NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Setiap pagi, ribuan anak di berbagai pelosok Aceh mengenakan seragam, memanggul tas, lalu melangkah menuju ruang-ruang belajar. Di balik rutinitas sederhana itu, tersimpan satu pesan penting, yaitu pendidikan di Aceh masih terus bergerak, dan dalam banyak indikator, bahkan melampaui rata-rata nasional.
Dilansir Nukilan.id dari Data terbaru Badan Pusat Statistik melalui Statistik Pendidikan Provinsi Aceh 2024, partisipasi pendidikan di Aceh terus bergerak positif. Bahkan dalam lima tahun terakhir, Angka Partisipasi Sekolah (APS) Aceh tercatat konsisten berada di atas rata-rata nasional pada hampir seluruh kelompok usia sekolah.
Perjalanan pendidikan itu dimulai sejak usia dini. Semakin banyak anak yang mendapatkan akses pendidikan sejak kecil, semakin kuat fondasi mereka untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
BPS mencatat, angka partisipasi anak pada program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) usia 3–6 tahun di Aceh mengalami peningkatan. Pada 2023, angka partisipasi tercatat sebesar 42,94 persen, lalu naik menjadi 43,12 persen pada 2024.
Kenaikan ini memang terlihat tipis. Namun di balik kenaikan 0,18 poin itu, tersimpan pesan penting bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sejak usia dini terus tumbuh.
Hampir Seluruh Anak Usia SD Bersekolah
Pada kelompok usia 7–12 tahun atau jenjang sekolah dasar, Aceh nyaris mencapai partisipasi penuh. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020–2024, capaian Aceh selalu berada di atas angka nasional.
Pada 2020, APS Aceh tercatat 99,84 persen, lebih tinggi dibanding nasional yang berada di angka 99,26 persen. Tahun 2021, angkanya berada di level 99,67 persen, lalu 99,44 persen pada 2022, 99,43 persen pada 2023, dan 99,42 persen pada 2024.
Sementara secara nasional, angka tersebut bergerak di kisaran 99,10 hingga 99,26 persen. Artinya, hampir seluruh anak usia sekolah dasar di Aceh masih berada di bangku pendidikan.
Jenjang SMP Tetap Stabil
Pada kelompok usia 13–15 tahun atau jenjang sekolah menengah pertama, capaian Aceh juga menunjukkan kestabilan yang kuat. Tahun 2020, APS Aceh mencapai 98,49 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 95,74 persen.
Angka itu kemudian berada di level 98,42 persen pada 2021, 97,96 persen pada 2022, 97,72 persen pada 2023, dan sedikit naik menjadi 97,77 persen pada 2024.
Di periode yang sama, angka nasional bergerak dari 95,74 persen menjadi 96,17 persen. Selisih yang konsisten ini menunjukkan akses pendidikan menengah pertama di Aceh tetap terjaga.
SMA Masih Unggul Jauh dari Nasional
Keunggulan Aceh semakin terlihat pada kelompok usia 16–18 tahun atau jenjang sekolah menengah atas. Pada 2020, APS Aceh tercatat sebesar 83,27 persen, sementara nasional hanya 72,72 persen.
Tahun 2021, angkanya naik tipis menjadi 83,28 persen. Kemudian berada di angka 83,10 persen pada 2022, meningkat menjadi 83,41 persen pada 2023, dan sedikit turun ke angka 81,55 persen pada 2024.
Meski mengalami penurunan, Aceh tetap unggul hampir tujuh poin dibanding angka nasional yang pada 2024 berada di level 74,64 persen.
Capaian ini menunjukkan bahwa akses pendidikan menengah atas di Aceh masih relatif lebih kuat dibanding banyak daerah lain di Indonesia.
Akses Perguruan Tinggi Juga Lebih Tinggi
Pada kelompok usia 19–23 tahun atau usia perguruan tinggi, Aceh juga menunjukkan performa yang konsisten. Tahun 2020, APS Aceh tercatat sebesar 34,89 persen, lebih tinggi dibanding nasional yang berada di angka 27,41 persen.
Angka tersebut kemudian bergerak menjadi 34,95 persen pada 2021, 34,31 persen pada 2022, naik menjadi 35,24 persen pada 2023, dan berada di angka 34,81 persen pada 2024.
Sementara secara nasional, angka partisipasi perguruan tinggi hanya bergerak dari 27,41 persen menjadi 29,01 persen. Selisih yang tetap terjaga ini menunjukkan bahwa akses masyarakat Aceh terhadap pendidikan tinggi masih relatif kuat.
Di balik seluruh angka itu, ada guru-guru di kota hingga pelosok yang terus menjaga semangat pendidikan tetap hidup. Dan selama angka partisipasi sekolah tetap tinggi, harapan bahwa pendidikan menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik akan terus tumbuh di Aceh. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

