Beranda blog Halaman 1663

Koordinasi Kuat dan Respon Cepat Pemerintah untuk Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi

0
(Foto: Kemenkeu)

Nukilan.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa koordinasi yang kuat sangat diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan global. Menurut PBB, saat ini dunia tengah dihadapkan pada tantangan global yang disebut dengan The Perfect Storm, yang terdiri dari tantangan Covid-19, Conflict, Climate Change, Commodity Prices, dan Cost of Living. Sementara, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 menjadi 2,9 persen dari sebelumnya 4,4 persen sebagai imbas konflik geopolitik dunia. Berbagai faktor tersebut menimbulkan ketidakpastian global.

“Respons cepat dari seluruh pihak dibutuhkan untuk dapat mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional. Momentum Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022 juga akan kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong pemulihan dan transformasi ekonomi,” ujar Menko Airlangga dalam keterangannya, Minggu (19/06).

Di tengah ketidakpastian global yang terjadi, indikator sektor eksternal Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang solid. Hal ini tercermin dari tren surplus neraca perdagangan selama 25 bulan berturut-turut, serta rasio utang luar negeri Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) berada pada level yang aman. Kondisi ekonomi yang membaik ini akan membantu menjaga kepercayaan publik dan investor, pada akhirnya dapat mendorong kegiatan perekonomian nasional.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Pemerintah terus melanjutkan program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). Untuk PEN, Pemerintah tetap memberi perhatian yang serius terhadap sektor UMKM. Pengembangan UMKM merupakan prasyarat utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia karena pada setiap periode krisis, UMKM dapat menyumbang 61 persen terhadap PDB nasional.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa peningkatan akses pembiayaan juga menjadi salah satu strategi pengembangan UMKM, yaitu dengan program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kami sangat mengapresiasi peran Bapak/Ibu Bupati dan Walikota atas dukungan untuk tersalurnya berbagai skema KUR di wilayah masing-masing pada tahun 2022 ini. Sehingga total realisasi penyaluran KUR nasional sampai dengan 31 Mei 2022 sebesar Rp147,7 triliun atau 39,6 persen dari target yang telah diberikan kepada 3,18 juta debitur,” lanjut Menko Airlangga.

Pembangunan infrastruktur juga merupakan komponen yang vital dalam mendorong pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, Pemerintah tetap melanjutkan Program Proyek Strategis Nasional (PSN) pada tahun 2022.

Menko Airlangga mengungkapkan sejak tahun 2019, masyarakat Indonesia telah mendapatkan manfaat dari beroperasinya beberapa infrastruktur PSN. Beberapa contoh bentuk dukungan dalam optimalisasi PSN di Kabupaten/ Kota di antaranya adalah pembangunan Kawasan Industri, Pariwisata dan ekonomi di sepanjang jalan Tol Trans Sumatera dan Trans Jawa, pelebaran dan perbaikan jalan daerah di sekitar akses keluar jalan Tol PSN, serta dukungan dalam percepatan penerbitan perizinan, pengadaan tanah asset Pemerintah Daerah, Tanah Kas Desa, dan administrasi lainnya.

“Agar pembangunan PSN dapat optimal, diharapkan agar setiap daerah dapat mengidentifikasi sektor unggulan yang memiliki potensi untuk mengungkit perekonomian dan mendukung optimalisasi Proyek Strategis Nasional, khususnya pada tingkat Kabupaten/Kota,” pungkas Menko Airlangga. []

Menparekraf Targetkan Wisata Halal Indonesia Nomor 1 di Dunia

0
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Kemenparekraf)

Nukilan.id – Tahun ini Indonesia menduduki peringkat dua sebagai negara pariwisata halal setelah sebelumnya berada di posisi ke-4. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mencanangkan akan melakukan peningkatan ekonomi pariwisata halal di indeks 75% dengan mengincar posisi nomor satu di dunia.

Hal ini disampaikan dalam acara Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 di Mall Asia Plaza, Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (18/6/2022).

“Pada tahun ini Indonesia naik dua peringkat sebagai pariwisata halal yang sekarang nomor dua di dunia setelah Malaysia. Ini merupakan hasil dukungan kita dengan konsep tambahan layanan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Sandi.

Sandiaga Uno mengaku akan meningkatkan ekonomi pariwisata halal di indeks 75 persen. Hal ini diharapkan dapat menjadikan pariwisata Indonesia menjadi nomor satu di dunia.

“Kita dalam proses memperbaiki ekosistem pariwisata halal dan saya mencanangkan 2025 indeks naik di 75 persen, sehingga kita mudah-mudahan menjadi mengungguli menjadi nomor satu di dunia,” tutur Sandi.

Sebagai tambahan informasi, AKI ini digelar dalam rangka memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Ini adalah upaya kita untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” ujar Sandi.

Dalam acara tersebut, juga akan ada pemilihan salah satu finalis per kota untuk mengikuti pameran Nasional di pekan puncak AKI 2022.

“Saya harapkan dari acara ini akan hadir juara-juara produk UMKM ekonomi kreatif kita yang bisa mendunia. Dengan peningkatan penghasilan dari pada UMKM yang sudah masuk kedalam era digitalisasi,” ujarnya. []

Eksekutor Penembakan Warga Indrapuri Ditangkap, Winardy: Keberadaan Senpi Masih Didalami

0

Nukilan.id – Eksekutor penembakan terhadap dua warga Indrapuri, Aceh Besar, berinisial FR alias MU alaias SC (38) telah ditangkap Personel Ditreskrimum Polda Aceh di Peudada, Kabupaten Bireuen, Kamis, 16 Juni 2022.

Dengan ditangkapnya eksekutor, maka total pelaku yang sudah berhasil diamankan berjumlah tujuh orang.

“Eksekutornya sudah ditangkap. Sekarang masih kita lakukan pemeriksaan, termasuk dengan enam pelaku lainnya,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, saat konferensi pers, Senin, (20/6/2022).

Winardy menyampaikan, dari hasil pemeriksaan, eksekutor mengakui bahwa kedua korban, yaitu Maimun dan Ridwan ditembak menggunakan senjata api laras panjang jenis M16.

Namun, kata Winardy, asal usul, kepemilikan, dan keberadaan senjata tersebut masih didalami oleh petugas. Namun diakui Winardy, pihaknya mengalami sedikit kendala dalam pencarian senjata karena keterangan pelaku berubah-rubah.

“Keterangan pelaku berubah-ubah terkait senjata yang digunakan. Namun kita akan terus melakukan pencarian dan pendalaman terkait asal dan keberadaan senjata,” sebutnya.

Di samping itu, Pamen Polisi itu juga menegaskan, bahwa pelaku tidak terafiliasi dengan kelompok tertentu. FR murni orangnya otak pelaku penembakan tersebut.

“Pelaku adalah orangnya otak pelaku dari penembakan dan bukan dari kelompok tertentu. Jadi, tolong jangan dikait kaitkan,” ujarnya.

Secara umum, Winardy juga memastikan bahwa kondisi Provinsi Aceh saat ini aman dan kondusif. Polda Aceh juga berjanji tidak akan mentolerir apapun bentuk kejahatan, pasti dikejar dan diproses.

UKM PA-LH Pandayana Gelar Kegiatan Green Campus Abulyatama

0
UKM PA-LH Pandayana Gelar Kegiatan Green Campus Abulyatama. (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Dalam upaya peningkatan kesadaran civitas akademika abulyatama terhadap lingkungan kampus abulyatama, bertepatan pada tanggal 15-16 Juni, UKM PA-LH Pandayana menggelar kegiatan Green Campus Abulyatama (GCA) 2022 di Universitas Abulyatama,Lampoh Keude Aceh Besar.

Green Campus Abulyatama 2022 ini mengusung dua kegiatan diantaranya seminar lingkungan hidup dan aksi pengutipan sampah.

Kegiatan Green Campus Abulyatama 2022 (GCA) ini adalah sebagai bentuk keprihatinan, perhatian dan inisiatif Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup Pandayana (UKM PA-LH Puandayana) terhadap lingkungan kampus Abulyatama ini sendiri,” Kata Ketua Panitia Rizky Mulyana sidiq, pada Nukilan.id Minggu (19/06/2022).

Kegiatan pertama diawali dengan kegiatan seminar yang diselengarakan pada tanggal 15 Juni 2022 yang di isi oleh narasumber yang luar biasa antara lain ibu Shinta Agustin,ST MT sebagai Sub Koord. SEKSI PENGELOLAAN SAMPAH DAN LIMBAH B3 dari DLHK Provinsi Aceh serta ibu Ir. Rama Herawati, MP sebagai Penggiat Lingkungan Juga ketua Tim BSU Unsyiah.

Seminar yang bersifat edukatif ini pun bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian bagi kalangan pelajar, mahasiswa/i terhadap lingkungan kampus sendiri khususnya meminimalisir sampah yang ada.

Selanjutnya Kegiatan pengutipan sampah yang dilaksanakan di lingkungan kampus Universitas Abulyatama, dengan melibatkan beberapa partisipan mahasiswa Abulyatama serta anggota aktif pandayana .

Kegiatan ini di selengarakan karena masih banyak sampah plastik yang masih berserakan di lingkungan kampus sehinga mengangu kenyamanan proses belajar mengajar.

Maka dari itu kami kami dari UKM PA-LH Pandayana menyelengarakan kegiatanini guna menciptakan lingkungan bersih dan nyaman juga menumbuh kan rasa solidaritas
setiap elemen didalam menjaga lingkungan baik didalam kampus maupun diluar kampus.

Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan beberapa mahasiswa disuatu titik yang
sudah ditentukan oleh panitia.

Pengutipan diawali dengan pembagian beberapa kelompok pada titik-titik yang telah diarahkan oleh Rahmat Ijrah Husni (Korlap Pengutipan Sampah)

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan diantaranya dari peserta aksi pengutipan sampah dan dosen beserta karyawan universitas abulyatama Aceh.

Disisi lain Muhtadin ST,MT Dekan Fakultas Teknik Unaya Aceh mengapresiasi kegiatan ini walau terdapat beberapa hambatan diantaranya pihak kampus yang terkadang kurang mensupport kegiatan mahasiswa,beliau mengatakan Jangan Kreatifitas mahasiswa harus jadi sampah dulu baru bermanfaat.

Kegiatan ini di selenggarakan atas kerja sama dengan dewan perwakilan rakyat Aceh (DPRA), Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR), Balai Pengelolaan Daerah aliran Sungai dan Hutan Lindung (bpdashl),
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan universitas abulyatama Aceh.

Reporter: Hadiansyah

Hamil 8 Bulan, Ria Ricis Alami Anemia dan Diabetes Gestasional

0
Ria Ricis dan suami saat cek kandungan (Instagram/riaricis1795)

Nukilan.id – Ria Ricis membagikan kabar kurang menyenangkan soal kehamilannya. Di tengah usia kandungan 32 minggu atau 8 bulan, youtuber dan selebgram itu mengalami anemia dan diabetes gestasional.

“Ada anemia. Tapi, gulanya agak tinggi. Kondisi ini yang kita sebut sebagai sakit gula dalam kehamilan,” kata dokter kepada Ria Ricis, seperti dilihat dalam Youtube Ricis Official, Senin (20/6/2022).

Meski begitu, dr. Agriana Puspitasari yang memeriksa Ricis mengatakan hal tersebut wajar dialami oleh ibu hamil.

“Anemia sih wajar-wajar aja sebenarnya pada ibu hamil karena kan ade bayinya makin besar berarti kebutuhannya dia juga makin banyak tergantung zat besinya kita kan” ujar dr. Agriana Puspitasari.

Namun karena gula darah yang tinggi, Ricis disarankan untuk diet.

“Kita pengennya gula kamu terkontrol sehingga gula adek bayinya oke. Jadi, tujuannya adalah mengurangi asupan gula yang kamu masukin. Biasanya dokter penyakit dalam menyarankan diet dulu,” beber sang dokter.

Lantas bagaimana resiko gangguan kesehatan ini terhadap janin?

Anemia

Mengutip dari Healthline, anemia atau kekurangan sel darah merah pada ibu hamil menimbulkan sejumlah gejala seperti kelelahan, kulit tampak pucat, jantung berdebar, sesak napas, sulit berkonsentrasi, pusing, hingga pingsan.

Selain itu, faktor lain, seperti asupan kafein atau kopi berlebihan, juga disebut dapat meningkatkan risiko ibu hamil untuk mengalami anemia.

Adapun bahaya kondisi ini bagi janin dapat menyebabkan beberapa kondisi sebagai berikut:

  • Janin lambat atau tidak berkembang.
  • Kelahiran prematur.
  • Berat badan bayi saat lahir rendah.
  • Risiko kerusakan organ vital seperti otak dan jantung, pada kasus yang sangat parah.

Diabetes gestational

Sementara dikutip dari Mayo Clinic, diabetes gestasional merupakan jenis penyakit diabetes pada ibu hamil yang umumnya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan.

Diabetes jenis ini biasanya akan menghilang setelah melahirkan, tapi ibu hamil yang menderita penyakit ini berisiko lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Penyebab diabetes gestasional diduga berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan. Pasalnya, perubahan hormon tersebut bisa membuat kinerja tubuh dalam mengelola insulin berubah sehingga memicu terjadinya resistensi insulin.

Adapun gejala penyakit ini pada ibu hamil yaitu sering haus dan lebih sering buang air kecil. Kondisi ini tentu tidak boleh disepelekan, mengingat ada beberapa resiko yang bisa dialami janin. Di antaranya, sebagai berikut:

1. Lahir besar

Pada ibu dengan diabetes gestasional, bayi dalam kandungan dapat tumbuh terlalu besar akibat kelebihan glukosa dalam pembuluh darah yang masuk ke plasenta.

Ukuran bayi yang terlalu besar dapat mempersulit proses persalinan, meningkatkan risiko komplikasi persalinan, serta meningkatkan resiko melahirkan secara caesar.

2. Bayi Prematur

Tingginya kadar gula darah bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur. Persalinan sebelum hari perkiraan lahir (HPL) ini juga mungkin akan disarankan jika ibu hamil (bumil) mengandung bayi besar.

Padahal, bayi prematur berisiko mengalami sindrom gangguan pernapasan karena paru-parunya yang belum matang.

3. Hipoglikemia

Bayi yang terlahir dari ibu dengan diabetes gestasional juga berisiko untuk mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah setelah lahir. Hipoglikemia yang parah dapat memicu kejang pada bayi.

[Indozone]

Aceh Dinilai Strategis Jadi Pintu Masuk Perdagangan Global

0
na aktivitas bongkar muat petikemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 16 Juni 2021. undefined

Nukilan.id – Pengusaha asal Aceh yang juga calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Ismail Rasyid menilai letak Aceh di pintu masuk Selat Malaka sangat strategis bagi perdagangan global, ditambah lagi Tanah Rencong ini memiliki sumber daya alam yang melimpah.

“Letak Aceh yang strategis ini maka kita perlu membangun konektivitas sektor transportasi, sehingga nantinya menjadi penghubung tumbuhnya ekonomi daerah, nasional, dan internasional,” katanya dalam silaturahmi dengan pimpinan media di Aceh Besar, dikutip dari Antara, Senin 20 Juni.

Ismail Rasyid mengatakan potensi sumber daya alam Aceh harus dimanfaatkan dengan baik. Melalui Kadin Aceh, dirinya ingin berkontribusi banyak untuk industri di daerah berjulukan Serambi Mekkah itu.

Selain memiliki misi ingin membangun konektivitas sektor transportasi sebagai penghubung pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional, CEO Trans Continent itu juga bertekad untuk mengembangkan ekonomi kreatif dalam bentuk kombinasi lintas sektor guna meningkatkan nilai tambah produk dan menciptakan lapangan kerja.

Ia juga siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk mencapai pembangunan ekonomi Aceh yang mandiri dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional. Selanjutnya akan mengoptimalkan hilirisasi komoditas pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan tangkap, dan budi daya.

“Ketika hasil tangkapan nelayan banyak atau produksi melimpah, maka nilai jualnya rendah, bahkan ada sebagian yang membusuk. Untuk itu diperlukan mesin pendingin dan jika harganya kembali meningkat maka produksi tersebut dipasarkan kembali,” kata dia.

Kemudian Ismail Rasyid mengatakan banyak produk dan komoditas Aceh yang berpotensi ekspor sehingga dibutuhkan konektivitas. “Kita punya harapan agar bisa menghidupkan kembali perdagangan Aceh seperti kejayaan pada masa lalu, dan Kadin menjadi wadah untuk melakukannya,” kata Ismail Rasyid.

Di sisi lain dia juga mengagas Program Santripreneur dan Yatimpreneur guna mendorong kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di Aceh, yang berorientasi ekspor dan berbasis pada potensi komoditas unggulan daerah.

Menurut alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala itu, santri juga perlu dibekali atau dilatih kewirausahaan dengan harapan ke depan para alumnus lebih mandiri.

“Program Santripreneur dan Yatimpreneur ini menjadi prioritas saya ke depan dan saya merasa terpanggil untuk melakukannya, dengan harapan akhir adalah ekonomi Aceh bisa tumbuh baik dan daerah ini lebih maju,” katanya.

Ismail Rasyid menegaskan terpilih atau tidak dirinya untuk menakhodai Kadin Aceh periode 2022-2027 maka Program Santripreneur dan Yatimpreneur tersebut tetap dijalankan. []

Harga TBS Sawit di Aceh Cenderung Turun

0
Pekerja menata kelapa sawit di perkebunan kelapa sawit kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara. (Foto: Tribun Timur/Muh Abidwan)

Nukilan.id – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Aceh Utara menyatakan harga tandan buah segar (TBS) sawit di kabupaten itu di tingkat pengepul Rp1.700 per kilogram.

Ketua Apkasindo Kabupaten Aceh Utara Kastabuna di Lhokseumawe, Jumat, mengatakan sedangkan harga TBS sawit di tingkat pabrik mencapai Rp2.000 per kilogram.

“Harga TBS sawit sekarang cenderung turun. Harga di kisaran Rp1.700 per kilogram. Padahal, pemerintah sudah mencabut larangan ekspor minyak mentah sawit atau CPO,” kata Kastabuna.

Kastabuna mengatakan meskipun keputusan larangan ekspor CPO telah dicabut, namun harga TBS petani justru sama dengan saat kebijakan pelarangan ekspor CPO diberlakukan pemerintah beberapa waktu lalu.

Ancaman Tangki CPO Pabrik Penuh

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah segera mempercepat proses ekspor minyak mentah sawit atau CPO guna meningkatkan harga tandan buah segar (TBS) sawit.

Saat ini, kata Kastabuna, pemerintah sudah mengeluarkan izin ekspor CPO mencapai 320 ribu ton. Akan tetapi proses ekspor tersebut hingga kini belum jalan.

Kondisi tersebut menyebabkan tangki di beberapa pabrik kepala sawit sudah sudah mulai penuh akibat ekspor belum berjalan, sehingga ada yang terpaksa menolak membeli TBS petani, katanya.

“Hal tersebut juga mengakibatkan harga TBS sawit masih rendah. Kami yakin jika ekspor berjalan, maka harga TBS sawit di tingkat petani kembali meningkat,” kata Kastabuna menyebutkan. [Liputan6]

Ikan Gegaring, Khas Samar Kilang Aceh Punya Nilai Jual Tinggi

0
Ikan gegaring asap(KOMPAS.Com/ Iwan Bahagia SP)

Nukilan.id – Ikan jurung atau Neolissochilus sumatranus (Cyprinidae), merupakan salah satu ikan yang menjadi khas di kawasan Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Ikan ini banyak ditemukan di sekitar Sungai Samar Kilang, di aliran Sungai Jambo Aye. Masyarakat setempat menyebut ikan ini dengan sebutan ikan gegaring.

Ikan gegaring juga menjadi salah satu penopang hidup sebagian masyarakat di Samar Kilang. Ditangkap secara tradisional membuat harga ikan ini masih cukup tinggi.

Menurut Ketua Karang Taruna Kecamatan Syiah Utama, Muhammad Yakub, terdapat 24 desa di kawasan Samar Kilang, yang terkait langsung dengan Sungai Jambo Aye.

“Sekitar 30 persen masyarakatnya bergantung hidup sebagai nelayan ikan gegaring. Sebagian besar merupakan petani padi, kemiri, padi dan pinang, serta hasil hutan bukan kayu,” ungkap Yakub, saat ditemui Kompas.com di stan pameran MTQ XXXV 2022 Aceh di Lapangan Sengeda, Bener Meriah, Minggu (19/06/2022).

Namun, menangkap ikan gegaring tidak lah mudah. Menurut pria berusia 30 tahun ini, para nelayan di Samar Kilang menangkap ikan saat cuaca kemarau. Sebab, ketika cuaca kering, ikan akan lebih tampak di Sungai Samar Kilang, sehingga mudah untuk ditangkap.

“Pada musim kemarau, ikan gegaring itu bertelur. Sehingga pada musim bertelur, masyarakat mudah menangkapnya dengan menjala, doran (memasang jaring) dan menembak,” tuturnya.

Yakub menuturkan, harga ikan gegaring per kilogram dihargai sekitar Rp 100.000 hingga Rp 120.000, dalam keadaan mentah. Sementara ikan gegaring yang sudah diasap dibanderol Rp 180.000 per kilogram.

Di stan pameran MTQ ini, Kecamatan Syiah Utama menawarkan ikan gegaring asap dengan sejumlah harga, yakni Rp 50.000 untuk ikan gegaring asap per ekor, sementara ukuran sedang dijual senilai Rp 100.000 per ekor.

Yakub menambahkan, jenis olahan ikan gegaring bervariasi. Masyarakat di Samar Kilang memasaknya dengan khas Gayo, yakni masam jing, asap, ikan santan, dan cecah atau semacam sambal gegaring.

“Alhamdulillah, ikan ini menjadi primadona masyarakat Samar Kilang, dan sering diburu oleh masyarakat di Bener Meriah,” ungkap Yakub.

Samar Kilang sendiri berada di pedalaman Bener Meriah, Aceh. Kawasan ini dapat ditempuh dengan kendaraan selama kurang lebih dua jam. [Kompas]

Ancaman Nyata Sampah Terhadap Satwa Alam

0
Timbulan sampah yang mencemari sungai maupun lautan selain berdampak buruk terhadap kesehatan satwa juga bisa menjeratnya. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia

Nukilan.id – Keberadaan sampah jika tidak ditangani dengan baik memang kerapkali mendatangkan masalah. Selain berdampak buruk terhadap hewan darat, sampah plastik juga berbahaya bagi kesehatan biota laut. Tidak hanya dimakan, keberadaan sampah yang mengandung bahan-bahan anorganik yang bersifat sebagai racun tersebut juga bisa menjerat mereka.

Dwi Suprapti, dokter hewan dari IAM Flying Vet (Indonesian Aquatic Megafauna Veterinary Medicine Association) mengatakan, keberadaan sampah yang sudah terakumulasi di lautan itu sudah cukup meresahkan, dan juga beresiko bagi makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Sebagai dokter hewan yang fokus pada penanganan satwa akuatik, Dwi Penyu panggilan akrabnya, acapkali menangani kasus-kasus satwa laut terdampar yang salah satu penyebabnya adalah karena memakan sampah plastik.

Dalam ingatannya, saat pertama kali dia menangani seekor penyu sisik (Eretmochelys imbricata) terdampar di Pantai Kuta, Bali, kondisinya mengenaskan. Selain kurus juga sudah lemah, sehingga tidak bisa ditolong lagi.

Karena itu, untuk mengetahui penyebabnya ia kemudian melakukan nekropsi. Saat dilakukan bedah bangkai tersebut ternyata ditemukan sejumlah sampah plastik yang ada di dalam organ tubuh spesies yang tersebar di seluruh dunia ini.

“Pada bagian lambung penyu sisik itu sudah sobek. Di dalamnya kami menemukan mata pancing yang nyangkut, di pencernaanya juga terdapat jaring berbahan plastik yang sudah terkumulasi cukup lama. Sehingga wajar kalau kondisinya sudah parah,” kisahnya saat dihubungi Mongabay Indonesia, Sabtu (11/06/2022)

Menyebabkan Malnutrisi

Tidak kalah miris, terbaru di tahun 2020 perempuan yang juga sebagai Marine Species Conservation Coordinator WWF-Indonesia ini juga pernah menangani penyu hijau (Chelonia mydas) yang kondisi dalam tubuhnya ditemukan banyak plastik.

Ketika itu, penyu tersebut ditemukan oleh tim Bali Sea Turtle Society terdampar. Untuk proses penyelamatan mereka kemudian melaporkan ke Turtle Conservation and Education Centre (TCEC), karena kondisinya yang sangat lemah dan nafsu makannya rendah akhirnya direhabilitasi.

Saat direhabilitasi, penyu yang status konservasinya berdasarkan Uni International untuk Konservasi Alam atau disingakt IUCN masuk kategori terancam punah ini didapati mengeluarkan kotoran berupa sampah plastik.

Tidak tanggung-tanggung, setelah diperiksa Dwi menemukan 7 potongan plastik berukuran lebih dari 5 cm yang keluar dari kloaka atau lubang anusnya. Sedangkan ukuran plastik terpanjang berukuran 41 cm bersamaan dengan kantong kresek yang masih utuh berukuran 26×16 cm.

Dia bilang, untuk menunggu penyu mengeluarkan plastik di dalam tubuhnya secara alami tersebut membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Karena sudah tidak keluar ia berfikir plastiknya sudah habis. Namun, setelah di rontgen ternyata di dalam perut penyu itu masih penuh dengan plastik.

Akhirnya ia pun melakukan treatment dan menunggu plastik itu keluar lagi dengan telaten. Begitu selesai, plastik dengan berbagai ukuran itu lalu di total, jumlahnya ada 70.

“Bayangkan kalau kita sedang buang air besar selama sejam, tentu sakit sekali. Kalau orang melihat sekilas memang seperti ekor yang panjang, tapi jika diamati ternyata plastik yang keluar dari lubang anusnya,” ujarnya.

Bagi Dwi, dari sekian pengalaman menangani kasus satwa terdampak sampah plastik, peristiwa membebaskan satwa yang bisa hidup di semua laut baik itu tropis maupun subtropis ini yang paling berkesan. Karena dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan, penyu hijau bisa dikembalikan ke habitatnya.

Meskipun sudah dilepaskan, kata dia, peluang untuk memakan plastik di laut lagi masih tetap ada. Sebab, ketika di lautan plastik ini seolah menyerupai ubur-ubur yang merupakan makanannya. Selain itu, berdasarkan berbagai kajian yang dipelajari, sampah plastik yang sudah lama di laut ini akan menjadi rumah bagi mikroba, lumut, alga, dan hewan kecil lainnya. Sehingga ini yang membuat plastik bisa beraroma seperti ubur-ubur

“Berbeda dengan manusia yang bisa memilih makanan dengan menggunakan tangan. Sedangkan hewan ini kan tidak punya. Jadi, ini yang kemudian menyebabkan satwa tersebut mengalami malnutrisi, tidak sedikit yang kemudian mati,” kata perempuan kelahiran Singkawang, Pontianak ini.

Salah Mengartikan

Banyak peristiwa satwa mati lantaran memakan atau terjerat sampah plastik. Hal ini dikarenakan satwa tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Matthew Sayoca, Peneliti dari Hopkins Marine Station di Standford University mengatakan, bahaya sampah yang ditimbulkan oleh sampah yang dimakan satwa tersebut memang tidak langsung terlihat.

Sampah terlebih dulu mengendap di dalam tubuh hewan yang memakannya, sebelum kemudian tercipta bahaya kronis seperti kelaparan. Karena kekurangan makanan ini, sehingga membuat hewan tersebut bisa kehilangan energi untuk melakukan hal yang mereka butuhkan, seperti berkembang biak, mencari mangsa dan juga bermigrasi.

Ria Saryanthi, Conservation Partnership Adviser Burung Indonesia melalui keterangan tertulis menjelaskan, di Indonesia studi terkait dengan dampak satwa terhadap burung migran maupun penetap masih belum ada.

Namun, sebuah artikel menunjukkan di beberapa negara seperti Inggris, Autralia, dan Amerika, keberadaan sampah plastik ini mengganggu habitat burung-burung laut maupun air, salah satunya seperti burung albatros. Anak burung dengan nama latin Diomedeidae ini mati lantaran indukannya memberi makan sampah plastik.

“Beberapa informasi saat pengamatan burung, sampah plastik ini juga digunakan sebagai pembuatan sarang. “Penggunaan produk plastik secara bijaksana, reuse dan recycle, pemilahan dan pengelolaan sampah yang tepat. Sehingga dapat mengurangi dampak terhadap kehidupan burung dan satwa lainnya di alam,” jelasnya.

Sementara itu, selama pandemi virus Corona ini, masker yang bagi manusia bisa digunakan sebagai pelindung bakteri itu sampahnya justru menjadi ancaman nyata bagi satwa. Beberapa kasus memperlihatkan, seekor burung camar (Laridae) selama seminggu tidak bisa bergerak sebab kakinya terlilit tali masker sekali pakai, kondisi persendian kaki burung tersebut bengkak karena tali yang menjeratnya itu kencang.

Di Malaysia seorang fotografer berhasil mengabadikan seekor monyet kecil ekor panjang sedang mengunyah tali masker yang sudah menjadi sampah. Hal ini berpotensi membuat anakan satwa dengan nama latin Macaca fascicularis tersebut bisa tersedak.

Kemudian temuan lain di Brazil, seorang ahli konservasi menemukan satu masker bekas di dalam perut pinguin yang terdampar di pantai. Selain, itu sampah masker sekali pakai juga menjerat ikan buntal hingga berujung mati di lepas pantai Miami.

Peristiwa yang sama juga terjadi di Perancis, seorang aktivis lingkungan di negara tersebut menemukan seekor kepiting yang mati karena terjerat masker di laguna air asin dekat laut Mediterania. [Mongabay]

Sampah Mikroplastik Ancaman Bagi Ekosistem dan Manusia

0
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

Nukilan.id – Dosen Oseanografi dan Biologi Laut Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuah Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Dr. Mufti Petala Patria menyebut sampah mikroplastik menjadi ancaman bagi ekosistem dan kesehatan manusia.

Mufti menjelaskan, produksi plastik yang tinggi sebagian besar akan menjadi sampah. Sekitar 8 juta ton sampah plastik akan dibuang atau terdeposit di laut. Sampah plastik di laut itu kemudian banyak yang terdampar di pesisir pantai dan banyak juga yang mengambang terbawa arus di permukaan laut.

“Plastik-plastik di lautan tersebut sangat mengganggu hewan-hewan laut,” kata Mufti, dikutip dari Antara, Rabu (15/6/2022).

Mufti mengatakan jaring nelayan yang menjadi sampah di laut banyak menjerat hewan laut seperti penyu, hiu dan paus. Kemudian, sampah di laut juga dapat dianggap oleh hewan laut sebagai makanan, yang ketika termakan akan mempengaruhi sistem pencernaannya hingga menyebabkan kematian pada hewan tersebut.

Disampaikannya, terdapat pula jenis sampah plastik yang membahayakan biota dan ekosistem laut, yaitu mikroplastik. Zat ini merupakan plastik dengan ukuran lebih kecil dari 5 mm. Mikroplastik sendiri dikelompokkan menjadi dua tipe, yakni primary dan secondary microplastic.

Seperti halnya sampah plastik biasa, lanjut Mufti, mikroplastik juga dapat masuk ke dalam tubuh hewan karena dianggap sebagai makanan. Salah satunya adalah kerang laut yang menyaring air laut untuk mengambil bahan makanannya. Dari hasil penelitiannya di Muara Kamal, dalam satu kerang hijau dapat mengandung 7 hingga 469 partikel mikroplastik.

Selanjutnya, mikroplastik juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia dari makanan laut yang dikonsumsi. Hal ini menjadi seperti siklus, manusia menghasilkan primary dan secondary microplastic, lalu mikroplastik itu terbawa arus hingga lautan dan dimakan oleh hewan laut yang dikonsumsi kembali oleh manusia.

“Hasil riset pada beberapa hewan percobaan, mikroplastik akan berpengaruh pada perubahan kromosom yang dapat menyebabkan infertilitas, obesitas dan kanker. Selain itu mikroplastik juga dapat menyebabkan respon imun yang tidak normal. Hal tersebut mungkin dapat terjadi pula pada manusia,” terang Mufti.

Mufti berpendapat, perlu adanya kesadaran dan keseriusan dalam mengatasi masalah mikroplastik yang tidak hanya mengancam ekosistem laut tetapi juga kesehatan manusia. Mufti mengatakan, hal utama yang bisa dilakukan dalam mengurangi penggunaan plastik, menggunakan kembali plastik (recycle), berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan sampah di sungai atau pantai, mengurangi penggunaan microbeads dalam produk kecantikan, ikut mengkampanyekan upaya mengurangi penggunaan plastik, dan mendukung organisasi yang berperan aktif dalam mengurangi sampah plastik. []