Beranda blog Halaman 1597

Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

0
Kapolri umumkan tersangka baru kasus penembakan Brigadir J. (Suara.com/Adit/Amanda)

Nukilan.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa Irjen Pol Fredy Sambo menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat. Ferdy Sambo menjadi tersangka keempat dalam kasus ini.

“Timsus menetapkan saudara FS sebagai tersangka” kata Listyo saat jumpa pers di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022).

Dalam kasus pembunuhan yang terjadi di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo ini, tim khusus bentukan Kapolri sebelumnya telah menetapkan dua orang tersangka. Keduanya, yakni Bharada E alias Richard Eliezer dan Brigadir RR alias Ricky Rizal.

Bharada E dijerat dengan Pasal 338 tetang Pembunuhan Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP Juncto Pasal 56 KUHP. Sedangkan, Brigadir RR dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana Subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Kemarin, Bharada E melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan Justice Collaborator (JC) ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Mereka berjanji akan membantu dan buka-bukaan soal peristiwa yang sebenarnya terjadi.

“Kami buka semuanya karena ini kan harus transparan kalau di LPSK,” kata kuasa hukum Bharada E, Boerhanuddin pada Senin (7/8/2022) kemarin.

Tak Ada Baku Tembak

Boerhanuddin sebelumnya juga memastikan tak ada baku tembak dalam peristiwa ini. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan kronologi awal yang sempat disampaikan pihak kepolisian.

Pada awal kasus ini mencuat, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebut Brigadir J lebih dahulu melesatkan tembakan ke Bharada E saat terpergok melakukan dugaan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo berinisial PC.

Bahkan, Ramadhan ketika itu menyebut Brigadir J total melesatkan tujuh kali tembakan dengan senjata jenis HS. Namun, ketujuh tembakan tersebut ketika itu diklaim tak ada yang mengenai Bharada E.

“Pengakuan dia (Bharada E) tidak ada baku tembak, yang itupun adapun proyektil atau apa yang di lokasi katanya alibi. Jadi senjata almarhum yang tewas itu dipakai untuk tembak kiri-kanan itu. Bukan saling baku tembak,” kata Boerhanuddin kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Di sisi lain, Boerhanuddin juga menegaskan bahwa Bharada E diperintah oleh atasannya untuk menembak Brigadir J. Meski tak menyebut nama, Boerhanuddin menyebut kliennya itu menembak Brigadir J atas tekanan dari atasannya tersebut.

“Dari BAP (berita acara pemeriksaan) dan keterangan kepada kuasa hukum dia mendapatkan tekanan dapat perintah untuk menembak itu saja,” pungkasnya. [suara]

BNPT Gelar Aksi Musik Anak Bangsa, Sejumlah Musisi Aceh Tampilkan Karya

0
Festival Musik BNPT dan FKPT Aceh. (Foto: Ist.)

Nukilan.id – Sejumlah musisi muda Aceh akan mengisi malam aksi Musik Anak Bangsa yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Sultan Caffee, Lamtemen, Banda Aceh, Selasa (9/8/2022) malam.

Koordinator acara lomba musik tersebut, Mukhlisuddin Ilyas yang juga Ketua Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh mengatakan, kegiatan Aksi Musik Anak Bangsa disuguhkan untuk menghidupkan kreativitas kalangan muda, dan lebih digiring pada pemikiran positif.

“Ini bentuk dukungan melalui seni Musik yang melibatkan generasi muda di Aceh,” kata Mukhlisuddin yang didampingi Kabid Media Massa Hukum dan Humas FKPT Wiratmadinata.

Untuk itu–Mukhlis berharap dari kegiatan ini dapat mempengaruhi pemikiran kalangan muda dalam menjaga persatuan Indonesia.

“Kita yakin aktifitas ini akan menjadikan generasi muda sebagai duta di lingkungannya sendiri, duta pencegahan Radikalisme dan Terorisme,” ujar Mukhlis.

Acara bertajuk Aksi Bnag akan menampilkan Lagu Wajib “Indonesia Harmoni” Ciptaan Komjen Pol Dr Boy Rafli Ammar, MH. []

Editor: Joe Samalanga

Hingga Akhir Juli 2022, BMA Kumpulkan Zakat dan Infak Rp 49,44 M

0
Kegiatan Penerimaan Zakat (Foto: Humas BMA)

Nukilan.id – Baitul Mal Aceh (BMA) merupakan lembaga keistimewaan dan kekhususan pada Pemerintah Aceh. Salah satu tugas utamanya adalah mengumpulkan zakat dari para muzaki dan infak dari para munfiq.

Dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan zakat dan infak tersebut, selama ini BMA gencar melakukan sosialisai zakat profesi ke lembaga vertikal dan organisasi-organisasi profesi yang berkantor di Banda Aceh.

Diantaranya dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh dan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen Aceh, BPJS Kesehatan Aceh dan Bulog Aceh. Selain itu juga dengan PT Angkasa Pura, Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia dan Bank Syariah Aceh.

“Harapannya semua organisasi dan lembaga tersebut akan menyetorkan zakat dan infaknya ke BMA. Semakin banyak zakat dan infak yang terkumpul, maka akan semakin banyak pula mustahik yang bisa dibantu,” kata Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden, Selasa (9/8/2022).

Rahmad Raden menjelaskan BMA hingga akhir Juli 2022 ini telah mengumpulkan zakat dan infak mencapai Rp49,44 miliar, yaitu dengan rician zakat sebanyak Rp35,07 miliar dan infak Rp14,36 miliar.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para muzaki yang telah menyetorkan zakatnya dan juga kepada para munfiq yang telah menyerahkan infaknya. Semoga Allah menambahkan rizkinya dan permudahkan segala urusannya,” kata Rahmad Raden.

Rahmad Raden menjelaskan zakat dan infak itu dikumpulkan dari para ASN di lingkungan pemerintah Aceh, lembaga non pemerintah Aceh/lembaga vertikal dan juga masyarakat umum lainnya.

ASN di lingkungan pemerintah Aceh, pengumpulannya melalui Bendahara Umum Aceh (BUA) di Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA). Sedangkan lembaga non pemerintah Aceh/lembaga vertikal dan masyarakat umum menyetorkannya melalui rekening penmpungan BMA atau melalui konter resmi ke kantor BMA.

Adapun rekening zakat BMA, diantaranya Bank Aceh Syariah : 61001040000095, Bank Syariah Indonesia: 7001569494 dan Bank Muamalat: 2410015978. Sedangkan rekening infak BMA, yaitu Bank Aceh Syariah : 61001040001311 dan Bank Syariah Indonesia: 8202020882.

“Semoga target penerimaan zakat dan infak pada tahun 2022 ini dapat tercapai dan terpenuhi,” pungkas Rahmad Raden. []

Hipmasil: Pedidikan dan Pariwisata Aceh Singkil Perlu Perhatian Khusus

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (Hipmasil), Deri Irawan mengatakan perlu adanya perhatian khusus dan penanganan serius dari pemerintah terhadap pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil.

Hal itu disampaikannya saat melakukan audiensi dengan Wakil Komisi III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Fadhil Rahmi di Banda Aceh, Senin (9/8/2022).

“Ini perlu diperhatikan agar kabupaten Aceh Singkil dapat melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan regilius, sehingga menciptakan SDM yang mampu bersaing hingga ke level dunia, dan dapat membangun Aceh Singkil yang lebih baik,” kata Deri dalam keterangannya kepada Nukilan.

Menurutnya, pendidikan adalah akses utama untuk melahirkan generasi emas penerus bangsa. Karena itu, Deri berharap kepada Fadhil Rahmi agar dapat menjalin kerjasama yang baik untuk membangun pendidikan yang berkualitas sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dibidangnya, sehingga kedepan dapat membangun Aceh Singkil yang lebih baik lagi.

Disisi lain, ia juga mengatakan sektor pariwisata di Kabupten Aceh Singkil cukup menjadi perhatian publik nasional, bahkan dunia. Makanya Deri meminta agar pariwisata di Aceh Singkil dapat terus dipromosikan untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung, sehingga dapat menunjang ekonomi masyarakat di Aceh Singkil.

Menanggapi hal itu, Wakil Komisi III DPD RI, Fadhil Rahmi mengatakan perlu adanya pengembangan SDM di Aceh Singkil agar dapat langsung merasakan dampak positif dari suatu perubahan khususnya di dunia pendidikan.

“Sekarang sudah ada beasiswa ke Mesir bagi santri yang memenuhi kriteria, tidak terkecuali santri dari Kabupaten Aceh Singkil juga dapat diberangkatkan dengan biaya pendidikan gratis,” kata Fadhil.

Selain itu, Anggota DPD RI asal Aceh ini menyatakan dirinya siap membantu dan berkolaborasi untuk kemajuan Kabupaten Aceh Singkil mulai dari sektor pendidikan hingga sektor pariwisata.

Reporter: Hadiansyah

Sejarah dan Tema Hari Masyarakat Adat Sedunia 2022

0
(Foto: Beautiful Indonesia UMM)

Nukilan.id – Peringatan International Day of The World’s Indigenous People atau Hari Masyarakat Adat Sedunia dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus setiap tahunnya. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi hak-hak masyarakat adat secara global.

Indonesia adalah negara yang memiliki populasi masyarakat adat tersebar. Sehingga peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia ini dapat menjadi wadah untuk memberikan penghormatan kepada masyarakat adat di seluruh nusantara.

Sejarah Hari Masyarakat Adat Sedunia

Dikutip dari situs resmi UNESCO, Hari Masyarakat Adat Sedunia ditetapkan oleh PBB dalam sidang Majelis Umum pada 23 Desember 1994. Tanggal 9 Agustus dipilih karena bertepatan dengan pertemuan pertama Kelompok Kerja PBB tentang Populasi Adat dari Sub-Komisi Tentang Promosi dan Perlindungan HAM di Jenewa pada 1982.

Kemudian juga Majelis Umum PBB menetapkan tahun 1993 sebagai Tahun Masyarakat Adat Sedunia. Kini, setiap tanggal 9 Agustus Hari Masyarakat Adat Sedunia diperingati dengan berbagai kegiatan yang memiliki tema tahunan.

“Diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Agustus. Hari Masyarakat Adat Sedunia merupakan kesempatan untuk merayakan komunitas ini dan pengetahuan mereka,” kata Direktur Jenderal UNESCO di laman resmi UNESCO seperti dilansir detikcom, Senin (9/8/2022).

Tema Hari Masyarakat Adat Sedunia 2022

Peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia tahun 2022 mengusung tema “The Role of Indigenous Women in The Preservation and Transmission of Traditional Knowledge”. Tema tersebut mengangkat isu peran perempuan adat dalam melestarikan atau mentransmisi pengetahuan tradisional dari masyarakat adat.

Dikutip dari situs resmi PBB, perempuan dari masyarakat adat masih kerap mengalami diskriminasi gender, kelas, etnis, ataupun status sosial ekonomi. Perempuan masyarakat adat masih menderita tingkat kemiskinan yang tinggi, keterbatasan akses, rendahnya tingkat pendidikan, partisipasi terbatas dalam politik, kekerasan seksual, dan kekerasan rumah tangga.

Hari Masyarakat Adat Sedunia Tahun 2022 tidak hanya mengangkat isu komunitas ada, tetapi juga fokus pada isu gender, khususnya perempuan. Dengan tema tersebut, peringatan tahun ini akan mencoba meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi hak perempuan masyarakat adat. []

Dispora Aceh: Stadion Utama PON 2024 Bertaraf Internasional

0
Kadispora Aceh, Dedy Yuswadi. (Foto: Serambinews)

Nukilan.id – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Dedy Yuswadi menyampaikan stadion utama PON XXI/2024 wilayah Aceh dibangun bertaraf Internasional dan bisa digunakan untuk atlet penyandang disablitas.

“Stadion utama yang akan kita bangun di Lahan Unsyiah II, Kawasan Neuhen, Aceh Besar akan dibangun berstandar Internasional,” kata Dedy saat Konferensi Pers di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (8/8/2022).

Dedy berharap, stadion utama PON ini bisa digunakan sebagai ajang Kompetisi Olahraga Internasional untuk atlet Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas).

“Saya harapkan nantinya stadion untuma ini bisa digunankan untuk atlet difabel atau penyandang disabilitas seperti ajang Pesta Olahraga Difabel Asia (Asian Para Games),” harapnya.

Ia menyampaikan, pihaknya bersama Dinas PUPR sudah meninjau langsung ke lapangan mencari dimana titik yang terbaik untuk pembangunan stadion utama PON 2024 wilayah Aceh.

“Beberapa hari lalu, kita sudah meninjau langsung ke lapangan bersama Pak Mawardi Kadis PUPR untuk mencari titik terbaik pembangunan stadion utama,” pungkas Dedy.

Reporter: Reji

KIP Aceh Ajukan Anggaran Rp8 Miliar untuk Verifikasi Parlok

0
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KIP Aceh, Munawarsyah. (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Komisi Indipenden Pemilihan (KIP) Aceh telah mengajukan anggaran sebesar Rp8 miliar kepada Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) untuk pembiayaan verifikasi partai politik lokal sebagai calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KIP Aceh, Munawarsyah dalam konferensi pers di Kantor KIP Aceh, Banda Aceh, Senin (8/8/2022).

“Sedangkan untuk anggaran verifikasi partai politik nasional itu sudah ada dianggarkan KPU RI,” katanya.

Munawarsyah menyatakan, KPU RI telah berkomitmen terhadap anggaran untuk membiayai verifikasi partai politik lokal di Aceh yang telah dialokasikan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kita dari awal sudah berkoordinasi dengan KPU RI agar kebutuhan kita untuk verifikasi partai politik lokal di Aceh dapat dialokasikan dan ditampung. Dan kita sudah mengusulkan sejak lama terkait besar anggaran tersebut,” ujarnya.

“Jadi komitmen itu sudah disampaikan oleh KPU RI dengan suratnya akan melakukan revisi tingkat eselon I setelah cairnya anggaran yang sedang dibicarakan oleh KPU RI dengan Menteri Keuangan,” pungkas Munawarsyah.

Reporter: Hadiansyah

Dishub Aceh: Bandara SIM Jadi Pintu Masuk Penerbangan Internasional

0
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, T Faisal. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2022, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) ditetapkan sebagai pintu masuk penerbangan Internasional.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, T Faisal dalam acara silaturrahmi Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki bersama Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan Awak Media di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (8/8/2022).

Ia menjelaskan, sebelumnya Bandara SIM sudah berstatus sebagai Bandara Internasional. Dikarenakan pandemi Covid-19 semua bandara ditutup.

“Kalau status bandaranya memang sudah internasional, cuma kemarin karena covid. Seiring intruksi Mendagri nomor 39 tahun 2022, sekarang bandara sim dibuka kembali,” jelas Faisala.

Berdasarkan Inmendagri, aturan teknis penerbangan internasional akan diatur oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, dan Lembaga terkait lainnya.

“Mudah-mudahan dalam waktu singkat semua aktivitas di bandara SIM bisa berlangsung kembali,” ujarnya.

Selain itu, Faisal menyebutkan ada tiga maskapai penerbangan yang sudah mengirimkan surat kepada Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dan Kepala Dishub, yaitu Firefly, Air Asia, dan Lion Air.

“Maskapai Lion Air untuk penerbangan Haji. Sedangkan Air Asia kami berharap tidak hanya terbang ke Kuala Lumpur. Mereka harus mengevaluasi dan memperluas jaringan penerbangan di Aceh ke luar negeri,” pungkasnya.

Reporter: Reji

Dinkes Aceh Akan Lebih Serius Tangani Stunting

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr. Hanif menyatakan Aceh menempati urutan ketiga terbanyak jumlah stunting dibandingkan dengan provinsi lain, atau sekitar 33,2 persen dari jumlah balita di Aceh mengalami stunting.

“Untuk tahun ini kita akan mencoba melakukan penanganan dengan lebih serius dalam upaya menurunkan angka stunting di Aceh,” kata dr. Hanif dalam paparannya pada acara silaturahmi Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dengan Kepala SKPA dan awak media di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Senin (8/8/2022).

Ia menyebutkan, ada beberapa program yang sudah direncanakan dan sudah dilakukan di tahun 2022 oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan. Pertama, pihaknya sudah menyiapkan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil di Aceh.

“Saat ini masih dalam proses distribusi, sampai hari ini sudah 12 Kabupaten/Kota yang telah didistribusi makanan tambahan,” terang dr. Hanif.

Untuk program tersebut, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh telah menggelontorkan anggaran lebih kurang Rp4,5 Miliar.

Kemudian, kata dia, Pemerintah Aceh juga akan melakukan program penguatan di tingkat desa, dengan membentuk tim penanganan stunting di tingkat desa bekerja sama dengan Aparat Desa, PKK, dan tim dari Puskesmas setempat.

“Dalam hal ini pihak Kementerian Kesehatan akan menggandeng Kementerian Desa dalam rangka pemanfaatan dana desa untuk percepatan penanganan stunting. Karena masyarakat desa yang paling tahu anak-anak yang mengalami stunting,” ungkap dr. Hanif.

Selain itu, Kepala Dinkes Aceh ini menyebutkan, saat ini yang sudah terdata nama-nama anak stunting di Aceh berjumlah 12.000 anak.

“Kalau kita bagi secara rata-rata dari jumlah sekitar 6000 lebih desa di Aceh, maka ada 2 anak per desa yang mengalami stunting. Menurut perhitungan kita, saat ini ada sekitar 45 persen dari jumlah anak stunting yang baru tercatat, dan masih ada 65 persen lagi yang belum tercatat di Dinkes Aceh,” sebutnya.

Karena itu, dr. Hanif menegaskan mulai saat ini pihaknya akan terus melakukan pendataan nama-nama anak stunting di Aceh.

“Kita harapkan akhir bulan Agustus ini semua data anak stunting sudah ada terkumpulkan,”

Untuk diketahui, Sekretariat untuk penanganan stunting di Aceh berada di BKKBN, dan Koordinator/Ketua percepatan penanganan stunting di Aceh sementara dijabat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah.

Reporter: Wanda

PEMA Siap Fasilitasi Investor Refinery Kelapa Sawit di KIA Ladong

0
Direktur PT. Pembangunan Aceh (PEMA) Ali Mulyagusdin

Nukilan.id – Direktur PT. Pembangunan Aceh (PEMA) Ali Mulyagusdin menyambut baik usulan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dr Teuku Raja Keumangan (TRK) yang meminta Pemerintah Aceh untuk mendatangkan investor pembangunan pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) sawit ke tanah rencong.

Menurut Ali Kawasan Industri Aceh Ladong merupakan Kawasan yang ideal untuk pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit. Saat ini kita memiliki 71 Hektar lahan yang insya allah siap membangkitkan perekonomian masyarakat Aceh.

competitive advantage atau keuntungan bagi investor bila membangun pabrik dikawasan industri aceh ladong ini selain kita siap menyediakan lahan bagi investor kawasan ini juga sangat strategis akses TOL kita dekat, akses ke bandara internasional Sultan Iskandar Muda juga tidak terlalu jauh, pelabuhan Malahayati sekitar 10 menitan, dan tentu kawasan ini sangat dekat dengan jalur perdagangan internasional Selat Malaka.

Sesuai data Kementan pada 2021, Aceh memiliki perkebunan kelapa sawit lebih kurang mencapai 495,2 ribu hektare, dan bahkan masuk dalam 10 provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terluas. Baik wilayah timur, tengah hingga barat selatan Aceh bisa mengakses lokasi ini. sehingga kita tidak perlu lagi membawa sawit kita ke medan hanya untuk dilakukan pengolahan dan ini tentu akan sangat memberikan nilai ekonomis yang baik untuk masyarakat aceh.

Dalam rencana Master Plan, core business KIA Ladong adalah penyewaan lahan, penyewaan bangunan, unit perkantoran, unit multi fungsi, unit warehouse, dan pengelolaan limbah industri.

“Nah dalam skema bisnis tersebut bisa kita lakukan penjajakan dengan para investor untuk bisa kita ikut sertakan dikawasan industri ini,” jelasnya.

PEMA sebagai Badan Usaha Milik Daerah Aceh (BUMD/BUMA) yang sahamnya 100% dimiliki Pemerintah Aceh dapat menjadi mitra strategis bagi para investor untuk bisa berinvestasi di Aceh, tujuannya tentu untuk meningkatkan pembangunan, perekonomian serta Pendapatan Asli Aceh. []

Editor: Mirzuanda