Beranda blog Halaman 1711

Pidato Pertama Ketua DPRA, Pon Yahya: Siap Perjuangkan Butir MoU Helsinky

0
Ketua DPR Aceh, Saiful Bahri (Pon Yahya)

Nukilan.id – Setelah dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Saiful Bahri alias Pon Yahya mengatakan, Butiran – butiran Memorandum of Understanding (MoU) Helsinky harus direalisasi dan itu kewajiban bagi lembaga DPR Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Pon Yahya dalam sambutannya sebagai ketua DPRA yang baru saja dilantik di gedung paripurna DPRA, Banda Aceh Jumat, (13/05/2022).

“Saya berharap kepada seluruh Anggota DPRA untuk membantu saya, agar bahu membahu dalam bekerja memperjuangkan aspirasi rakyat Aceh sebagaimana yang telah dipercayakan kepada kita semua melalui pemilu yang lalu. Tidak lupa juga rasa syukur kepada orang tua, alim ulama, paduka yang mulia Wali Nanggroe Aceh Teuku Syik Hasan tiro dan malik Mahmud alhaytar dan Panglima besar Muzakir manaf,” ucap Pon Yahya selaku Politisi Partai Aceh.

Lanjutnya, Ideologi Aceh adalah sebuah ideologi yang mengajarkan kita bahwa Aceh adalah sebuah bangsa yang besar merdeka dan berdulat serta sejahtera dan mewujudkan kemerdekan, kita harus berjuang agar penjajahan yang tidak sah dapat dilawan sehingga keterpurukan kondisi rakyat Aceh dapat terganti dengan kesejahteraan.

“Peristiwa penting antara pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan melahirkan MoU helsingky. Dengan adanya MoU Helsingky telah mengubah tatanan masyarkat Aceh baik secara politik, ekonomi dan sosial, sehingga bisa diperjuangkan agar Butir-butiran MoU helsingky terealisasi dan itu bersifat wajib bagi lembaga DPR Aceh,” tegas Pon Yahya.

Dengan masa jabatan Ketua DPRA 2 tahun 4 bulan ini, akan kita mamfaatkan untuk memperjuangkan dan menyakinkan Pemerintah Indonesia terhadap kewajiban mereka untuk merealisasikan semua butiran MoU helsingky.

Adapun butiran MoU helsingky yang belum teralisasi antara lain revisi undang-undang republik Indonesia Nomor 11 tahun 2006 tentang pemerintah aceh harus sesuai dengan Mou helsingky, agar aceh dapat mengelola semua sektor aceh secara mandiri kecuali dalam enam hal yang telah disepakati.

Selajutnya, pemerintah pusat dan Aceh menyetujui auditor luar melakukan verifikasi atas persetujuan dan pengalokasian pendapatan antara pusat dengan Aceh sesuai dengan Poin 38 pada nota kesepakatan Republik indomesia dan gerakan aceh merdeka.

Dan seleksi PNS khususnya Aceh itu dilakukan oleh Pemerintah Aceh sesuai dengan bab 16 pasal 118-124 nomor 11 tahun 2006, dan tanah untuk eks kombatan dimana pemerintah pusat akan mengalokasikannya dan memberikan kepada pemerintah Aceh untuk di berikan kepada eks Kombatan, tahanan politik dan semua rakyat sipil yang dapat menunjukkan kerugian yang jelas semasa konflik Aceh.

Kebelanjutan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), bendera dan lambang harus diperjuangkan, terlebih bendera ini harus di naikan di Aceh karena itu adalah kesepakatan yang telah di perjuangkan oleh DPRA yang telah lalu, jadi menurut hemat saya itu bukan sebuah permasalahan yang besar,” sebutnya.

kemudian pembagian hasil migas dan sumber daya lainya 70% aceh dan 30% untuk pusat yang sampai saat ini datanya belum diserahkan ke pemrintah aceh, harus ada kejelasan tentang pembagian persen tersebut, agar bisan kita sampaikan kepada masyarakat bahwa sudah ada kejelasannya sesuai denan MOU helsingky. Tuturnya

Reporter: Hadiansyah

Prodi SKI UIN Ar-Raniry Lakukan Ekspedisi Gayo Alas

0
Aktivitas dosen prodi SKI UIN Ar-Raniry Banda Aceh di kompleks Makam Reje Linge di Buntul Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Nukilan.id – Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ke lintas Tengah Aceh.

Kegiatan yang bertajuk ekspedisi Gayo-Alas berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 11-14 Mei 2022, dimulai dari kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues dan berakhir di kabupaten Aceh Tenggara, Kutacane dan diikuti oleh 12 orang dosen dan karyawan.

Ketua Prodi SKI, Sanusi Ismail MHum mengatakan bahwa ekspedisi ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengamati, dan membersihkan situs-situs sejarah dan budaya yang tersebar di tiga kabupaten yang ada di lintas Tengah, Aceh.

Lebih lanjut, Sanusi menjelaskan bahwa identifikasi yang dimaksudkan adalah mengetahui jumlah dan lokasi situs yang tercatat atau teridentifikasi di setiap kabupaten yang dikunjungi.

Selanjutnya, pihaknya akan datang langsung ke beberapa situs tersebut untuk mengamati kondisinya, apakah terpelihara dan terawat dengan baik atau sebaliknya.

“Sebagai implementasi dari salah satu aspek Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kita juga melakukan kegiatan membersihkan beberapa situs yang kita kunjungi,”kata Sanusi dalam keterangan tertulis, Jum’at (13/5) di Aceh Tengah.

Selain itu, kata Sanusi untuk memudahkan kegiatan ekspedisi tersebut, Prodi SKI bekerjasama dengan Dinas terkait di yang menaungi bidang kebudayaan dan didukung oleh para dosen prodi yang meliputi 4 (empat) bidang keahlian yaitu sejarah, arkeologi, antropologi, dan filologi.

Kemudian, hasil identifikasi dan pengamatan di lapangan itu akan dijadikan dasar kebijakan untuk melakukan penelitian dan pengabdian dalam skala yang lebih besar di masa mendatang yang melibatkan para dosen, mahasiswa, dan masyarakat setempat.

“Di Aceh Tengah dan Aceh Tenggara kita bekerjasama dengan Disdikbud, sedangkan di Gayo Lues dengan Dinas Parawisata,”kata Sanusi.

Salah seorang dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Dr Bustami Abubakar Mhum menjelaskan bahwa sejauh ini di antara situs-situs sejarah dan budaya yang telah teridentifikasi di seluruh Aceh masih sangat sedikit yang terpelihara dan terawat dengan baik.

Padahal, menurut UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, situs-situs itu bukan hanya sekedar diidentifikasi, dipelihara, dan dirawat, tetapi juga bisa dimanfaatkan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Bustami berpendapat, pemanfaatan yang dimaksudkan di sini adalah bagaimana situs-situs sejarah dan budaya itu bisa menjadi objek wisata, terutama wisata sejarah, budaya, dan religi. Jika ini yang terjadi tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dan sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Melalui ekspedisi ini, kami ingin melihat langsung bagaimana nasib situs-situs sejarah dan budaya yang ada di Tanoh Gayo dan Alas ini. Apakah pemerintah dan masyarakat setempat cukup peduli dan memanfaatkannya dengan baik atau mungkin situs-situs itu hanya menjadi benda kuno yang tak bernilai,” tegas Bustami yang juga sebagai Ketua Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Provinsi Aceh, Jum’at (13/5/2022).[]

Hutan di Indonesia dan Malaysia Penting untuk Perang Global Melawan Perubahan Iklim

0
Suasana hutan hujan di salah satu sudut Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Subulussalam, Aceh. (Foto: Zamzami/Aspek.id)

Nukilan.id – Indonesia dan Malaysia sama-sama kehilangan lebih sedikit hutan primer dibandingkan tahun sebelumnya untuk tahun kelima pada 2021. Kedua Negara tetangga ini termasuk di antara negara-negara yang memimpin dalam hilangnya wilayah hutan terbesar setiap tahun di dunia.

World Resource Institute (WRI) yang berbasis di AS merilis data terbaru mengenai hilangnya hutan global bulan lalu, menyebut negara-negara Asia Tenggara itu menyambut baik “pengecualian” tahun suram bagi hutan di seluruh dunia. Namun, WRI dan pihak-pihak lain mengingatkan sejumlah kekuatan besar dapat menyebabkan hilangnya wilayah hutan di kedua negara itu dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut WRI, Indonesia kehilangan sekitar 203 ribu hektare hutan primer tahun lalu, turun dari 270 ribu hektare pada tahun sebelumnya, dan jauh di bawah puncaknya, 929 ribu hektare, yang tercatat pada 2016. Sementara itu hutan primer yang hilang di Malaysia turun dari sekitar 73 ribu hektare pada 2020 menjadi 72 ribu hektare tahun lalu.

Kehilangan ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang dialami Brazil, dimana 1,55 juta hektare hutan primer sudah lenyap.

“Hutan-hutan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, masih penting dalam perang global melawan perubahan iklim. Hutan menyimpan dan menyerap karbon, dan ketika hutan-hutan ini ditebang atau dibakar atau terdegradasi, maka karbon yang tersimpan di dalam hutan – di kayu, daun dan semua biomassa – dapat dilepaskan ke atmosfer sebagai emisi  dan Indonesia masih memiliki banyak hutan primer yang lembab. Indonesia memiliki hutan primer terbesar ketiga di kawasan tropis,” kata Elizabeth Goldman, manajer riset senior WRI.

Itu sebabnya mengapa berkurangnya wilayah hutan yang lenyap di Indonesia dan Malaysia sangat membesarkan hati, kata Goldman, bukan hanya bagi mereka, tetapi sebagai teladan bagi negara-negara lain.

“Ketika sebuah negara melihat hilangnya wilayah hutan berkurang selama satu atau dua tahun, kami selalu merasa optimistis dengan berhati-hati, karena dapat saja ada fluktuasi data. Tetapi penurunan lima tahun berturutan menurut saya merupakan alasan untuk merayakannya dan menunjukkan bahwa segala sesuatunya berjalan baik, terutama di Indonesia,” lanjutnya.

Indonesia memiliki moratorium mengenai pembersihan hutan primer sejak 2011, membuatnya permanen pada tahun 2019, dan satu lagi mengenai penerbitan izin baru bagi perkebunan sawit sejak 2018. Dengan taktik yang berbeda, Malaysia pada 2019 berkomitmen untuk membersihkan tidak lebih dari 600 ribu hektare hutan sawit hingga tahun 2023 untuk memperlambat hilangnya wilayah hutannya.

Indonesia dan Malaysia masing-masing adalah produsen terbesar dan terbesar kedua minyak sawit, dan bersama-sama mengisi 85% pasokan minyak sawit dunia yang digunakan untuk berbagai hal, mulai dari mi instan hingga kosmetik dan bahan bakar hayati. Perkebunan sawit di kedua negara ini juga menjadi penyebab hilangnya sebagian besar wilayah hutan mereka. [VOA]

Insiden Indrapuri, Pengamat: Semua Pihak Jaga Perdamaian Aceh

0
Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Aceh kembali dihebohkan dengan tewasnya dua warga Aceh Besar, Maimun (38) dan Ridwan (38), yang ditemukan bersimbah darah ekses ditembak orang tak dikenal (OTK) di Desa Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (12/5/2022) malam.

Merespon hal tersebut, Pengamat Politik dan Keamanan Aceh Aryos Nivada kepada media mengatakan sebaiknya semua pihak tidak buru buru menyimpulkan kasus ini sebelum ada keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian. Aryos menyorot sejumlah pihak yang terkesan menyepelekan hilangnya nyawa dua warga Aceh karena senjata ini dengan menyebut peristiwa ini hanyalah peristiwa kriminal biasa.

“Semua pihak diharapkan menahan diri untuk tidak berspekulasi terlalu jauh terhadap kasus ini sebelum ada keterangan lebih lanjut dari pihak aparat keamanan. Terlebih langsung membuat kesimpulan insiden ini hanyalah peristiwa kriminal biasa. Hal ini harus disikapi serius karena Aceh merupakan wilayah paska konflik. Setiap peristiwa yang melibatkan senjata api maka harus ditelusuri lebih lanjut terkait keberadaan senjata itu. Apakah memang dari pelaku kriminal bersenjata atau dari oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab,” jelas Aryos kepada media, Jumat (13/05/2022).

Dosen FISIP Universitas Syiah Kuala ini menegaskan agar Insiden penembakan di Indrapuri harus disikapi serius oleh aparat keamanan dalam rangka mengawal stabilitas keamanan sekaligus menjaga perdamaian di Aceh.

“kita Meminta dan mengharapkan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku dari aksi penembakan terhadap masyarakat Aceh. Sehingga publik mengetahui motif pelaku penembakan. Jangan sampai stigma bahwa Aceh sebagai daerah konflik terus ditambalkan oleh berbagai pihak. Diharapkan ini dapat menjadi pembelajaran agar situasi keamanan Aceh jangan diobok obok oleh pihak pihak tidak bertanggung jawab”

Terakhir, diirnya Mengajak semua pihak untuk bersama menjaga keamanan Aceh sehingga tidak memperkeruh suasana di Aceh.

“Pentingnya kita semua menyadari perdamaian Aceh saat ini sangat berarti bagi masyarakat Aceh. Biarkan masyarakat Aceh hidup tenteram dan nyaman tanpa harus hidup dengan bunyi desingan peluru” pungkas Aryos. []

Pon Yahya Dilantik Jadi Ketua DPRA

0

Nukilan.id – Saiful Bahri alias Pon Yahya resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sisa masa jabatan periode 20219-2024.

Pon Yahya dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh, Dr. H Gusrizal S.H, M. Hum di Aula Rapat Paripurna DPRA, Jum’at (13/5/2022).

Wakil Ketua DPRA, Safaruddin menyampaikan sebagaimana diketahui bersama, bahwa Partai Aceh telah mengusulkan Dahlan Jamaluddin sebagai Ketua DPRA dan kemudian mengusulkan Saiful Bari alias Pon Yahya sebagai Ketua DPRA sisa jabatan 2019-2024.

“DPRA telah menindaklanjutinya melalui rapat paripurna dengan keputusan DPRA No 3/DPRA/2022 tanggal 21 Maret 2022 tentang pemeberhentian dan pengantian Ketua DPRA sisa masa jabatan 2019-2024 dari Fraksi Partai Aceh,” ujar Safaruddin.

Ia menjelaskan, bahwa keputusan DPRA tersebut telah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), melalui Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dengan Surat Nomor: 161/705, tanggal 21 Maret 2022 perihal Pergantian Antar Waktu (PAW) Pimpinan DPRA dari Partai Aceh sisa jabatan 2019-2024.

Selanjutnya dilakukan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Ketua DPRA sisa masa periode 2019-2024, dan dilanjutkan dengan prosesi peusijuek.

Reporter: Hadiansyah

DPRA Gelar Rapat Paripurna Pelantikan Pon Yahya Sebagai Ketua

0

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar rapat paripurna pelantikan Saiful Bahri alias Pon Yahya sebagai Ketua DPRA periode 2019-2024.

Pantauan Nukilan dilokasi, acara yang berlangsung Aula Paripurna DPRA dipenuhi ratusan tamu undangan untuk menghadiri pelantikan Ketua DPRA baru.

Turut hadir Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe, Sekda Aceh, Taqwallah dan DPR-RI Fraksi Gerindra, Ta. Khalid.

Pon Yahya menjabat Ketua DPRA menggantikan Dahlan Jamaluddin sisa masa periode 2019-2024.

Setelah membaca sumpah jabatan yang dipandu oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh. Saiful Bahri alias Pon Yahya langsung dipersilahkan untuk menduduki kursi pimpinan dan melanjutkan rapat Paripurna.

Reporter: Hadiansyah

Polri Gagalkan Ekspor Delapan Kontainer Minyak Goreng ke Timor Leste

0
Penyelundupan delapan kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor dari Jawa Timur ke Negara Timor Leste. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Bareskrim Polri bersama dengan Polda Jawa Timur (Jatim) menggagalkan upaya penyelundupan delapan kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor dari Jawa Timur ke Negara Timor Leste.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, delapan kontainer tersebut berisikan 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng siap ekspor. Hal ini bertentangan dengan kebijakan Pemerintah soal larangan ekspor minyak goreng, demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Pengungkapan tersebut bermula dari informasi yang diberikan oleh masyarakat kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak tentang adanya dugaan pelanggaran Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan sementara ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil,” kata Agus kepada awak media, Jakarta, Kamis, 12 Mei 2022.

Dalam hal ini, kata Agus, pihak Kepolisian menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni inisial (R) 60 tahun dan (E) 44 tahun. Mereka diduga berperan sebagai eksportir minyak goreng ditengah berlangsungnya kebijakan larangan ekspor.

Menurut Agus, diduga terdapat 11 kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor. Namun, tiga kontainer telah berada di Negara Timor Leste dan saat ini polisi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai, untuk melakukan penarikan tiga kontainer tersebut.

“Delapan kontainer yang berisikan minyak goreng dengan merek Linse, Tropis, dan Tropical telah diamankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” ujar Agus.

Dalam melancarkan aksinya, kata Agus, para pelaku mengelabui petugas Bea Cukai dengan memasukkan barang yang tidak sesuai dengan pos tarif atau HS dan invoice Persetujuan Ekspor Barang (PEB) yang mana dokumen ekspor dengan Pos Tarif/HS dan Invoice tertulis barang-barang seperti engsel pintu, cat, genteng, glass block mulia, alat-alat pipa, pipa pvc, Sika vix tile adhisive, tong besi tutup lebar, snack, sterefoam, sendok bebek plastik, komputer, sparepart mobil aqua.

“Namun isi barang di dalam kontainer adalah minyak goreng dengan merek tersebut,” ucap Agus.

Atas perbuatannya, pelaku disangka melanggar Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil. []

Gubernur Aceh, Istri Kedua, dan Rombongan ke AS, Pengamat: Modus Baru Berfoya-Foya

0
Pemerhati Politik Taufik Abdur Rahim, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Pengamat Politik dan Ekonomi Taufik Abdur Rahim menilai, perjalanan Dinas dengan alasan undangan The Rhode Island University Amerika Serikat (AS) sebagai cara atau modus baru para pejabat Aceh berfoya-foya ke Luar Negeri dengan rombongan sebanyak 13 orang yang dipimpin oleh Gubernur Aceh.

Ini dilakukan dengan alasan mengantar 10 mahasiswa “double degree” yang diterima di Universitas tersebut. Alasan yang tidak penting dan mengada-ngada ini sangat tidak ber-Akhlaq dan beretika, baik secara pemerintahan, politik dan sosial kemasyarakatan. Ditengah kondisi kehidupan rakyat Aceh yang sulit dan belum mampu sepenuhnya keluar dari krisis ekonomi. Bahkan Aceh masih termiskin di Sumatera,” kata Taufik Abdurrahim dalam keterangannya kepada Nukilan.id Jum’at (13/5/2022).

“Dengan menggunakan uang APBA untuk nafsu jalan-jalan ke AS, ini Aneh dan tidak tahu malu,” ucap Taufik.

Perjalanan ke AS tersebut, bukanlah sebuah solusi untuk kemajuan pendidikan Aceh, itu hanya Aktivitas berfoya – foya para pemimpin aceh dengan modus kunjungan kerja.

Untuk saat ini, kata Taufik, kondisi Rakyat Aceh sangat memprihatinkan, baik secara kehidupan ekonomi, sosial, kemiskinan dan pengangguran, bahkan orang-orang yang ikut serta kunjungan kerja ke AS sama sekali jauh dari usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh, dan sangat tidak peka terhadap kesusahan, kesulitan yang sedang dihadapi sebahagian besar rakyat Aceh.

Selama ini, berbagai kunjungan sudah dilakukan ke Luar Negeri, tapi sama sekali tidak memberikan hasil nyata untuk rakyat Aceh. Bahkan berulang kali tidak mampu dipertanggung jawabkan secara keuangan.

Pengalaman dari perjalanan dan kunjungan kerja yang sudah sudah, tidak ada program pembangunan yang di bangun untuk Aceh, Ketidakpastian Investasi dari pihak Asing Untuk Aceh. Sehingga sampai sekarang tidak ada dampak bagi kemajuan dan perubahan kehidupan rakyat Aceh secara signifikan usai perjalanan tersebut. Jelasnya

Oleh karena itu, kunjungan ke Rhode Island University Amerika Serikat, hanya tindakan berfoya-foya dengan uang APBA dan sangat tidak beretika, jika dikaitkan dengan kondisi kehidupan ril rakyat Aceh saat ini.

Ini salah satu bentuk kerakusan kekuasaan para pemimpin Aceh, dan diakhir periode Gubernur Aceh sama sekali tidak membanggakan sehingga tidak memiliki rasa malu sama sekali atas kegagalan dalam kepemimpinan,” tuturnya.

Dua Gol Dhien Kallon Bawa Legend Sigupai Menang Telak di Lampineung

0
Squad Sepak Bola Legend Sigupai. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Dua gol Safaruddin “Dhien Kallon” mampu membawa Legend Sigupai menang telak dengan skor 4-1 atas tim TKP Fc dalam pertandingan Silaturahmi perdana usai Idul Fitri di Stadion H. Dimurthala Lampineung, Kamis, (12/5/2022).

Legend Sigupai memulai pertandingan babak pertama dengan tampil atraktif, umpan dari kaki ke kaki ala tiki taka dimainkan, namun masih terkendala stamina efek laga perdana usai Idul Fitri.

Peran vital lini bawah dan tengah pun mampu di jalankan dengan baik oleh para punggawa legend sigupai, kokohnya pertahanan yang dibangun duet antara askhal dan mahmudin mampu mematahkan serangan yang dibangun oleh tim TKP, sedangkan diposisi gelandang elegan Herisman, eks Persiraja ini mampu berkoloborasi dengan baik bersama Nasri Teves, demi menjaga ritme. Alhasil peluang demi peluang terus diciptakan juru gedor Legend Sigupai.dan laga babak pertama pun ditutup dengan skor 1-0 lewat jasa Bibon81.

Usai turun minum Legend Sigupai kembali tampil menekan , masuknya beberapa tenaga baru seperti Jhon Rolex, Muhayat mampu membuat laga babak kedua lebih berwarna, bahkan Legend Sigupai mampu unggul kembali lewat gol Faumi Syahreza.

Keasyikan menyerang, Legend Sigupai terpaksa harus kebobolan dari TKP Fc di menit ke 65. Namun tak berselang lama Presiden Dhien Kallon mampu membuat skuad Barsela kembali menjauh 3-1.

Pimpinan DPRA tersebut kembali menambah gol lewat satu sepakan voly indah di menit akhir laga, gol indah tersebut berkat hasil kreasi Jonizar Muslim (JMS) yang diakhiri umpan manja Faumi Syahreza kepada Dhien Kallon. []

Dua Warga Indrapuri Tewas Ditembak OTK, Polisi Buru Pelaku

0
Dua warga Indraputri tewas ditembak orang tak dikenal. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Dua warga Aceh Besar atas nama Maimun (38) dan Ridwan (38) ditembak orang tak dikenal (OTK) di Desa Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (12/5/2022) malam.

“Benar, telah terjadi peristiwa penembakan terhadap dua warga Indrapuri, Aceh Besar. Ke duanya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, dalam keterangannya, Jumat, 13 Mei 2022.

Secara singkat Winardy mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban pulang dari Kebun menuju rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Di pertengahan jalan, tiba-tiba korban ditembak oleh pelaku hingga terjatuh.

Korban juga sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, ke duanya meningggal dunia.

Saat ini, kata Winardy, Tim Jatanras Polda Aceh bersama Satreskrim Polres Aceh Besar masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku atas kasus penembakan tersebut.

“Kasus ini masih lidik. Pelakunya masih kita buru. Perkembangannya akan kita sampaikan nantinya,” tutup Winardy, singkat. []