Beranda blog Halaman 1589

Pangdam IM Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan 

0

Nukilan.id – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Mohamad Hasan menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan yang berada di Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh, Rabu (17/8/2022).

Apel Kehormatan dan Renungan Suci merupakan rangkaian kegiatan dalam peringatan HUT ke-77 RI. AKRS memiliki tujuan untuk mengenang jasa dan mendoakan arwah para pahlawan bangsa yang gugur di medan perang maupun pahlawan pasca kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini dipimpin langsung oleh Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki sebagai Inspektur Upacara dan dihadiri oleh Ketua DPRA, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, para PJU Kodam IM dan PJU Polda Aceh.

Kegiatan ini diikuti pula oleh prajurit TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, Polri serta Satpol PP dan WH Aceh. Selain itu, Apel juga dihadiri oleh sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh, unsur Forkorpimda Kota Banda Aceh.

Dalam amanatnya, Pj. Gubernur Aceh menyatakan penghormatan yang sebesar-besarnya, atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan para pahlawan dalam mengabdikan diri pada perjuangan demi negara dan bangsa.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci digelar setiap tanggal 17 Agustus setiap tahun, tepat pukul 00:00 WIB. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan ikhlas dan gugur di medan tugas demi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hingga saat ini, di Taman Makam Pahlawan di Gampong Ateuk itu bersemayam 400 jasad pahlawan, yang terdiri atas Pusara Angkatan Bersenjata sebanyak 384, Pegawai Sipil 4 pusara, Pejuang Rakyat 7 pusara dan Pahlawan Tak Dikenal 5 pusara. [Wanda]

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 29 Agustus

0
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA. (Foto: Puspen Kemendagri)

Nukilan.id – Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali. Kebijakan tersebut diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 40 Tahun 2022 dan berlaku mulai 16 hingga 29 Agustus 2022. Seluruh daerah di wilayah Jawa-Bali berstatus PPKM Level 1.

Dalam keterangannya pada Selasa (16/8/2022), Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA mengatakan, saat ini kondisi pandemi Covid-19 masih relatif terkendali, terutama jika dibandingkan puncak Delta atau Omicron. Selain itu, angka positivity rate nasional Jawa-Bali saat ini menunjukkan tren menurun.

Namun demikian, untuk tetap menjaga situasi, pemerintah memutuskan kembali memperpanjang PPKM. Hal ini dilakukan supaya masyarakat dan semua pihak tetap waspada agar situasi Covid-19 tetap terkendali. Penetapan Level 1 pada seluruh wilayah Jawa-Bali juga berdasarkan pertimbangan dan masukan dari para pakar serta kondisi faktual di lapangan.

Di lain sisi, meski berdasarkan hasil sero survei diketahui mayoritas masyarakat telah memiliki antibodi, masyarakat diminta tetap melaksanakan vaksinasi booster. Hal ini diperlukan untuk membentuk antibodi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, vaksinasi booster harus terus dipercepat, begitu pula dengan aplikasi PeduliLindungi yang perlu terus digunakan sebagai salah satu upaya tracing.

Safrizal menekankan pentingnya pemerintah daerah (Pemda) untuk terus mengakselerasi program vaksinasi, khususnya bagi dosis ketiga. Upaya ini penting dilakukan agar vaksinasi booster mencapai lebih dari 50 persen dari total sasaran di tiap provinsi.

“Kami terus menyampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan di daerah baik dari pemerintah, TNI/Polri, ataupun pihak-pihak lainnya untuk terus menjalin kerja sama, baik dalam meningkatkan capaian vaksinasi khususnya untuk dosis booster, agar efektif meningkatkan kembali kekebalan masyarakat yang mulai menurun. Selain itu, pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi di area-area publik juga harus tetap dilakukan,” ujarnya. []

Demokrat Aceh Besar Jenguk Bocah Penderita Bocor Jantung di Kuta Baro

0
Ketua DPC Demokrat Aceh Besar, Zarwatun Niam saat menjenguk M. Nafis Almaulidi, anak penderita bocon jantun di Gampong Gue, Kuta Baro, Aceh Besar, Selasa (16/8/2022). Foto: Ist.

Nukilan.id – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Aceh Besar, Zarwatun Niam beserta rombongan mengunjungi rumah M. Nafis Almaulidi (2) bocah penderita bocor jantung di Gampong Gue, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (16/8/2022).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjenguk dan memberikan semangat kepada M. Nafis sekaligus bersilaturahmi dengan keluarganya.

 

Dalam kunjungannya, Zarwatun Niam mengatakan, pihaknya berniat membantu M. Nafis yang nantinya akan difasilitasi oleh Anggota DPR-RI yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya untuk berobat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

“Kita punya niat untuk membantu. Inyallah nantinya akan difasilitasi oleh Bapak Teuku Riefky untuk berobat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta,” kata Politisi Muda Partai Demokrat itu.

Anggota Komisi I DPRK Aceh Besar itu berharap kepada seluruh masyarakat Aceh, khususnya Aceh Besar untuk dapat mendoakan kesembuhan M. Nafis, dan kepada pihak dermawan lainnya juga bisa membantu dan meringankan beban keluarga kurang mampu tersebut.

Sementara itu, Muhammad Fitiri, ayah M. Nafis Almaulidi mengucapkan ribuan terima kasih kepada Zarwatun Niam yang telah meluangkan waktu untuk menjenguk anaknya.

“Saya dan keluarga juga sangat berterima kasih kepada Bapak Teuku Riefky Harsya yang telah peduli dan ingin membantu anak saya untuk berobat ke Jakarta,” ucap Muhammad Fitri saat dihubungi Nukilan.

Ia berharap semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk anaknya agar bisa cepat pulih dari sakit yang diderita selama ini.

“Semoga Allah berikan yang terbaik, karena memang saya tidak punya uang sedikitpun untuk biaya pengobatannya,” pungkas Muhammad Fitri. [Wanda]

Basarnas Banda Aceh Minta Pengelola Wisata Pantai Pasang Rambu Peringatan

0
Ilustrasi rambu peringatan di pantai. (Foto: Pacitanku)

Nukilan.id –  Basarnas Banda Aceh meminta pengelola objek wisata khususnya wisata pantai di Aceh untuk memasang rambu peringatan di area yang rawan dan beresiko terhadap pengunjung.

Hal itu disampaikan Kepala Basarnas Aceh Ibnu Harris Al Hussain, dalam keterangannya kepada Nukilan, Selasa (16/8/2022).

“Imbauan tersebut karena banyak musibah yang terjadi di kawasan objek-objek wisata khususnya wisata pantai dalam beberapa hari yang lalu,” katanya.

Selain itu, Ibnu Harris juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh agar menjaga keselamatan diri dan keluaraga saat beraktivitas di tempat-tempat wisata khususnya wisata pantai.

“Hal tersebut dikarenakan banyaknya musibah yang terjadi di pantai akibat kelalaian pihak pengunjung dan juga kurangnya himbauan serta rambu-rambu peringatan,” tegas Kepala Basarnas Banda Aceh.

Ia berharap ada regulasi dari pihak-pihak terkait tentang tempat tempat wisata terutama dari sisi keselamatan, salah satunya membentuk petugas pengamanan objek wisata, Basarnas sendiri siap melatih petugas tersebut.

Perlu diketahui, Basarnas Banda Aceh telah menangani 27 musibah membahayakan jiwa manusia (Orang tenggelam, Orang hilang gunung/ hutan, dan evakuasi korban) di seluruh wilayah kerja Basarnas Banda Aceh.

Sementara untuk wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar terdapat 5 kasus orang teggelam dan 1 kasus evakuasi medis hal tersebut terjadi selama periode januari hingga Agustus 2022, ada beberapa kasus yang tidak masuk dalam laporan penanganan Basarnas Banda Aceh karna korban telah selesai di evakuasi.

Reporter: Reji

Muzakir Manaf: Tak Lama Lagi Bendera Aceh Berkibar

0
(Foto: Humas Polda Aceh)

Nukilan.id – Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) H. Muzakir Manaf menyatakan bendera bulan bintang akan segera berkibar di seluruh Aceh pada 4 Desember mendatang.

“Insya Allah tidak lama lagi, tidak ada keributan lagi mungkin bendera akan naik pada 4 Desember. Dan ini sudah kami pikirkan untuk bisa segera berkibar di Aceh,” kata Muzakir Manaf pada acara peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-17 tahun di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Senin (15/82022).

Ia menyebutkan, informasi terkait pengibaran bendera Aceh ini disampaikan Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani yang seharusnya mengikuti perayaan Hari Damai Aceh ke-17 tahun di Banda Aceh. Namun, Ahmad Muzani tidak dapat hadir karena sakit.

“Seharusnya Wakil MPR yang sampaikan itu, namun beliau sedang kurang sehat sehingga tidak bisa hadir di acara hari damai Aceh ini,” kata Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem itu.

Karena itu, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) itu mengatakan dalam waktu dekat semua halaman perkantoran di Aceh akan terpasang dua tiang bendera, yaitu untuk bendera Merah Putih dan bendera Bulan Bintang.

“Mulai saat ini semua kantor sudah dapat menyediakan dua tiang, satu panjang dan satu pendek,” ujar Mualem.

“Insyallah dalam waktu dekat ini semua aman dan damai, perdamiaan di aceh akan kekal selama-lamanya,” pungkasnya.

Reporter: Reji

Gepeuaman Bagian Dari Komitmen Nasional untuk Mensejahterakan Rakyat

0
Staf Pengajar Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ir. Muyassir, MP. (Foto: fsd.unsyiah.ac.id)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh telah meluncurkan Program Gerakan Produktivitas Lahan Sawah Pra Tanam (Gepeuaman) sebagai salah satu upaya peningkatan produktivitas lahan sawah.

Program kegiatan yang mulai diluncurkan pada Selasa, 14 September 2021 lalu di Gampong Jumphoih Adan, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie ini dapat menjadi harapan sekaligus tantangan dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan di Aceh.

Baca juga: Program Gepeuaman Distanbun Aceh Jamin Hemat Biaya dan Produksi Meningkat

Menurut Staf Pengajar Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ir. Muyassir, MP, bahwa program Gepeuaman termasuk dalam bagian komitmen global Sustainable Development Goals (SDGs) dan nasional dalam upaya mensejahterakan rakyat.

“Sekurang-kurangnya terdapat 4 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau SDGs dalam Gepeuaman yaitu, Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta Penanganan Perubahan Iklim,” sebut Dr. Muyassir.

Ia menilai program ini hakikatnya berprinsip pada budidaya pertanian berkelanjutan yang merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan yang telah disetujui sebagai politik pembangunan nasional oleh semua negara di dunia.

Baca juga: Gepeuaman: Kembalikan Kesuburan Sawah dengan Pupuk Organik

Gepeuaman merupakan teknik atau metode pengelolaan lahan sawah sebelum penanaman. Teknik dan metoda dimaksud setidak-tidaknya harus memenuhi empat kriteria utama yaitu: teknologi tersebut adalah mudah dan praktis dalam aplikasinya di lapangan, dapat menekan biaya produksi pertanian, dapat meningkatkan produktivitas tanaman, serta mencegah degradasi lahan dan lingkungan dalam jangka panjang.

Karena itu, Dr. Muyassir berharap sebaiknya program Gepeuaman ini dapat menjadi tujuan bersama antara elemen masyarakat di Provinsi Aceh, dengan demikian akan timbul kekuatan yang dapat mendorong Gepeuaman mencapai harapan trend produktivitas padi kembali meningkat dan berkelanjutan di Aceh.

Baca juga: Akademisi USK Sebut Program Gepeuaman Bisa Jadi Konsep Pertanian Berkelanjutan

“Pemerintah Aceh melalui kekuatan politik, petani dan masyarakat melalui kekuatan sosial serta pengusaha melalui kekuatan ekonominya, besar harapan Gepeuaman akan mampu merubah tantangan dan menjadikannya sebagai peluang untuk mencapai empat dari 17 tujuan TPB atau SDGs di Aceh,” pungkasnya. [Wanda]

Achmad Marzuki: Mari Bersama-Sama Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

0
Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki, memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Damai Aceh ke-17 yang digelar di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Senin (15/8/2022). Foto: Humprov.

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki, mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan Aceh demi kesejahteraan masyarakat, karena mensejahterakan masyarakat hanya bisa diwujudkan jika dilakukan secara bersama-sama.

Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur Aceh, dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Damai Aceh ke-17 tahun 2022, yang dipusatkan di Taman Ratu Safiatuddin, Senin (15/8/2022).

“Pembangunan Aceh yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat hanya bisa diwujudkan jika dilakukan secara bersama-sama. Karena itu, mari kita hapus ego sektoral dan secara bersama-sama bekerja demi mewujudkan pembangunan Aceh yang berimbas positif bagi masyarakat,” ujar Pj Gubernur.

“Ada stigma yang menyebutkan bahwa Aceh tidak aman, padahal bersama kita ketahui bahwa Aceh adalah daerah yang aman. Mari kita hapus stigma itu, agar masyarakat luar mengetahui bahwa Aceh adalah daerah yang aman untuk dikunjungi,” imbuh Achmad Marzuki.

Senada dengan Pj Gubernur Aceh, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni, dalam sambutannya juga mengajak semua pihak untuk bersinergi bersama dalam membangun Aceh.

“Saya sepakat dengan Pj Gubernur Aceh, mari kita bangun Aceh secara bersama, menghapus sekat ego sektoral. Hanya dengan gerak bersama, maka pembangunan yang kita selenggarakan dalam upaya menghadirkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” ujar Raja Juli Antoni.

“Selamat memperingati Hari Damai Aceh, semoga perdamaian di Aceh abadi dan Aceh mampu hadir sebagai suatu daerah yang maju dan masyarakatnya sejahtera,” imbuh Raja Juli.

Sementara itu, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Muzakir Manaf, dalam sambutannya mengajak seluruh putra-putri Aceh yang masih berada di luar Aceh, untuk kembali ke Aceh dan bersama membangun Aceh.

“Saya mengajak kepada putra-putri Aceh yang masih berada di luar Aceh, mari pulang ke Aceh. Berikan sumbangsih terbaik untuk membangun Aceh bersama,” imbau pria yang akrab disapa Mualem itu.

Sementara itu, Paduka Yang Mulia (PYM) Malik Mahmud Al-Haytar, dalam sambutannya berpesan agar seluruh jajaran di Pemerintah Aceh dapat menjalankan pemerintahan yang bersih dan berkeadilan. Serta selalu mengimplementasikan butir-butir MoU Helsinki

“Perdamaian Aceh bukanlah akhir dari perjuangan tapi awal dari peralihan perjuangan. Dari perjuangan bersenjata kepada perjuangan diplomasi dan perjuangan politik,” kata Wali Nanggroe.

Malik Mahmud menegaskan, bahwa damai belum dirasa cukup jika kehidupan ekonomi Aceh masih bergantung pada APBN dan APBA.

“Oleh karena itu, sangat penting melibatkan masyarakat dunia usaha di luar Aceh, agar lapangan kerja terbuka secara luas yang akan berimbas positif bagi pembangunan dan upaya menurunkan angka kemiskinan di Bumi Serambi Mekah,” imbuh Wali Nanggroe.

Wali Nanggroe meyakini, dengan niat yang tulus, ikhlas dan dukungan yang kuat dari semua pihak, serta mengesampingkan ego sektoral serta menghindarkan diri dari perilaku korup, maka Aceh akan bangkit menjadi daerah yang aman, maju dan makmur.

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe mengungkapkan, perdamaian Aceh telah dirangkai oleh Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid, di Jenewa Swiss dan dilanjutkan oleh Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, di Helsinki Finlandia.

“Saya berharap, di masa Pemerintahan Presiden RI ke-7 Bapak Joko Widodo, seluruh butir MoU Helsinki serta sejumlah permasalahan Aceh lainnya dapat segera dituntaskan dan diimplementasikan,” kata Wali Nanggroe. []

Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Riau Diresmikan

0

Nukilan.id – Kapolda Riau Irjen Iqbal secara resmi meluncurkan Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Provinsi Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin, 15 Agustus 2022.

Dalam sambutannya, Irjen Iqbal mengatakan, keberadaan Rumah Kebangsaan Cipayung Plus di Riau lahir usai dirinya berdiskusi dengan kelompok Cipayung Plus di Riau, usai hadirnya Rumah Kebangsaan Cipayung Plus di Jakarta.

Hasil diskusi tersebut pun disampaikan ke Gubernur Riau, Syamsuar. Gayung bersambut, Gubernur pun menyetujui tak hanya dengan memberikan izin, melainkan melihat sustansi rumah kebangsaan.

“Beliau (Gubernur) paham betul posisioning pak Gubernur tentang menjadi suatu seorang kepala daerah bukan hanya kemajuan ekonomi tetapi jugak seluruh aspek yang beliau harus pikirkan kemajuan ekonomi, keamanan, pertahanan, persatuan dan kesatuan kita paham bahwa negri ini negri yang sangat luar biasa,” kata Iqbal.

Iqbal menyadari bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman, mulai dari budaya, agama, adat istiadat hingga kuliner. Hal tersebut merupakan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang tak dimiliki negara lain.

“Apabila kita tidak bisa mengelola keberagaman ini kekayaan ini dapat menjadi polarisasi menjadi suatu bencana. Apalagi ke depan bonus demografi yang ada di republik ini sangat luar biasa pemuda pemuda yang sangat luar biasa maupun yang berenergi seakan tidak pernah putus tidak pernah habis,” katanya.

Oleh karena itu, untuk menjawab keberagaman dan tantangan oleh laju masa yaitu persatuan dan kesatuan bangsa, kata Iqbal, tepatlah gagasan Presiden Jokowi mengenai cipayung plus dan juga dimotori oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menginisiasi rumah kebangsaan, yang diisi dan dimotori oleh cipayung plus yang ada di seluruh Indonesia.

“Allhamdulillah hari ini kita diijabah doa nya oleh Allah SWT. Hari ini semoga hari baik kita akan melauncing rumah kebangsaan cipayung plus provinsi Riau,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada kelompok Cipayung Plus untuk mengisi Rumah Kebangsaan ini dengan kegiatan yang positif demi kemajuan bangsa dan negara. Selain itu, kelompok Cipayung Plus juga diminta untuk menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), dengan berkolaborasi dengan Forkopimda Provinsi Riau.

“Adik-adik harus memberikan kontribusi positif bagi seluruh masyarakat Provinsi Riau,” kata dia.

Sementara itu Gubernur Riau, Syamsuar mengucapkan terima kasih kepada kelompok Cipayung Plus yang mewujudkan lahirnya Rumah Kebangsaan. Menurutnya, munculnya Rumah Kebangsaan ini untuk meningkatkan rasa kebangsaan, kebersamaan, dan komitmen agar senantiasa memelihara kesatuan persatuan bangsa dan memelihara Provinsi Riau ini agar kondusif.

“Semua negara memiliki masalah yaitu masalah kekurangan energi, kekurangan pangan, kekurangan lingkungan dan masalah masalah lainnya. Tentulah kami mendukung adanya rumah kebangsaan dan ini menjadi tempat diskusi para pemuda harapan bangsa maupun semua kelompok. Tentunya dengan semangat ini lah kami mendukung dan sekaligus dapat senantiasa memelihara kerukunan kebersamaan termasuk meningkatkan rasa persatuan bangsa agar kita bisa maju, kita akan menghadapi indonesia emas dan adik-adik harus menyiapkan diri utuk siap memimpin bangsa Indonesia,” katanya.

Di samping itu, Ketua PMII Riau-Kepri Abdul Rouf mengapresiasi Forkopimda Provinsi Riau yang telah meresmikan Rumah Kabangsaan. Menurutnya, hadirnya Rumah Kebangsaan ini menjadi barometer pergerakan ataupun himpunan ataupun gerak perhimpunan ataupun seluruhnya bahwa provinsi Riau yang menurut data disampaikan bahwa tingkat keharmonisannya, kerukunan antar umat beragama, keharmonisan antar suku, dan ras yang kurang bisa dipatahkan.

“Bahwa yang pertama kali melaksanakan rumah kebangsaan adalah Provinsi Riau. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar bersama untuk memajukan Riau khususnya serta Indonesia pada umumnya menjadi Garda terdepan,” katanya.

Kapolda Aceh Hadiri Festival Merah Putih Krueng Aceh Kodam IM

0

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar menghadiri gelaran festival Merah Putih Krueng Aceh yang dilaksanakan Kodam Iskandar Muda (IM) di Bantaran Sungai Krueng Aceh, Kota Banda Aceh, Senin, 15 Agustus 2022.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy menyampaikan, festival Merah Putih Krueng Aceh yang digelar Kodam IM merupakan salah satu bentuk perayaan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI.

Festival tersebut terdiri lomba dayung perahu karet, lomba perahu hias, lomba tangkap bebek, dan lomba fotografi.

“Ada beberapa lomba menarik dalam festival Merah Putih Krueng Aceh dan memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah,” sebut Winardy, melalui keterangan tertulisnya, Senin, 15 Agustus 2022.

Semoga setiap kegiatan perayaan HUT Kemerdekan tahun 2022 akan menambah kebanggaan kita terhadap negara dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

Semarakkan HUT ke-77 RI, Kodam IM Gelar Festival Merah Putih Krueng Aceh

0

Nukilan.id – Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia tahun 2022 kali ini disambut meriah oleh masyarakat Aceh, dengan digelarnya “Festival Merah Putih Krueng Aceh” oleh Kodam Iskandar Muda, Senin 15 Agustus 2022.

Dalam kegiatan tersebut diselenggarakan berbagai kegiatan yang menarik perhatian masyarakat Aceh antara lain lomba menangkap bebek, lomba dayung perahu karet, lomba perahu hias dan juga lomba fotografi. Acara semakin meriah dengan ditampilkannya atraksi jetski yang dilakukan oleh personel Kodam IM.

Dalam sambutannya, Pangdam IM Mayjen TNI Mohamad Hasan mengatakan bahwa kegiatan hari ini dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-77 RI, yang sekaligus untuk memperingati hari Perdamaian Aceh yang ke-17 tahun, agar dapat memberikan semangat kepada seluruh masyarakat Aceh.

“Kegiatan ini bisa menjadi media untuk mempererat silahturahmi dan sebagai wujud kebersamaan semua pihak, karena dalam membangun Aceh, kita harus berdampingan tidak ada lagi berhadap-hadapan, demi mewujudkan Aceh yang lebih damai dan sejahtera”, jelas Pangdam.

Para penonton tampak antusias menyemangati para peserta lomba dayung perahu karet yang diikuti oleh 20 tim dari unsur TNI, Polri, Basarnas Banda Aceh, Satpol PP dan WH Banda Aceh, Dinas Damkar Banda Aceh, Univ. Syiah Kuala (USK) dan Univ. Serambi Mekah.

Demikian pula saat puluhan perahu hias yang diikuti 18 tim dari unsur TNI dan Polri serta 21 tim dari instansi sipil dan pemerintahan, dengan penampilannya yang memukau melintas di hadapan penonton, langsung menjadi pusat perhatian masyarakat yang menonton di sepanjang sungai Krueng Aceh.

Selain Pangdam IM, dalam acara yang disaksikan oleh ribuan masyarakat Aceh tersebut juga dihadiri oleh Wali Nanggroe, Kapolda, Kajati, yang mewakili Pj. Gubernur Aceh, Kabinda, dan para pejabat pejabat Forkopimda Prov. Aceh maupun Kota Banda Aceh, para Rektor, dan para pimpinan instansi sipil dan pemerintahan. []