Beranda blog Halaman 1832

Kantor EOA Center Banda Aceh Diresmikan

0
Pengurus All Entitas di bawah naungan EOA Center Banda Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kordinator Wilayah (Korwil) I Provinsi Aceh Peradaban Employee of Allah (EOA), Ustadz dr. Ramadhanus, CHt, CI, NNLP, CEt meresmikan Kantor EOA Center Banda Aceh, beralamat di Jalan Wedana Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Jum’at (12/11/2021).

Korwil I EOA Provinsi Aceh, Ustadz dr. Ramadhanus menyerahkan nasi tumpeng kepada Ketua EOA Center Banda Aceh, Ustadz Saiful Rias dalam agenda peresmian Kantor EOA Center Banda Aceh di Jl. Wedana, Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Jum’at (12/11/2021). Foto: Ist

EOA Center Banda Aceh yang diketuai, Ustadz Saiful Rias, Sekretaris, Bunda Melly Dayanti, Bendahara, Bunda Maya Syafrina ini menaungi 4 entitas yaitu PPA Learning Center, Yayasan Abulyatama Indonesia, EOA Gold dan EOA Club Cabang Banda Aceh.

Ketua EOA Center Banda Aceh, Ustadz Saiful Rias mengatakan, sebelum peresmian tersebut, EOA terlebih dahulu melaksanaan agenda rutin Gerakan Jum’at Berkah (GJB) berbagi sarapan pagi berkah on the road, dan sore ba’da ashar GJB mengambil tema GADAY (Galeri Doa Anak Yatim) dengan menghadirkan 35 anak yatim yang berada di Gampong Mibo untuk menggelar doa bersama dan berbagi kebahagiaan.

Galeri Doa Anak Yatim (GADAY) dalam Gerakan Jum’at Berkah EOA BandaAceh, Jum’at (12/11/2021). Foto: Ist

“Agenda GJB terlaksana atas niat baik dan kemurahan hati para donatur yang istiqomah setiap Jum’at menyisihkan hartanya untuk bersedekah, sahabat-sahabat pengurus EOA dan para alumni PPA yang nantinya akan turun membagikan sesuai tema berbeda yang sudah dikonsep setiap pekannya,” jelas Ustadz Saiful dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Sabtu (13/11/2021).

Berbagi sarapan pagi berkah On The Road “Gerakan Jum’at Berkah (GJB)” EOA Banda Aceh, Jum’at (12/11/2021). Foto: Ist

Ia menyebutkan, EOA Center Banda Aceh menaungi 4 Entitas, berikut nama Ketua beserta tugasnya:

  1. PPALC Banda Aceh
    Ketua: Bapak Ihsan Bakhtiar – Bergerak dalam pelaksanaan training-training PPA sebagai wasilah ikhtiar membumikan tauhid.
  2. Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Banda Aceh
    Ketua: Bapak Syahrizal – Bergerak dalam program-program filantrofi dan sosial dengan melibatkan seluruh alumni PPA dan banyak pihak yang ingin terlibat dalam pergerakan amal-amal shalih seperti: Gerakan Jum’at Berkah, Duta SAHAJA (Sahabat Jajan Amal), Rumah Qur’an PPA, The Yatim Village, PPA Siaga.
  3. EOA Gold Cabang Banda Aceh
    Ketua: Bapak Harmedi Yushar – Wadah untuk para alumni PPA maupun masyarakat luas dalam ranah bisnis dan ekonomi yang dikonsep secara syariah.
  4. EOA Club Cabang Banda Aceh
    Ketua: Ibu Sri Rohaya – merupakan wadah koperasi syariah umat, baik untuk para alumni PPA, mitra EOA Gold, maupun masyarakat umum.

“Secara struktur kepengurusan EOA Center, ketua-ketua entitas tersebut menjadi wakil ketua I, II, III, dan IV EOA Center Banda Aceh,” sebutnya.

Lebih lanjut Ustadz Saiful menyampaikan, EOA Center bukan hanya ada di Banda Aceh saja, namun sudah ada di seluruh Indonesia dari bagian Timur hingga ujung Barat.

“Untuk Aceh sendiri EOA Center ini sudah ada di Banda Aceh, Meulaboh, Aceh Tamiang, dan akan menyusul di beberapa daerah lainnya seperti Lhokseumawe, Langsa, Bireun, serta tidak menutup kemungkinan untuk daerah lain di bumi Aceh tercinta ini,” imbuhnya.

Kemudian, lanjutnya, untuk Korwil I Provinsi Aceh, Ustadz dr. Ramadhanus merupakan dewan pembina, yang secara kontinyu melakukan pembinaan rutin melalui Zoom Meeting, ataupun diskusi WhatsApp Grup kepada para Ketua EOA Center dan jajarannya di daerah.

“Jadi, bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat sahabat-sahabat Employee of Allah di bawah naungan EOA Center Banda Aceh dengan segala program-programnya, boleh bersilaturahmi ke kantor EOA Center Banda Aceh. Atau menghubungi sekretaris EOA Center Banda Aceh Bunda Melly Dayanti untuk mendapatkan info-info yang ingin ditanyakan langsung hubungi nomor +62852-6012-3133. Salam ukhuwah,” ucap Ustadz Saiful Rias. [red]

Bantah Pernah Marah, Ducati: Malah Kami Gak Sabar Ingin ke Indonesia

0

Nukilan.id – Jelang ajang balap WBSK di Sirkuit Mandalika, 19-21 November mendatang, Indonesia tengah dihebohkan oleh sebuah kabar tidak mengenakkan dari media yang bermarkas di Swiss, Speedweek.com.

Dalam pemberitaan media balap tersebut mengatakan, pada hari Rabu waktu makan siang, seorang koresponden Indonesia membocorkan video dan gambar yang mengganggu ke Speedweek.com tentang seorang karyawan trek balap dari penyelenggara lokal MGPA membuka kotak kargo Ducati dan mengutak-atik sepeda motor pembalap pabrik Michael Rinaldi. Peti barang hanya boleh dibuka oleh bea cukai dan tim untuk mencegah spionase dan manipulasi industri.

Lebih lanjut, Speedweek.com memberitakan bahwa Bos Ducati, Paolo Ciabatti marah atas kejadian itu.

“Paolo Ciabatti bereaksi dengan tidak mengerti dan marah atas kejadian yang tak tertahankan ini, seperti yang kita ketahui di motorsport hanya dari negara-negara dunia ketiga dan dari 40 tahun yang lalu. Kami tidak tahu apakah mantan pegawai MGPA itu membuka kotak lagi. Ini tidak dapat dikesampingkan dan sedang diselidiki,” tulis Speedweek.com, Rabu, 10 November 2021.

Namun, menyikapi viralnya pernyataan yang mengatasnamakan pabrikan asal Italia tersebut, Ducati membantah pernah marah bahkan sebaliknya tidak sabar ingin segera datang ke Indonesia.

“Terkait apa yang terjadi di Sirkuit Mandalika, Aruba.it Racing – Tim Ducati ingin mengklarifikasi bahwa pihaknya belum membuat pernyataan apapun. Satu-satunya hal yang ingin kami katakan adalah: “Kami tidak sabar untuk berada di Indonesia.”,” tulis Ducati di laman Twitternya, Kamis (11/11) kemarin.

Hal senada juga di ungkapkan secara pribadi oleh Bos Ducati, Paolo Ciabatti lewat akun Instagramnya, Jumat (12/11).

“Kami mencintai Indonesia, kami menantikan untuk balap di Sirkuit Internasional Mandalika,” tulisnya.

“Sangat keliru! Saya tidak pernah membuat komentar apapun terkait masalah itu. Indonesia adalah sebuah negara yang sangat saya cintai,” lanjut Paolo menjawab sebuah pertanyaan di kolom komentar. [lombokinsider.com]

Tgk Irawan: Keluarga Sakinah Kunci Keutuhan Bangsa

0
Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag mengajak masyarakat untuk merencanakan keluarga yang sakinah sebagai kunci keutuhan bangsa.

Hal tersebut diutarakannya saat membuka kegiatan sosialisasi ketahanan keluarga di dalam kehidupan masyarakat untuk aktivis perempuan yang ada di tiga Kabupaten/Kota, yaitu Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kota Sabang.

Kegiatan yang mengusung tema “Ketahanan Keluarga, Kunci Keutuhan Bangsa” tersebut berlangsung selama dua hari, dari tanggal 10-11 November 2021 di Hotel Grand Nanggroe, Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Dan dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A), Nevi Ariyani, SE.

Tgk. Irawan Abdullah menyampaikan, ketahanan keluarga tidak hanya di bidang sandang, pangan, papan, dan ekonomi saja. Akan tetapi, ketahanan di bidang rohani merupakan kunci terpenting untuk menciptakan keluarga yang harmonis.

“Salah satu kata kunci dalam keluarga sakinah adalah adanya kehidupan religi dengan amalan-amalan syariat dari semua anggota keluarga,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar para peserta yang hadir hendaknya dapat berperan dalam menciptakan keluarga sakinah melalui sosialisai kepada masyarakat dan kerabatnya ketika sudah kembali ke daerahnya masing-masing.

“Nanti tolong disampaikan kepada saudara yang lain tentang kegiatan sosialisasi ini. Karena dengan keutuhan keluarga, otomatis akan sangat memperkuat keutuhan bangsa kita dan menjadikan negara kita lebih baik,” pinta Tgk Irawan, yang juga sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.

Tgk. Irawan berharap, dengan adanya materi yang disampaikan para pakar yang expert di bidangnya, para peserta bisa paham dan dapat menerima dengan baik, bahwa salah satu faktor adanya keluarga sejahtera datang dari keluarga sakinah yang merencanakan tata kelola keluarga dengan baik dari jauh-jauh hari.

“Sehingga kita dapat menjadikan keluarga kita terjaga dan selalu dalam keadaan Sakinah Mawaddah Warrahmah,” ungkapnya.

Selain menerima materi, tambahnya, peserta juga dapat mengembangkan dan menambah ilmu tentang ketahanan keluarga yang nantinya dapat diimplementasikan dalam keluarga sendiri dan disampaikan ke masyarakat luas.

“Tentu kita tidak berharap sebagaimana yang diberitakan oleh media-media akhir-akhir ini, bahwa kasus perceraian dan masalah keluarga semakin tinggi dan mengkhawatirkan. Oleh karena itu, kita semua perlu menyiapkan keluarga yang sakinah jauh-jauh hari,” pungkas Tgk Irawan.

Adapun pemateri yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Muhammad Yasir Yusuf, M.A. membahas tentang “Pengelolaan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga”, Tri Wahyudi, S.T. menyampaikan tentang “Ketahanan Keluarga di Era Digital”, dan dr. Ramadhanus, CH., CHt., CT., NNLP., CET. menyampaikan materi “Komunikasi dan Interaksi Keluarga” serta beberapa pemateri lainnya. []

Singgung Arti Pahlawan Masa Kini, Dirjen Bina Adwil Apresiasi Nakes

0

Nukilan.id – Tenaga Kesehatan berada dalam posisi yang sangat menentukan di sektor hilir penanganan Pandemi Covid-19. Mereka harus bekerja meski dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan resiko tinggi terpapar virus Covid-19. Bahkan, tidak sedikit tenaga kesehatan termasuk SDM penunjang kesehatan yang harus berakhir hidupnya karena pengorbanan menangani pasien Covid-19 dan ikut terinfeksi.

Hal tersebut mengemuka disela-sela acara ‘Pemberian Penghargaan Bagi Tenaga Kesehatan dan SDM Penunjang Tingkat Nasional Tahun 2021, di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (11/11/2021).

Dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA yang hadir mewakili Mendagri, menyampaikan bahwa “Aksi heroik dan dedikasi para tenaga kesehatan dan SDM penunjang kesehatan selama ini, menjadikan pahlawan dalam arti sesungguhnya di era pandemi Covid-19 saat ini,” tegas dia.

Untuk itu menjadi komitmen Kemendagri untuk memprioritaskan dan memastikan pemberian insentif dan santunan kepada tenaga kesehatan hingga para relawan di bayar secara penuh dan tepat waktu.

“Segera langsung lapor saya, jika gaji atau intensif tenaga kesehatan tidak diberikan atau telat,” kata Safrizal.

Ia menegaskan, tidak rela rasanya jika insetif yang tidak seberapa besar yang menjadi hak para tenaga kesehatan dan SDM Penunjang Kesehatan tertunda atau telat dibayarkan dengan alasan apapun.

Dengan pengalaman lapangan sebagai Pj Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal, paham betul bahwa pemberian intensif adalah salah satu wujud rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi dari pemerintah kepada para pejuang kesehatan yang telah berkorban jiwa dan raga selama ini.

Safrizal yang juga Wakil Ketua Satgas Nasional Penanganan Covid-19, menjelaskan Kementerian Dalam Negeri terus melakukan asistensi terhadap pemerintah daerah untuk mendorong perealisasian insentif tenaga kerja kesehatan yang dijanjikan secara tepat waktu dan penuh.

“Dukungan tidak kalah penting ialah pemerintah daerah juga wajib mengalokasikan paling sedikit 8 persen APBD untuk penanganan COVID-19,” ujarnya

Safrizal menekankan juga terkait “Kolaborasi”. Bahwa kolaborasi adalah kata kunci penanganan pandemi Covid-19 sehingga Indonesia disebut sebagai salah satu negara terbaik dalam penanganan pandemi menurut WHO.

“Nakes sebagai leading sektor di hilir dibantu seluruh komponen masyarakat beserta TNI-Polri, Pemda, Satpol PP untuk mencegah penyebaran pandemi di sektor hulu, kolaborasi hulu-hilir ini menjadi strategi yang terbukti berhasil” jelasnya.

“Sampai saat ini berbagai penghargaan dari pemda kepada tenaga kesehatan juga sudah dilakukan, seperti pemberian kenaikan pangkat, insentif, piagam pengahargaan dan santunan kepada tenaga kesehatan yang telah gugur di medan perjuangan”, tambahnya.

Ia juga berpesan Pandemi Covid-19 meskipun telah terjadi pelandaian kasus, harus terus menerapkan disiplin prokes, khususnya dalam menghadapi libur nataru (natal dan tahun baru) dan kemungkinan mutasi virus baru.

Sebagai penutup, pada acara yang diselenggarakan secara hybrid tersebut, Menteri Kesehatan didampingi Dirjen Bina Adwil dan Juru Bicara Satgas Covid-19 yang hadir mewakili BNPB, menyerahkan penghargaan secara langsung kepada 20 perwakilan nakes dan SDM Penunjang Tenaga Kesehatan. []

Seluruh Anggota Kafilah Aceh Dapat Tampil di MTQ Korpri

0

Nukilan.id – Kafilah Aceh yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kopri tingkat Nasional ke-5 di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi kafilah pertama yang dipanggil mengikuti registrasi ulang pada hari Jumat, 12 November 2021 hari ini tepat pukul 08.30 WITA.

Hasil dari registrasi ulang itu, semua anggota kafilah Aceh dipastikan dapat tampil pada semua nomor atau cabang yang diikuti seperti dilaporkan oleh Ketua Rombongan ustadz T Mardhatillah SHI MH.

Acara registrasi ulang itu berlangsung di aula Dinas PU Cipta Karya Sultra.
Kepada wartawan Mardhatillah mengatakan, ajang MTQ itu sendiri berlangsung mulai Senin mendatang.

“Berikut merupakan nama-nama peserta yang lolos registrasi beserta cabangnya, M Ruslan dan Nonong Sasmita cabang Tilawah, Ihsan dan Ely Silviani cabang Tartil, Ahsanur Rifki dan Aminah cabang Tahfizh Al Baqarah, Taisir dan Syathriah cabang Tahfizh Ali Imran – An Nisa, Muhadar cabang Tahfizh Juz 30 serta Syahrul dari cabang Azan.

Sementara, Fathurrahmi cabang Do’a, Fajri cabang Khutbah, Rustandi dan Bainun Siregar cabang Dakwah, Nazarudin dan Zuleha (Khat Dekorasi)
T. Mahmudin dan Nining Sundari cabang Khat Kontemporer dan Syamsuddin cabang Khat Digital, jelas Mardha sapaan akrab T Mardhatillah SHI MH.

Jalin Kerjasama dengan PEMA, PT Alpine Green Bangun Pabrik Cangkang Sawit di KIA Ladong

0

Nukilan.id – PT Alpine Green akan membangun pabrik pengelolaan cangkang sawit untuk pasar ekspor di atas lahan seluas 200 hektar di Kawasan Industri Aceh (KIA) di Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Direktris PT Alpine Green Energy, Iyohama mengatakan, pembangunan pabrik pengelolaan cangkang sawit tersebut akan dimulai akhir Desember 2021 mendatang.

“Rencana kita mendirikan pabrik pada Desember akhir tahun 2021, dan target expor kita pertamanya itu ke Jepang pada bulan Maret 2022,” kata Iyohama kepada Nukilan.id di sela penandatangan naskah kerjasama dengan PT Pembangunan Aceh (PEMA) di Banda Aceh, Jum’at (12/11/2021).

Kata dia, Aceh memiliki kawasan dan lahan yang sangat bagus, seperti di wilayah Barat Selatan dan wilayah Timur yang juga memiliki banyak bahan baku cangkang sawit

“Jadi bahan bakunya kita beli langsung dari Aceh. Kemudian kita ekspor ke Jepang, biar mereka tau kalau Aceh punya cangkang sawit, karena selama ini Jepang tidak tau, yang mereka tau cangkang sawit hanya dari Medan dan Pekan Baru, padahal Medan sendiri belinya dari Aceh,” terang Iyohama.

Iyohama menegaskan, untuk tenaga kerja pihaknya akan menggunakan tenaga kerja dari Aceh. Kecuali tenaga ahli yang memang harus didatangkan langsung dari luar daerah.

“Karena kita juga tidak mau mengambil resiko,” ungkap wanita kelahiran Aceh itu.

Sementara itu, Iyohama menyatakan, sampai saat ini ada 11 perusahaan pengelola sawit yang sudah bekerja sama dengan PT Adline Green.

“Saya berharap perusahaan-perusahaan lain juga dapat bekerja sama dengan kita, agar kita dapat memperkenalkan bahan baku Aceh ke Jepang, bahwa Aceh juga punya potensi di tanaman sawit,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Iyohama menargetkan, pada tahun pertama pihaknya akan mengekspor cangkang sawit sebanyak 5000 ton/bulan dan pada tahun kedua 10.000 ton/bulan.

“Selanjutnya kedepan kita berharap bisa ekspor sebanyak 20.000 ton/bulan,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Warga Kampung Sriwijaya Aceh Tamiang Terima Hadiah Umroh Gratis dari Polda Aceh

0
Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Imam Asfali saat menyerahkan hadiah umroh gratis ke rumah Sudarman di Dusun Sedar, Kampung Sriwijaya, kecamatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Jum'at (12/11/2021). Foto: Nukilan/Poris

Nukilan.id – Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar diwakili Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Imam Asfali menyerahkan voucher umroh gratis kepada Sudarman (46) pemenang undian vaksinasi massal Polda Aceh.

Penyerahan voucher umroh gratis itu dilakukan dengan mendatangi langsung rumah Sudarman di Dusun Sedar, Kampung Sriwijaya, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jum’at (12/11/2021).

Sudarman merupakan karyawan di Perusahan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Tamiang yang sehari-harinya bertugas sebagai tenaga kebersihan.

“Ada 10 paket voucher umroh gratis seluruh Aceh dari Kapolda. Alhamdulilah salah satunya masyarakat kita di Aceh Tamiang yang mendapatkan paket umroh gratis yang telah diundi secara acak,” kata Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Imam Asfali.

Imam menyampaikan, kegiatan vaksinasi massal untuk tahap kedua telah dimulai pada 10 hingga 30 November 2021. Jadi bagi masyarakat Aceh Tamiang yang belum vaksin agar dapat mengikuti kegiatan vaksinasi massal di tahap kedua nantinya.

“Semoga kita tetap sehat, karena paket umroh di tahap kedua ada 30 paket yang disediakan oleh Polda Aceh yang terhitung dari tanggal 10 November s/d 30 November 2021,” ungkapnya.

Sementara itu, Sudarman mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Aceh dan Kapolres Aceh Tamiang yang telah memberikan hadiah umroh gratis.

“Saya sangat bersyukur atas hadiah yang diberikan kepada saya yang tidak pernah terpikir untuk mendapatkan hadiah umroh ini,” ucapnya terharu.

Reporter: Poris

DPP Lantik Hj Ismaniar dan Pengurus DPD KPPI Aceh

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ketua Umum DPP Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), Dwi Septiawati Djappar melantik Dewan Pengurus Daerah (DPD) KPPI Provinsi Aceh yang dinahkodai, Hj. Ismaniar, SE untuk periode 2021- 2026 di Hotel Hermes Palece, Jumat (12/11/2021).

Dalam sambutannya, Ketum DPP KPPI, Dwi Septiawati Djappar menyampaikan, komitmen KPPI pada 2024 adalah memastikan minimal 30% perempuan di parlemen mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi maupun tingkat nasional. Dan dirinya yakin dengan dukungan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah beserta jajarannya serta dengan DPR Aceh dapat tercapai, karena hadirnya perempuan politik adalah bagian dari dedikasi dan perjuangan.

“Perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak politik, bukan suatu hal yang mudah diraih. Hal ini bukan hanya dilakukan baru-baru ini namun sudah dilakukan sejak dahulu kala, dimana Perempuan juga banyak berperan dalam merebut kemerdekaan bangsa,” ungkap Dwi.

Sementara itu, Ketua DPD KPPI Aceh, Ismaniar mengatakan, pihaknya siap memperjuangan dan berusaha untuk mencapai 30% keterwakilan perempuan di parlemen termasuk di lembaga-lembaga politik di Aceh.

“Kita juga akan mendorong partai politik untuk menempatkan 30% perempuan di posisi strategis,” ujarnya.

Selain pelantikan pengurus baru, DPD KPPI Aceh juga menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dibuka langsung oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya manusia dan Hubungan Kerjasama, Bukhari.

Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Gubernur Aceh, Bukhari mengucapkan selamat kepada jajaran DPD KPPI Provinsi Aceh Periode 2021-2026 yang baru dilantik.

Ia berharap organisasi tersebut dapat mendukung kegiatan pemberdayaan perempuan dalam segala aspek, sehingga perempuan Aceh memiliki wawasan yang luas dan mampu tampil sebagai pemimpin di ruang publik.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Sekretaris DPP KPPI berserta jajaran pengurus DPP, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya manusia dan Hubungan Kerjasama, Bukhari, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Safrida Yuliani, anggota DPR-RI, Rafli, anggota Komisi I DPR Aceh, Darwati A Gani, anggota DPRK Banda Aceh, Kasumi Sulaiman.[red]

Musannif Minta Fraksi PPP DPR Aceh Stop Setor Uang Bulanan ke Amri M. Ali

0
Ketua DPC PPP Aceh Besar, H. Musannif, (Foto: Ist)

Nukilan.id – Hingga enam bulan lamanya pasca Musyawarah Wilayah IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Aceh, yang digelar pada 31 Mei 2021 silam di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, surat keputusan (SK) DPW PPP Aceh tak kunjung diterbitkan oleh DPP PPP.

Padahal diketahui, hasil muswil tersebut telah menetapkan enam anggota formatur yaitu, Tgk. H. Musannif (DPC PPP Aceh Besar); Tgk. Muzanni (DPC Aceh Jaya); Zainuddin Iba (DPC Aceh Utara); Muzakir Selian (DPC Aceh Tenggara); Daifunnas (DPC Aceh Selatan); dan Tgk. Amri M. Ali (demisioner ketua DPW PPP Aceh).

Anggota formatur, Tgk. H. Musannif menyampaikan, akibat tidak dikeluarkan SK DPW PPP Aceh dan penetapan ketua tersebut, hingga saat ini anggota DPR Aceh Fraksi PPP mengaku masih menyetorkan uang bulanan kepada Tgk. Amri yang masih mengatasnamakan diri sebagai DPW PPP Aceh hingga hari ini.

Padahal jelas, Tgk. Amri bukan lagi sebagai ketua DPW PPP Aceh. Artinya Amri sudah demisioner.

“Maka untuk itu, kami atas nama tim formatur yang terpilih dalam muswil PPP IX Aceh meminta kepada seluruh anggota DPR Aceh agar tidak lagi menyetorkan uang bulanan tersebut kepada Tgk. Amri, atau kepada siapapun yang mengatasnamakan DPW PPP Aceh,” kata Musannif kepada Nukilan.id, Jumat (12/11/2021).

Dia juga mempertanyakan bagaimana cara Amri mempertanggungjawabkan uang dari hasil pemotongan tersebut yang diduga telah berjalan selama enam bulan terakhir dan ditaksir mencapai angka Rp180 juta.

“Jelas bahwa Amri ini sudah demisioner, jadi bagaimana cara dia mempertanggungjawabkannya, kemana uang itu dipakai. Dan yang anehnya, sampai saat ini kemana-mana dia masih mengatasnamakan diri DPW PPP Aceh, dan masih berkantor di DPW, padahal itu bukan kapasitas dia lagi, dan dia tidak berhak lagi mengatasnamakan diri DPW PPP Aceh dalam kegiatan apapun dan dimanapun,” kata Musannif.

Oleh karena itu, Musannif mendorong anggota DPR Aceh Fraksi PPP untuk tidak lagi menyetorkan uang bulanan tersebut sampai adanya SK dari DPP PPP terkait kejelasan siapa ketua PPP Aceh ke depan.

“Nanti setelah adanya SK dari DPP, anggota DPR Aceh Fraksi PPP barulah boleh menyetorkan kembali uang bulanan tersebut,” ujarnya.

Begitu juga dengan sisa uang kas DPW PPP Aceh yang dilaporkan dalam muswil lalu masih tersisa Rp200 juta. Jika Amri masih mengatasnamakan diri DPW PPP Aceh, dikhawatirkan uang tersebut juga telah terpakai.

“Jika uang Rp200 juta itu juga terpakai, terpakai kemana, dan bagaimana cara Amri mempertanggungjawabkan itu, pada momen apa dia mempertanggungjawabkannya, yang jelas-jelas dia sudah demisioner. Kami mempertanyakan ini, dan tentunya bila ada penyelewengan kami tidak segan-segan untuk melaporkannya ke jalur hukum,” tegasnya.

Enam Nakes Polres Aceh Timur Terima Penghargaan

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Sebanyak 6 Tenaga Kesehatan (Nakes) beserta personel yang terlibat aktif dalam pelaksanaan vaksinasi di Wilayah Hukum (Wilkum) Polres Aceh Timur mendapat penghargaan dari Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.I.K., Jumat (12/11/2021) di Aula Bhara Daksa Mapolres Setempat.

Dalam kesempatan itu, Mahmun secara langsung mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan jerih payah Nakes Klinik Polres Aceh Timur, sehingga kegiatan vaksinasi di Gerai Vaksin Presisi Polres Aceh Timur berjalan dengan lancar.

Mahmun menambahkan, Nakes yang menerima penghargaan ini dinilai pantas, lantaran mereka rela membantu berjalannya program vaksinasi yang diadakan oleh Polres Aceh Timur dengan penuh ikhlas.

Ia berharap, penghargaan tersebut dapat menambah semangat para Nakes dalam menyukseskan program vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah

“Semoga ini dapat memicu semangat saudara-saudara untuk tetap tegak lurus menyukseskan program vaksinasi, sehingga herd immunity masyarakat di Kabupaten Aceh Timur khususnya segera terwujud,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga turut hadir Wakapolres Aceh Timur Kompol Chairul Ikhsan, S.I.K., Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Timur Ny. Endang Sandy Sinurat beserta pengurus, para Pejabat Utama, dan Nakes Klinik Polres Aceh Timur. []