Beranda blog Halaman 1754

Bahlil Cabut 15 Izin Konsesi Kawasan Hutan

0
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok.SINDOnews)

Nukilan.id – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mencabut izin konsesi kawasan hutan yang ditujukan kepada 15 perusahaan. Bahlil menegaskan, pemerintah tidak main-main untuk segera mencabut perizinan perusahaan yang tidak sesuai peruntukannya dan tidak melaksanakan kewajibannya.

Dari 15 perusahaan yang direkomendasikan oleh Kementerian LHK tersebut terdiri dari 3 perusahaan yang memiliki izin Pelepasan Kawasan Hutan (PKH) dengan total area seluas 84.521,72 hektar dan 12 perusahaan yang memiliki Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dengan total area seluas 397.677 hektar.

Berikut daftar perusahaan yang izinnya dicabut oleh pemerintah, dikutip Rabu (30/3/2022).

Pelepasan Kawasan Hutan (PKH)

1. SK.680/MENHUT-II/2014 untuk PT. PERMATA NUSA MANDIRI, luas 16.182,48 ha di Papua
2. SK.833/MENHUT-II/2014 untuk PT. TUNAS AGUNG SEJAHTERA, luas 39.500,42 ha di Papua
3. 16/1/PKH/PMDN/2017 untuk PT. MENARA WASIOR, luas 28.838,82 ha di
Papua Barat Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH)

Kalimantan Timur

4. SK.105/Menhut-II/05 untuk PT. MELAPI TIMBER, luas 78.300 ha
5. SK.103/Menhut-II/06 untuk KSU MAYANG PUTRIPRIMA, luas 13.110 ha

Aceh

6. SK.195/Kpts-II/1997 untuk PT. RIMBA PENYANGGA UTAMA, luas 6.150 ha
7. SK.859/Kpts-VI/99 untuk PT. ACEH INTITIMBER , luas 80.804 ha

Riau

8. SK.69/Menhut-II/2007 untuk PT. MERBAU PELALAWAN LESTARI, luas 12.660 ha
9. SK.420/Menhut-II/ 2014 untuk PT. LANTABURAMENTARI SEJAHTERA, luas 16.120 ha

Sumsel Babel

10. SK.639/Menhut-II/2009 untuk PT. BANGKANESIA, luas 51.205 ha di Sumatra Selatan
11. SK.428/Menhut-II/2009 untuk PT. KOIN NESIA, luas 41.960 ha di Bangka Belitung

Nusa Tenggara

12. SK.740/Menhut-II/2014 untuk PT. WONO INDONIAGA, luas 12.660 ha di NTB Kalimantan
13. 273/Kpts-II/1998 untuk PT. RIMBA EQUATOR PERMAI, luas 17.068 ha di

Kalimantan Barat

14. SK.17/Menhut-II/06 untuk PT. ELBANA ABADI JAYA, luas 15.480 ha di Kalimantan Selatan Papua
15. SK.556/Menhut-II/2006 untuk PT. SUMBER MITRA JAYA, luas (SARMI) 52.160 ha di Papua.

Sumber: SINDOnews

BI Aceh Gelar Tasyakuran dan Talkshow Perkembangan Ekonomi Syariah

0

Nukilan.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh (KPwBI Provinsi Aceh) mengadakan tasyakuran Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa hibah tower pemancar kepada Radio Baiturrahman dan dilanjutkan dengan talkshow bertemakan “Perkembangan Ekonomi Syariah di Aceh tahun 2022”.

Kegiatan tasyakuran dihadiri oleh Imam Besar Mesjid Raya Baiturrahman, Prof. DR. H. Azman Ismail, MA serta pengurus waqaf Masjid Raya Baiturrahman, yaitu Drs. H. Hamdan Syamsuddin, Drs. H. Syarifuddin Mega, dan Junaidi, S.Sos.

Sebagai bentuk kepedulian Bank Indonesia kepada Radio Baiturrahman, pemberian hibah tower pemancar radio tersebut tujuannya agar penyiaran syiar Islam melalui Radio Baiturrahman secara memadai dan lebih nyaman. Radio Baiturrahman sudah dikenal sebagai radio dakwah, karena hampir 90% konten yang disajikan bernuansa dakwah, baik dari segi musik, diskusi, talkshow, hingga halaqah subuh dan magrib dengan program-program yang menarik minat pendengar, sesuai zaman dan kebutuhannya.

Selain itu, Radio Baiturrahman diharapkan dapat membantu mengkomunikasikan program-program serta kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Aceh di bidang ekonomi syariah.

Pada kesempatan yang sama, KPwBI Provinsi Aceh juga mengadakan talkshow bertemakan “Perkembangan Ekonomi Syariah di Aceh tahun 2022” dengan narasumber yaitu Funding & Transactional Busness Deputy Bank Syariah Indonesia Provinsi Aceh, Ibu Fitriana dan Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Bpk. Al Iqbal.

KPwBI Provinsi Aceh menyampaikan rencana kegiatan penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera yang pada tahun ini Bank Indonesia Provinsi Aceh mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah (Host). Penyelenggaraan FESyar dimaksud memberikan dampak positif berupa tersyiarnya dakwah ekonomi dan keuangan syariah secara perlahan di berbagai segmen dan lapisan masyarakat.

Dalam penyelenggaraan FESyar akan diadakan berbagai macam kegaiatan seperti talkshow, pameran, lomba pesantren unggulan, lembaga ziswaf unggulan, workshop, hingga berbagai seminar, edukasi dan kegiatan lain yang melibatkan kalangan ulama, akademisi, praktisi, dan para pengurus pesantren.

Melalui penyelenggaraan FESyar tersebut, secara tidak langsung masyarakat akan memahami bahwa ruang lingkup pengembangan ekonomi syariah tidak hanya terkait dengan perbankan/lembaga keuangan syariah, tetapi dapat meliputi seluruh sektor perekonomian dan berbagai macam bisnis.

Inilah yang membuktikan bahwa Islam memberikan a complete way of life bagi pemeluknya. Penyelenggaran FESyar ini nantinya dapat menjadi program kita bersama, tidak hanya program Bank Indonesia, tetapi merupakan program yang digarap bersama oleh stakeholder ekonomi syariah di seluruh Aceh. []

Sejumlah Pihak Diajak Lakukan Pengawasan Bersama Terkait Kasus Kekerasan Seksual

0
(Foto: Tangkapan Layar)

Nukilan.id – Untuk meminimalisir tingginya angka kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Aceh belakang ini, sejumlah pihak diajak saling bekerja sama untuk melakukan pengawasan.

Hal itu mengemuka dalam diskusi Webinar bulanan yang digelar Badan Penghubung Pemerintah Aceh dengan tema “Upaya Pengentasan Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan di Provinsi Aceh”, Kamis, 31 Maret 2022.

“Ini merupakan kewajiban kita bersama dalam mengawasi setiap ada kekerasan seksual baik terhadap perempuan maupun anak,” kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal S.STP, M.Si, diwakili salah staff BPPA Rifky Zakaria.

Olehnya, kata dia perlu dilakukan sosialisasi, baik itu dilakukan oleh pemerintah, LSM, serta masyarakat yang mengerti terkait dengan hal tersebut.

Ia berharap pada diskusi tersebut bisa menghasilkan gagasan-gagasan baru supaya bisa mengentaskan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Tanah Rencong.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (P3A) Nevi Ariyanti, SE mengatakan untuk menurunkan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak merupakan salah satu arahan Presiden RI.

“Karena masuk kedalam urusan pemberdayaan perempuan dan masuk dalam urusan perlindungan khusus anak,” katanya.

Nevi menyebutkan, meskipun dalam laporan yang P3A terima angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami penurunan dari tahun 2017-2022. Tapi ada kemungkinan cenderung naik, karena dinilai banyak yang tidak melaporkan.

“Kami meyakini kasus yang tidak dilaporkan banyak, karena budaya kita banyak pertimbangan salah satunya budaya malu,” sebutnya.

Ia berharap masyarakat tidak perlu malu melaporkan kasus-kasus tersebut, apalagi kasus dengan bermain fisik yang dinilai wajib dilaporkan. Sehingga disarankan melaporkan melalui pusat pelayanan lembaga (Puspaga).

Selain itu, Nevi mengharapkan dalam pengurusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, salah satunya meningkatkan pemahaman pemerintah aparat penegak hukum, serta masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kita terus mendorong pengentasan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dan terakhir perempuan dan anak, korban kekerasan perlu mendapatkan perlindungan khusus dan perlu dipenuhi hak-haknya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Komisioner Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor. Dia mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya dari sejak 2012 hingga sekarang.

“Tapi kasusnya menurun pada tahun 2020. Bukan tidak berarti kekerasan terhadap perempuan berkurang, karena ini diawal-awal masa pandemi Covid-19, kita ketahui banyak lembaga layanan tutup,” katanya.

Sehingga, tambahnya, pada saat itu pihaknya mengalihkan dengan membuka layanannya secara online, yang kemudian ditahun kedua pandemi akses pelaporan mulai dikenali publik.

“Karena hampir semua tempat pengaduan sekarang menggunakan dua sistem, yakni online dan offline,” sebutnya.

Sementara itu, Mitra Muda UNICEF Indonesia Bayu Satria mengatakan pihaknya sudah banyak melakukan berbagai sosialisasi terutama dikalangan anak muda, terkait dengan pengentasan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

“Saya kalau berbicara tentang kekerasan seksual ini agak geram, karena masih banyak belum memahami dengan baik soal ini,”

Hal itu, sebutnya, ketika berbicara masalah kekerasan seksual, penanganan memang harus terus dilakukan, tentunya perlu adanya mitigasi yang harus ditingkatkan, mulai dari regulasi, edukasinya terhadap anak baik di dalam rumah maupun di luar rumah dengan proteksi yang ada.

“Agar kemudian predator seksual tidak berkeliaran kemana-mana. Karena menurut saya ini merupakan bagian dari tugas semua orang, baik pemerintah, media, dunia usaha. Bahkan anak muda punya kekuatan untuk membangun ini,” ujarnya.

Keterangan Foto: Para pemateri saat mengikuti Webinar bulanan dengan tema “Upaya Pengentasan Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan di Provinsi Aceh”, Kamis, 31 Maret 2022. []

Launching Rokok Lokal, Distanbun Aceh Apresiasi Oryza Group

0
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Cut Huzaimah

Nukilan.id – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Cut Huzaimah memberikan apresiasi kepada CV. Oryza Group atas terlaksanakannya grand launching Oryza Cigarette.

Hal itu disampaikan Kepala Distanbun Aceh di sela acara grand launching Oryza Cigarette dengan produk berupa Oryza Rencong Aceh di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan darussalam, Kabupaten Aceh Besar pada Selasa, (29/3/2022) pagi.

“Rokok ini berhasil menjadi suatu kebanggaan bagi Aceh, hari ini Aceh sudah mampu menghasilkan rokok yang dibeli dengan pita cukai,” katanya.

Menurut Cut Hazaimah, keberadaan pabrik rokok Oryza Group dapat meningkatkan lowongan pekerjaan bagi masyarakat.

“Dengan adanya pabrik rokok ini akan menyerap tenaga kerja, Pak Fendi Syahputra selaku owner sudah menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat terutama untuk gampong tanjung selamat,” ucap kepala Distanbun Aceh

Selain itu, Cut Huzaimah menjelaskan Kehadiran Oryza Cigarattes dapat menghasilkan dana DBH CHT yang akan menjadi dana tambahan untuk Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

“Rokok ini akan menghasilkan dana DBH CHT yang akan lahir menjadi dana tambahan pemerintah kab aceh besar, dana ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin karena sudah lahir pita cukai didalamnya,” jelasnya.

Terakhir, Cut Huzaimah mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Aceh besar, pihak Bea Cukai dan Geuchik Gampong Tanjung Selamat, yang sudah memfasilitasi dan membimbing akan lahirnya pabrik rokok ini.

Reporter: Reji

Inovasi Dirikan LKMS Mahirah Muamalah, Aminullah Usman Raih Digital Innovation Award 2022

0

Nukilan.id – Inovasi Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah sukses menjadi perhatian nasional.

Mantan Dirut Bank Aceh ini dinilai berhasil menciptakan dan mengembangkan inovasi yang berdaya guna optimal bagi masyarakat. Mahirah Muamalah juga tercatat sebagai lembaga keuangan mikro milik pemerintah daerah pertama dan satu-satunya saat ini di Indonesia.

Wali Kota Aminullah pun mendapat apresiasi dari MNC Portal Indonesia yang memberikan penghargaan bergengsi tingkat nasional tahun ini, yakni Digital Innovation Award (DIA) untuk kategori Digital Innovation for Public Service.

Berdasarkan penilaian Badan Litbang MNC Portal Indonesia, keberadaan LKMS Mahirah Muamalah memberikan dampak nyata pada peningkatan perekonomian masyarakat, sehingga sangat berrmanfaat dan layak dicontoh/adopsi oleh daerah lain di Indonesia.

Penghargaan dari perusahaan media online yang terintegrasi dengan MNC Group ini diserahkan langsung kepada Aminullah pada malam puncak DIA yang juga disiarkan secara live delay via iNews TV di Jakarta Concert Hall, Inews Tower, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2022).

Usai menerima penghargaan, Aminullah mengatakan pendirian MMS berangkat dari keinginan untuk membantu pembiayaan modal kepada pelaku UMKM, sekaligus membasmi praktik rentenir.

“Kita membantu modal pengusaha kecil mulai dari Rp 500 ribu, dan sebelumnya mereka tak ter-cover oleh perbankan,” ucapnya.

“Alhamdulillah sudah lebih dari Rp 28 miliar total pembiayaan yang kita salurkan bagi sekitar 4.000 pegusaha kecil di Banda Aceh. MMS pun kini berkembang pesat dengan aset mencapai Rp 50 miliar dan sudah meraup keuntungan sehingga berkontribusi dalam penerimaan PAD kota,” ujarnya.

Kehadiran Mahirah Muammalah benar-benar memberi manfaat dan berkah kepada para pelaku UMKM. Hal ini ditandai dengan terus menggeliatnya sektor UMKM.

“Saat ini tercatat kurang lebih 17.080 pelaku usaha UMKM per Februari 2022, dari sebelumnya 8.551 pada 2017. Kenaikannya 92 persen lebih,” ujarnya lagi.

Seiring-sejalan, penurunan angka ketergantungan pedagang terhadap rentenir turut menurun drastis.

“Dari 80 persen pada 2017 kini menjadi dua persen saja di 2020. Penurunan ini terjadi setelah berjalannya pembinaan dan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Mahirah Muamalah serta beberapa program lainnya yang kita lakukan,” urainya.

Tak lupa, Aminullah mengapresiasi pergelaran ajang DIA yang menurutnya akan semakin memotivasi pemerintah daerah untuk terus berinovasi.

“Tentunya Banda Aceh dan saya yakin kabupaten/kota lain, akan lebih terpacu melahirkan sebanyak mungkin inovasi baru demi kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.

Untuk lingkup pemerintahan daerah tingkat dua, selain Banda Aceh, DIA 2022 juga diberikan kepada delapan kabupaten/kota inovatif lainnya, yakni Kota Bima, Gorontalo, Malang, Palangka Raya, dan Kota Banjar Baru. Kemudian Kabupaten Tanah Laut, Pamekasan, dan Kabupaten Pasuruan. Dua kementerian, yakni Kementerian Pertanian dan Kementerian Agama turut mendapat penghargaan serupa.

Di antara tamu undangan, tampak hadir pada malam puncak penganugerahan DIA 2022, antara lain Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Owner MNC Group Hary Tanoesoedibjo, dan para bupati/wali kota serta para pimpinan lembaga maupun perusahaan penerima DIA 2022. []

Yayasan Lentera dan HMI Bantu Masyarakat Musibah Kebakaran di Gayo Lues

0

Nukilan.id – Yayasan Lentera Muda Karya Foundation Chapter Gayo Lues bersinergi bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan bantuan korban musibah kebakaran di Kampung Tungel, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues.

Adapun Bantuan yang disalurkan ini bersumber dari hasil galang dana yang dilakukan selama 2 hari sebelumnya. Dan Bantuan yang diberikan kepada korban berupa pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya, serta juga disediakan bantuan yang sudah dipaketkan berupa Alat Tulis dan sebuah Al-Quran sebanyak 37 paket,” kata Ketua Yayasan Lentera Muda Karya Chapter Gayo Lues, Syurman dalam keterangannya kepada Nukilan.id Kamis, (31/3/2022).

“Dalam kegiatan ini, kami juga sediakan Alat Tulis dan Al-Quran dalam satu paket sebanyak 37 paket untuk kebutuhan belajar dan mengaji.” Tutur Syurman.

Selain itu, pada kegiatan ini juga sempat diberikan therapy healing kepada anak-anak dari para korban untuk mengurangi trauma akibat musibah tersebut.

Syurman juga menyebutkan “Selain menyalurkan kebutuhan umum untuk korban, kami juga berinisiatif untuk memberikan sedikit hiburan kepada anak-anak guna mengurangi rasa takut mereka.

Selanjutnya, Binse selaku Ketua HmI Komisariat PSDKU USK mengatakan, dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat mengurangi sedikit beban saudara-saudara kita yang terkena dampak musibah tersebut. Tutup.[]

Abdurrahman Ahmad: Soal Otsus, Pemerintah Aceh dan DPRA Harus Jumpai Presiden

0
Wakil Ketua Pansus PJB dan Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRA, Abdurrahman Ahmad, (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Dana Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Aceh pada tahun 2023 mendatang akan turun menjadi 1% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Dengan begitu, Aceh akan kehilangan Anggaran sebesar 50% dari Rp7,5 triliun, dan lebih kurang tersisa sekitar Rp3-4 triliun.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Drs. Abdurrahman Ahmad dalam keteranganya kepada Nukilan di Banda Aceh, Rabu (30/3/2022).

“Dari dulu sudah kita suarakan, dana Otsus ini yang sifatnya fundamental harus bisa menghasilkan untuk Aceh, ketika Otsus ini tidak ada lagi kita punya pendapatan dari sumber lain yang dihasilkan dari pengelolaan sumber Otsus itu sendiri. Namun selama ini tidak terjadi hal yang demikian, hanya sedikit saja yang dapat dicapai itupun hanya Bank Aceh Syariah salah satunya Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD yang bisa menghasilkan,” kata Abdurrahman.

Menurutnya, untuk mengatasi hal itu, langkah pertama yang harus dilakukan oleh Pemerintah Aceh dan DPRA adalah menjumpai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk meminta agar Otsus  Aceh harus diperpanjang.

“Karena melihat kondisi Aceh yang seperti ini ditakutkan akan terjadi gejolak lagi di Aceh karena angka kemiskinan yang masih sangat tinggi dan diperburuk lagi dengan masa pandemi yang kita hadapi, sehingga masyarakat banyak kehilangan pekerjaan,” ungkap Abdurrahman.

Selain itu, Abdurrahman berharap dalam penggunaan dana Otsus kedepan harus betul-betul sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Jangan program yang dijalanan itu begerser dari kebutuhan, tapi lebih kepada keinginan, sehingga penggunaan pengeloaaan uang tidak begitu efektif dan efesien, ini harus diperketat,” tegasnya.

Selanjutnya, pinta Abdurrahman, Pemerintah Aceh juga harus mencari sumber-sumber dana lain, seperti contoh Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) agar bisa menghasilkan  pendapatan bagi Aceh.

“Dan begitu juga dengan sumber-sumber lain, jadi jangan hanya bergantungan pada Otsus saja,” pintanya.

Ia menambahkan, bahwa DPRA sejak dulu sangat sepakat agar Otsus Aceh tetap diperpanjang. Dan sebenarnya respon pusat untuk Otsus Aceh ini juga sangat positif.

“Hanya saja, kita tidak bekerja fokus dan kolektif, serta tidak dilakukan secara bersama-sama antara DPRA dan Pemerintah Aceh, jadi masing-masing jalan sendiri,” sebut Abdurrahman.

Oleh karena itu, Abdurrahman berharap dalam memperjuangkan Otsus Aceh ini harus bersama-sama antara DPRA, Pemerintah Aceh, LSM, serta Tokoh-Tokoh Masyarakat.

“Kita harus sama-sama memperjuangkan Otsus Aceh ini agar bisa diperpanjang,” tutupnya.

Reporter: Hadiansyah

Dinilai Lambat, Pelapor Minta Kapolres Evaluasi Kapolsek Bakongan Aceh Selatan

0
Kantor Kapolsek Bakongan Aceh Selatan, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Pelapor Dugaan Penggelapan Dana Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) salah satu desa di Kecamatan Kota Bahagia berharap agar Kapolres Aceh Selatan segera melakukan evaluasi terhadap Kapolsek Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan karena berkinerja lambat dalam menangani laporan warga.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan Pelapor pada Kamis (31/3/2022) karena sejak dilakukan pelaporan di Polsek Bakongan hingga saat ini sudah lebih dari tiga bulan pihaknya belum mendapatkan kejelasan terhadap penanganan kasus tersebut.

Muslim yang berprofesi sebagai Pengacara menyampaikan, pelapor sudah membuat Laporan Polisi pada tanggal 21 Desember 2021, Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) ditandatangani oleh Kapolsek Bakongan Ajun Komisaris Polisi Sutardi, dan berulang kali berkomunikasi dengan pihak terkait di Polsek Bakongan terkait perkembangan laporan kami yang masih disitu-situ saja.

Padahal kami melihat tidak ada kendala berarti untuk segera ditingkatkan penyelidikannya, kami melihat kendalanya hanya niat serius dari Pihak Polsek saja,” kata Muslim yang berprofesi sebagai Pengacara dalam keterangannya kepada Nukilan.id Kamis (31/3/2022).

Muslim menjelaskan, upaya penanganan kasus tersebut menjadi lambat karena diduga ada konflik kepentingan antara oknum tertentu di Polsek Bakongan dengan oknum terlapor.

“Kami tidak ingin menuduh, tetapi kenapa kami mengatakan adanya dugaan konflik kepentingan? Ini terlihat dari pernyataan Kapolsek dalam salah satu media yang menyebutkan pelapor punya unsur menjatuhkan. Padahal laporan belum tuntas diselidiki, tapi pernyataan Bapak Kapolsek sudah menyudutkan pelapor,”ungkapnya.

Pernyataan Kapolsek tersebut menurutnya, sangat aneh dan bertentangan dengan sikap profesionalisme yang harus ditunjukkan oleh seorang Polisi. Selain itu, lambatnya penanganan laporan warga oleh Polsek Bakongan tersebut juga sangat merugikan institusi Polri, karena akan menyebabkan berkurangnya kepercayaan masyarakat untuk berharap bisa mendapatkan keadilan kepada Polisi.

“Selama ini Polri sudah bekerja dengan baik dan diapresiasi oleh masyarakat, tapi dengan adanya sikap oknum seperti di Polsek Bakongan yang jika terus dibiarkan akan merusak citra institusi secara umum dan sikap Pihak terkait di Polsek Bakongan sangat bertengangan dengan semangat Presisi yang di usung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo”. Sebutnya

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar Kapolres Aceh Selatan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh atas kinerja Kapolsek serta pihak terkait lainnya di Polsek Bakongan, hal ini penting dilakukan agar adanya kepastian hukum serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Jika memang diduga adanya konflik kepentingan dan melanggar Kode Etik Kepolisian, maka kami berharap agar Kapolres segera mencopot Kapolsek serta pihak terkait lainnya di Polsek Bakongan,” tegasnya.

Lanjutnya, jika kasus ini terus dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya kejelasan, maka kami akan menelaah apakah ada dugaan pelanggaran kode etik kepolisian. Selanjutnya mempertimbangkan untuk membuat laporan kepada Propam.

“Tapi, kami berharap jangan sampai ketahap tersebut karena kami yakin pihak terkait di Polsek Bakongan akan tetap bisa bertindak profesional dan memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat,” tutupnya.[]

Harga Daging Meugang di Banda Aceh Melonjak Tajam, Tembus Rp180 Ribu Perkilo

0
Penjualan daging Meugang di kawasan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Kamis (31/3/2022). Foto: Nukilan/Reji

Nukilan.id – Harga daging sapi pada Meugang Ramadhan 1443 H di Kota Banda Aceh melonjak tajam dibandingkan harga biasanya yaitu dari Rp150.000/kilogram menjadi Rp160.000-Rp180.000/kilogramnya.

Namun, harga tersebut masih sama atau masih normal jika dibandingkan dengan harga daging sapi pada Meugang Ramadhan tahun 2021 lalu di Banda Aceh.

Pantauan Nukilan di kawasan Beurawe, Banda Aceh pada Kamis (31/3/2022), meskipun harga daging naik, tapi masyarakat tetap antusias membeli daging sapi yang menjadi tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang jatuh pada 2 April 2022.

“Harga daging sapi masih normal sekitar Rp170.000 hingga Rp180.000/kilogram, dan harga tersebut masih sama dengan meugang tahun lalu,” kata Muhammad, salah satu pedagang daging sapi di kawasan Beurawe kepada Nukilan.

Menurutnya, harga tersebut bakal meningkat lagi apabila pasokan daging sapi berkurang pada hari puncak Meugang yang jatuh pada Jum’at (1/4/2022) besok.

“Besok dipuncak Meugang akan terjadi kenaikan harga, jika kami kekurangan pasokan daging,” pungkas Muhammad.

Berikut harga daging pada sejumlah pasar di Kota Banda Aceh berdasarkan pantauan Nukilan.id:

1. Pasar Al Mahirah, Lamdingin: Rp160.000 – Rp170.000
2. Pasar Peuniti: Rp160.000 – Rp170.000
3. Pasar Beurawe: Rp170.000 – Rp180.000
4. Pasar Ulee Kareng: Rp160.000 – Rp170.000
5. Pasar Stui: Rp160.000 – Rp170.000
6. Pasar Rukoh Darussalam: Rp170.000 – Rp180.000

Reporter: Reji

Gubernur Nova Ucapkan Selamat Berpuasa, ini Pesannya untuk Masyarakat Aceh

0
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat menyampaikan pendapat akhir tentang 6 rancangan qanun Aceh dalam rapat paripurna DPRA, Rabu (29/12/2021) malam. Foto: Nukilan/Hadiansyah

Nukilan.id – Bulan Ramadhan adalah bulan teristimewa dibanding bulan-bulan lainnya dalam penanggalan Hijriyah, karena di bulan Ramadhan dilaksanakan puasa oleh seluruh ummat Islam yang mendapatkan ganjaran langsung dari Allah SWT.

Bulan yang paling mulia itu akan datang kepada kita hanya menanti dalam hitungan jam. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Aceh mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat Aceh. “Semoga segala amal dan kebajikan kita di Bulan Ramadhan ini diterima di sisi Allah,” tutur Nova.

Sosok nomor satu Aceh itu juga berharap momentum Ramadhan yang jatuh mulai tanggal 2 April 2021 itu dapat menjadi momentum bagi seluruh umat muslim, khususnya di Aceh untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menjadi ajang untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Muhammad Iswanto, di Banda Aceh, Selasa, (29/3/2022).

Iswanto menyebutkan, seiring ketibaan penghulu segala bulan itu, Gubernur Aceh menyampaikan sejumlah pesan untuk masyarakatnya dalam momentum menyambut bulan puasa.

Kata Iswanto, puasa harus dijadikan momentum oleh segenap kaum muslim untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal kebajikan. Ramadhan juga harus dapat mendorong setiap insan untuk membantu mereka yang lemah. “Semoga segenap muslim mendapat Ridha Allah dengan momentum bulan puasa ini,” kata Iswanto mengutip pesan Gubernur.

Lebih lanjut, kata Iswanto, Gubernur juga berpesan kepada seluruh masyarakat Aceh agar tetap mematuhi protokol kesehatan di dalam suasana Ramadhan. Aktivitas yang kian meningkat di bulan puasa harus diiringi dengan pemakaian masker dan selalu mencuci tangan. “Memang kasus Covid sudah landai, namun bukan berarti hilang. Oleh sebab itu, protokol kesehatan harus tetap diterapkan supaya potensi menularnya virus corona dapat dihindari,” ujar Iswanto.

Menurut Iswanto, aktivitas masyarakat akan meningkat selama bulan puasa. Seperti di pasar dan tempat ibadah. Ia mengatakan, protokol kesehatan harus menjadi kebiasaan baru masyarakat dimanapun dan kapanpun. “Dengan begitu, potensi tertularnya virus corona dapat dihindari,” kata Iswanto mengutip pernyataan Gubernur. []