Beranda blog Halaman 1549

AirAsia Buka Rute Penerbangan Aceh-Malaysia, Ini Jadwalnya

0
Foto: Dishub Aceh

Nukilan.id – Penerbangan Banda Aceh (BTJ) – Kuala Lumpur (KUL) dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) kembali beroperasi mulai 3 Oktober 2022 mendatang.

Penerbangan tersebut akan dilayani oleh maskapai penerbangan Malaysia AirAsia (AK) sebanyak dua kali dalam seminggu.

Informasi tersebut diperoleh melalui surat Head of Indonesia Affairs and Policy PT Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi Soemawilaga kepada Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki perihal pembukaan kembali penerbangan internasional Banda Aceh (BTJ) – Kuala Lumpur (KUL) pada hari ini, Jumat, 23 September 2022.

Melalui surat tersebut, Eddy Krismeidi menyebutkan, menanggapi surat Gubernur Aceh Nomor 553/13235, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan telah memperoleh persetujuan untuk melayani kembali penerbangan Banda Aceh (BTJ)-Kuala Lumpur (KUL) sebanyak dua kali seminggu.

Eddy Krismeidi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas perhatian yang telah diberikan kepada AirAsia selama ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menyebutkan bahwa kabar baik ini merupakan hasil dari kerja keras semua pihak, baik dari Pemerintah Aceh maupun doa masyarakat Aceh.

“Alhamdulillah, Menteri Perhubungan telah menyetujui pembukaan kembali penerbangan internasional Banda Aceh-Kuala Lumpur dari Bandara SIM, ini berkat ikhtiar kita bersama,” ungkap Teuku Faisal.

Kembali beroperasinya penerbangan internasional di Bandara SIM, lanjut Teuku Faisal, merupakan impian kita bersama masyarakat Aceh.

“Ini bisa jadi momentum kebangkitan perekonomian masyarakat Aceh maupun UMKM lokal melalui kunjungan pariwisata,” ujarnya.

Sebagai informasi, AirAsia akan melayani penerbangan BTJ – KUL dua kali dalam seminggu dengan jadwal (waktu setempat) sebagai berikut; Senin, KUL-BTJ: 10.20-10.50 dan BTJ-KUL: 11.15-13.45, serta Kamis, KUL-BTJ: 08.05-08.35 dan BTJ-KUL: 09.00-11.35. []

Raih WTP 10 Kali Berturut-Turut, Anggota DPRK Apresiasi Pj Bupati Aceh Besar

0
Anggota Dewan Pewakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Fahrizal. Foto: Ist

Nukilan.id – Anggota Dewan Pewakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Fahrizal memberikan apresiasi kepada Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar atas penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Menteri Keuangan RI.

“Alhamdulillah Aceh Besar mendapatkan penghargaan WTP ini selama 10 tahun berturut-turut, ini prestasi yang patut diberikan apresiasi,” kata Fahrizal kepada awak media, Jum’at (23/9/2022).

“Semoga prestasi dapat terus dipertahankan sehingga di tahun-tahun mendatang Aceh Besar tetap mendapatkan penghargaan serupa,” ujar Fahrizal politisi dari Partai PAN ini.

Seperti diketahui Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM menerima penghargaan langsung dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Kamis 22 September 2022.

Ini merupakan sebagai buah dari prestasi Pemkab Aceh Besar yang mampu meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali secara beruntun.

Acara pemberian penghargaan itu berlangsung di Gedung Danaphala Kemenkeu R.I, Jakarta.

Dalam kesempatan itu Pj Bupati mengucapkan terimakasih kepada seluruh sesepuh, semua para bupati terdahulu, pimpinan dan seluruh anggota DPRK Aceh Besar yang telah membangun pondasi kokoh untuk akuntabilitas penganggaran Aceh Besar.

“Hasil yang diraih itu juga tak terlepas dari kerja kolektif semua pihak di Aceh Besar, dan itu juga buah dari soliditas yang makin terjalin, dengan menanggalkan sikap personal dan kelompok,” ungkap Iswanto. []

Gempa 6,4 Magnitudo Guncang Meulaboh, Terasa Hingga Banda Aceh

0

Nukilan.id – Gempa bumi 6,4 magnitudo mengguncang Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat pada Sabtu, 24 September 2022, pukul 03:52:59 WIB dini hari.

Hal itu berdasarkan keterangan resmi dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui website inatews.bmkg.go.id.

Lebih lanjut, BMKG menyebutkan pusat gempa itu berada di lokasi 3.77 LU, 95.97 BT, tepatnya di 45 km Barat Daya Meulaboh, Aceh Barat.

Gempa yang terasa hingga ke Ibu Kota Provinsi Aceh/Kota Banda Aceh ini berada di kedalaman 22 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Kendati demikian, BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan yang dikeluarkan BMKG dalam situs resminya.

Berikut keterangan lengkap dari BMKG:

Info gempa dirasakan Mag:6.4, 24-Sep-22 03:52:59 WIB, Lok:3.77 LU,95.97 BT (45 km BaratDaya MEULABOH-ACEHBARAT), Kedlmn:22 Km, tidak berpotensi tsunami #BMKG

[Wanda]

Lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” Bergema di Kilometer Nol Indonesia

0
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat melakukan sesi foto di depan tugu Kilometer Nol Indonesia, Sabang, Provinsi Aceh, Jum'at (23/9/2022). Foto: Dok. Ist.

Nukilan.id – Di Kilometer Nol Indonesia, Sabang, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengajak rombongan yang mendampingi menyanyikan lagu “Dari Sabang sampai Merauke”.

“Saya sekian kali ke Provinsi Aceh. Namun ini pertama kalinya ke Pulau Sabang. Bahkan sampai ke Kilometer Nol di Sabang. Indonesia begitu besar, luas, dan begitu hebat membentang sebagai rangkauan pulau-pulau bagaikan Zamrud Katulistiwa,” ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat berkunjung ke titik nol Indonesia, Sabang, Jumat (23/9/2022).

Hasto didampingi Anggota DPR Fraksi PDIP yang juga Ketua Umum Pagar Nusa Gus Nabil Haroen, Kader PDIP Pulung Agustanto, dan Kepala Sekretariat PDIP Yoseph Aryo Adhie Dharmo. Jajaran PDIP Aceh dipimpin oleh Ketua DPD PDIP Aceh Muslahuddin Daud.

Sepanjang perjalanan, dengan menggunakan ferry, dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, hingga tiba di Pelabuhan Sabang, Hasto menikmati pemandangan laut dan pulau yang membentang luas.

“Akhirnya rasa penasaran terkait Sabang, terjawab sudah. Selama ini ke Jalan Sabang yang di Jakarta termasuk ke Atjeh Connection, minum kopi. Ternyata pemandangannya cukup bagus. Meski jalan agak naik turun justru semakin membuat perjalanan ini menarik,” ucap Hasto sambil tersenyum.

Hasto mendorong kementerian terkait seperti perhubungan dan PU PR terus memberi perhatian terhadap perkembangan Sabang.

“Pulau Sabang memiliki lokasi yang sangat strategis, di ujung barat Indonesia. Kita berharap Pemerintah Pusat dan Provinsi NAD didorong untuk memikirkan bagaimana merancang pemuda-pemuda Aceh menyadari bahwa kita ini negeri maritim. Indonesia harus mengembleng diri sebagai bangsa maritim,” sebut Hasto.

Hasto mengajak rombongan naik ke menara Kilometer Nol Indonesia dan meminta menyanyikan lagu “Dari Sabang sampai Merauke”. Tak puas, Hasto kemudian mengajak rombongan turun dan kembali meminta lagu Dari Sabang sampai Merauke dinyanyikan kembali. Sambil mengepalkan tangan kanan, mereka nyanyi bersemangat meski suasana sudah mulai gelap.

Momen itu diakhiri dengan penyerahan sertifikat Kilometer Nol Indonesia kepada Hasto Kristiyanto. Hasto sempat bertanya soal sejarah pembangunan lokasi yang menjadi salah satu destinasi wisata bagi turis domestik dan internasional yang berkunjung ke Sabang.

Tal lupa dia meminta mengajak rombongan untuk membeli kaos dan pernak-pernik khas Sabang. “Ayo beli kaos, beli kaos,” ajak Hasto.

Usai itu, Hasto menikmati kopi dan jajanan di pinggir jalan di area Kilometer Nol Indonesia. [Wanda]

Di Aceh, Hasto Semangati Kampus-Mahasiswa Kembangkan Sabang dan Kuliner Aceh

0
Tokoh Nasional, Dr. Hasto Kristiyanto didampingi Rektor UIN Ar Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman saat melakukan silaturrahmi nasional dan kuliah umum di Aula Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh, Jumat (23/9/2022).

Nukilan.id – Berbicara di Provinsi Aceh, Tokoh Nasional, Dr. Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa sejarah tentang bagaimana api keislaman Proklamator RI Ir. Soekarno berusaha dihilangkan.

Menurut Hasto, Bung Karno sangat mengagumi Aceh karena semangat patriotismenya dan tak mudah menyerah. Namun, kedekatan itu berusaha diputus melalui isu-isu terkait agama.

“Pada 1965, Bung Karno mendapat gelar pendekar dan pembebas bangsa Islam. Kenapa tak ada di dokumen sejarah kita?,” tanya Hasto.

Hal itu disampaikannya dalam Silaturrahmi Nasional dan Kuliah Umum bertema “Api Islam, Nasionalisme dan Pancasila dalam Pemikiran Bung Karno” yang digelar di Aula Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh, Jumat (23/9/2022).

Lanjut Hasto, hal tersebut membuatnya melakukan penelitian soal geopolitik Soekarno lewat disertasinya di Universitas Pertahanan RI. Dengan itu, Hasto ingin menunjukkan soal dasar Indonesia merdeka, dan bagaimana seharusnya orang Indonesia bergerak keluar (outward looking).

“Bahwa kompetitor kita adalah bangsa luar yang melakukan kolonialisme dan imperialisme, bukan melawan anak bangsa sendiri,” imbuhnya.

Hasto menjelaskan bagaimana Bung Karno berguru tentang Islam pada sejumlah tokoh bangsa seperti Tuan Hasan dari Persis dan HOS Cokroaminoto. Soekarno adalah seorang santri. Tapi Orde Baru mengaitkannya dengan 1965 dan komunisme.

“Padahal itu tak benar. Sejarah menunjukkan bagaimana Soekarno menolak menemui pemimpin Soviet Kruschev jika tak bisa menemukan makam Imam Al Buchori. Jadi kalau ada yang isukan Bung Karno tak dekat dengan orang Islam, itu salah besar,” tegasnya.

Dilanjutkannya, Bung Karno membuktikan bahwa Pancasila adalah ideologi politik dunia, lewat Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Konferensi ini mengawali gerakan yang memerdekakan negara-negara seperti Aljazair, Maroko, dan Pakistan.

“Belajar sejarah ini kita belajar api semangat para pendiri bangsa, sehingga kita di masa kini bisa berdiri kokoh mencari penyelesaian atas masalah yang kita hadapi di masa kini dan merangkai masa depan,” kata Hasto.

“Jangan lagi kita cenderung berantem antar anak bangsa padahal yang kita hadapi adalah bangsa-bangsa asing yang akan terus berusaha kembali menjajah kita,” tegasnya.

Dan Indonesia harus kembali mengambil peran di internasional. Sebagai contoh, Indonesia harus bisa mengambil peran mendamaikan antara Arab Saudi dengan Iran.

Pada titik itulah peran kampus seperti UIN Ar Raniry menjadi penting. Yakni menggembleng para mahasiswa menjadi calon pemimpin bangsa yang mampu membawa negara Indonesia menjadi pemimpin diantara bangsa-bangsa di dunia.

“Di UIN ini saya percaya bahwa mahasiswa adalah masa depan. Di UIN, mahasiswa akan digembleng, bagaimana agama dan intelektualitas bersenyawa,” katanya.

Selain itu, kampus juga harus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasto memberi contoh bagaimana kuliner Aceh luar biasa. Dengan sentuhan teknologi dan hasil riset dari kampus-kampus di Aceh, kuliner Aceh seharusnya bisa bersaing baik di level nasional maupun dunia.

Selain itu, kampus di Aceh harus memikirkan juga pengembangan Aceh dengan karakter geopolitiknya, khususnya terkait wilayah maritimnya. Hasto memberi contoh mengenai potensi Sabang. Jika Terusan Kra di Thailand jadi dibuka, maka Sabang akan menjadi primadona.

“Ada pihak yang berusaha melakukan lobi politik agar terusan itu tak dibangun. Padahal kalau dibangun, akan terbuka pengembangan di wilayah Sabang. Di Sabang lah titik nol Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” kata Hasto.

Tak lupa Hasto mendorong Menteri BUMN Erick Thohir untuk kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Di sini ada misalnya PT Pupuk Iskandar Muda. Kita berharap Menteri BUMN Pak Erick Thohir untuk mendorong BUMN bekerja sama dengan perguruan tinggi sehingga menjadi pusat pengembangan iptek dan pusat penggemblengan mahasiswa jadi calon pemimpin bangsa,” kata Hasto.

Rektor UIN Ar Raniry Prof.Dr. Mujiburrahman menjelaskan kampusnya memiliki visi menjadi kampus energik kebangsaan yang bersinergi membangun negeri. Kampus tersebut merupakan perguruan tinggi Islam negeri ketiga di Indonesia.
Dia melanjutkan, kedatangan Hasto merupakan pertanda baik bagi pihak sivitas akademika, khususnya menyangkut perhatian pusat terhadap pengembangan pembangunan infrastruktur kampus UIN.

“Ketika hilal sudah muncul yakinlah purnama akan datang. Kehadiran beliau ke kampus akan memberi arah baru pengembangan infrastruktur termasuk pengembangan kampus II UIn Ar Raniry akan terwujud. Kami ucapkan terima kasih atas kehadirannya,” kata Mujiburrahman.

Hadir di acara itu ratusan mahasiswa dan sivitas akademi UIN sebagai peserta acara. Hasto hadir bersama Anggota DPR Fraksi PDIP yang juga Ketua Umum Pagar Nusa Gus Nabil Haroen, Fungsionaris PDIP Pulung Agustanto, dan Kepala Sekretariat PDIP Yoseph Aryo Adhie Dharmo. Jajaran PDIP Aceh dipimpin oleh Ketua DPD PDIP Aceh Muslahuddin Daud. [Wanda]

Fraksi Demokrat DPRA: Realisasi Kegiatan SKPA Belum Optimal, Perlu Evaluasi Menyeluruh

0
Anggota Fraksi Partai Demokrat, Nora Idah Nita saat membacakan pendapat akhir Fraksi Partai Demokrat DPRA terhadap Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan APBA tahun anggaran 2022, Jumat, (23/9/2022) di Gedung DPRA. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Fraksi Demokrat DPRA sepakat dengan catatan yang diberikan oleh Badan Anggaran DPRA terkait belum optimalnya realisasi kegiatan pada semua SKPA yang masih di bawah 40 persen, sehingga perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Fraksi Partai Demokrat Nora Idah Nita yang membacakan pendapat akhir Fraksi Partai Demokrat DPRA terhadap Rancangan Qanun Aceh terhadap Perubahan APBA tahun anggaran 2022, Jumat, (23/9/2022) di Gedung DPRA.

“Pj Gubernur Aceh juga perlu melakukan evaluasi kepada kepala dinas yang kinerjanya lemah, tidak profesional, realisasi anggaran rendah dan SDM lemah,” ujar Nora.

Selain itu Fraksi Partai Demokrat juga berpandangan bahwa Pemerintah Aceh perlu meningkatkan sumberdaya secara mandiri dengan menciptakan sumber-sumber Pendapatan Asli Aceh (PAA) melalui Intensifikasi pemungutan pajak, termasuk pemungutan piutang pajak dan mengoptimalkan peran dan kontribusi serta pengelolaan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA).

Isu penting lain yang menjadi sorotan dari Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh adalah penurunan angka kemiskinan, penyediaan lapangan kerja, penyediaan rumah layak huni, penuntasan pembangunan RS regional, peningkatan jalan kewenangan provinsi, irigasi hingga fungsional dan lain-lain. Isu-isu tersebut seharusnya menjadi fokus utama Pemerintah Aceh agar tuntas, sesuai dengan capaian dalam RPJMA.

“Masalah kemiskinan dan minimnya lapangan kerja, tingginya angka pengangguran di Aceh bisa diibaratkan seperti “penyakit kronis”. Kami Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh meminta segera masalah itu dibenahi. Karena itu sebagai bukti Pemerintah Aceh berfungsi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Aceh, tegas Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang itu.

Fraksi Partai Demokrat sepakat dengan temuan Badan Anggaran DPR Aceh mengenai pelayanan pada Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin yang dianggap bermasalah. Diantaranya masalah SDM yang perlu dievaluasi, layanan dokter spesialis yang melakukan konsultasi by phone dan tidak stand-by di rumah sakit, penggunaan dana BLUD yang belum tepat sasaran, ambulance yang belum mencukupi dan alat kesehatan yang tersedia belum dipergunakan secara optimal.

“Seperti yang kita ketahui RSU dr. Zainoel Abidin berstatus akreditasi A. Sehingga semua layanan kesehatan yang dianggap berat dan perlu penanganan khusus dirujuk ke RSUZA. Seharusnya dengan berakreditasi A, masyarakat dapat merasakan layanan kesehatan yang memadai dan memenuhi standar pelayanan optimal. Karena dengan peningkatan layanan RSUZA, kedepan masyarakat tidak perlu jauh-jauh pergi berobat ke luar Aceh yang tentunya menghabiskan biaya besar,” jelas Nora.

Mengenai belum optimalnya program Gerakan Imunisasi dan stunting Aceh (GISA), Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh tetap konsisten dalam menyuarakan masalah stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita di Aceh. Saat ini masyarakat sedang menghadapi masalah stunting akibat dampak serius tingginya angka kemiskinan di Aceh.

Berdasarkan Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, Provinsi Aceh menjadi satu dari tujuh daerah dengan kasus stunting terparah atau ketiga tertinggi angka stunting di Indonesia.

Hal tersebut senada dengan temuan dari Badan Anggaran DPRA yang juga menyebutkan program GISA belum menyentuh subtansi kerja dalam menurunkan angka stunting di Aceh.

Fraksi Partai Demokrat beranggapan bahwa seharusnya masalah stunting dan imunisasi diselesaikan dari hulu ke hilir.

Program imunisasi dan stunting Pemerintah Aceh belum mampu dijalankan melalui stakeholder terkait (terutama dinas kesehatan dan dinas sosial). Pihak dinas terkait perlu memastikan warga stunting agar mendapatkan akses layanan kesehatan dan sosial dengan mudah.

Secara khusus Fraksi Demokrat menginginkan Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat di level akar rumput (gampong) lebih ditingkatkan kinerjanya.

Fraksi Demokrat juga menyorot terkait dengan sertifikasi aset-aset Pemerintah Aceh seperti Tanah Blang Padang. Tanah
Blang Padang sebagai aset Pemerintah Aceh yang diperoleh turun temurun dari Kerajaan Aceh segera mungkin disertifikasi.

Begitu juga dengan aset-aset lainnya seperti: tanah Kolam Renang Tirta Raya, tanah eks Bioskop Gajah, dan Aset lainnya yang ada di seluruh Kabupaten/Kota maupun di luar Aceh agar tidak diklaim oleh pihak lain.

Tentang pengelolaan aset Pemerintah Aceh, Fraksi Demokrat meminta agar Pemerintah Aceh mengiventarisir ke dalam bentuk E-Digital. Sistem kerja berbasis E-Digital dinilai lebih tertata dan efisien di era sekarang ini.

Dan juga Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh berharap kepada Pemerintah Aceh agar aset-aset jangan terbengkalai begitu saja, sekiranya perlu menyiapkan program pemanfaatan sehingga dapat meningkat Pendapatan Asli Aceh (PAA). [Wanda]

Jelang Muscab, Carekater ISSI Pidie Buka Pendaftaran Bakal Calon Ketua

0
Ketua Caretaker ISSI Kabupaten Pidie, Gading Hamonangan. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Pengurus Sementara (Caretaker) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Pidie akan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) Pertama untuk pemilihan Ketua Umum ISSI Kabupaten Pidie periode 2022-2026 pada Minggu, 2 Oktober 2022.

Ketua Caretaker ISSI Kabupaten Pidie sesuai SK ISSI Provinsi Aceh Nomor 001/SK/ISSI-Aceh/IX/2022, Gading Hamonangan mengatakan, tahapan pelaksanaan menjelang Muscab ini didahului dengan pembukaan pendaftaran bakal calon yang dimulai 27 September 2022 sampai dengan 28 September 2022 jam kerja (08.00 WIB – 17.00 WIB).

“Berkas pendaftaran dapat disampaikan pada sekretariat sementara ISSI Kabupaten Pidie di Jalan Lingkar Blang Paseh, Lampadeu Baroh, Kecamatan Pidie,” kata Gading dalam keterangannya kepada Nukilan, Jum’at (23/9/2022).

Namun, kata dia, untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Pelaksana (Panpel) dengan nomor kontak Taufik 0812-69-30405.

Adapun syarat bakal calon adalah berusia minimal 30 tahun dan maksimal 65 tahun, memiliki komitmen dalam membangun olahraga sepeda, memiliki pengalaman organisasi, mendapat dukungan minimal dua klub terdaftar serta sehat jasmani dan rohani.

Bagi bakal calon yang ingin mendaftar harus menyertakan formulir pendaftaran, visi dan misi, dan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kami memohon dukungan dari segenap pihak untuk suksesnya pelaksanaan musyawarah ini,” pungkas Gading. [Wanda]

Cemarkan Nama Baik Kejaksaan RI, Alvin Lim Dilaporkan ke Mapolda Aceh

0

Nukilan.id – Pengurus Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) Wilayah Aceh melalui Sekretaris Persaja Aceh, Umar Assegaf, S.H., M.H melaporkan Alvin Lim ke Mapolda Aceh.

Pelaporan tersebut terkait Alvin Lim melakukan pencemaran nama baik Kejaksaan Republik Indonesia melalui kanal Youtube Quotient TV.

“Kita telah membuat laporan pengaduan terhadap sdr. An. Alvin Lim terkait ujaran kebencian dan/atau pencemaran nama baik Kejaksaan RI dikanal youtube Quotient TV yang menyebut Kejaksaan RI sebagai sarang mafia,” kata Umar Assegaf yang juga Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh itu kepada Nukilan, Jum’at (23/9/2022).

Kini, laporan pengaduannya sudah diterima oleh Iptu Musafir Nrp.65120384 (PA Siaga II). Dan laporan pengaduan tersebut diterima dengan baik dan berjalan lancar tanpa adanya Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT).

Turut hadir, Aspidsus Kejati Aceh, Muhammad Ali Akbar, SH, MH, Kasi Penkum Kejati Aceh, Baginda, SH, Kasi Kanmegtibum dan TPUL Kejati Aceh, Ibsaini, SH, MH. [Reji]

JSI: Optimisme Pembangunan Pendidikan Aceh Semakin Maju

0
Direktur Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Ratnalia Indriasari, (Foto: Ist)

Nukilan.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh telah mencatatkan sejumlah capaian prestasi sepanjang tahun 2022. Prestasi ini diharapkan mampu menjadikan dunia pendidikan Aceh menjadi lebih baik ke depan.

Hal itu dibuktikan bahwa 2 tahun berturut turut Provinsi Aceh memperoleh peringkat pertama untuk persentase lulusan terbanyak pada perguruan tinggi negeri melalui jalur tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pada tahun 2021, jumlah siswa Aceh yang berhasil lulus melalui jalur SBMPTN sebanyak 6.888 siswa dan pada tahun 2022 sebanyak 6.303 (37,01%).

Tak hanya di SBMPTN, Torehan apik juga terlihat di ajang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dimana dalam dua tahun berturut turut Aceh menempati peringkat 10 besar secara persentase dimana 5.262 siswa lulus pada tahun 2021 dan 5.793 siswa pada tahun berikutnya.

Selain peningkatan jumlah lulusan, prestasi anak didik Aceh lainnya ditingkat nasional juga ditunjukan dengan kesempatan untuk tampilnya para peserta didik yang tergabung dalam marching band Gita Handayani di depan presiden RI saat perayaan HUT RI pada tahun 2022.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Ratnalia Indriasari mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan optimisme bahwa pembangunan pendidikan di Aceh bisa semakin maju.

Kemudian berbicara tentang ketersediaan akses, pencapaian Pendidikan di Aceh sudah berada di atas rata-rata nasional. Angka partisipasi kotor (APK) untuk jenjang SMA dan SMK sudah berada pada angka 92,63. Capaian ini ini lebih besar sebesar 7,4 poin diatas rata-rata nasional yang berada pada 85,23.

Pencapaiaan ini sejalan dengan Indeks Harapan Rata-Rata Lama Bersekolah (HRL) yang saat ini sebesar 14,36 tahun yang juga lebih baik dari rataan nasional yang tercatat di angka 13,08 Tahun.

Selain itu, Ratnalia juga mengapresiasi ikhtiar yang telah dilakukan Dinas Pendidikan Aceh dengan pembukaan kelas jauh. Pada tahun 2022, Dinas Pendidikan Aceh telah memberikan kesempatan dan akses belajar di daerah sangat terpencil seperti di daerah Pameue, Jamat dan Alue Keujreun.

Anak usia sekolah di tiga daerah tersebut sebelumnya tidak mendapatkan akses dan kesulitan untuk mendapatkan akses belajar di jenjang SMA atau SMK.

Tantangan utama yang dihadapi anak usia sekolah di tiga daerah ini adalah karena letak teritori tempat tinggal mereka yang sangat jauh serta kondisi lapangan yang ekstrem.

Namun pada tahun 2022 ini, dengan kehadiran kelas jauh telah membuka kesempatan seluas-luasnya untuk memberikan kesempatan belajar bagi anak usia sekolah di perdalaman.

Tak hanya itu, kata Ratnalia, sistem keterbukaan dalam informasi pendidikan juga perlu. Seperti yang dilakukan Disdik Aceh, saat ini semua pihak bisa mendapatkan akses keterbukaan dalam informasi pendidikan. Akses informasi dan keterbukaan publik tentang kebijakan pendidikan dan anggaran pendidikan sudah semakin baik.

“Begitu juga dalam hal kebijakan pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang menggunakan metode Button Up, dimana usulan para kepala sekolah dimulai dari tingkat sekolah hingga para kepala cabang dinas dengan melibatkan unsur Guru dan Pengawas Sekolah,” jelasnya.

Selain itu, capaian dinas pendidikan dalam kerjasama dengan para DUDI juga semakin meningkat, baik dalam daerah ataupun luar daerah. Salah satunya adalah dengan terealisasinya kerjasama dengan BPMA pada sektor pengembangan SMK Migas dan Pertambangan begitu juga jurusan jurusan SMK lainnya.

Dari sederet kerjasama strategis yang dibangun Dinas Pendidikan Aceh dengan DUDI, salah satu yang paling membanggakan adalah terjalinnya MoU antara Dinas Pendidikan Aceh melalui SMK 3 Banda Aceh dengan Aerofood Catering Service (ACS).

Pengembangan output hasil produksi SMK di Aceh telah ditindaklanjuti dengan lahirnya Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yang akan menjadi ujung tombak keberhasilan pembiayaan dan kemandirian siswa-siswi SMK. Upaya ini nantinya akan dapat menjadi media belajar dalam dunia kerja yang tentunya akan menjadi pengalaman yang sulit didapatkan di era seperti saat ini.

Tak hanya itu, terkait guru, Dinas Pendidikan Aceh telah memulai proses menyeluruh untuk mendisiplinkan Guru. Upaya ini diterapkan dengan mengaplikasikan pola 47,5 jam guna tersajinya peningkatan produktifitas guru di sekolah.

Ratnalia menilai keterbatasan anggaran juga tidak membuat Dinas Pendidikan Aceh patah arang dalam meningkatkan mutu Guru, dengan mengubah pola Pendidikan yang sebelumnya tersentral di Provinsi menjadi tersentral di Kabupaten/kota sudah mampu meningkatkan jumlah guru yang dilatih dan penghematan dalam biaya pelatihan.

Bukti dalam peningkatan kualitas mutu guru khususnya di bidang teknologi, telah juga direalisasikan Dinas Pendidikan Aceh dengan penyediaan laptop untuk 230 guru inti. Pada tahun 2022 ini, Dinas Pendidikan membagikan langsung ke tangan para guru inti yang selama ini menjadi penggerak teman sejawat untuk peningkatan kapasitas para guru di daerah.

Tak sampai disitu, keberpihakan negara terhadap anak-anak istimewa di Aceh sudah menjadi contoh bagi wilayah lain di negeri ini. Pada tahun ini Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh menyiapkan sebanyak 5 unit bus sekolah yang khusus di peruntukkan untuk menyediakan akses transportasi bagi anak-anak istimewa, sehingga anak-anak istimewa yang selama tidak memperoleh akses Pendidikan saat ini sudah ditangani oleh para guru dan terapi di sekolah luar biasa yang tersebar di seluruh Aceh. []

Muslub Tak Terlaksana, Relawan PMI Banda Aceh: Edward M Nur Gagal Jalankan Tugas

0
Markas PMI Kota Banda Aceh, (Foto: Facebook).

Nukilan.id – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Firmansyah, STP menyebutkan Plt Ketua PMI Kota Banda Aceh, Edward M. Nur dkk, gagal menjalankan tugas untuk mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa (Muslub).

Berdasarkan surat keputusan PMI Aceh nomor: 026/KEP/PMI/VI/2022 tentang Pembekuan Pengurus PMI Kota Banda Aceh dan Penunjukkan Plt PMI Kota Banda Aceh tahun 2022 tanggal 23 Juni 2022 menjelaskan bahwa Plt Ketua ditugaskan untuk mempersiapkan pelaksanaan Muslub PMI Kota Banda Aceh selambat-lambatnya 3 bulan setelah keputusan itu ditetapkan.

“Hari ini sudah memasuki 3 bulan masa tugas Plt Ketua, tapi sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda akan dilaksanakannya Muslub PMI Banda Aceh,” kata Firman kepada Nukilan, Jum’at (23/9/2022).

Menurutnya, selama ini Plt Ketua PMI Banda Aceh disibukkan dengan pembentukan-pembentukan kepengurusan PMI Kecamatan dan Forum Relawan. Hal ini patut diduga bahwa adanya rencana mengkerdilkan suara relawan yang tidak sejalan dan menolak pembekuan PMI Kota Banda Aceh.

“Relawan sangat menyayangkan sikap Edward M. Nur dkk, tidak mampu menjalankan tugasnya sebagaimana diamanahkan, malah sibuk melakukan kegiatan lain yang tidak dimandatkan kepadanya,” kata Firman yang juga Relawan angkatan 1999 di Korps Sukarela (KSR) Markas PMI Banda Aceh itu.

Sehingga, kata dia, hal ini memperlihatkan ketidakmampuan PMI Provinsi Aceh dalam menunjukkan Pelaksana Tugas PMI Kota Banda Aceh yang tidak lain adalah orang dari pihak PMI Provinsi Aceh sendiri.

“Tanggungjawab ini terkesan dipermainkan dan mengabaikan apa yang telah diamanahkan,” ujar Wakil Koordinator Tenaga Sukarela (TSR) PMI Banda Aceh itu.

Karena itu, dalam hal ini Firman menduga adanya unsur kesengajaan untuk mengulur waktu pelaksanaan Muslub, karena mengingat Edward M. Nur justru sibuk ngurusin pembentukan PMI Kecamatan yang sebelumnya pernah dibatalkan saat menjelang Musyawarah Kota (Muskot) tahun 2021 lalu.

“Dalam waktu tiga bulan ini Plt Ketua PMI Banda Aceh dkk, telah menunjukkan ketidakmampuannya dan juga ketidakmampuan PMI Provinsi Aceh dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Firman. [Wanda]