Beranda blog Halaman 1790

Hari Raya Nyepi, Kominfo Nonaktifkan Akses Internet di Bali

0
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Nyepi Tanpa Internet (Zaki Alfarabi/detikcom)

Nukilan.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa Hari Raya Nyepi pada tahun ini juga akan dilakukan dengan dimatikan akses internet seluler dan Internet Protocol Television (IPTV).

Tidak seluruh Indonesia, tapi khusus di Bali saja yang mana mayoritas warga di sana memeluk agama Hindu, yang rencana akses internet dan IPTV dimatikan.

Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi mengatakan, pihaknya telah meminta seluruh penyelenggara telekomunikasi di Provinsi Bali melalui SE Menteri Kominfo No. 2 Tahun 2022 perihal Himbauan untuk Melaksanakan Seruan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2022, untuk mematikan layanan data seluler dan IPTV selama Hari Raya Suci Nyepi 2022.

“Hal ini sesuai dengan Surat Pemprov. Bali No. 003/2959/IKP/D.KOMINFOS perihal Pemberhentian Data Selular Pada Saat Nyepi Tahun Saka 1944,” ujar Dedy saat dihubungi detikINET, Selasa (1/3/2022).

Dedy menuturkan pelaksanaan dimatikannya layanan data seluler dan IPTV direncanakan akan berlangsung pada hari Kamis, tanggal 3 Maret 2022 pukul 06.00 WITA sampai dengan Jumat, tanggal 4 Maret 2022 pukul 06.00 WITA.

“Kami berharap perayaaan Nyepi dapat berlangsung dengan khidmat, dan semoga pelaksanaan Catur Brata Penyepian berjalan dengan lancar bagi seluruh umat Hindu yang merayakan,” ungkap Dedy.

Ini bukan pertama kalinya layanan internet operator seluler di Bali dimatikan untuk menghormati umat Hindu yang menjalankan Hari Raya Nyepi.

Sejak tahun 2018, Nyepi tanpa internet sudah dilakukan dan momen tersebut berjalan dengan lancar. [detik]

BUPATI Mursil Buka Musrembang RKPD 2023 Tingkat Kecamatan di Aceh Tamiang

0
upati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M. Kn membuka secara langsung pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2023 Tingkat kecamatan di Aula Kantor Camat Kejuruan Muda. (Foto: Nukilan/Poris)

Nukilan.id – Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M. Kn membuka secara langsung pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2023 Tingkat kecamatan di Aula Kantor Camat Kejuruan Muda, Selasa (1/3/2022).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menghimpun berbagai usulan pembangunan tingkat kecamatan yang kemudian akan disusun dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mursil menjelaskan bahwa masih banyak permasalahan yang menjadi tantangan di tahun 2022 ini dan tahun mendatang. Permasalahan tersebut antara lain, pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan rumah dhuafa atau rumah layak huni, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil dan percepatan vaksinasi Covid-19 yang keseluruhannya terhambat akibat pandemi yang melanda.

“Yang menjadi permasalahan pokok dari tahun-tahun sebelumnya ialah masalah pembangunan infrastruktur jalan. Beberapa pembangunan dan program kerja selama pandemi ini tertunda karena adanya pemotongan anggaran yang difokuskan untuk penanganan Covid-19,” ujar Bupati dihadapan para peserta Musrenbang yang hadir.

Ia menambahkan, meski usulan masyarakat yang ditampung 2 tahun lalu belum semua bisa direalisasikan, namun Bupati Mursil optimis program-program yang menjadi isu strategis perlahan berjalan dan kemudian berdampak pada peningkatan kesejahteran masyarakat.

“Tidak apa kita usulkan kembali apa yang menjadi prioritas, mudah-mudahan tahun depan program yang kita usulkan semua bisa terlaksana dan anggaran tidak terpotong lagi,” ungkapnya penuh harapan.

Bercerita soal banyaknya pembangunan infrastruktur yang tertunda akibat pandemi, Mursil dikesempatan itu menceritakan sebab musabab agar para aparatur pemerintahan kampung yang berhadir mengerti persoalan yang terjadi. Strategi untuk bisa keluar dari belengu pandemi ialah bersama sukseskan vaksinasi yang menjadi prioritas pemerintah sehingga kedepan tak ada lagi halangan yang menghambat proses pembangunan sampai ke tingkat kampung.

Sementara itu, Camat Kejuruan Muda, Rusni Devi melaporkan bahwa, kegiatan pra Musrenbang ini telah lebih dahulu dilaksanakan oleh Tim Delegasi Kampung bersama Aparatur Kampung pada 24 Februari 2022 di Aula Kantor Camat setempat.

Camat juga mengungkapkan bahwa Timnya telah menyepakati berbagai kesepakatan dalam berbagai bidang untuk dibahas dalam kegiatan yang berlangsung hari ini.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Bappeda, Kapolsek Kejuruan Muda, Danramil Kejuruan Muda, Kepala Disparpora, Kepala Dinkes, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Kepala DPMPPKB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepudayaan, Kepala Disperindagkop dan UKM serta seluruh peserta Musrenbang.

Reporter: Poris

Bank Aceh Saweu Syedara Bantu Bayi Bocor Jantung

0
Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, Amal Hasan (tengah), didampingi orang tua Mauza Dilara, dan komunitas Trabas dan Baskom melakukan sesi foto bersama saat melakukan kunjungan sosial ke Desa Lhok Buya, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya

Nukilan.id – Program sosial Bank Aceh Saweu Syedara melalui Komunitas Trail Bank Aceh Syariah (Trabas) dan Bank Aceh Syariah Komunitas Motor (Baskom) menyambangi bayi Mauza Dilara (8 bulan) yang mengalami bocor jantung, di Gampong Lhok Buya, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, Selasa (1/3/2022).

Perjalanan ekpedisi tersebut dimulai dengan menyusuri jalan Banda Aceh-Calang dan melewati jalur pergunungan via darat ke wilayah pantai barat selatan Aceh. Tidak butuh waktu lama, rombongan sepeda motor roda dua tersebut tiba di Desa Lhok Buya, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, kabupaten yang dituju.

Ketua Trabas Aceh, Yanis Syahputra mengatakan melalui Program Sosial Bank Aceh Saweu Syedara, di samping mengeskplore wisata alam, ekspedisi itu juga dimaksudkan untuk memberi bantuan kepada Mauza Dilara, anak pasangan Mauluddin dan Vera Heppi yang menderita bocor jantung.

“Kehadiran Bank Aceh kiranya tidak hanya dirasakan sebagai lembaga keuangan tetapi juga aktivitas sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Yanis seraya mengungkapkan ada rasa bahagia bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan perhatian dan uluran bersama.

Ketua pembina komunitas roda sekaligus Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, Amal Hasan mengatakan kehadiran komunitas Bank Aceh diapresiasi positif oleh Mauza Dilara. “Kami juga merasa sangat bahagia. Harapan kami bantuan dari Program Bank Aceh Saweu Syedara dapat dimanfaatkan dan membantu meringankan beban keluarga tersebut,” terang Amal.

Ditambahkan Amal, Kegiatan Komunitas Bank Aceh ke depan terus diintensifkan dan pihaknya akan berkolaborasi dengan para pihak di pelosok-pelosok di kabupaten/kota di Aceh dalam rangka memberi dukungan bagi pihak yang memutuhkan.

Maulidin selaku orang tua Mauza mengaku terharu atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih tak terkira kami ucapkan kepada Bank Aceh yang telah turut memberikan dukungan moral dan materil yang tentunya sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Kegiatan Bank Aceh Saweu Syedara turut diikuti oleh Pemimpin Divisi Treasury, Erwin Konadi, Pemimpin Divisi Teknologi Informasi, Imamil Fadhil , Pemimpin Divisi Sumber Daya Insani, Zia Urrahman, dan Pemimpin Cabang Calang, TM Andika Putra.[]

Bayar Tagihan PDAM Lebih Mudah Dengan Action Mobile Banking

0
Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman bersama Direktur Utama PDAM Tirta Daroy Novizal Aiyub melakukan penandatanganan kerjasama pembayaran tagihan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh, di Kantor Pusat Bank Aceh.

Nukilan.id – Action Mobile Banking Bank Aceh kini semakin memberikan layanan kemudahan bagi nasabah. Melalui pengembangan aplikasi, Mobile Banking Action Bank Aceh versi teranyar telah memiliki fitur pembayaran tagihan air bagi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy Kota Banda Aceh.

Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman, melalui Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan, Said Zainal Arifin mengatakan, dalam rangka memenuhi kebutuhan nasabah akan kemudahan layanan, Bank Aceh terus melakukan pengembangan terhadap Action Mobile Banking.

“Bank Aceh secara konsisten mengembangkan layanan digital banking sebagai salah satu fokus utama perusahaan,” ujar Said, seraya menginformasikan seluruh nasabah Bank Aceh telah dapat mengakses fitur pembayaran tagihan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh.

Adapun biaya yang dikenakan per transaksi hanya sebesar Rp2.000 rupiah. Adapun jumlah tagihan yang bisa diakses adalah selama 3 bulan terakhir.

Ditambahkan, dalam rangka pengembangan akses, secara bertahap selanjutnya Bank Aceh akan menjajaki kerjasama dengan seluruh PDAM di Provinis Aceh.

Aktivasi fitur layanan pembayaran tagihan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh ditandai dengan penandatanganan kerjasama oleh Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman, dan Direktur Utama PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub di Kantor Pusat Bank Aceh, di Banda Aceh, Selasa (1/03/2022).

Direktur Utama PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh, T Novizal Aiyub menyambut baik perjanjian kerjasama, fitur pembayaran tagihan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh diharapkan dapat memudahkan 53.000 pelanggan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh dalam melakukan pembayaran tagihan. “Tentunya sinergi ini akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak” ujar Novizal.

Penandatanganan kerjasama turut dihadiri oleh Direktur Operasional Bank Aceh, lazuardi, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan, Said Zainal Arifin, dan Pemimpin Divisi Produk dan Layanan, Andi Purwito.

Sementara itu dari PDAM Tirta Daroy turut dihadiri oleh Direktur Adm dan Keuangan Samirul Fuadi, staf Legal, M Ilham Fauzi, staf IT Munawir Abd Aziz dan Sekretaris Dirut, Zahrani Balqis.

Tambahan Fitur Action

Said Menjelaskan, selain pembayaran tagihan PDAM, Action Mobile Banking saat ini juga telah dilengkapi dengan sejumlah fitur terbaru.
Di antaranya adalah Pembelian Pulsa XL dan Axis, Pembelian Pulsa Indosat, Pembayaran Tagihan XL/Axis, Pembayaran Tagihan Indosat, Pembelian Tiket Pesawat Garuda Indonesia, Pembelian Tiket Pesawat Lion, Pembelian Tiket KAI, Pembayaran TV Berlangganan MNC Vision, Pembayaran Asuransi BPJS Kesehatan, Pembelian Data Internet XL Xtra Combo, Pembelian Data Internet XL Hotrod, Top-Up E-Money LinkAja, Top-Up E-Money GoPay, Top-Up E-Money OVO.[]

Pengembalian Beasiswa tidak Memenuhi Syarat Bertambah Rp39,35 Juta

0
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Posko pengembalian kerugian negara kasus korupsi beasiswa tahun 20177 Unit III Subdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Aceh bertambah Rp39.350.000 juta, Selasa, 1 Maret 2022.

“Ada lima orang mahasiswa yang mengembalikan kerugian negara hari ini. Totalnya Rp39,35 juta,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, di Mapolda Aceh, Selasa, 1 Maret 2022.

Dengan demikian, kata Winardy, saat ini 54 mahasiswa sudah mengembalikan kerugian negara, dengan total Rp713.495.000.

Polda Aceh masih memberi kesempatan bagi mahasiswa yang menerima beasiswa tidak memenuhi syarat untuk mengembalikannya.

“Sejauh ini baru 54 orang yang mengembalikan. Kita tetap mengimbau agar mahasiswa yang tidak memenuhi syarat untuk segera mengembalikannya,” ujar Winardy.[]

FMTR Sosialisasikan Perguruan Tinggi ke Sejumlah Sekolah di Aceh Selatan

0
Forum Mahasiswa Trumon Raya (FMTR) melakukan kegiatan sosialisasi ke beberapa sekolah. (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Forum Mahasiswa Trumon Raya (FMTR) kembali melakukan kegiatan sosialisasi ke beberapa sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Trumon Raya dan sekitarnya mulai 7 Februari hingga 24 Februari 2022 lalu.

Kegiatan ini direalisasikan di seluruh sekolah SMA sederajat yang berada di wilayah Trumon Raya hingga wilayah Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan.

Ketua panitia pelaksana, Sahlan Mukmin menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan untuk mendongkrak minat adik-adik untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

“FMTR back to school yang bertajuk memberikan semangat dan motivasi kepada adik-adik siswa/i yang ingin melanjutkan studi ke tingkat perguruan tinggi ini bertujuan untuk memperkenalkan perguruan tinggi yang ada di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, FMTR juga menerangkan jalur masuk perguruan tinggi, terkait beasiswa serta memperkenalkan internal organisasi FMTR,” terang Sahlan dalam keterangannya kepada Nukilan, Rabu (2/3/2022).

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, adik-adik siswa/i yang nantinya mendaftar keperguruan tinggi dapat diterima, terutama perguruan tinggi yang berada di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe.
“Dan pastinya di sana nanti mereka sudah ditunggu oleh keluarga besar FMTR, kemudian menjadi bagian dari keluarga besar FMTR setelah menyandang status sebagai mahasiswa/i,” ujar Sahlan.

Sementara itu, Ketua Umum FMTR, Uje Reza Wahyudi menambahkan, sebenarnya kegiatan ini adalah kegiatan tahunan FMTR, tapi di tahun lalu kegiatan ini terhenti karena masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di Aceh.

“Kemudian juga kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring membuat giat FMTR kurang efektif, dan Alhamdulillah di tahun ini kegiatan sosisalisasi kita bisa kembali terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

Terakhir, kata Uje, kegiatan ini juga cukup menyita perhatian publik, karena dengan adanya kegiatan ini minat siswa/i khususnya di daerah Trumon Raya dan sekitarnya dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi meningkat pesat.

Untuk diketahui, dalam kegiatan “FMTR back to school ini” para panitia pelaksana menyampaikan berbagai macam informasi terkait perguruan tinggi yang ada di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara kepada adik-adik siswa/i di sana, antara lain memperkenal perguruan tinggi, jalur masuk perguruan tinggi, beasiswa dan juga memperkenalkan internal organisasi FMTR. Bukan hanya itu, kegiatan ini juga di warnai dengan sesi tanya jawab terkait apa saja seputar dunia perkuliahan.

Menurut Dewan Alumni FMTR, Kasman Abbas, bahwa kegiatan tahun ini terlihat sangat luar biasa, ditambah lagi antusiasme adek-adek siswa dan siswi yang aktif memberikan berbagai pertanyaan terkait perkuliahan tersebut.

“Apresiasi yang tinggi juga kepada pengurus FMTR atas semangatnya membangun daerah dalam memberikan informasi dan edukasi kepada calon mahasiswa Aceh Selatan umumnya terkusus wilayah Kecamatan Trumon Raya hingga Bakongan Raya,” tutup Kasman Abas yang juga Pemateri dalam kegiatan itu.

Reporter: Hadiansyah

Polda Aceh Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Beasiswa

0
Polda Aceh menetapkan tersangka kasus korupsi beasiswa tahun 2017 melalui gelar perkara di Mapolda Aceh, Selasa (1/3/2022). Foto: Dok.Ist

Nukilan.id – Polda Aceh menetapkan tersangka kasus korupsi beasiswa tahun 2017 melalui gelar perkara, Selasa, 1 Maret 2022 di Mapolda Aceh.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya melalui Kabid Humas Kombes Winardy menyampaikan, bahwa di dalam gelar perkara, tujuh orang dinilai memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka atas kasus korupsi dana pendidikan.

Ke tujuh orang tersebut adalah SYR selaku PA, FZ selaku KPA, RSL selaku KPA, FY sebagai PPTK, SM, serta RDJ dan RK sebagai Korlap.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, tujuh orang dinilai cukup unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka,” kata Winardy, Rabu, 2 Maret 2022 di Polda Aceh.

Pihak kepolisian juga sudah melaporkan gelar perkara penetapan tersangka tersebut baik ke Bareskrim Polri maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).[]

KLHK Kenalkan Gagasan Plastic Credit untuk Mengurangi Sampah Plastik

0
Sampah plastik © Larina Marina Shutterstock

Nukilan.id – Sampah plastik masih menhadi masalah yang sulit dipecahkan. Sampah anorganik ini termasuk limbah yang tidak bisa terurai secara alami oleh alam dan jumlahnya terus bertambah seiring waktu.

Menurut catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), total sampah nasional pada 2021 mencapai 68,5 juta ton dan 11,6 juta ton di antaranya adalah sampah plastik.

“Pada tahun 2021 diperkirakan sampah Indonesia berjumlah 68,5 juta ton. Hal yang menarik adalah komposisi sampah nasional menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan timbulan sampah plastik dari 11 persen di 2010 menjadi 17 persen pada 2021,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati.

Bahkan, LIPI memprediksikan bahwa tahun 2050 nanti jumlah sampah plastik akan melebihi jumlah ikan dan jumlah mikroplastik melebihi plankton laut, yang akan mengancam kehidupan laut juga manusia.

Direktur Pengurangan Sampah, KLHK Sinta Saptarino Sumiarno menyampaikan bahwa peningkatan bisnis daring juga berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah sampah plastik dirumah tangga akibat pemakaian kemasan plastik.

“Peningkatan bisnis online store selama PSBB/PPKM dan WFH menambah jumlah sampah plastik yang dihasilkan dari pemakaian kemasan pembungkus seperti bubble wrap dan kantong plastik pada saat pengemasan dan pengantaran barang,” jelasnya.

Dari tahun ke tahun, berbagai cara pengurangan serta pengelolaan sampah terus dilakukan. Pada Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2022, KLHK juga memperkenalkan gagasan baru mengenai solusi pengurangan sampah yang disebut plastic credit. Apa maksudnya?

Mengenali konsep plastic credit

Menurut penjelasan KLHK, plastic creditadalah kredit dengan nilai satu ton sampah plastik plastik yang sebelumnya belum terkumpul atau terdaur ulang, kemudian dikumpulkan atau didaur ulang oleh pihak-pihak yang terdaftar dalam platform khusus.

Setelah itu, sampah plastik yang berhasil dikumpulkan dan dicegah bocor ke lingkungan akan mendapat Waste Collection Credits (WCCs) dan sampah plastik yang berhasil didaur ulang akan mendapat Waste Recyling Credits (WRCs).

Untuk plastic credit yang sudah diterbitkan kemudian dijual kepada industri, baik itu industri hulu penghasil bijih atau produk plastik ataupun industri hilir pengguna plastik. Hal ini menjadi bagian dari tanggung jawab industri dalam mencegah dan mengendalikan polusi plastik.

Kemudian setelah plastic credit dibeli pihak industri, dana bisa dicairkan dan diserahkan kepada pemilik proyek atau pihak produsen untuk mengganti sebagian atau seluruh biaya investasi, operasional pengumpulan, dan proses daur ulang.

Senada dengan penjelasan plasticcollective.co, plastic credit adalah mekanisme untuk mendorong penghapusan plastik dari lingkungan serta daur ulang plastik menjadi produk dan kemasan baru.

Konsep ini melibatkan dua peserta kunci, yaitu perusahaan yang menggunakan plastik dalam produk dan kemasannya, juga proyek yang mengumpulkan plastik dari lingkungan dan atau mendaur ulang plastik yang dikumpulkan.

Dengan menjalankan konsep plastic credit, perusahaan ingin bertanggung jawab atas plastik yang mereka masukkan ke lingkungan dengan membuang plastik dalam jumlah yang sama dari lingkungan.

Untuk memulainya, perusahaan perlu menghitung berapa banyak plastik yang mereka buang ke lingkungan setiap tahun yang disebut plastic footprint. Kemudian, perusahaan membeli sejumlah kredit plastik yang sesuai dengan plastic footprint mereka. Uang dari perusahaan untuk plastic credit akan diberikan ke pihak proyek sebagai imbalan mengumpulkan dan mendaur ulang plastik.

Kerja sama ini pada akhirnya akan memberikan manfaat pada kedua belah pihak. Dari sisi perusahaan dapat dapat mengklaim bahwa mereka telah bertanggung jawab atas plastik yang mereka masukkan ke lingkungan. Sedangkan untuk pihak proyek bisa memperoleh pendanaan untuk mendukung pengumpulan dan daur ulang plastik secara berkelanjutan.

Secercah harapan tentang pengurangan sampah di Indonesia

Vivien menuturkan bahwa keberhasilan sistem ini guna mendukung pengurangan sampah oleh produsen memang masih membutuhkan pembelajaran dan penyempurnaan dalam implementasinya.

“Kita mesti punya standar, requirement, dan regulasi yang diatur untuk bisa menerapkan program plastic credit,” jelas Vivien.

Namun, tentunya pemerintah juga berharap bahwa adanya kerja sama dari berbagai pihak ini akan menghasilkan solusi yang baik guna tercapainya target pengurangan sampah di Tanah Air.

“Dengan munculnya gagasan-gagasan baru untuk mendukung pengurangan sampah oleh produsen, akan semakin banyak produsen yang melaksanakan kewajiban untuk mengurangi sampah kemasannya melalui pelaksanaan peta jalan. Sebagai sebuah gagasan baru saya berharap plastic credit dapat menjadi pilihan solusi pengurangan sampah plastik tidak sebatas fantasi,” tegasnya.

Dalam hal ini pemerintah juga membuat kebijakan dengan mewajibkan produsen untuk mengurangi sampah plastik yang berasal dari produk dan kemasan produk yang mereka hasilkan.

Bentuk pengaturan tanggung jawab produsen secara konkret tercantum dalam peraturan Menteri LHK No.75 Tahun 2019 yaitu mewajibkan produsen untuk membatasi timbunan sampah dan mendaur ulang sampah melalui penarikan kembali dan memanfaatkan kembali sampah. [GNFI]

Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan di Aceh Utara

0
(Foto: Humas Polda Aceh)

Nukilan.id – Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, pihaknya sedang mengejar pelaku pembunuhan yang terjadi di Gampong Alue Ngom, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, Selasa, 1 Maret 2022.

Dalam keterangan singkatnya Winardy membenarkan adanya peristiwa pembunuhan terhadap M Yusuf bin M Risyad alias Burak (45) meninggal dunia. Korban merupakan warga Gampong Matang Mane, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, serta berprofesi wiraswasta.

Winardy menjelaskan, pembunuhan itu dilakukan pelaku dengan menembak kepala korban menggunakan senapan angin jenis soft gun dalam jarak dekat. Setelah melakukan pembunuhan pelaku melarikan diri.

Saat ini, petugas di lapangan sudah memeriksa beberapa saksi, mengamankan barang bukti berupa sebatang kayu, dan sepasang sepatu boots milik korban.

“Benar ada tindak pidana pembunuhan di Aceh Utara. Untuk pelaku sendiri namanya sudah kita kantongi dan dalam pengejaran,” ujarnya.

“Motif sementara adalah dendam. Tidak ada kaitan dengan organisasi atau politik tertentu,” kata Winardy, menegaskan. []

Menoreh Banyak Prestasi, Ini Profil Kakanwil Kemenag Aceh Dr. Iqbal

0
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg

Nukilan.id – Dr H Iqbal SAg MAg dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh pada tanggal 10 Juli tahun 2020, ia merupakan Putra Pidie yang lahir 51 tahun lalu di Geulumpang Bungkok Pidie.

Sebelumnya Iqbal pernah menjabat sebagai Kepala Kemenag Pidie Jaya, Kemenag Aceh Selatan dan Terakhir Kakankemenag Aceh Barat Daya.

Akhir 2021, hampir setahun setengah ia memimpin Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, di bawah kepemimpinannya telah melakukan berbagai program dan inovasi untuk kejayaan Kementerian Agama sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Agama Pusat yang dipimpin Yaqut Cholil Qaumas yang akrab disapa Gusmen. Bahkan telah meraih berbagai prestasi nasional.

Berdasarkan data litbang Nukilan, menemukan sejumlah temuan kinerja kepemimpinan Dr Iqbal selama menjabat sebagai Kepala Kemenag Aceh. Basis penelusuran melalui berbagai informasi dan data, baik dari observasi maupun monitoring media.

Mulai dari tingkat provinsi, Dr Iqbal juga aktif turun ke kabupaten/kota untuk melakukan koordinasi dan menyukseskan berbagai kegiatan, sebagai bentuk dedikasinya terhadap lembaga.

Konsinyering Kenaikan Pangkat, merupakan salah satu ikhtiar Kemenag Aceh di bidang kepegawaian untuk memudahkan layanan kepegawaian, dan diluncurkannya Aplikasi Pelayanan Informasi Kepegawaian (APIK) tahun 2020. Terobosan dan inovasi ini diikuti oleh Kemenag Kabupaten Kota.

Di awal kepemimpinannya, Iqbal menginisiasi Wakaf Uang Tunai ASN, untuk perluasan Mushalla Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Aceh, dan hasilnya Mushalla AL-Ikhlas rampung pada 3 November 2021, mampu menampung 250 orang jamaah, dan diresmikan bersamaan dengan Peringatan Maulid NAbi 1443 H.

Wakaf tunai juga dikembangkan di Wilayah Tengah Aceh, seperti Peternakan Hewan di Aceh Tenggara dan Gayo Lues dan Ihmal Market di Aceh Tengah.

Pada bidang di Kanwil Kemenag Aceh juga telah menyempurnakan Pelantikan Pengurus Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Aceh se Aceh, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Aceh untuk sinergi membantu layanan umat.

Sinerginya dengan Pemerintah daerah sangat mendukung dalam implementasi berbagai program, dan Perdana, Gubernur Aceh juga hadir dan menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Amal Bakti ke-75 Kementerian Agama tahun 2021.

Berbagai Prestasi Siswa Madrasah dan Guru asal Aceh di tingkat Nasional, diapresiasi Menteri Agama.

Kemenag Aceh juga telah melaunching 69 Madrasah Inovasi Unggulan se Aceh.

Iqbal dikenal aktif dalam menyuarakan Moderasi Beragama guna menjaga keberagaman dan merawat kerukunan beragama di Aceh, dan upaya ini telah melahirkan Forum Pemuda Lintas Agama di awal tahun 2021.

Selain itu, guna mencegah penyebaran hoak, jajaran Kanwil Kemenag Aceh aktif melakukan sosialisasi Keputusan Menteri Agama nomor 660 tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji.

Demikian juga di Bidang Wakaf, Kemenag Aceh berhasil meraih penghargaan terbaik nasional sebagai Operator Sistem Pengawasan Zakat Terpadu.

Sebagai bentuk Komitmen mewujudkan Reformasi Birokrasi, Kakanwil Kemenag Aceh beserta ASN telah menandatangani Pakta Integritas Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Kemenag Aceh bersama Darma Wanita Persatuan Kanwil juga gencar melakukan berbagai giat sosial, seperti santunan anak yatim, fakir miskin dan dhuafa.

Berkat usaha dan kerja keras bersama, tahun 2021, Kanwil Kemenag Aceh meraih peringkat Pertama Keuangan Kategori Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah Besar dari DJPB Provinsi Aceh.

Sosok Iqbal, dikenal dengan dengan para Ulama Aceh, hal ini juga terlihat dari sambutan Ulama Aceh ketika ia menjadi Kakanwil dan silaturrahmi yang terjalin baik dengan para Ulama.

Pada tahun 2020, berkat dukungan Ulama, Pemerintah Aceh, Dinas Pendidikan Dayah dan Pemkab Bireuen. Sinergi lintas Sektoral yang dilakukan Kanwil Kemenag Aceh melalui Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren melahirkan cetusan Kabupaten Bireuen Sebagai Kota Santri, tepatnya pada tanggal 22 Oktober 2020.

Demikian pula, dalam perjalanan mewujudkan Kemandirian Pesantren dan Makhad ALy. Alhamdulillah Aceh telah memiliki enam Makhad Aly, dan Makhad Aly Mudi Mesjid Raya Samalanga Bireuen berhasil memperoleh akreditasi A, dan satu-satunya di luar pulau Jawa. Atas prestasi Mumtaz ini, Makhad Aly ini juga telah memiliki Marhalah Tsaniyah atau jenjang pendidikan setingkat Pasca Sarjana yang diresmikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Doktor Waryono.

Selain itu, Kemenag Aceh mempunyai “Program Kemenag Aceh Peduli” untuk membantu daerah-daerah yang terkena musibah bencana seluruh Indonesia, seperti membantu korban bajir Kalimantan Selatan dan Gempa Bumi Sulawesi Barat, serta membantu korban Erupsi Gunung Semeru baru-baru ini.

Di tengah cobaan Covid-19, Kanwil Kemenag Aceh aktif melakukan sosialisasi dan memantau pelaksanaan penerapan Protokol Kesehatandi jajaran, baik di KUA atau Madrasah.

Dalam realisasi anggaran, Kanwil Kemenag Aceh berhasil meraih capaian tertinggi Evaluasi Kinerja Triwulan tiga se regional barat. Sementara tingkat Kantor Urusan Agama, KUA Matangkuli berhasil menjadi Terbaik nasional Penerima Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam menjalankan program revitalisasi KUA.

Kemenag Aceh juga menetapkan Desa Sadar Kerukunan di Aceh, yaitu Desa Pertamina Kec Rantau, Aceh Tamiang. Gampong Bandar Kec Kota Juang Bireuen dan Desa Jontor Kec Penanggalan Kota Subulussalam.

Akhir tahun 2021, Kemenag Aceh telah sukses menyelenggarakan Tes CPNS dan Tes P3K di Aceh dan dipantau langsung oleh Kakanwil yang berlangsung di Politeknik Lhokseumawe.

Bahkan Dr Iqbal pernah juga dianugerahi penghargaan dari Jaringan Survei Inisiatif (JSI) atas beberapa terobosan, seperti dukungan Kemenag Aceh terhadap kekhususan Aceh dan beberapa kontribusi Kemenag Aceh untuk memajukan penerapan Syariat Islam di Aceh. []