Beranda blog Halaman 1756

Masni, Mengabdi Jadi Guru Honorer di Aceh Besar Sambil Bertani

0
Masni, guru SMP di Jantho Makmur, Aceh Besar saat memberikan pelajaran kepada siswa dalam kelas. (Foto: ACTNews).

Nukilan.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berbagi kebaikan kepada sesama terutama kepada para tenaga pendidik yang berjuang di pelosok Indonesia.

Kali ini, ACT kembali mendistribusikan paket pangan dengan menyasar seorang guru di Kelurahan Jantho Makmur, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Adalah Masni, seorang guru honorer di sebuah SMP di Jantho Makmur. Guru cantik ini telah mengabdikan diri selama 4 tahun sebagai guru honorer.

Namun, penghasilan dari perannya sebagai guru honorer belum dapat dikatakan mencukupi kebutuhannya. Karena itu dia memilih kegiatan lain yakni bertani.

“Selain mengajar, saya juga punya penghasilan lain, yakni dari menjadi petani,” kata Masni ditemui Tim Global Zakat-ACT Aceh Besar seperti dilansir sindonews, Rabu (9/2/2022).

Bagi Masni, mengabdi sebagai guru merupakan tugas mulia, namun dia juga berharap masa depan para guru honorer dapat lebih baik ke depan.

“Saya berharap supaya lebih banyak lagi pihak-pihak yang peduli pada nasib para guru, serta memberikan program-program terbaik untuk memerhatikan kesejahteraan kami,” harap Masni.

Dalam kesempatan tersebut, dia turut berterima kasih kepada para dermawan yang telah membantunya lewat program Sahabat Guru Indonesia.

“Semoga bantuan para dermawan ini dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” ujar Masni. []

Kembangkan UMKM, BI Aceh Resmikan Sharing Packaging dan Sharing Marketing

0
(Foto: Humas BI Aceh)

Nukilan.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menggelar Soft Launching Sharing packaging dan Sharing Marketing Koperasi Wirausaha Unggul Bersama Indonesia pada Rabu, (30/3/2022) di Sekretariat Koperasi Wirausaha Unggul Bersama Indonesia, Jl Jendral Sudirman No 82, Kota Banda Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani mengatakan, peresmian tersebut dalam rangka mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sisi hilir. Pembentukan sharing packaging dan sharing marketing yang diinisiasikan Bank Indonesia ini sebagai cikal bakal terbentuknya sharing factory di Aceh.

“Ide tersebut bertujuan untuk efisiensi operasional usaha UMKM dan kemudahan dalam pengurusan perijinan UMKM di Aceh,” kata Achris dalam keterangannya kepada Nukilan, Rabu.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia karena memberikan sumbangan signifikan khususnya dalam pembentukan produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, lanjut Achris, UMKM juga dipercaya memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi penopang bagi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian. Namun demikian, pengembangan UMKM masih menghadapi berbagai kendala, diantaranya yaitu dari sisi sarana dan prasarana, legalitas usaha, kapasitas SDM, permasalahan pembiayaan, akses terhadap pemasaran dan pemanfaatan teknologi.

“Sebagai upaya dalam menghadapai permasalahan tersebut, Bank Indonesia memutuskan untuk melakukan intervensi berupa pengembangan dan pemberdayaan UMKM dari hulu ke hilir. Upaya tersebut tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan pemberian solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan UMKM,” jelas Achris.

Lebih lanjut, Achris menjelaskan, bahwa Sharing packaging dan Sharing marketing juga dapat menjadi jawaban atas permasalahan terkait ketersediaan sarana dan prasarana UMKM.

“Dengan adanya Sharing packaging dan Sharing marketing, UMKM diharapkan mampu meningkatkan skala produksi dan menekan biaya operasional yang selama ini menghambat ekspansi dan eskalasi UMKM,” ungkapnya.

Acara seremonial tersebut juga turut dihadiri Kepala dinas koperasi; Helvizar Ibrahim, Direktur Operasional Bank Syariah Indonesia; Lazuardi, Kasubag TU Disperindag; Zulfahmi dan mentor bisnis “Yuk Bisnis”; Jaya Setiabudi.

Reporter: Reji

Isbat Ramadhan Digelar 1 April, Kemenag Aceh Siapkan 6 Lokasi Pengamatan Hilal

0
Gedung Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menyiapkan enam lokasi pengamatan rukyatul hilal 1 Ramadhan 1443 H yang tersebar di berbagai daerah di Aceh.

Keenam lokasi tersebut yaitu Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang – Lhoknga, Tugu 0 KM – Kota Sabang, Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas – Lhokseumawe, Pantai Lhokgeulumpang – Setia bakti Aceh jaya, POB Suak Geudubang – Aceh Barat, dan di Pantai Nancala – Teupah Barat, Kabupaten Simeulue.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Iqbal, S.Ag, M.Ag mengatakan pengamatan hilal dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta, pada Jumat (1/4/2022).

“Aceh menyiapkan 6 lokasi pengamatan pada 1 April nanti. Secara nasional, totalnya ada 101 lokasi pengamatan yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.” Ujar Iqbal.

Ia melanjutkan, pengumuman hasil pengamatan tersebut akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama dalam sidang isbat tersebut setelah menerima hasil rukyatul hilal seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ahli Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh Alfirdaus Putra mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan persiapan jelang pemantauan hilal. Tim juga telah mempersiapkan sejumlah perangkat teleskop astronomi sebagai alat bantu dalam pemantauan nanti.

Berdasarkan data yang dirilis ijtima’ awal Ramadhan 1443 H akan terjadi pada Jumat 1 April 2022 M pukul 13:24 WIB bertepatan dengan tanggal 29 Sya’ban 1443 H.

“Pada hari tersebut, tinggi hilal pada Markaz Observatorium Tgk Chik Kuta Karang Lhoknga, Aceh Besar berada pada 2,07 derajat di atas ufuk dengan posisi 2,47 derajat dari arah barat ke utara dengan elongasi sebesar 3,45 derajat.” Ujar Alfirdaus.

Sedangkan untuk kepastian tanggal 1 Ramadhan, lanjutnya, akan diumumkan langsung pada Sidang isbat di Jakarta oleh Menteri Agama pada 1 April nanti setelah rukyat selesai dilaksanakan dan apabila hilal terpantau di tanggal 1 april maka diperkirakan 1 Ramadhan akan jatuh pada tanggal 2 April 2022, tetapi jika tidak terlihat maka awal Ramadhan bisa saja jatuh pada tanggal 3 April 2022. []

BI Aceh Gelar Edukasi Literasi Keuangan Digital Melalui Meugah Festival 2022

0
(Foto: Humas BI Aceh)

Nukilan.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyelenggarkan seri Edukasi Literasi Keuangan Digital yang dilaksanakan secara hybrid pada Senin, 28 Maret 2022 yang masih merupakan rangkaian acara dari Meugah Festival 2022 yang telah dilaksanakan sejak 25 Maret 2022.

Seri Edukasi Literasi Keuangan Digital tersebut dibagi menjadi dua sesi dimana pada sesi pagi terdapat Talkshow terkait dengan pembayaran non tunai yang kemudian dilanjutkan sesi siang dengan acara Seminar terkait dengan QRIS dan Sosialisasi Anti Narkoba untuk para pelajar juga mahasiswa.

Acara tersebut dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Tgk. Amir Hamzah. Dalam sambutannya, Amir Hamzah menyampaikan bahwa edukasi kepada masyarakat di berbagai kalangan harus terus dilakukan agar dapat mempercepat akseptasi pembayaran non tunai.

“Program-program edukasi seperti talkshow, seminar, perlombaan terkait pembayaran non tunai tentunya ditujukan untuk meningkatkan awareness masyarakat khususnya generasi-generasi muda yang mana adalah agen perubahan. Harapannya peserta kali ini dari teman-teman UMKM, pelajar, dan mahasiswa dapat selalu mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi, khususnya di bidang sistem pembayaran, sehingga dapat berperan dalam mengkampanyekan Gerakan Nasional Non Tunai,” kata Amir Hamzah.

Sesi talkshow diisi oleh Narasumber dari Bank Indonesia, BSI, HIPMI, dan UMKM yang dipandu oleh Moderator dari RRI I Pro Banda Aceh. Pada talkshow tersebut, para peserta baik yang hadir secara langsung dan online sangat antusias melemparkan pertanyaan mengenai berbagai instrumen pembayaran non tunai kepada para narasumber.

Pada sesi siang, peserta pelajar dan mahasiswa juga sangat antusias mengikuti seminar mengenai QRIS, Rupiah, dan Sosialisasi Anti Narkoba dari BNN. Bank Indonesia memberikan materi terkait dengan berbagai kelebihan QRIS serta melakukan sesi interaktif terkait dengan mata uang Rupiah melalui game simulation (Augmented Reality) AR Rupiah.

Reporter: Reji

Besok, Pemerintah Aceh Teken Kontrak 371 Paket Proyek Senilai Rp479,5 Miliar

0
Jubir Pemerintah Aceh Muhammad MTA. (Foto: Rmol Aceh)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh akan menggelar penandatanganan kontrak pengerjaan 371 paket proyek APBA 2022 tahap dua dengan nilai Rp479,5 Miliar pada Kamis besok (31/3/2022) di Anjong Mon Mata Meuligoe Gubernur Aceh. Sebelumnya sebanyak 714 paket dengan nilai Rp1 triliun lebih telah dilakukan teken kontrak pada tahap satu.

“Saat teken kontrak tahap dua selesai dilakukan besok, maka sampai akhir Maret ini Pemerintah Aceh telah menyelesaikan teken kontrak sebanyak 1.085 paket dengan nilai Rp1,5 triliun,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, di Banda Aceh, Rabu (30/3/2022).

Juru bicara yang akrab disapa MTA itu menjelaskan, penyelesaian teken kontrak APBA di bulan Maret merupakan langkah maju Pemerintah Aceh dalam rangka mempercepat realisasi APBA. Ia mengatakan, pemerintah komit agar anggaran APBA 2022 dapat terealisasi semaksimal mungkin, sehingga pembangunan dapat dirasakan lebih baik oleh masyarakat.

“Kita terus berupaya agar seluruh program pembangunan pada tahun ini dapat tuntas semuanya dan masyarakat dapat merasakannya,” kata Muhammad MTA.

MTA mengatakan, teken kontrak yang akan digelar besok tersebut akan dihadiri langsung oleh Pejabat Setda Aceh, seluruh Kepala SKPA, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan para rekanan. []

Pemerintah Aceh Kirim 2 Truk Bantuan untuk Korban Kebakaran di Gayo lues

0
Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Yusrizal, M.Si, menyerahkan secara simbolis bantuan masa tanggap darurat untuk korban kebakaran yang diterima oleh Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru di halaman Kantor Bupati Gayo Lues, Selasa (29/3/2022). Foto: Humpro

Nukilan.id – Sebanyak 2 (Dua) unit truck berisi bantuan dikirim Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh untuk korban bencana kebakaran yang menghanguskan 42 unit rumah di Desa Tunggel Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues. Selasa, 29 Maret 2022.
Tiba di Gayo Lues, Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Yusrizal didampingi Kabid Linjamsos, Zulkarnain, M.Kes secara simbolis menyerahkan bantuan masa tanggap darurat yang diterima langsung Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru di halaman Kantor Bupati Gayo Lues Pukul 15.00 WIB.

Adapun bantuan yang diberikan berupa sandang dan pangan yakni diantaranya sarden, minyak goreng, air mineral, makanan anak, biskuit, kain sarung, baju, kasur dan selimut serta bahan bantuan rumah (BBR) seperti seng, multiplek, paku, dan cat.

Yusrizal menyebutkan, bantuan masa panik ini merupakan bentuk tanggung jawab dan respon cepat Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh kepada masyarakat korban terdampak bencana di daerah. Atas arahan langsung Gubernur Aceh, Dirinya bersama tim segera menuju lokasi bencana.

“Gubernur mewakili Pemerintah Aceh turut prihatin atas musibah yang melanda saudara kita di Desa Tunggel, Gayo Lues. Semoga bantuan yang sudah diberikan dapat meringankan beban saudara kita”. kata Yusrizal.

Selain itu tambah Yusrizal, selama ini Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial berusaha memastikan ketersediaan stok logistik yang ada di gudang-gudang milik Dinas Sosial Aceh di setiap kabupaten/kota di Aceh untuk kebutuhan siaga bencana.

“Kita terus upayakan agar ready stock, bahkan apabila kurang kita cukupkan barangnya, sehingga saat terjadi bencana pemerintah kabupaten/kota setempat bisa langsung segera menyalurkan bantuan di masa tanggap darurat” kata Yusrizal yang turut pula didampingi Kasi PSKBS, Fajri Mursyidan, SE beserta pilar sosial setempat.

Sementara itu Bupati Gayo Lues H. Amru saat diwawancarai usai serah terima bantuan mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues dan masyarakat Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah membawa langsung bantuan untuk warga korban bencana kebakaran di gayo lues.

Menurut Bupati Amru, bantuan yang diberikan tersebut saat ini sangat dibutuhkan bagi para korban bencana. Orang nomor satu di Gayo Lues itu menjelaskan, selanjutnya Pemkab Gayo Lues akan segera menyerahkan bantuan tersebut kepada warga-warga yang terkena dampak bencana.

“Kami atas nama masyarakat Gayo Lues terutama korban bencana kebakaran mengucapkan terima kasih yang setingginya ke Pak Gubernur dan Kadis Sosial Aceh yang begitu sigap telah hadir di Kab. Gayo Lues secara langsung membawa bantuan untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana”. ungkap Amru

Lebih lanjut Amru juga berpesan agar bencana kebakaran ini tidak lagi terulang, kepada masyarakat. Dirinya berharap untuk lebih berhati-hati saat hendak meninggalkan rumah, seperti tidak lupa mematikan sumber api yang masih menyala, aliran listrik atau lampu, dan gas yang masih hidup, sehingga bisa mencegah terjadinya bencana.

“Kita berharap kepada masyarakat agar lebih berhati-hati kedepannya, ketika keluar rumah harus dicek dulu semua, sehingga rumah yang kita tinggalkan aman dan tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri, lingkungan dan orang lain,” harap Amru.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kebakaran besar melanda Desa Tunggle di Kab. Gayo Lues pada minggu (27/03/2022) malam Pukul 23.30 WIB. Sebanyak 42 rumah terkena dampak kebakaran hangus di lahap jago merah.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut api baru bisa dipadamkan pada pukul 12.00 WIB (28/03). Diketahui kebakaran tersebut merupakan kebakaran terbesar yang pernah terjadi di Gayo Lues selama 15 tahun terakhir. []

Rindu Anak, BPPA Pulangkan Yusrawati dari Jakarta ke Aceh

0
Seorang Ibu asal Langsa, Yusrawati (tengah) didampingi staf BPPA sebelum dipulangkan ke Aceh, di depan Kantor BPPA, di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Maret 2022. (Foto: Dok. Humas BPPA)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) kembali memfasilitasi pemulangan seorang warga Langsa, Yusrawati (44) dari Jakarta, karena kurang mampu. Yusrawati merupakan juru masak asal Langsanyang bekerja di Depok.

Ibu dua anak yang merupakan warga Desa Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, dipulangkan lewat jalan darat dengan menumpangi bus Putra Pelangi, melalui terminal bus Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu, 30 Maret 2022.

“Dia diperkirakan akan tiba di Aceh sekitar lima hari ke depan. Semoga selamat sampai tujuan,” kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal S.STP, M.Si, didampingi Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur.

Ia menyebutkan, pemulangan Yusrawati atas permintaannya sendiri. Karena ia berkeinginan melihat anak-anaknya di kampung yang tinggal bersama sanak saudaranya.

“Ibu ini hanya orang tua tunggal, dan hanya menafkahi anaknya seorang diri, setelah suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu,” sebut Almuniza.

Almuniza menambahkan, Yusrawati yang selama ini menjadi juru masak di salah satu warung makan di daerah Depok, Jawa Barat, datang ke BPPA diantar seorang warga Aceh lainnya, untuk meminta bantuan agar bisa pulang ke Aceh.

“Kita hanya memfasilitasi tiket bus saja hingga ke Aceh,” katanya.

Dalam hal ini kata Almuniza, pemulangan masyarakat Aceh yang kurang mampu di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, itu sudah diamanah oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

“Itu yang selalu kita lakukan membantu warga Aceh di perantauan terutama yang kurang mampu, seperti yang dialami Yusrawati dipulangkan dari Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, warga Langsa, Yusrawati mengatakan, ia ke Ibukota sejak enam bulan yang lalu. Setelah mendapat tawaran pekerjaan dari temannya di sebuah warung makan di Pasar Kemiri, Depok.

“Sebelumnya saya berjualan di kantin sekolah menengah atas (SMA) di Langsa. Tapi karena pandemi Covid-19, sekolah tidak bisa lagi belajar tatap muka, sehingga terpaksa saya harus tutup,” katanya.

Ia menyebutkan, yang selama ini tinggal di Depok di tempat kos bersama pekerja lainnya yang disediakan oleh pemilik warung makan, ingin pulang ke kampung halamannya, karena kerinduan anak-anaknya.

“Anak-anak ingin saya pulang kampung. Apalagi anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sedangkan anak tertua sudah selesai SMA, tapi tidak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya,” katanya.

Namun, tambah Yusrawati, untuk bisa sampai ke Aceh dirinya membutuhkan biaya. Karena gaji yang diterima baru-baru ini sudah dikirim kepada anak-anaknya, untuk keperluan mereka sehari-hari.

Dengan pemulangan ini, ia mengaku bersyukur, dan berterima kasih kepada Pemerintah Aceh terutama Badan Penghubung Pemerintah Aceh, karena sudah membantunya. []

Warga Aceh di Jakarta Minta KPK Umumkan Hasil Penyelidikan atau Aceh Kembali Konflik

0
Saat Menyampaikan Aspirasi Masyarakat Aceh di Depan Gedung KPK RI

Nukilan.id – Masyarakat Aceh di Jakarta yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Aceh kembali mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia yang beralamat di jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Rabu (30/3/2022).

Kedatangan massa ini adalah keempat kalinya selama dua bulan terakhir guna mengawal dan mendesak KPK RI untuk segera mengumumkan penyelidikan kasus dugaan korupsi pada penggadaan tiga kapal Aceh Hebat yang diselidiki KPK pada pertengahan 2021 lalu.

Koordinator aksi Sharvin Musla mengatakan, kedatangan kami keempat kalinya ke gedung KPK RI ini guna mengingatkan lembaga anti rasuah ini bahwa ada kasus korupsi di Aceh yang menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang didapat oleh Pemerintah Aceh berkat perjuangan darah dan rakyat Aceh yang tengah ditangani KPK tapi belum diumumkan ke Publik hasilnya.

Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) ibarat “kompensasi perang” yang penggunaannya telah diatur oleh Undang-undang Pemerintahan Aceh, yakni ditujukan untuk pembiayaan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, serta pendanaan pendidikan, sosial dan kesehatan. Bukan untuk dikorupsi dan dinikmati oleh segelintir oknum pejabat di Aceh yang mengakibat Rakyat hidup dibawah garis kemiskinan, ungkap Sharvin Musla.

“KPK harus menjadi lembaga RI pertama yang bertanggung jawab bila Aceh kembali mengalami konflik. Hal ini mengingat bahwa KPK RI dengan sengaja mendiamkan kasus korupsi di Aceh yang menggorogoti Dana Otonomi Khusus Aceh yang nota benenya dana tersebut didapati dengan perjuangan panjang rakyat Aceh, tutup Sharvin.[]

Komisi VI DPRA Kunker ke Jogja Soal Qanun Bahasa

0
Saat Penyambutan Tim Komisi VI DPR Aceh oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Komplek Kepatihan Danurrjan Jigyakarta,(Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ke Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait dengan pendalaman materi Rancangan Qanun Aceh tentang Bahasa Aceh di Komplek Kepatihan Danurrjan Jigyakarta, Selasa (29/3/2022).

Dalam Kunker tersebut langsung di terima oleh Wakil Gubernur Provinsi D.I Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Paku Alam X.

Tim Komisi VI DPR Aceh yang membahas Rancangan Qanun Bahasa diterima langsung Oleh Wakil Gubernur DIY Jogjakarta. Sebelum masuk ruangan pertemuan, kami di GeNose (alat mendeteksi Virus) dulu semacam tes covid temuan UGM,” kata Tgk H Irawan Abdullah, S.Ag, dalam kepada Nukilan.id Selasa (29/3/2022).

“Sebagai Pimpinan Rombongan saya diminta langsung berjumpa Wagub DIY Sri Paduka lama dengan   duduk berbincang dengan beliau dalam ruang tunggu bersama ibu kepala Balai Bahasa DIY,” ucap Tgk Irawan.

Ia mejelaskan, sambil menunggu kapan diajak masuk berjumpa dengan Wakil Gubernur, ketika tiba pada waktu Pertemuan kami diarahkan oleh protokoler masuk ruangan, dan ternyata yang duduk dengan kami tadi adalah KGPAA Paku Alam X, cukup sederhana tanpa ada lalu lalang Ajudan atau petugas lainnya, begitu merakyat seolah hanya pejabat biasa.

“Banyak hal yang kami dapat dalam kontek keistimewaan Jogja, penguatan budaya hampir dalam di semua sektor kehidupan masyarakat, khusus bahasa Jawa wajib di ajarkan 2 jam dalam seminggu dari tingkat SD sampai SMA, ada hari berbaju budaya setiap 35 hari sekali. Para petugas wisata harus memakai baju-batik jawa,” jelasnya.

Hal itu, paska Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 Tahun 2021 tentang Bahasa yang merupakan inisiatif DPRD, maka jangan heran di Jogjakarta, baik dibandara, stasiun kereta pasti menggunakan bahasa Jawa dalam memberikan pengumuman, bahkan mareka juga mengadakan Kongres Bahasa Jawa setiap 5 tahun sekali.

Bagaimana dengan Bahasa Aceh? Mari kita kita berupaya memulai niat mulia ini supaya dapat  menjaga bahasa Aceh yang merupakan khazanah peninggalan indatu kita,”tuturnya.

Dalam Kunker Komisi VI DPRA turut hadir, Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag, Mawardi M, SE, TR. keumangan, SH.MH, Ilham Akbar, ST, Hj. Nurlelawati, S. Ag. M. Si dan H. jauhari Amin, SH. MH serta di dampingi oleh Staf Komisi VI DPR Aceh. Dan hadir dari SKPD Pemerintah Provinsi D.I Yogyakarat, Biro Hukum, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata.

Konflik Harimau dengan Manusia di Jambi Telan Korban Jiwa

0
Harimau sumatera berjenis kelamin betina bernama Ciuniang Nurantih dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat 28 Februari 2021./Foto: Dokumentasi KLHK

Nukilan.id – Seorang pekerja yang sedang istirahat di Kawasan Hutan bekas HPH PT Putra Duta Indonesia Wood (PDIW) di Desa Puding, Kabupaten Muaro Jambi, tewas diterkam harimau sumatera (phantera tigris Sumaterae), Jumat (25/3/2022) kemarin. Potensi konflik manusia dan harimau di lokasi itu tinggi, lantaran wilayah tersebut merupakan perlintasan harimau.

“Korban tewas diterkam harimau tersebut bernama Firdaus (42), pada Jumat (25/3/2022) bersama tiga orang rekan kerjanya sedang beristirahat di Kawasan Hutan eks HPH PT PDIW di Desa Puding, Kumpeh Ilir. Saat ini jasadnya sudah kami evakuasi dari lokasi kejadian,” kata Kapolres Muaro Jambi AKBP Yuyan Priatmaja di Jambi, dilansir dari Antara Jambi, Senin (28/3/2022).

Korban Firdaus ditemukan dalam kondisi tidak lengkap. Dari hasil pemeriksaan, korban meninggal akibat dilukai oleh binatang buas. Di tempat kejadian juga ditemukan tengkorak kepala korban yang berada tidak jauh dari tubuh korban. Berdasarkan identitasnya, korban Firdaus merupakan warga Jalan Manggis Nomor 45 RT.001/002 Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Provinsi Riau.

Menurut keterangan para saksi, yang merupakan teman kerja korban, korban bersama tiga orang rekan kerjanya, yakni Ilham, Arianto dan Irwan sedang beristirahat di Kawasan Hutan eks HPH PT PDIW yang berada di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ilir pada Jumat (25/3/2022). Yang mana posisi korban Firdaus saat itu sedang bersama dengan satu rekan kerjanya, Arianto yang berada tidak jauh dari lokasi ekskavator.

Sedangkan dua orang teman kerja korban lainnya, yakni Ilham dan Irawan berada di ekskavator untuk beristirahat. Salah satu teman kerja korban yang berada di ekskavator melihat seekor harimau berjalan mendekati arah korban, yang saat itu sedang berdiri dan rekan kerja korban yang berada di atas ekskavator langsung berteriak ke arah korban memberi peringatan kepada korban tentang keberadaan harimau yang mendekat

Mendengar teriakan tersebut teman kerja korban langsung berlari ke arah ekskavator, sedangkan korban Firdaus berlari ke arah semak belukar hutan dan teman kerja korban melihat harimau tersebut bergerak mengejar korban yang sedang berlari ke arah hutan.

Para saksi yang menyelamatkan diri ke ekskavator itu hanya mendengar satu kali teriakan dari korban dan selanjutnya tidak mendengarkan lagi suara korban di dalam hutan.

Potensi Konflik Tinggi

Terpisah, Wakil Direktur Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI-Warsi), Adi Junedi mengatakan, keberadaan harimau sumatera di lokasi hutan bekas HPH PT Putra Duta Indah Wood (PDIW), bukanlah hal yang mengherankan. Lantaran lahan itu adalah daerah pelintasan harimau dan termasuk bagian dalam kawasan konsentrasi habitat harimau yang berada di areal Taman Nasional Berbak Sembilang.

Areal Taman Nasional Berbak Sembilang, secara lanskap, menyatu dengan Kawasan Hutan Produksi yang dibebani izin kepada PT Putra Duta Indah Wood dan PT Pesona Belantara. Selain itu, ke arah selatan, menyambung dengan Kawasan Hutan Produksi yang sudah menjadi hutan tanaman Sinar Mas Forestry.

“Jatuhnya korban jiwa di daerah ini, mengingatkan kita pada peristiwa tahun 2009 silam, dimana seekor harimau yang belakangan berhasil ditangkap dan diberi nama Salma juga memakan korban jiwa yang cukup banyak, 9 jiwa dimana kejadian waktu itu, yang dimangsa adalah pelaku pengambilan kayu di dalam hutan,” kata Adi Junaedi, dikutip dari Antara.

Adi mengatakan, dilihat dari riwayat kejadian, sejak dulu hingga sekarang harimau selalu memangsa pekerja penggarap lahan. Hal ini menurutnya memprihatinkan, mengingat ada kegiatan di dalam Kawasan Hutan yang statusnya HPH non aktif.

“Kawasan TN Berbak Sembilang dan hutan-hutan yang tersambung dalam lanskap itu, harusnya dipertahankan sebagai kawasan hutan dan hal ini sangat penting untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa,” kata Adi Junedi.

KKI Warsi menyerukan kepada pemerintah sebagai pengelola kawasan untuk melakukan restorasi di wilayah tersebut. Hal ini penting mengingat wilayah itu adalah perlintasan harimau, ditambah lahan hutan gambut saat ini sudah semakan sempit sehingga kawasan yang masih tersisa sudah saatnya untuk dipulihkan dan dikembalikan fungsinya menjadi hutan.

“Ini tidak hanya untuk habitat satwa, akan tetapi juga penting untuk areal resapan gambut yang akan membantu tata hidrologi kawasan gambut di pesisir Jambi,” kata Adi.

Lebih lanjut Adi mengungkapkan, Kawasan Hutan di Jambi sudah semakin sempit. Berdasarkan analisis satelit Citra Sentinel 2 tahun 2021, tutupan hutan Jambi tinggal 896 ribu hektare saja, atau hanya 18 persen dari luas Provinsi Jambi.

“Dengan kawasan hutan yang sedikit, akan menyebabkan Jambi selalu berada dalam ancaman bencana ekologis dan juga konflik dengan satwa akan terus terjadi dan untuk itulah penting adanya upaya pemulihan kawasan hutan, salah satunya adalah kawasan HTP non aktif Putra Duta dan Pesona Belantara,” kata Adi Junedi. [Betahita]