Beranda blog Halaman 1834

Keluarga Pasien Ucapkan Terima Kasih, Aidil: Inilah Komitmen TRH untuk Mayarakat Aceh

0
Tenaga Ahli Teuku Riefky Harsya (TRH), Aidil Mahendra. (Foto: Nukilan/MIR)

Nukilan.id – Dua bayi bocor jantung yang bernama Adelia Syakila Meta (14) asal Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Askana Ratifa (21 bulan) asal Beurawe, Kota Banda Aceh sudah sembuh dan tiba kembali di Aceh pada Kamis (27/1/2022).

Yulianti, orangtua dari Adelia kepada Nukilan saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, karena sibuah hatinya sudah sembuh dan sehat kembali.

Alhamdulillah kami sangat bersyukur, sekarang anak kami sudah sehat, sudah sembuh, jadi tidak ada lagi yang perlu kami khawatirkan,” ungkapnya.

Karena itu, Yulianti mengucapkan ribuan terima kasih kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, Teuku Riefky Harsya (TRH) atas bantuannya yang telah menfasilitasi dan membantu dalam pengobatan anaknya selama di Jakarta.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Teuku Riefky Harsya yang telah menfasilitasi dan membantu kami dalam pengobatan anak kami. Semoga Bapak Riefky sehat selalu dan dimudahkan rezekinya oleh Allah SWT. Dan juga terima kasih semua kepada tim TRH yang telah membantu dalam proses pengobatan anak kami,” ucapnya.

Selain itu, Safrina orangtua dari Askana juga menyampaikan hal yang sama. Ia juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Teuku Riefky Harsya yang telah menfasilitasi dan membantu pengobatan anaknya sampai sembuh.

“Kami berharap program ini tetap terus berlanjut, agar masyarakat kurang mampu di Aceh bisa terbantu,” ungkap Safrina.

Sementara itu, Tenaga Ahli TRH, Aidil Mahendra yang turut mendampingi kepulangan kedua bayi tersebut mengatakan, bahwa ini adalah pasien bocor jantung yang ke 9 dan 10 yang telah sembuh dan dipulangkan kembali ke Aceh.

“Bayi Adelia ini menderita bocor jantung dan Askana menderita gejala bocor jantung serta penyempitan saluran darah, namun keduanya sudah berhasil di operasi dan nantinya mereka harus tetap melakukan kontrol bulanan di RSUDZA Banda Aceh,” kata Aidil yang juga Ketua BPOKK DPD Partai Demokrat Aceh itu.

Ia menambahkan, bahwa selama menjalani pengobatan dan operasi Jantung di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Adelia dan keluarga difasilitasi biaya pengobatan, perawatan, dan kebutuhan hidup selama 5 di Jakarta oleh Teuku Riefky Harsya.

“Bagitupun dengan Askana dan Keluarga, mereka selama 4 bulan di Jakarta juga difasilitasi oleh Bapak Riefky. Mereka semua tinggal di rumah Bapak Riefky di komplek DPR-RI,” ujar Aidil

Menurutnya, pengobatan Adelia dan Askana ini paling cepat dari yang sudah ditangani, karena biasa perkembangannya memakan waktu 6 bulan hingga 1 tahun untuk kesembuhan.

“Tapi alhamdulillah Adelia dan Askana ini hanya memakan waktu 4-5 bulan,” ujar Aidil.

Lebih lanjut, Aidil menjelaskan, bahwa semua fasilitas dan bantuan yang telah diberikan ini merupakan komitmen Teuku Riefky Harsya untuk masyarakat Aceh, khususnya bagi penderita bocor jantung.

“Karena memang pengobatan bocor jantung ini memakan waktu yang sangat lama, bukan 1 dan 2 hari, tapi bulanan, sehingga kebutuhan keluarga pasien ketika berobat di Jakarta ini sangat tinggi, makanya Bapak Riefky menfasilitasi semua, baik itu  transportasi, penginapan dan juga konsumsi mereka,” tuturnya.

“Karena itu, kita tetap terus memantau perkembangan mereka, apabila nantinya mereka masih membutuhkan bantuan kita, maka kita siap membantu kembali, dan bukan hanya mereka semua masayrakat Aceh yang membutuhkan bantuan, akan kita bantu semampu kita,” sambung Aidil.

Kemudian, kata Aidil, masih ada satu pasien lagi benama Aisyah berasal dari Aceh Jaya yang hingga hari ini masih dalam proses untuk menjalani operasi di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta dan mereka sudah 3 bulan disana.

“Dan sekarang kita juga sudah ada antrian 5 pasien lagi, dari Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Kota Banda Aceh, Dan insyaAllah nanti akan kita jumpai dulu pasiennya dan kita lihat kebutuhannya,” sebut Aidil Mahendra.

Seperti diketahui, Teuku Riefky Harsya yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP Partai Demokrat itu sebelumnya telah membiayai pengobatan pasien,seperti Aris Habibal Umam, bocah asal Nagan Raya, Abrar Azizi asal Pidie, Erwinda asal Sabang, dan Alfarizi asal Aceh Selatan. Kemudian Maulana Syakir (5) asal Pante Cermen Kecamatan Babahrot, dan salah seorang bocah asal Aceh Selatan yang mengalami penyakit kanker darah. [MIR]

Kunjungi TPI Lampulo, PDIP Banda Aceh Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – DPC PDI Perjuangan Kota Banda Aceh, Kamis pagi (27/01/22) melakukan kunjungan ke TPI Lampulo Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, yang merupakan pelabuhan ikan terbesar di Provinsi Aceh atas undangan tokoh dan pengusaha ikan ternama Aceh, Bapak Abubakar atau yang lebih dikenal dengan nama Cek Baka Lampulo.

Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua DPC Teuku Mahfud tersebut dimaksudkan untuk memperkuat jaringan nelayan dan tani PDI Perjuangan, sekaligus untuk mendengarkan aspirasi masyarakat perikanan tangkap terkait berbagai permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha di sektor ini: dari persoalan perizinan, permodalan, peningkatan status pelabuhan, dll.

Sebelum melakukan kunjungan ini, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh Muslahuddin Daud meminta DPC PDI Perjuangan Kota Banda Aceh untuk membentuk tim advokasi yang akan membantu mendampingi nelayan mengatasi persoalan-persoalan yang sedang dihadapi, termasuk mengkampanyekan isu Illegal, unreported and unregulated fishing (IUU).

Muslahuddin merencanakan pola advokasi nelayan ini nantinya bisa diterapkan di seluruh Aceh melalui DPC-DPC Kabupaten/Kota dengan memberdayakan badan/sayap cabang sesuai dengan tupoksi.

(Foto: Dok. Ist)

Kepada nelayan Lampulo, Teuku Mahfud berjanji akan memperjuangkan aspirasi-aspirasi masyarakat perikanan tangkap dengan menginventarisir masalah, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan memanfaatkan jaringan politik di Pusat.

Dia menegaskan kerja-kerja advokasi rakyat ini merupakan pelaksanaan instruksi Ketua Umum Megawati Sukarnoputri agar selalu turun ke bawah, menyapa, melindungi, dan membahagiakan rakyat.

Di dalam kunjungan ini, pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Banda Aceh disambut oleh Suherman, Ketua Asosiasi Pedagang Ikan Interinsular (ASPI) Kota Banda Aceh. Pria yang dikenal sebagai Pak Man Lampulo ternyata sangat mengenal PDI Perjuangan dan bisa menyebutkan banyak tokoh-tokoh lama yang bernaung di bawah partai berlogo banteng ini.

Dia juga bisa menceritakan sejarah pendirian PDI Perjuangan dari fusi tahun 1973, hingga peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, lengkap dengan tanggal dan apa yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Pria berumur 62 tahun itu telah dipercaya menjadi Ketua ASPI selama 5 periode sejak tahun 2000 hingga sekarang, dan mengaku hanya berpendidikan sampai kelas 4 Sekolah Rakyat.

Pak Man mengharapkan PDI Perjuangan bisa menjadi penyambung lidah dari masyarakat perikanan Aceh, khususnya di Kota Banda Aceh. []

Kemendagri: Gubernur Berperan Penting Jaga Hubungan Pemerintah Pusat dengan Daerah

0
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Safrizal ZA. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perangkat Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat (GWPP). Rakortek tersebut berlangsung dari tanggal 26 hingga 28 Januari 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali.

Dalam laporannya, Ketua Panitia yang merupakan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Safrizal ZA menjelaskan, gubernur berperan penting dalam menjaga keseimbangan hubungan antara pemerintah pusat dengan daerah. Terlebih Indonesia memiliki wilayah yang begitu luas, dengan jumlah daerah otonom yang juga sangat banyak. Melalui kebijakan desentralisasi yang diterapkan pemerintah, tidak semua tugas dan fungsi dapat dikelola oleh pemerintah pusat.

“Akhirnya menempatkan Gubernur selaku Wakil Pemerintah Pusat bukanlah suatu kepentingan politik semata atau political interest,” ujar Safrizal dalam laporannya pada pembukaan Rakortek Perangkat GWPP, Kamis (27/1/2022).

Menurutnya, penugasan GWPP merupakan suatu kebutuhan dasar yang menjadi salah satu pendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Melalui peran itu, gubernur bertugas memimpin koordinasi, sinergi, dan kolaborasi yang menjadi kata kunci pelaksanaan misi untuk mencapai visi sehari-hari di daerah. GWPP juga memiliki berbagai tugas lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan.

“Dalam konteks praktik Gubernur selaku Wakil Pemerintah (Pusat) mendapatkan pelimpahan kewenangan dari eksekutif yang dalam hal ini adalah pemimpin tertinggi adalah presiden, baik desentralisasi, dekonsentrasi, tugas pembantuan adalah pelimpahan tugas dari pemimpin eksekutif tertinggi,” terang Safrizal.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, GWPP menerima sejumlah tugas dan wewenang, yang kemudian diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang GWPP. Dalam melaksanakan tugasnya, GWPP dibantu oleh jajaran perangkat daerah.

Sebagai informasi, kegiatan Rakortek tersebut dihadiri oleh sejumlah gubernur, satuan kerja GWPP, di antaranya Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Bappeda, Inspektorat Provinsi, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kagiatan yang dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian itu juga menghadirkan sejumlah narasumber baik dari Kemendagri maupun kementerian lainnya. []

Sembuh, Teuku Riefky Harsya Pulangkan Bayi Bocor Jantung Balik ke Aceh

0
Tenaga Ahli Teuku Riefky Harsya, Aidil Mashendra bersama dua orang tua bayi bocor jantung saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar. Kamis (27/1/2022), Foto: Nukilan/MIR.

Nukilan.id – Dua bayi, Adelia Shakila Mecca asal Aceh Barat Daya dan Askana Ratifa asal Banda Aceh yang alami bocor jantung selesai menjalani operasi dan masa penyembuhan di Jakarta.

Kedua keluarga bayi tersebut berangkat ke Jakarta pada bulan September 2021 lalu melalui bantuan dari anggota DPR-RI Daerah Pemilihan Aceh, Teuku Riefky Harsya.

Bayi Adelia dan Askana merupakan bayi yang ke 9 dan 10 yang difasilitasi oleh Teuku Riefky untuk pengobatan bocor jantung di Jakarta. Selama berada di Jakarta keluarga dan bayi tersebut difasilitasi penuh oleh anggota DPR-RI asal Aceh dari partai Demokrat tersebut.

Saat melepaskan keberangkatan keluarga Bayi Adelia dan Askana untuk kembali ke Aceh, Teuku Riefky Harsya menyampaikan rasa syukur atas kesembuhan Adelia dan Askana.

“Kita sangat bersyukur. Alhamdulillah hari ini  dek Adelia dan dek Askana sudah sehat dan ceria kembali.  Harapan saya semoga dek Askana dan dek Adelia dapat kembali bermain bersama teman seusianya. Semoga hubungan silaturahmi kita selalu terjaga dengan baik” ucap Sekjen DPP Demokrat tersebut.

Anggota DPR-RI yang akrab disapa TRH itu juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu keberangkatan dan kepulangan keluarga bayi Adelia dan Askana.

“Terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi mulai dari Aceh hingga ke Jakarta. Semoga kita terus dapat berbuat untuk masyarakat Aceh” sambung Teuku Riefky.

Saat ini masih ada satu pasien bocor jantung lainnya yang dibantu dan tinggal di rumah dinas Teuku Riefky dan masih menlajani perawatan di Jakarta yaitu Aisyah Zhafira, bayi asal Aceh Jaya.

Kepulangan bayi dan keluarganya ke Aceh tersebut didampingi oleh Tenaga Ahli Teuku Riefky Harsya, Aidil Mashendra. Keluarga bayi pasien bocor jantung yang tiba di Aceh tersebut akan diantar hingga ke kampung halamannya Blangpidie, Aceh Barat Daya dan Beurawe, Banda Aceh. [MIR]

Cristiano Ronaldo Akan Balik ke Real Madrid

0
Cristiano Ronaldo (Foto: okezone)

Nukilan.id – Superstar Manchester United Cristiano Ronaldo dikabarkan siap membuka jalan untuk kembali ke Real Madrid musim panas mendatang.

Ronaldo baru musim panas kemarin meninggalkan Juventus. Ia sempat dikaitkan dengan Barcelona dan Manchester City.

Pada akhirnya ia kembali ke pelukan Man United. Ronaldo dikontrak oleh Setan Merah sampai musim panas 2023 mendatang.

Akan tetapi ada kabar bahwa Ronaldo bisa cabut lebih cepat dari Old Trafford. Itu bisa terjadi jika MU tak mendapat tiket ke Liga Champions pada musim 2022-23 mendatang.

Ronaldo Siap Balik ke Madrid

Cristiano Ronaldo pun disebut sudah membuat langkah antisipasi jika memang Manchester United nanti gagal mendapat tiket ke Liga Champions. Ia pun meminta agennya yakni Jorge Mendes untuk mencarikan klub yang siap menampungnya pada musim panas 2022 mendatang.

Kabar itu dilansir oleh El Nacional. Laporan itu juga mengklaim bahwa Ronaldo membuka kans untuk balikan dengan Real Madrid.

Pasalnya Ronaldo masih berhasrat untuk bisa meraih trofi juara. Dengan demikian ia bisa pensiun dari sepak bola dengan full senyum.

Laporan itu juga menyebut PSG memantau situasi Ronaldo di MU dengan cermat. Mereka pun siap menampungnya jika ia jadi cabut dari Old Trafford.

Ronaldo Cemberut

Sebelumnya ada sikap tak terpuji yang ditunjukkan oleh Cristiano Ronaldo. Ia cemberut saat diganti di babak kedua di laga lawan Brentford.

Ronaldo kemudian disebut bertanya pada Ralf Rangnick apa alasannya ditarik keluar.

“Kenapa saya? Kenapa saya?,” protes Ronaldo kepada Rangnick seperti dikutip dari Mirror.

“Mengapa Anda mengganti saya?,” imbuh Ronaldo pada momen tersebut.

Ronaldo juga disebut cemberut saat Marcus Rashford mencetak gol ketiga Manchester United di laga lawan Brentford tersebut. Aksi pemain 36 tahun itu akhirnya mendapat kritikan dari banyak pihak. [Bolanet]

 

Kunjungi Kemenag Aceh Singkil, Fairuz Akhyar Hibahkan Tanah untuk KUA Kuala Baru

0

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Fairuz Akhyar melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Singkil, Kamis (27/1/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka membahas tentang pengadaan tanah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil.

Kedatangan Anggota DPRK Fraksi Partai Demokrat ini disambut hangat oleh Kepala Kantor Kemenag (Kakanmenag) Aceh Singkil, H, Saifuddin, SE.

Dalam kunjungan yang berlangsung di Ruang Kakankemenag tersebut, Fairuz Akhyar menyampaikan, tanah untuk KUA yang nantinya dihibahkan ke Kemenag Aceh Singkil ini bersumber dari Aspirasinya.

“Alhamdulillah tanah untuk KUA Kuala Baru akan saya hibahkan bersumber dari aspirasi saya,” kata Akhyar yang juga putra daerah Kuala Baru itu.

Karena itu, Politisi Partai Demokrat ini berharap, dengan adanya kerjasama ini agar dapat lebih mempererat hubungan yang baik antar instansi.

“Dan semoga upaya ini juga nantinya dapat memberikan dampak positif bagi umat,”  ungkap Akhyar.

Sementara itu, Kakanmenag Aceh Singkil, H. Saifuddin, SE menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya atas kunjungan serta bantuan dari Anggota DPRK Aceh Singkil tersebut.

“Terimakasih banyak atas kunjungan serta bantuannya ke instansi kami, semoga dengan upaya bersama ini Kantor KUA Kuala Baru dapat terbangun yang baru dengan segera,” ucap Saifuddin.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Kasi Bimas Islam, Hendra Sudirman, S. Sos I dan juga Kepala KUA Kecamatan Kuala Baru, Ustadz Ajizar, S. Ag.

Untuk diketahui, bahwa sebelumnya Anggota DPRK Fraksi Partai Demokrat, Fairuz Akhyar juga telah melakukan pertemuan silaturahmi dengan Kepala KUA Kecamatan Kuala Baru, pada September 2021 lalu. [MIR]

Kenapa Ban Mobil atau Motor Berwarna Hitam ? ini Alasannya

0
Ilustrasi ban mobil. (Freepik)

Nukilan.id – Seperti yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-ahri, ban kendaraan seperti mobil dan sepeda motor berwarna hitam.

Tahukah kamu? Warna hitam yang ada pada ban ternyata berasal dari bubuk karbon hitam yang bercampur dengan karet sebagai bahan utama dari ban tersebut.

Ban merupakan bagian dari kendaraan yang biasanya bergesekan langsung dengan jalanan.

Karet pada ban sifatnya tidak keras dan kurang mampu menahan panas yang dihasilkan akibat gesekan antara ban dengan jalan.

Oleh sebab itu, karbon hitam dipakai sebagai bahan tambahan untuk melindungi ban dari gesekan yang terjadi.

Karbon hitam yang telah dicampur dengan karet, ternyata bisa membuat ban menjadi lebih keras sehingga lebih kuat dan tahan gesekan.

Karbon hitam pada ban juga bisa menyerap dan mengubah sinar UV (ultra violet) menjadi panas, sehingga dapat menguap dengan cepat.

Hasilnya, ban yang merupakan campuran karet dan karbon hitam pun menjadi lebih awet.

Memang, ada ban yang tidak berwarna hitam dengan campuran bahan tambahan lain seperti pasir silika.

Namun, ban yang seperti ini memiliki daya tahan yang lemah terhadap gesekan.

Selain itu, biaya pembuatannya juga lebih mahal sehingga banyak perusahaan ban akhirnya memilih menggunakan karbon hitam saja. [Indozone]

KPK Sebut NFT Berpotensi Tempat Pencucian Uang

0
KPK - RI

Nukilan.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai “melirik” non-fungible token alias NFT yang belakangan ramai karena sosok Ghozali.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar mengatakan, non-fungible token alias NFT berpotensi menjadi tempat pencucian uang atau money laundry.

Hal tersebut disampaikan Lili dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

“Mengenai NFT, ini berkas digital yang identitas dan kepemilikannya unik diverifikasi pada block chain atau buku besar digital. Ini tentu saja sangat berpotensi untuk digunakan dalam pencucian uang,” kata Lili.

Disebut Lili, bisa saja seseorang membeli NFT dengan uang haram. Adapun uang haram tersebut yang dimaksud bisa saja dari hasil tindak pidana.

“Seseorang juga bisa membuat NFT ini dan membelinya dengan uang haram,” tutur Lili.

Lebih jauh dia menyampaikan KPK juga bisa melakukan penelusuran NFT ini dengan menggunakan teknologi blockchain. Untuk mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang.

“Tentunya KPK bisa menelusurinya ke depan dengan menggunakan teknologi blockchain juga,” tandasnya.

Sebelumnya diwartakan belakangan ini media sosial sedang ramai membicarakan Ghozali, pemuda asal Semarang, Jawa Tengah yang menjadi miliarder berkat jualan foto selfie-nya. Ghozali menjual foto selfie dalam bentuk NFT ke e-commerce OpenSea. Enggak disangka, keisengan Ghozali justru berbuah manis.

Foto yang ia kumpulkan sejak 2017 selepas lulus SMA tersebut laku hingga memperoleh pendapatan lebih dari Rp1 miliar. Nama Ghozali seketika diburu oleh masyarakat, karena dengan mudahnya mendapat. [Indozone]

Penasihat Hukum Warga Krueng Luas Minta Kapolri Periksa Polres Aceh Selatan

0
Muhammad Reza Maulana, S.H. (MRM) Penasihat Hukum Jasman. HR Warga Krueng Luas, Kabupaten Aceh Selatan

Nukilan.id – Muhammad Reza Maulana, S.H. (MRM) Penasihat Hukum Jasman. HR Warga Krueng Luas, Kabupaten Aceh Selatan menilai banyak kejanggalan dalam proses penanganan perkara yang dilaporkan kliennya.

Menurut MRM, Kapolri harus bersikap dalam perkara tersebut, karena ini adalah tindakan yang jauh dari visi presisinya Polri hari ini.

“Menurut saya, diduga ada upaya menyelamatkan pihak-pihak yang telah dilaporkan kliennya ke Polres Aceh Selatan dan bahkan diduga ada upaya untuk terus menghambat penegakan hukum terhadap Kasus yang kami laporkan,” terangnya.

Bagaimana tidak, lanjut MRM, dilihat saja dari perbandingan proses hukumnya, Perusahaan yang bernama PT. Atak itu dahulu telah melaporkan klien kami ke Polres Aceh Selatan dan saat ini terhadap perkara tersebut proses hukumnya telah ditingkatkan dan diserahkan ke Kejaksaan, atau telah selesainya tahap-II.

“Dilihat dari proses hukum atas Laporan Perusahaan terhadap klien kami yang dilaporkan melalui LP No. 18, tertanggal 09 Agustus 2021, pada tanggal 09 September 2021 klien kami telah ditetapkan sebagai Tersangka, jadi Polres Aceh Selatan yang menindaklanjuti laporan sebuah Perusahan yang melaporkan masyarakat hanya perlu waktu 30 hari saja untuk menetapkan masyarakat tersebut sebagai Tersangkanya,” jelas MRM.

Namun lain halnya, disaat masyarakat yang melaporkan pihak-pihak yang ada di dalam perusahaan itu, sejak dilaporkan dengan LP No. 22 tanggal 07 September 2021 sampai dengan hari ini 25 Januari 2022 terhitung sudah 4 bulan lebih tidak jelas jalan prosesnya, sudah sejauh mana Polres Aceh Selatan menindaklanjuti laporan klien kami tersebut atau apakah sudah adanya penetapan Tersangka dan sebagainya.

Dugaannya adalah, adanya indikasi keberpihakan dan upaya penyelamatan beberapa orang yang kami laporkan sesuai dengan seluruh uraian fakta sebagaimana tertuang di dalam BAP Klien kami serta bukti-bukti yang lengkap yang telah kami sampaikan kepada Penyidik.

“Artinya begini, hari ini kita dapat melihat ternyata masih ada Polres yang masih bertindak konvensional dan tidak menjalankan jargon Presisi sebagaimana digaungkan Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo, tetapi jika memang Polres Aceh Selatan tetap bertahan dengan tindakan-tindakan yang seperti saat ini, maka tindakan dan upaya-upaya hukum akan kami lakukan untuk menindak tegas apabila diindikasikan ada oknum yang dengan sengaja memainkan perkara ini dan berupaya menyelamatkan pihak-pihak tertentu dari jeratan hukum serta menghambat proses penegakan hukumnya,” tegas MRM.

Oleh karena itu, kata dia, kami meminta sudah waktunya Polres Aceh Selatan unjuk gigi tak peduli itu perusahaan atau masyarakat biasa selama bukti menujukkan suatu perbuatan pidana maka tangkap dan proses  Terlapor/Tersangkanya sesuai hukum yang berlaku.

“Saya berpesan, sebaiknya Polres Aceh Selatan profesional dalam mensikapi dan menindalanjuti laporan klien kami tersebut, mau siapapun Terlapornya tetap saja hukum harus ditegakkan.
jika polres Aceh Selatan tidak segera menangkap tersangka kasus tersebut maka kami akan melaporkan ke mabes polri tentang ketidak profesionalan Polres Aceh selatan,” pungkas MRM. []

Forum Jurnalis Peduli Anak Desak Pemerintah Aceh Selamatkan KPPAA

0
Ketua Forum Jurnalis Peduli Anak Aceh, Rahmat Fajri (Foto: Ist)

Nukilan.id – Ketua Forum Jurnalis Peduli Anak Aceh, Rahmat Fajri, menanggapi isu Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA) terancam bubar karena tidak ada alokasi anggaran. Jika itu terjadi, menurutnya, menandakan Pemerintah Aceh tidak memiliki perspektif perlindungan anak.

“Jika KPPA Aceh dibubarkan akan menunjukkan bahwa sikap Pemerintah Aceh tidak serius melindungi anak di tengah darurat kekerasan seksual terhadap anak di Aceh,” kata Rahmat Fajri dalam keterangannya kepada Nukilan di Banda Aceh, pada Selasa (25/1/2022).

Pria akrab disapa Bang Frank ini menilai keberadaan KPPA Aceh sangat penting sebagai komisi pengawas kinerja instansi layanan anak milik pemerintah. “KPPA Aceh ini harus diperpanjang untuk mengawasi instansi layanan anak di Aceh betul-betul bekerja, ” ujarnya.

Reporter Antara ini menilai instansi layanan anak milik Pemerintah Aceh yang lain juga kurang terbuka dengan jurnalis. Informasi terkait anak di Aceh, menurutnya, lebih banyak diterima dari komisioner KPPA Aceh.

Padahal, kata dia, keterbukaan informasi mengenai berbagai isu perihal anak sangat penting agar memastikan adanya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

Ia menilai perlindungan dan pendampingan anak di Aceh juga belum berjalan baik dan belum sesuai dengan tahapan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 1/2010 tentang Standar Pelayananan Minimal Terhadap Proses Layanan Terpadu Bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

Itu sebabnya, ia meminta KPPA Aceh dilanjutkan supaya pelayanan dan perlindungan anak di Aceh dapat diawasi dengan baik.

Bahkan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak juga disebutkan hak dasar yang dimiliki anak korban kekerasan berupa pemulihan fisik dan kejiwaan. Menurut saya ini belum sepenuhnya diterima anak-anak korban kekerasan di Aceh,” katanya.

*Alasan Anggaran Tak Masuk Akal di Tengah Angka Silpa Besar*

Kepala Divisi Pengawasan Pemberitaan Isu Anak Forum Jurnalis Peduli Anak Aceh, Fahzian Aldevan, mengatakan pembubaran KPPA Aceh jangan berpijak pada alasan tidak cukup anggaran. Sebab, alasan itu tidak masuk akal di tengah angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada 2021 di Aceh diprediksi sekitar Rp 4 triliun.

“Jangan jadikan anggaran sebagai alasan pembubaran KPPA Aceh yang selama ini gencar mengawasi pelayanan berbagai kasus anak di Aceh, terutama kekerasan seksual. Itu tidak masuk akal,” ujar Fahzian.

Di sisi lain, di tengah darurat kekerasan seksual terhadap anak di Aceh, Fahzian mengingatkan media dalam memberitakan isu anak harus mematuhi Peraturan Dewan Pers Nomor 1 tahun 2019 tentang Pedoman Pemberitaan Ramah Anak. “Sehingga identitas anak baik anak sebagai pelaku maupun korban tetap terlindungi,” katanya.

Sebagaimana diketahui, KPPA Aceh terancam bubar karena pemerintah belum menggelar pemilihan komisioner baru. Komisioner periode 2017-2022 bakal berakhir akhir Januari 2022. Alasan belum digelar pemilihan karena kekurangan anggaran. []