Beranda blog Halaman 1805

Berita Duka, Balita Gizi Buruk di Pidie Jaya Meninggal Dunia

0
Balia Balqan (3) warga Desa Bidok, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang mengalami gizi buruk (Foto: liputangampongnews)

Nukilan.id – Balia Balqan (3) warga Desa Bidok, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang mengalami gizi buruk dan sempat di rawat di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh dari tanggal 10 Februari 2022 kemarin kini telah meninggal dunia di ruang icu RS Zainal Abidin.

Korban di ketahui telah meninggal dunia setelah di kabarkan oleh Abang kandungnya Muhammad Almadani yang menyatakan bahwa adiknya telah meninggal dunia melalui watsapp kepada awak media sekitar jam 04.37 wib pagi.

“Adek telah meninggalkan kita bang ( adek ka getigai getayoh bg????-red),”pesan singkat watsapp yang masuk awak media ini pada Jumat (18/02/2022) sekitar pukul 04.37 wib pagi.

Balia Balqan merupakan anak pasangan dari Armia dan Nurlatifah warga Gampong Bidok, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang selama ini menderita gizi buruk dan sempat di larikan kerumah sakit umum Zainal Abidin untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu Keuchik Bidok, Jalaluddin, membenarkan bahwa Balia Balqan telah meninggal dunia saat sedangan menjalani perawatan di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh selama beberapa hari.

“Benar balita itu telah meninggal dunia, saat ini kami sedang di rumah duka karena jenazah telah tiba di rumah tadi malam, korban meninggal di perkirakan sekitar pukul 10.00 wib di rumah sakit,” sebut Jalaluddin.

Sementara itu Kadinkes Pidie Jaya, Edi Azwar saat di hubungi wartawan untuk konfirmasi terkait kebenaran tentang meninggalnya balita gizi buruk ini bahwa pihak nya belum menerima laporan apapu dan akan melakukan krosscek.

“Belum masuk laporan ke saya bang, tapi akan saya kros cek dulu bang apakah benar tentang informasi itu, terima kasih bang info nya,” sebut Edy Azwar kepada awak media pada Jumat (18/02/2022).

Sumber: Liputangampongnews

Anak Aceh yang Miliki KIA Dapat Diskon di 10 Tempat Usaha

0
Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh, M Jafar, bersama Kadis DRKA, Syarbaini menyaksikan penandatanganan kerja sama pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) antara Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA) bersama sepuluh pengelola usaha, di Kantor DRKA, Banda Aceh, Kamis, (17/2/2022) .

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA) melakukan penandatanganan kerja sama dengan sepuluh pengelola usaha dalam rangka pemanfaatan kartu identitas anak (KIA).

Melalui kerja sama tersebut, maka setiap anak Aceh yang memiliki KIA mendapatkan diskon jika berbelanja di sepuluh tempat usaha tersebut.

Penandatanganan yang dilakukan Kepala DRKA, Teuku Syarbaini bersama sepuluh pengelola usaha tersebut berlangsung di Kantor DRKA, Kamis, (17/2/2022).

Kesepuluh tempat usaha tersebut yaitu, Hotel Permata Hati, Hotel The Pade, Hotel Kyriad Muraya, Hotel Hermes, wahana wisata Taman Rusa, toko Buku Zikra, toko Mitra Photo, Bakso Pak Nu, dan klinik dokter gigi Afriyanti.

Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh, M Jafar mengapresiasi DRKA melakukan kerja sama dengan dunia usaha untuk dapat menarik perhatian semua orang tua, agar segera mendaftarkan anaknya mendapatkan kartu identitas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil daerah masing-masing.

“Kita harus terus melakukan upaya-upaya atau inovasi-inovasi sehingga cakupan anak Aceh yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) terus meningkat, ” kata Jafar.

Jafar berharap ke depannya, tak hanya sepuluh tempat usaha tersebut, namun usaha-usaha lainnya dapat ikut serta bekerja sama dengan DRKA. Menurutnya kerja sama tersebut merupakan simbiosis mutualisme, selain cakupan KIA meningkat, dunia usaha juga bertambah omset.

Jafar mengatakan, pemberian KIA kepada anak menunjukkan negara hadir memuliakan dan mendorong kemandirian anak, serta memberikan perlakuan non diskriminatif bahwa anak memiliki identitasnya sendiri sebagai seorang Warga Negara Indonesia (WNI). Melalui KIA anak-anak juga dapat menggunakan sebagai kelengkapan administrasi untuk memanfaatkan layanan kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Sementara itu, Kepala DRKA, Syarbaini mengatakan, pembuatan KIA merupakan amanat Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. KIA digunakan untuk anak yang berusia 0 sampai 17 tahun. Sementara jika di atas usia tersebut, maka dialihkan ke KTP elektronik.

“Cakupan anak Aceh yang memiliki KIA mencapai 42 persen, lebih dari target nasional sebanyak 30 persen, ” kata Syarbaini.

Syarbaini mengatakan, pihaknya akan terus bekerja keras agar cakupan anak Aceh yang memiliki KIA terus meningkat. Pihaknya juga akan melakukan inovasi seperti kerja sama dengan dunia usaha pada hari ini. []

PSG Tawarkan Kylian Mbappe Rp9,7 Miliar per Pekan, Gaji Tertinggi di Dunia!

0
Aksi Kylian Mbappe dalam laga PSG vs Real Madrid, Rabu (16/2/2022) © AP Photo

Nukilan.id – PSG berjuang mati-matian untuk menghalangi kepergian Kylian Mbappe ke Real Madrid. Mereka bahkan sanggup membuatnya jadi pemain dengan bayaran tertinggi di dunia.

Mbappe telah menjadi bintang di Parc des Princes sejak direkrut dari AS Monaco pada tahun 2017 lalu. Lima tahun berlalu, sekarang PSG terancam kehilangan Mbappe tanpa bisa meraup sepeser pun dari kepergiannya.

Padahal, PSG berinvestasi besar kepada pemain berdarah Prancis tersebut. Seperti yang diketahui, Mbappe direkrut seharga 180 juta euro. Nominal itu cukup untuk membuatnya jadi pemain termahal kedua dalam sejarah.

Real Madrid diketahui sangat meminati Mbappe dan pernah mencoba merekrutnya tahun lalu dengan menawarkan uang senilai 200 juta euro. PSG menolak, meski tahu adanya kemungkinan Mbappe pergi secara gratis tahun ini.

Pemain dengan Bayaran Tertinggi

PSG sudah bersumpah untuk berusaha mati-matian agar Mbappe mau bertahan di Prancis. Bahkan, mereka sudah siap menjadikan pria berumur 22 tahun tersebut pemain dengan bayaran tertinggi di dunia.

Seperti yang dilaporkan the Independent, PSG merancang kontrak baru untuk menggoda Mbappe bertahan. Nilainya pun tidak main-main. Mbappe bisa menerima bayaran 500 ribu pounds per pekan (setara Rp9,7 miliar).

Les Parisien masih punya peluang, meskipun kecil. Mbappe telah mengutarakan niatnya untuk hengkang sejak tahun lalu. Tetapi, sampai sekarang, ia belum menunjukkan tanda-tanda akan hengkang di akhir musim ini.

“Saya belum membuat keputusan soal masa depan. Saya bermain buat Paris Saint-Germain, salah satu klub terbaik dunia. Saya memberikan yang terbaik dan kemudian kami akan lihat apa yang terjadi musim depan,” kata Mbappe.

Real Madrid berada di posisi terdepan dalam perburuan Mbappe saat ini. Namun, ada dugaan bahwa klub berjuluk Los Merengues tersebut bisa mengalihkan perhatiannya ke striker Borussia Dortmund, Erling Haaland.

Haaland masih terikat kontrak dengan masa yang panjang. Akan tetapi, mulai bursa transfer musim panas tahun 2022, klausul rilis yang terdapat dalam kontraknya senilai 75 juta euro bisa diaktifkan.

Seandainya Mbappe sudah memastikan diri akan pergi, dan Real Madrid memilih mundur dari perburuan, Liverpool akan siap melakukan pendekatan. Mereka pun diketahui memiliki ketertarikan dan selama Madrid masih tertarik, sulit bagi the Reds untuk mendapatkannya. [bolanet]

Terdampak Perubahan Iklim, Durian Tidak Berbuah Maksimal

0
Buah durian yang selalu menggoda untuk dicoba. Foto: Pixabay/Public Domain/najibzamri

Nukilan.id – Durian merupakan buah yang sangat disukai sebagian besar masyarakat Indonesia. Julukannya adalah rajanya buah (king of fruit). Tanaman ini sensitif terhadap perubahan iklim alias perubahan cuaca tak menentu.

Syamsir Alamsyah, petani dari Kapahiang, Bengkulu, menuturkan sudah dua tahun terakhir pohon durian di kebunnya tidak berbuah maksimal.

“Setiap musim berbunga selalu berbarengan dengan musim hujan. Bunga dan buahnya banyak yang jatuh,” kata Syamsir kepada Mongabay Indonesia, pekan lalu.

Gunggung Senoaji, Dosen Kehutanan Universitas Bengkulu [UNIB] menjelaskan, interaksi antara iklim sebagai faktor lingkungan dengan faktor genetik tanaman berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kualitas tanaman.

“Iklim harus menjadi acuan budidaya tanaman,” kata Gunggung, pekan lalu.

Peningkatan suhu yang terjadi pada daerah tropis, akan mempengaruhi produktivitas tanaman, penyebaran hama, serta penyakit tanaman dan manusia.

“Perubahan ini memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian.”

Menurut Gunggung perubahan iklim yang terjadi di Indonesia pada umumnya dengan perubahan temperatur harian rata-rata, pola curah hujan, tinggi muka laut dan variabilitas iklim, misalnya El Nino dan La Nina.

“Peningkatan suhu memberikan kecenderungan daerah kering akan semakin kering dan daerah basah akan semakin basah, sehingga kelestarian sumber daya air terganggu.”

Gunggung mengatakan, solusi bertanam durian supaya maksimal dan bisa dimanfaatkan sebagai mitigasi iklim, yaitu dengan pola agroforestri.

Agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan yang berfungsi produktif dan protektif (mempertahankan keanekaragaman hayati, ekosistem sehat, konservasi air dan tanah), sehingga menjadi sistem pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

“Agroforestri itu sistem dan teknologi penggunaan lahan. Pohon berumur panjang dan tanaman berumur pendek ditanam pada petak lahan yang sama,” lanjutnya.

Sistem agroforestri sederhana dapat dilakukan, yaitu pepohonan ditanam secara tumpang sari dengan satu atau lebih jenis tanaman semusim.

“Jenis pohon yang ditanam juga beragam, misalnya kelapa, cengkih, jati, yang bernilai ekonomi tinggi. Sedangkan tanaman musiman itu seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, sayur-mayur.”

Enny Insusanty, M. Ikhwan, dan Emy Sadjati peneliti dari Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, menjelaskan bahwa agroforestri memiliki kemampuan dalam mitigasi iklim melalui penyerapan karbon.

“Dengan kondisi tegakan agroforestri yang menyerupai hutan skunder, memiliki kemampuan menyerap karbon yang cukup besar,” tulis mereka.

Mereka menuliskan, model agroforestri dari tumbuhan karet, gaharu, dan durian memiliki biomassa 135,35 ton/ha dan potensi karbon 62,26 C ton/ha. Sedangkan model karet dan durian memiliki biomassa 82,14 ton/ha dan karbon 37,78 ton/ha. Biomassa model karet dan gaharu adalah 93,70 ton/ha dengan potensi karbon 43,10 ton/ha.

Sensitif Terhadap Iklim

Dari penelitian Endang Ariyanti, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, berjudul “Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Produksi Buah Durian [Durio zibethinus] Pada Sistem Agroforestri di Desa Pappada, Kecamatan Anreapi, Polewali Mandar” diketahui durian merupakan tumbuhan liar pada hutan belantara beriklim tropis.

Durian adalah jenis tanaman yang produksi buahnya sangat bergantung pada kondisi iklim. Daerah yang curah hujannya tinggi, terutama pada periode pembungaan, sering menyebabkan bunga atau buahnya gugur. Sebaliknya, musim kering lebih dari 3 bulan, selain menyebabkan bunga dan buahnya rontok, juga memperlambat musim pembungaan, terutama bila musim kemarau panjang.

Pembudidayakan tanaman ini akan optimal di daerah rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Curah hujan maksimum 3.500 mm/tahun dan minimal 1.500 mm/tahun. Namun, curah hujan yang cocok antara 1.500-2.500 mm per tahun.

“Intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan durian adalah 60-80 persen,” tulis Endang.

Dia menjelaskan, durian termasuk tanaman yang membutuhkan naungan saat masih kecil, karena tidak tahan terik matahari di musim kemarau. Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 20-30°C. pada suhu 15°C durian dapat tumbuh tetapi tidak optimal. Bila suhu mencapai 35°C, besar kemungkinan daun akan terbakar.

“Pertumbuhan bunga dan buah durian cocok pada daerah bertipe iklim 9-12 bulan basah dengan 0-2 bulan kering.”

Pohon durian dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada jenis tanah latosol, podsolik merah-kuning, dan andosol.

“Untuk menanam durian, hal penting yang diperhatikan adalah suplai airnya cukup.”

Selain itu, harus terhindar dari banjir dan air menggenang, aerasi dan drainase baik, serta pH tanahnya antara 5,5-6,5.

“Tanahnya subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik,” paparnya.

Durian merupakan kelompok tumbuhan biji, batang pohonnya keras dan berkayu. Nama durian diberikan dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk tajam, menyerupai duri.

Durian bukanlah spesies tunggal, tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio. Namun, yang dimaksud durian adalah Durio zibethinus.

Mengutip klik dokter, buah durian dengan bau menyengat ini, nyatanya memiliki manfaat penting bagi kesehatan tubuh kita. Durian memiliki kandungan gizi melimpah seperti Vitamin B, C, zat besi, potassium, senyawa nabati, lemak sehat, dan serat.

“Kadar serat yang tinggi membantu melancarkan pergerakan usus. Durian dapat dijadikan solusi mengatasi sembelit. Buah durian juga mengandung banyak antioksidan yang berperan melawan radikal bebas. Sel-sel tubuh kita akan terhindar dari kerusakan, sehingga bisa membuat kita awet muda,” tulis laporan tersebut. [mongabay]

Komisi II DPRA Bahas Program Plasma Perkebunan dengan Pejabat Subulussalam dan Aceh Singkil

0

Nukilan.id – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Walikota Subulussalam, Komisi B DPRK Subulussalam, dan Bupati Aceh Singkil, Komisi II DPRK Aceh Singkil serta Pihak Swasta terhadap hasil pengawasan Komisi II DPRA terkait kebun program plasma pada usaha perkebunan di Kabupaten Aceh Singkil dan Subulusalam.

Rakor tersebut dalam rangka mendegar keluhan masyarakat terkait lahan perkebunan antara petani dengan pihak perusahaan di wilayah Aceh Singkil dan Subulussalam, yang berlangsung di Ruang Serbaguna DPRA, Kamis (17/2/2022).

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir meminta kepada perusahaan yang ada di wilayah Aceh Singkil dan Subulussalam untuk segera mengembalikan hak-hak masyarakat setempat.

“Ada beberapa yang jadi persengketaan, jadi kita membuka datanya masing-masing, kalau ini merupakan hak masyarakat kita minta dikembalikan ke masyarakat, tapi apabila ini Hak Guna Usaha atau HGU perusahaan, maka masyarakat juga jangan menuntut untuk diambil alih. Karena itu kkita meminta untuk menyiapkan datanya masing,”

Selain itu, kata Irpannusir, perusahan harus menyediakan plasma untuk masyarakat sebesar 20% dari luasnya HGU. Dan ini sudah diatur dalam undang-undang dan diperkuat juga dengan Qanun Aceh.

“Ini bukan hanya kita minta, tapi kita akan memaksa HGU itu untuk memberikan plasma untuk masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irpannusir juga meminta kepada HGU perusahaan, apabila terjadi konflik tanah dengan masyarakat jangan represif (tindakan). Karena selama ini DPRA melihat, bahwa pihak perusahaan meminta aparat keamanan untuk mengusir masyarakat yang berkonflik dengan mereka.

“Jadi kita minta hal ini untuk tidak terjadi lagi. Di Aceh Singkil ada 14 HGU dan Subulussalam ada 12 HGU, kita meminta perusahaan ini lebih soft atau lembut dengan masyarakat dan juga turut memberikan kemakmuran bagi masyrakat,” pintanya.

“Kalau bukan kita yang membela hak masyarakat siapa lagi. Jadi semua tuntutan yang diminta masyarakat akan kami perjuangkan, terutama tentang konflik tanah. Dan bagi masyarakat kita harap untuk segera menyiapkan semua berkas dokumen dan bukti-bukti kepemilikan lahannya,” pungkas Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Reporter: Hadiansyah

Azhari Cage: BRA Cari Lapangan Kerja untuk Mantan Kombatan dan Anak Korban Konflik

0
Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Azhari Cage. (Foto: Nukilan/Hadiansyah).

Nukilan.id – Badan Reintegrasi Aceh (BRA) terus berkomitmen untuk mencari lapangan pekerjaan bagi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Anak Korban Konflik di Aceh. Ia menegaskan bahwa, program tersebut tetap berlanjut dan akan dilaksanakan mulai bulan Maret hingga April 2022 mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua BRA, Azhari Cage dalam keterangannya kepada Nukilan di Banda Aceh, Kamis (17/2/2022).

Azhari menyatakan bahwa, beberapa waktu lalu, pihaknya telah menjumpai Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang membidangi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI) untuk membahas tentang penyediaan lapangan kerja bagi Mantan Kombatan GAM.

“Ini belum ada progresnya dari MoU Helsinki dan UUPA, baru kemarin tanggal 7 Februari 2022 keluar Surat Keputusan BRA terbaru. Jadi intinya bahwa kita tetap seperti yang telah disampaikan saat serah terima jabatan beberapa waktu lalu, bahwa kita dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan seluruh BUMN dan perusahan swasta yang ada di Aceh,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya pertemuan ini, pihak BUMN dan perusahaan swasta di Aceh benar-benar dapat menampung Mantan Kombatan dan Anak Korban Konfilik, khususnya bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan, namun belum memiliki kerja.

Namun, kata dia, untuk jumlah kouta belum dibicarakan, karena saat ini kita sedang fokus mengupayakan untuk bernegosasi dengan perusahan-perusahaan tersebut.

“Jadi intinya, harus ada porsi pekerjaan untuk Mantan Kombatan, termasuk anak-anak korban konflik. Dan kita tidak berbicara tentang berapa besaran dan jumlahnya. Karena ini amanah UUPA jadi wajib kita dijalankan,” tegas Azhari.

Ia juga menambahkan, bahwa rekomendasi tentang penyediaan lapangan pekerjaan bagi Mantan Kombatan dan Korban Konflik ini juga sudah dibicarakan dengan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan DPRA, yaitu terkait pembangunan lapangan kerja di lahan perkebunan.

“Karena itu, kita saat ini sedang melakukan rapat internal untuk menyelesaikan berbagai program dan persoalan yang ada di BRA, termasuk tentang realisasi anggaran tahun 2022 untuk disegerakan,” pungkas Mantan Anggota dan Ketua Komisi I DPRA Fraksi Politisi Partai Aceh itu.

Repoter: Hadiansyah

Ketua DPRK Aceh Timur Berang Lihat Lambatnya Pengerjaan Jalan Peureulak-Peunaron

0
Ketua DPRK Aceh Timur, Fattah Fikri (tengah) saat berada dalam aksi demo di depan Kantor DPRK Aceh Timur. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Pelaksanaan proyek multiyear segmen 1 Peureulak – Penarun progresnya sangat lambat. Masyarakat saban hari mengeluh dengan proses pengerjaan yang lambat dan abai terhadap keselamatan para pengguna jalan.

Berdasarkan informasi yang diterima Nukilan, Kamis (17/2/2022) sudah banyak korban mobil terbalik akibat prores pengerjaan proyek ini. Tadi malam, Rabu 16 Februari 2022 satu unit mobil truk yang bermuatan kelapa sawit kembali menjadi korban di Desa Tempeun, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur.

Hal ini diduga karena penggalian pinggir aspal lama dilakukan tanpa langsung diikuti dengan penimbunan. Jeda dari proses penimbunan dan penggalian membuat masyarakat menjadi korban. Belum lagi rambu rambu penanda pengerjaan jalan belum terpasang sesuai dengan standar.

Menggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, Fattatah Fikri sangat berang dengan keadaan seperti ini. Dia menginginkan jalan itu cepat selesai dan jangan abai terhadap keselamatan masyarakat yang melintas.

Fattah Fikri yang akrab disapa Bang Tata ini juga telah menghubungi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pengawas lapangan serta memperingatkan rekanan agar memperhatikan keselamatan masyarakat. Namun, Pengawas mengatakan ada pipa yang menggangu pekerjaan sehingga menyulitkan pekerjaan di sana.

“Saya tidak mau tau, jalan harus cepat selesai, masyarakat harus selamat,” ujar Bang Tata saat menghubungi Pengawas lapangan.

“Bek bak peng manteng kapike laen tan na kaperumen (Jangan uang aja yang diutamakan yang lain terabaikan),” pungkas Bang Tata yang juga mantan kombatan GAM Wilayah Peureulak dan juga Politisi Partai Aceh.

Peringati HPN 2022, Wartawan Aceh Tamiang Gelar Bakti Sosial dan Tausyiah Agama

0
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 di Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Nukilan/Poris)

Nukilan.id – Sejumlah Wartawan yang bertugas di Aceh Tamiang memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 secara sederhana di halaman Kantor Bupati, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (16/2/2022).

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Edy Syaputra dari Media Humas Polri, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Nurwinda dari Media Liputan Esia.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia HPN tahun 2022 Aceh Tamiang, Amnurdani mengucapkan terima kasih kepada seuruh undangan yang telah berkenan hadir dalam acara peringatan HPN ini. Ia berharap peringatan ini menjadi momentum sebagai ajang meningkatkan profesionalisme, sehingga insan pers diAceh Tamiang semakin berkembang.

Penyerahan santunan berupa sembako kepada keluarga Wartawan yang telah meninggal dunia di Aceh Tamiang. (Foto: Nukilan/Poris)

Selain itu, Amnurdani melaporkan bahwa, dalam rangkaian kegiatan HPN tahun ini, selain melaksanakan kegiatan Tausyiah Agama, para Wartawan juga melakukan beberapa kegiatan sosial lainnya, seperti memberi santunan berupa sembako kepada ahli waris atau keluarga Wartawan yang telah meninggal dunia, melakukan bakti sosial dengan bergotong royong membersihkan Musholla, dan melakukan kegiatan Vaksinasi massal.

“Karena itu, dalam hal ini kami ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah bersinergi sehingga pelaksanaan HPN berjalan dengan baik,” ucapnya.

Kemudian, Amnurdani juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang agar dapat mencantumkan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) untuk kegiatan HPN di Aceh Tamiang pada tahun depan.

Penyerahan santunan berupa sembako kepada keluarga Wartawan yang telah meninggal dunia di Aceh Tamiang. (Foto: Nukilan/Poris)

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, S.H., M.Kn melalui Wakil Bupati, T. Insyafuddin, ST juga mengucapkan selamat  memperingati HPN tahun 2022 kepada seluruh Insan Pers di Aceh Tamiang.

“Kita sangat apresiasi, peringatan HPN ini sebagai ajang peningkatan profesional Insan Pers, yang saat ini semakin berkembang dengan zaman yang semakin modern serba eletronik, menuntut Insan Pers bergerak cepat dan bekerja secara profesional,” ucapnya.

Kata Wakil Bupati, meskipun dalam suasana pandemi Covid-19, Insan Pers tetap bekerja menyampaikan informasi untuk meningkatkan literasi dan membangun opitimisme dengan harapan masyarakat tetap tangguh menghadapi dampak pandemi Covid-19.

“Kita juga beri apresiasi kepada panitia HPN yang telah menyelenggarakan peringatan HPN pertama kali di Aceh Tamiang, yang nantinya menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan akurat,” ungkapnya.

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 di Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Nukilan/Poris)

Oleh karena itu, Wakil Bupati berharap Insan Pers nantinya semakin Profesiomal, berkualitas dan harus menjunjung tinggi kode etik jurnalis. Dengan adanya kemajuan teknologi menuntut Insan Pers bergerak cepat dalam menyajikan informasih yang akurat dan seimbang.

Selanjutnya puncak acara peringatan HPN tahun 2022 ini diakhiri dengan Tausyiah Agama yang dibawakan oleh Ustad H. Riswanto, M.Kom.I, sebagai penyejuk hati para Insan Pers yang hadir.

Turut hadir dalam acara itu, segenap unsur Forkopimda, Kejaksaan Negri Kuala Simpang, Pengadilan Kuala Simpang, Dandim 0117/ Aceh Tamiang Letkol Czi Alfian Rachmad Purnamasidi, S.I.P., M.Si., Pasi Intel Kodim 0117/Atam, Media Center 0117/Atam, Polres Aceh Tamiang, Kepala BNNK Aceh Tamiang, Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Simpang yang mewakili, MPU, MAA, Forkopimda Aceh Tamiang, Datok Penghulu Aceh Tamiang, serta para Awak Media Wilayah Aceh Tamiang, dan para tamu undangan.

Reporter: Poris

Akademisi UIN-Ar-raniry: Partisipasi Masyarakat Penting untuk Menjaga Kerukunan

0
Akademisi FISIP UIN Ar-raniry, Mirza Fanzikri

Nukilan.id – Akademisi FISIP UIN Ar-raniry, Mirza Fanzikri mengatakan Kerukunan, ketertiban, dan keamanan adalah ekosistem utama dalam pembangunan daerah, sehingga deteksi dini untuk setiap potensi konflik penting dilakukan.

“Jika potensi konflik tidak dapat dideteksi sedini mungkin, tentu akan menghambat pembangunan,” kata Mirza Fanzikri, Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) saat mengikuti Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Forum-Forum di Daerah Dalam Rangka Kewaspadaan Nasional” di Aula Badan Kesbangpol Kabupaten Pidie Jaya, , kamis (17/2/2022).

Untuk itu–Mirza mengajak seluruh elemen untuk menjadi aktor dalam menjaga kerukunan, ketertiban, dan keamanan demi ketercapaian tujuan pembangunan daerah dan nasional.

“Partisipasi unsur masyarakat sama pentingnya dengan keterlibatan pelaku usaha, akademisi, dan media sebagai mitra pemerintah dalam menyukseskan agenda pembangunan sebagaimana dalam teori penta helix,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus untuk menghimpun masukan dan informasi terkait potensi konflik kekinian, dan seperti penyampaian masyarakat terkait kelangkaan pupuk, gas Elpiji 3 Kg, dan mahalnya minyak goreng.

FGD yang difasilitasi Badan Kesbangpol Aceh ini turut dihadiri Anggota FKDM, FKUB, FPK, MPU, KNPI, Keuchik, Camat, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan di Pidie Jaya.

Sementara Unsur Kesbangpol Aceh hadir Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional kemudian Dedy Andrian, SE.,MM, Analis Kebijakan Ahli Muda Sub Koordinator Kewaspadaan Dini Zulkarnaini, M.Ec. Dev, dan tim dari Kesbangpol Aceh.[]

Polda Aceh Imbau Penerima Beasiswa yang Tidak Memenuhi Syarat Kembalikan Kerugian Negara

0
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kasus korupsi beasiswa yang ditangani Ditreskrimsus Polda Aceh sudah dua kali disupervisi oleh Bareskrim Polri dan KPK. Kasus tersebut juga ikut dibedah oleh korps antirasuah pada saat kegiatan pencegahan korupsi dengan Pemerintah Aceh beberapa hari yang lalu.

Berdasarkan hasil diskusi materi perkara (anatomy of crime) Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya, S. I. K. dengan Direktur Korsup KPK dan tim, disepakati bahwa para mahasiswa yang menerima dana beasiswa, di mana sebenarnya mereka tidak memenuhi syarat sebagai penerima beasiswa, maka perbuatan mereka adalah merupakan perbuatan melawan hukum, karena sudah seharusnya mereka mengetahui bahwa mereka tidak layak menerima beasiswa tersebut.

Apalagi dengan mereka bersedia dana beasiswanya dipotong oleh para Korlap, hal tersebut menunjukkan bahwa mereka sebetulnya memahami dan menyepakati bahwa mereka menerima dana beasiswa meskipun tidak memenuhi syarat sebagai penerima beasiswa. Dengan demikian, hal tersebut memungkinkan mereka juga dapat ditetapkan sebagai tersangka, kecuali bila mereka segera mengembalikan dana beasiswa yang diterimanya tersebut, dan hal itu adalah sebagai bentuk pengembalian kerugian negara.

Penyidik menemukan ada lebih dari 400 orang mahasiswa yang berpotensi jadi tersangka karena menerima beasiswa tidak memenuhi syarat dan diketahui memberikan kickback kepada koordinator. Penyidik juga sudah memiliki daftar nama dan identitas ke-400 lebih penerima beasiswa tersebut.

“Mereka dinilai memiliki niat (mens rea) untuk melakukan pidana. Karena pada dasarnya mereka tau kalau syaratnya tidak terpenuhi, tapi tetap memaksakan diri dengan cara memberikan sejumlah potongan agar bisa memenuhi syarat sebagai penerima beasiswa,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam rilisnya, Kamis (17/2/2022).

Sebenarnya, Winardy menjelaskan, jumlah calon tersangka ini juga merupakan satu kendala dalam merampungkan kasus ini, di mana para penerima rata-rata mahasiswa.

Oleh karena itu, Polda Aceh masih memberikan kesempatan, khususnya kepada penerima beasiswa yang tidak memenuhi syarat untuk mengembalikan uang tersebut ke kas daerah, untuk menghindari banyaknya calon tersangka dan bisa fokus ke delik utama.

“Penyidik lebih mengutamakan agar kerugian negara dikembalikan daripada menghukum para mahasiswa yang menerima beasiswa tidak sesuai persyaratan,” ujarnya.

Winardy juga mengatakan, bahwa penetapan tersangka masih dalam proses pengkajian termasuk calon tersangka yang sudah diteliti secara prosedur mereka salah tetapi tidak menerima kickback uang negara dari pemotongan beasiswa tersebut.

Namun, Polda Aceh tetap berkomitmen memproses kasus tersebut sesuai ketentuan dan rasa keadilan yang hakiki, serta akan menetapkan tersangka dengan alat bukti yang cukup dalam waktu yang tidak beberapa lama lagi.

“Kita komitmen untuk tetap proses kasus ini, serta akan menetapkan tersangka dalam waktu dekat bila alat bukti sudah cukup,” imbuhnya.[]