencapai kekebalan kelompok demi mengakhiri pandemi ini.

Lebih lanjut, Taqwallah juga meminta para keuchik untuk mendata warganya, guna memudahkan vaksinasi Covid-19. Pendataan dimaksudkan untuk mengidentifikasi warga yang sudah divaksin dan yang belum menjalani vaksinasi, termasuk untuk mengetahui warga yang memang tidak boleh divaksin berdasarkan keterangan dokter.

Pertemuan yang berlangsung di aula Balai Kota Banda Aceh itu dihadiri sejumlah kepala SKPA, seperti Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh Zulkifli dan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh Syakir. Sementara dari Pemko Banda Aceh hadir Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin, serta unsur Forkopimda Kota Banda Aceh. []

5 DPC Demokrat Aceh Dukung Putusan MA Atas Penolakan Gugatan Yusril Ihza Mahendra

0
5 DPC Partai Demokrat wilayah Aceh serahkan surat dukungan Putusan MA. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Lima Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat di Wilayah Aceh menyerahkan surat Permohonan Perlindungan hukum dan Keadilan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh di Luengbata, Banda Aceh, Kamis (11/11/2021)

Selain untuk memperkuat kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat dibawah Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sekaligus menyampaikan dukungan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan Yudicial Review AD/ART Partai Demokrat yang dilakukan Kelompok KLB KSP Moeldoko melalui pengacara Yusril Ihza Mahendra.

Kelima DPC Partai Demokrat yang hadir menyerahkan surat permohonan perlindungan hukum itu adalah Ketua DPC Aceh Besar HT. Ibrahim, Ketua DPC Kota Banda Aceh Arif Fadillah, Ketua DPC Aceh Utara Tantawi, Ketua DPC Aceh Barat Herman, dan Ketua DPC Aceh Tenggara Nurdiansyah Alasta. Mereka tiba di PTUN Banda Aceh sekira pukul 10.30 WIB, Kamis (11/11/2021).

“Kehadiran kami dari 5 DPC untuk menindaklanjuti keputusan MA yang menolak Yudicial Review AD/ART Partai Demokrat yang dilakukan kelompok KLB melalui kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra,” kata HT. Ibrahim didampingi Ketua DPC yang hadir.

Sementara Arif Fadillah menyampaikan, 5 DPC berkomitmen mensuppot penuh keputusan MA dan DPP PD dibawah Ketua Umum AHY dengan membuat gugatan secara hukum melalui PTUN Banda Aceh.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Terima kepada Ketum AHY, Sekjen TRH, dan Pak SBY. Bersama Kita Kuat Bersatu Kita Bangkit,” ujar Arif Fadillah.[red]

5 Polwan Polda Aceh Ikuti Konferensi Polwan Tingkat Dunia ke-58

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Lima personel Polwan dari Polda Aceh mengikuti Konferensi Polwan Sedunia ke-58 atau The 58th Internasional Association of Women Police (IAWP) 2021 yang secara resmi dibuka oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Minggu (7/11/2021) di Labuan Bajo, Nusa Tenggra Timur (NTT).

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, SH., SIK., M. Si. dalam keterangan persnya menyampaikan, dalam acara ‘The 58th Internasional Association of Women Police (IAWP) 2021’ Polda Aceh mengikutsertakan lima personel Polwan.

Adapun personel Polwan tersebut, kata Winardy, adalah; Polwan Senior AKBP Chomariasih, Pakor Polwan Kompol Mursidah, Kasi Binorsosmas Ditbinmas Polda Aceh Kompol Purnamawati, AKP Vifa Fibriana Sari, SH., SIK., MH., dan Bripka Ratih Rahayu.

Menurut laporan yang kami terima, jelas Winardy, jumlah peserta yang mengikuti acara pembukaan dan seluruh rangkaian acara konferensi tersebut berjumlah 980 peserta. Dengan rincian, peserta internasional sebanyak 39 orang dari 12 negara dan 2 organisasi internasional, serta dari Indonesia sebanyak 407, termasuk dari Polda Aceh.

Dalam konferensi itu juga, para peserta mengikuti parade dengan menggunakan baju kebesarannya masing-masing, termasuk peserta Polwan RI yang di dalamnya ada Polwan dari Polda Aceh.

“Mereka semua menggunakan baju kebesaran masing-masing, baik Polwan Manacanegara maupun Polwan RI dengan berbagai varian seragam yang berlaku di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Winardy, Rabu (10/11) di Mapolda Aceh.

“Untuk memeriahkan acara the 58th IAWP tersebut juga diadakan Parade Of Nations yang merupakan salah satu tradisi yang selalu dilaksanakan selama 58 tahun dalam rangkaian kegiatan International Association of Women Police (IAWP),” tutupnya. []

Lantik Kabaintelkam Hingga Kapolda, Kapolri: Jangan Padamkan Api Pada Saat Api Besar

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah perwira tinggi (pati) Polri. Di antaranya adalah; Kabaintelkam, Aslog Kapolri, Kakorlantas, Kadiv Humas Polri, dan enam Kapolda di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Rabu (10/11/2021).

Dalam amanatnya, Sigit meminta kepada seluruh perwira yang dilantik untuk lebih peka dan mampu melaksanakan mapping di lapangan dengan baik untuk menentukan langkah mulai dari preemtif hingga represif, dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) tetap berjalan aman, damai dan kondusif.

Terkait hal itu, Sigit menyampaikan ungkapan bahwa jangan padamkan api pada saat api besar. Melainkan, padamkan api ketika masih kecil. Dengan kata lain, Sigit berharap, jajarannya bisa bergerak cepat untuk segera meminimalisir hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Jangan padamkan api pada saat api besar. Padamkan api saat masih kecil. Ini bisa dilakukan kalau kita jeli dan bisa melihat di lapangan. Kita mampu melaksanakan monitoring, langkah dan evaluasi yang benar serta tentunya ini menjadi tugas bagi kita semua,” kata Sigit dalam amanatnya.

Ungkapan itu, kata Sigit, juga terkait dengan munculnya fenomena pelanggaran oknum anggota kepolisian khususnya di media sosial (medsos) dan viral di masyarakat. Perbuatan segelintir oknum itu, menurut Sigit, berpengaruh pada personel lainnya yang sudah bekerja keras dan baik dalam menjalankan tugasnya. Seperti menjadi garda terdepan penanganan dan pengendalian Covid-19 hingga menjaga Sitkamtibmas tetap kondusif.

“Di sini saya ingatkan bahwa akhir-akhir ini kita menghadapi fenomena dan menjadi keprihatinan kita, muncul banyak viral penyimpangan anggota. Tentunya ini berdampak pada rekan-rekan yang sudah bekerja keras sehingga hasilnya dirasakan masyarakat,” ujar Sigit.

Di hadapan perwira yang dilantik, mantan Kapolda Banten ini menegaskan, kedepannya tidak ada lagi perbuatan oknum-oknum yang melakukan pelanggaran. Oleh sebab itu, Ia menekankan, perwira Polri harus menjadi pimpinan yang menjadi contoh agar tak ragu memberikan hukuman dan tindakan tegas kepada oknum yang melanggar.

“Ini harus ditanamkan di diri kita. Kita bisa tegas kalau kita menjadi teladan yang baik. Kita ragu apabila tidak menjadi teladan. Potensi penyimpangan harus diperbaiki, apakah pemahamannya yang keliru sehingga harus rubah mindsetnya. Jangan memberikan beban yang berpotensi menjadi penyimpangan,” ucap eks Kabareskrim Polri ini.

Tak hanya itu, Sigit juga menyadari dan menyerap aspirasi masyarakat soal adanya anggapan kepolisian baru bergerak cepat jika diviralkan di media sosial. Karenanya, Sigit menekankan, stigma masyarakat tersebut harus dihapuskan. Karena, sesuai dengan konsep Presisi, seluruh jajaran polri harus prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.

“Jadi tolong ini diperbaiki. Tak harus viral tapi masalah bisa cepat diselesaikan. Terjadi kebuntuan komunikasi sehingga masyarakat menyampaikan keluhan dengan menggunakan medsos,” tutur Sigit.

Masih terkait soal keluhan masyarakat, Sigit berharap, jajarannya benar-benar memanfaatkan sejumlah aplikasi yang telah diluncurkan. Seperti layanan Hotline 110, Propam presisi, Dumas Presisi, Binmas Online Sistem (BOS), SKCK online, Pelayanan Masyarakat SPKT, Aduan SPKT, SP2HP online, dan masih banyak lainnya.

Sigit berpandangan, banyaknya aplikasi tersebut akan tidak dirasakan oleh masyarakat apabila tidak mendapatkan respon dari aparat kepolisian. Apalagi, Sigit mengaku, masih banyak yang menyampaikan keluhannya secara langsung terhadap dirinya melalui aplikasi pesan tertulis.

“Sampai saat ini masih banyak yang
WhatsApp saya melaporkan masalah. Pada saat saya tanya kenapa tidak dilaporkan ke wilayah karena tidak bisa nomor diblokir. Kalau memang ada masalah dan kemudian masyarakat perlu ada penjelasan, tolong jelaskan khususnya masalah di kepolisian. Sehingga masyarakat mengerti posisi hukumnya, apakah kasusnya bisa ditindaklanjuti atau tidak bisa, karena ada batasan kewenangan yang dimiliki. Namun kita berusaha menyelesaikan semuanya sehingga rasa keadilan buat masyarakat dapat dirasakan,” papar Sigit.

Lebih dalam, Sigit memaparkan adanya persepsi tentang polisi antikritik. Ia mengakui bahwa, persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus diselesaikan dan dibuktikan kepada masyarakat bahwa polisi tidak antikritik karena selalu menyerap aspirasi, untuk menjadikan Polri yang lebih diharapkan oleh masyarakat.

“Polisi tidak anti kritik. Ini jadi tantangan saya karena kritik penting dan dimanfaatkan. Ada persepsi di masyarakat tentang kita dan kita harus perbaiki. Persepsi yang diharapkan sesuai dengan keinginan masyarakat. Banyak program kita yang dilaksanakan namun memang perlu waktu,” kata Sigit.

Sigit meyakini bahwa tantangan itu bisa diselesaikan dengan bekerja secara tulus, kerja keras dan ikhlas. Sigit optimis, tingkat kepercayaan publik akan terus meningkat dari yang sudah ada saat ini.

“Namun saya yakin kita semua dengan ketulusan, keikhlasan dan kerja keras. Kita bisa memperbaiki. Bangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap kita demi institusi. Rekan-rekan telah berjuang namun kalau kita tidak bisa menerima perbaikan tentunya ada gap dan gap ini jadi masalah. Maka dari itu selalu turun ke lapangan bertemu masyarakat dan anggota, untuk mengetahui masalah untuk kita selesaikan. Saya yakin rekan-rekan mampu,” ujar Sigit.

Demi bisa meningkatkan kepercayaan publik, Sigit mengatakan, jajarannya harus bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Tunjukan bahwa, Polri saat ini jauh lebih baik sebagaimana dengan semangat konsep Presisi.

“Perkembangan teknologi kita manfaatkan. Sehingga profesionalisme dari kepolisian bisa terlihat. Bagaimana kita membangkitkan semangat anggota, manfaatkan teknologi biar semakin baik dan profesional. Saya yakin institusi Polri adalah institusi yang disayang masyarakat dan bagaimana kita meyakinkan agar tetap berada di performa itu,” ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga kembali mengingatkan soal peran Polri menjadi salah satu institusi yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Ia berpesan, jajarannya harus mampu mempertahankan tren positif yang sudah ada saat ini.

Dimana, Indonesia menjadi peringkat pertama se-Asia Tenggara dalam hal penanganan serta pengendalian Covid-19. Semua itu, kata Sigit merupakan berkat sinergitas, soliditas dan kerja keras seluruh stakeholders dan elemen masyarakat.

“Kegiatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi terjadi mobilitas masyarakat yang tinggi tentunya harus kita antisipasi dengan langkah-langkah untuk memperkuat protokol kesehatan. Khususnya rekan-rekan Kapolda yang menjadi penanggung jawab mengendalikan Covid-19,” kata Sigit.

Kesiapan dan antisipasi mencegah laju pertumbuhan Covid-19, menurut Sigit juga sebagai bukti di dunia bahwa Indonesia mampu melaksanakan kegiatan nasional maupun internasional di tengah Pandemi, dengan aman dan memperhatikan faktor kesehatan. Mengingat, kedepan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaran acara tingkat dunia.

“Di satu sisi kegiatan besar akan kita laksanakan dan di satu sisi kita harus waspada angka Covid-19 tak meningkat. Kalau kita mampu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Ini diharapkan seluruh masyarakat, ini harus kita kembalikan. Ini semua terjadi berkat kontribusi rekan-rekan dan dipertahankan menjadi tugas ke depan. Kewajiban kita menjaga situasi Kamtibmas kondusif sehingga semuanya berjalan baik,” tutup Sigit.

Shalawat Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Warnai Vaksinasi di LPMP Aceh

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kehadiran Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam pegelaran vaksinasi massal Polda Aceh yang bekerja sama dengan BPP HIPMI serta BPD HIPMI Aceh membuat masyarakat terpukau, Rabu (10/11/2021) di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, Niron, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar.

Bagaimana tidak, Habib asal Kota Solo yang memiliki suara khas tersebut melantunkan beberapa shalawat yang membuat peserta vaksin semakin bergairah dan antusias.

Sebelum melantunkan shalawat, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf sempat menyampaikan kebanggaannya bisa hadir di Aceh. Hal itu dia katakan, berkat undangan dari Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Ahmad Haydar, SH., MM.

Ia juga mengungkapkan, kalau Kapolda Aceh yang sekarang merupakan keturunan Habib dan satu nasab dengan dirinya.

“Habib Haydar satu nasab dengan saya. Ini merupakan hadiah terbesar bagi masyarakat Aceh, karena beliau menjadi Kapolda di Bumi Serambi Mekkah,” ungkapnya.

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming, yang sudah mensupport penuh kegiatan vaksinasi massal ini dan menyiapkan 10 paket umrah bagi peserta vaksinasi yang beruntung.

Habib mendoakan agar Mardani H Maming nantinya akan menjadi investor besar dan terus bisa membantu masyarakat di berbagai bidang.

Setelah itu, dilanjutkan dengan shalawat dan doa untuk keberkahan acara vaksinasi massal yang dipimpin langsung oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Pemko Banda Aceh Diminta Fokus pada Permodalan UMKM

0
Ketua DKC Garda Bangsa Kota Banda Aceh, Jabal Ali Husin Sab. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Ketua DKC Garda Bangsa Kota Banda Aceh, Jabal Ali Husin Sab mengapresiasi wacana lahirnya rancangan qanun (raqan) anti rentenir di Kota Banda Aceh sebagai bentuk pelaksanaan syariat Islam secara kaffah. Namun menurut Jabal, Pemko Banda Aceh perlu mencari solusi permodalan alternatif bagi pedagang kecil dan usaha UMKM yang sesuai dengan syariat Islam.

Hal tersebut disampaikan Jabal melalui siaran pers pada Kamis (11/11/2021) di Banda Aceh.

Menurut Jabal, praktik rentenir selama ini menjamur di masyarakat karena pedagang kecil dan pengusaha UMKM kesulitan untuk mengakses permodalan yang seusai syariat. Akhirnya mereka terpaksa menambil pinjaman rentenir dengan bunga tinggi dan mencekik.

“Pemerintah Kota Banda Aceh hingga kini telah memiliki sejumlah Bank permodalan yang berbasis syariah. Tapi apakah pelayanannya mudah diakses oleh masyarakat kecil? Apakah proses administrasinya mudah atau sulit? Apakah akses permodalan masih belum inklusif? Jika memang lembaga keuangan tersebut berfungsi dan memberi layanan maksimal dan tidak eksklusif, tentu mereka pedagang kecil secara otomatis akan berpaling dari jasa pinjaman uang dari rentenir,” tegas Jabal.

Ketua organisasi sayap pemuda partai PKB Banda Aceh ini menyarankan agar Pemerintah Kota Banda Aceh ke depan fokus pada permodalan UMKM yang lebih inklusif, menyediakan jumlah anggaran yang lebih besar untuk permodalan UMKM, mensosialisasikan permodalan usaha dengan baik dan tentunya benar-benar menyediakan layanan permodalan yang sesuai syariat. Jabal melihat bahwa rentenir adalah pilihan terakhir masyarakat yang tidak punya pilihan lain di saat permodalan dari pemerintah sulit untuk diakses.

“Pemko Banda Aceh perlu menargetkan jumlah penerima bantuan permodalan tiap tahunnya dengan bilangan yang rasional. Artinya jumlah anggaran untuk permodalan harus seusai dengan data rasio pedagang kecil dan pengusaha UMKM yang ada. Pemko juga perlu memastikan penerima modal tepat sasaran. Yakni mereka yang benar-benar butuh bantuan. Pemko kali ini harus benar-benar hadir untuk masyarakat,” pungkas Jabal.

Sementara itu, Garda Bangsa Banda Aceh menyatakan mendukung penuh fatwa MPU mengenai pelarangan praktek rentenir yang selama ini meresahkan masyarakat Aceh. Fatwa tersebut dikeluarkan dalam sidang paripurna – VI MPU tahun 2021 yang berlangsung pada tanggal 8-10 November 2021 di Gedung Sekretariat MPU Aceh.

Fatwa MPU mengenai keharaman praktek rentenir di masyarakat ini perlu segera direspon oleh pemerintah daerah agar praktik-praktik muamalah yang tidak sesuai dengan syariat Islam di Aceh dapat dihapuskan. []

Sekda Aceh Selatan Komit Akan Jalankan Keterbukaan Informasi Publik

0
Sekda Aceh Selatan Cut Syazalisma S.STP (kanan foto) bersama Kabid Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik (PLIP) Diskominsa Aceh Zalsufran. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Selatan Cut Syazalisma S.STP mengatakan dirinya sangat berkomitmen menjadikan birokrasi pemerintahan Aceh Selatan sebagai birokrasi yang menjalankan Keterbukaan Informasi Publik sesuai dengan Undang-undang no 14 tahun 2008 dan menjalankan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, melakukan reformasi birokrasi, dan satu data yang Terintegrasi, lengkap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pencapaian itu baru dapat dilakukan apabila birokrasi dan teknologi berjalan sejalan. Itu sebabnya perlu penguatan SDM di birokrasi,” kata Sekda Cut Syazalisma pada saat ditemui oleh Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik (PLIP) Diskominsa Aceh Zalsufran di rumah dinas Sekda di Kota Tapaktuan, Selasa (9/11/2021).

Komitmen itu disampaikan Sekda setelah Zalsufran sebagai Plh. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemerintaha Aceh menjelaskan kehadiran tim yang menangani PPID Aceh ke Aceh Selatan sebagai bentuk komitmen untuk mendorong Aceh Selatan menjadi daerah yang siap menjalankan Keterbukaan Informasi Publik.

Sekda juga menyampaikan agar Diskominsa Aceh bisa bersinergi dengan Pemkab Aceh Selatan dalam menerapkan SPBE, Satu Data dan Keterbulaan Omformasi Pulik sehingga Aceh Selatan akan menjadi Kabupaten Cerdas.

Sementara Zalsufran pada pertemuan itu mengatakan, pada prinsipnya PPID pemerintah Aceh siap membantu secara aplikasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) apabila memang diperlukan sambil membina SDM lokal.

“PPID Pemerintah Aceh akan siap membantu aplikasi dan SDM jika diperlukan,” kata Zalsufran.[]

Liverpool Resmi Umumkan Perpisahannya Dengan Michael Edwards

0
Bendera Livepool di tiang sepak pojok. © AP Photo

Nukilan.id – Raksasa Premier League Liverpool resmi mengumumkan bahwa Michael Edwards akan mundur dari jabatannya sebagai sporting director klub pada akhir musim 2021-22 ini.

Nama Edwards jelas tak asing di telinga penggemar Liverpool. Sebab pria kelahiran Southampton itu merupakan salah satu kunci sukses The Reds dalam beberapa tahun terakhir.

Ia punya peran penting di belakang layar. Edwards adalah sosok yang berperang penting dalam urusan jual beli pemain.

Dan ia melakukannya dengan sangat lihai. Salah satu ‘masterpiece’ alias ‘mahakarya’ Edwards adalah menjual Philippe Coutinho ke Barcelona dengan harga selangit.

Sayangnya mulai musim depan, Liverpool tak akan bisa lagi memakai jasa Michael Edwards. Sebab ia akan mundur dari jabatannya.

Hal tersebut diumumkan oleh Liverpool di laman resminya, Rabu (10/11/2021) malam WIB. Pria berusia 42 tahun itu nantinya akan digantikan oleh asistennya yakni Julian Ward.

“Liverpool Football Club hari ini mengumumkan perubahan di masa depan pada struktur kepemimpinan operasi sepak bolanya, dengan berita bahwa Michael Edwards akan mengundurkan diri sebagai direktur olahraga pada akhir musim ini.”

“Pria berusia 42 tahun itu telah memberi tahu kepemilikan klub atas keinginannya untuk mengejar tantangan baru ketika kontraknya berakhir, memungkinkan transisi yang dikelola dengan hati-hati dan teratur.”

“Julian Ward, saat ini asisten direktur olahraga, akan dipromosikan setelah kepergian Edwards, mengambil peran yang lebih senior. Pria berusia 40 tahun itu sebelumnya menjabat sebagai direktur manajemen pinjaman.”

“Anggota senior lainnya dari departemen operasi sepak bola Liverpool akan tetap dan akan terus menjadi bagian integral dari pengaturan dan penerapan strategi sepak bola klub.” Demikian pernyataan resmi Liverpool.

Setelah kepergiannya diumumkan oleh Liverpool, Michael Edwards merilis sebuah surat terbuka kepada fans The Reds. Ia mengatakan dirinya pindah demi mencari tantangan baru.

“Menjadi bagian dari klub ini selama periode ini telah menjadi hak istimewa karena orang-orang yang cukup beruntung untuk bekerja dengan saya dan kesuksesan yang telah kami nikmati.”

“Saya selalu merencanakan untuk membatasi waktu saya di klub hingga maksimal 10 tahun. Saya senang bekerja di sini, tetapi saya sangat percaya pada perubahan. Saya pikir itu baik untuk individu dan, dalam lingkungan kerja, baik untuk majikan juga. Selama waktu saya di sini, kami telah mengubah banyak hal (semoga menjadi lebih baik) tetapi seseorang yang baru membawa perspektif yang berbeda, ide-ide baru dan semoga dapat membangun (atau mengubah) hal-hal yang telah ditetapkan sebelumnya.”

“Julian telah membangun keahlian untuk peran ini selama bertahun-tahun. Tahun lalu, ia mengambil peran sebagai asisten direktur olahraga dan selama 12 bulan terakhir ia telah diperkenalkan ke aspek lain dari peran yang penting untuk keberhasilannya. Saya percaya dia ideal untuk peran itu. Selama musim mendatang saya akan terus mendukungnya saat kami menyelesaikan transisi kepemimpinan.” Tulis Edwards.

Michael Edward sudah satu dekade gabung Liverpool. Ia merapat ke Anfield pada tahun 2011 silam.

Mulanya ia menjabat sebagai head of analytics. Namun setelah itu ia dipromosikan sebagai director of technical performance dan kemudian sebagai technical director.

Edwards berganti jabatan lagi pada tahun 2016. Ia dipercaya menjadi sporting director Liverpool.

Selain menjual Philippe Coutinho, Michael Edwards juga merupakan otak di balik kesuksesan transfer sejumlah pemain bintang di Liverpool. Sebut saja Mohamed Salah, Sadio Mane, Fabinho, Virgil van Dijk, hingga Alisson Becker. [bolanet]

Pakai Baju Adat Aceh, Ini 6 Potret Prewedding Ria Ricis dan Teuku Ryan

0
Ria Ricis dan Teuku Ryan (Sumber: Instagram/fdphotography)

Nukilan.id – Pasangan kekasih Ria Ricis dan Teuku Ryan, sebentar lagi akan menikah. Tinggal menghitung hari, keduanya akan melangsungkan akad nikah pada 12 November 2021. Pasangan yang sudah jalani berbagai proses jelang pernikahan, seperti lamaran, pengajian hingga siraman, keduanya pun baru-baru ini jalani potret prewedding baru dengan baju adat Aceh.

Tampil menanawan dengan baju adat Aceh dengan warna merah dan emas, pasangan ini pun nampak begitu serasi. Sebelumnya, Ria Ricis dan Teuku Ryan sudah lebih dulu jalani pemotretan dengan baju adat Jawa dan busana kasual seperti seragam sekolah.

Banyak dari penggemar Ria Ricis pun puji penampilan keduanya yang makin menawan jelang pernikahan. Tidak sedikit yang doakan untuk kelancaran pernikahan keduanya.

Berikut 6 potret terbaru prewedding Ria Ricis dan Teuku Ryan yang Liputan6.com kutip dari Instagram @fdphotography, Kamis (11/11/2021)

1.  Pakai baju adat Aceh, Ria Ricis tampil begitu menawan

Ria Ricis dan Teuku Ryan (Sumber: Instagram/fdphotography)

2. Dalam pemotretannya tersebut, momen bahagia ini diabadikan oleh FD Photography

Ria Ricis dan Teuku Ryan (Sumber: Instagram/fdphotography)

3. Perpaduan warna merah dan emas pun begitu gemerlap

Ria Ricis dan Teuku Ryan (Sumber: Instagram/fdphotography)

4. Pasangan ini pun nantinya akan gelar pernikahan pada 12 November 2021

Ria Ricis dan Teuku Ryan (Sumber: Instagram/fdphotography)

5. Baju adat Aceh yang dikenakan oleh Ria Ricis dan Teuku Ryan ini bernama Ule Balang

Ria Ricis dan Teuku Ryan (Sumber: Instagram/fdphotography)

6. Makin dekat dengan pernikahannya, banyak para selebriti dan netizen berikan selamat dan doa untuk keduanya

Ria Ricis dan Teuku Ryan (Sumber: Instagram/fdphotography)

Sumber: Liputan6