Beranda blog Halaman 1710

BNPT dan FKPT Aceh Gelar Festival Musik Berhadiah Total Rp250 Juta, Ikuti Syaratnya

0
Festival Musik BNPT dan FKPT Aceh. (Foto: Ist.)

Nukilan.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Aceh (FKPT) akan menggelar Festival musik dengan total hadiah Rp.250 juta.

Festival Musik bertajuk “Damai Kita Harmoni Indonesia” untuk “Aksi Musik Anak Bangsa” tersebut, untuk Aceh sudah mulai dibuka pendaftaran dan akan berakhir 13 Juni 2022.

Khusus Aceh  pelaksanaan Festival dilakukan di salah satu Coffee di Kota Banda Aceh yang direncanakan pada 16 Juni 2022.

“Nanti tempat akan di sosialisakan. Sedangkan peserta adalah Musisi solo, Duo, Group, Band, dan Vocal Group. Karya yang dilombakan melalui Link Video daeri peserta,” kata Wiratmadinata, Divisi Humas dan Media Massa BNPT Aceh, kepada media di Banda Aceh.

Sementara untuk penjurian akan dilakukan secara nasional dan berakhir 1 Desember 2022.

Berikut Keterangan lebih lanjut yang disiapkan panitia dari BNPT dan FKPT Aceh secara nasional.[red]

SLB TNCC Banda Aceh Gelar Wisuda Bagi Enam Penyandang Disabilitas

0

Nukilan.id – Sekolah Luar Biasa (SLB) The Nanny Children Center (TNCC) kembali menyelenggarakan wisuda bagi siswa disabilitas angkatan ke-2 tahun ajaran 2021/2022, Sabtu (14/5/2022) bertempat di Hotel Madinatul Zahra, Batoh, Banda Aceh.

Pada wisuda kali ini, SLB TNCC berhasil meluluskan 6 orang siswa disabilitas masing-masing dengan jenis ketunaan autis, tunagrahita dan ADHD dan diikuti 150 undangan dari pihak Dinas Pendidikan Aceh, Yayasan Rumah Kita Indonesia (YRKI), Mitra kerja SLB TNCC, orangtua asuh, panitia kegiatan serta siswa/i SLB TNCC beserta orangtua yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakali Kepala Bidang Pembinaan SMA/PKLK, Hamdani SPd MPd.

Dalam arahan dan sambutannya, Kabid Pembinaan SMA/PKLK Hamdani SPd MPd mengapresiasi SLB TNCC yang melaksanakan wisuda bagi lulusannya yang berkebutuhan khusus.

Menurut Hamdani, ini merupakan sekolah pertama yang melaksanakan wisuda bagi siswa disabilitas. Ia berharap SLB TNCC dapat terus menciptakan program yang inovatif dan kreatif untuk mendidik siswa berkebutuhan dengan level yang terus meningkat setiap waktunya.

“Saat ini SLB TNCC juga menjadi salah satu sekolah penggerak yang diharapkan dapat melakukan adaptasi kurikulum secara bertahap. Tentu wisuda hari ini menunjukkan tekad SLB TNCC untuk mengapresiasi setinggi-tingginya siswa disabilitas yang lulus secara positif dan menempatkan mereka pada level yang sama dengan siswa di sekolah regular yang kelulusannya dirayakan dengan seremonial,”kata Hamdani dalam sambutannya, Sabtu (14/5).

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Kita Indonesia (YRKI), Dr H Dahlawi MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan wisuda ini merupakan terobosan baru dalam dua tahun terakhir karena SLB TNCC selalu ingin memberikan program baru dalam Pendidikan siswa disabilitas di Aceh. Walaupun, dalam pelaksanaan pembelajaran di TNCC masih ada hambatan terutama dalam penyediaan fasilitas yang memadai baik sarana maupun prasarana.

Namun, pihak YRKI yang menjadi payung perlindungan hukum SLB TNCC juga akan terus berupaya untuk menjalin berbagai kerjasama dengan pihak terkait agar dapat mendukung percepatan pembangunan sekolah agar dapat menampung lebih banyak siswa disabilitas yang membutuhkan layanan yang optimal.

“Besar harapan kami kepada pemerintah Aceh untuk memberikan dukungan dan perhatian pada sekolah swasta dalam pembangunan dan juga program terkait Pendidikan siswa disabilitas. Selain itu juga kepada orangtua/wali murid, mitra kerja TNCC, dan semua pihak terlibat untuk dapat terus membersamai perjalanan TNCC menuju visi sekolah percontohan,”harap Dahlawi.

Sebelumnya, Kepala SLB TNCC, DM Ria Hidayati Spsi MEd dalam sambutannya mengatakan bahwa wisuda ini merupakan suatu pencapaian yang besar dimana sekolah tidak lagi hanya pada level mendidik akan tetapi sudah pada tahapan mengapresiasi hasil belajar dalam bentuk perayaan kelulusan yang konsepnya hampir sama dengan anak regular di sekolah umum.

Lebih lanjut, Ria Hidayati menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini tidak hanya seremonial wisuda, tapi SLB TNCC juga mengadakan bazar yang memamerkan hasil karya guru dan siswa yang terdiri dari Kasab Aceh, makanan ringan, sayuran hidroponik, lukisan dan hasil kerajinan tangan dan turut dirangkai dengan penampilan siswa/i dengan mengusung konsep pengelaran busana adat dan profesi.

“Konsep yang diusung dalam kegiatan SLB TNCC tiap tahunnya mengalami peningkatan karena kami selalu ingin berkreasi dan menjadi berbeda. Besar tuntutan yang ada di sekolah untuk menjadikan semua pihak kreatif dan terus menciptakan ide-ide yang original agar siswa disabilitas yang kami didik juga dapat mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan visi sekolah penggerak,”kata Ria Hidayati.

Kedepan, kata Ria beberapa program lanjutan yang masih menjadi impian adalah menampung semakin banyak siswa disabilitas yang kurang mampu sehingga menjadi PR untuk kami mencari para orang-orang baik yang ingin menjadi orangtua asuh.

“Kami juga berkeinginan untuk meningkatkan program kewirausahaan sekolah yang melibatkan guru dan murid agar dapat cerdas berkarya dan berpenghasilan bersama sehingga kesejahteraan pun meningkat,”kata Ria dihadapan para wisudawan dan tamu undangan yang berhadir.[]

4 Gol Tanpa Balas, Timnas Indonesia Singkirkan Filipina di SEA Games 2021

0
Indonesia menang 4-0 atas Filipina di SEA Games 2021 (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Nukilan.id – Timnas Indonesia U-23 meraih kemenangan meyakinkan saat menghadapi Filipina U-23 di cabang sepakbola SEA Games 2021. Garuda Muda libas The Azkals 4-0.

Indonesia menghadapi Filipina pada laga lanjutan Grup A di Di Viet Tri, Phu To, Jumat (13/5/2022) sore WIB. Pasukan Shin Tae-yong mampu unggul 2-0 saat turun minum.

Gol lahir dari Muhammad Ridwan pada menit ke-18 dan Rizky Ridho di menit ke-44. Setelah turun minum, Indonesia menambah dua gol lagi dari Egy Maulana pada menit ke-74 dan penalti Marselino Ferdinan di menit ke-84.

Hasil ini membawa Indonesia mengumpulkan enam angka dari tiga laga dan membawa mereka ke puncak klasemen. Poin Egy dkk sama dengan Myanmar tapi unggul selisih gol.

Sementara untuk Filipina, kekalahan atas Indonesia membuat poin mereka mentok di empat angka dan dipastikan gagal lolos ke semifinal.

Jalannya Pertandingan

Filipina berusaha menekan Indonesia di awal laga. Namun, lini belakang Garuda Muda tampil disiplin.

Ancaman perdana dihadirkan Indonesia pada menit ke-5. Witan Sulaeman menusuk dari sisi kiri ke kotak penalti. Sayangnya, laju lari Witan terlalu deras hingga bola bisa diamankan kiper Filipina Quincy Kammeraad.

Filipina merespon di menit ke-7. Scott Woods melepas sepakan mendatar dari jarak jauh. Usahanya belum membuahkan hasil karena Ernando Ari masih bisa mengamankan bola.

Pada menit ke-14, Indonesia sempat mengetarkan jala Filipina. Egy Maulana bisa menjangkau bola panjang sebelum menaklukan Kammeraad. Namun, Egy lebih dulu offside.

Semenit berselang, peluang emas dimiliki Indonesia. Witan tak terkawal di sisi kiri pertahanan Filipina menerima sodoran bola dari Alfeandra Dewangga.

Sepakan mendatar Witan mengarah ke gawang. Meski demikian, Kammeraad dengan baik bisa mengadang arah bola.

Gol!!! Umpan panjang Rizky Ridho melepaskan Egy dari jebakan offside. Di depan gawang, Egy memberikan bola yang bisa disambar Muhammad Ridwan untuk membobol gawang Filipina. Indonesia unggul 1-0 di menit ke-18.

Ricky Kambuaya mencoba lewat tembakan dari luar kotak penalti di menit ke-23. Tembakannya belum membahayakan karena masih melebar.

Filipina punya peluang di menit ke-29. Jaime Rosquillo bisa menanduk bola sepak pojok. Untung bagi Indonesia, sundulannya masih melebar.

Witan punya kesempatan menggandakan keunggulan di menit ke-32. Ia bisa melewati Kammeraad usai mendapat umpan terobosan dari Ridwan. Namun, tembakannya terlalu lemah hingga bisa dibendung bek Filipina.

Dennis Chung punya kesempatan lewat sepakan akrobatik memanfaatkan halaun Asnawi Mangkualam yang tak sempurna. Tembakan Chung terlalu lemah hingga mudah ditangkap Ernando.

Jual beli serangan terjadi. Di menit ke-36, Ridwan punya peluang di kotak penalti menerima umpan tarik dari Dewangga. Namun, tembakannya masih melebar jauh dari gawang Filipina.

Giliran Egy yang kembali punya peluang di menit ke-40. Sepakan Egy bisa diblok sebelum tepat dipelukan Kammeraad.

Gol!! Bola tendangan bebas kiriman Syahrian Abimanyu dari sisi kanan bisa ditanduk Rizky. Ia mendahului Kammeraad yang berusaha menggapai bola.

Skor berubah 2-0 untuk Indonesia di menit ke-44. Hasil ini bertahan hingga turun minum.

Selepas jeda, Filipina tampil lebih menekan untuk mengejar ketinggalan. Pada menit ke-57, The Azkals hampir saja menyamakan kedudukan.

Mendapat umpan backheel dari Chung, Jovin Bedic punya ruang di kotak penalti. Sepakan Bedic gagal dibendung Ernando tapi mistar gawang masih menyelamatkan gawang Indonesia.

Filipina kembali membuang peluang di menit ke-65. Christian Rontini tak terkawal di depan gawang menyambut tendangan bebas. Namun, sambaran bolanya justru melambung jauh.

Semenit berselang, Indonesia mendapat peluang dari serangan balik cepat. Marselino Ferdinan punya ruang usai menerima umpan terobosan dari Egy. Kammeraad cepat keluar dengan bisa membendung bola.

Keputusan Filipina keluar menyerang membuat banyak celah di lini pertahanan mereka. Hal ini dimanfaatkan oleh Indonesia.

Gol!!! Egy yang bergerak dari sisi kanan kotak penalti mendapat bola dari Irfan Jauhari. Ia langsung melepas tembakan keras yang membobol gawang Filipina. Indonesia unggul 3-0 di menit ke-74.

Pada menit ke-84, Indonesia mendapatkan hadiah penalti setelah penetrasi cepat Ronaldo Kwateh dijatuhkan Enrique Linares.

Gol!!! Marselno Ferdinan yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Tembakannya ke arah kiri gawang mengecoh Kammeraad.

Skor 4-0 untuk Indonesia tak berubah hingga laga tuntas.

Susunan Pemain

Indonesia: Ernando Ari, Rizky Ridho, Fachruddin Aryanto, Alfeandra Dewangga, Asnawi Mangkualam (Rio Fahmi 60′), Syahrian Abimanyu (Marselino Ferdinan 46′), Ricky Kambuaya, Marc Klok (Rachmat Irianto 81′), Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri (Ronaldo Kwateh 81′), Muhammad Ridwan (Irfan Jauhari 46′).

Filipina: Quincy Kammeraad,Quincy Kammeraad; Christian Rontini, Enrique Linares, Jaime Rosquillo, Miguel Mendoza; Oliver Bias, Oskari Kekkonen, Scott Woods, Dennis Chung, Yrick Gallantes; Jovin Bedic.

Sumber: Detik

Dr Nasrul Zaman: Gubernur Aceh Manfaatkan Kisruh PMI untuk Tutupi Isu Berangkat ke AS

0
Akademisi USK, Dr. Nasrul Zaman. (Foto: Dok. Pribadi)

Nukilan.id – Pengamat Kebijakan Publik Dr Nasrul Zaman menilai, Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah memanfaatkan kisruh di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh untuk menutupi isu keberangkatannya bersama rombongan ke Amerika Serikat pada 16 Mei 2022 mendatang.

“Lebai juga Pak Gubernur, harusnya persoalan kantong darah itu bisa tanya atau telepon langsung kepada meraka yang faham, atau kepada pengurus PMInya,” kata Nasrul zaman kepada Nukilan.id, Sabtu (14/5/2022) di Banda Aceh.

Nasrul menyampaikan itu juga melalui media sosial akun Facebook pribadinya, seraya menempel gambar surat kunjungan Anggota DPR Aceh ke Amerika Serikat.

“Yang ini belum seberapa, sudah lihat gubernur, Istri, Kadis, sampai tukang catat nama mahasiswa ikut plesiran ke Ameriki? Maka digorenglah isu PMI Kota begundal2nya menutupi isu penghamburan APBA,” tulis Nasrul Zaman.

Nasrul Zaman menjelaskan, pendistribusian atau penjual darah ke daerah lain itu dibolehkan, daripada darah yang disimpan habis masa berlakunya.

“Itu dibolehkan, harusnya gubernur bisa menghungi PMI langsung, agar tidak gaduh di masyarakat,” demikian Nasrul Zaman. [red]

Pembalap Joan Mir Kecewa Suzuki Mundur dari MotoGP

0
Pembalap Suzuki, Joan Mir. (Foto: Motosport)

Nukilan.id – Suzuki Ecstar serius ingin mundur dari ajang balap MotoGP musim depan. Joan Mir selaku pembalap Suzuki tak setuju dengan hal itu.

Sebelumnya, Kamis (12/5/2022), Suzuki mengumumkan sudah melakukan pembahasan dengan Dorna Sports terkait kemungkinan pabrikan Jepang itu mengundurkan diri dari MotoGP pada akhir musim 2022.

Salah satu alasannya karena krisis keuangan yang dialami Suzuki akibat pandemi Covid-19. Tak cuma itu, Suzuki juga terdampak atas perang Rusia Vs Ukraina.

Kondisi ini membuat Suzuki terpaksa mundur dari segala jenis balapan motor. Keputusan itu ternyata mengejutkan banyak pihak, termasuk Joan Mir.

Pembalap asal Spanyol itu kecewa dengan keputusan Suzuki. Sebab menurutnya Suzuki berpotensi tampil lebih baik di MotoGP musim ini dengan kualitas motornya.

Pernyataan Joan Mir ini dibuktikan dengan Alex Rins yang kini menempati peringkat keempat klasemen sementara. Lalu ada Joan Mir sendiri yang berada di peringkat keenam.

“Saya marah betul dengan keputusan ini. Tim ini sangat hebat, salah satu tim spesial di paddock – orang-orang yang bekerja di sini membuatnya menjadi sangat spesial,” tutur Joan Mir di Autosport.

“Saya datang ke sini empat tahun lalu, tapi sudah banyak yang bekerja di sini sebelum saya. Mereka bekerja keras untuk jadi juara dunia 2020, lalu posisi ketiga di klasemen manufaktur musim lalu, berlanjut musim ini,” sambungnya.

“Kami selalu bersaing di jalur juara setiap musimnya sejak kedatangan saya.” [Indozone]

Bongkar Tiang Pondasi Mesjid di Samalanga, Muslim Ayub: Bupati dan Satpol PP Bireuen Arogan

0
Muslim Ayub. (Foto Repro Serambi)

Nukilan.id – Mantan Anggota DPR-RI Muslim Ayub menilai, peristwa pembongkaran tiang pondasi pembangunan Mesjid Taqwa di Desa Sansoe, Samalanga, Kabupaten Bireuen yang dilakukan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bireun adalah tindakan arogan dan sewenang-wenang.

Kata Muslim, di negeri yang berlaku syariat Islam melakukan pelarangan pembangunan masjid itu membuktikan pemerintah Bireun tidak paham esensi UU No. 11 thn 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Qanun No. 4 thn 2016 ttg pendirian rumah ibadah.

“Pada aturan tersebut khusus masjid tidak diperlukan syarat dan tidak dibolehkan pelarangan pendirian masjid,” kata Muslim Ayub melalui rilis yang diterima Nukilan.id, Sabtu (14/5/2022).

Menurut Sekretaris Wilayah Aceh Partai NasDem itu, seperti diketahui bahwa Muhammadiyah bukanlah lembaga yang hadir di Aceh, tapi sudah ada sejak tahun 1926 di Kuala Simpang dan tahun 1928 di Sigli.

“Ini membuktikan Muhammadiyah telah hadir dan berjuang bersama rakyat sejak masa pra kemerdekaan di Aceh,” ujar Muslim.

Dijelaskan, Muhammadiyah adalah Ormas besar yang secara nasional ada di seluruh provinsi indonesia. Telah mendirikan 119 unit rumah sakit, 176 perguruan tinggi, 3.334 sekolah dasar, SMP, SMA dan SMK se-Indonesia. Bahkan untuk luar negeri Muhammadiyah sudah ada di Eropa, Amerika, Australia, Malaysia dan Arab Saudi.

Khusus Aceh, Muhammadiyah telah mendirikan 2 universitas di Banda Aceh dan Bireun. 5 Sekolah Tinggi dengan beragam program studi disamping puluhan PAUD, SD, SMP, SMA. Saat ini juga Muhammadiyah Aceh dalam proses pembangunan rumah sakit dengan lokasi anggaran Rp.70 Milliar.

“Semua kepemilikan Muhammadiyah tersebut diperuntukkan bagi semua anak bangsa tanpa membedakan agama, suku, ras dan keturunan,” kata Muslim yang juga pengurus Pusat Muhammadiah.

Untuk itu–katanya–tidak alasan apapun yang dibenarkan secara sosial atau secara hukum tentang pelarangan pembangunan masjid Taqwa Sangso tersebut.

“Kalau memang katanya ada sedikit penolakan dari warga maka pemerintah dan pihak kepolisian tidak boleh berpihak pada yang melarang karena itu pelanggaran hukum positif,” uajrnya.

Muslim menyebut, Perintah Bupati Bireuen untuk membongkar tiang pondasi mesjid sangat memalukan, karena telah menafikan semangat kebangsaan.[]

Pusat Industri Bahan Peledak Terbesar se-Asia Tenggara Diresmikan di Indonesia

0
Kampus Dahana di Subang © dahana.id

Nukilan.id – Sejak beberapa waktu lalu, sudah banyak pemberitaan mengenai target Indonesia untuk memiliki perusahaan terintegrasi di bidang pertahanan, dan memperkuat posisi Indonesia di industri pertahanan dunia. Cara untuk mencapai target tersebut dilakukan dengan membentuk sebuah inisiasi holding BUMN yang terdiri dari lima perusahaan di bidang terkait, bernama DEFEND ID.

Adapun lima perusahaan yang dimaksud terdiri dari Dirgantara Indonesia yang mewakili platform udara, Pindad yang mewakili platform darat, alat berat, senjata dan munisi, PAL Indonesia yang bergerak di bidang platform laut, LEN Industri di bidang sistem elektornik, dan Dahana dari bidang berenergi tinggi, yang terkenal akan produk bahan peledak.

Pada tanggal 20 April 2022, entitas dari DEFEND ID akhirnya secara telah diresmikan oleh Presiden RI. Sama seperti tujuan di awal, target dari didirikannya lembaga ini adalah untuk membuat industri pertahanan Indonesia masuk dalam jajaran 50 besar industri pertahanan dunia.

Bukan saja peresmian entitas Defend ID, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan peresmian salah satu fasilitas berupa pusat industri untuk mewujudkan tujuan yang telah disebutkan di atas. Yakni berupa pusat industri sekaligus pabrik peledak atau elementated detonator milik Dahana.

Yang istimewa, tidak hanya menjadi pabrik peledak terintegrasi pertama di Indonesia, namun fasilitas ini digadang-gadang sebagai pabrik bahan peledak terbesar yang ada di kawasan Asia Tenggara.

Kapasitas produksi 8 juta unit detonator per tahun

Mengutip keterangan resmi Dahana, disebutkan bahwa proyek pembangunan pabrik peledak terbesar di ASEAN ini sebarnya sudah dijajaki sejak tahun 2018, dengan menggandeng perusahaan terkait asal Korea Selatan, yakni Hanwha Corporation selaku pihak yang memasok peralatan detonator elemented.

Pembangunan pabrik yang berlokasi di Subang, Jawa Barat ini memulai tahap groundbreaking pada tahun 2019 dan prosesnya sendiri berjalan sesuai dengan target, di mana kala itu diharapkan dapat mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2022.

Dalam rancangannya, pabrik peledak ini kedepannya ditargetkan akan mampu memproduksi elemented detonator, dengan kapasitas hingga 8 juta unit per tahun.

Sedikit informasi, selain banyak digunakan di bidang pertahanan untuk industri militer, elemented detonator merupakan salah satu bahan utama peledak yang terdiri dari high explosives serta mengandung delay element untuk mengatur waktu tunda detonator, yang banyak digunakan di industri pertambangan, kuari, dan konstruksi.

Disebutkan jika nilai investasi Hanwha pada pembangunan fasilitas ini mencapai angka 13,62 juta dolar AS, atau sekitar Rp199 miliar.

Ragam proyeksi positif yang dimiliki

Saat peresmian fasilitas dilakukan, Suhendra Yusuf selaku Direktur Teknologi dan Pengembangan Dahana menyebut jika keberadaan pabrik elemented detonator ini merupakan salah satu strategi untuk mewujudkan kemandirian bahan peledak dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan akan impor, terutama pada sektor inititating device.

Lebih dari itu, Suhendra juga menyebut jika fasilitas ini dapat membuat Indonesia berhemat devisa negara hingga mencapai puluhan miliar per tahunnya.

“Merupakan strategi backward integration dari hilir ke hulu, serta mewujudkan kemandirian teknologi bahan peledak sehingga mengurangi impor, dan menghemat devisa negara sebesar 6 juta dolar AS per tahun atau setara Rp87 miliar per tahun,” paparnya.

Lebih detail, disebutkan juga jika pabrik elemented detonator di Indonesia dapat membuat sejumlah peningkatan dari segi industri dalam negeri, di antaranya:

  1. Peningkatan penguasaan teknologi bahan peledak dari yang tadinya berada di tingkat 35 persen menjadi 80 persen,
  2. Peningkatan nilai TKDN detonator yang naik dari 14 persen menjadi 50 persen,
  3. Dual use of technology yang dapat mendukung keperluan bahan peledak komersial dan militer,
  4. Teknologi bahan peledak yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik dan harga yang kompetitif.

Di saat bersamaan, selain pembangunan pabrik peledak elemented detonator yang telah rampung ini, Dahana juga disebut sedang mengakselerasi kemampuan dalam membangun pabrik bahan baku peledak lain berupa amonium nitrat di Bontang, menyiapkan pabrik propelan di lokasi yang sama di Subang, serta ragam inisiasi lain dalam rangka mendukung kemandirian bahan peledak Indonesia. [GNFI]

Terjadi Lagi, Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Aceh

0

Nukilan.id – Seekor gajah sumatra ditemukan mati di dalam kawasan hutan, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, penyebab kematian belum diketahui.

“Baru tadi tim bergerak ke lokasi untuk memastikan kematian gajah itu. Saat ini pun masih dalam perjalanan, jadi belum diketahui detilnya,” kata Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto, Selasa (10/5), dikutip masakini.co.

Agus mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat. Gajah liar tersebut ditemukan di dalam kawasan hutan Desa Gajah Mati, Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara. Satwa tersebut diperkirakan berumur lima tahun.

Informasi yang diperoleh saat ini, tim medis telah berangkat ke lapangan untuk melakukan nekropsi. Belum diketahui apakah penyebab kematian akibat perburuan atau faktor alami.

Gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis) termasuk satwa langka dan endemik Indonesia. Satwa ini masuk ke dalam kategori critically endangered atau dua tingkat dari status punah di alamar liar dan punah sepenuhnya.

Data World Wildlife Fund for Nature-Indonesia pada 2008 menyebut populasi gajah sumatra diperkirakan sebanyak 2400-2800 individu. [Betahita]

Relawan: Semoga Ketua PMI Banda Aceh Bisa Selesaikan Kondisi Ini Dengan Baik

0
Relawan KSR PMI Kota Banda Aceh saat melakukan Bakti Sosial (Baksos) di Kabupaten Aceh Jaya pada tahun 2011. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Relawan PMI Kota Banda Aceh sangat menyayangkan polemik yang saat ini sedang menerpa Organisasi Kemanusiaan tersebut. Mereka menilai, polemik ini telah membuat kisruh dan kegaduhan di masyarakat terkhusus warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Hal itu disampaikan Muhammad Ali, anggota Tenaga Sukarela (TSR) PMI Kota Banda Aceh dan juga mantan anggota Korps Sukarela (KSR) Unit Markas angkatan tahun 1999 dalam keterangannya kepada media, Jum’at (13/5/2022).

“Dan sangat disayangkan juga jika polemik ini adalah keinginan sekelompok orang untuk merusak nama baik PMI yang selama ini sudah tertata dengan baik,” ungkap Ali yang juga pendonor darah sukarela lebih 70 kali itu.

Menurutnya, rusaknya citra PMI di mata masyarakat ini sangat disayangkan, karena mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap PMI. Lebih disayangkan lagi jika ini dilakukan oleh orang yang notabenenya adalah relawan yang sekarang menjadi pengurus PMI Kota Banda Aceh. Seharusnya mereka membawa PMI Kota Banda Aceh ini ke arah lebih baik.

“Bukan sebaliknya, mereka malah secara tidak langsung telah mencoreng nama baik PMI, bukan hanya di Aceh tapi di seluruh Indonesia. Dan juga telah menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap PMI. Khususnya PMI Kota Banda Aceh, terkhususnya Unit Donor Darah dan terkhususnya lagi dalam hal pengelolaan darah,” tegas Ali.

Menurutnya, apapun permasalahan yang terjadi di PMI dapat diselesaikan secara internal terlebih dahulu, baik itu tingkat PMI kabupaten/kota, provinsi maupun pusat. Apalagi PMI punya aturan dan struktur yang jelas dan berjenjang dalam menjalankan misi kemanusiaan seperti yang tercantum dalam tujuh prinsip palang merah dan bulan sabit merah Internasional, Konvensi Jenewa, peraturan organisasi, AD/ART dan Undang-Undang Kepalangmerahan.

“Seperti kita ketahui bersama PMI kota Banda Aceh sudah membuktikan kiprahnya kepada warga Banda Aceh baik saat konflik/bencana alam atau dimasa seperti sekarang ini. Kami sebagai relawan selalu berusaha sebaik mungkin bekerjasama dengan masyarakat guna melancarkan misi kemanusiaan sesuai dengan apa yang diamanahkan kepada palang merah,” jelas Ali.

Karena itu, Ali berharap kepada masyarakat jangan langsung mudah terpengaruh dari pemberitaan yang belum jelas, jadilah netizen yang bijak dalam berkomentar, agar tidak dapat merugikan banyak pihak.

“Kami juga sangat berharap kepada Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi agar segera mungkin dapat menyelesaikan kondisi ini dengan baik, sesuai ketentuan yang telah diatur oleh PMI, prinsip dasar, atau statuta lainnya. Dan juga meminta pihak yang telah membuat kegaduhan ini untuk bertanggungjawab atas apa yang telah mereka lakukan,” harapnya.

Terakhir, Ali mengucapkan terima kasi atas dukungan semua pihak, terutama kepada pihak media, insan pers dan wartawan yang telah berkontribusi dan menyebarkan informasi positif tentang PMI kepada semua lapisan masyarakat.

“Dan kami juga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang tidak gegabah dalam menyikapi apa yang sedang menimpa PMI Kota Banda Aceh,” pungkasnya. []

Bendera Bulan Bintang Berkibar Selepas Pelantikan Ketua DPRA

0

Nukilan.id – Bendera Bulan Bintang berkibar di dalam gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) selepas menggelar paripurna pengambilan sumpah Saiful Bahri alias Pon Yahya sebagai Ketua DPRA sisa masa jabatan 2019-2024.

Pantauan Nukilan.id dilokasi, Jum’at (13/5/2022), pengibaran bendera bulan bintang itu dilakukan oleh sejumlah pria setelah prosesi pelantikan dan seluruh anggota DPRA dan tamu undangan sedang melakukan sesi poto bersama.

Kemudian, mereka meminta untuk melakukan foto bersama sambil membentangkan bendera bintang bulan secara bergantian.

Sebelumnya, pada saat Pon Yaya memberi sambutan pertamanya usai dilantik, terlihat film pendek yang menampilkan kontak senjata GAM dan TNI juga diputar. Video itu adalah kilas balik profil Pon Yahya sebagai mantan kombatan GAM yang dulu angkat senjata menuntut kemerdekaan Aceh.

Detik-detik akhir film itu menampilkan penandatanganan damai GAM-Indonesia di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005 atau dikenal MoU Helsinki. Damai menjadikan Aceh daerah khusus dan istimewa di Indonesia.

“MoU mengubah kesadaran rakyat Aceh baik secara politik, ekonomi, maupun sosial. Tugas memperjuangkan agar seluruh butir-butir MoU terelasi bersifat wajib bagi lembaga DPR Aceh terlebih saya sebagai ketua di lembaga ini,” ungkap Pon Yahya.

Reporter: Hadiansyah