Beranda blog Halaman 1931

Azhari Minta FPMPA Jadi Lokomotif Percepatan Pembangunan Aceh

0
Foto: Dok. FPMPA

Nukilan.id – Pemerintah Aceh resmi melepas rombongan bakti sosial dan sosialisasi vaksin Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA). Acara pelepasan ini dipimpin langsung oleh Dewan Penasehat FPMA, Azhari di halaman Media Center Sekretariat Daerah Aceh, Rabu (17/11/2021).

Turut hadir Kepala Biro Humas dan Protokol Aceh, Muhammad Iswanto, Kabid SDM Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Musmulyadi dan unsur terkait.

Adapun kegiatan bakti sosial dan sosialisasi vaksin berlangsung di tiga Kabupaten, yakni Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, Bener Meriah dan Aceh Singkil.

Dewan Penasehat FPMA, Azhari dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan membangun sinergitas antara mahasiswa dengan masyarakat dalam membangun desa.

Menurutnya, mahasiswa harus berperan sebagai lokomotif pembangunan desa.

“Atas nama Pemerintah Aceh, kami sangat mengapresiasi atas kepedulian FPMA dalam melaksanakan bakti sosial dan sosialisasi vaksin. Ini sejalan dengan instruksi pemerintah dalam meningkatkan vaksinasi kepada masyarakat, khususnya di desa-desa,” kata Azhari.

Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh ini juga menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari rasa kedulian dan kemanusiaan antara sesama manusia, yang dapat mengeratkan tali silaturrahmi.

“Tujuan lain dari bakti sosial adalah mempererat hubungan kekeluargaan diantara masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Azhari berharap, kegiatan yang dilaksanakan nantinya dapat membawa manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dengan semangat gotong royong dan kekompakan para masyarakat dengan mahasiswa, serta dapat meningkatkan pengetahuan dan mencerdaskan masyarakat.

“Kegiatan yang akan dilaksanakan ini merupakan bentuk dorongan agar mahasiswa dapat berperan dalam pembangunan. Para mahasiswa dapat melakukan identifikasi masalah yang ada dalam masyarakat, sebagai bahan masukan bagi kita untuk bahan perbaikan pada masa mendatang,” pungkas Ketua KONIRI Aceh itu. []

Kadisdik Harapkan Sekolah di Pulo Aceh Dapat Melahirkan Generasi Berkualitas

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM saat mengunjungi SMAN 1 Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (17/11/2021). Foto: Ist

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM beserta rombongan meninjau SMAN 1 Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (17/11/2021).

Kunjungan itu bersamaan dengan pelaksanaan program bakti sosial yang dilaksanakan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan tema Green School di SMA tersebut.

Selain itu, kunjungan tersebut bagi kadisdik dimaksudkan untuk meninjau sarana dan prasarana pendidikan serta capaian vaksinasi siswa dan guru.

Tiba di sekolah, kadisdik langsung memasuki dan melihat satu persatu ruangan yang ada di sekolah tersebut, antara lain ruang belajar, siswa, ruang dewan guru, ruang perpustakaan, laboratorium, toilet, mushalla dan ruang penginapan guru.

Kadisdik mengaku senang melihat lingkungan sekolah yang bersih dan tertata rapi. Ia berharap agar sekolah di seluruh Aceh selalu menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekolah dengan baik.

Meski demikian, Alhudri meminta Kepala SMAN 1 Pulo Aceh agar mengajukan rehabilitasi terhadap beberapa sarana prasarana sekolah yang dianggap sudah rusak dan memerlukan perbaikan.

“Terus terang saya takjub melihat lingkungan sekolah ini. Semula saya menduga sekolah di kepulauan tidak sebagus ini, ternyata dugaan saya salah. Terimakasih warga sekolah,” kata Kadisdik saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Green School di sekolah tersebut.

Alhudri berharap, agar Keberadaan SMAN 1 Pulo Aceh ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Pulau Nasi. Selain itu juga dapat melahirkan generasi yang berkualitas.

Menurutnya, saat ini telah banyak lulusan sekolah dari Pulo Aceh yang sukses dan melanjutkan pendidikan di sejumlah Perguruan Tinggi yang ada di tanah air.

“Kami berharap agar para kepala sekolah dan dewan guru dapat terus membimbing dan membina para siswa agar dapat menemukan bakat minatnya sesuai dengan keahliannya,” ujarnya.

Kedatangan Kadisdik Aceh disambut dengan suka cita oleh kepala sekolah, para dewan guru, komite sekolah, keuchik, dan siswa.

Alhudri menuturkan agar pihak sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara maksimal, hal itu dimaksudkan agar tidak ada materi pelajaran yang tidak tuntas hingga akhir semester.

“Anak-anak di kepulauan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan. Para guru dituntut harus terus kreatif dan inovatif dalam proses belajar mengajar di sekolah,” terangnya.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Pulo Aceh, Anwar S.Pd mengapresiasi kedatangan rombongan Kadisdik ke Pulo Aceh. hal ini menurutnya, menjadi penyemangat bagi guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Pulo Aceh.

“Semoga kedatangan Pak Kadis membawa perubahan yang lebih baik terhadap pendidikan di Pulo Aceh,” katanya.

Dalam kunjungan itu, kadisdik turut didampingi para pejabat struktural Disdik Aceh, para kepala sekolah, para pengawas sekolah, Ketua dan Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serta lainnya.[]

Penkum Kejati Aceh Beri Penyuluhan Hukum ke Pegawai Dinas PUPR

0
Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh H Munawal Hadi, SH, MH. Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Dalam rangka mencegah terjadinya tindak pidana korupsi sejak dini, tim Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memberikan penyuluhan hukum kepada pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh di aula dinas tersebut, Rabu (17/11/2021).

Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi ST. Adapun pesertanya sekitar 70 peserta yang terdiri atas para kepala bidang, kepala UPTD serta pejabat eselon IV dinas setempat.

Sementara penyuluhan disampaikan oleh Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh H Munawal Hadi SH MH bersama Kasi Pengamanan Proyek Strategis Fakhrillah SH MH, Kasi Sosial Budaya Ferdiansyah SH MH dan Filman Ramadhan SH, jaksa fungsional.

Munawal Hadi usai kegiatan mengatakan, materi yang disampaikan pihaknya dalam kegiatan tersebut terkait upaya pencegahan korupsi pada pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Aceh.

Tak hanya di Dinas PUPR Aceh, tim Penkum Kejati Aceh juga akan menyambangi dinas lainnya dalam lingkungan Pemerintah Aceh. “Besok insyallah kita lanjutkan ke Dinas Pengairan Aceh,” ujar Munawal Hadi.

Menurut Munawal Hadi, kegiatan itu bagian dari ikhtiar penegak hukum, khususnya Kejati Aceh dalam mencegah terjadinya praktik korupsi dalam pengelolaan anggaran daerah.

“Karena apabila sudah tersandung kasus korupsi, yang dirugikan bukan saja negara tapi masyarakat yang sangat merasakan dampaknya,” ungkap dia.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh berharap, setiap pembangunan yang dibangun di Aceh memiliki kualitas yang baik dan tidak sia-sia. Sehingga bisa membawa manfaat yang besar bagi masyarakat.

Kegiatan penyuluhan hukum itu sendiri berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes) untuk mengantisipasi penularan virus corona yang belum ada tanda-tanda akan berakhir ini.[]

Ini Kronologi Bupati Akmal Timbun Gerbang Cabdisdik Abdya

0
Kepala Cabdisdik Abdya, Jufri, S.Ag MM, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Aceh Wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Jufri, S.Ag, MM menceritakan kronologi terkait pemblokiran jalan menuju pintu gerbang masuk ke kantor Cabdin Pendidikan Abdya dengan tanah timbun, Senin (15/11/2021) pukul 8.30 WIB.

Dijelaskan, Panitia HUT Korpri sedang melaksanakan perlombaan Volly di Kantor Cabdin Abdya, disela suara musik yang begitu keras, ada salah seorang staf Cabdin Abdya, Damiwi, S.Pd terhambat masuk ke halaman kantor, karena akses pintu gerbang masuk kantor tertutup dengan sepeda motor dan mobil yang terparkir sembarangan dan sampah juga berserakan dimana-mana.

“Saat Saudara Damiwi masuk kedalam kantor, ia mendatangi Panitia HUT Korpri meminta agar segera menertibkan kendaraan yang telah menutup akses jalan masuk Kantor, dan mengingatkan kepada para peserta lomba agar tidak membuang sampah sembarangan,” cerita Jufri dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Rabu (17/11/2021).

Namun, ada oknum dari panitia HUT Korpri itu menanggapinya secara emosi dan mengancam staf Cabdin dengan kata “Nanti kami lapor ke Sekda”.

Mendengar hal tersebut Darniwi tersulut emosinya dengan mengatakan “Silahkan lapor aja ke Sekda”, sehingga perang mulutpun terjadi.

“Mengetahui hal itu, Jamarudin, S.Pd sebagai ND Kepala Cabdin segera melaporkan hal itu kepada saya via telepon, dan selanjutnya saya memerintahkan Jamarudin agar melakukan mediasi masalah tersebut dengan pihak panitia HUT Korpri,” jelas Jufri.

Kemudian, lanjutnya, pada Selasa (16/11/2021) pukul 08.30 WIB, kegiatan lomba Volly masih berlangsung dengan meriah. Tepat pukul 10.30 WIB saya datang ke kantor Cabdin Abdya untuk melaksanakan rapat Seleksi Guru Inti.

“Disaat rapat sedang berlangsung, tiba-tiba sekitar pukul 11.30 WIB, panitia Korpri membuka tenda dan tempat duduk di depan kantor Cabdin. Dan dalam waktu yang sama, Satpam Kantor Cabdin melaporkan bahwa ada truk jenis Dum Truck menumpahkan tanah liat di pintu gerbang kantor, sehingga mengherankan semua pihak terutama para guru yang sedang mengikuti kegiatan MGMP dan Workshop PSP yang diadakan oleh LPMP Aceh dengan Disdikbud Abdya di Ruang Kelas Belajar kantor Cabdin,” terang Jufri.

Karena timbunan tanah itu, sambungnya, para guru tersebut terjebak, tidak bisa pulang dan melalui kendaraannya, sehingga tutor dari LPMP Aceh, guru SD, SMP beserta kader HMI yang sedang melaksanakan Training L.K I terpaksa berdiam diri dan terkurung di dalam perkarangan kantor.

Pasca kejadian tersebut, Kacabdin Abdya Jufri segera menelpon Asisten Pribadi (ADC) Kadisdik Aceh, Alhudri dan melaporkan pemblokiran jalan pintu keluar masuk kantor tersebut.

Pada Pukul 12.20 WIB, Jufri menghubungi ketua Panitia HUT Korpri, Sekretaris BKPSDM Abdya, Azharida, SE untuk dimintai keterangan dan klarifikasi tentang pemblokiran jalan.

“Mereka menjawab, tidak tahu apa-apa tentang persoalan itu, bahkan ia mencoba menghubungi Kasatpol PP abdya beserta dengan kabid kabidnya,” jelas Jufri.

Namun, kata Jufri, tidak lama berselang setelah itu, mereka datang dan menanyakan hal tersebut ke saya, kenapa dilakukan pemblokiran?, padahal diketahui, penimbunan tanah di tengah jalan itu mereka yang koordinir dan mereka lakukan itu dengan mengatasnamakan Pemkab abdya.

Lebih lanjut, Jufri menceritakan, pada pukul 12.30 WIB, Ketua DPRK Abdya, Nurdianto beserta anggota datang ke kantor Cabdin Abdya menemui saya di ruangan. Dengan disaksikan oleh beberapa kalangan pers, Kasat Intel Polres dan beberapa jajaran Kodim.

Kemudian, Nurdianto menghubungi Wakil Bupati (Wabup), Muslizar dan mempertanyakan motif pemblokiran akses jalan di pintu gerbang Cabdin abdya.

Namun, kata Jufri, jawaban Wabup Abdya, “Tunggu saya pulang dari Banda Aceh jam 16.00 WIB, jika telah sampai ke Abdya nanti, akan saya hubungi Kacabdin agar dapat titik temu masalahnya, tapi dengan syarat membawa Pegawai Cabdin Abdya, Darniwi ke hadapan saya,” tegas Muslizar.

Pada pukul 14.00 WIB, sambungnya, Kasat Reskrim IPTU Rifandi Permana, SH bersama Kasat Intel AKP Supriyanto mempersilakan Kacabdisdik Abdya untuk menggeser tanah timbunan yang sudah di blokir di atas badan jalan tersebut agar para guru, Narasumber, Kader HMI bisa keluar melintasi pemblokiran itu.

“Saya segera memerintahkan beberapa stafnya untuk membuang sebagian tanah timbunan dengan jaminan pihak Polres Abdya,” ungkap Jufri.

Tapi, Satpol PP Abdya melarang dengan alasan tidak diperbolehkan membuka pemblokiran jalan karena belum ada perintah dari atasannya.

“Pada pukul 17.00 WIB, Personil Satpol PP datang ke kantor Cabdin Abdya dan memberitahukan ke saya bahwa sebentar lagi pintu akses keluar masuk Cabdin akan segera di blokir dengan Truk Patroli, dan bila masih ada mobil yang terkurung di dalamnya dipersilakan keluar terlebih dahulu,” ucap Jufri menceritakan kronologi tersebut.

Lanjutnya, sampai pukul 21.00 WIB, truck patroli Satpol PP ditempatkan di akses pintu keluar masuk dengan dijaga beberapa personil satpol PP Abdya.

“Pukul 21.20 WIB, Ketua MKKS SMA/SMK beserta dengan para guru berdatangan ke Kantor Cabdin Abdya mendiskusikan macetnya pelayanan pendidikan akibat ekses dari pemblokiran tersebut,” ujar Jufri.

Pada pukul 23.00 WIB, Jufri bersama Kasie Manajemen Guru dan Kependidikan dan Mutu Kesiswaan, Jamarudin Selian, S.Pd datang ke Polres Abdya memenuhi panggilan dan koordinasi dengan Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution, SIK.

“Beliau berjanji akan berusaha untuk berkoordinasi dengan Bupati Abdya Akmal Tbrahim, SH, agar pemblokiran jalan ke Cabdin Abdya bisa dibuka kembali,” imbuh Jufri.

Sementara itu, pada pukul 22.30 WIB, Bupati Abdya, Akmal lbrahim pada laman media sosial Facebook mengakui bahwa, beliau yang memerintahkan penimbunan tanah di pintu gerbang Cabdin Abdya, dengan alasan ada beberapa laporan yang masuk kepadanya bahwa Pegawai Cabdin banyak yang arogan saat melintasi halaman kantor BKPSDM Abdya.

Bupati menyarankan agar Kacabdisdik Abdya segera melapor permasalahan itu ke atasannya, dalam hal ini Kadis Pendidikan Aceh, Alhudri untuk dapat membangun jalan sendiri ke kantor Cabdin Abdya.

“Dan apabila Kadis Pendidikan Aceh tidak menyelesaikan masalah ini selama seminggu, maka seluruh akses ke Cabdin akan ditutup dengan pagar. Untuk sementara semua kendaraan yang bukan tamu dan anggota Korpri Abdya diminta agar tak melewati dan parkir kendaraan di halaman kantor BKPSDM,” tegas Bupati Abdya, Akmal Ibrahim. [Jr]

Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan USK Gelar Mission VIII 2021

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Program Studi Teknik Pertambangan melalui Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Mining Agression (Mission) ke-8 tahun 2021, Rabu (17/11/2021).

Ketua Panitia Program Studi Teknik Pertambangan FT USK, Reski Sefti Isnanda mengatakan tahun ini merupakan tahun ke-8 diadakanya Mission, dimana ini merupakan realisasi dari kegiatan tahunan HMTP USK yang kreatif, adaptif dan inovatif.

“Kegiatan eksternal maupun internal sangat dibutuhkan untuk mengeksiskan program studi ini di kalangan Universitas maupun masyarakat Aceh tentunya,” kata Reski kepada Nukilan.id, Rabu.

Dia menjelaskan, dalam rangkaian Mission kali ini terdapat 3 event besar yaitu Pra Event, Main Event dan Pasca Event. Pra Event merupakan Perlombaan secara umum bagi siswa/i serta mahasiswa/wi se-Indonesia. Cabang lomba Pra Event tahun ini meliputi Baca Puisi, Public Speaking, Essay, Fotografi, Desain Poster, dan Video Pendek.

Total peserta yang mengikuti ke-6 cabang lomba Pra Event Mission VIII berjumlah 208 peserta terdiri dari siswa/i yang ada di Aceh dan Mahasiswa/wi dari perguruan tinggi ternama se-Indonesia.

Kemudian, Main Event atau yang biasa disebut Syiah Kuala Mining Enggeneering Competition (SMEN) merupakan perlombaan yang di rancang secara khusus untuk mahasiswa/wi Teknik Pertambangan.

Event Nasional ini dilaksanakan 2 tahun sekali, yang di mana pada tahun ini di adakan secara virtual mengingat kita masih dalam masa pandemic. Setiap kampus yang mengikuti event ini hanya dapat mengirim satu tim sebagai perwakilan, dan event kali ini menggunakan sistem olimpiade.

Cabang lombanya yaitu Written Test, Software Competition, Case Study Competition, Bench Blasting, Joint Measuring, Tie-In Underground Blasting yang diikuti oleh 10 Tim/Universitas dari 3 pulau yang berbeda.

Terakhir, kata Reski, Pasca Event yaitu kegiatan Webinar nasional Dengan 3 series di dalamnnya mengundang pakar-pakar pertambangan yang handal di bidangnya. Adapun peserta webinar mencakup dosen Fakultas Teknik, mahasiswa Teknik Pertambangan, Instansi Pemerintah di bidang Pertambangan, Perusahaan Pertambangan, LSM, jurnalis, siswa/i Banda Aceh dan Aceh Besar, juga mahasiswa dari seluruh pelosok di Indonesia

“Mission VII sendiri berlangsung selama 7 hari dimulai tanggal 10-17 November 2021. kegiatan ini dapat mewadahi berbagai kreatifitas dari siswa maupun mahasiswa se- Indonesia, dan memberikan ide-ide serta pandangan dalam mengaplikasikan kemajuan era teknologi 4.0 pada berbagi bidang terutama bidang,” ujarnya.

Pada rangkai acara Main Event yang sebelumnya hanya dapat dilaksanakan secara luring (offline) dapat beradaptasi secara daring (online) tanpa mengurangi esensi dari kegiatan tersebut dan perlombaan pertambangan pertama di Indonesia secara virtual.

“Alasan lain kegiatan ini dibutuhkan karena dunia pertambangan saat ini membutuhkan para fresh Graduate yang memiliki soft skill yang tinggi terlebih dalam bidang teknologi,” terang Reski.

Di hari terakhir pelaksanaan Mission ini dilaksanakan closing sekaligus pembagian hadiah juara untuk setiap cabang lomba yang dimulai dari Pra Event yang juaranya ada dari kampus ITB, UNAIR, UIN Syarif dan juga berbagai kampus lainnya, kemudian untuk main event sendiri yaitu SMEN juara umum 1 jatuh kepada Tim Rimueng Nanggroe dari HMTP universitas Syiah Kuala, Juara Umum 2 dimenangkan oleh tim Eternality dari Universitas Sriwijaya dan Juara umum 3 diraih oleh tim Avyzard Ranger dari Universitas Negeri Padang.

Mission bisa menjadi tempat pembelajaran yang paling berharga bagi setiap perangkat himpunan. Event ini juga bisa menjadi tanggung jawab moral yang nantinya akan terus berlanjut dalam kebaikan Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan ke depannya.

“Mission bukan sekedar kegiatan tahunan yang bersifat senang-senang saja, tetapi di sinilah tempat kita berkumpul untuk meng-upgrade soft skill bidang keilmuan,” pungkas Reski.

Reporter: Hadiansyah

Asops Kapolri: Setiap Pertandingan Sepak Bola Harus Utamakan Prokes

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops) Irjen Pol Drs. Imam Sugianto yang didampingi Ketua Umum PSSI Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan, meminta setiap pertandingan sepak bola di seluruh Indonesia harus mengutamakan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Hal tersebut disampaikan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Dr. Drs. H. Agus Kurniady Sutisna, MM., MH. kepada awak media setelah mengikuti Video Conference (Vidcon) dengan Asops Kapolri terkait sosialisasi perjanjian kerjasama antara PSSI dengan Polri, Rabu (17/11/2021) di Ruang Vidcon Mapolda Aceh.

Agus Kurniady menyampaikan, perjanjian kerja sama antara Polri-PSSI ini penting dan sesuatu yang dinilai perlu dilakukan sebagai wujud komitmen Polri, PSSI, serta stakeholders terkait untuk memastikan agar setiap pertandingan yang bergulir selalu mengutamakan Prokes.

“Asops meminta kerja sama ini harus dilaksanakan juga di seluruh jajaran agar pergelaran pertandingan sepak bola bisa berjalan dengan baik dan tentunya tetap Prokes,” sebutnya.

Selain itu, sambungnya, Asops juga meminta jajaran membentuk Satgas Anti Mafia Bola untuk mengantisipasi adanya kecurangan atau hal hal yang tidak diinginkan dalam pertandingan.

Sementara itu, kata Agus Kurniady, Ketua Umum PSSI Komjen Pol (Purn) Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan juga menyampaikan, bahwa Ini merupakan kerja sama perdana antara Polri dengan PSSI terkait pengamanan pertandingan sepak bola mulai dari Liga 1 hingga Liga 3 yang akan bergulir pada Januari mendatang.

“Ketum PSSI menyatakan dengan adanya kerja sama ini, diharapkan ke depan pertandingan sepak bola yang akan digelar dapat berjalan dengan lancar serta tetap mematuhi Prokes,” tutup Agus Kurniady. []

Proyek Irigasi Lhok Guci Tak Kunjung Selesai, HMI Meulaboh: Kita akan Surati KPK

0
Ketua Bidang Partisipasi dan Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Meulaboh, Amar. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mempertanyakan terkait adanya isu Kerugian pembangunan proyek irigasi Lhok Guci tahap ke II dan beberapa permasalahan lain terkait pembangunan irigasi yang sampai saat ini belum selesai.

“Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat dan DPR Aceh untuk turun kelapangan terkait indikasi tersebut,” pinta Ketua Bidang Partisipasi dan Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Meulaboh, Amar dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Rabu (17/11/2021).

HMI Cabang Meulaboh juga meminta kepada pihak perusahaan untuk menanggapi terkait isu yang beredar di kalangan masyarakat itu.

“Selama ini sudah sering kami dari HMI mempertanyakan kepada pihak perusahaan tapi belum ada tanggapan,” ungkapnya.

Amar menegaskan, apabila sikap pihak perusahaan terus begini, maka HMI akan menyurati ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun mengusut tuntas terkait indikasi Kerugian Negara tersebut.

“Karena kita menginginkan proyek irigasi tersebut bisa cepat selesai dan sesuai dengan ketentuan pembuatannya. Kami juga akan mengajak seluruh mahasiswa Aceh Barat ke lokasi proyek jika tidak ada tanggapan terkait isu ini. Jadi benar atau tidak perusahaan harus beri tanggapan,” tegasnya. []

Reporter: Hadiansyah

Fakultas Pertanian USK Gelar Raker, Bahas Capaian Kinerja 2021 dan Program Kerja 2022

0
Fakultas Pertanian (FP) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan Rapat Kerja (Raker) tahun 2022 di Aula Multi Purpose Room FP USK (Foto: Dok.Fakultas Pertanian (FP) Universitas Syiah Kuala (USK))

Nukilan.id – Fakultas Pertanian (FP) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan Rapat Kerja (Raker) tahun 2022 di Aula Multi Purpose Room FP USK, Rabu (17/11/2021).

Rapat Kerja yang dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc itu bertema “Penguatan Tata Kelola dan Tri Dharma Fakultas Pertanian mendukung PTNBH USK – menuju akreditasi unggul”.

Turut hadir  seluruh Wakil Dekan, Ketua dan Koordinator Prodi, Ketua, Sekretaris Senat dan Perwakilan Guru Besar FP USK, SP4 (Sistem Penyusunan Perencanaan Program dan Penganggaran), para Kepala Sub Bagian di lingkungan FP USK.

Ketua panitia Raker FP Universitas Teuku Umar (UTU), Dr. Ir. Sofyan, M.Agric,Sc dalam laporannya menyebutkan, dalam Raker ini akan membahas evaluasi / capaian kinerja tahun 2021, Rencana Kerja Tahun 2022 dan 2023.

Dalam arahannya, Dekan FP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc menyorot beberapa hal diantaranya bagaimana meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang belum optimal. Dari beberapa IKU (Indikator Kinerja Utama) yang ada FP USK melalui seluruh civitas akademikanya harus memberi perhatian serius dan kerja keras untuk memaksimalkan target-target yang belum tercapai.

“Perhatian serius dan berbagai trik dan strategi pada beberapa IKU mutlak harus dilakukan diantaranya bagaimana meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa, penambahan guru besar, dan akreditasi program studi (prodi) internasional,” tegas Dekan.

Sementara itu, dalam acara tersebut juga dilanjutkan dengan presentasi masing-masing Prodi di lingkungan FP USK.

Pada sesi pertama tampil Ketua Prodi Teknologi Hasil Pertanian Dr. Ismail Sulaiman, S.TP, M.Sc, dilanjutkan oleh Ketua Prodi Peternakan Prof. Dr. Ir. Eka Meutia Sari, M.Sc. Selanjutnya tampil Ketua Prodi Teknik Pertanian Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, M.Sc dan Ketua Prodi Agribisnis Dr.Ir.Indra, M.P, moderator Dr. Ir. Hifnalisa, M.Si.

Sedangkan pada sesi kedua berturut-berturut tampil Ketua Prodi Agroteknologi Dr. Ir. Syamsuddin, M.Si., Ketua Prodi Ilmu Tanah Dr. Ir, Hairul Basri, M.Sc., Ketua Prodi Proteksi Tanaman Dr. Ir. Muhammad Sayuthi, M.Si dan Ketua Prodi Kehutanan Dr. Ir. Ashabul Anhar, M.Sc.

Dalam presentasinya semua Ketua Prodi di lingkungan FP Unsyiah memaparkan capaian kinerja 2021, target dan program kerja untuk 2022.

Dalam pemaparan tersebut juga dilakukan tanggapan secara langsung oleh Dekan dan Wakil Dekan I Dr. Ir. Yuliani Aisyah, S.TP., M.Si, Wakil Dekan II Dr. Ir. Sofyan, M. Agric.Sc dan Wakil Dekan III Dr. nat. techn. Syafruddin, SP., MP,. khususnya tentang hal-hal yang perlu dilakukan dalam pencapaian target yang belum dicapai dan usaha yang perlu dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan apa yang telah dicapai.

Sebelum acara pandangan umum atau diskusi antara semua peserta Rapat Kerja juga dilakukan Penandatanganan Kontrak Kerja 2022 antara Dekan dan semua Ketua dan Koordinator Prodi di Lingkungan FP Unsyiah.

Acara diakhiri dengan penyampaian kesimpulan/resume oleh Ketua SP4 FP Unsyiah Elly Susanti, SP., MP. Acara yang berlangsung sehari tersebut berlangsung sukses dan ditutup oleh Dekan FP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc.

Dalam acara penutupan Dekan FP USK mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta Rapat Kerja yang telah melaksanakan seluruh acara sesuai dengan protokol kesehatan.

Sebagai tambahan diakhir sambutan penutupan Dekan FP mengajak seluruh civitas akademika untuk saling bekerjasama dalam membangun FP lebih baik ke depannya. []

Bupati Akmal Perintah Tutup Jalan Masuk Kantor Cabdin Disdik Aceh di Abdya

0

Nukilan.id – Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim memerintahkan aparatnya menutup Akses masuk Kantor Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Aceh di Kabupaten Abdya). Penutupan akses masuk dilakukan dengang penimbunan tanah di depan pintu masuk Cabdin Abdya.

Info yang beredar luas di media sosial, penimbunan tersebut merupakan perintah Bupati Akmal, Selasa (16/11/2021) kemarin.

Penutupan jalan didasari adanya keributan antara Korpri Abdya dengan pegawai Cabdin pendidikan Aceh di Abdya. Pemicunya, pegawai Kacabdin agak kasar mengusir sejumlah anggota Korpri Abdya yang meminjam lapangan Volly di Kompleks Cabdin dalam Rangka Hut Korpri.

Sementara, kabar lainnya peristiwa itu disebabkan sikap arogan pejabat dari Badan kepegawaian yang tidak terima ketika petugas Kacabdin yang meminta agar penyelenggara kendaraan mereka di parkir secara teratur.[Jr]

Ciptakan Generasi Berkualitas, Bank Indonesia dan BNN Aceh Luncurkan Program GETS

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani saat memberi sambutan secara daring dalam acara launching GETS di Lhokseumawe. (Foto: Tangkapan layar)

Nukilan.id – Bank Indonesia (BI) Kota Lhokseumawe meluncurkan program Generasi Emas Teman Sebaya (GETS) di Aula Lantai 3 Gedung Utama Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rabu (17/11/2021). Program pemberdayaan masyarakat ini diluncurkan BI Lhokseumawe bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh dan BNN Kota Lhokseumawe.

Sebagai opening speech dalam peluncuran tersebut, Kepala Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani, Kepala Perwkailan BI Kota Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo dan Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjend, Drs. Heru Pranoto, M.Si.

Turut hadir dalam acara ini, Walikota Lhokseumawe, Sekretaris Daerah Lhokseumawe, unsur Forkopimda, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, Pimpinan Perbankan dan seluruh Kepala BNNK di seluruh Aceh serta jajaran.

Dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, melaporkan pelaksanaan Program GETS, dimulai dari cikal bakal inspirasi GETS dan  pelaksanaan GETS ke depannya. Program GETS bertujuan untuk menyiapkan generasi muda yang berwawasan luas, produktif, memiliki moral yang baik dan tentu saja bebas dari Narkoba.

“Hal tersebut dinilai penting mengingat Indonesia akan memiliki bonus demografi di tahun 2030 hingga 2045 sebagai puncaknya, dimana pada rentang waktu tersebut usia produktif menyumbang 65-70% dari total populasi. Generasi-generasi tersebut yang harus dijaga,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani dalam sambutannya mengatakan, peluncuran GETS ini bertujuan untuk menyiapkan generasi yang berkualitas, Sehat dan Produktif untuk “Indonesia Maju” tahun 2045 di tingkat Sekolah Menenagah Atas (SMA)

“Ada 3 hal penting yang menjadi concern BI terhadap pembentukan GETS Aceh, salah satunya mewujudkan generasi emas yang berkualitas untuk Indonesia Maju 2045 di tingkat remaja yang sehat, karena bebas yang merusak seperti obat/narkoba dan lainnya,” sebut Achris.

Ia menjelaskan, BI saat ini belum memiliki mitra/stakeholders binaan di level remaja SMA untuk dapat dikenalkan dengan CBP, skill ekonomi kreatif, ekonomi digital, dan mendorong terbentuknya optimisme dan budaya produktif sejak dini.

Oleh karena itu, Achris berharap, inisiasi model pembinaan/kegiatan GETS yang dimulai dari Ujung Barat Indonesia ini dapat menjadi embrio bagi daerah lain serta nasional untuk bersama serentak seluruh Indonesia menyiapkan generasi yang berkualitas dalam menyongsong Indonesia Maju.

“Kopi Aceh sedap terasa, nikmat diminum menjelang senja,
GETS Aceh sungguh luar biasa, menjadi tauladan bagi remaja se Indonesia,” tutup Achris dengan pantun.

Sementara itu, Kepala BNN Aceh, Brigjend Heru juga menekankan, Program GETS merupakan program yang berkelanjutan. GETS sangat penting mengingat anak-anak SMA merupakan usia yang rawan dalam penyalahgunaan Narkoba.

“Para Mitra GETS yang hadir saat ini merupakan anak-anak pilihan yang terpilih dari seluruh SMA/K sederajat dari Aceh. Para Mitra GETS diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Heru, melalui GETS, para Mitra akan mendapatkan pelatihan, pemberdayaan dan capacity building terkait dengan wawasan program P4GN dan tugas dan fungsi Bank Indonesia, antara lain mencakup program edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, QRIS, dan program BI & BNN lainnya. [red]