Beranda blog Halaman 1820

Kapolda Aceh Terima Tim Peneliti dari Puslitbang Polri

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M. yang diwakili Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Drs. H. Agus Kurniady Sutisna, MM., MH. menerima kedatangan tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang Polri) di Mapolda Aceh, Senin (7/2/2022).

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/2).

Winardy menjelaskan, Puslitbang adalah unsur pendukung di bidang penelitian, pengkajian, dan pengembangan pada tingkat Mabes Polri yang berada di bawah Kapolri yang bertugas menyelenggarakan fungsi perencanaan dan penyusunan program penelitian, pengkajian, serta pengembangan di bidang penegakan hukum, pemeliharaan Kamtibmas, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

Selama di Aceh, kata Winardy, tim akan melakukan penelitian baik bidang pembinaan maupun operasional kepolisian, terutama untuk mengoptimalisasi pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi pegawai negeri pada Polri.

“Mereka akan melakukan penelitian, tentunya yang berkenaan dengan kepolisian. Respondennya juga akan ditentukan sesuai kebutuhan,” sebutnya.

Demokrat Aceh Gelar Musyawarah Cabang Serentak

0
Ketua Pelaksana Muscab Partai Demokrat Aceh, Aidil Mashendra. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh akan menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak guna memilih Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota yang akan dilaksanakan pada Rabu (09/02) di Banda Aceh.

Pelaksanaan Muscab kali ini akan diselenggarakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama akan diikuti oleh 13 DPC yaitu Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Aceh Singkil.

Ketua pelaksana Muscab Partai Demokrat Aceh, Aidil Mashendra, menyampaikan bahwa Muscab merupakan amanah Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD-ART) Partai Demokrat yang harus dilaksanakan.

“Musyawarah Cabang adalah amanah yang harus dilaksanakan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART),” ungkap Aidil.

Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Daerah tersebut juga menjelaskan penetapan ketua DPC Demokrat yang baru di tiap-tiap kabupaten/kota masih harus menunggu proses beberapa tahapan lagi.

“Untuk proses saat ini sudah ditahap pendaftaran bakal calon. Kemudian Calon Ketua ditetapkan dalam Muscab. Selanjutnya, yang telah ditetapkan sebagai Calon Ketua akan mengikuti Fit and Proper Test,” jelasnya.

Partai Demokrat dibawah kepemimpinan AHY memiliki jalur yang berbeda dalam pemilihan ketua di tingkat daerah maupun cabang. Untuk menjadi ketua partai selain mendapat dukungan,  juga harus memiliki kemampuan yang akan diuji melalu proses Fit and Proper Test.

Tim Fit and Proper Test nantinya terdiri dari Ketua Umum Partai Demokrat, Sekjen Partai Demokrat, Kepala BPOKK DPP, Ketua DPD Partai Demokrat, dan Sekretaris DPD Demokrat.

Badan Komunikasi Strategis (BAKOMSTRA) DPD Partai Demokrat Aceh
Firdaus Noezula
0853 5810 5669

Memahami Pentingnya Keberadaan Lahan Basah Bagi Lingkungan

0
Ilustrasi lahan basah yang menjadi habitat bangau © IZWAN IS/Shutterstock

Nukilan.id – Setiap tanggal 2 Februari, berbagai negara di seluruh dunia termasuk Indonesia secara bersama-sama memperingati salah satu momentum pelestarian lingkungan yakni World Wetlands Day atau Hari Lahan Basah Sedunia.

Peringatan ini dicetuskan atas dasar ditandatanganinya konvensi lahan basah yang dikenal juga sebagai Konvensi Ramsar, pada tahun 1971 di Kota Ramsar, Iran. Indonesia sendiri baru ikut serta sebagai negara yang terlibat dan menandatangani konvensi tersebut pada tahun 1991, dengan diterbitkannya Keppres 48 tahun 1991 yang merupakan ratifikasi Konvensi Ramsar.

Meski sudah dicetuskan sejak tahun 1971, namun peringatan Hari Lahan Basah Sedunia sendiri baru diresmikan pada tahun 1996 dan untuk pertama kalinya diperingati secara bersamaan oleh seluruh negara-negara anggota konvensi pada tahun 1997.

Sedangkan jika bicara mengenai maknanya, Hari Lahan Basah Sedunia diperingati untuk meningkatkan kesadaran global mengenai peran penting lahan basah bagi manusia dan bumi.

Peran Besar Lahan basah

Mengutip penjelasan dari laman World Wetlands Day, lahan basah sendiri didefinisikan sebagai wilayah yang tanahnya tergenang air karena keadaan tanah yang jenuh terhadap air baik secara permanen atau musiman. Adapun genangan air yang dimaksud biasanya dapat berupa air mengalir atau air diam.

Sementara itu jika dibedakan, beberapa contoh yang masuk ke dalam jenis lahan basah alami di antaranya terdiri dari lahan gambut, bakau, rawa, dan pesisir, sedangkan lahan basah buatan yang selama ini dapat dengan mudah ditemui berupa sawah, tambak, dan bendungan.

Mengapa lahan basah penting?

Masih menurut sumber yang sama, diketahui bahwa meski lahan basah hanya menutupi sekitar 6 persen dari permukaan tanah di bumi, namun pada bagian tersebut pula ditemukan adanya sekitar 40 persen spesies tumbuhan dan hewan yang hidup serta berkembangbiak di dalamnya.

Tidak hanya melimpah, ekosistem keanekaragaman hayati yang ada di lahan basah juga dapat dikatakan unik, karena menjadi perpaduan antara ekosistem perairan dan darat.

Fakta menarik lainnya, lahan basah dikenal memiliki kemampuan menyimpan karbon permukaan (top carbon) bumi dalam jumlah banyak, bahkan kemampuannya disebut mencapai tiga kali lebih banyak daripada gabungan semua hutan di dunia, sehingga dapat membantu memperlampat pemanasan global dan mengurangi polusi.

Di sisi lain, kondisi ini ibarat memiliki dua bilah mata pisau yang dapat memberi dampak berlawanan. Karena kenyataannya, apabila salah satu jenis lahan basah yakni gambut yang memiliki kandungan organik tinggi dikeringkan dan dihancurkan, lahan basah tersebut dapat mengeluarkan karbondioksida dalam jumlah besar.

Berangkat dari hal tersebut, penting disadari bahwa lahan basah memiliki peran yang sangat besar dalam mitigasi perubahan iklim dan bencana, karena wujud lahan basah dapat menjadi tameng dari bencana seperti banjir maupun abrasi, karena kemampuan mengelola dan menyerap air hujan secara maksimal.

Lain itu jika bicara mengenai dampak keberlanjutannya, air yang ada pada lahan basah dapat menjadi solusi untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat sekitar ketika musim kemarau panjang, dengan catatan dikelola dengan baik.

Ancaman yang membayangi lahan basah

Jika bicara mengenai keberadaan, penyebaran lahan basah yang ada di Indonesia secara total diperkirakan mencapai 30 juta hektare. Namun, luas tersebut diyakini terus menurun.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut terbukti setelah PBB melaporkan bahwa setidaknya selama 50 tahun sejak tahun 1970, 35 persen lahan basah di dunia telah hilang akibat aktivitas manusia seperti penangkapan ikan secara berlebihan, pergeseran lahan pertanian, polusi, eksploitasi sumber daya yang berlebihan, dan lain sebagainya.

Karena hal itu pula, kini lahan basah menjadi ekosistem paling terancam di bumi karena mengalami penurunan ekosistem 3 kali lebih cepat dibanding hutan.

Tentu, akibat yang ditimbulkan dari semakin berkurangnya keberadaan lahan basah terutama di sejumlah wilayah pesisir di antaranya adalah perubahan iklim, meningkatkan risiko banjir, menghilangkan fungsi penjernihan air, hilangnya keanekaraman hayati, terjadinya erosi, dan masih banyak lagi.

Upaya berkelanjutan di World Wetlands Day 2022

Dengan segala kondisi dan ancaman yang dihadapi oleh ekosistem lahan basah, tak heran jika peringatan Hari Lahan Basah Sedunia kerap dijadikan momentum untuk bersama-sama menyadarkan berbagai pihak akan pelestarian ekosistem satu ini.

Di tahun 2022, peringatan Hari Lahan Basah mengangkat tema kegiatan Wetlands Action for People and Nature atau Aksi Lahan Basah untuk Manusia dan Alam. Pesan yang ingin disuarakan kepada khalayak luas menyorot secara besara aspek value, manage, dan restore.

Jika diartikan secara lebih detail, value yang dimaksud adalah menghargai lahan basah atas berbagai manfaat terhadap kehidupan manusia dan kesehatan planet, sementara manage yaitu mengelola dengan bijak dan pemanfaatan yang berkelanjutan, terakhir restore adalah upaya pemulihan atas lahan basah yang telah terdegradasi.

Salah satu kawasan di Indonesia yang sudah menyambut momentum Hari Lahan Basah bahkan sejak akhir bulan Januari lalu adalah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melakukan rangkaian acara pada tanggal 25-26 Januari lalu, BBKSDA NTT menggandeng berbagai lapisan partisipan mulai dari kelompok masyarakat, pelajar, dan mahasiswa untuk melakukan aksi pengamatan satwa di sekitar area lahan basah, penamaman mangrove, dan pembersihan sampah di beberapa wilayah Pulau Timor, Flores, dan Rote.

Sumber: goodnewsfromindonesia

Mengenal Mambruk, Burung Dara Endemik Papua dengan Mahkota Terindah

0
Mambruk (Goura) Victoria © Konstantin Aksenov/Shutterstock

Nukilan.id – Memiliki banyak wilayah hutan yang masih belum terjamah, membuat Papua menjadi salah satu kawasan di mana sejumlah satwa endemik nan unik yang tidak dapat ditemui di negara bahkan pulau Indonesia lainnya tetap terjaga.

Terbukti, berdasarkan data yang dimiliki oleh Burung Indonesia per tahun 2021 kemarin, dari sebanyak 1.812 spesies burung endemik yang ada di tanah air, 650 spesies di antaranya berasal dari tanah Papua.

Beberapa jenis burung endemik Papua yang sejatinya sudah tidak asing di kalangan pegiat lingkungan atau bahkan masyarakat umum sebut saja Cenderawasih, Astrapia Arfak, Maleo Kamur, dan masih banyak lagi.

Di lain sisi, masing-masing jenis burung endemik tersebut hampir semuanya memiliki ciri khas keindahan yang berbeda sehingga menjadi sesuatu yang sangat dibanggakan dari segi keanekaragaman hayati.

Contohnya, di antara sekian banyak spesies burung endemik yang ada, terdapat satu spesies dengan wujud cantik berupa mahkota unik di bagian kepalanya, yaitu burung Mambruk atau dikenal juga dengan nama ilmiah Goura.

Mengenal burung mambruk

Menjadi bagian dari ordo Columbiformes, yaitu pengklasifikasian yang meliputi jenis burung merpati atau dara, mambruk merupakan satu-satunya jenis burung merpati darat yang memiliki ukuran besar di kisaran 58-79 sentimeter.

Dilihat dari wujudnya, burung mambruk memiliki bulu berwarna biru keabu-abuan dengan bagian sayap berwarna merah marun. Lain itu, burung satu ini juga memiliki mata merah dengan lapisan hitam di sekitarnya.

Pada bagian kepala, mambruk memiliki bulu-bulu jambul yang nampak terangkai dengan rumit dan menyerupai kipas yang melebar, jambul tersebut yang nyatanya membuat mambruk terlihat seperti memiliki mahkota yang indah dan tidak dimiliki burung merpati lainnya.

Bicara mengenai masa hidup, belum ada data yang menunjukkan sampai kapan kira-kira masa hidup burung mambruk di alam. Namun mengutip Mongabay Indonesia, jika dalam fasilitas buatan seperti kebun binatang burung satu ini dapat bertahan hingga 35 tahun atau lebih, beberapa bahkan ada yang bisa bertahan hingga 40 tahun.

Fakta lainnya, bagi masyarakat Papua mambruk ternyata pernah dipandang sebagai satwa layaknya ayam yang bisa diperlihara dan dikonsumsi. Namun seiring berjalannya waktu, kini burung mambruk sudah dilindungi dan membuatnya masuk ke dalam salah satu jenis satwa yang tidak boleh diburu untuk dikonsumsi.

Tiga jenis mambruk

Perihal spesies, burung mambruk memiliki tiga jenis berbeda di mana tiga-tiganya dapat dipastikan merupakan satwa endemik Papua. Adapun tiga jenis yang dimaksud yaitu mambruk selatan, mambruk ubiaat, dan mambruk victoria.

Meski memiliki tiga jenis berbeda, namun masing-masing dari jenis tersebut tidak dapat dibedakan hanya dengan mengamati sekilas bentuk morfologi tubuh dari luar, melainkan hanya bisa dibedakan dengan tes DNA atau pembedahan.

Membahas lebih detail mengenai masing-masing jenis, yang pertama adalah mambruk selatan (Goura scheepmakeri) di mana baik yang berkelamin jantan maupun betina nyaris tidak bisa dibedakan karena memiliki ukuran dan bentuk yang hampir sama, namun biasanya mambruk selatan jantan memiliki ukuran lebih besar dengan rata-rata panjang 70 sentimeter dan berat 2.250 gram.

Menariknya jenis satu ini ternyata masih memiliki dua sub-spesies lagi yang dibedakan berdasarkan warna bulu bahu dan perut, pertama mambruk selatan dengan bahu merah marun dan perut biru-abu-abu yang hidup di kawasan barat daya Papua. Sementara mambruk selatan lainnya memiliki bahu biru-abu-abu serta bagian perut merah marun dan dapat ditemui di wilayah tenggara Papua.

Mengenai habitat lebih spesifik, mambruk selatan hanya dapat ditemukan di hutan Kampung Fanamo, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika.

Jenis mambruk kedua adalah mambruk victoria dengan nama ilmiah Goura victoria. Memiliki ukuran lebih besar dari mambruk selatan yaitu 74 sentimeter, perbedaan yang dimiliki oleh jenis satu ini adalah bagian jambulnya yang memiliki ujung berwarna putih, kaki merah sedikit kusam, dan garis tebal berwarna abu-abu di sayap serta ujung ekornya.

Berbeda dengan mambruk selatan, mambruk victoria memiliki bentuk dan ukuran yang sama baik untuk yang berjenis jantan ataupun betina. Mengenai sebarannya, mambruk victoria tersebar di hutan dataran rendah, hutan sagu, dan hutan rawa di utara Papua termasuk Yapen, Biak, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Terakhir, adalah mambruk ubiaat yang memiliki nama ilmiah Goura cristata. Cirinya nyaris menyerupai gabungan dari dua jenis mambruk sebelumnya. Mambruk ubiaat biasa memiliki ukuran rata-rata 70 sentimeter dengan berat 2.100 gram.

Menilik status keberadaannya saat ini, menurut klasifikasi IUCN mambruk selatan dan mambruk ubiaat sudah berada di status vulnerable, sementara itu mambruk victoria masih ada di status near threatened.

Sumber: goodnewsfromindonesia

Perpani Aceh Jadi Tuan Rumah Indonesia Open/Sirnas Stage I

0
Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Prof Dr Nyak Amir, M.Pd. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh menjadi tuan rumah penyelenggara kejuaraan terbuka Indonesia atau Indonesia Open/Sirkuit Nasional (Sirnas) Stage I di Banda Aceh, 22 – 28 Mei 2022.

Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Prof Dr Nyak Amir, M.Pd kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu (6/2/2022) menyatakan, siap sebagai penyelenggara kejuaraan terbuka berlebel Indonesia Open/Sirnas Stage I.

Nyak Amir menyebutkan, Perpani Aceh ditunjuk dan dipercayai Pengurus Besar (PB) Perpani menyelenggarakan event tersebut sesuai surat PB Perpani nomor 021/KU/PB Perpani/2022 tertanggal 25 Januari, tentang penunjukkan sebagai tuan rumah penyelenggara kejuaraan panahan Indonesia Open/Sirkuit Nasional Stage I/2022.

“Penunjukkan itu menyusul pengajuan kita tahun lalu untuk menjadi tuan rumah Indonesia Open/Sirnas Stage I,” ujar profesor olahraga yang dikukuhkan beberapa waktu lalu di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Dijelaskannya, Indonesia Open yang juga sirkuit nasional seri (stage) pertama ini merupakan kelender event tahunan nasional PB Perpani.

Katanya, Perpani Aceh siap menjadi penyelenggara event ini. “Untuk memastikan kesiapan, kita sudah mengadakan rapat perdana dengan pengurus membahas ketersedian dan kebutuhan anggaran, sarana dan prasarana, peralatan, peserta, tehnis perlombaan dan jadwal di Coffe Pondok Kupi, Kahju, Aceh Besar, Sabtu (5/2/2022) malam.

“Semua hal itu kita fitkan terus untuk suksesnya penyelenggaraan kejuaraan panahan Indonesia Open/Sirnas Stage I yang kita jadwal berlangsung 22 – 28 Mei 2022 di lapangan Tugu USK Darusssalam, Banda Aceh,” kata guru besar olahraga USK ini.

Mengundang 43 Negara

Nyak Amir menyebutkan, Indonesia Open/Sirnas Stage I akan memperlombakan divisi recurve, compound, nasional dan barebow perorangan, beregu putra-putri dan beregu mix team. Memperebutkan 31 medali emas, 31 perak dan 31 perunggu.

Kejuaraan ini telah merencanakan mengundang 43 negara di Asia, 34 provinsi dan klub-klub di kabupaten/kota di Aceh. “Indonesia Open yang kita prediksikan diikuti 700 pemanah, minimal diikuti peserta dari sejumlah negara Asia,” ujar Nyak Amir yang juga Sekretaris Jenderal PB Perpani ini.

Simulator PON Aceh-Sumut

Nyak Amir menyebutkan, Indonesia Open/Sirnas Stage I ini juga sebagai ajang simulator bagi Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI bersama Sumatera Utara tahun 2024, karena cabang panahan diperlombakan di Aceh.

Sebagai kelender event PB Perpani untuk menentukan rangking atlet panahan Indonesia, mengukur dan mengevaluasi hasil pembinaan dan mendeteksi pemanah untuk multi event dan single event.

Doktor bidang olahraga alumni UNS 2004 ini menyebutkan, melalui event tersebut dapat memperkenalkan, mempromosi budaya dan parawisata Aceh di masyarakat nasional dan Internasional.

Selain itu, sebagai ajang silahturahmi sesama atlet lokal, nasional dan mancanegara. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, memasyarakatkan olahraga panahan sebagai budaya bangsa Indonesia.

Sebagai catatan, Pengprov Perpani Aceh yang dinakhodai Nyak Amir ini, sebelumnya juga telah menggelar kejuaraan berskala nasional dan internasional, pertama kejuaraan nasional (Kejurnas) 2017, Kejurnas antar klub 2019, kejuaraan international 2021.

Sementara itu, selain Nyak Amir dalam rapat perdana pembahasan pelaksanaan Indonesia Open/Sirnas Stage I, turut hadir Wakil Ketua Pengprov Perpani Aceh, Ahmad Husein, Amin Said, Saifuddin dan sejumlah pengurus lainnya. []

Sabang Marathon 2022 Berlangsung Semarak, Aceh Siap Sambut Wisatawan

0
Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Teuku Hendra Faisal, SE, M.Si dalam Event Sabang Marathon 2022 di Kota Sabang, Minggu (6/2/2022). Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Penyelenggaraan Event Sabang Marathon yang dilaksanakan di Kota Sabang pada Minggu 6 Februari 2022 berlangsung semarak.

Ratusan peserta hadir dari berbagai daerah, termasuk dari ibu kota, Jakarta. Bahkan, para wisatawan yang tengah berlibur di sana turut memeriahkan olah raga wisata (sport tourism) ini.

Tak hanya itu, Sabang Marathon ini juga bertambah meriah dengan atraksi seni budaya dan beragam hadiah (doorprize) menarik yang disediakan panitia.

Para peserta dilepas oleh Wakil Wali Kota Sabang, Drs Suradji Junus didampingi Sekda Sabang, Drs Zakaria MM dan Kepala Bidang Pemasaran (Kabid) Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Teuku Hendra Faisal, SE, M.Si mewakili Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si Ak.

 

Berangkat dari arena Sabang Fair, peserta Sabang Marathon yang diikuti dari segala usia itu menyusuri sejumlah spot wisata yang memukau, di antaranya kawasan Pantai Paradiso, Tugu Sabang Merauke, Taman Kota Sabang, Tugu Menara Merah Putih, dan lokasi bersejarah (heritage) di wilayah ujung barat Indonesia ini.

Dalam kesempatan ini, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, T Hendra Faisal mengatakan Sabang Marathon ini mengangkat tema “Run for Fun” dan
merupakan salah satu bentuk upaya branding pariwisata “The Light of Aceh”.

“Acara ini juga bertujuan memperkenalkan dan mempromosikan pesona wisata Sabang dengan berbagai keunggulan wisatanya, guna menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia dan meningkatkan kembali kunjungan wisatawan, khususnya ke Sabang dan Aceh umumnya,” kata Hendra.

Atas kesuksesan kegiatan ini, Disbudpar Aceh mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sabang dan jajarannya, unsur Forkopimda, awak media, dan seluruh masyarakat setempat, sehingga kegiatan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

“Semoga Allah SWT memberkahi dan meridhai kegiatan Sabang fun marathon, serta menandakan Aceh siap menyambut kunjungan wisatawan mulai dari wilayah ujung barat Indonesia, Sabang,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus menyebut, dirinya melihat pancaran semangat dari peserta Sabang Marathon.

Oleh karena itu, ia berharap kondisi kebugaran tubuh akan lebih baik di masa pandemi ini, mengingat tubuh yang bugar terdapat imun yang kuat.

“Kemudian selain dapat memberikan kesempatan bagi atlet-atlet untuk mendapatkan ruang bagi eksistensi dirinya, kegiatan ini juga memberi peluang terhadap promosi daerah Sabang sebagai daerah tujuan wisata yang juga dapat diandalkan,” sebutnya.

Wakil Wali Kota juga turut mengucapkan terima kasih kepada Disbudpar Aceh yang telah menggagas Sabang Marathon di wilayah yang dikenal sebagai “Surga Terpendam di Ujung Sumatra” ini.

Suradji menilai, Sabang Marathon ini akan berdampak terhadap kemajuan prestasi olah raga dan memberi dampak sangat besar terhadap pengembangan dan promosi wisata Sabang.

“Terima kasih kepada pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh atas pemikiran dan terlaksananya kegiatan ini di Kota Sabang. Saya harap kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana dengan skala yang lebih besar lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, warga Sabang, Mastura megatakan kegiatan ini bisa meningkatkan pariwisata.

“Event sport tourism seperti ini bisa mengundang daya tarik wisatawan ke Sabang. Di sini (Sabang) kita punya spot wisata baru. Jadi, ayo ke Sabang,” kata Mastura kepada Acehtourism.travel.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para perwakilan dari unsur Forkopimda Sabang, kepala instansi vertikal, kepala OPD, Duta Pariwisata Indonesia 2021, Duta Pariwisata Kota Sabang, anggota PWI, dan masyarakat setempat. []

Bripka Mardi Syafitri Gemar Ajak Anak-Anak Membaca Buku

0

Nukilan.id – Bripka Mardi Syafitri saat ini menjabat sebagai Banit Regident Satlantas Polres Langsa, Polda Aceh.

Inilah, sosok Bripka Mardi Syafitri,
Polisi yang selalu mengingatkan dan mengajak anak-anak di Aceh agar selalu senantiasa membaca buku.

Meskipun ditengah kesibukannya dalam bertugas, Bripka Mardi Syafitri, senantiasa menyisihkan waktunya untuk selalu mengingatkan dan mengajak anak anak untuk selalu membaca buku.

Menurutnya, membaca buku merupakan aktivitas yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Hal ini karena buku menjadi salah satu sumber pengetahuan yang mampu menambah dan memperbarui wawasan. Bahkan, rutin membaca buku juga dipercaya mampu meningkatkan konsentrasi dan empati seseorang.

Dikatakannya, membaca buku tak mesti di tempat tempat tertentu, di manapun anak anak tersebut berada, ia tetap menghampirinya dengan memberikan bimbingan dan pembinaan agar mereka dapat menyisihkan waktunya untuk membaca.

“Kesadaran akan minat baca anak anak sangat penting untuk dilakukan. Karena dengan adanya kesadaran minat baca anak melalui kedekatan hubungan emosional yang kita bangun akan selalu menyadarkan anak anak akan pentingnya membaca,” ujarnya, Minggu, (30/1/2022).

Lanjutnya, kadang merasa mulai longgar bertugas, Bripka Mardi Syahfitri, kerap seketika itu turun kelapangan tanpa lelah mendekati para anak anak memberikan wejangan, meski terkadang posisi dalam keadaan berpakaian dinas.

Mardi Syafitri tak pernah merasa lelah dan bosan untuk memberikan bimbingan kepada anak-anak di wilayah kerjanya. Walau usai berdinas, tanpa merasa terbebani dan lelah serta bosan, Bripka Mardi Syafitri, tetap mengingatkan anak anak untuk terus belajar dan membaca.

Apalagi di era zaman globalisasi sekarang ini, anak anak di Indonesia, lebih suka menonton ketimbang membaca sehingga mayoritas minat baca secara nasional sangat minim.

Hal itu merujuk hasil survei PISA yang dirilis OECD, sementara UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca.

Oleh karenanya, Bripka Mardi Syafitri, enggan bosan bosannya mengingatkan kepada anak anak khususnya agar senantiasa belajar dan membaca.

Selanjutnya, pun demikian di tengah kesibukan pengabdiannya dalam menjalankan tugas, Bripka Mardi Syahfitri, juga tetap berbagi waktu bersama keluarganya. Karena keluarga juga jadi satu bagian penting dalam kehidupan seseorang. Keluarga juga jadi tempat pertama kali seseorang belajar makna kehidupan. Hidup bersama keluarga yang harmonis jadi sebuah nikmat yang patut disyukuri.

Selain itu, Bripka Mardi Syafitri, juga kerap melakukan nilai-nilai positif di masyarakat, selain melakukan pendekatan pembinaan terhadap anak anak remaja di wilayah hukum kerjanya, Bripka Mardi Syafitri, juga kerap memberikan santunan kepada anak yatim dan masyarakat yang kurang mampu.

Meski tak seberapa nilainya, namun diharapkan santunan yang diberikan tersebut berguna dan dapat dirasakan manfaatnya.

“Jangan dipandang besar-kecilnya santunan yang diberikan, namun yang terpenting nilai keikhlasannya,” ujar Bripka Mardi Safitri.

Profil

Mardi Safitri lahir di Langsa, 9 September 1984, menamatkan Pendidikan Sekolah Menengah Umum (SMU) Swasta Cut Nyak Dhien, tahun 2003, di Langsa.

Sementara, SMP/SLTP Negeri 5 Langsa, kecamatan Langsa Kota, pada tahun 2000, kemudian di tingkat sekolah Dasar (SD) 1997, Sidorejo, kecamatan Langsa lama.

Adapun riwayat Pangkat, Bripda tahun 2005, selanjutnya Briptu 2008, lalu Brigpol tahun 2012, kemudian Bripka tahun 2016, hingga sekarang, dan saat ini menjabat sebagai Banit Regident Satlantas Polres Langsa Polda Aceh, lama jabatan 10 Tahun, 8 Bulan, 24 Hari. []

Dua Santri Aliyah Baitul Arqam Raih Medali Emas di Olimpiade Nasional

0

Nukilan.id – Siapa yang mengatakan bahwa pandemi indentik dengan kesuraman? Dalam surat Al-Insyirah Allah berfirman bahwa sesungguhnya dalam kesulitan itu ada kemudahan yang Allah berikan, seperti itu juga pandemi kali ini.

Dalam kevakuman mobilitas, santri-santri Baitul Arqam tetap berusaha melakukan banyak hal yang bermanfaat. Di tahun pertama, ketika semua santri sempat dipulangkan ke rumah masing-masing, mereka merampungkan beberapa tulisan dan kemudian dikumpulkan menjadi sebuah buku. Walau proses menawarkan ke penerbit dan segala proses editing tidaklah berlangsung dengan cepat, tapi keletihan itu terbayarkan saat salah satu penerbit di Jakarta menawarkan membeli hak terbit kumpulan tulisan santri tersebut.

Lalu beberapa olimpiade daring pun sempat diikuti oleh santri-santri Baitul Arqam. Setelah akhir tahun lalu santri Madrasah Tsanawiyah, yakni Furqan dan Alya meraih juara, awal tahun ini kabar gembira kembali meliputi segenap keluarga besar Baitul Arqam atas prestasi Durrarin Nafaisi dan Alda Syalsyabillah di bidang sains dan bahasa Indonesia.

Dura mendapatkan medali emas dan perunggu dalam olimpiade Bahasa Indonesia dan Kedokteran. Sementara itu Alda meraih perunggu di olimpiade Kedokteran dan Fisika.

Kedua santri Madrasah Aliyah ini memang memiliki keunggulan di bidang tersebut, lalu saat akan mendaftar, keduanya sempat melakukan persiapan singkat secara mandiri dan dengan bimbingan guru serta pengasuh.

Durrarin Nafaisi yang November lalu sudah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz, semakin terpicu untuk mencoba prestasi di bidang lain, terutama bahasa Indonesia dan menulis. Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah ranting Baitul Arqam ini juga merasa sangat bersyukur karena peserta yang mengikuti olimpiade ini berjumlah 11.331 peserta berasal dari seluruh provinsi Indonesia.

Dura mengaku bahagia dan bersyukur sekali. Karena begitu dia menyatakan ingin ikut olimpiade tersebut, orang tua dan guru langsung menyambut baik, bahkan biaya pendaftaran yang satu paket olimpiade itu dikenakan Rp5000 langsung ditransfer ke pihak panitia. Dura dan rekannya yang lain langsung fokus melakukan persiapan.

Alda tak kalah bahagia, “Alhamdulillah, bersyukur sekali karena mendapatkan kesempatan ini. Rasanya bahagia apalagi ketika memberikan kabar kepada orang tua dan juga para guru di Baitul Arqam dan tentunya karena Ustaz dan Ustazah memberikan reward pada kamj,” kata Alda terdengar riang.

Soal Pungli di Pantai Cemara Aceh Besar, Begini Penjelasan Polsek Lhoknga

0

Nukilan.id – Lima tersangka kasus pungutan liar (Pungli) yang ditangkap Tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Aceh Besar di lokasi wisata Pantai Cemara Pulo Kapuk Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, pada Agustus 2019 lalu, kini telah menjalani dua persidangan di Pengadilan Negeri Jantho.

Persidangan pertama, Rabu (26/1/2022), adalah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kelima Terdakwa. Dalam sidang perdana ini, Hakim, setelah merembuk dengan JPU dan Penasihat Hukum, memutuskan mengalihkan para Terdakwa dari Rumah Tahanan (Rutan) Jantho ke Tahan Rumah. Hal ini dilakukan setelah Penasihat Hukum menyampaikan adanya jaminan terhadap para Terdakwa.

Sementara sidang kedua yang digelar pada Rabu (2/2/2022) dengan agenda Pembacaan Eksepsi (penolakan/keberatan) atas tuntutan JPU, Hakim menghadirkan langsung kelima Terdakwa yang masing-masing berinisial F (Terdakwa I), DY (Terdakwa II), A (Terdakwa III), B (Terdakwa IV), dan HC (Terdakwa V). Sidang selanjutnya akan digelar pada Rabu (9/2/2022). Para Terdakwa terancam hukuman pidana Pasal 368 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, kelima Terdakwa ditangkap Tim Saber Pungli Aceh karena kedapatan mengambil uang atau tiket masuk secara ilegal bagi setiap pengunjung ke lokasi wisata Pantai Cemara Pulo Kapuk seharga Rp 5.000 per setiap orang masuk. Aktivitas yang mereka jalankan ilegal karena tidak terdaftar di Pemkab Aceh Besar melalui Disparpora, atau dengan kata lain kutipan yang mereka lakukan tak masuk ke kas Pemkab Aceh Besar atau kas Desa setempat.

Publik mungkin tidak banyak yang mengetahui terkait kasus tersebut. Namun Nukilan mencoba mengorek informasi agar pembaca secara perlahan bisa mendapatkan informasi dibalik kasus yang menjerat kelima Tersangka. Karena lokasi kejadiannya ada di wilayah Lhoknga, maka Nukilan mencoba meminta keterangan langsung dari Kapolsek Lhoknga Ipda Fauzi Atmaja SH, terkait kasus tersebut.

Kapolsek Lhoknga, Ipda Fauzi Atmaja mengaku tidak mengetahui persis kasus tersebut karena kejadiannya terjadi tahun 2019 atau sebelum ia menjabat. Ipda Fauzi Atmaja menjabat Kapolsek Lhoknga pada September 2020. Pun demikian, Kapolsek sangat welcome dan menjawab setiap pertanyaan Nukilan.

“Yang pertama saya jelaskan 2019 saya belum menjabat disana ya. Yang kedua mereka itu ditangkap oleh Tim Saber Pungli dari Kabupaten. Proses penyelidikan, penyidikan sampai dengan tuntas itu dilakukan oleh penyidik Polres. Masalah penangkapan itu, setau saya, saya tidak mengikuti perjalanan kasus ya, mungkin karena kemarin berkasnya sudah dinyatakan P21, dan Jaksa meminta tersangkanya diserahkan ke mereka, setau saya penangkapan itu tidak berdasarkan pemilik tanah siapa pun,” ujar Ipda Fauzi saat dimintai tanggapan oleh Dialeksis.com, Kamis (3/2/2022).

“Mereka ini pada saat kutipan 2019 itu sampai dengan sekarang, memang tidak terdaftar di Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Besar. Jadi yang mereka kutip tidak menyetorkan retribusinya atau PAD-nya, sehingga mereka ini dinyatakan Pungli kali ya atau disangka Pungli, mungkin seperti itu,” sambungnya.

Saat disinggung penangkapan mereka di lahan HGU (Hak Guna Usaha) yang salah satu pemilik HGU nya tersiar atas nama PT Rafina Wisata, Kapolsek Lhoknga membenarkan bahwa kelima Terdakwa ditangkap di lokasi objek wisata HGU Pantai Cemara Pulo Kapuk, namun kata dia, sepengetahuannya mereka ditangkap di pintu masuk. Sedangkan PT Rafina Wisata tercatat punya HGU di dalam objek wisata tersebut.

“Kalau yang di dalam itu sebagian ada yang memiliki HGU. Saya pikir HGU itu harus diperpanjang ya dan saat itu HGU masih dalam proses perpanjangan, kalau gak salah saya begitu. Kalau saya pernah baca surat begitu ya, PT Rafina Wisata dulunya itu memang kantongi HGU, namun di tahun ini mungkin sedang dalam proses perpanjangan, mungkin seperti itu,” ujar Ipda Fauzi.

“Karena kaitannya masalah surat menyurat, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, itu kan ranahnya Badan Pertanahan. Dalam hal ini, kalau pun tersangkut paut masalah hukum, itu perdata bukan pidana. Mereka ditangkapnya di pintu masuk,” sambung Kapolsek Lhoknga itu.

Kapolsek turut mengungkapkan bahwa disepanjang pantai Lampuuk itu banyak pemilik tanah (HGU), akan tetapi tidak bermasalah karena keberadaan usaha mereka resmi dan pengelolaan retribusinya juga disetor dengan baik. Dia menegaskan, terkait masalah tiket, masalah HGU, pihak Polsek tidak menyentuh karena itu terkait dengan Perdata

“Di sepanjang pantai Lampuuk itu Bg, pemilik tanah juga banyak, mungkin mereka punya Persero-nya, punya petak-petaknya, namun demikian, pengelolaan retribusinya itu sudah dikelola oleh kemukiman dan mereka itu resmi. Gak ada pemilik tanah itu minta-minta tiket. Jadi kami dalam hal tiket, di dalam Hak Guna Usaha, atau hal yang terkait dengan Perdata kita gak nyentuh,” jelas Kapolsek Lhoknga.

“Makanya yang dipersangkakan kepada lima yang ditangkap waktu itu, murni dari penegak hukum yang dilakukan oleh Satgas Saber pungli Kabupaten Aceh Besar,” jelasnya lagi.

Kemudian ketika ditanya apakah dalam kasus penangkapan kelima Terdakwa punya keterkaitan dengan masalah sengketa tanah, atau sengketa HGU, Kapolsek Lhoknga Ipda Fauzi Atmaja SH mengaku tak bisa menjelaskan hal itu karena dirinya bukan penyidik dan penangkapannya juga dilakukan sebelumnya dirinya menjabat Kapolsek Lhoknga.

“Kalau masalah sengketa tanah, mungkin lada laporannya di Reskrim Polres. Mungkin bisa dikonfirmasi ke Kasat Reskrim. Nanti kalau saya jelaskan ini seolah-olah saya penyidiknya, saya bukan penyidiknya,” tegas Ipda Fauzi mengakhiri percakapan dengan Dialeksis.com. []

Oknum Kemenag Pidie Diduga Perkosa Ibu Santri, Kakanwil: Ikuti Saja Proses Hukum

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg

Nukilan.id – Adanya laporan tentang oknum pejabat berinisial Z di Kemenag Kabupaten Pidie atas dugaan pemerkosaan dan penipuan yang dilaporkan oleh korban ke Polda Aceh, mendapat tanggapan dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Dr. H. Iqbal, S.Ag M.Ag.

“Ikuti saja proses hukum dan ketentuan yang berlaku. Kita tetap menghormati proses hukum dan tetap menganut prinsip praduga tidak bersalah. Jika nanti terbukti misalnya, ya pasti ada konsekwensi hukumnya dan seandainya tidak terbukti ya harus direhabilitasi nama baiknya termasuk nama lembaga,” sebut Iqbal dalam keterangannya kepada Nukilan, Sabtu (5/2/2022).

Ia juga berharap agar semua pihak menghormati proses hukum dan melakukan proses tabayyun (telitilah dahulu), sehingga tidak salah dalam persepsinya.

“Bila benar apa yang dilaporkan seperti diterbitkan di media, maka yang bersangkutan harus bertanggungjawab atas perbuatanya. Namun bila laporan itu tidak benar, maka nama baik yang bersangkutan harus direhabilitiasi, demikian dengan lembaganya,” tegas Iqbal.

Menurut Iqbal, sesuai dengan ketentuan hukum sebelum adanya keputusan yang pasti, dia tidak berani menyebutkan oknum pejabat di Kemenag Pidie bersalah atau tidak bersalah.

“Biarlah hukum yang menentukan seseorang bersalah atau tidak bersalah,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang wanita ibu dari seorang santri, menjadi viral karena ramainya media yang memberitakan.

Penasehat hukum pelapor, Muhammad Qodrat dari Operasional LBH Banda Aceh, kepada media menjelaskan, pihak sudah membuat laporan ke Polda Aceh. Kasus ini akan dikenakan pasal berlapis, penipuan dan pemerkosaan.

Menurutnya, dari keterangan korban, kasus itu bermula saat korban ingin memasukkan anaknya ke salah satu yayasan panti asuhan yang dimiliki Z. Dengan harapan anaknya bisa memperdalam ilmu agama karena di yayasan itu punya pendidikan islami.

Namun, pelaku saat itu diduga meminta korban untuk menuruti kemauannya, salah satunya berhubungan badan dan korban menuruti kemauan Z. Hubungan badan itu dilakukan oleh Z dengan korban di lokasi berbeda di Aceh, yaitu di Kota Banda Aceh, Sabang dan Takengon.

“Korban diiming-imingi kalau anaknya mau masuk ke situ (yayasan Z) korban harus melakukan itu (hubungan badan). Jadi ada tekanan psikis di situ kalau menurut kami. Klien kami ini mau mau saja karena harapan anaknya bisa masuk ke situ,” sebut Qodrat, penasihat hukum korban.

Setelah itu, kata dia, anak korban diizinkan masuk ke yayasan yang dipimpinnya. Hanya saja, saat Z meminta kembali kepada korban untuk berhubungan badan, korban menolak. Tidak terima ditolak oleh korban, Z lantas mengeluarkan anak korban dari panti asuhan dengan alasan tidak cukup administrasi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan kasus pemerkosaan tersebut. []