Beranda blog Halaman 1519

Siti Annora, Karateka SDN Lam Ujong Lolos ke Event Nasional

0

Nukilan.id – Siti Annora, siswi kelas V SDN Lam Ujong Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar berhasil lolos ke event tingkat Nasional Festival Olahraga Nasional (FOP) di Sulawesi Utara setelah meraih juara 1 Karate tingkat pelajar SD Provinsi dalam festival Olahraga Pendidikan (FOP) pada Sabtu, 22 Oktober 2022 di GOR Stadion Harapan Bangsa.

Kegiatan yang diselenggarakan di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya Banda Aceh ini diikuti oleh sekolah-sekolah di seluruh Kabupate Kota se Aceh.

Kepala SDN Lam Ujong, Muhammad Ridha,S.Pd, M.Si menyampaikan apresiasi atas capaian prestasi tersebut.

“Prestasi ini merupakan kerja keras pelatih dan guru olahraga dan orang tua yang selalu mendukung ananda dalam melakukan latihan dan persiapan lomba, “ujarnya.

“Proses ini panjang kami juga ucapkan kepada semua pihak dan Dinas Pendidikan serta warga sekolah yang telah memsupport dan mendoakan. Semoga di tingkat Nasional juga nantinya dapat meraih juara, “harap Muhammad Ridha.

Sementara itu Saifullah, S.Pd selaku Guru Pendamping Siswa (Atlet) menyampaikan kegiatan FOP ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pelajar tingkat SD, SMP, SMA/sederajat untuk melakukan aktivitas gerak jasmani agar
memiliki tingkat kebugaran dan kesehatan prima sehingga dapat berperan serta dalam pembangunan bangsa Indonesia.

“Atlet kita secara mengejutkan mengalahkan favorit juara dari sekolah lain dan ini adalah ekspetasi yang luar biasa serta berharap dukungan dari kepala sekolah untuk bertanding pada level Nasional,” ungkap Saifullah. []

Bagikan STB Gratis, Teuku Riefky: TV Digital Jadi Solusi Bagi Masyarakat

0

Nukilan.id – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Teuku Riefky Harsya (TRH) membagi-bagikan Set Top Box (STB) Televisi secara gratis kepada peserta webinar diskusi publik virtual dengan tema “Era Baru, Siaran TV Digital Baru”.

Pembagian STB tersebut diserahkan oleh Tenaga Ahli Teuku Riefky Harsya (TRH), Aidil Mashendra di Aula Hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu, 23 Oktober 2022.

Sementara TRH secara daring menjelaskan, kehadiran TV digital menawarkan pelayanan baru, bagi pecinta telivisi indonesia. TV digital akan menghadirkan teknologi lebih canggih suara lebih jernih, dan jangkauan siaran lebih luas serta tentunya keamanan yang lebih baik.

“Saat ini penggunaan TV digital menjadi solusi dan pilihan yang tepat bagi masyarakat,” kata TRH.

Ia menyampaikan saat ini pemerintah sedang melakukan transisi siaran analog menuju siaran digital. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan sinyal televisi dengan sinyal perkembangan teknologi digital saat ini. Keunggulan tersebut diyakini sesuai perkembangan teknologi saat ini.

Karena itu, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat itu meminta masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam proses transisi siaran TV digital ini.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan perpindahan siaran ini, karena kami yakin pemerintah telah menyiapkan skema perpindahan dengan sangat matang termasuk pembagian Set Top Box untuk keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Lebih lanjut, TRH berharap masyarakat untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam pemanfaatan siaran TV digital yang baru tersebut.

“Kita berharap dengan kecanggihan teknologi TV digital ini, dapat menjangkau daerah yang belum pernah memiliki jaringan TV sebelumnya. Dan tentunya hal ini menghadirkan kualitas televisi yang terbaik untuk masyarakat,” tuturnya.

Disamping itu, kata TRH, Komisi I DPR-RI terus mendorong Kemkominfo RI untuk terus fokus mengkampanyekan program Analog Switch Of (ASO). Sejalan dengan semangat untuk meningkat pelayan kepada masyarakat dan untuk meningkatkan keamanan wilayah perbatasan.

Untuk diketahui, kegiatan webinar diskusi publik virtual ini terlaksana berkat kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Informasi dan Komunikasi Publik bersama Komisi I DPR-RI.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber yang handal, yaitu Direktur Penyiaran Kominfo, Geryantika Kurnia, dan Ketua Yayasan Teras Inovasi Indonesia, Subuki Yusuf. [Wanda]

TRH: Ketersediaan Infrastruktur TIK Berdampak Positif bagi Pengembangan Masyarakat

0
Ketua STIAPEN Nagan Raya, Edi Wanda, SE, MM saat menjadi narasumber dalam kegiatan webinar "Ketersedian Infrastruktur dan Ekosistem TIK Bagi Masyarakat di Daerah" di Aula Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Minggu (23/10/2022).

Nukilan.id – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), H. Teuku Riefky Harsya (TRH) menjelaskan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salah satu komponen yang sangat penting di era digitalisasi, sehingga dukungan dan akses terhadap pemanfaatan TIK secara maksimal membutuhkan infrastruktur yang memadai.

Hal itu disampaikan TRH saat membuka webinar dengan tema “Ketersedian Infrastruktur dan Ekosistem TIK Bagi Masyarakat di Daerah” yang dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatikan (Kemkominfo) Direktorat Jenderal (Dirjen) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bersama Komisi I DPR-RI secara daring dan luring di Aula Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Minggu, 23 Oktober 2022.

Menurutnya, ketersediaan infrastruktur TIK dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan dan pengembangan masyarakat. Saat ini masyarakat menjadikan internet of think sebagai kebutuhan utama dalam beraktivitas di kehidupan sehari-harinya.

Kehadiran teknologi digital diharapkan dapat membawa kehidupan yang lebih praktis,  dan mempermudah proses. Dimana nantinya mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Salah satu contoh nyata adalah peningkatan sektor perdagangan dimana kita melihat transformasi dari konvensional commerce, menjadi elektronik commerce, atau yang lebih kita kenal e-commerce hadir di berbagai sektor kehidupan kita sehari-hari,” ujar TRH.

Ia menyebutkan akselerisasi ekonomi digital mengalami peningkatan yang sangat pesat. Pada tahun 2021 yang lalu, nilai ekonomi digital Indonesia tercatat hingga 70 miliar USD dan ini merupakan yang tertinggi di ASEAN.

“Jumlah tersebut diperkirakan akan mampu tumbuh 5 kali lipat pada 2030 nanti, dengan nilai mencapai 330 miliar USD. Angka tersebut tentu masih dapat ditingkatkan, apabila jangkauan infrastruktur TIK mampu ditingkat lebih baik lagi sehingga semua daerah di Indonesia nantinya memiliki infrastruktur yang memadai untuk pengelolaan TIK,” terangnya.

Karena itu, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat itu mengatakan, ketersediaan infrastruktur TIK yang memadai di semua daerah menjadi sangat penting.

Disamping itu, TRH juga menghimbau agar peningkatan infrastruktur TIK ini juga diikuti dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), utamanya dalam hal meningkatkan literasi digital masyarakat, sehingga nanti terwujud masayrakat digital dengan infrastruktur yang benar-benar memadai.

“Kami di Komisi I DPR-RI terus mendorong Kemkominfo untuk fokus meningkatkan akselerasi pembangunan infrastruktur TIK sampai ke pelosok negeri,” tuturnya.

Meskipun demikian, pihaknya juga terus mendorong agar program-program peningkatan pemahaman dan wawasan anak bangsa utamanya dalam pemanfaat TIK juga tidak boleh dilupakan.

“Karena persaingan kedepan tidak mudah, makanya kita harus mampu menciptakan SDM bangsa yang handal, cakap dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” pungkas Wakil Ketua Komisi I DPR-RI.

Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan webinar tersebut, Ketua STIAPEN Nagan Raya, Edi Wanda, SE, MM dan Dewan Pengawas PFN, Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si.[Wanda]

Pj Bupati Aceh Besar Serahkan Bantuan Masa Panik Kebakaran di Meunasah Papeun

0
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP, MM, saat menyalurkan bantuan masa panik kepada para korban terdampak kebakaran, Sabtu (22/10/2022)

Nukilan.id – Kala asap tipis masih menggelayut di atas puing empat bangunan yang terbakar di Gampong Meunasah Papeun Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, dan saat personil Damkar masih ‘menjaga’ lokasi, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, tiba meninjau warganya yang sedang tertimpa musibah tersebut. Iswanto datang membawa bantuan masa panik, untuk para korban terdampak kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, bertepatan dengan waktu shalat magrib, Sabtu (22/10/2022) tadi.

Sejenak tiba, Pj Bupati Aceh Besar itu langsung menyisir lokasi kebakaran, untuk memastikan api benar benar telah padam, dan tidak menyisakan potensi kebakaran ulang. Setelah itu, figur nomor satu di Aceh Besar itu menjumpai ahli musibah yang terdiri atas empat KK sesuai jumlah rumah yang ludes diamuk api.

Kepada para korban terdampak kebakaran itu, Muhammad Iswanto menyatakan ikut berduka sedalam dalamnya, baik atas nama Pemkab Aceh Besar, maupun atas nama pribadi dan keluarga. Iswanto juga mengingatkan para keluarga terdampak kebakaran itu untuk tetap tabah dan tawaqal menjalani ujian Allah tersebut.

“Siapapun kita tentu tak menginginkan musibah, akan tetapi semua terjadi karena kehendak Allah, kita manusia hanya menjalani dengan penuh ridha dan tabah. Allah pasti memiliki hikmah atas semua ini, yang sudah pasti kita tak mengetahuinya, karena itu memang rahasia Allah semata,” tutur Iswanto.

Dalam kesempatan itu Muhammad Iswanto menyalurkan bantuan masa panik kepada para korban terdampak kebakaran. Bantuan itu terdiri atas sandang dan pangan, serta fasilitas kedaruratan untuk korban musibah,seperti beras dan lain lain.

“Terimalah bantuan masa panik ini, sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian Pemerintah Aceh Besar terhadap rakyatnya, yang tertimpa musibah. Tolong jangan dilihat dari sisi nilainya, mudah mudahan bantuan masa panik ini bisa menjadi solusi dari kebutuhan saat masa darurat pascakebakaran,” kata Iswanto.

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak empat (4) unit rumah di Gampong Meunasah Papeun Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar ludes dilalap si jago merah, Sabtu (22/10/2022) sekira pukul 19.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam insiden amuk api yang diakui dipicu oleh konslet listrik dari salah satu rumah yang berdempetan itu.

Sementara Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil SSos MSi (RJ) yang dihubungi secara terpisah mengatakan, kebakaran tersebut menimpa empat rumah yang berdempetan, dengan konstruksi kayu.

“Saat ini anggota kami masih di lapangan,” kata Ridwan Jamil saat dihubungi sekira pukul 20.10 WIB tadi.

Sementara menurut data dari Dinsos Aceh Besar melalui Kadis Sosial, Bahrum Jamil (BJ), kebakaran itu disebut sebut karena konslet listrik dari salah satu rumah.

Keempat rumah itu dihuni Nurdiah 5 anggota keluarga (3 org balita), Kasmida 5 anggota keluarga (1 orang balita), Mutiasari 6  anggota keluarga (1 orang balita) dan Liawati 4 anggota keluarga (2 orang balita).

Api berhasil dipadamkan berkat kerja sama armada pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Besar dan Damkar Kota Banda Aceh serta masyarakat setempat. []

Achmad Marzuki: Aktivitas Kuala Langsa Lebih Ditingkatkan Pasca Pengerukan

0
Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, didampingi Pj. Walikota Langsa, Said Mahdum Majid, saat meninjau pelabuhan Kuala Langsa, Langsa, Sabtu (22/10/2022).

Nukilan.id – Aktivitas dengan intensitas tinggi di Kuala Langsa akan memicu denyut perekonomian masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan ini. Oleh karena itu, jika pengerukan aliran pelabuhan tersebut selesai dilakukan oleh PT Pelindo, maka geliat ekspor di Kuala Langsa dapat berjalan maksimal dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Pj Gubernur, didampingi Pj Wali Kota Langsa Said Mahdum Majid, saat berkunjung ke Pelabuhan Kuala Langsa untuk melihat langsung perkembangan dan permasalahan dalam memaksimalkan aktivitas ekspor di pelabuhan tersebut.

“Agustus lalu saya menghadap Menteri Perhubungan dan Dirut Pelindo, membahas terkait pengerukan Kuala Langsa agar bisa melakukan aktivitas ekspor dengan skala yang lebih besar. Surat dari Kemenhub sudah disampaikan ke Pelindo. Saat ini kita masih menunggu kapan pengerukan dimulai oleh Pelindo agar aktivitas ekspor bisa segera dimulai,” ujar Achmad Marzuki.

Achmad Marzuki menambahkan, aktivitas ekspor di Pelabuhan Kuala Langsa akan maksimal, setelah dilakukan pengerukan daerah alur pelabuhan. Jika proses pengerukan selesai, pelabuhan ini akan bisa dilayari kapal dengan bobot 10 ribu hingga 12 ribu DWT.

“Tadi kata Wali Kota, pengerukan terakhir Kuala Langsa itu di tahun 1980 an. Proses sedimentasinya cukup lambat. Jadi cukup baik sebenarnya. Jika kita keruk sekarang dan lebih dalam lagi, maka masih bisa digunakan hingga 50 tahun ke depan,” kata Pj Gubernur.

Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Kuala Langsa yang berjarak 10 kilometer dari Pusat Kota Langsa dikelola oleh Pelindo sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Pelindo diberi amanah oleh Pemerintah untuk menangani berbagai kegiatan pelabuhan dan bongkar muat berbagai komoditi baik domestik maupun internasional.

Pelabuhan Kuala Langsa juga sudah dilengkapi dengan Dermaga Curah Cair, Lapangan Penumpukan, Dermaga Umum dan Terminal Penumpang serta dilengkapi dengan forklift kapasitas 5 ton dan 3 ton, masing-masing 1 unit. Gudang 02 dengan luas area mencapai 6.000 m² dan Gudang Dewi Monza dengan luas area 4.000 m².

Letak Kuala Langsa juga sangat strategis, terutama dengan hinterland pendukung. Dengan Aceh Tamiang, Kuala Langsa hanya berjarak 35 km. Sementara itu, Kuala Langsa-Aceh Timur hanya berjarak 45 km. Kuala Langsa – Lhokseumawe 150 km dan dengan Belawan berjarak 250 km.

“Saat ini, kita sedang menunggu aksi dari Pelindo. Saya juga akan menghadap Menteri BUMN untuk meminta dukungan terhadap pengerukan ini, jika tinkdalanjutnya belum berjalan maksimal,” imbuh Pj Gubernur.

Achmad Marzuki mengungkapkan, aktivitas ekspor di Pelabuhan Kuala Langsa akan berjalan maksimal sebab sudah ada beberapa investor yang saat ini telah menjalankan bisnisnya dan berkomitmen untuk berinvestasi di kawasan tersebut.

“Artinya, aktivitas ekspor akan berjalan maksimal setelah pengerukan dilakukan karena sudah ada investor yang serius untuk melaksanakan kegiatan ekspor melalui pelabuhan ini,” lanjut Pj Gubernur.

Sementara itu, Pj Wali Kota Langsa Said Mahdum Majid mengatakan, saat ini aktivitas ekspor yang dilakukan di Pelabuhan Kuala Langsa seperti cangkang sawit melalui STS karena kapal tidak bisa bersandar langsung di dermaga yang diakibatkan endapan sedimen di alur dermaga, sehingga tidak dapat dilalui oleh kapal berkapasitas 10-12 ribu DWT.

“jadi, aktivitas ekspor cangkang sawit di Kuala Langsa selama ini, seperti cangkang kelapa sawit diangkut menggunakan tongkang dan selanjutnya muatan akan ditransfer ke kapal di tengah laut (ship to ship) dengan jarak sekitar 16 Mil di Selat Malaka, karena kapal tidak bisa bersandar langsung di Pelabuhan Kuala Langsa,” kata Pj Wali Kota.

Oleh karena itu, Pj Wali Kota Langsa berharap, dengan kunjungan Pj Gubernur Aceh hari ini, Pelabuhan Kuala Langsa dapat segera beroperasi maksimal, sehingga aktivitas ekspor secara aktif seperti kejayaan masa lalu yakni sebagai jalur ekspor berbagai kebutuhan dari Aceh ke Malaysia dan berbagai Negara tujuan bisa terulang kembali.

“Saya mewakili masyarakat Kota Langsa sangat berharap agar Pelabuhan Kuala Langsa ini segera aktif kembali agar upaya membangkitkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Langsa bisa terlaksana secepatnya,” kata Pj Wali Kota.

Dalam kunjungan tersebut, Pj Gubernur Aceh juga mendapatkan penjelasan singkat dari General Manager PT Pelindo Cabang Lhokseumawe dan Kuala Langsa Joni Hutama, terkait kendala operasional pelabuhan dan berbagai potensi yang dapat dikembangkan di pelabuhan tersebut di masa mendatang.[]

Mendagri dan Safrizal ZA Ziarah ke Makam Cut Nyak Dhien

0

Nukilan.id – Di sela kesibukan kunjungan spesifik di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (21/10/2022), Mendagri, Muhammad Tito Karnavian menyempatkan diri melakukan ziarah kubur, di makam Cut Nyak Dhien yang berlokasi di Gunung Puyuh.

Dalam kunjungan itu, Tito Karnavian didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, yang kebetulan juga putra asli Aceh.

“Terawatnya makam Cut Nyak Dhien memberikan kesan tersendiri pada keluhuran budi masyarakat Sunda khususnya di Kabupaten Sumedang. Seraya mengirim surah Al Fatihah dan membaca kalimat thayyibah, doa dipanjatkan semoga almarhumah ditempatkan ditempat yang paling mulia disisi-Nya. Serta menjadi pengingat kepada generasi penerus bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” kata Safrizal.

Mendagri didampingi Safrizal berada di Sumedang meninjau pembentukan Mal Pelayanan Publik. Mal Pelayanan Publik ini untuk mengintegrasikan pelayanan yang diberikan kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD serta swasta pada satu tempat.

Mal ini sebagai upaya meningkatkan kecepatan, kemudahan, jangkauan keamanan dan kenyamanan publik telah digariskan oleh Presiden Joko Widodo melalui diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2021 tentang Mal Pelayanan Publik.

Mal pelayanan publik atau disingkat MPP sendiri dibentuk oleh Pemerintah Daerah setempat. MPP ini terdiri dari pelayanan langsung, pelayanan mandiri, pelayanan bergerak dan pelayanan elektronik.

Kabupaten Sumedang menjadi salah satu di antara 74 daerah lain yang MPP-nya telah diresmikan dan beroperasi di seluruh Indonesia.

Kunjungan Kerja Spesifik Menteri Dalam Negeri, M. Tito Karnavian ke Sumedang, Jawa Barat, didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA.

Mereka disambut oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, beserta segenap jajaran di Induk Pusat Pemerintahan Sumedang.

“Sejalan dengan arahan Bapak Mendagri. Bahwa sesuai tugas fungsi Direktorat Jenderal Bina Adminiatrasi Kewilayahan akan terus memberikan asistensi dan fasilitasi untuk membentuk MPP. Terlebih telah 114 Pemerintah Daerah yang tercatat memiliki komitmen untuk membentuk MPP termasuk 74 yang sudah diresmikan,” kata Safrizal.

MPP sendiri dijalankan dengan empat strategi utama yaitu inventarusasi data berdasarkan kewilayahan, pembentukan struktur kelembagaan MPP, Pemenuhan Standar Kompetensi dan pemberian tunjangan khusus/insentif pada penyelenggara PTSP.

“Setidaknya ada tiga peran penting dan strategis dari keberadaan MPP yaitu menjadi _entry point_ investasi daerah, sebagai katalisator peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menjadi ujung tombak penerapan zona bebas korupsi dan percepatan kinerja pemda”, tegas Safrizal. [*]

Semarakkan Hari Santri, OJK dan Bank Aceh Gelar Inklusi Keuangan

0
Dayah Mahyal ‘Ulum Al – Aziziyah (Foto: Dok. Bank Aceh)

Nukilan.id – Kementerian Agama (Kemenag) mencatat total santri di Indonesia pada 2022 mencapai 4,1 juta tersebar di 27.722 pesantren dan diprediksi kian bertambah tiap tahunnya. Dengan jumlah persebaran yang kian bertambah, keberadaan santri kini menjadi elemen penting dalam mendorong kemajuan peradaban.

Merespon hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Aceh gelar Inklusi Keuangan Dalam Rangka Hari Santri Nasional (IHSAN), di Dayah Mahyal ‘Ulum Al – Aziziyah, Desa Sibreh Keumudee, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Sabtu (22/10/2022).

Kegiatan inklusi yang dilaksanakan bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan dan Hari Santri Nasional diikuti oleh 700-an santri yang berada di dayah milik Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Tgk H Faisal Ali.

Kepala OJK Provinsi Aceh, Yusri dalam sambutannya mengatakan, kegiatan inklusi di hari santri ini bertema Gerakan Santri Menabung.

“Dayah tidak hanya memiliki peran hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Karena itu, pengenalan dan pemanfaatan dari layanan jasa keuangan syariah tentunya harus dilakukan sejak dini dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap, dayah mampu menjadi kekuatan dalam mendukung implementasi Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

“Pelaksanaan Qanun LKS merupakan pencapaian positif yang harus kita dukung dalam rangka membangun kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Bank Aceh Lazuardi dalam kesempatan tersebut mengatakan, hingga September 2022, Bank Aceh telah melaksanakan 244 program inklusi dan literasi keuangan yang dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota, Medan, dan Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan komitmen Bank Aceh dalam rangka terus mendukung inklusi dan literasi keuangan bagi lingkungan dayah. Selain itu, melalui momentum ini kami juga ingin kehadiran Bank Aceh benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Pimpinan Dayah Mahyal ‘Ulum Al – Aziziyah, Tgk H Faisal Ali mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh OJK dan Bank Aceh dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan bagi santri dan dayah yang ada di lingkungannya.

“Hal ini tentunya sangat bermanfaat, apalagi di tengah upaya kami mengintegrasikan dayah dengan pemberdayaan di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan dalam rangka membangun ketahanan pangan dan kemandirian dayah,” ujarnya.

Dikatakan, dayah yang dipimpinnya telah berusia 22 tahun dengan sejumlah santri yang berada di tingkatan SMP, SMK, dan Sekolah Tinggi.

Kegiatan inklusi keuangan turut dilakukan dengan sosialisasi literasi keuangan oleh Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank OJK, Faisal Tamara, dan Produk Perbankan Syariah yang disampaikan oleh Dedy Novendi, selaku manager pada Lembaga Pendidikan Bank Aceh (LPBA).

Gerakan Santri Menabung yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis tabungan pelajar kepada 300 santri yang diwakili oleh 20 santri. Selain itu, Bank Aceh juga turut menyerahkan bantuan sebanyak 100 sak beras, 40 unit sajadah, tong sampah dan sejumlah mobiler bagi dayah.

Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Aceh, Prof Dr Syahrizal Abbas, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan, Said Zainal Arifin, Pemimpin Divisi Produk dan Layanan, Andi Purwito, dan Pemimpin Pengganti Bank Aceh Cabang Banda Aceh, Irna Melinda.

OJK, Kepala Sub Bagian Pengawasan IKNB dan Pasar Modal, M.Hakimi Sudarmi serta Kepala Subbagian Administrasi, Ryan Novrian. Selain itu, turut hadir seluruh unsur Muspika. []

Breaking News: 4 Rumah di Meunasah Papeun Aceh Besar Ludes Terbakar

0
4 Unit rumah di Gampong Meunasah Papeun, Aceh Besar luder terbakar. (Nukilan/kek)

Nukilan.id – Sebanyak empat unit rumah berkontruksi semi permanen di Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar ludes terbakar dilalap sijago merah sekira pukul 19.00 WIB, Sabtu (22/10/2022).

Keempat rumah tersebut milik Ilyas (70) disewakan kepada Nurdiah, Kasmida, Ridwan, dan T Faisal. Termasuk bagian dapur rumah milik Muslim (54) juga ikut terkena imbas dari musibah tersebut.

Kasi Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, Yudi mengatakan api bermula dari rumah Ridwan dan menjalar kerumah sewa lainnya.

“Berdasarkan keterangan dari Ketua Pemuda Meunasah Papeun, Imam Munandar, ia melihat kobaran api dari rumah Ridwan seketika itu menjalar ke rumah sewa yang lain karena berdampingan,” kata Yudi.

Sekiranya pukul 19.43 wib api dapat dipadamkan dan selanjutnya dilakukan upaya pendinginan, dan selesai bertugas armada kembali ke pos pukul 20.50 wib.

Saat proses pemadaman turut dibantu petugas PLN, Polsek Krueng Barona Jaya di back up Polresta Banda Aceh, personel Kodim, Koramil setempat, relawan ERPA dan RAPI dalam pengamanan di lokasi kejadian.

Sampai berita ini diturunkan tidak ada korban jiwa dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. [Reji]

Negara Turut Kembangkan Wakaf di Aceh

0
Acara FGD Pemberdayaan Wakaf Produktif untuk Kemaslahatan Umat di Gedung Diklat Pertanian dan Perkebunan, Saree, Aceh Besar (21/10/2022). (Foto : Dok. Humas BMA)

Nukilan.id – Ketua Badan Baitul Mal Aceh (BMA) Mohammad Haikal mengatakan, selain pesatnya perkembangan keuangan komersial Islam di Indonesia dalam bentuk perbankan syariah, belakangan berkembang juga keuangan sosial Islam, seperti wakaf.

“Yang menarik di Aceh, dalam pengembangan wakaf ini turut terlibatnya negara melalui pembentukan Baitul Mal tingkat provinsi hingga ke desa-desa” kata Haikal.

Hal itu disampaikan Haikal saat menjadi pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Wakaf Produktif untuk Kemaslahatan Umat di Gedung Diklat Pertanian dan Perkebunan,  Saree, Aceh Besar  (21/10/2022).

FGD yang diikuti 60 peserta se Aceh itu diselenggarakan oleh PW Al Washliyah Aceh bekerjasama dengan BMA.

Menurut Haikal, perkembangan wakaf di Aceh awalnya sangat ditentukan oleh peran komunal atau masyarakat. Padahal, memproduktifkan wakaf sangat ditentukan oleh tata kelola lembaga dan trust (kepercayaan) yang baik.

“Wakaf tak boleh lagi diurus seadanya. Tanah wakaf yang ada harus dikelola dengan manajemen yang profesional, sehingga menjadi pendapatan umat,” ujarnya.

Wakaf, tambah Haikal, harus dikembangkan sebagai investasi yang menguntungkan. Dengan ini, penerima manfaat wakaf  akan dapat menyelesaikan masalah yang ada.

Untuk itu, pemberdayaan wakaf dimulai dari pengurusan legalitas wakaf dan kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas nazir.

“Apabilan nazir memiliki kapasitas yang memadai, maka akan mampu memproduktifkan wakaf dan wakaf akan dirasakan hasilnya oleh penerima manfaat,” katanya.

Hal penting berikutnya dalam pengelolaan wakaf, kata dia, nazir harus mampu membangun kepercayaan dan menyampaikan laporan keuangan. “Lagi-lagi hal ini hanya mampu dilakukan oleh SDM nazir yang berkualitas,” kata Dosen Sekolah Tinggi Al Washliyah Banda Aceh ini.

Menurut dia, peran negara dalam pengelolaan wakaf melalui pembentukan baitul mal akan terus dioptimalkan fungsinya dalam pemberdayaan wakaf profuktif . “Untuk ini, kita akan  tingkatkan SDM nazir berkelanjutan,” tegasnya.

Mengomentari banyaknya masalah dalam pengembangan wakaf, dia memandang perlu kolaborasi dan kerjasama berbagai komponen dan organisasi masyarakat. Menurut dia, pemberdayaan wakaf memerlukan kolaborasi semua pemangku kepentingan, BWI dan Baitul Mal.

“Selain mengelola wakaf yang ada seperti masjid, makam dan madrasah, sudah saatnya kita juga urus wakaf  produktif dengan prinsip-prinsip enterpreneurship,” pungkasnya.

Pemateri lainnya dalam FGD yang berlangsung lebih tiga jam itu, Ketua PW Al Wasliyah Aceh Dr Ridwan Nurdin MCL dengan topik Fikih Wakaf dan Kabag TU Kemenag Aceh Tengah H Wahdi MS MA menguraikan kisah sukses toko swalayan Ihmal Market. [*]

Muhammad Bahlia: HIPSI Siap Majukan Ekonomi Aceh

0

Nukilan.id – Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Aceh melaksanakan rapat kerja (Raker) perdana, di Aula Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA), Banda Aceh, Sabtu (22/10/2022).

Ketua HIPSI Aceh, Muhammad Balia mengatakan raker hari ini akan menetapkan program kerja (Proker) HIPSI setahun ke depan. Walau pun secara tidak formal sudah dibahas dan disiapkan masing-masing divisi.

Ia menegaskan HIPSI siap menjadi mitra Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA) berbagai even, termasuk peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

Menurutnya, HIPSI organisasi besar. Karenanya, ia sangat peduli dan responsif untuk kemajuan lembaga tersebut. Di Aceh lembaga ini punya peran besar, kalau tidak mau bergerak, ekonomi santri Aceh akan terus tertinggal.

“Saya siap bangun komunikasi untuk majukan HIPSI,” Muhammad Balia dalam kata sambutannya.

Selama ini, kata Muhammad Balia, sudah banyak pihak yang ingin kolaborasi, namun belum disahuti dengan baik oleh HIPSI.

“Intinya, orang menaruh harapan pada organisasi santri, maka pengurus harus siapkan proker agar organisasi jalan dan mampu meningkatkan ekonomi Aceh. Dengan keistimewaan Aceh, HIPSI bisa gait berbagai lembaga untuk realisasi proker,” sebutnya.

Ia mengatakan, soliditas lembaga berbasis dayah harus ditingkatkan supaya mudah memajukan ekonomi Aceh.

“Semoga HIPSI lebih kuat dan tajam dalam menggerakkan kegiatan ekonomi. Banyak harapan pimpinan dayah agar HIPSI membangun ekonomi kalangan santri. Saya harap pengurus menuangkan pikirannya untuk memajukan HIPSI. Dengan kebersamaan dan kekompakan, Insyaallah HIPSI kuat,” tegasnya.

Kepala DPDA yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Santri, Tgk Irwan Jamaluddin SHI MSi mengharapkan sentuhan terhadap dayah yang ada usahanya, tujuannya memajukan dan mengembangkan ekonomi.

“Saya harap HIPSI dikenal di Aceh, khususnya di kalangan dayah,” ujarnya.

Ia menegaskan, meski terbatas anggara, DPDA tetap mendukung HIPSI sesuai kapasitas dinas.

Sementara Penasihat HIPSI Aceh, Tgk Fadhil Rahmi Lc MA berharap lembaga tersebut bekerja maksimal untuk merealisasikan visi dan misi.

“Jangan pernah tidak memulai. Tapi niatkan dan laksanakan program agar bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat,” jelasnya saat memberikan sambutan.

Anggota DPD RI asal Aceh ini mengingatkan, pemerintah hanya memberikan dukungan terhadap apa yang dikerjakan suatu komunitas, bukan membangun komunitas atau orang yang belum bekerja sama sekali.

“Saya yakin, saat sudah jalan, akan hadir pihak lain membantu, bahkan akan datang bantuan Allah. Maka jangan pernah tidak bergerak,” pungkas Fadhil Rahmi.

Harapannya, HIPSI menjadi kekuatan ekonomi berbasis dayah dan akan tampak kinerjanya jika ada konsistensi pengurus. Maka hasilkan rencana kerja konkrit dan bermanfaat untuk masyarakat. [Reji]