Beranda blog Halaman 1656

Dampak Tsunami Aceh Terhadap Perdamaian Masyarakat Aceh

0
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Fakultas FISIP M.aditia Rizki. (Foto: Dok.Ist)

Nama penulis : M.aditia Rizki
Berasal dari prodi : Ilmu Administrasi Negara
Fakultas : Fisip
Universitas : Uin Arraniry
Semester : 4 ( Empat )

Tsunami adalah gelombang laut yang sangat besar, yang diakibatkan oleh gempa bumi yang sangat kuat dan sumber gempanya berada di dasar laut, dengan kedalaman pusat gempa kurang dari 30 km.Pemicu utama Tsunami adalah pergerakan vertical dari permukaan dasar laut. Karena itu, mayoritas Tsunami berkaitan dengan gempa bumi disekitar daerah penunjang lempeng. Namun Tsunami dapat juga disebabkan oleh longsoran bawah laut, letusan gunung api bawah laut, bahkan meteor yang jatuh ke bumi.

Aceh adalah salah satu provinsi di indonesia yang mengalami bencana tsunami terbesar di asia tenggara dan terbesar di indonesia . Yang memakan korban 236 juta jiwa lebih Atau Ratusan ribu orang tewas dan luka-luka akibat tsunami yang menerjang Aceh pada akhir 2004 silam.

M.Aditka rizki mahasiswa ilmu administrasi negara uin arraniry berkata Mereka bukan korban sia-sia, kita yang ditinggalnya mendapat dua pelajaran
berharga bagi masa depan bersama, solidaritas sosial dan indahnya
perdamaian.

Pertama adalah solidaritas sosial nasional, bahkan internasional. Sejak berita dampak maut tsunami tersebar luas melalui siaran televisi, spontanitas warga Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara dan dunia untuk membantu para korban pun tercipta.

Berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa langsung menggalang dompet amal. Ada yang membuka rekening bank untuk dana bantuan dan mengumumkannya di media massa atau spanduk-spanduk, ada pula yang berkeliling menyodorkan kardus untuk wadah uang dari rumah ke rumah serta dari kendaraan ke kendaraan di setiap perempatan jalan.

Hebatnya lagi bukan warga Indonesia yang berbuat demikian. Solidaritas dari warga negara-negara sahabat berdatangan sejak hari pertama tsunami terjadi. Tim SAR, evakuasi, kontruksi dan donasi tidak henti-henti mengalir bahkan hingga berbulan-bulan kemudian.

Pelajaran berharga yang kedua adalah kebesaran hati mengalahkan semua kepentingan sepihak demi tujuan bersama yang lebih besar. Ini telah ditujukkan pimpinan RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sehingga bisa disepakati perjanjian Helsinski yang merupakan sejarah besar.

Harus diingat bahwa tsunami terjadi saat Aceh masih dalam status daerah konflik. Selama puluhan tahun GAM melakukan kampanye bersenjata untuk memisahkan Aceh dari NKRI. Ribuan Pasukan TNI diterjunkan ke pelosok-pelosok Aceh untuk memadamkannya. Korban nyawa dari pihak GAM dan RI tidak terhitung jumlahnya.

Padahal operasi tanggap darurat bagi korban tsunami dan rehabilitasi pasca bencana membutuhkan keamanan. Tidak mungkin ada tindakan kemanusian bila terjadi serangan bersenjata. Tidak mungkin pula korban tsunami yang bisa jadi adalah simpatisan GAM tidak diberi pertolongan.

Melalui perundingan yang panjang dan alot, akhirnya dua pihak sepakat menghentikan konfik. Tanpa ada kesamaan niat tulus dan visi antara GAM dengan Pemerintah RI membangun Aceh yang jauh lebih sejahtera, tidak mungkin kepakatan damai itu tercapai.

Harapanya dengan Kesepakatan damai yang mendatangkan kebahagian baru bagi warga Aceh ini jangan sampai hanya sampai di situ. Tanpa menunggung terjadi bencana alam, pola pendekatan yang sama bisa digunakan untuk mengatasi gerakan separatis di Papua. Dua pihak mau mundur selangkah dan berhenti untuk kemudian bersama-sama maju hargandangan tangan dalam NKRI.

Berkas Perkara Dugaan Korupsi Jembatan Kuala Gigieng Dilimpahkan ke PN Banda Aceh

0
Berkas Perkara Dugaan Korupsi Jembatan Kuala Gigieng Dilimpahkan ke PN Banda Aceh. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie telah melimpahkan berkas perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) lanjutan pembangunan jembatan Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie ke Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis dalam keterangnnya kepada Nukilan, Kamis (24/6/2022) malam.

Ia menyebutkan, berkas perkara dakwaan atas dugaan Tipikor dengan lima terdakwa yakni, Fajri (pengguna anggran), Jhonneri (kuasa pengguna anggaran), Kurniawan (PPTK), Ramli Mahmud (konsultan pengawas), Saifuddin (Rekanan).

“Lima terdakwa tersebut disusun secara subsideritas yaitu, Pimair Pasal 2 ayat (1), Subsider Pasal 3, lebih subsider Pasal 9. Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf a.b. ayat (2). (3) UU. NO. 31 Thn 1999 se bagaimana diubah UU. NO. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Ali, JPU akan menunggu penetapan Majelis Hakim untuk jadwal sidang dilaksanakan.

Reporter: Reji

Aceh Peringkat 8 Nasional Jumlah Siswa Lulus SBMPTN 2022

0
Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM meninjau pelaksanaan proses belajar mengajar di SMAN 1 Banda Aceh. (Foto: Dok.Humas Aceh)

Nukilan.id – Provinsi Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Ir. Nova Iriansyah, MT kembali menoreh prestasi cemerlang dalam dunia pendidikan. Hal itu berdasarkan pengumuman dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang menempatkan Provinsi Aceh di posisi kedelapan nasional lolos Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2022.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum LTMPT, Prof. Mochamad Ashari dalam konferensi pers yang ditayangkan secara Live di Kanal Youtube resmi LTMPT di Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek), Jakarta. Kamis 23 Juni 2022.

Dari data LTMPT diketahui, jumlah siswa/i SMA dan SMK Provinsi Aceh yang mendaftar pada SBMPTN tahun ini mencapai 17.030 orang, dari jumlah tersebut 6.303 orang dinyatakan lulus UTBK dan diterima di berbagai perguruan tinggi negeri dalam negeri.

Mochamad Ashari mengumumkan ada sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak diterima pada SBMPTN tahun ini.

Provinsi Jawa Timur menempati posisi pertama dengan jumlah 26.781 orang, posisi kedua diperoleh Jawa Barat dengan peserta lulus sebanyak 19.491 orang, dan Jawa Tengah di posisi ketiga dengan peserta tes 16.222 orang.

Selanjutnya, di posisi keempat ditempati Provinsi Sumatera Utara sebanyak 15.829 orang, DKI Jakarta 9.630 orang, Sulawesi Selatan 8.902 orang, Sumatera Barat 8.086 orang, Aceh 6.303 orang, Sumatra Selatan 5.537orang, dan Lampung 5.534 orang.

Dari data tersebut, diketahui bahwa Provinsi Aceh masih mampu mempertahankan posisinya di peringkat kedelapan nasional dari 34 Provinsi se Indonesia dengan persaingan yang semakin ketat. Pada tahun 2021 lalu Aceh juga menempati posisi ke depan nasional.

Menanggapi masuknya Aceh dalam sepuluh besar nasional SBMPTN Tahun 2022, Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh, sehingga Aceh dapat mempertahankan urutan ke delapan nasional SBMPTN ini di tengah persaingan yang cukup ketat.

Menurut Nova Iriansyah, capaian ini merupakan buah dari hasil kerja keras seluruh pihak, terutama para kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, komite sekolah, pemerintah dan stakeholder lainnya dalam mewujudkan visi Aceh Caroeng.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh warga sekolah, baik kepala sekolah, guru, tendik, komite sekolah dan seluruh stakeholder sehingga SBMPTN tahun ini kita masih mampu mempertahankan posisi di level nasional. Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih,” kata Nova Iriansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM mengatakan jika pihaknya bersama para kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik serta stakeholder terkait akan tetap terus berupaya dan melakukan langkah apapun untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh dalam mewujudkan visi Aceh Caroeng.

Lebih lanjut Alhudri menuturkan, dengan bertahannya posisi Aceh di 10 besar nasional menandakan bahwa pendidikan di Aceh menunjukkan tren positif, akan tetapi hal itu tidak akan membuat pihaknya berpuas diri.

“Ini justru akan menjadi pelecut bagi Dinas Pendidikan Aceh dan warga sekolah untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki segala program dan kegiatan agar dapat memberikan output yang lebih baik dalam peningkatan kualitas pendidikan Aceh,” kata Alhudri. []

Trauma Kasus Gorden DPR, Pemuda Aceh Minta Presiden Tak Tunjuk Pj Gubernur Suka Hamburkan Anggaran Rakyat

0
koordinator Gerakan Restorasi Aceh (GeRAh) Samsul Rijal

Nukilan.id – Polemik pengadaan gorden DPR yang sempat mencuat karena menelan anggaran mencapai 43,5 Milyar menjadi preseden buruk yang sempat memalukan Aceh di mata nasional. Bagaimana tidak, polemik itu sempat menimbulkan protes dari banyak pihak seantero negeri. Bayangkan saja, sesuatu yang tidak pernah diamanahkan oleh pimpinan DPR RI malah dimasukkan dalam alokasi anggaran, hingga menyeret nama DPR ke publik, walaupun akhirnya pimpinan DPR secara tegas perintahkan membatalkan pengadaan tersebut.

“Sebagai rakyat Aceh, kita tentunya sudah trauma dengan pejabat-pejabat yang memiliki track record suka menghamburkan uang rakyat untuk hal yang terkesan berpoya-poya dan tidak bermanfaat untuk rakyat. Untuk itu, kita meminta presiden Jokowi dengan kebijaksanaannya tidak menunjuk pejabat yang punya rekam jejak suka menghambur-hamburkan uang rakyat untuk hal yang kurang manfaatnya,” kata koordinator Gerakan Restorasi Aceh (GeRAh) Samsul Rijal kepada media ini, Jum’at (24/06/2022).

Menurut Rijal, persoalan mendasar di Aceh saat ini dalam penggunaan triliunan uang otsus adalah belum mampu menyentuh maksimal masyarakat bawah. “Sudah begitu banyak otsus diberikan ke Aceh, triliunan rupiah pertahunnya namun justru Aceh menjadi Provinsi dengan predikat termiskin di Sumatera. Ini menunjukkan anggaran yang besar jika dihambur-hamburkan juga tak ada gunanya dan hanya sebatas kalangan elit semata,”jelasnya.

Pihaknya sangat berharap agar Presiden dalam keputusannya nanti tidak memberikan mandat kepemimpinan Aceh kepada sosok yang track recordnya tercatat menghambur-hamburkan uang negara tanpa memperhatikan kepiluan rakyatnya. “Jika presiden memberikan mandat kepada sosok yang kurang peduli nasib masyarakat bawah dan suka membuat program dan kebijakan yang menghamburkan uang rakyat maka ini akan jadi preseden buruk yang terulang lagi dalam kepemimpinan Aceh. Tentu ini akan sangat memilukan, dimana Aceh akan terus-terus menjadi daerah dengan kemiskinan dan anggaran tertinggi,” jelasnya.

Pihaknya berdo’a agar Presiden Jokowi memberikan mandat kepada pejabat yang peduli nasib rakyat kecil. “Jangan sampai yang dikirim ke Aceh justru pejabat yang hobbinya membuat program tak bermanfaat seperti tragedi pengadaan gorden DPR yang melukai hati rakyat, walaupun setelah dikecam akhirnya dibatalkan,” katanya.

Rijal menambahkan, untuk menyelamatkan otsus diperlukan gubernur yang memahami kondisi ril lapangan di Aceh, bukan yang bicara tekstual belaka. “Karena tak mengerti jeritan bathin rakyat, maka pejabat yang ditunjuk bisa saja menggunakan APBA untuk kegiatan-kegiatan yang tak berguna, kondisi Aceh saat ini membuat rakyat trauma dengan kelakuan-kelakuan pejabat demikian. Semoga saja pejabat yang dimandatkan presiden bukanlah mereka yang tak peduli jeritan hati rakyatnya,” harapnya. []

Wahyuni Triyana Sumbang Emas ke-8 untuk Banda Aceh

0

Nukilan.id – Kontingen POPDA Banda Aceh menambah raihan satu medali emas dari Cabor Taekwondo.

Adalah Wahyuni Triyana yang mengharumkan nama Banda Aceh. Siswi ……itu sukses menjadi pemenang pada partai final kelas Under 55 kg.

Bertanding di Aula Akper Dinkes Meulaboh, Kamis (23/6/2022), Wahyu Triana unggul telak atas atlet Kota Sabang dengan skor 49-9.

Dengan hasil ini, Banda Aceh sudah mengumpulkan 8 medali emas, 14 perak dan 11 perunggu.

Praktis, Kontingen Banda Aceh kini naik ke peringkat ke dua klasemen sementara. Melampaui raihan tuan rumah Aceh Barat.

Di puncak klasemen, sementara masih dikuasai Aceh Besar dengan raihan 11 emas, 6 perak dan 4 perunggu.

Prestasi yang diukir Wahyuni Triana disambut sukacita suporter ‘Kota Gemilang’.

Plt Kadispora Banda Aceh, Reza Kamilin menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih atlet-atlet Banda Aceh.

Mantan Camat Kuta Alam itu ikut menyaksikan langsung perjuangan Wahyuni Triana. Ia pun langsung memberikan bonus di lapangan sebagai bentuk apresiasi.
“Alhamdulillah, kita tambah emas dari Taekwondo. Semoga ini akan diikuti oleh cabor-cabor lain yang masih bertanding besok,” harap Reza Kamilin.[]

6.320 Satwa Diperdagangkan Secara Ilegal di Kalbar

0
KLHK menyita puluhan satwa dilindungi spesies burung dari pelaku perdagangan ilegal satwa liar di Bali, Rabu, 21 April 2021. (Foto: Betahita)

Nukilan.id – Tercatat sebanyak 6.320 satwa liar diperdagangkan secara ilegal di Kalimantan Barat (Kalbar), dengan total nilai transaksi senilai kurang lebih Rp452 juta. Angka tersebut berdasarkan pantauan yang dilakukan Yayasan Planet Indonesia (YPI) secara online media massa dalam kurun waktu tiga tahun, 2019-2021.

“Di Indonesia, dan Kalbar aktivitas perburuan dan perdagangan yang berlebihan menyebabkan menurunnya keanekaragaman hayati di alam. Sehingga bisa berdampak kerugian, yakni kepunahan suatu spesies, kehilangan keanekaragaman hayati, kerusakan lingkungan hidup dan lain-lain,” ujar M. Wahyu Putra, Manager Konservasi YPI, dikutip dari Antara, Rabu (22/6/2022).

Putra menjelaskan, akibat aktivitas perburuan, saat ini beberapa jenis satwa dilaporkan mengalami penurunan jumlah populasi secara signifikan, dan itu menarik perhatian internasional. Jenis satwa dimaksud seperti elang jawa (Spizaetus bartelsi), kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan macan tutul (Panthera pardus melas).

“Perdaran satwa liar di Provinsi Kalbar juga tak kalah mengkhawatirkan. Menggunakan data ilmiah yang valid, Yayasan Planet Indonesia memperoleh data terperinci tentang peredaran satwa liar, baik itu dilindungi dan tidak dilindungi,” kata Putra.

Hasil pendataan tersebut, lanjut Putra, membantu lembaga pemerintah dan pihak terkait dalam mengambil langkah konservatif yang memastikan perlindungan satwa liar. YPI Kalbar mencatat sebanyak 56 kasus perdagangan satwa liar telah diputuskan oleh pengadilan.

Putra menyebut potensi peredaran satwa liar di Kalbar tinggi lantaran kondisi geografis Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Oleh karenanya, pengawasan aktivitas peredaran satwa liar di Kalbar perlu ditingkatkan. Ia berharap hal ini memerlukan perhatian dan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk media massa.

Untuk itu, demi memastikan perlindungan terhadap satwa liar di Kalbar, tahun ini YPI menjalankan strategi dengan membangun pelibatan media massa, yang dianggap sarana efektif untuk menyebarluaskan informasi kepada publik, sekaligus untuk membangun ataupun meningkatkan kesadaran publik tentang perlindungan satwa liar, termasuk perdagangan satwa liar secara ilegal. [Betahita]

Semifinal Sepak Bola: Aceh Utara Tak Lakukan Persiapan Khusus untuk Hadapi Langsa

0

Nukilan.id – Tim Sepakbola Aceh Utara akan menghadapi Kota Langsa pada laga semifinal POPDA Aceh XVI yang akan berlangsung di Stadion Ujong Tanjong, Aceh Barat, Jumat, (24/6/2022) pukul 15.00 WIB.

Pelatih Aceh Utara, Ajuran mengatakan, timnya tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi Langsa. “Gak ada persiapan khusus, kita hanya istirahat saja karena pemain banyak yang cedera ketika melawan Aceh timur,” kata coach Ajuran kepada Rakyat Aceh di Meulaboh.

“Target kami pertama hanya memperbaiki penampilan Popda sebelumnya di Aceh Tengah, yaitu lolos dari grup. Dan Alhamdulillah sekarang kita sudah mencapai semifinal,” sambungnya.

Menurut Ajuran, target ke sana (final dan juara) tidak ada, namun dirinya tetap meminta para pemainnya untuk terus berjuang dan berdoa.

“Tim Langsa sangat bagus, permainan mereka sangat kompak, mereka mempunyai persiapan yang panjang, apalagi mereka ada event khusus usia 17 di Langsa yang digelar setiap tahun, ditambah mereka punya lima pemain PPLP Aceh,” tambahnya.

Laga semifinal lainnya, akan tersaji di Stadion Cot Darat antara Pidie versus Lhokseumawe yang juga bermain di pukul 15.00 WIB.

Jadwal Semifinal POPDA XVI 2022:

Langsa vs Aceh Utara

Jumat, 24 Juni 2022 pukul 15.00 WIB
Stadion Ujong Tanjong, Aceh Barat

Pidie vs Lhokseumawe

Jumat, 24 Juni 2022 pukul 15.00 WIB
Stadion Cot Darat, Aceh Barat

[*]

Raih 11 Mendali Emas, Aceh Besar Targetkan Juara Umum POPDA XVI

0
Klasemen medali sementara Popda XVI Aceh Barat, 23 Juni 2022 pukul 18.00 WIB.

Nukilan.id – Kontingen Aceh Besar hingga Kamis (23/6/2022) telah mengantongi 11 mendali emas, 5 perak dan 4 perunggu dalam perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh XVI di Meulaboh, Aceh Barat.

Dengan demikian, Kontingen Aceh Besar saat ini berada di puncak klasemen sementara dengan total perolehan 20 mendali.

“Alhamdulillah, semoga koleksi medali emas untuk atlet Aceh Besar terus bertambah untuk menggapai target juara umum. Teruslah berjuang dan berprestasi,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar, Drs Sulaimi, M.Si didampingi Kadisparpora Aceh Besar, Abdullah, S.Sos.

Mengingat beberapa Cabang Olahraga (Cabor) masih memasuki babak penyisihan, kontingen Aceh Besar diprediksi bakal mampu menambah medali emas lainnya untuk mengharumkan nama daerah pada even bergengsi tingkat pelajar se-Aceh tersebut.

Dulaimi berharap kepada seluruh atlet yang bertanding untuk terus termotivasi, menjunjung sportivitas, dan menjaga kesehatan agar bisa tampil maksimal pada setiap laga yang dilombakan.

Pada POPDA Aceh XVI di Aceh Barat ini, kontingen Aceh Besar di bawah kepemimpinan Bupati, Ir Mawardi Ali dan Wakil Bupati, H. Husaini A Wahab itu membawa 132 atlet terbaiknya utnuk berjuang pada 12 Cabor, yaitu sepakbola, bola voli, bola basket, karate, pencak silat, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, sepak takraw, bulutangkis, panahan, dan atletik.[]

POPDA XVI: Banda Aceh Duduki Peringkat Tiga Klasemen Sementara

0

Nukilan.id – Atlet-atlet pelajar Kota Banda Aceh saat ini terus berjuang untuk mendulang medali demi medali di perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh XVI yang berlangsung di Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (23/6/2022).

Kontingen Banda Aceh sementara menempati peringkat ketiga perolehan medali POPDA XVI 2022.

Plt Kadispora Banda Aceh, Reza Kamilin mengatakan total sementara raihan medali secara keseluruhan kontingen Banda Aceh menjadi yang terbanyak di ajang POPDA dengan 32 medali. Rinciannya 7 emas, 14 perak dan 11 perunggu.

Klasemen medali sementara Popda XVI Aceh Barat, 23 Juni 2022 pukul 18.00 WIB.

 

“Jika dilihat dari total raihan medali, kita sebenarnya terbanyak, yakni 32 medali. Namun meski mengumpulkan medali terbanyak secara klasemen kita masih di posisi tiga,” kata Reza Kamilin dalam keterangnnya kepada media.

Saat ini, kata dia, cabor panahan menjadi penyumbang medali emas terbanyak Banda Aceh dengan jumlah tiga medali emas. Atletik dua medali emas, serta Taekwondo dan Karate masing-masing menyumbang satu medali emas.

Reza Kamilin berharap, semua atlet yang bertanding bisa fokus dan mendapatkan hasil terbaik. Dirinya juga berharap doa seluruh warga Banda Aceh untuk kontingen yang saat ini sedang berjuang di Meulaboh.

Klasemen medali sementara Popda XVI Aceh Barat, 23 Juni 2022 pukul 18.00 WIB.

Berdasarkan hasil laporan Koodinator POPDA Aceh XVI 2022 Meulaboh, Teuku Armansyah, klasemen sementara dari berbagai cabang olahraga (Cabor), tuan rumah Aceh Barat berada di posisi kedua dengan meraih 8 medali emas. Sementara di posisi puncak, masih menjadi milik Aceh Besar dengan koleksi 11 medali emas. []

Sampaikan Perkembangan SOSEK MALINDO, Safrizal Tegaskan Perkuat Kerjasama di Perbatasan

0
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Persidangan Ke-16 _High Level Committee_ (HLC) Indonesia-Malaysia digelar pada hari Kamis, 23 Juni 2022 di Bandung, dimana dalam kesempatan ini Pemerintah Indonesia bertindak selaku tuan rumah.

Delegasi Indonesia yang diketuai oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa  dan beranggotakan Pejabat dari Kementerian/Lembaga, antara lain: Mabes TNI, POLRI, Kemendagri, dan Basarnas. Adapun, Delegasi Malaysia diketuai oleh Panglima Angkatan Tentara Malaysia, Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang dan beranggotakan Pejabat dari Markas Angkatan Tentara Malaysia dan Pejabat Terkait lainnya.

Salah satu agenda dalam Persidangan Ke-16 HLC adalah pelaporan sub forum dibawah organisasi HLC, yaitu: Coordinated Operation Control Committee (COCC), Jawatan Kuasa Latihan Bersama (JKLB), Joint Police Cooperation Committee (JPCC), dan Kelompok Kerja/Jawatan Kuasa Kerja Sosio Ekonomi Malaysia- Indonesia (KK/JKK SOSEK MALINDO).

Dalam laporannya, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan selaku Ketua KK SOSEK Indonesia menyampaikan kegiatan kerjasama SOSEK MALINDO periode september 2019 sampai dengan Juni 2022, yang meskipun dalam suasana pandemi Covid-19 telah dapat terlaksana Persidangan ke-16 Sekretariat Bersama (Sekber) Khas/ Khusus JKK/KK SOSEK MALINDO dan Persidangan JKK/KK SOSEK MALINDO Khas/Khusus Pada tahun 2021 secara virtual.

“Kerjasama KK/JKK SOSEK MALINDO dan Sub Organisasi dibawahnya telah memperkuat kerjasama bilateral Indonesia-Malaysia dibidang sosial-ekonomi di Kawasan Perbatasan, diantaranya fasilitasi perdagangan di Kawasan Perbatasan pada masa pandemi covid-19 dan kegiatan yang bertujuan agar komunikasi pada forum KK/JKK SOSEK MALINDO tetap terjalin dengan baik khusunya di masa pandemi” jelas Safrizal.

Dalam persidangan tersebut, Forum SOSEK MALINDO memberikan saran perlunya didorong penyelesaian review BCA 2006 dan BTA 1970 serta penyelesaian isu terkait roadtax khususnya di Kawasan Entikong.
“Perlu menjadi perhatian bahwa perlu untuk mendorong perdagangan lintas batas guna peningkatan ekonomi di Kawasan Perbatasan dan perlunya kerjasama pencegahan, penyelundupan barang-barang terlarang”, sambung Safrizal.

Dalam kesempatan ini, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan penekanan yang disampaikan kepada Ketua KK/JKK SOSEK MALINDO, untuk meneruskan kegiatan kerjasama yang tertunda, termasuk menyempurnakan proyek pembangunan di Kawasan Perbatasan dan mendorong penuntasan pembahasan review _Border Crossing Agreement_ (BCA) 2006 dan _Border Trade Agreement_ (BTA) 1970.

Adapun, berdasarkan prinsip resiprokal, Persidangan Ke-17 HLC MALINDO akan diselenggarakan di Malaysia dan waktu yang disepakati bersama. “Tentunya berbagai instrumen komunikasi terus kita lakukan, tidak hanya untuk mempererat hubungan kedua negara, namun juga mampu membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat Indonesia di kawasan perbatasan”, pungkas Safrizal. []