Beranda blog Halaman 1509

Akibat Banjir Aceh Tamiang, Jalan Lintas Aceh-Sumut Lumpuh Total

0
Antrean panjang kendaraan arah Aceh menuju medan di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Nukilan.id – Jalan lintas Banda Aceh – Medan, Sumatera Utara (Sumut) maupun arah sebaliknya terputus total akibat banjir di wilayah Kecamatan Karang Baru dan Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, sejak Rabu (2/11/2022) malam.

Akibat jalan terendam banjir, terjadi antrean panjang seluruh kendaraan dari dua arah tersebut. Sementara kendaraan yang mau masuk ke Provinsi Aceh bertumpuk di area SPBU Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.

“Sejak pukul 20.00 WIB hingga 00.00 WIB masih tidak bisa lewat baik dari Medan maupun ke Langsa. Titik kumpul lokasi yang tidak banjir di SPBU Seumadam,” kata Sudirman (42), pengendara yang akan pulang ke Kota Langsa, Kamis (3/11/2022), seperti dilansir Antara.

Hingga Kamis pagi pukul 06.00 WIB, Sudirman mengaku masih terjebak banjir. Dan masih terjadi antrean kendaraan sudah mencapai 2 kilometer dari SPBU.

“Kalau kendaraan dari Medan terjebak banjir di kawasan Sungai Liput lewat Makodim 0117/Aceh Tamiang atau lewat jembatan alur sebelum Kantor Camat dan Polsek Kejuruan Muda. Airnya deras setinggi pinggang orang dewasa,” jelas Sudirman.

Dari pantauan di lapangan, jalan lintas menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara ini yang tergenang banjir salah satunya berada di kawasan Desa Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Kemudian banjir juga menggenangi jalan nasional di Desa Sriwijaya atau depan Kantor Camat Kota Kuala Simpang setinggi hampir satu meter. Selain itu Jalinsum di kawasan Desa Bukit Rata dan Kebun Tiga Desa Seumadam juga terendam hingga membuat antrean kendaraan.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali dikonfirmasi, Kamis, mengatakan sudah menyiagakan personel di setiap titik jalan negara yang tergenang banjir.

“Ada, sejak kemarin kita sudah siagakan personel Satlantas dibantu personel Polsek-Polsek setempat untuk mengatur kendaraan yang melintas di jalan  tergenang supaya tidak terjadi kemacetan,” kata Imam.

Diakui Imam Asfali ada beberapa titik jalan negara tergenang banjir sejak dari wilayah Karang Baru dan Kejuruan Muda yang terparah.

“Personel Satlantas sudah saya perintahkan memberikan tanda  dari kayu di sisi kanan-kiri jalan sehingga masyarakat pengguna jalan mengetahui batas titiknya jangan sampai terperosok terlalu ke pinggir,” tegasnya. []

Twitter Bakal PHK 3.700 Karyawan

0
Ilustrasi Twitter. (AP/Godofredo A. Vásquez)

Nukilan.id – Twitter diprediksi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 50% karyawannya setelah diambilalih oleh CEO Tesla Elon Musk. Diperkirakan 3.700 karyawan akan terkena pemutusan hubungan kerja ini.

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News. Dalam laporan tersebut juga disebutkan Elon Musk juga akan mengharuskan karyawan yang bekerja jarah jauh (WFA) untuk melapor ke kantor Twitter.

Dalam internal memo yang dilihat CNBC International, Elon Musk berencana untuk bertemu dengan pihak yang mendukung dalam akuisisi Twitter untuk membicarakan PHK. Beberapa yang diundang termasuk David Sacks dari Craft Ventures, Steve Davis President Boring Company, Sam Teller dan Antonio Gracias dari Velor Equity Partners.

Agenda rapat terkait pengurangan karyawan ini tersebar luar di kalangan internal karyawan Twitter, kemungkinan ini terjadi secara tidak sengaja, seperti dilansir dari CNBC International, Kamis (3/11/2022).

Pasca merampungkan akuisisi Twitter senilai US$44 miliar, Elon Musk memang melakukan tindakan cepat dengan memboyong orang-orang kepercayaannya untuk bekerja di Twitter.

Langkah pertama Elon Musk dalam mengembangkan bisnis adalah berusaha untuk meningkatkan margin Twitter, termasuk dengan memangkas jumlah karyawan dan biaya operasional serta menemukan cara baru untuk menghasilkan pendapatan.

Elon Musk sendiri telah mengusulkan kehadiran produk berlangganan bernilai US$8 per bulan kepada pengguna Twitter. Ada juga biaya untuk pengguna yang menginginkan verifikasi “centang biru”.

Pj Gubernur Aceh dan Pimpinan DPRA Ikuti Diklat PAKU Integritas KPK

0
Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki didampingi Sekda Aceh, Bustami Hamzah saat mengikuti Pelatihan Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggaraan Negara Berintegritas (PAKU Integritas) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Ballroom 1 JS Luansa Hotel, Jakarta Selatan, Kamis, 3 November 2022. (Foto: Humas BPPA)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengikuti Pelatihan Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggaraan Negara Berintegritas (PAKU Integritas) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Ballroom 1 JS Luansa Hotel, Jakarta Selatan, Kamis, 3 November 2022.

Achmad Marzuki mengikuti diklat didampingi Sekda Aceh Bustami Hamzah, Wakil Ketua II DPRA, Hendra Budian dan Wakil Ketua III DPRA, Safaruddin.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, bahwa para penjabat kepala daerah yang ikut dalam pelatihan tersebut harus serius dan betul-betul menjalankan tugas untuk kepentingan rakyat.

Menurutnya, penjabat tersebut tidak diperbolehkan punya kepentingan untuk dirinya sendiri melainkan untuk masyarakat. Apalagi merasa harus balas budi terhadap pihak lain.

“Tidak boleh ada hutang budi kepada siapa pun, kecuali kepada masyarakat dan kepada pimpinan yang telah menunjukkan bapak-bapak menjadi penjabat kepala daerah,” kata Alexander.

Hal itu sebutnya, untuk menghindari stigma bahwa selama ini kepala daerah mengeluarkan biaya untuk menjadi kepala daerah melalui sponsor.

“Setelah menjadi kepala daerah, maka hutang Budi itu harus dibayar kembali dan ini menjadi pemicu tindak pidana korupsi,” jelas Alex.

Diketahui, berdasarkan survei KPK rata-rata calon kepala daerah mengeluarkan biaya melalui sponsornya di daerah masing-masing untuk maju sebagai kepala daerah.

“Nah akhirnya, saat para calon kepala daerah itu menang, tujuan mereka tidak lagi menjadi pelayan masyarakat melainkan pelayan para sponsor dan pengusaha,” kata Alex.

Oleh sebab itu tambanya, perlu dibangun ntegritas dengan kedisiplinan yang kuat agar mampu menjadi pemimpin amanah dan bertanggung jawab.

“Hutang budi kita ya kepada para pemilih kita, yang telah mempercayakan kita sebagai kepala daerah untuk melayani mereka. Maka berpikirlah kepada masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu diketahui, tujuan dari pelaksanaan Program PAKU Integritas Tahun 2022 ini guna meningkatan kesadaran antikorupsi para penyelenggara negara sehingga terhindar dari perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Diharapkan, acara tersebut nantinya dapat membangun karakter penyelenggara negara yang berintegritas dan teladan dalam menjalankan peran dan tugasnya, dan penguatan peran serta dan komitmen Penyelenggara Negara dalam pelaksanaan upaya pemberantasan korupsi di masing-masing instansi.

Hasil Panen Benih Sumber Padi 2022

0
Kegiatan prosesing dan pengemasan bersama kepala UPTD BBHTPP Ahmad Zaini, SP, M.Si di unit produksi benih tanaman pangan keumala. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Persediaan hasil produksi benih sumber padi yang ada saat ini di unit produksi benih tanaman pangan keumala sebanyak 48.445 kilogram dari enam varietas.

Hal itu disampaikan, Kepala UPTD Balai Benih Hortikultura, Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan (BBHTPP) Ahmad Zaini SP, M.Si dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Kamis (3/11/2022).

Adapaun keenam varietas tersebut yaitu, varietas IR 64 kelas BD berjumlah 1.495 kilogram, varietas Inpari 30 kelas BD berjumlah 15 kilogram, varietas Inpari 79 kelas BP berjumlah 15.675 kilogram.

Selanjutnya, varietas IR 64 kelas BP berjumlah 11.200 kilogram, varietas Inpari 30 kelas BP berjumlah 13.270 kilogram, dan Inpari 32 kelas BP berjumlah 5.290 gram.

Selain itu, Zaini memyampaikan pada tahun 2022 perbanyakan benih sumber tanaman pangan seluas 27 hektar yaitu terdiri dari perbanyakan benih sumber padi kelas BD 3 hektar dan kelas BP 22 hektar.

“Sedangkan perbanyakan benih sumber kedelai kelas BD 1 hektar dan kelas BP 3 hektar, semua itu sumber anggaranya dari APBA dan APBN,” ucapnya.

Untuk diketahui, penggunaan benih unggul bersertifikat merupakan salah satu komponen penting dalam peningkatan produksi tanaman pangan, pemilihan benih unggul sudah seharusnya bersifat spesifik lokasi, dalam arti penyesuaian penggunaan benih dengan kondisi iklim yang berada disekitar lokasi pengembangan tanaman pangan.

UPTD Balai Benih Hortikultura, Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan (BBHTPP) terbentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 68 tahun 2018 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas, fungsi dan tata kerja unit pelaksana teknis daerah balai benih hortikultura, tanaman pangan dan tanaman perkebunan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

UPTD BBHTPP mempunyai tugas melaksanakan kegiatan teknis bidang produksi, pelayanan dan penyebarluasan serta pemasaran benih tanaman hortikultura, tanaman pangan dan tanaman perkebunan.

Dalam susunan organisasi UPTD Balai Benih Hortikultura, Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan termasuk UPTD kelas A dimana terdiri dari kepala UPTD, Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Produksi Benih Hortikultura dan Tanaman Pangan, Kepala Seksi Produksi Tanaman Perkebunan dan dibantu oleh tenaga teknis dilapangan.

Kedudukan UPTD BBHTPP mempunyai tiga unit kantor produksi benih, yang pertama unit produksi benih Tanaman Perkebunan yang berada di Gampong Lamlumpang Ulee Kareng Kodya Banda Aceh yang sekaligus dijadikan sebagai kantor induk pusat administrasi, yang kedua unit produksi benih tanaman pangan yang berada di Gampong Paloh Teungoh Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie dan yang ketiga unit produksi benih tanaman hortikultura yang berada di Gampong Sukamulia Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar.

Unit produksi benih tanaman pangan keumala sebagai “penyedia benih sumber” tanaman pangan khususnya padi dan palawija setiap tahun melakukan perbanyakan benih sumber untuk kebutuhan pengguna benih unggul bersertifikat diseluruh kabupaten dalam provinsi Aceh.

Dalam pelaksanaannya unit produksi benih tanaman pangan keumala mendapatkan benih sumber kelas BS atau label kuning dari Balai Besar Padi Sukamandi yang selanjutnya diperbanyak menjadi kelas BD atau label putih dan kelas BP atau label unggu.

Perbanyakan benih ini dimulai dengan pemilihan varietas yang dibutuhkan sesuai keinginan pengguna benih yang biasanya terdiri dari beberapa varietas, setelah memasuki musim tanam akan dilaksanakan pengolahan tanah ke satu dan kedua, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, seleksi (roguing), panen dan pasca panen serta prosesing dan pengemasan.

Dalam proses pengelolaan benih sumber yang harus diperhatikan adalah kemurnian benih semaksimal mungkin, hal ini sebagai upaya untuk mempertahankan kualitas benih agar tidak merugikan penangkar dan petani sebagai pengguna benih unggul bersertifikat.(Adv)

Ibu dan Anak di Aceh Tenggara Meninggal Terseret Banjir

0

Nukilan.id – Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh menyebabkan dua warga Desa Rambung Jaya, Kecamatan Darul Hasanah meninggal dunia karena terseret arus.

Korban meninggal dunia itu bernama Samine (60) dan Indah (14). Keduanya merupakan ibu dan anak. Mereka sempat dinyatakan hilang saat berada di dalam rumah ketika bencana itu melanda. Namun kemudian keduanya ditemukan sudah tak bernyawa.

Mereka ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi rumah korban setelah dilakukan pencarian oleh warga dan petugas gabungan.

Saat ini petugas masih melakukan pendataan terkait korban terdampak banjir bandang serta menurunkan alat berat untuk normalisasi sungai dan pembersihan material dari banjir bandang tersebut.

Sebelumnya, banjir bandang itu menerjang lima desa di Kecamatan Darul Hasanah. Lima desa itu masing-masing Desa Rambung Teldak, Rambung Jaya, Seri Muda, Lawe Pinis dan Makmur Jaya.

Selain menelan korban jiwa, banjir itu juga memutus dua jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Darul Hasanah. [CNN]

Disdik Aceh Teken MoU Dengan GeRAK dan Transparency International

0

Nukilan.id – Dinas Pendidikan Aceh melakukan penandatanganan kerjasama dengan Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh dan Transparency International (TI) Indonesia, Rabu (2/11/2022) di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Penandatangan MoU itu langsung dihadiri Kadisdik Aceh, Drs Alhudri MM, Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani, Sekjen Transparency International, Danang Widoyoko, dan disaksikan oleh Direktur Jaringan Pendidikan KPK RI, Sari Anggraeni serta Asisten Deputi Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Kemenpan RB, Insan Fahmi.

Usai penandatangan MoU itu, kemudian dilanjutkan dengan konsultasi publik dalam penguatan tata kelola ekosistem pendidikan, optimalisasi pendidikan antikorupsi dan penandatanganan MoU penguatan pendidikan antikorupsi Aceh. Acara konsultasi publik itu dihadiri seluruh kacabdin dan kepala sekolah Se-Aceh.

Konsultasi publik itu menghadirkan empat narasumber yaitu Kadisdik Aceh, Drs Alhudri MM, Sekjen Transparency International, Danang Widoyoko, Direktur Jaringan Pendidikan KPK, Sari Anggraeni dan Asisten Deputi Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Kemenpan RB, Insan Fahmi. Kegiatan dipandu oleh Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani.

Kadisdik Aceh, Alhudri mengatakan Disdik Aceh dalam dua tahun ini sudah mendorong pada nilai-nilai yang menolak terhadap tindakan-tindakan korupsi.

Kata Alhudri, kepedulian ini selalu menjadi penegasan pada setiap pertemuan dengan pemangku kepentingan di lingkungan Disdik Aceh, dan bahkan saat ini meluas hingga memperkuat tata kelola ekosistem pendidikan dan optimalisasi pendidikan antikorupsi di Aceh.

“Semangat ini diawali oleh cita-cita luhur bersama para pemangku kepentingan, yang selalu berusaha mengurangi tindakan-tindakan korupsi yang berlawanan dengan perangkat hukum dan perundang-undangan,” kata Alhudri.

Menurutnya berawal dari niat baik inilah, pihaknya membuka kerja sama dengan GeRAK Aceh dan TI Indonesia untuk memberikan pemahaman dan pendalaman kepada seluruh insan pendidikan di Aceh bahwa kepedulian Disdik Aceh terhadap tindakan anti korupsi harus berjalan dan berkesinambungan.

“Untuk memperkuat keberlangsungan ini, kami mengikat MoU dengan dua lembaga sipil ini, yang disertai dengan Forum Konsultasi Publik. Forum ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada publik, dan menyerap berbagai saran dan gagasan aspirasi publik untuk disimpulkan sebagai rumusan kerjasama ini terus berkesinambungan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani tujuan dari MoU itu untuk menciptakan terciptanya tata kelola ekosistem pendidikan yang baik guna menunjang mutu pendidikan yang lebih baik.

“Kemudian optimalisasi pendidikan antikorupsi di sekolah guna mendidik generasi yang bebas dari perilaku korupsi, serta mendorong partisipasi publik dalam peningkatan transparansi di sektor pendidikan,” kata Askhalani.

Ia menjelaskan hasil yang ingin dicapai dalam kerjasama ini adalah terwujudnya tata kelola ekosistem pendidikan yang baik dan prima guna meningkatkan mutu pendidikan.

“Terwujudnya kerjasama lintas sektor Pendidikan agar pendidikan Antikorupsi di sekolah berjalan maksimal, dan terwujudnya partisipasi masyarakat dalam meningkatkan keterbukaan dan transparansi serta perbaikan di sektor pendidikan,” jelasnya.

Askhalani mengungkapkan pendidikan anti korupsi adalah program pendidikan tentang korupsi yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kepedulian warga negara terhadap bahaya dan akibat dari tindakan korupsi.

“Target utama pendidikan antikorupsi adalah memperkenalkan fenomena korupsi yang mencakup kriteria, penyebab dan akibatnya,” jelasnya.

Menurutnya untuk memperkuat implementasi pendidikan antikorupsi khususnya di Aceh, pada saat ini diharapkan dapat mendorong terciptanya tata kelola pendidikan yang berintegritas,” jelasnya.

Kata Askhalani, implementasi pendidikan antikorupsi mencakup dua hal penting yang tidak terpisahkan, yaitu insersi pendidikan antikorupsi pada pembelajaran baik yang dilakukan melalui kurikuler, ko-kurikuler, ekstra kurikuler, ataupun melalui mata pelajaran muatan lokal dan mata kuliah mandiri.

“Kedua ekosistem pendidikan yang mendukung terciptanya nilai-nilai integritas dan antikorupsi dalam penyelenggaraan pendidikan termasuk unsur keteladanan,” kata Askhalani. []

Irpannusir Apresisasi Kinerja Dinas Pedidikan Aceh

0
Ketua Komisi II DPR Aceh Irpannusir, M.I.Kom (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id –  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Irfannusir Rasman, mengaku merasakan perubahan kinerja Dinas Pendidikan Aceh. Dalam dua tahun terakhir, Dinas Pendidikan Aceh dinilai cakap menjalankan program, terutama dalam upaya pemerataan pendidikan.

“Ada peningkatan prestasi. Terutama pada SMK dan SMA,” kata Irfannusir, Rabu, 2 November 2022.

Hal ini dapat dilihat dari prestasi pelajar SMA dan SMK Aceh di tingkat nasional. Aceh, kata dia, berhasil memenangkan sejumlah kompetisi. Tingkat kelulusan pelajar Aceh di universitas-universitas terkemuka di Nusantara juga meningkat.

Keputusan Dinas Pendidikan Aceh membuka kelas jarak jauh untuk mendekatkan sekolah ke masyarakat dinilai Irfannusir sebagai langkah cerdas. Kelas jauh di Pameu dan Jamat, dua desa terpencil di Aceh Tengah, mencegah anak-anak lulusan SMP menganggur karena jarak SMA terdekat dari gampong-gampong itu mencapai puluhan kilometer.

Dengan membuka kelas jarak jauh, maka orang tua tidak perlu khawatir anak-anak mereka berkendara jauh untuk menikmati pendidikan. Para murid juga dapat membantu orang tua sepulang sekolah.

“Strategi ini sangat memudahkan masyarakat. Dan yang terpenting, tugas negara untuk meratakan pendidikan ke seluruh daerah terwujud,” kata Irfannusir.

Irfannusir juga memuji strategi Alhudri, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, untuk meningkatkan kinerja seluruh “mesin” pendidik di Aceh. Kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Aceh ke sejumlah daerah terpencil, yang selama ini tidak dilakukan, meningkatkan motivasi para pendidik dan kepala sekolah dalam mendidik.

Alhudri juga mendorong kerja sama dunia kerja dengan SMK. Bahkan di Aceh Timur dibuka jurusan perminyakan untuk mempersiapkan anak-anak Aceh bekerja di ladang-ladang minyak yang berproduksi di daerah itu.

Irfannusir mengatakan kepala dinas adalah pejabat pengambil keputusan. Alhudri, kata dia, menunjukkan kapasitas sebagai kepala dinas yang mampu mengambil keputusan tepat yang dibutuhkan Dinas Pendidikan Aceh saat ini.

“Kelebihan dan terobosan yang diambil harus diapresiasi. Kita harus bersikap objektif. Mungkin ada kekurangan-kekurangan, itu yang perlu kita perbaiki bersama agar mutu pendidikan Aceh moncer,” kata Irfannusir.[]

Irpannusir Sebut Investor Tidak Masuk ke Aceh Karena Faktor Pendukung Belum Siap

0
Anggota DPRA Dapil 9 Irpannusir

Nukilan.id – Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat aceh (DPRA) Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) Irpannusir menyebutkan, faktor pendukung yang belum siap menjadi salah satu penyebab investor belum masuk ke Aceh.

“Penunjang investor tidak ada, maka banyak investor yang mengurungkan niatnya, tapi apabila faktor pendukung ini ada dan pemerintah Aceh siap, saya kira semua investor menarik untuk melakukan investasi di Aceh,” kata Irpannusir kepada Nukilan.id di Banda Aceh, Rabu, (02/11/2022)

Menurutnya, Investor biasanya tertarik berinmvestasi setelah melihat segala sisi dilapangan, apa ada prospek atau tidak?. Banyak faktor yang dilihat, investasi dipulau banyak yang hampir mrndekati batal, ini disebabkan aspek tranfortasi udara, darat, dan laut, termasuk penginapan yang belum memadai.

“Sementara untuk keamanan kita di Aceh sudah sangat clear, hampir tidak ada persoalan kemanan di Aceh, hanya masalah faktor pendukung kurang saja,” ujar Irpannusir.

Jadi–katanya–masalah investasi harus dilihat dari faktor pendukungnya dulu.

“Makanya tidak jadi investor melakukan investasi di Aceh,”. lanjut Irfan.

Untuk itu–Irfan Jadi apabila pemerintah Aceh menutup kemungkinan untuk membuat faktor pendukung itu, tentu agak berat. Ditambah lagi persoalan-persoalan hiburan di Aceh yang harus tertutup karena Aceh daerah syariah.[]

Reporter: Hadiansyah

BPSB Distanbun Aceh Sejak 2021 Kembali Keluarkan SMB Bibit Perkebunan

0
Petugas BPSBTPHP Distanbun Aceh saat melaksanakan uji mutu bibit perkebunan. (Foto: Ist)

Nukilan.id – UPTD Balai Pengawasan dan Sertiifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPSBTPHP) Distanbun Aceh kembali melaksanakan uji mutu bibit perkebunan dalam bentuk Sertifikat Mutu Benih (SMB).

Hal ini disampaikan oleh Kepala UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh, Habiburrahman, S.TP, M.Sc di ruang kerjanya kepada nukilan, Rabu (2/11/2022).

Menurut Habib, dasar BPSB Aceh kembali mengeluarkan SMB Bibit perkebunan ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 520/148/2021, tanggal 11 Februari 2021, dimana sebelum keluar SK tersebut pengendalian SMB Bibit Perkebunan sampai keluar label dilakukan oleh Tim Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan BPSB Aceh, Muhammad, SP menyebutkan, sampai saat ini di Provinsi Aceh sudah dikeluarkan SMB untuk Bibit Kelapa Sawit sebanyak 678.624 batang, Kakao 216.120 batang, Kopi Gayo 1,2 931.364 batang, Pala 43.550 batang, Cengkeh 1.575 batang Nilam 1.565.000 stek, Lada 43.400 batang Pinang 916.475 batang, Kelapa Dalam 25.220 batang, Kemiri 18.486 batang dan lain-lain.

“Hal ini dilakukan oleh PBT BPSB Aceh dalam rangka melakukan pemeriksaan lapangan sesuai standar teknis pemeriksaan dalam rangka pengawasan mutu, pengujian dan mengevaluasi varietas unggul yang tersedia,” ujarnya.

Menurut Muhammad, banyak keuntungan yang didapatkan selama SMB Bibit Perkebunan dilaksanakan oleh PBT BPSB Aceh, antara lain memberi manfaat bagi penangkar bibit perkebunan untuk mempercepat proses, jarak tempuh serta mempermudah pengawasan peredaran benih di lapangan.

“Dengan adanya SMB dikeluarkan di Aceh ini juga memberi kontribusi untuk Pendapatan Asli Aceh atau PAA untuk komoditi Perbenihan Perkebunan,” tutup Muhammad.(Adv)

Ketua DPRK Minta Pihak RSUTP Abdya Bayar Uang Jasa Medis Covid 19 Tahun 2021

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) Nurdianto

Nukilan.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) Nurdianto, meminta kepada pihak Direktur Rumah Sakit Umum Teuku Pekan (RSUTP) Abdya untuk segera melunasi uang jasa Medis dan para medis terkait penanganan Covid 19 Tahun 2021 yang sampai saat ini belum diselesaikan.

Menyangkut hal tersebut Nurdianto mengatakan, beberapa perawat dan karyawan di RSUTP Abdya mengeluh terkait belum dilunasinya uang jasa Medis tersebut selama 1 tahun, mereka langsung berkonsultasi dengan kami selaku ketua DPRK Abdya.

“Tidak ada lagi alasan bagi pihak rumah sakit untuk tidak membayar gaji kariyawan rumah sakit. Mengingat waktu tahun anggaran sudah hampir berakhir dan juga sudah keluar surat hasil verifikasi Peraturan Bupati (Perbub) Abdya kepada Gubernur Aceh dengan No 180/16963,” ucap Nurdianto.

Lanjutnya, Jika sudah dilunasi, mereka para karyawan dan Dokter di RSUTP bisa bekerja lebih maksimal kembali, terutama dalam menangani pasien yang sedang di Rawat di RSUTP Abdya.

Menurut Nurdianto, Pemerintah Aceh Barat Daya agar sesegera mungkin untuk mengingatkan pihak RSUTP Abdya untuk melunasi uang jasa medis tersebut.

“Jangan di tahan- tahan, itu hak mereka yang sudah bekerja siang dan malam,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk uang Jasa medis pada Tahun 2021 yang belum dibayar agar segera di lunasi, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

“Masalahnya, ini sudah sangat lama dan jangan ditunda-tunda lagi, apalagi sekarang kita sedang dilanda krisis ekonomi setelah pasca harga BBM naik dan tingginya Inflasi. Maka sudah sepatutnya untuk pihak rumah Sakit untuk membayarnya,” Tegas Politisi Demokrat ini.

Ia juga meminta kepada Pj Bupati Abdya untuk segera menuntaskan persoalan yang sudah sekian lama terbengkalai di lingkungan RSUDTP tersebut.