Beranda blog Halaman 1891

Mendagri Pertanyakan Simpanan Rp4,4 Triliun Milik Pemerintah Aceh di Perbankan

0
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Bekasi. (Foto: Puspen Mendagri)

Nukilan.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad tito Karnavian melakukan pemantauan simpanan kas pemerintah daerah (Pemda) di perbankan bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Farida Peranginangin.

Tercatat terdapat sepuluh pemerintah provinsi yang diundang dalam kegiatan tersebut. Kesepuluh daerah itu dinilai memiliki jumlah simpanan yang cukup tinggi di perbankan, yakni DKI Jakarta dengan simpanan sebesar Rp12,953 triliun, Aceh sebanyak Rp4,426 triliun, Papua sebanyak Rp3,829 triliun, Jawa Timur sebanyak Rp2,751 triliun dan Jawa Barat sebesar Rp2,566 triliun.

Berikutnya Kalimantan Timur sebesar Rp2,070 triliun, Papua Barat sebesar Rp1,947 triliun, Riau sebesar Rp1,426 triliun, Sumatera Utara sebesar Rp1,128 triliun, dan Jawa Tengah sebesar Rp1,028 triliun.

“(Kami) ingin mendapat masukan klarifikasi dari rekan-rekan gubernur. Kita sengaja mengundang sepuluh gubernur karena ini memang yang kita lihat datanya simpanannya relatif terbesar dari 34 provinsi yang ada,” kata Tito.

Tito menegaskan bahwa simpanan kas daerah di perbankan membuat realisasi belanja menjadi berkurang dan terkesan ada dana yang tidak bergerak (idle), apalagi ada dana yang didepositokan.

“Untuk masalah simpanan provinsi dan kabupaten/kota, data yang kita peroleh pertama dari Bank Indonesia, nanti mohon dikonfirmasi, ini lebih kurang Rp203,95 triliun. Data ini tanggal 30 November 2021 jam 18.00 dari Bank Indonesia. (Dengan rincian) Rp144,96 triliun dalam bentuk giro, ini artinya akan dibelanjakan, kemudian Rp54,38 triliun dalam bentuk deposito, dan Rp4,6 triliun dalam bentuk tabungan,” terang Mendagri.

Selanjutnya, Mendagri mempertanyakan apakah simpanan tersebut akan dibelanjakan sampai akhir tahun, dan apakah simpanan tersebut memang disengaja untuk SiLPA atau keperluan lainnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per 17 Desember disebutkan total uang Pemda yang tersedia di pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebesar Rp159,47 triliun.

Dengan rincian Rp50,63 triliun di tingkat provinsi, Rp85,82 triliun di tingkat kabupaten, dan Rp23,02 di tingkat kota.

Ia pun mengimbau agar pemerintah daerah mempercepat rapat koordinasi terkait simpanan kas daerah di perbankan. []

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh, Kementerian PUPR Siapkan Sejumlah Infrastruktur

0
(Foto: Dok. PUPR)

Nukilan.id – Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara terpadu tengah membangun sejumlah infrastruktur dasar yang meliputi konektivitas, sumber daya air, permukiman dan perumahan.

“Pembangunan infrastruktur juga akan mengintegrasikan industri yang ada di Aceh sehingga pertumbuhannya juga akan semakin meningkat,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Ruslan Daud mengharapkan pembangunan infrastruktur di Aceh dapat terus ditingkatkan. “Ketersediaan infrastruktur yang bagus secara otomatis akan menumbuhkan perekonomian masyarakat Aceh,” ujar Ruslan.

Mendukung hal tersebut, di bidang konektivitas Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tengah menyelesaikan Jalan Tol Trans Sumatera di Aceh yang direncanakan sepanjang 410 km. Rinciannya, Jalan Tol Sigli – Banda Aceh sepanjang 74 km, Sigli – Lhokseumawe 157 km, Lhokseumawe – Langsa 134 km dan Langsa – Bts. Sumatera Utara 44 km. Jalan Tol Sigli – Banda Aceh terdiri dari 6 seksi, saat ini progresnya mencapai 77% di mana seksi 3 dan seksi 4 telah beroperasi.

Di samping jalan tol, Kementerian PUPR juga terus meningkatkan mutu dan kualitas jalan nasional di Aceh. Salah satunya dengan pelebaran Jalan Bireuen – Takengon sepanjang 1,5 km. “Jalan Bireuen – Takengon merupakan bagian dari Jalan Lintas Tengah Aceh, untuk memperlancar arus perpindahan logistik dan orang kami lakukan pelebaran dari satu lajur menjadi dua lajur pada TA 2021 ini,” kata Plt. Kepala BPJN Aceh Bowo Sudiatmanto.

Di bidang sumber daya air, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1 tengah menyelesaikan 3 buah bendungan Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, dan Bendungan Tiro di Kabupaten Pidie.

Menindaklanjuti abrasi pantai di Provinsi Aceh, Kementerian PUPR tengah menyiapkan pembangunan prasarana pengaman pantai sepanjang 3,2 km. Desain telah diselesaikan pada 2021 dan pada 2022 penyusunan AMDAL. “Saat ini kami prioritaskan untuk membangun pengaman pantai di Desa Mon Jambe sepanjang 570 meter untuk menyelamatkan sawah warga dari limpasan ombak saat pasang,” ucap Kepala BWS Sumatera 1 Djaya Soekarno.

Di bidang permukiman, pada TA 2022 mendatang Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Aceh akan merehabilitasi prasarana pendidikan berupa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di 40 lokasi. Serta pembangunan stadion untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh-Sumatera Utara.

Kepala BPPW Aceh M. Yoza Habibie mengatakan pihaknya siap menerima penugasan tersebut. “Kami siap membangun stadion yang akan menjadi ikon Bireuen yang masyarakatnya fanatik dengan sepak bola. Mohon dukungannya agar ada Instruksi Presiden seperti pada PON Papua,” ujar Yoza.

Sementara di bidang perumahan, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) telah menyelesaikan pembangunan tiga rumah susun (rusun) yaitu Rusun Ponpes Mujizatul Quran Alhasanie Asy-Syafi’ie, Rusun Universitas Islam Kebangsaan Indonesia dan Rusun Yayasan Pendidikan Islam Al-Aziziyah. Sementara terdapat tiga rusun lainnya yang tengah dikerjakan yaitu Rusun Poltek Negeri Lhokseumawe dengan progres 67,81%, Rusun Universitas Abulyatama 84,15% dan Rusun Universitas Teuku Umar 93,58%. []

Baitul Mal Aceh Programkan Stimulus Wakaf Produktif

0
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden, (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Baitul Mal Aceh (BMA) akan memberikan stimulus untuk memproduktifkan tanah wakaf yang tersebar di provinsi Aceh. Stimulus berupa dana tersebut akan dikucurkan dari anggaran infak 2022.

Berdasarkan data yang diperoleh BMA, ternyata banyak tanah wakaf yang telantar dan nazir belum mampu memproduktifkannya akibat keterbatasan modal. Demikian kata Kepala Sekretariat BMA, Radmad Raden, Kamis (23/12/2023).

Menurutnya, BMA dapat memproduktifkan tanah wakaf dengan menggunakan dana infak dan kemitraan dengan dunia usaha,  serta instansi terkait.

“Kita sudah mengusulkan dana infak untuk digunakan sebagai stimulus bagi nazir dalam mengembangkan berbagai jenis usaha dan bisnis yang sesuai dengan potensi wakaf di daerah masing-masing,” kata Rahmad.

Dengan pengembangan wakaf produktif, katanya, manfaat wakaf (mauquf alaih) akan semakin dirasakan dan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, nazir semakin menyadari pentingnya melindungi aset wakaf dan melengkapi Akte Ikrar Wakaf dan Sertifikat Tanah Wakaf.

Sementara Kabag Pemberdayaan BMA, Arif Arham menjelaskan, BMA telah melakukan pendataan wakaf produktif di 14 kabupaten/kota pada 13-18 Desember 2021, dengan cara mengirimkan tim ke lapangan untuk melihat dan memetakan potensi 82 persil tanah wakaf, baik yg sudah produktif atau potensial diproduktifkan.

Sebelum mengirimkan tim ke lapangan, BMA melakukan koordinasi dengan Bidang Penais Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Aceh. Demikian juga dalam pendataan tingkat kabupaten/kota tim bekerjasama dengan Baitul Mal Kabupaten/Kota, Kemenag dan Kantor Urusan Agama Kecamatan (KUA).

Arif menambahkan, tahap awal  tim BMA mendapatkan data tanah wakaf seluas 165.361 meter dengan nilai Rp 67,4 miliar dapat diproduktifkan.

“Dua pertiga dari data tersebut bisa dikembangkan untuk pembangunan gedung, pertanian dan usaha perdagangan,” katanya.

Arif merinci, tanah wakaf dapat dikembangkan untuk pembangunan toko, rumah toko, rumah sewa, gedung TPA, penambahan gedung dayah, apartemen mahasiswa, gudang barang,  kilang padi, dan bangunan lainnya.

“Untuk sektor pertanian dan peternakan, dapat dikembangkan sebagai kebun kopi, kurma, jengkol, jeruk, kelapa pandan wangi, kelapa sawit, durian, palawija, pisang, jeruk, tambak udang, ikan lele, walet, dan lain-lain,” urainya.

Bisnis lain yang menurutnya potensial  adalah mini market, baber shop, grosir sembako, kantin, waserda, air mineral, foto copy, dan kedai kopi. “Bahkan menurut penuturan tim pendataan, ada potensi wakaf yang dapat dibangun hotel wakaf di Aceh Jaya,” kata Arif.

Sebelumnya, BMA telah melakukan pendataan wakaf produktif di Kabupatan Bireuen pada 25-29 Mei 2021. Dari enam lokasi wakaf yang dikunjungi diperoleh informasi luas tanah wakaf 8.321 meter dengan nilai aset Rp 8 miliar lebih. Tanah wakaf  ini dapat dibangun toko, rumah toko, toserba dayah dan rumah sewa.

“BMA akan melanjutkan pendataan wakaf produktif pada tahun 2022 dan pada tahun yang sama, kita sudah usulkan anggaran untuk memproduktifkan wakaf dengan skema stimulus dan investasi. Tentu saja program ini kita mulai secara bartahap dengan harapan menjadi model pemberdayaan wakaf produktif di Aceh,” pungkas Arif. [BMA]

Puluhan Perempuan Aceh Gelar Aksi Damai di Gedung DPRA, Ini Tuntutannya

0
Puluhan Perempuan Aceh Gelar Aksi Damai di Gedung DPRA terkait kekerasan seksual di Aceh. (Foto: Nukilan/Achmad)

Nukilan.id – Puluhan perempuan yang tergabung dalam Gerakan Ibu Mencari Keadilan menggelar aksi damai di Depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kamis (23/12/21) pukul 09.30 WIB.

Gerakan ini diinisiasi oleh perempuan-perempuan Aceh yang sangat perduli akan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Aceh.

Puluhan Perempuan Aceh Gelar Aksi Damai di Gedung DPRA (Foto: Nukilan/Achmad)

Saat ini Aceh dalam kondisi darurat kekerasan seksual dimana setiap harinya ada satu anak atau perempuan yang diperkosa dan dilecehkan.

hal ini bisa kita lihat di pemberitaan media massa dan berdasarkan publikasi Data dari Unit Pelaksanana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Aceh, mencatat kasus kekerasan seksual terhadap perempuan terhitung Januari hingga September 2021 mencapai 697 kasus.

Puluhan Perempuan Aceh Gelar Aksi Damai di Gedung DPRA (Foto: Nukilan/Achmad)

Masih banyak lagi kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat yang tidak dilaporkan kepada aparat penegak hukum karena masih dianggap aib keluarga.

Selain itu hal yang paling kita sesalkan dan kecewakan lagi dengan beberapa keputusan Mahkamah Syariah Aceh yang memutuskan pelaku bebas dari jeratan hukum, mencoreng rasa kepercayaan masyarakat kepada lembaga peradilan tersebut.

Puluhan Perempuan Aceh Gelar Aksi Damai di Gedung DPRA (Foto: Nukilan/Achmad)

Kasus pemerkosaan terhadap anak yang baru saja terjadi di Nagan Raya adalah sebuah contoh nyata bahwa kegagalan Pemerintahan Aceh dalam memberikan Perlindungan dan Rasa Aman bagi Perempuan dan Anak di Aceh.

Berdasarkan hal itu Gerakan Ibu Mencari Keadilan meminta :

  1. Pemerintah Aceh dan DPR Aceh untuk mencabut dua jarimah pemerkosaan dan jarimah pelecehan seksual dari qanun hukum jinayah karena tidak memenuhi rasa keadilan bagi korban.
  2. Pemerintah Aceh dan DPR Aceh wajib memberikan perlindungan dan pemulihan bagi korban sesuai dengan amanat UUPA pasal 231 tentang tanggungjawab pemerintahan dalam perlindungan perempuan dan anak di Aceh.
  3. Permerintah Aceh harus membuat mekanisme perlindungan terpadu dari Gampong sampai Provinsi dalam pencegahan kekerasan seksual di Aceh.
  4. Pemerintah Aceh dan DPR Aceh wajib mengalokasikan anggaran untuk penanganan kasus kekerasan seksual dan pemulihan bagi korban kekerasan seksual di Aceh.
  5. Meminta komisi yudisial dan Bamus Mahkamah Agung untuk mengevaluasi aparat penegak hukum yang berulang kali membebaskan pelaku kekerasan seksual.

Reporter: Reji

Viral Foto Ariel Tatum Merokok, Netizen Salfok dengan Merek Rokok

0
Ariel Tatum (Foto: Instagram/@arieltatum)

Nukilan.id – Baru-baru ini artis cantik Ariel Tatum tengah menjadi sorotan publik karena fotonya yang sedang merokok tersebar di dunia maya. Tak seberapa lama, bintang film ‘Selesai’ itu pun menjadi trending topik di Twitter.

Awalnya, potret Ariel Tatum yang sedang merokok sambil bermain handphone itu dibagikan sendiri oleh ibunda sang aktris.

Dalam foto itu, Ariel Tatum terlihat sibuk mengecek ponsel sambil memegang sebatang rokok. Ia tampil santai dalam balutan baju bermotif batik.

Mengiringi foto itu, ibunda Ariel Tatum menuliskan caption singkat. Ia juga membubuhkan tanda pagar yang merajuk pada merek rokok kesukaan putrinya.

Tangkapan layar instastory Ariel Tatum

“Makasih untuk semua yang ucapin doa balik buat noni yah. Ini hints kalau mau kirim kado @arieltatum #gudanggaramfilter,” tulis ibunda Ariel Tatum.

Foto Ariel Tatum merokok sempat viral di Twitter hingga menjadi trending topic. Respons hampir sama juga diberikan ketika potret tersebut dibagikan ulang oleh akun gosip @admin_igtainment.

netizen pun bereaksi dengan foto Ariel Tatum tersebut. Banyak yang menyoroti merk rokok sang aktris yang dinilai sangat terjangkau itu.

“Buset, surya 16. Kata kaka gue, rokok bapak-bapak,” ujar netizen.

“Cewek ngerokok nggak apa-apa sih. Asal tahu tempat,” timpal yang lain.

“Muka cantik rokoknya mamang kuli, josss,” imbuh lainnya.

“Siap-siap mbaknya jadi BA-nya Gudang Garam,” goda netizen.

“Wong ayu, rokoknya gudang garam filter,” ujar yang lain.

“Biasanya cewe rerata milih rokoknya yang manis kaya samporna mild atau umild lah ini GG, unik sekali mba tatum,” tulis lainnya terkejut.

Sumber: Cumicumi.com

Tolak Tas Dior dari Ria Ricis, Ini Alasan Fuji !

0
Fuji (Foto: Instagram/@fuji_an)

Nukilan.id – Sosok Fuji, adik Bibi Ardiansyah, semakin menjadi sorotan publik. Tak melulu soal kedekatannya dengan Gala, anak Vanessa Angel dan kakaknya, orang-orang juga mulai tertarik dengan kisah cinta hingga gaya busana Fuji.

Baru-baru ini, Fuji muncul di vlog Ria Ricis yang berjudul “FUJI JADI MERMAID DEMI THORIQ.. Thofu Bersatu!”. Selain seru-seruan bareng, ada satu momen di mana Ria Ricis dengan entengnya menawarkan tas Dior kepada Fuji.

“Ini mau nggak? Ini Dior, tapi aku udah nggak pakai,” kata Ria Ricis sambil menunjukkan tas Dior berwarna hitam miliknya.

Fuji pun tampak buru-buru menolak pemberian Ria Ricis. “Nggak Dior juga, Kak. Udah, setop. Jangan,” ucap Fuji.

“Nggak apa-apa. Kamu suka kan, warna hitam?” balas Ris Ricis.

Namun, Fuji masih berusaha menolak. “Nggak, aku levelnya, tuh, yang Rp30 ribuan di pasar malam itu lho, yang Rp100 ribu dapat tiga.”

Tak menerima penolakan, Ria Ricis tetap kukuh memberikan tas Dior tersebut. Fuji pun pada akhirnya hanya pasrah.

“Udah, pakai aja,” ujar Ria Ricis.

Cuplikan video yang menunjukkan momen Ria Ricis memberikan tas Dior untuk Fuji diunggah ke Tiktok oleh akun @/kaylaliy. Hingga Kamis (23/12/2021), video terkait telah ditonton sebanyak lebih dari 1,2 juta kali. Tak sedikit pula warganet yang meninggalkan beragam komentar.

“Aku banget. Levelnya tas Rp100 ribuan dapat tiga,” komentar seorang warganet.

“Fuji adalah kita semua,” celetuk salah satu warganet.

“Biarpun levelnya kayaknya cuma segitu, keliatan mewah dipakai Fuji,” komentar warganet lainnya.

Di sisi lain, tak sedikit yang memuji kebaikan dan sikap ramah Ria Ricis kepada Fuji.

“Kak Icis baiknya kebangetan,” puji seorang warganet di kolom komentar.

“Icis kalau bintang tamunya yang dia suka, pasti sering ngasih barang,” ungkap warganet lainnya.

Sumber: Suara.com

Rahasia Ade Rai Tetap Sehat dan Awet Muda di Usia 50-an

0
Ade Rai (Foto: Instagram/@ade_rai)

Nukilan.id – Meski usianya telah menginjak setengah abad, namun Ade Rai diketahui tetap memiliki fisik yang bugar dan awet muda. Tak ayal, banyak orang yang ingin tahu apa rahasia Ade Rai mempertahankan tubuhnya sehatnya tersebut.

Belum lama ini, binaragawan berusia 52 tahun tersebut membeberkan rahasianya menjaga kesehatan tubuhnya. Ade Rai mengungkap masalah kesehatan tidak diukur dari apakah seseorang berotot atau tidak. Berdasarkan pengalamannya, ia menjaga kesehatan tubuh dengan cara sederhana, yakni melatih otot.

“Poinnya saat bicara otot kita, orang mikir, ‘Ah enggak ah, gue gak mau berotot’. Poinnya bukan masalah lu berotot atau tidak. Ototnya dilatih, tulangnya lemah. Kalau tulangnya lemah, maka lemaknya tinggi,” kata Ade Rai.

Ade Rai menceritakan dirinya sudah melatih ototnya sejak berusia 14 tahun. Latihan ini dilakukan secara sederhana dan singkat, tetapi konsisten setiap hari.

“Saya setiap umur 14 tahun dari tahun 1983-1984, sekarang saya sudah 52 (tahun). Dari dulu sampai sekarang, otot saya setiap hari saya latih. Setiap hari saya latih, santai aja latihannya. Mau 5 menit atau mau 10 menit. Mau cuma push up di wastafel juga gak ada masalah,” jelasnya.

Menurut Ade, saat otot dikencangkan, maka tulang akan kuat dan metabolismenya normal.

“Otot dikencangkan, tulangnya kuat. Kalau tulangnya kuat, gerak dan metabolisme saya normal. Akhirnya lemak saya rendah. Lemak saya dikisaran kurang lebih 10 persenan,” terangnya.

Terbukti, Ade Rai mengaku memiliki lemak yang rendah. Kesehatan otot, tulang dan kelancaran metabolisme akhirnya membuat Ade Rai terhindar dari beragam penyakit yang membutuhkan obat-obatan.

“Nah, poin saya pertanyaannya adalah apakah saya punya masalah dengan tekanan darah? Ya jadi enggak ada. Punya masalah dengan gula darah? Ya enggak ada. Punya masalah dengan berbagai hal yang ini akhirnya harus ketergantungan sama obat. Ada masalah gak? Saya enggak ada,” ungkap Ade Rai. [cumicumi]

Pencegahan dan Penegakan Hukum Berjalan Seiring untuk Lindungi Satwa Liar

0

Nukilan.id – Sepanjang 2020 banyak kasus kematian satwa lindung disebabkan perburuan terungkap. Upaya pencegahan perburuan dan penegakan hukum harus berjalan seiring agar keberlanjutan hidup satwa lindung terjamin.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan rilis catatan akhir tahu “Kolaborasi Untuk Melindungi Satwa Dan Alam Aceh”, Rabu 22/12/2021. Kegiatan tersebut digelar oleh Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh, Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK), didukung oleh TFCA-Sumatera.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh narasumber dari Balai Penegakan Hukum Wilayah Sumatera, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, Kepolisian Daerah Aceh, dan Kejaksaan Tinggi Aceh.

Kepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Subhan mengatakan Aceh beruntung masih punya empat satwa kunci yang hidup di satu kawasan. Namun, satwa kunci kehidupannya terancam karena perburuan dan konflik.

“Sebenarnya kondisi alam Aceh sangat bagus dibandingkan daerah lain di Indonesia. Aceh masih punya empat hewan kunci, tambang yang bagus, tapi hasilnya tidak dinikmati rakyat kita,” kata Kepala Balai Gakkum, Subhan.

Subhan mengatakan pada 2021, pihaknya berhasil menangkap beberapa pelaku penjualan kulit harimau dan kini sudah divonis. Namun, kata Subhan, tidak selamanya penegakan hukum menjadi solusi.

“Ke depan pencegahan juga harus menjadi prioritas, harus sinergi,” kata Subhan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, mengatakan upaya perlindungan terus dilakukan dan melibatkan semua pihak. Menurut Agus kerja perlindungan satwa harus dilakukan bersama sebab masing-masing pihak punya tanggungjawab.

Agus menuturkan konflik satwa masih menjadi persoalan serius. Untuk mencegah konflik BKSDA Aceh telah memasang pagar listrik, membuat barrier, dan merevitalisasi Conservation Response Unit.

“Saat ini kami juga sedang membahasa rencana kawasan ekosistem esensial,” kata Agus.

Plh Aspidum Kejati Aceh Edi Samrah Limbong menuturkan penegakan hukum di tingkat Kejaksaan sudah maksimal. Namun, kata Edi, hakim-lah yang menentukan hukuman.

Pada 2021, Kejaksaan memproses 22 berkas perkara kasus kejahatan terhadap satwa lindung. Menurut Edi, kebanyakan terdakwa adalah pemain lapangan atau pemain kecil. Edi berharap, para pemodal dapat diungkap agar kasus kejahatan terhadap satwa dapat ditekan.

Penyidik Ditkrimsus Polda Aceh Ipda Wahyudi menuturkan pada 2021 kepolisian berhasil membongkar kasus pembunuhan gajah di Aceh Timur, Aceh Jaya, dan penjualan paruh rangkong di Bener Meriah. Hal itu menunjukkan komitmen kepolisian dalam penegakan hukum pada isu satwa lindung. [red]

SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Diskusi Ilmiah Refleksi Akhir Tahun

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry gelar diskusi ilmiah refleksi tahun 2021 tentang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh, di ruang Teater FSH UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (21/12/2021).

Diskusi tersebut mengusung tema “Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di Aceh serta sinergisitas mahasiswa/i dan semua komponen bersama Pemerintah Aceh di tahun 2022 untuk Aceh yang sejahtera dan bermartabat”.

Kegiatan diskusi ilmiah ini dibuka oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah diwakili Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Amirullah, SE., M.Si. Ak.

Adapun Pemateri yang dihadirkan adalah H. Muhammad Nasir Djamil S.Ag., M.Si. (Anggota Komisi III DPRI RI), Dadan Supriadi S.ST., M.Si (Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Aceh), Prof. Eka Sri Mulyani, Ma., Ph.D (Guru besar UIN Ar-Raniry), dan Dr. Amri, SE., M.Si. (Pakar Ekonomi).

Ketua SEMA FSH UIN Ar-Raniry, Alviansyah Rambe, menyampaikan, dengan ada kegiatan diskusi ilmiah ini pihaknya berharap penuh kepada Organisasi Mahasiswa Kampus dan Muda/i Aceh serta komponen-komponen lain untuk dapat saling bersinergi bersama Pemerintah Aceh untuk bersama-sama maju mewujudkan Aceh yang sejahtera dan bermartabat.

Pada kegiatan ini, pemateri pertama Dadan Supriadi S.ST., M.Si menjelaskan, menurut data statistik 37% Masyarakat Aceh berprofesi sebagai petani, dan masyarakat miskin juga berasal dari kalangan petani, sehingga bisa kita simpulkan bahwa kebijakan kita belum tepat sasaran karna belum berhasil mensejahterakan petani.

Pemateri kedua Prof. Eka Sri Mulyani, MA., Ph.D menyampaikan materi memberi penekanan pada peran penting mahasiswa dan akademisi serta komponen lainnya dalam proses mensejahteraan rakyat Aceh.

Pemateri ketiga, Dr. Amri, SE., M.Si. sebagai pakar ekonomi menjelaskan, kemiskinan dari sudut pandang ekonomi, bahwa pengelolaan keuangan Provinsi Aceh masih kurang baik.

Hal ini dibuktikan dengan tingginya Sisa Lebih Pembiayaa Anggaran (SiLPA) Aceh tahun 2020 mencapai Rp. 3.96 Triliun.

“Fakta ini sangat disayangkan, dengan tunjangan Otonomi Khusus yang tinggi pemerintah Aceh tidak bisa memaksimalkan penggunaannya untuk kesejahteraan masyarakat Aceh,” ungkapnya.

Dan pemateri terakhir H. Muhammad Nasir Djamil S.Ag., M.Si tentang “menekankan pada pentingnya pola kepemimpinan dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Aceh adalah provinsi istimewa, jika dipadukan dengan pola kepemimpinan yang tepat maka akan terbentuk suatu pemerintahan yang baik yang bisa mewujudkan kesejahteraan bagi Masyarakat Aceh”.

Ketua panitia, Farah Fitriani, juga menyampaikan, acara Kegiatan Diskusi Ilmiah ini dihadiri oleh kurang lebih 80 mahasiswa yang merupakan para pimpinan lembaga ormawa kampus Se-Aceh. Kegiatan ini dipandu oleh moderator T. Mashur Nasni, SKM., M.Sc (Med) yg jg beliau selaku Mediator.

Kegiatan Diskusi Ilmiah ini juga bertujuan untuk mengetahui pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh Tahun 2021 disisi lain mencari solusi permasalahan yang menjadi hambatan dalam melaksanakan pembangunan dan kesejahteraan Masyarakat Aceh dalam mewujudkan keadilan dan kemakmuran serta meningkatkan rasa solidaritas antar pemerintah dan mahasiswa serta komponen lainnya untuk dapat saling bersinergi.

Diskusi juga dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes), dengan setiap peserta yang wajib memakai masker.

Closing Statment dari, T. Mashur Nasni, SKM., M.Sc (Med)  selaku Moderator acara tersebut. “Mari kedepankan diskusi untuk mencari solusi dari setiap hal-hal yang masih belum berjalan dengan baik dan benar”.

Harapannya, diskusi ini dapat menawarkan solusi bagi Pemerintah Aceh dan Ormawa Se Aceh serta komponen lainnya untuk bisa lebih terkontrol dan terstruktur dalam melaksanakan program kerja masing-masing kedepannya dan menemukan jawaban serta rekomendasi untuk mengeksekusi kinerja pada tahun yang akan datang.

“Melalui kegiatan diskusi ilmiah ini, mari wujudkan bersama Aceh yang sejahtera dan bermartabat,” tutupnya.

Reporter: Hadiansyah

Pengamat Ekonomi: Investor Penting untuk Kurangi Pengangguran di Aceh

0
Pengamat Ekonomi dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Amri, SE, MSi. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Amri, SE, MSi mengatakan keberadaan investor sangat penting untuk mengurangi tingkat pengangguran di Aceh.

“Seperti BRI, BRI Syariah, MANDIRI, MANDIRI Syariah, BNI dan BNI Syariah itu adalah investor yang harus dijaga, namun sekarang mereka telah hengkang. Akhirnya sekarang ini kita kehilangan investor, maka terjadi pengangguran yang banyak di Aceh. Yang perlu diketahui bahwa ke 6 bank ini adalah investor terbesar di Aceh” kata Dr. Amri.

“Seperti BRI sudah menyentuh perekonomian masyarakat 6495 desa 285 kecamatan 23 Kabupaten/Kota dan BRI sudah hadir ada sebelum indonesia merdeka, jadi jelas ini bank ini sudah sangat matang,” sambung Mantan sekretaris Magester manajend (MM) program Pasca Sarjana USK itu.

Menurutnya, dengan adanya investor, maka pertumbuhan ekonomi meningkat, kemiskinan akan menurun, dan pemerataan ekonomi tercapai dengan baik, dan Investor adalah orang yang yang memiliki modal yang melakukan aktivitas ekonomi dan bisnis dia aceh

“Kalau sekarang, di Aceh tingkat kemiskinan tinggi, pengguran banyak, pemerataan ekonomi tidak terjadi dan pertumbuhan ekonomi buruk, semua ini akibat investor tidak ada di Aceh,” tegas Dr. Amri.

“Investor adalah orang yang membawa uang kesebuah daerah, contohnya seperti orang kaya yang bawa pulang uang banyak, kemudian mereka membuka usaha yang dapat menampung banyak pekerja,” tambahnya.

Selain itu, kata Dr. Amri, kurangnya investor di Aceh juga berdampak terhadap lapangan pekerjaan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi.

“Karena sekarang banyak mahasiswa yang lulus tidak ada lapangan pekerjaan akibat berkurangnya investor di Aceh, dan ini sangat disayangkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Dr. Amri berharap, Pemerintah Aceh mampu mengoptimalkan peran investasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan juga harus berhati-hati dalam mengambil suatu keputusan.

“Sebenarnya tidak ada Provinsi yang miskin, tetapi yang ada Provinsi Salah Urus Kebijakan/policy yang memiskin rakyat,” ujarnya.

Dr. Amri juga mengajak “Ayo bangun nusantara dari pintu barat Indonesia Aceh sejahtera indonesia maju/developed country”.

Reporter: Hadiansyah