Beranda blog Halaman 1576

Pulangkan Anak Bocor Jantung, Teuku Riefky Harsya Komit Bantu Masyarakat Aceh

0
Anggota DPR-RI, Teuku Riefky Harsya (tengah) didamping Tenaga Ahli, Aidil Mashendra (kiri) saat mengantar kepulangan anak penderita bocor jantung bersama keluarga di Jakarta, Minggu (28/8) 2022).

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh Teuku Riefky Harsya (TRH) kembali pulangkan dua anak penderita bocor jantung setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

Mereka tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) pada Minggu, (28/8/2022) pukul 10.45 WIB, didampingi Tenaga Ahli TRH, Aidil Mashendra.

Cahaya Permata yang akrab disapa Tata (14) merupakan warga gampong Punge Blang Cut, Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Ia menderita penyakit kelainan pada pembuluh darah serta ada cairan pada jantung. Sedangkan Mauza Dilara (1,4) warga gampong Lhok Buya, Calang, Kabupaten Aceh Jaya ini menderita penyakit bocor jantung.

Aidil mengatakan, empat bulan lalu kedua pasien tersebut dibawa ke Jakarta untuk menjalani operasi dan pengobatan di Rumah Sakit Harapan Kita.

“Alhamdulillah hari ini, Bapak Teuku Riefky Harsya telah pulangkan 2 orang pasien bocor jantung yang telah difasilitasi untuk menjalani operasi dan pengobatan selama di Jakarta,” ucap Aidil kepada Nukilan.

Ia menyampaikan, TRH terus berkomitmen untuk membantu masyarakat Aceh kurang mampu yang ingin menjalani pengobatan di Jakarta.

“Hingga hari ini sebanyak 13 pasien bocor jantung telah menyelesaikan pengobatan di Jakarta yang difasilitasi dan dibantu oleh Bapak Teuku Riefky,” ujar Aidil.

Lebih lanjut, kata Aidil, setelah pemulangan kedua pasien itu, TRH akan kembali menfasilitasi dua pasien yang sudah antri untuk menjalani pengobatan di Jakarta.

“Kami sudah mendata dua orang untuk dibawa ke Jakarta yaitu Muhammad Nafis Almaulidi (2) asal Aceh Besar dan Tazkia (12) dari Aceh Barat Daya,” sebutnya.

Sesuai perintah Teuku Riefky, kata Aidil, kedua orang tersebut akan diberangkatkan ke Jakarta pada awal bulan September mendatang.

“Kita akan berangkatkan mereka awal bulan september, saya akan jemput langsung ke Abdya dan Aceh Besar, begitu perintah pak Teuku Riefky kepada kami,” pungkas Aidil.

Reporter: Reji

Sidak RSUDZA, Komisi V Temukan Plafon Bocor Hingga AC Rusak

0

Nukilan.id – Sejumlah pendingin ruangan atau air conditioner (AC) di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh rusak dan belum diperbaiki. Atap rumah sakit plat merah tersebut juga terlihat bocor di beberapa titik yang dinilai mengganggu pelayanan kesehatan di tempat itu.

Temuan ini diketahui setelah adanya inspeksi mendadak yang dilakukan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Sabtu, 27 Agustus 2022. Kondisi AC rusak itu bahkan sudah berjalan 1,5 tahun dan belum kunjung diperbaiki oleh pihak manajemen.

“Kerusakan sudah 1,5 tahun belum juga diperbaiki,” kata Ketua Komisi V DPR Aceh, M Rizal Falevi Kirani saat melakukan sidak bersama sejumlah anggota komisi yang membidangi masalah kesehatan.

Komisi V akan segera memanggil manajemen RSUDZA untuk mempertanyakan kapan AC yang rusak dan atap bocor tersebut diperbaiki. Apalagi sudah beberapa kali sidak yang dilakukan Komisi V DPR Aceh mendapati temuan serupa.

“Ini peringatan keras kepada pihak manajemen untuk segera diperbaiki, kita akan panggil pihak manajemen,” katanya. []

Abuya Syekh H Amran Waly ajak Masyarakat Berzikir untuk Bangsa di Masjid Raya Baiturrahman

0

Nukilan.id – Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) Aceh menggelar Zikir Akbar Rateb Siribee di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu 28 Agustus 2022.

Kegiatan Zikir Akbar Rateb Siribee tersebut mengusung tema “Bangun Untuk Allah” mengajak seluruh lapisan masyrakat Aceh berzikir untuk bangsa di momen Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.

Ketua Koordinator Rateb Siribee, Tgk Syukri Pango mengatakan, ikut hadir pada acara tersebut penggagas rateb siribee Abuya Syeck H. Amran Waly Al-Khalidi pada malam senin ini untuk mengisi kajian tauhid tasawuf dan zikir akbar rateb seribee untuk bangsa dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan.

Tgk Syukri menjelaskan, tujuan pengajian tauhid tasawuf untuk mempelajari dan meningkatkan ketauhidan dalam bertauhid mulai dari tauhid akidah, tauhid tasawuf dan tauhid sufi. Ilmu ini diangkat kembali oleh pendiri MPTTI Abuya Syeck H. Amran Waly Al-Khalidi.

Lebih lanjut kata Tgk Syukri, masyarakat se-Aceh maupun luar negeri sangat antusias mengikuti pengajian tauhid tasawuf dan rateb seribee tersebut. Setelah di Masjid Raya Abuya juga akan melaksanakan Safari dakwah di beberapa kawasan di Malaysia yaitu Kuala Lumpur Selangor, Malaka, Batu Pahat.

Ia menyampaikan, kegiatan Rateb Seribee di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sudah berlangsung selama 5 tahun. Namun sempat terhenti karena covid-19 melanda.

Sementara itu, Ketua Umum MPTT-I Pusat, Abi Sahal Tastari mengajak seluruh masyarakat aceh untuk berzikir kepada Allah, sebab zikir adalah sebagai pembuka pintu hadhrat agar kita dapat menjadi insan yang paripurna merdeka dari kebudakan hawa dan cinta dunia yang membawa kepada kebinasaan dan kehancuran.

Kemerdekaan yang hakiki adalah merdeka dari kebodohan, kemalasan, kenafiqan,& kesyirikan agar dapat hidup bersama Allah dalam meniti kehidupan.

MPTT-I Aceh juga mengundang Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Pj Walikota Banda Aceh, Kajati Aceh, Pangdam IM, Polda Aceh,  MPU Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry, Imam besar Masjid raya Baiturrahman dan ribuan jamaah dari berbagai daerah Kabupaten/Kota.

“Besar harapan kita kegiatan seperti ini terus mendapat dukungan dari pemerintah agar Aceh terus damai, tenteram dan terus membangun,” tambah koordinator lapangan Pak ilyas yang akrab di sapa Abu Mayor.

Reporter: Reji

DPRA Minta Jusuf Kalla Kembalikan Jabatan Ketua PMI Banda Aceh Ke Dedi Sumardi Nurdin

0

Nukilan.id – Teka-teki isu dugaan penjualan darah yang dilakukan oleh ketua PMI Banda Aceh saat itu ke UDD PMI Kabupaten Tangerang yang berujung kepada Pembekuan Dedi Sumardi Nurdin sebagai Ketua PMI Banda Aceh terjawab sudah.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim Kompol M Ryan Citra Yudha, SIK dalam Konferensi Pers mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kasus tersebut selama empat bulan terakhir.

Dari hasil penyelidikan tersebut kata Ryan, pihaknya tidak menemukan adanya indikasi perbuatan melawan hukum atau tindak pidana dalam kasus tersebut.

Setidaknya ada 32 orang saksi yang diperiksa oleh penyidik Polresta Banda Aceh secara maraton, baru kemudian disimpulkan tidak adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Dedi Sumardi Nurdin.

Dengan di publikasinya hasil penyelidikan oleh polisi selama ini, maka terjawab semua keresahan masyarakat Aceh terkait issu penjualan darah itu tidak benar adanya alias tidak ada transaksi jual beli darah.

Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh Sulaiman SE yang juga tokoh masyarakat Aceh Besar meminta kepada Ketua Umum PMI Pusat HM Jusuf Kalla agar mengembalikan jabatan ketua PMI Banda Aceh kepad Dedi Sumardi Nurdin.

“saya berharap agar pak JK mengembalikan jabatan ketua PMI Banda Aceh kepada adinda Dedi. Semua sudah jelas, apa yang dituding selama ini terkait dugaan penjualan darah sudah terjawab, bahwa tidak ada praktik jual beli darah, maka pak JK perlu segera mengeluarkan surat pengembalian jabatan ketua PMI Aceh kepada Dedi Sumardi,” ujar Sulaiman SE.

Penyerahan kembali jabatan ketua PMI Kota Banda Aceh kepada Dedi Sumardi Nurdin juga bentuk dari pemulihan nama baik Dedi Sumardi.

“Polisi sudah bekerja maksimal, dari segala lini polisi sudah bekerja, namun polisi tidak menemukan adanya pelanggaran hukum pada kasus tersebut sehingga penyelidikan kasus dugaan jual beli darah dihentikan. Maka sudah sangat wajar Pak JK memulihkan nama baik Dedi Sumardi dengan menunjuk kembali dia sebagai Ketua PMI Banda Aceh,” pungkas Politisi Partai Aceh ini.

Dengan dikembalikan jabatan ketua PMI Kota Banda Aceh kepada Dedi Sumardi Nurdin adalah salah satu bentuk pembuktian kepada publik bahwa PMI tidak melakukan hal hal yang dilarang dalam undang undang.

“Dengan kembalinya jabatan itu kepada Dedi, sama halnya mengembalikan kepercayaan publik kepada lembaga PMI yang selama ini mungkin sudah tergesek akibat issu dugaan jual beli darah ke Tangerang,” tutupnya. [Wanda]

FORSIAR Gelar Silaturrahmi dan Peusijuek Rektor UIN Ar-Raniry 

0
Ulama Aceh Abu Athaillah Ishaq, Pimpinan Dayah Ulee Titi saat melakukan prosesi peusijuek Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh di SMAN 1 Sukamakmur, Aceh Besar, Sabtu (27/8/2022).

Nukilan.id – Forum Silaturrahmi Aceh Rayeuk (FORSIAR) mengadakan acara silaturrahmi dan peusijuek Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh periode 2022-2026, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag di SMAN 1 Sukamakmur, Aceh Besar, Sabtu (27/8/2022).

Acara ini mengusung tema “Dengan Semangat Silaturrahmi dan Peusijuk Rektor UIN Ar-Raniry, Mari Perkuat Energi Kebangsaan, Bersinergi Membangun Negeri”.

Pada prosesi peusijuek Rektor UIN Ar-Raniry ini dilakukan oleh 3 Tokoh, diawali Ulama Aceh, Tgk. H. Abu Athaillah Ishaq yang juga Pimpinan Dayah Ulee Titi, kemudian dilanjutkan oleh perwakilan tokoh Aceh Prof. Dr. Ir. Marwan yang juga Rektor Universitas Syaiah Kuala (USK) dan terakhir Tokoh Nasional asal Sibreh Aceh Besar, Drs. H. Malek Raden.

Drs. H. Malek Raden saat melakukan peusijuek Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M. Ag di SMAN 1 Sukamakmur, Sabtu (27/8/2022)

Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto mengucapkan selamat kepada Prof. Mujiburrahman yang telah dipilih dan dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry periode 2022-2026. Ia juga mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Ir. Marwan yang sudah dilantik menjadi Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) pada Maret 2022 lalu, dan keduanya adalah putra asli Aceh Besar.

“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengucapkan selamat kepada abangda kami Prof Mujib, begitu juga kepada Prof Marwan. Alhamdulillah sebelum orang-orang hebat ini dipilih dan dilantik, saya bersyukur sekali sudah mengenal dan menjalin komunikasi baik dengan keduanya,” ucap Iswanto.

Kata dia, sudah seharusnya masyarakat Aceh Besar bersyukur karena tokoh Kabupaten Aceh Besar telah mendapat kesempatan untuk berkhidmat memajukan UIN Ar-Raniry menjadi lebih baik lagi.

“Jadi hari ini orang yang paling berbahagia terhadap terpilihnya dan dilantiknya dua guru besar sebagai Rektor di USK dan UIN Ar-Raniry secara pribadi adalah saya,” ungkapnya.

Karena itu, Iswanto menyatakan pihaknya akan terus menjalin komunikasi yang baik dan mempererat silaturrahmi dengan Rektor UIN Ar-Raniry dan USK sebagai upaya dalam memajukan Kabupaten Aceh Besar.

Prof. Dr. Ir. Marwan saat melakukan prosesi peusijuek Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M. Ag di SMAN 1 Sukamakmur, Aceh Besar, Sabtu (27/8/2022).

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry yang baru dilantik, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas penghargaan dan kehormatan yang diberikan kepadanya hari ini, dengan melakukan prosesi peusijuek sebagai tradisi adat dalam masyarakat Aceh.

“Acara peusijuek yang dilakukan atas inisiatif FORSIAR dibantu Formasi dan IPPS ini adalah suatu kehormatan dan kemuliaan bagi kami. Tidak ada kata yang dapat kami sampaikan selain ucapan terima kasih setinggi-tingginya atas usaha, dedikasi dan kebersamaan yang dilakukan panitia, dan masyarakat Aceh Rayeuk, khususnya seluruh masyarakat sibreh,” ucapnya.

Kemudian, Prof Mujib mengatakan, dirinya merasa berat memegang amanah untuk memimpin Universitas Jantong Hate Rakyat Aceh ini. Karena itu, ia meminta nasehat dan dukungan dari semua pihak dan para pendahulu agar amanah yang diemban ini bisa dijalankan dengan baik.

“Ini takdir dan wasilah diberikan kepada saya, mau tidak mau saya akan menjalankan amanah ini dengan baik. Tentunya dengan nasehat dan bantuan dari orang tua kami semua. Insha Allah amanah ini sanggup kami bawa sesuai dengan kehendak ridha Allah SWT,” ujarnya.

Melakukan sesi foto bersama usai melakukan prosesi peusijuek Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Ia menyebutkan, dirinya siap menerima kritik dan masukan dari siapapun, karena lembaga UIN Ar-Raniry ini bukan hanya milik masyarakat Aceh Rayeuk, tapi lembaga ini adalah miliki seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia secara umumnya.

“Jadi, jangan segan-segan menegurkan kami, menasehati kami jika kami sudah salah jalan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab ini. Dan kami minta semua pihak untuk terus memberikan dukungan dan do’a agar kami tidak salah langkah dalam menjalankan amanah ini,” harap Prof Mujib.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Yusran Asnawi menyampaikan, bahwa acara silaturrahmi dan peusijuek ini merupakan tradisi FORSIAR, mulai dari Wali Nanggroe hingga Anggota Dewan, dan semua jabatan selevel itu akan dipeusijuek oleh FORSIAR.

“Jadi ini bukan sebuah pesta, bukan euforia, dan bukan juga untuk tunjukkan kepada orang bahwa kita telah menang. Prof Mujib sendiri telah menyatakan dalam pidato pertamanya bahwa ini kemenangan bersama,” tegas Yusran.

Ia berharap generasi muda paham bahwa FORSIAR itu bukan Aceh Besar, tapi Aceh Rayeuk. Dan tujuan dibuat acara seperti ini agar mereka paham bahwa Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang itu berasal dari Aceh Rayeuk, jadi sebelum daerah lain melakukan pemekaran, Aceh Rayeuk sudah duluan melakukan pemekaran.

“Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada donatur hamba Allah, Tim Formasi, dan IPPS, ini adalah panitia lokal, tanpa mereka mungkin kita tidak bisa membuat acara seperti ini. Berterima kasih juga kepada kepala sekolah, dewan guru dan para siswa SMAN 1 Sukamakmur,” ucap Yusran.

Acara tersebut diakhiri dengan tausiyah agama dan doa yang disampaikan oleh Ustadz. H. Masrul Aidi, Lc. Selanjutnya, seluruh tamu undangan menikmati hidangan kenduri kuah beulangong yang telah disajikan oleh panitia.

Turut hadir dalam acara tersebut, Mantan Menteri PAN-RB, Dr. Ir. Azwar Abubakar, Ketua FORSIAR, H. Darwis, SH, Forkopimda Aceh Besar, Anggota DPRA, Anggota DPRK Aceh Besar, Tokoh Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan seluruh dewan guru serta siswa SMAN 1 Sukamakmur. [Wanda]

Kominfo Akan Suntik Mati TV Analog, 2 November Paling Lambat

0
Kemenkominfo melontarkan sejumlah syarat agar warga mendapat set top box tv digital gratis.(iStockphoto/simpson33)

Nukilan.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengubah jadwal penghentian TV analog atau Analog Switch Off (ASO), yang semula dijadwalkan mulai pada Kamis (25/8), menjadi paling lambat 2 November 2022.

Melalui pernyataan resminya, Kominfo menyatakan jadwal penghentian paling lambat 2 November ini sejalan dengan pasal 60A Undang-Undang No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran melalui Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Mempertimbangkan hasil evaluasi penerapan ASO di beberapa wilayah sebelumnya, Kementerian Kominfo menyesuaikan sistem pelaksanaan ASO dalam rangka mengefektifkan kegiatan ASO dan meminimalisir potensi kendala akses siaran masyarakat,” tulis Kominfo dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (27/8).

Selain itu, Kominfo juga mengubah pelaksanaan ASO yang semula direncanakan bertahap dalam tiga bagian (tanggal 30 April 2022, 25 Agustus 2022, dan 2 November 2022), menjadi pelaksanaan ASO berdasarkan kesiapan wilayah yang disebut multiple ASO.

Dengan perubahan ini, maka hanya ditetapkan target seluruh siaran televisi analog di Indonesia harus sudah bermigrasi sebelum 2 November 2022.

Dituliskan, ada tiga komponen yang ditinjau oleh Kementerian Kominfo dalam menentukan tingkat kesiapan teknis suatu wilayah untuk diberlakukan ASO, yang meliputi:

  1. Terdapat siaran televisi analog di wilayah yang akan dihentikan siarannya;
  2. Wilayah yang tercakup dengan siaran televisi analog sudah siap digantikan dengan siaran TV digital; dan
  3. Bantuan Set-Top-Box (STB) untuk rumah tangga miskin di daerah tersebut sudah terdistribusi.

“Pengumuman tanggal beserta wilayah yang sudah siap untuk diberlakukan ASO akan diumumkan secara resmi secara berkala,” jelas Kominfo. [CNN]

Road Show Ketua Umum Dharma Pertiwi Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting di Aceh

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Ketua Umum Dharma Pertiwi (Ketum DP) Ny. Hetty Andika Perkasa melakukan kunjungan ke Banda Aceh dalam rangka kegiatan Road Show Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Provinsi Aceh, pada hari Jumat (26/08/22).

Kedatangan Ibu Hetty Andika Perkasa beserta rombongan langsung disambut beberapa pejabat antara lain Pangdam IM, para PJU Kodam IM, Danlanud SIM, Danlanal Sabang, Ibu Wakapolda Aceh, Kepala BKKBN Aceh, Ibu Pengurus Daerah DP, Ketua Persit KCK, Ketua Jalasenastri dan Ketua Pia Ardhya Garini Cabang beserta pengurus, dengan tradisi penyambutan pengalungan selendang, hand bouquet dan tarian adat Aceh di Bandara SIM.

Selanjutnya Ketum DP melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Tidur Pekarangan Pangan Lestari dan menyerahkan bibit secara simbolis kepada 100 peserta sosialisasi yaitu ibu-ibu gabungan dari anggota Persit KCK, Pia Ardhya Garini dan Jalasenastri di wilayah Aceh, yang bertempat di ruang pertemuan VIP Bandara Sultan Iskandar Muda.

Seusai kegiatan di Bandara SIM, Ibu Hetty Andika Perkasa beserta rombongan bergerak menuju RS Tk. II Iskandar Muda untuk menyapa para akseptor serta meninjau pelaksanaan kegiatan operasi dan pasca tindakan MOP/MOW/Implant/IUD di ruang observasi. Acara di RS Tk. II Iskandar Muda diakhiri dengan penyerahan secara simbolis dana kompensasi kepada para akseptor MOP/MOW/Implant/IUD.

Ibu Hetty Andika Perkasa lalu melanjutkan kegiatan di Taman Bustanus Salatin, untuk menyapa ibu hamil dan Baduta serta melaksanakan peninjauan demo memasak menu gizi seimbang bagi ibu hamil dan Baduta, yang didampingi oleh Ketua Persit KCK Daerah IM dan Kepala BKKBN Pusat Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Beliau juga memberikan bingkisan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bernutrisi yang secara simbolis diserahkan kepada 10 orang perwakilan ibu hamil dan 10 Baduta, serta melepas keberangkatan Tim Baksos yaitu para Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga yang untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah binaannya masing-masing.

Kunjungan Ibu Hetty Andika Perkasa di wilayah Aceh ditutup dengan kegiatan meninjau kerajinan dan budaya Aceh di areal Gedung Dekranasda Aceh, serta mengunjungi PLTD Apung yang merupakan monumen saksi sejarah bencana tsunami Aceh di pada tanggal 26 Desember 2004 silam. []

Enea Bastianini Resmi Gabung Ducati pada MotoGP Musim Depan

0
Enea Bastianini berjanji akan gaspol demi hasil baik di MotoGP Mandalika. (Foto: dok.Federal Oil)

Nukilan.id – Enea Bastianini resmi bergabung bersama tim Ducati untuk sesi Moto GP tahun depan. Bastianini, yang menyingkirkan Jorge Martin akan menjadi tandem Francesco Bagnaia dari Ducati.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh ofisial Ducati melalui laman Twitternya, Jumat (28/6).

Dikutip dari Motorsport, sebelumnya Martin menjadi favorit untuk ditempatkan bersama Bagnaia tahun depan. Tetapi ia nyatanya telah dikalahkan oleh juara Moto2 2020, Bastianini musim ini.

“Kami senang memiliki Bastianini di tim,” kata kepala teknologi Gigi Dall’Igna saat Ducati mengumumkan kontrak dua tahun untuk pembalap Italia itu, dikuti the Race.

“Enea adalah pebalap yang sangat berbakat yang telah matang dalam dua tahun ini bersama Ducati. Dia mampu tumbuh dengan cepat, mencetak dua podium di tahun debutnya di MotoGP dan kemudian meraih tiga kemenangan menakjubkan tahun ini bersama Gresini Racing di Qatar, Amerika Serikat dan Prancis,” ujarnya menambahkan.

“Kami yakin bahwa tahun depan, sebagai pebalap resmi Ducati Lenovo Team, dia akan dapat mengambil langkah maju dan menjadi salah satu pahlawan setiap balapan,” tegasnya. [CNN]

4 Korban Terseret Arus di Sungai Brayeun Ditemukan Meninggal Dunia

0
Petugas saat mengevakuasi korban ke-3 atas nama, Darazatul Aulia (Abdya) yang ditemukan pada pukul 8.10 WIB di Sarah, Aceh Besar, Sabtu, 27 Agustus 2022. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan hari kedua pencarian terhadap 4 orang yang terseret Arus Sungai Brayeun, Aceh Besar, sudah ditemukan semua dalam kondisi meninggal dunia, Jum’at (26/8/2022).

Saat ini tim SAR sedang melakukan evakuasi korban atas warga Malaysia atas nama Fakhrul Razi (20 tahun) dan Darazatul Aulia (17 tahun) asal Desa Rumoh Panjang, Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya).

Sehari sebelumnya Tim SAR menemukan M.Reza Asri (18 tahun) asal Punge, Kota Banda Aceh dan Ahmadal Hadi (17 tahun) asal Lam Hasan, Peukan Bada, Aceh Besar.

Dari lima korban teseret arus tersebut, Warga berhasil menyelamatkan 1 orang korban atas Nama Saiful Amani (23 tahun) asal Kota Fajar, Aceh Selatan.

Kejadian tersebut bermula korban yang berjumlah 5 orang mandi di Sungai Brayeun, Desa Meunasah Mesjid Kec. Leupung Kab.Aceh Besar, Kamis (26/8/2022), namun pada pukul 15.30 Wib secara tiba tiba terjadi Banjir dengan arus yang kuat karena hujan lebat, kelima korban tersebut terseret arus sungai, namun 1 orang berhasil diselamatkan oleh warga setempat dan 4 korban lainnya hilang terbawa arus.

Kemudian Tim SAR pada pukul 07.45 WIB pencarian hari kedua dilanjutkan dengan menggunakan 3 unit perahu karet/ LCR, pencarian dilakukan dengan tehnik penyisiran di atas permukaan air serta penyisiran darat hingga radius 3 km dari LKP menuju ke muara.

Pukul 11.30 WIB satu orang korban an. Ahmadal Yani (17 th) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, korban ditemukan berjarak 1,5 Km dari LKP kemudian korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Leupung Aceh Besar.

Selanjutnya, pukul 17.00 WIB Tim SAR gabungan Kembali menemukan satu orang korban an. M.Reza Asri dalam keadaan meninggal dunia, korban ditemukan tidak jauh dari korban pertama yaitu pada jarak 1.5 km dari LKP terdampar di pasir pinggir sungai dan selanjutnya korban dibawa juga ke Puskesmas Leupung Aceh Besar.

Reporter: Hadiansyah

DPR Aceh Berencana Susun Perda Legalisasi Ganja Medis

0
Ilustrasi Ganja (AFP/MENAHEM KAHANA)

Nukilan.id – Parlemen di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berencana menggunakan privilese keistimewaannya untuk kebijakan yang progresif terkait ganja medis.

Pada Kamis 25 Agustus 2022, Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) M. Rizal Falevi Kirani mengumumkan niatan DPRA untuk mengkaji penggunaan ganja untuk keperluan medis.

Rizal menyebut terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 16/2022 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Produksi dan/atau Penggunaan Narkotika untuk Kepentingan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menjadi pemicu rencana ini.

Apabila kajian yang akan dilakukan memberi hasil positif, DPRA mengaku siap membuat qanun atau Peraturan Daerah (Perda) yang melegalkan ganja medis.

“Baru-baru ini ada keluar PMK No. 16/2022. Ini dasar bahwa kita akan mengkaji lebih komprehensif dulu terhadap substansi keluarnya PMK, berbicara salah satunya tentang legalisasi ganja untuk medis. Saya pikir karena Aceh mempunyai literatur ganja yang sangat komprehensif, dan juga memiliki [ganja] berkualitas terbaik, tentu ini menjadi penting dikaji untuk melahirkan sebuah regulasi,” kata Rizal dilansir iNews.

Dari kalimat “literatur ganja yang sangat komprehensif” dan “ganja berkualitas terbaik” yang dikeluarkan, DPRA mengesankan sudah punya modal mendalam untuk melakukan kajian lebih lanjut.

Di samping perkara kesehatan, Politikus dari Partai Nanggroe Aceh tersebut menyebut legalisasi ganja medis akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh, tentunya dengan mengikuti tata cara penjualan yang diatur negara secara legal. Dalam waktu dekat, DPRA Aceh akan memanggil tenaga ahli untuk mengkaji apakah PMK memang bisa menjadi landasan kajian legalisasi ganja medis.

“Ini adalah sumber yang fantastis menurut saya. Karena ini akan menjadi barang ekspor untuk negara-negara luar. Karena banyak negara yang tidak bisa tumbuh ganja yang berkualitas seperti di Aceh. Peluang ini harus dimanfaatkan lewat regulasi yang tepat,” tambah Rizal.

Meski belum jelas apakah niatan tersebut sekedar gimmick atau bukan, berita ini menjadi angin segar setelah Juli lalu Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi UU Narkotika untuk legalisasi ganja medis yang diajukan Dwi Pertiwi, Santi Wirastuti, dan Nafia Muharyanti. Ketiga perempuan ini adalah orang tua dari anak penderita lumpuh otak atau cerebral palsy yang meminta akses kesehatan terhadap terapi ganja medis, yang terbukti berdampak positif pada penderita.

MK beralasan penolakan dilakukan karena menganggap penyakit yang bisa disembuhkan terapi mariyuana medis tak sebanding dengan kerugian besar yang bakal timbul dari penyalahgunaan ganja apabila tidak ada kesiapan aturan. Pelarangan ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga kesehatan warga negaranya, sesuai perintah UU 36/2009 tentang Kesehatan Pasal 54.

MK juga berpendapat meski ada negara lain yang sudah melegalkan ganja medis, bukan berarti hal yang sama bisa langsung diterapkan di Indonesia. “Hal ini disebabkan adanya karakter yang berbeda, baik jenis bahan narkotikanya, struktur, dan budaya hukum masyarakat dari negara yang bersangkutan, termasuk sarana dan prasarana,” ujar Hakim Suhartoyo membacakan putusan.

Kabar baiknya, MK memberi catatan tambahan bahwa legalisasi ganja medis tidak lantas tertutup kemungkinannya. Isu ini kini ada di tangan pemerintah dan DPR RI. Keduanya dianggap perlu proaktif melakukan revisi UU Narkotika. MK mengakui desakan masyarakat agar mariyuana medis bisa jadi alternatif terapi belum bisa diteliti secara bebas akibat benturan pada pasal-pasal UU Narkotika.

Patut diakui, respons pemerintah dan DPR cukup memberi harapan positif bagi yang membutuhkan terapi mariyuana medis. Mulai dari pernyataan perwakilan DPRA di atas, dukungan legalisasi ganja medis yang fenomenal dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin, janji pembahasan regulasi mariyuana dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, hingga PMK 16/2022 tadi.

Patut dinanti bagaimana Aceh sebagai tokoh utama dalam isu ini, bisa secara legal memamerkan literatur ganjanya yang sangat komprehensif itu demi tujuan mulia. []