Beranda blog Halaman 1897

HPBM dan FPMPA Adakan Bakti Sosial dan Sosialisasi Vaksin di Bener Meriah

0

Nukilan.id – Himpunan Pemuda Mahasiswa Pelajar Bener Meriah (HPBM) Banda Aceh bersama Forum Maahasiswa Pemuda Aceh (FPMPA) melaksanakan kegiatan bakti sosial dan sosialisasi vaksin, serta pembagian sembako dan paket sekolah di Redelong Kabupaten Bener Meriah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Pelajar Bener Meriah (HPBM) Banda Aceh riga wantona kepada media ini rabu  (15/12/2021).

Riga mengatakan seperti yang di rencanakan sebelumnya HPBM dan FPMPA akan mengadakan beberapa kegiatan bakti sosial dan sosialisasi vaksin selama dua hari.

“kegiatan sosialisasi vaksin dan pembagian paket sekolah bagi siswa berkebutuhan khusus (SDLB pondok gajah) sudah selesai dilaksanakan pada Senin (12/12/21),” Ungkap mahasiswa USK ini.

Ia menambahkan, tidak hanya kesekolah berkebutuhan khusus, kami juga turun kesalah satu kampung belang sentang, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

“Dihari ke dua melaksanakan bakti sosial turun ke kampung belang sentang untuk sosialisasi vaksin dan pembagian sembako kepada masyarakat serta alat pembersih masjid,” ucap riga.

Ia berharap, Mudah-mudahan kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, tetapi bagaimana nantinya kegiatan ini bisa berlanjut terus menerus.

Perlu juga diketahui Kegiatan ini tidak terlepas dari bantuan kepengurusan FPMPA, dengan adanya kerja sama ini, maka terlaksana kegiatan dengan sukses,”tuturnya.[]

Puslitbang UNHAS Gelar Webinar Perkuat Solidaritas Sosial Selama Pandemi

0

Nukilan.id – Pandemi Covid-19 belakangan ini menjadi sangat mengkhawatirkan dan berdampak besar terhadap kehidupan seharian masyarakat Indonesia dan sedunia. Dengan jumlah kematiannya yang tinggi dan bertumbuh sangat cepat, serta kebijakan-kebijakan mitigasi yang membatasi masyarakat untuk keluar rumah sehingga harus work from home. Namun, bagaimanakah dampaknya dari pandangan sosiologi, psikologi dan politik?

Untuk mendiskusikan lebih mendalam fenomena ini, Center for Peace, Conflict & Democracy (CPCD) Universitas Hasanuddin (Unhas) atau Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perdamaian Konflik dan Demokrasi Unhas, dan SDGs Centre menyelenggarakan Peace & Democracy Colloquium Seri 7 pada Kamis (16/12/2021) pukul 14:00-16:00 Wita.

Tema Webinar di bulan Desember ini adalah “Perubahan Sosial Masyarakat di Masa Pandemi” dan acaranya dijalankan secara daring. Di Peace & Democracy Colloquium 7 hadir 3 narasumber, yakni Mohammad Hasan Anshori, PhD (Direktur eksekutif The Habibie Center dan Dosen Dep. Sosiologi UIN Syarif Hidayatullah), Elvita Bellani, S.Psi, M.Sc (Peneliti CPCD dan Dosen Dep. Psikologi Universitas Hasanuddin) dan Dr. Rahmat Muhammad (Dosen Dep. Sosiologi, Unhas, Divisi Damai & Adil SDGs Center Unhas). Diskusi ini dimoderatori oleh Rafika Ramli (Peneliti SDGs Center Universitas Hasanuddin).

Colloqiumnya dibuka dan dimulai dengan materi pertama oleh Mohammad Hasan Anshori, PhD. Ia membawa materi berjudul ‘Pandemi, Kelas Sosial, dan Konflik’ dan memaparkan tentang bagaimana pandemi Covid-19 berdampak berbeda terhadap kelas tengah dan bawah di Indonesia, serta bagaimana pandemi dapat menimbulkan berbagai macam konflik dalam masyarakat.

Menurut Mohammad Hasan Anshori, PhD, meskipun Covid-19 kemungkinan besar pertama dibawa ke Indonesia oleh seseorang kelas menengah, tapi karena populasi Indonesia yang mayoritas orang-orang kelas bawah merekalah yang paling terpukul.

“Contohnya adalah penerapan kebijakan mitigasi bencana Covid-19 dengan pembatasan pergerakan ketat dan himbauan untuk tidak keluar,” ujarnya.

Mohammad Hasan menjelaskan bahwa itu memiliki konsekuensi berbeda terhadap orang-orang kelas menengah dan kelas bawah.

“Bagi kelas menengah, tidak keluar berarti menikmati kebersamaan keluarga tanpa rasa khwatir terkait tunggangan gaji. Tapi bagi kelas bawah, tidak keluar rumah berarti tidak makan hari itu juga,” jelasnya.

Kemudian, Mohammad Hasan juga menjelaskan tentang dua macam konflik yaitu konflik vertical (antara masyarakat dan pemerintah atau melibatkan unsur pemerintah) serta konflik horizontal (antar masyarakat sendiri atau ketika masyarakat bertikai antara mereka sendiri). Pandemi Covid-19 melahirkan kedua macam konflik ini di Indonesia.

“Contohnya adalah konflik antara pedagang kecil, ojek, atau asisten rumah dengan apparat keamanan. Di situasi ini terlihat pola, yaitu bahwa penghasilan mereka bersifat harian dan terpukul keras oleh pandemi. Contoh lainnya adalah penolakan warga untuk tenaga medis covid-19 tinggal di wilayahnya, pengucilan tenaga medis tersebut, serta konflik anatara buruh dan pengusaha akbiat pemutusan hubungan kerja,” terangnya.

Dengan demikian, Mohammad Hasan membawa argument bahwa pemerintah harus cepat dan tangap memberi prioritas kebijakan ketahanan pangan untuk masyarakat kelas bawah. Jika tidak dilakukan secepatnya, kelas bawah tersebut akan jatuh pada kemiskinan ekstrim.

Sementara itu, Elvita Bellani, S.Psi, M.Sc memaparkan materinya yang berjudul “Perubahan Sosial Masyarakat di Masa Pandemi”, dimana ia menganalisa tanggapan masyarakat terhadap pandemi Covid-19 dari pandangan psikologi.

Pertama, ia menjelaskan bahwa reaksi masyarakat terhadap suatu peristiwa seperti Covid-19 ada prosesnya. Diawali dengan first appraisal atau penilaian pertama, seseorang menentukan apakah adanya ancaman atau tidak.

“Apabila tidak ada, maka tidak akan mengalami stress,” ungkapnya.

Namun kalau ada, lanjut Elvita, berikutnya melakukan second appraisal atau penilaian kedua, dimana mereka mengukur apakah cukup kapabilitasnya dan sumber daya untuk mengatasi ancaman atau tantangan tersebut. Ini sangat relevan karena terlihat bahwa selama pandemic, tentu saja ada orang-orang yang lebih siap menghadapinya daripada orang lain, baik karena lebih banyak uangnya atau sumber daya sosialnya.

“Penilaian kedua ini akan menentukan apakah stress yang dialaminya akan bersifat negative atau positif, atau apakah mereka akan berhasil beradaptasi terhadap perubahan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19,” jelasnya.

Elvita juga menjelaskan tentang Window of Tolerance atau tingkat-tingkat toleransi serta perasaan-perasaan yang kita alami dengannya.

“Berdasarkan tingkat reaksi emosional kita terhadap pandemi, kita bisa merasa cemas dan marah, waspada dan siap beradaptasi, atau bahkan Lelah dan pasrah,” imbuhnya.

Menurut Elvita, respon psikologis terhadap pandemi juga dapat berubah dengan waktu, dari sikap herois menjadi Lelah, kemudian masuk tahap rekonstruksi.

Oleh karena itu, Elvita Bellani menyimpulkan bahwa adanya hal-hal yang perlu diawasi selama pandemi Covid-19 yaitu perasaan kesepian serta kecemasan dan depresi anatar teman-teman dan keluarga, serta kepercayaan dan perilaku yang bersifat maladaptive seperti percaya hoaks mengenai vaksin. Ia menutup dengan motto “Let’s Take Care of Ourselves and Look After Each Other”.

Menurut Elvita, dalam kondisi pandemi, dibutuhkan untuk selalu saling menjaga dengan memastikan semua anggota keluarga, teman atau tetanggan tidak merasa sendiri dalam menghadapi permasalahan. Kita sebaiknya justru harus semakin memperkuat solidaritas sosial.

Sebagai narasumber terakhir, Dr. Rahmat Muhammad membawa materi tentang “Perubahan Sosial dan Politik Akibat Pandemi” dimana ia menjelaskan keunikannya Covid-19 dalam dampaknya terhadap ekonomi dan politik di Indonesia dan dunia.

Ia membuka materinya dengan perbandingan Covid-19 dengan wabah-wabah yang pernah dialami manusia dalam sejarah seberti wabah abad pertengahan Black Death dan Avian Influenza pada masa 2000-an.

“Sejarah peradaban mencatat, krisis kesehatan akibat pandemik menjadi faktor penting yang menghadirkan perubahan dalam tata kelola sosial, politik dan ekonomi,” terangnya.

Misalnya, kata Dr. Rahmat, wabah Black Death dipercaya adalah salah satu faktor yang menggeser perimbangan kekuasaan dalam sistem monarki dan pemilikan tanah di Eropa. Sedangkan Avian Influenza menyebabkan krisis industri peternakan dan kerugian besar sehingga melahirkan normalisasi baru yang merombak tatanan mapan di beberapa level dan sektor kehidupan masyarakat.

Covid-19 juga menimbulkan banyak perubahan sosial, ekonimi dan politik. Terlihat sekarang bahwa Covid-19 menyebabkan pemerosotan ekonomi secara sistemik. Kontraksi ekonomi yang memicu resesi global.

Bagi Dr. Rahmat Muhammad, pandemi ini menimbulkan anomali ekonomi. Namun di sisi lain bisnis virtual justru semakin menggiat, membuat perubahan perilaku ekonomi dunia.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa pandemi bisa melahirkan political instability seperti penundaan atau penyesuaian mekanisme demokrasi elektoral. Meskipun perubahan akibta pandemi Covid-19 sangat luas dan menakutkan bagi masyarakat, terlihat juga kemampuan masyarakat untuk mengatasinya.

“Sehingga meskipun ditengah pandemi, proses-proses demokrasi seperti pilkada tetap dilaksanakan sedunia, baik di Amerika Serikat ataupun di daerah lokal Indonesia,” pungkas Dr. Rahmat[]

Pasca Konsolidasi Pengurus Wilayah, PDA Optimis Hadapi Pemilu 2024

0
(Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Pasca terbitnya Surat Keputusan (SK) Kemenkumham terkait perubahan nama dan lambang dari Partai Daerah Aceh ke Partai Darul Aceh, Dewan Pimpinan Pusat Partai Darul Aceh (DPP PDA) melakukan konsolidasi dan penguatan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) se Aceh.

Agenda ini sudah direncanakan pasca Musyawarah Raya Luar Biasa (Muralub) di Takengon pada September 2021 kemarin, mengingat PDA akan mengalami perubahan nama dan lambang.

“Konsolidasi ke seluruh DPW memang sudah kita agendakan pasca Muralub kemarin.  Dengan menunggu keluar SK dari Kemenkumham, lalu kita langsung bergerak ke seluruh Aceh,” ujar Syahminan Zakaria yang merupakan Sekjend DPP PDA.

Abu Syahminan, sapaan akrabnya menyampaikan, konsolidasi dan penguatan kepengurusan menjelang verivikasi KIP di tahun 2022 dibagi menjadi 4 wilayah.

“Wilayah Pantai Timur Utara (Pantura), dimulai dari Pidie hingga Aceh Tamiang, dan ini sudah selesai kita jajaki sejak (19/11/2021) hingga (24/11/2021). Dan semua daerah di Pantura sudah membentuk kepengurusan,” Jelasnya.

Ketua Tim wilayah Pantura, Marsyuddin Ishak menyebutkan konsolidasi ini untuk memperkuat kembali kepengurusan DPW, baik itu di kabupaten yang sudah memiliki dewan maupun yang tidak.

“Di Pidie, kita memiliki dewan tingkat DPRK 5 orang, di Bireuen ada 2 orang, dan di Aceh Timur 2 orang. Sedangkan Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa dan Tamiang, meskipun tidak memiliki dewan, kepengurusan DPW dan DPK juga sudah terbentuk, semuanya siap untuk menghadapi verifikasi KIP di tahun mendatang,” imbuhnya.

Selain Pantura, Wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh juga sudah dibentuk kepengurusannya.

“Kepengurusan di Aceh Besar dengan 4 orang DPRK masih sangat solid dan siap jiwa raga untuk menyonsong pemilu 2024 nantinya. Sedangkan Banda Aceh, ada pergantian ketua DPW dari Azhar Romen yang sekarang menjabat anggota DPRA, kepada Junaidi. Struktur kepengurusan hingga kecamatan juga sudah siap di 2 kabupaten/ kota ini,” tambah Sekjend DPP PDA, Abu Syahminan.

Untuk wilayah Barat selatan dimulai dari Aceh Jaya hingga Aceh Singkil, DPP PDA juga sudah turun langsung melakukan konsolidasi dimulai tanggal 7 hingga 11 Desember kemarin, diketuai oleh Wardhana Prasetya.

“Kekompakan pengurus di wilayah Barsela diluar ekspektasi kami. Selain Aceh Selatan dan Aceh Jaya yang merupakan kabupaten dengan masing-masing 2 DPRK, ternyata semua kabupaten juga sangat antusias menyambut kehadiran rombongan dari DPP. Apalagi Ketua Umum kita, Abi Muhib juga ikut serta.” lanjutnya.

Ya, Abi Muhib ikut dalam rombongan, mulai dari wilayah Pantai Timur dan Utara, Barat-Selatan, Banda Aceh- Aceh Besar, dan rencanyanya ke Gayo Raya juga. Sabang direncanakan menjadi penutup roadshow kali ini.

Direncanakan dalam waktu satu minggu ke depan, sebelum berganti tahun, DPP PDA menyelesaikan roadshow konsolidasi partai dan penguatan kepengurusan DPW ke wilayah Tengah yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

“Target kita, setiap kabupaten/kota memiliki kepengurusan yang lengkap dan solid menghadapi verifikasi KIP tahun mendatang dan juga pemilu 2024 nantinya. Harapannya PDA akan mendapatkan kursi DPRK di setiap kabupaten kota. Untuk DPRA kita menargetkan satu fraksi utuh, sesuai cita-cita dan amanah pendiri partai, Allah yarham Abu Panton.” Tutup Abu Syahminan.[]

Polda Aceh Gelar Pelatihan Pra Operasi Lilin Seulawah 2021

0
Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Agus Kurniady Sutisna, MM.,MH dan Karo Ops Kombes Pol. Drs. Agus Sarjito, saat membuka Pelatihan Pra Operasi Lilin Seulawah 2021, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, menggelar Pelatihan Pra Operasi (Latpraops) Lilin Seulawah 2021, di Aula Serbaguna Ditlantas, Lamteumen, Kota Banda Aceh Kamis, (16/12/2021).

Latpraops tersebut dibuka oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M. yang diwakili Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Drs. H. Agus Kurniady Sutisna, MM., MH. serta turut dihadiri oleh Karo Ops Kombes Pol. Drs. H. Agus Sarjito dan sejumlah pejabat utama.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam keterangan persnya menyampaikan, Latpraops tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebelum operasi digelar.

Hal tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para personel yang nantinya akan melaksanakan operasi di lapangan.

Ia juga menjelaskan, operasi lilin bersandikan “Seulawah” ini dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka pengamanan Natal dan tahun baru (Nataru).

“Para personel dalam Latpraops akan mendapatkan pembekalan sebelum melaksanakan operasi. Dan ini dalam rangka pengamanan Nataru,” tuturnya.[]

Bang Muslim Gelar Bimtek Untuk Pelaku Ekspor Pertanian 

0

Nukilan.id – Anggota Komisi IV DPR-RI Fraksi Partai Demokrat  Muslim, S.HI,.MM menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Badan Karantina Pertanian Balai Besar Karantina Pertanian Belawan (BBKP – Belawan) Kementrian Pertanian Republik Indonesia untuk Petani, Eksportir dan Pelaku Usaha di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah di Hotel Bayu Hill Takengon, Rabu (15/12/2021).

Pada sambutannya melalui virtual Zoom, Muslim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Komisi IV DPR-RI dan Kementrian Pertanian dalam rangka meningkatkan Gerakan Ekspor Tiga Kali Lipat Komoditas Pertanian.

“Semoga dengan adanya Bimtek ini dapat meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia di Bidang Pertanian, karena Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah memiliki keanekaragaman Komoditas Pertanian diantaranya Alpukat, Kopi, Tanaman Hias, dan Tembakau yang dapat di ekspor,” katanya.

Hadir pada acara tersebut, Andi PM Yusmanto AM, SP, MH (Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan), Ir. Nurisman (Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah), Sofyan (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bener Meriah), Dr. Ibrahim Qamarius, S.E.,MSM (Dosen FEB Universitas Malikussaleh/ Pendiri IQ Foundation), serta Anggota DPRK Aceh Utara dan Bener Meriah.(Js)

APBA 2021 Bakal Dihabiskan dengan Cara Kejar Tayang

0
Pemerhati Politik Taufik Abdur Rahim, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Pengamat politik dan ekonomi  Dr. Taufik Abdul Rahim menilai Kondisi keuangan anggaran belanja publik, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2021, setelah adanya Perubahan APBA 2021 tanpa melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menjadi sebesar Rp 16,4 triliun.

“Ini bermakna dalam 12 hari ke depan Pemerintah Aceh di bulan Desember 2021 mesti menghabiskan lagi sebesar Rp 4,778 triliun, sementara  Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) APBA 2020 sekitar Rp 3,9 triliun. Secara keseluruhan, sekitar Rp 8 triliun lebih mesti dikejar untuk dihabiskan belanja tahun anggaran 2021,” kata Taufik Abdul Rahim dalam keterangan tertulisnya kepada Nukilan.id Rabu (16/12/2021).

Ia mengatakan, sebagaimana janji Pemerintah Aceh ingin menjadikan seimbang (balanced) anggaran belanja menjadi 0 persen, betapa hebat dan luar biasanya Pemerintah melakukan aktivitas menghabiskan anggaran belanja Aceh APBA 2021.

“Dengan kejar tayang menghamburkan anggaran belanja dan seluruh Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) bekerja siang dan malam hari untuk menghabiskan dan menghamburkan pengeluaran uang,” ucap Taufik.

Sesungguhnya praktik kejar tayang ini sudah berlaku jamak setiap tahunnya, sehingga tidak lagi peduli dengan target serta  indikator keberhasilan pembangunan dan penggunaan anggaran belanja publik APBA, pada prinsipnya habis, meski tidak ada manfaat ekonomi serta perubahan perbaikan kehidupan rakyat Aceh. Jelasnya

Meskipun demikian, kata Taufik, usaha kejar tayang menghabiskan anggaran dengan cara “brutal” dan “ugal-ugalan” pada setiap akhir tahun, namun komisi pembetantasan korupsi (KPK) tetap tidak mampu membuktikan penyalahgunaan anggaran ataupun penyimpangan yang dilakukan Pemerintah Aceh.

Ini terbukti selama beberapa tahun tetakhir KPK aktif memantau dan melakukan pemeriksaan terhadap para elite politik serta pejabat Aceh, tetap tidak terbukti, termasuk dengan menggunakan indikator keberhasilan perubahan kondisi kehidupan rakyat secara ril, serta indikator ekonomi dengan inflasi, jumlah uang yang beredar, tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah dan kebocoran anggaran karena uang tidak beredar untuk  dinikmati rakyat Aceh.  Ungkapnya

“Akan tetapi Pemerintah Aceh tetap mengharapkan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat agar diberikan penilaian Wajar Tanpa Permasalahan (WTP) dengan cara apapun,” kata Tuafik.

Oleh karena itu, dengan menghabiskan anggaran belanja publik APBA  di akhir tahun, itikat baik usaha membangun Aceh dengan cara-cara yang tidak beretika dan ini dilakukan secara masif, terstruktur serta terorganisir oleh Pemerintah Aceh  tanpa perduli adanya manfaat secara ekonomi dan kehidupan rakyat Aceh.

Dengan adanya APBA agar rakyat Aceh hidup lebih baik serta berubah dimasa Pandemi Covid-19 ini. Yang paling penting dan prinsipil bahwa setiap tahun APBA yang secara nominal relatif besar triliunan rupiah atau pada urutan pertama terbesar di luar pulau jawa di urutan kelima,” tuturnya.

Menurutnya, APBA sebagai anggaran belanja publik tidak dirasakan manfaat oleh rakyat Aceh, hanya dinikmati oleh elite dan oligarki politik yang memanfaatkan APBA untuk memperkaya diri serta  kelompok dan partai politik yang memanfaatkannya.

Jadi non-senses “ omong kosong” jika dikatakan APBA untuk pertumbuhan perekonimian makro ekonomi Aceh, pembangunan, tidak lebih usaha yang dilakukan dengan APBA menghamburkan uang negara yang juga berasal dari rakyat untuk dimanfaatkan dengan cara yang rakus untuk kepentingan pribadi, kelompok, partai politik dan para oligarki yang berhubungan “patron dan klien” atau “tuan dan cuan” dari para pemimpin dan penguasa politik Pemerintah Aceh,” ungkapnya.[Jr]

Hasil Piala AFF 2020: Timnas Indonesia Tahan Imbang Vietnam

0
Duel antara para pemain bertahan Timnas Indonesia dan para penyerang Vietnam (c) Dok. AFF Suzuki Cup

Nukilan.id – Timnas Indonesia melanjutkan tren tidak terkalahkan mereka di pertandingan ketiga grup B Piala AFF 2020. Berhadapan dengan Vietnam di Bishan Stadium, Rabu (15/12/2021).

Di laga ini, Shin Tae-yong membuat perubahan skema. Ia memainkan skema lima bek untuk meredam permainan Vietnam. Sementara sebelum kick off, kiper Timnas Indonesia Ernando Ari mengalami cedera sehingga Nadeo masuk menggantikannya.

Di awal-awal laga, Timnas Indonesia mencoba untuk menekan Vietnam. Namun perlahan tapi pasti, anak asuh Park Han-Seo itu mulai mengontrol tempo permainan.

Meski mendominasi penguasaan bola, Vietnam kesulitan untuk membongkar pertahanan rapat Indonesia di laga ini. Sementara Indonesia sesekali mencoba melancarkan serangan balik.

Hingga menit ke-30, dominasi Vietnam terus berlanjut. Vietnam mengurung Indonesia di area pertahanan mereka, namun mereka masih sulit untuk membuat peluang yang benar-benar berbahaya di laga ini.

Timnas Vietnam mulai frustrasi dengan permainan defensif Indonesia, sehingga mereka melakukan beberapa pelanggaran. Namun skor 0-0 tetap bertahan hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama.

Babak Kedua

Di jeda pertandingan, pelatih Shin Tae-yong memutuskan melakukan pergantian pemain. Rachmat Irianto ditarik dan digantikan Evan Dimas.

Di awal babak kedua, Vietnam langsung tancap gas. Mereka langsung membombardir pertahanan Indonesia, dan skuat Indonesia masih solid dalam bertahan.

Di babak kedua ini, Vietnam mengubah pola serangan mereka. Di babak kedua ini, anak asuh Park Han-seo mulai mencoba tembakan dari luar kotak penalti setelah mereka sulit membongkar pertahanan skuat Garuda.

Terus membombardir gawang Indonesia, para performa para pemain Vietnam mulai menurun. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Indonesia, di mana mereka bisa lebih banyak menguasai bola dan beberapa kali menebar ancaman ke gawang Vietnam.

Jual beli serangan terus terjadi namun skor 0-0 bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Tambahan satu poin ini membuat Indonesia masih memuncaki klasemen grup B dengan raihan 7 poin. Sementara Vietnam menguntit di peringkat dua dengan raihan 7 poin, namun mereka kalah produktivitas gol.

Susunan Pemain Kedua Tim

Timnas Indonesia (5-4-1): Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Pratama Arhan, Asnawi, Fachruddin, Dewangga, Witan, Irianto, Kambuaya, Irfan, Ezra Walian.

Pelatih: Shin Tae-yong

Timnas Vietnam (3-4-3): Tran Nguyen Manh, Que Ngoc Hai, Bui tien Dung, Phong Hong Duy, Vu Van Thanh, N. Thanh Cung, N. Tuan Anh, N. Hoang Duc, N. Quang Hai, Phan Van Duc, N. Cong Phoung.

Pelatih: Park Han-Seo

Statistik Pertandingan

Vietnam – Indonesia
Gol: 0-0
Total Shots: 1-21
Shots on Target: 0-1
Posession: 30%-70%
Fouls: 13-10
Offside: 0-0

Sumber: Bola.net

Mengenal Nurdiansyah Alasta, Sosok Muda yang Menjabat Bendahara DPD Demokrat Aceh

0
Nurdiansyah Alasta, Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh. (Foto: Ist.)

NAMA drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes belakangan cukup populer dikalangan kader Partai Demokrat Aceh. Ia salah satu sosok milenial yang mengisi jabatan penting dalam kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Aceh Periode 2021-2026 dibawah Kepemimpinan Muslim, S.H.I. M.M.

Jabatan Bendahara di Partai Politik bukanlah jabatan sembarangan, posisi ini akan sangat menentukan bergeraknya mesin Partai Demokrat kedepannya. Sebelum bergabung ke Partai Demokrat dan menjadi anggota legislatif dari partai berlambang mercy tersebut, Dian – begitu ia akrab disapa- pernah menduduki beberapa jabatan penting di instansi pemerintah. Sehingga wajar kemampuan anak muda yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ini tidak perlu dipertanyakan.

Namun bagi Dian itu bukan masalah yang perlu diperdebatkan. Katanya, yang penting terus bekerja dan berinovasi, sebab orang muda memang punya “tenaga” ekstra dalam bekerja dan memutuskan.

“Ketum AHY selalu mengingatkan kepada kita para kader tentang “Muda Adalah Kekuatan”, dalam hal politik kekuatan itu adalah kepercayaan,” kata Nurdiansyah kepada Nukilan.id di Banda Aceh.

Tampaknya Dian memang sangat faham memutuskan persoalan, apalagi dalam karir politiknya Dian terbilang orang muda yang cerdas, perhitungan, dan berani bersikap.

Sebelum bergabung bersama Partai Demokrat, Dian tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Tenggara. Dia menempati posisi Kepala Sub bagian Keuangan dan Pelaporan, lalu pernah menjabat Kepala Bidang Kesehatan masyarakat Veteriner, dan Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian dan Perkebunan.

Lalu, Dian memutuskan meninggalkan semua jabatan itu, sebab Dian merasa perannya dijabatannya kurang maksimal untuk membantu masyarakat, sehingga diapun memutuskan keluar sebagai ASN dan memilih Partai Politik, yakni Partai Demokrat, tempat dia memulai perjuangan membantu rakyat.

Tidak salah memang, keputusan Dian didasarkan pada jiwanya yang mengikuti jejak sang Ayah, (Alm) H. Jamidin Hamdani, yang wafat saat menjabat sebagai Anggota DPRA dan Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara.

“Bapak sebelum terjun ke politik juga seorang jurnalis (Ketua PWI Aceh Tenggara) yang kerap melibatkan saya menulis, begitu juga di politik–kerap mengajak saya turun ke masyarakat, mungkin itu salah satu sebab saya ingin terus bersama masyarakat,.” jelas Dian.

Dian tercatat tahun 2002-2007 mentamatkan kuliah di Universitas Syiah Kuala Jurusan Kedokteran Hewan (S1), lalu berlanjut di kampus yang sama mengikuti pendidikan Profesi Dokter Hewan tahun 2007-2009. Sementara untuk Magister Kesehatan Masyuarakat diselesaikan di Universitas Sumatera Utara tahun 2011-2013.

Pada tahun 2019–setelah Ayahanda wafat–Dian memutuskan untuk bertarung di pemilihan Legislatif. Dia terpilih mewakili Dapil VIII (Aceh Tenggara dan Gayo Lues) sebagai Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Demokrat.

Nurdiansyah berpose bersama bersama Ibu, Anak, dan Istri. (Foto: Ist.)

“Alhamdulillah, sejak tahun 2020 saya juga dipercaya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara,” ujar Dian.

Dan kini, jabatan Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh yang dipercaya padanya akan menjadi satu jalan Dian dapat lebih luas menjalankan misi kemasyarakatannya, sebab dia sadar, posisi Bendahara dapat menggerakan Partai Demokrat terus berkoalisi dengan rakyat.

“Tanggungjawab ini harus bisa saya jalankan sebaik-baiknya dan berguna untuk kesuksesan partai kedepannya,” demikian harap Nurdiansyah Alasta, semangat muda untuk kejayaan Partai Demokrat Aceh. [js]

LLDIKTI Aceh Monev Penerima Beasiswa KIP Kuliah 2021

0
STIKes Medika Nurul Islam Penerima Beasiswa KIP Kuliah 2021, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII Aceh melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2021 di STIKes Medika Nurul Islam, Sigli Kabupaten Pidie, bertempat di Aula lantai 2 Gedung STIKes Medika Nurul Islam, Rabu (15/12/2021).

Ketua Tim Monev LLDIKTI Wilayah Aceh M. Fuad, S.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Kegiatan Kemahasiswan adalah sebagai strategi untuk meningkatkan prestasi mahasiswa agar mampu menghadapi revolusi industri 5.0.

Berharap mahasiswa penerima KIP mampu meningkatkan prestasi dalam berbagai bidang akademik dan non akademik,” ungkapnya.

Ketua STIKes melalui Wakil Ketua Bidang Akademik, Ns. Risna, M.Kep dalam sambutannya menyampaikan, bahwa KIP Kuliah ini merupakan salah satu upaya untuk membantu para siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi berprestasi, untuk melanjutkan studi diperguruan tinggi.

Sejak tahun 2016 STIKes Medika Nurul Islam sudah mendapatkan beasiswa pendidikan dari Dikti saat itu masih disebut Bidikmisi. Untuk tahun 2021 ini jumlah kuota KIP adalah 70 mahasiswa, terdiri dari tiga program studi,” ucap Risna.

Ia menyampaikan, kepada mahasiswa penerima beasiswa, dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan menunjang pendidikan, meningkatkan prestasi baik akademik dan non akademik, seperti Program Kemahasiswan Pusat, prestasi nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun seperti pemilihan mahasiswa berprestasi.

Acara dilanjutkan dengan temu ramah, Monev dan melakukan verifikasi serta kelengkapan data mahasiswa penerima KIP Kuliah, wawancara, dan ditutup dengan mengunjungi rumah mahasiswa sebagai penerima oleh tim Monev LLDIKTI Wilayah XIII Aceh didampingi Wakil Bidang Kemahasiswaan Ns. Azhar Mualim, M.Kep beserta Tim Pengelola KIP-Kuliah STIKes Medika Nurul Islam, Siglie.

Ikut dihadiri LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, M. Fuad, S.Ag sebagai Ketua tim Monev KIP-K bersama anggotanya Muhammad Nasir S.HI, Fakhruddin Arrazi, Amd.SE, Ihsan, S.TH, dan Bustanul Arifin, dan tim LLDIKTI disambut oleh jajaran unsur Pimpinan, Ketua LPM, Ketua LPPM, Ka Prodi dan Staf di lingkungan  STIKes Medika Nurul Islam.[]

Satgas Cakra Buana Aceh Tamiang Gelar Rapat Perdana, Ini Fokus Utamanya

0
Satuan Tugas (Satgas) Cakra Buana Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: MHV)

Nukilan.id – Satuan Tugas (Satgas) Cakra Buana Kabupaten Aceh Tamiang mengelar rapat perdana di Rumoh Coffe Jalan Ir. Juanda Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (15/12/2021) sore.

Rapat perdana tersebut turut dihadiri oleh Komandan Satgas Cakra Buana Aceh, Muhammad Ali, Komandan Satgas Cakra Buana Kabupaten Aceh Tamiang, Geuchik Anwar, pengurus Satgas Cakra Buana Kabupaten dan perwakilan Satgas Bener Meriah, Banda Aceh, Aceh Tengah, Aceh Timur dan perwakilan satgas Cakra Buana Kabupaten lainnya.

Komandan Satgas Cakra Buana Kabupaten Aceh Tamiang, Geuchik Anwar dalam sambutannya mengatakan melalui rapat perdana ini, ia mengajak semua pengurus Satgas Cakra Buana Kabupaten Aceh Tamiang untuk bekerja dan merebut hati masyarakat.

“Satgas ini mampu membangkitkan potensi partai sebagai sarana untuk berjuang bagi kesejahteraan rakyat. Fokus utama yaitu untuk pemenangan  tahun 2024 mendatang yakni pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilkada Kabupaten Aceh Tamiang.
,”ujarnya.

Geuchik Anwar berharap kepada seluruh pengurus Satgas Cakra Buana untuk saling bahu-membahu dan memberikan kontribusi kepada masyarakat sehingga harapan pada tahun 2024 mendatang akan tercapai.

“Kita berharap Sinergi antara Satgas Cakra Buana dan pengurus PDI Perjuangan Kabupaten Aceh Tamiang terus terjalin dalam rangka bersama untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang,” harap Geuchik Anwar.

Sementara itu, Komandan Satgas Cakra Buana Aceh, Muhammad Ali memberi apresiasi kepada Satgas Cakra Buana Kabupaten Aceh Tamiang   yang telah melakukan langkah- langkah kongkrit untuk membesarkan satgas Cakra Buana dan memajukan Partai PDI Perjuangan.

“Pihaknya berharap melalui rapat perdana, Satgas Cakra Buana Kabupaten Aceh Tamiang makin kompak dan solid sehingga menghasilkan team work yang kuat,” harap Ali Gondrong, sapaan akrab Muhammad Ali.

Ali menyebutkan lahirnya Satgas PDI Perjuangan Cakra Buana ini merupakan sebuah perjalanan yang cukup panjang. Secara harfiah, Cakra berarti Senjata, dan Buana berarti Dunia.

Dikaitkan dengan misinya sebagai bagian dari PDIP, maka Cakra Buana berarti Satuan Tugas PDIP Perjuangan yang akan selalu menjadi senjata partai didalam menjaga harkat, martabat, dan kedaulatan NKRI. [MHV]