Beranda blog Halaman 1757

Kemendagri Gelar Rakor Sukseskan Pembangunan IKN

0
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Umum dan Dukungan Sukses Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Tahun 2022. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Pol & PUM) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Umum dan Dukungan Sukses Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Tahun 2022. Rakornas tersebut berlangsung di Balikpapan dari 29 hingga 30 Maret 2022.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pol & PUM Kemendagri Bahtiar mengatakan, Rakornas tersebut menjadi momentum strategis dan positif hadirnya berbagai unsur pemerintahan mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota untuk mendukung kesuksesan pembangunan IKN. Selain itu, upaya ini juga menjadi media komunikasi serta koordinasi berbagai unsur pemerintah di tingkat nasional dan daerah di bidang politik dan penyelenggaraan urusan pemerintahan umum, dalam memacu pembangunan IKN pasca diterbitkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

“Bagaimana mengkoneksikan Jayapura dengan Kalimantan Timur, mengkoneksikan Banda Aceh dengan Kalimantan Timur,” ujar Bahtiar.

Dirinya menambahkan, guna mendukung percepatan dan kesuksesan pembangunan IKN, pemerintah saat ini sedang bekerja keras menyusun sejumlah peraturan pelaksana. Hal itu seperti Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara, RPP tentang Pendanaan dan Penganggaran Ibu Kota Nusantara, RPP tentang Tata Ruang KSN Ibu Kota Nusantara, dan RPP tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara. Selain itu, RPP lainnya yakni tentang Perolehan Tanah dan Pengelolaan Pertanahan di Ibu Kota Nusantara, serta RPP tentang Otorita Ibu Kota Nusantara.

Dengan berbagai upaya tersebut, Bahtiar mengajak jajaran aparatur untuk mendukung pembangunan IKN. Dirinya mengimbau pihak-pihak tersebut turut mendoakan agar pembangunan IKN berjalan sesuai rencana.

“Kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kemendagri, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia yang hadir, serta seluruh lapisan masyarakat untuk mendoakan dan mendukung percepatan serta kelancaran pembangunan IKN,” terang Bahtiar.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Bahtiar juga menjelaskan, guna menjamin kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pembagian urusan pemerintahan terbagi menjadi 3 urusan, yakni urusan absolut, pemerintahan konkuren, dan pemerintahan umum.

Dari segi pemerintahan umum, tambah Bahtiar, diharapkan dapat dioptimalkan. Hal ini membutuhkan peran beberapa pihak untuk bisa menyelesaikan sejumlah persoalan dengan cepat dan tepat.

“Kondisi sosial politik harus disiapkan secara baik agar semua permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat. Maka dari itu diperlukan peran penting Badan Kesbangpol untuk mengurus urusan pemerintahan umum, baik di provinsi maupun kabupaten/kota,” tandasnya.

Adapun Rakornas ini turut dihadiri Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono, Sekretaris Ditjen Pol & PUM Imran, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia. Sebagian peserta tersebut hadir secara virtual. []

Prof. Mujiburrahman Resmi Mendaftar Sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry

0
Pendaftaran akademisi Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag, sebagai salah satu kandidat Calon Rektor UIN Ar-Raniry periode tahun 2022-2026. (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi mendaftar sebagai salah satu kandidat Calon Rektor UIN Ar-Raniry periode tahun 2022-2026.

Pendaftaran akademisi yang akrab disapa Prof. Mujib ini berlangsung pada Selasa (29/3/2022) pada, dan turut diantar puluhan akademisi dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Ar-Raniry sebagoe kampus jantong hate masyarakat Aceh.

Dalam keterangannya kepada Nukilan, Rabu (30/3/2022) Prof. Mujiburrahman menyampaikan visinya adalah memajukan pendidikan dengan cara mengaktifkan fungsi kampus UIN Ar-Raniry sebagai transmisi keilmuan dan pusat pengembangan dan pencerahan peradaban. Sehingga cita-cita mulia untuk menggapai UIN Ar-Raniry yang Unggul, Inovatif, Nasionalis, Agamis, dan Resposif (UINAR) dapat diwujudkan pada masa mendatang.

“Dalam membumikan cita-cita tersebut, perlu energy besar untuk itu dengan penuh keikhlasan saya sangat mengharapkan doa dan dukungan seluruh civitas akademika UIN Ar-Raniry khususnya dan masyarakat Aceh umumnya, karena membangun institusi pendidikan milik ummat yang megah ini perlu dukungan dan partisipasi berbagai elemen,” jelasnya.

Oleh karena itu, Prof Mujib juga berharap, hal ini dapat merajut kembali keharmonisan civitas akademika dalam semangat “Energy Kebangsaan Senergi Membangun Negeri” menuju kejayaan UIN Ar-Raniry masa depan.

Selain itu, Prof. Mujiburrahman yang pernah menjadi Kepala Lembaga Penelitian dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry memiliki pemahaman dan pengalaman tentang Indoneisan Islmic Higher Education reform.

“Eksistensi UIN Ar-Raniry sebagai kampus kebanggaan masyarakat Aceh harus mampu mewujudkan paradigma Rahmatan Lil Aalamin sebagai dasar pendidikan guna mengharmonisasikan manusia, alam dan Tuhan, serta konsep pendidikan yang mampu menyatukan kemordenan, ke-Indonesian dan ke-Acehan,” pungkas Guru Besar dalam bidang Ilmu Pemikiran Pendidikan Islam itu.

Untuk diketahui, oendaftaran Prof. Mujiburrahman sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry diterima oleh Ketua Panitia, Drs. Nurdin AR, M.Hum yang turut didampingi Sekretaris Panitia, Dr. Khairizzaman, M.Ag, dan beberapa anggota panitia lainnya di Sekretariat Pendaftaran Gedung Rektorat UIN Ar-Raniry lantai 1 Darussalam, Banda Aceh.

Selain sebagai akademisi, Prof. Mujiburrahman juga dikenal sebagai pendiri dan konsultan di lembaga riset Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh yang fokus dalam berbagai program pendidikan dan pengembangan masyarakat Aceh.

Reporter: Hadiansyah

Kemendagri: Selaraskan Kebijakan Pelayanan Air Minum antara Pusat dan Daerah

0
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Bangda Teguh Setyabudi. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Workshop Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah National Urban Water Supply Project (NUWSP). Kegiatan ini digelar secara daring dan luring dari The Trans Luxury Hotel Bandung dari tanggal 28 hingga 31 Maret 2022.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Bangda Teguh Setyabudi menjelaskan, forum ini berperan penting dalam mengatasi berbagai persoalan pelayanan air minum, seperti menyelaraskan kebijakan, mengidentifikasi permasalahan rencana anggaran, serta memfasilitasi perumusan rencana program, kegiatan dan anggaran pelayanan air minum di daerah.

“Ini adalah kebutuhan yang sangat-sangat esensial yang harus segera kita perhatikan menyangkut kebutuhan semua masyarakat bahkan juga seluruh penduduk kita,” ujar Teguh saat membuka workshop tersebut, Selasa (29/3/2022).

Teguh menjelaskan, air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar yang menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM). Apalagi, Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah mengatur urusan tersebut. Regulasi itu menegaskan, penyediaan dan pengelolaan air minum merupakan bagian dari urusan pemerintahan wajib terkait pelayanan dasar. Adapun penyelenggaraan, penyediaan, dan pengelolaannya dilaksanakan berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang perencanaan serta penganggarannya diprioritaskan daerah.

“Kita betul-betul memperhatikan dan menaruh atensi yang sangat besar agar pemerintah daerah, baik itu provinsi, kabupaten/kota memberikan prioritas terhadap urusan wajib pelayanan dasar, di mana dalam implementasinya adalah melalui SPM,” terangnya.

Di lain sisi, Teguh tak memungkiri masih adanya tantangan yang dihadapi pemerintah daerah (Pemda) dalam menerapkan kebijakan air minum. Misalnya, dari aspek perencanaan, program, dan kegiatan daerah yang belum sepenuhnya mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDG’s) dan pemenuhan SPM.

Kondisi ini, kata Teguh, terjadi akibat kurangnya sinkronisasi antara kebijakan, program, dan kegiatan dengan target serta prioritas pembangunan nasional maupun daerah. Selain itu, karena adanya keterbatasan APBD, sehingga perlunya sumber pendanaan alternatif.

“Oleh karena itu, saya minta juga melalui workshop ini. Ini kan workshop yang bersifat sinkronisasi. Kita berharap betul-betul nanti sinkron antara masalah di daerah, di pusat, dan juga antardaerah,” harap Teguh.

Adapun peserta dalam workshop tersebut terdiri dari perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota. Guna meningkatkan pemahaman para peserta. Penyelenggara juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kemendagri. []

RANS Cilegon FC Datangkan Legenda Barcelona, Ronaldinho!

0
Acara pengenalan Ronaldinho di Prestige Image Motorcars, Pluit, Jakarta Utara, 29 Maret 2022. (Foto: Detik)

Nukilan.id – Klub milik Raffi Ahmad yakni RANS Cilegon FC membuat kejutan dengan mendatangkan legenda Barcelona, Ronaldinho!

Pengumuman perekrutan Ronaldinho dilakukan bertepatan pada perayaan hari ulang tahun RANS Cilegon FC, Selasa(29/3/2022). Raffi Ahmad menyebut Ronaldinho merupakan satu dari pemain bintang yang bakal direkrut RANS Cilegon FC.

“Satu sudah konfirmasi dan menandatangani kontrak (Ronaldinho). Satu lagi masih dalam tahap negosiasi. Semoga bisa terealisasi,” kata Raffi Ahmad.

Namun, Raffi Ahmad tak menjelaskan durasi kontrak dari Ronaldinho. Tak diketahui apakah eks pemain Barcelona itu akan dikontrak untuk mengarungi Liga 1 musim depan atau untuk beberapa event saja.

Sapaan dari Ronaldinho

Sementara itu, Ronaldinho antusias bergabung dengan RANS Cilegon FC. Ini menjadi comeback pertama Ronaldinho setelah terakhir kali bermain pada 2015 bersama Fluminense.

“Halo Indonesia, saya Ronaldinho. Akan segera bergabung dengan klub Rudi Salim dan Raffi. Sampai bertemu di RANS FC,” ucap Ronaldinho.

RANS Cilegon FC meraih tiket promosi ke Liga 1 musim depan setelah menjadi peringkat kedua pada Liga 2 2021. Pencapaian ini cukup mengesankan buat klub yang baru dibentuk tahun lalu.

Gelar Mini Turnamen

RANS Cilegon FC juga berencana untuk menggelar turnamen mini pada pramusim ini. RANS Cilegon mengajak Arema FC, Persis Solo, dan Persija Jakarta dalam turnamen tersebut.

Raffi Ahmad berharap, turnamen ini bisa menjadi bagian dari persiapan RANS Cilegon FC untuk berlaga di Liga 1 musim depan. Raffi berharap, seorang pemain bintang lainnya sudah bisa bergabung dengan RANS pada turnamen tersebut.

“Saya berharap mini turnamen ini bisa terselenggara. Semoga pemain bintang kami lainnya sudah bisa bergabung pada turnamen nanti,” ucap Raffi Ahmad.

Sepak Terjang Ronaldinho

RANS Cilegon FC nantinya akan menjadi klub kesembilan dalam karier Ronaldinho. Pemain 42 tahun itu sudah memperkuat Gremio, Paris Saint-Germain, Barcelona, AC Milan, Flamengo, Atletico Mineiro, Queretaro, dan Fluminense.

Ronaldo juga tercatat menjadi bagian dari Timnas Brasil rentang 1999-2013. Pemilik nama lengkap Ronaldo de Assis Moreira tercatat mengumpulkan 97 pertandingan dan mencetak 33 gol.

Ronaldinho juga tercatat sudah pernah meraih gelar La Liga, Liga Champions, Serie A, hingga Piala Dunia. Menarik untuk menyaksikan penampilan Ronaldinho. [Bolanet]

Ini Visi Prof Mujiburrahman Daftar Sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry

0

Nukilan.id – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr  Mujiburrahman, M.Ag, ikut mendaftar sebagai salah satu kandidat calon Rektor UIN Ar-Raniry  Banda Aceh Periode Tahun 2022-2026.

Pendaftaran akademisi yang akrab disapa Prof Mujib ini berlangsung pada Selasa (29/3/2022) dan turut diantar puluhan akademisi dari berbagai Fakultas di lingkungan UIN Ar-Raniry sebagai kampus jantung hati Masyarakat Aceh.

Seusai mendaftar, Prof Mujiburrahman mengatakan visinya untuk memajukan pendidikan dengan cara mengatifkan fungsi kampus UIN Ar-Raniry sebagai transmisi keilmuan dan pusat pengembangan dan pencerahan peradaban.

“Sehingga cita-cita mulia kita semua untuk menggapai UIN Ar-Raniry yang Unggul, Inovatif, Nasionalis, Agamis, dan Resposif (UINAR) dapat diwujudkan pada masa mendatang. kata Prof Mujib dalam keteranganya kepada Nukilan.id Selasa (29/3/2022).

Menurutnya, untuk membumikan cita-cita tersebut perlu energy besar, dengan penuh keikhlasan, serta sangat mengharapkan doa dan dukungan seluruh civitas akademika UIN Ar-Raniry khususnya dan masyarakat Aceh umumnya, karena membangun institusi pendidikan milik ummat yang megah ini perlu dukungan dan partisipasi berbagai elemen.

Harapan kita dapat merajut kembali keharmonisan sivitas akademika dalam semangat “Energy Kebangsaan Senergi Membangun Negeri” menuju kejayaan UIN Ar-Raniry masa depan, ” ujar Guru Besar dalam bidang Ilmu Pemikiran Pendidikan Islam itu.

Prof. Mujiburrahman yang pernah menjadi Kepala Lembaga Penelitian dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry memiliki pemahaman dan pengalaman  tentang Indoneisan Islmic Higher Education reform, menambahkan bahwa eksistensi  UIN Ar-Raniry sebagai kampus kebanggaan masyarakat Aceh harus mampu mewujudkan paradigma Rahmatan Lil Aalamin sebagai dasar pendidikan guna mengharmonisasikan manusia, alam dan Tuhan, serta konsep pendidikan yang mampu menyatukan kemordenan, ke Indonesian dan ke Acehan.

Pendaftaran Prof. Mujiburrahman sebagai calon Rektor UIN Ar-Raniry diterima oleh  Ketua panitia Drs. Nurdin AR, M.Hum yang turut didampingi sekretaris panitia, Dr. Khairizzaman, M.Ag, dan beberapa anggota panitia lainnya  di sekretariat Pendaftaran Gedung Rektorat UIN Ar-Raniry lantai 1 Darusalam Banda Aceh.

Selain sebagai akademisi, Prof. Mujiburrahman juga dikenal sebagai pendiri dan konsultan di lembaga riset Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh yang fokus dalam berbagai program  pendidikan dan pengembangan masyarakat Aceh.

Pemilih Pemula Rentan Golput, Kesbangpol Aceh: Perlu Dibekali Pemahaman Politik

0
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Drs. Arsyi, M.Si bersama Siswa di Aceh Singkil. (foto: Ist.)

Nukilan.id – Pemilih pemula adalah kelompok yang rentan tidak ikut berpartisipasi pada pemilu 2024, karena mereka belum memahami dan tidak menganggap pemilu itu penting.

“Biasanya mereka cenderung memilih Golput,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol Aceh) Mahdi Efendi melalui Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Drs. Arsyi, M.Si pada Giat Pendidikan Politik Pada Pemilih Pemula di Aula Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Selasa (29/3/2022).

Arsyi menyampaikan apabila itu terjadi karena mereka tidak mengerti proses demokrasi akibat belum tersentuh pendidikan politik.

“Karena itu Kesbangpol Aceh hadir untuk menjangkau kelompok-kelompok yang rentan memilih golput, salah satunya pemilih pemula yang diberi pendidikan politik, sehingga merteka mengenal proses politik dan demokrasi,” katanya.

Menurut Arsyi, setelah mengenal pentingnya proses demokrasi, dan juga mereka merasa penting memberi suara pada pemilu.

“Mereka harus merasa politik itu penting untuk pembangunan bangsa, penting untuk melahirkan wakil rakyat dan pemimpin bangsa berkualitas yang pro rakyat dan memiliki jiwa membangun. Itulan juga tujuan dari pendirian partai politik,” demikian ujar Arsyi.

Peserta Giat pendidikan politik bagi pemilih pemula dihadiri 60 siswa perwakilan sekolah Menengah Atas sederajat di Aceh Singkil.[js]

Masyarakat Sedie Jadi Bener Meriah Bersama KontraS Aceh Gelar Silaturahmi Kebangsaan

0
Para tokoh disambut Tari Guel di halaman Kantor Desa Sedie Jadi, Selasa (29/3/2022). Foto: Ist.

Nukilan.id – Masyarakat di Desa Sedie Jadi, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah bersama Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menggelar kegiatan Silaturahmi Kebangsaan, dengan mempertemukan para pihak yang terdampak konflik Aceh 20 tahun silam, bertempat di halaman kantor desa setempat.

Kegiatan ini turut diresmikan Pemerintah Bener Meriah. Turut hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten setempat, Anggota Komisi I DPRA Bardan Sahidi, Wakil Ketua DPRK Bener Meriah Tgk Husnul Ilmy, Ketua KKR Aceh Masthur Yahya, Sri Waluyo dari Dinas Pendidikan Aceh, sejumlah Kepala SKPK, Camat Bukit beserta unsur Forkopimcam, segenap perangkat Kampung Sedie Jadi serta perwakilan masyarakat dari setiap desa di Kecamatan Bukit.

Acara seremonial yang dihadiri ratusan orang ini menjadi puncak dari rangkaian proses panjang yang telah ditempuh selama 2,5 tahun terakhir. Sejak 2019, KontraS Aceh melakukan serangkaian pendekatan dengan masyarakat dari tiga desa di Bener Meriah, yakni Desa Pilar Jaya dan Desa Sedie Jadi di Kecamatan Bukit, serta Desa Makmur Sentosa di Kecamatan Bandar.

Desa Sedie Jadi merupakan satu di antara sejumlah desa terdampak konflik Aceh, antara gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka dengan Pemerintah RI. Di Gayo, konflik tersebut merembet jadi  benturan horizontal antar sesama masyarakat. Juni 2001 silam, konflik mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian materi terhadap masyarakat di Sedie Jadi.

Kendati konflik Aceh secara resmi berakhir sejak penandatanganan kesepakatan damai dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah RI dan GAM pada 15 Agustus 2005, namun butuh waktu panjang untuk memulihkan relasi sosial antar masyarakat yang sempat didera perpecahan, khususnya di bumi Gayo.

Seiring waktu, situasi sosial di Bener Meriah berangsur pulih. Namun upaya pemenuhan hak para penyintas konflik harus tetap menjadi perhatian utama. Selain pengungkapan kebenaran atas apa yang terjadi di masa lalu, selanjutnya perlu dijalin rekonsiliasi antara para pihak yang pernah terlibat dalam konflik tersebut. Hal ini dilakukan semata-mata untuk pembelajaran akan pentingnya merawat perdamaian, mengembalikan situasi sosial di masyarakat harmonis seperti sedia kala, serta mencegah hal serupa terulang lagi di kemudian hari.

Dalam upaya menjajaki rekonsiliasi, lebih dulu diadakan pertemuan di level komunitas masyarakat desa. Pertemuan ini untuk menggali informasi mengenai situasi warga baik ketika konflik maupun pascadamai, terutama soal dampak-dampak yang mereka alami.

Peristiwa di Sedie Jadi (yang lebih dikenal dengan Peristiwa Kresek) terungkap melalui rangkaian pertemuan tersebut. Peristiwa 21 tahun silam ini, menurut informasi warga, melibatkan kalangan kombatan. Sejak itu, pendekatan terhadap kedua pihak –mantan kombatan dan perwakilan warga— berlangsung kian intensif. Dalam hal ini, silaturahmi terjalin antara mantan kombatan yang diwakili Fauzan Azima, dengan Suterisno selaku perwakilan masyarakat Kampung Sedie Jadi.

Berangkat dari kesadaran akan pentingnya menjalin kembali silaturahmi, para pihak sepakat untuk duduk bersama, menyatakan dukungan terhadap penguatan perdamaian dan merawatnya untuk pembelajaran bagi anak cucu, bahwa situasi damai saat ini sangat mahal harganya dan penting dijaga sampai kapan pun.

Jadi Pembelajaran Masa Lalu

Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra mengatakan, silaturahmi kebangsaan ini tindak lanjut dari kesepakatan pada Juli 2006 silam bertajuk Ikrar Musara Pakat Redelong. Jika pada saat itu perdamaian terjadi antara elite GAM dan PETA, maka hari ini hal serupa diterapkan di tingkat komunitas masyarakat.

“Ini jadi kesempatan bagi kita merajut kembali kohesi sosial, terutama bagi kita yang tali persaudaraanya pernah terputus yang barangkali karena keragu-raguan kita masing-masing beberapa waktu lalu, maka hari ini mari kita hilangkan,” kata Hendra.

Hendra juga menyatakan, silaturahmi ini bisa terjalin berkat kebesaran hati kedua pihak (Fauzan Azima dan Suterisno) yang berkenan untuk duduk bersama dan saling memaafkan atas apa yang terjadi di masa lalu.

“Tanpa keduanya, maka acara ini tak akan terlaksana. Dua sosok penting ini yang telah mengukir sejarah penguatan perdamaian Aceh, khususnya di Gayo,” ucap Hendra.

Suterisno, mewakili warga Sedie Jadi dalam sambutannya berterima kasih pada Fauzan Azima, atas niatan bersama yang muncul untuk menempuh jalan silaturahmi ini. Peristiwa Kresek sangat membekas di benak segenap tetua Kampung Sedie Jadi. Karena itu, silaturahmi kebangsaan yang diadakan hari ini menjadi momen penting dalam sejarah perdamaian di Gayo.

“Mari kita kenang peristiwa 21 tahun lalu itu dengan penuh harap, semoga hal serupa tak terulang lagi. Kita harus sependapat, seide, dan sepakat bahwa perselisihan di masa lalu harus segera diakhiri dengan berdamai, saling memaafkan,” kata Suterisno.

“Apa yang hari ini terjalin, adalah bukti bahwa saling memaafkan itu bisa diwujudkan, Sedie Jadi menjadi daerah yang bisa dijadikan contoh, kita bisa buktikan bahwa ini bisa silaturahmi ini bisa terjalin dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, tokoh mantan kombatan, Fauzan Azima mengungkapkan, perdamaian di Aceh, khususnya Tanoh Gayo, harus senantiasa dijaga. Perdamaian lah yang membangunkan semua pihak dari situasi keterpurukan seperti yang dialami di masa lalu.

“Kita para pihak yang pernah bertikai hendaknya menyadari hal ini. Jangan sampai muncul konflik, tak hanya antarelit politik, seluruh potensi yang bakal memantik kekerasan harus segera dituntaskan,” ujarnya.

Ia berharap perdamaian yang terjalin antar seluruh masyarakat di Gayo ibarat akar yang menguatkan batang pohon. “Sehingga tak ada angin kebencian dan dendam yang sanggup merobohkannya.”

Fauzan menceritakan, potensi konflik kerap berulang di sejumlah tempat, meski dalam waktu yang berbeda. Ia menyebut beberapa tempat, seperti di Bur Lintang, Uyem Pepongoten, Cot Panglima, Wih Kanis, Wih Konyel, Tajuk Enan-Enang dan beberapa lokasi lain yang menjadi saksi bisu perang yang tak berkesudahan. Baik ketika masa penjajahan Belanda, berlanjut ke peristiwa DI/TII, peristiwa PKI, hingga yang terakhir konflik antara GAM dan Pemerintah RI.

“Maka besar harapan kita dengan momentum silaturahmi ini, di tempat-tempat tersebut tak berulang lagi jadi tempat kekerasan yang baru,” katanya penuh harap.

“Untuk menguatkan perdamaian ini, kita harus mau duduk selantai untuk merumuskan kembali sesama kita. Berdiri sama tinggi untuk melihat masa lalu dan menentukan di masa depan agar damai selalu abadi di tanah Gayo kita,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Fauzan menyampaikan maaf kepada segenap warga Sedie Jadi atas peristiwa yang terjadi 21 tahun silam. “Kepada seluruh masyarakat Sedie Jadi, mulai hari ini saya berharap terima lah saya sebagai saudara, seperti saudara se-ayah dan se-ibu,” ucap Fauzan, disambut tepuk tangan dan haru pada hadirin.

Dalam sambutannya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bener Meriah, drh. Sofyan menyebutkan silaturahmi ini sangat tepat, khususnya menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal hitungan hari.

“Silaturahmi kebangsaan ini penting guna memutus mata rantai kekerasan yang diakibatkan konflik masa lalu di Bener Meriah, dan Aceh pada umumnya,” ujar Sofyan.

Menurutnya, upaya merajut kohesi sosial antara para pihak yang dulu terlibat konflik ini merupakan hal yang sangat mulia. Sudah saatnya menuntaskan kesalahpahaman akibat konflik di masa lalu.

Pemkab Bener Meriah, lanjutnya, dalam hal ini mewakili negara ingin menunjukkan tanggung jawabnya untuk menjamin kondisi sosial masyarakat. Apalagi, pertemuan kali ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan yang pernah terjalin pada tahun 2006, yakni Ikrar Musara Pakat Redelong antara pimpinan PETA dan GAM masa itu.

Ia mengaku terharu dengan sambutan yang disampaikan Fauzan Azima (mantan kombatan) dan Suterisno (perwakilan warga Sedie Jadi). Mengutip pernyataan kedua pihak, sudah saatnya masyarakat Bener Meriah menatap masa depan dengan damai, dan tidak lagi menoleh ke belakang.

“Mari menuju ke depan, mengupayakan perbaikan ekonomi, mari kokohkan kekompakan kita, perkuat tali persaudaraan, apalagi ini salah satu momentum yang paling baik menyambut bulan suci Ramadhan, maka kita dianjurkan untuk bermaaf-maafan,” harap Sofyan.

Sebelum kenduri bersama, kedua pihak (Fauzan Azima dan Suterisno) menjalani prosesi tepung tawar yang difasilitasi oleh pengurus Majelis Adat Gayo. Dalam proses tersebut, keduanya saling bersalaman dan berpelukan, serta mengucapkan ikrar bersama. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan silaturahmi kebangsaan di Sedie Jadi, dan diselingi dengan penyerahan santunan untuk sejumlah anak yatim.

Reporter: Hadiansyah

Kejari Aceh Besar Musnahkan Barang Bukti dan Barang Rampasan yang Sudah Inkrah

0
Kejari Aceh Besar Musnahkan Barang Bukti dan Barang Rampasan yang telah berkuatan hukum tetap (Inkrah) pada Selasa (29/3/2022). Foto: Ist.

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar menggelar kegiatan Pemusnahan Barang Bukti dan Barang Rampasan yang telah Berkekuatan Hukum Tetap atau Inkrah Periode I (31 November 2021 s/d 20 Maret 2022), yang berlangsung di halaman Kantor Kejari Aceh Besar di Kota Jantho, Selasa (29/3/2022) pagi.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Intelijen, Deddi Maryadi, SH dalam keterangannya kepada Nukilan di Aceh Besar.

Ia menjelaskan, pelaksanaan eksekusi pemusnahan barang bukti ini merupakan implementasi dari tugas dan kewenangan Jaksa selaku eksekutor yang berperan sebagai pelaksana putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara pidana (inkracht van gewijsde) sebagaimana telah diatur dalam pasal 1 angka 6 huruf a jo Pasal 45 ayat (4) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Kejari Aceh Besar Musnahkan Barang Bukti dan Barang Rampasan yang telah berkuatan hukum tetap (Inkrah) pada Selasa (29/3/2022). Foto: Ist.

Selain itu, Deddi menyebutkan, adapun eksekusi pemusnahan barang bukti yang akan dilaksanakan tersebut adalah barang bukti yang berasal dari Perkara Tindak Pidana Umum dan Perkara syariat yang telah diputus pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara pidana (inkracht van gewijsde) periode tanggal 31 November 2021 sampai dengan tanggal 20 Maret 2022, terdiri dari 47 perkara tindak pidana narkotika, 6 perkara tindak pidana pelanggaran syari’at/qanun, 2 perkara tindak pidana penganiayaan, 2 perkara tindak pidana pencurian dan masing-masing 1 perkara tindak pidana pengrusakan dan pembunuhan.

Selanjutnya, kata dia, Barang Bukti dan Barang Rampasan yang berasal dari Tindak Pidana Umum, yakni Narkotika jenis sabu dengan berat 1.092 gram, Ganja dengan berat 2.419 gram, Bb handphone sebanyak 46 unit, 2 bilah parang, 1 buah lam panjang 120 cm, 1 buah kunci huruf L, 1 buah korek api.

“Sedangkan Barang Bukti dan Barang Rampasan yang berasal dari Perkara Syariat yakni, 6 lembar uang pecahan 100 ribu palsu, 4 pakaian, 1 kotak rokok, 1 botol minuman anggur merah merk colombus, 2 gelas plastik hijau,” sebut Deddi.

Lebih lanjut, Deddi menjelaskan, bahwa kegiatan pemusnahan barang bukti ini dilakukan secara rutin selama 3 bulan sekali, hal ini dilakukan bertujuan sebagai pelaksanaan Putusan Pengadilan guna melakukan Putusan Hukum dan sebagai upaya untuk menghindari adanya penyalahgunaan terhadap barang bukti yang tersimpan.

“Pelaksanaan pemusnahan barang bukti dilaksanakan secara terbuka dan ditempat terbuka, sehingga masyarakat dapat melihat langsung apa saja barang bukti yang dimusnahkan,” pungkasnya.

Kegiatan Pemusnahan Barang Bukti dan Barang Rampasan ini turut disaksikan oleh unsur Forkopimda Aceh Besar beserta awak media yang hadir.

Reporter: Reji

Ketua PBSI Aceh Targetkan Dapat Medali pada PON 2024

0
Ketua Umum PBSI Aceh, Safaruddin, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Aceh menargetkan medali pada even Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PBSI Provinsi Aceh, Safaruddin saat rapat perdana dengan pengurus di ruang serbaguna DPRA, Banda Aceh, Senin (28/3/2022).

“Kita targetkan minimal bisa meraih mendali perunggu pada PON 2024,” kata Safaruddin yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Ketua DPR Aceh disaat memberi arahan.

Dalam kesempatan itu, Safaruddin mengaku tidak ada kemampuan untuk mendesain olahraga bulutangkis ini agar bisa bangkit di Tanoh Rencong.

Ia berharap, semua pengurus bisa berperan aktif dalam melakukan pembinaan atlet dan pengembangan bulutangkis di Aceh.

“Pengembangan atlet harus dimaksimalkan. Even-even harus dilaksanakan, saya mempunyai konsep untuk melakukan even zonasi antar Kabupaten-kota),” ujarnya.
Tujuannya untuk melahirkan atlet-atlet bertalenta dari setiap daerah sekaligus mengukur keseimbangan kemampuan atlet, sehingga sebarannya merata.

“Kita harus ada target jangka panjang dan pendek. Sehingga prestasi bulutangkis Aceh kembali bangkit,” ungkap politikus Partai Gerindra ini.

Berkenaan dengan PON, Safaruddin mengaku akan melakukan segala upaya agar olahraga bulutangkis Aceh bisa berdiri sejajar dengan daerah lain.

“Saya tidak paham apapun bagaimana mendesainnya. Saya hanya punya kemampuan leadership dan kebijakan,” ungkapnya.

Menurutnya, ada banyak orang-orang hebat yang ingin membangkitkan bulutangkis di Aceh. Sehingga bulutangkis ini bisa menjadi lifestyle di Aceh,” tuturnya.[]

Grand Launching Oryza Cigarette, Bea Cukai Banda Aceh: Kami Sangat Bangga

0
Grand Launching Oryza Cigarette di Desa Tanjung Selamat, Darussalam, Aceh Besar, Selasa (29/3/2022). Foto: Nukilan/Wanda.

Nukilan.id – CV. Oryza Group menyelenggaran Grand Launching Oryza Cigarette dengan produk berupa Oryza Rencong Aceh di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan darussalam, Kabupaten Aceh Besar pada Selasa, (29/3/2022) pagi.

Grand Launching ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan langsung Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPPBC TMP C Banda Aceh, Rodney Henry Donald bersama Owner CV. Oryza Group, Fendi Syahputra, dan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Cut Huzaimah.

“Saya ucapkan terima kasih. Kami sangat bangga, serta kami salut dan terharu, atas upaya yang ditunjukkan selama ini oleh Fendi Syahputra selaku pemilik CV. Oryza, beliau benar-benar fokus, komitmen, dan yakin bahwasanya CV. Oryza Group akan berdiri. Dan tidak sekedar berdiri, beliau juga menunjukkan komitmennya dengan memberikan langkah awal pertama yaitu hari ini Grand Launching,” kata Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Duktek Kota Banda Aceh, Rodney Henry Donald dalam sambutanya.

Selain itu, kata dia, Fendi selaku pemilik CV. Oryza Group juga telah menunjukkan kepada kita semua, bahwa usaha pabrik cukai hasil tembakau yang dia rintih ini tidak main-main. Dan dia juga memiliki komitmen bahwa usaha ini akan memberi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Aceh dan begitu juga dengan Pemerintah Aceh.

“Karena dari data yang kami miliki itu belum banyak pabrik yang bergerak di bidang cukai hasil tembakau, khususnya di wilayah kerja kami KPBC Banda Aceh. CV. Oryza ini adalah pemegang NPPBKC nomor 2, tapi yang nomor 1 untuk cukai hasil tembakau,” ungkap Rodney.

Terakhir, Rodney menyampaikan, seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, bahwa KPPBC TMP C  Banda Aceh akan terus mendukung CV. Oryza Group sampai menjadi lebih besar lagi, seperti yang diharapkan oleh pemiliknya, begitu juga para karyawan.

“Kita tetap akan terus membantu. Dan saya berharap CV Oryza ini menjadi salah satu mata pencaharian dan pendapatan ekonomi masyarakat,” tutupnya.

Grand Launching Oryza Cigarette di Desa Tanjung Selamat, Darussalam, Aceh Besar, Selasa (29/3/2022). Foto: Nukilan/Wanda.

Sementara itu, Owner CV. Oryza Group, Fendi Syahputra mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepadanya, sehingga hari ini terlaksananya Grand Launching ini dengan baik dan lancar.

Ia menceritakan, bahwa CV. Oryza Group yang bergerak di bidang pembuatan dan penjualan rokok kretek ini berdiri pada tahun 2021, dengan tujuan ingin memajukan tembakau di daerah Aceh. Karena tembakau Aceh dikenal dengan tembakau yang mempunyai cita rasa yang berbeda dari tembakau lainnya.

“Atas dasar itulah, kami ingin mempopulerkan tembakau Aceh kepada seluruh penikmat kretek, agar masyarakat mengetahui betapa kaya Aceh dengan tembakaunya,” jelas Fendi.

Menurutnya, Provinsi Aceh salah satu pemakai rokok terbesar di Indonesia, namun yang dikonsumsi selama ini adalah rokok dari pulau jawa, sehingga dampak ekonomi untuk masyarakat Aceh tidak ada.

“Makanya kita buat industri rokok sendiri, jadi ada dampak ekonominya untuk masyarakat Aceh. Baik itu penyerapan tenaga kerja maupun penghasilan cukai untuk Pemerintah Aceh,” ungkap Fendi.

Oleh karena itu, Fendi menghimbau kepada masyarakat, bahwa saat ini CV. Oryza Group masih membutuhkan tenaga kerja untuk kelancaran pabrik industri rokok miliknya. Dan untuk sekarang tenaga kerja yang dimiliki CV. Oryza Group berjumlah 24 orang.

“Jadi, jika ada yang berminat bisa langsung mendaftar ke CV. Oryza Group. Dan saya juga ingin menghimbau kepada mitra-mitra baik grosir maupun ritel, jika ingin melakukan PO barang bisa langsung melalui box yang telah disediakan,” pungkas Fendi.

Untuk diketahui, CV Oryza Group merupakan pabrik hasil tembakau dengan produk berupa Oryza Rencong Aceh. Oryza Rencong Aceh adalah produk hasil tembakau yang menggunakan bahan baku cengkeh yang berasal dari wilayah Aceh dan sekitarnya terutama daerah Simeulue. Karena menggunakan bahan baku asli daerah, produk ini memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dengan hasil tembakau yang mayoritas diproduksi oleh produsen di Pulau Jawa.

Turut hadir dalam acara tersebut, Perwakilan Bupati Aceh Besar, DPRK Aceh Besar, DLH Aceh Besar, Kapolsek Darussalam, Danramil 07/Baitusalam, Lettu Kav Sukarni, Perwakilan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Provinsi Aceh, Sofyan, Kepala DPMPTSP Aceh Besar, Disperindag Aceh Besar, Kepala Dinas Koperasi UKM Aceh Besar, Kepala BPOM Banda Aceh, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, KKP Pratama Aceh Besar, Dinas Perkebunan Aceh Besar, Camat Darussalam, dan Mas Deni dari Kota Malang selaku rekan bisnis CV. Oryza Group.

Dan acara Grand Launching ini diakhiri dengan menyantap khenduri makan bersama seluruh tamu undangan yang telah berhadir.

Reporter: Wanda