Beranda blog Halaman 1503

Bakri Siddiq Tutup Turnament Volleyball Pelor Cup 2022

0

Nukilan.id – Turnament Volleyball Pelor Cup 2022 yang diikuti oleh sebanyak 21 tim dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar telah selesai dilaksanakan.

Pada malam puncak final dan penutupan dihadiri Penjabat (Pj) Walikota Banda Aceh Bakri Siddiq, Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Irwansyah, Camat Banda Raya, dan Forkopimcam Banda Raya.

NNVC menjadi Juara pada Turnament Pelor Cup 2022 setelah berhasil mengalahkan Pambers Berawe dengan 3-2 set di laga Final.

Untuk perebutan juara 3 direbut oleh Tim Tuan rumah Pelor A setelah menggungguli point dan memastikan menang melawan Bank Indonesia 2-1.

Pj Keuchik Gampong Lhong Raya Ahmad Badrun, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim dan sponsor yang telah berpartisipasi dalam turnament volley ball pelor cup 2022 dan sekaligus menutup acara turnament volleyball secara resmi.

Pj Walikota Banda Aceh serahkan piala juara 1 kepada Tim NNVC, sedangkan piala juara 2 diserahkan Camat Banda Raya dan piala Juara 3 diserahkan oleh Ketua Komisi 3 DPRK Kota Banda Aceh Bapak Irwansyah.

Ketua Panitia Nahrawi menyampaikan bahwa Pelaksanaan Turnament ini dimulai tanggal 09 Oktober 2022 sampai 07 November 2022.

Turnament volleyball pelor cup tahun 2022 dalam rangka HUT Pelor, yang memperebutkan total hadiah 20 Juta rupiah dengan rincian Juara 1 sebesar 10 juta rupiah, juara 2 sebesar 5 juta rupiah, juara 3 sebesar 3 juta rupiah dan juara 4 sebesar 2 juta rupiah. Dan juga pembagian vocher pemain terbaik dan setter terbaik. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yg terlibat dalam pelaksanaan turnament pelor cup 2022 dan apresiasi kepada seluruh panita yang telah bekerja dari awal sampai malam puncak final hingga pelaksanaannya sukses.

Mahasiswa Prodi HES UIN Ar-Raniry Juara Debat Ilmiah Golden Festival

0

Nukilan.id – Tim lomba debat ilmiah dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dinobatkan sebagai juara 1 pada Golden Festival Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, yang berlangsung pada 7-8 November 2022.

Perwakilan dari Prodi HES dalam lomba ini terdiri dari 3 mahasiswa, yaitu Dhaifa Shabha Humaira, Noviana dan Annisa. Untuk menjuarai lomba debat ini, ketiga mahasiswa prodi HES ini harus bersaing melawan 10 tim dari perguruan tinggi se-Aceh.

Ketua Prodi HES Dr.iur Chairul Fahmi, M.A mengatakan, saat grand final mahasiswa HES mengalahkan tim tuan rumah dari FEBI dengan membawakan mosi kontroversi terhadap kritis perekonomian dunia tidak berdampak pada pemindahan ibukota baru di Indonesia.

Sebelumnya mahasiswa HES juga sudah mengalahkan tim dari sejumlah perwakilan prodi lain yang mewakili kampus se Aceh, sampai akhirnya masuk babak grand final.

Krisis ekonomi dunia yang terjadi saat ini akibat perang ukraina, serta konflik politik ekonomi antara negara-negara kuat memang membawa dampak secara global, termasuk proses pembangunan ibukota nusantara Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Erlangga Hartarto mengatakan ketidakpastian global disektor ekonomi disatu sisi memang telah memberikan tekanan bagi pemulihan ekonomi Indonesia paska covid19.

Namun ia nyakin Indonesia mampu memperlihatkan kinerja sektor ekonomi tetap impresif, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup tinggi yaitu diangka 5,3%.

Mahasiswa HES didik tidak hanya memahami konteks ekonomi Islam saja, namun mereka juga mereka cukup kreatif dalam pengembangan keilmuan dibidang ekonomi secara global

Ia berharap, para juara ini dapat menjadi aktor yang mengampanyekan serta memberikan edukasi tentang pentingnya memahami ekonomi secara global di era ini kepada rekan sesama mahasiswa serta sivitas akademika lain.

“Harapannya mahasiswa-mahasiswa yang menjadi juara ini nanti akan dapat dijadikan duta ekonomi Islam bagi dunia, dan menjadi alternativ dalam ketidakstabilan ekonomi kapitalis,” pungkasnya. []

Cerita Guru SD di Aceh Besar Ikut Seminar Internasional di Thailand

0
Monasari, Guru SD di Aceh Besar. (Foto: ist.)

Nukilan.id – Guru Sekolah Dasar (SD) dari Kabupaten Aceh Besar Monasari sukses mempresentasikan dampak covid-19 pada pembelajaran serta tanggapan pemerintah dan masyarakat bersama Kepala Bidang Wasnas dan Penanganan Konflik Kesbangpol Aceh Dedy Andrian pada seminar yang digelar Asian Research Foundation (ARF), International Institut Peace dan Depelopment Studies( IIPDS) dan The Asian Muslim Action Network (AMAN), di Komplek IIPDS , Nong Chok, Bangkok, Thailand, 5 sampai 7 Nopember 2022 .

Monasari dan Dedi Anmdrian menyampaikan presentasi terkait pengalaman selama penanganan Covid-19 di Aceh.

Kehadiran Monasari di Thailand berdasar undangan khusus Mr. Abdus Sabur (sekjen ARF), agar ikut hadir menjadi peserta acara tersebut.

Dalam paparannya Monasari mengatakan, munculnya covid 19 di Aceh Besar–mungkin juga daerah lainnya di Aceh, menjadikan ajar-mengajar di sekolah sangat ternganggu.

“Solusi pembelajaran secara online yang ditawarkan juga tidak maksimal, karena keterbatasan murid membuat kelas online menjadi hal yang mustahil dilakukan,” ujar Monasari.

Oleh karena itu–lanjut Mona–dirinya memberi dukungan pada upaya pemerintahan dengan memberikan kesempatan kepada satuan pendidikan (sekolah) untuk mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi sesuai kondisi sekolah, potensi daerah serta peserta didik yang mengacu pada kurikulum yang disederhanakan atau kurikulum darurat. Hal ini bertujuan memberikan fleksibilitas bagi sekolah dalam menentukan kurikulum sesuai kebutuhan murid.

Selain itu–menghadapi kondisi tersebut, guru memiliki cara masing-masing dalam menghadapi kondisi ini, ada yang menunggu wali murid di sekolah untuk datang mengambil dan mengembalikan tugas anaknya, ada juga guru yang datang berkunjung langsung ke rumah siswa untuk mengantar tugas dan memberikan penjelasan materi bagi anak-anak yang memiliki kecepatan rendah dalam menyerap materi pelajaran.

Pada seminar tersebut, peserta seminar diminta memaparkan hasil kajian masing0masing untuk dipresentasikan didepan para peserta dan penanggap Abdus Sobur dan Dekan Fakultas Hukum dan Syariah UIN Arraniry Banda Aceh Dr.Kamaruzaman Bustamam Ahmad.

Kegiatan itu dibuka secara online oleh Prof Dr. Amany B Umar Lubis Rektor Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Secara bergantian peserta mempresentasikan persoalan di lingkungan dan negara mereka masing-masing, antara lain Karima Adilla dan Mervililiani Pantandiana dari Indonesia, Nurainee Jangoe dari Thailand, Pooja Moetra, Sumedha Mullick dan Nayab Asraf dari India.

Pada hari kedua dilanjutkan oleh peserta bernama Nir Bahadur Shrestha dan Mohammad Ayatulla Rahaman serta Sahara Koirala ketiganya berasal dari Nepal, dilanjutkan Nguyen Ngoc Thao dan Vo Thanh Nguyen dari negara Vietnam , Gabriel U salah seorang peserta dari Myanmar. Serta Hemant Kumar Yadav dari India.

Acara tersebut menghadirkan 14 Peneliti Muda dari 7 negara di Asia yaitu Indonesia, Thailand, India, Vietnam, Myanmar, Nepal dan Bangladesh.[js]

Ba’ong Sebut UMKM Aceh Sudah Bergeliat Lagi Setelah ada Kredit Usaha

0
Kepala Disperindag Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Kepala Dinas Perdangangan dan Industri (Disperindag) Aceh Ir Mohd Tanwier, MM atau biasa disapa Ba’ong mengatakan, Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) sudah mulai bergeriliat kembali setelah ada kredit usaha.

“Alhamdulillah sudah bergerak apalagi kredit sudah muncul lagi,” Kata Kepala Disperindag Aceh, Ba’ong pada Nukilan.id Selasa, (8/11/2022).

Kata Ba’ong, dirinya sangat berharap kreatifitas dari pelaku UMKM di Aceh.

“Tinggal muncul kreatifitas dari pelaku UMKM itu sendiri,” lanjutnya.

Menurutnya, dengan kondisi inflasi sepertio sekarang ini sangat dibutuhkan, aktifitas perkonomian dari UMKM yang kreatif, baik dari produk UMKM bidang makanan, sandang pangan.

“Kita terus mendukung untuk bangkit dan terus berkreatifitas, supaya ekonomi bergerak,” ujarnya.

Selanjutnya kata Ba’ong, intinya kondisi kita hari ini tidak baik-baik saja, dengan demikian kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mengerakan roda perekonomian.

Reporter: Hadiansyah

ESDM Lelang Dua Blok Migas ke Investor, Ini Jadwalnya

0
Ilustrasi Blok Migas. (Foto: Pertamina)

Nukilan.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pembukaan penawaran lelang untuk dua blok migas. Kedua blok migas itu adalah Wilayah Kerja (WK) Jabung Tengah di Jambi/Riau dan WK Paus di lepas pantai Natuna Timur.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji menuturkan, lelang WK migas konvensional untuk WK Jabung dan Paus dimulai 8 November 2022 hingga 7 Desember 2022. Untuk batas waktu pemasukan dokumen yaitu 9 Desember 2022.

“Putaran lelang untuk wilayah kerja Jabung Tengah dan Paus. Untuk itu ada dua wilayah kerja investor semua wilayah kerja tender proposal langsung, yaitu Jabung Tengah yang terletak di lepas pantai dan darat Jambi, Riau dan Kepulauan Riau,” ujar Tutuka dalam konferensi pers, Selasa 8 November 2022.

Tutuka menjelaskan, WK migas Jabung Tengah diperkirakan memiliki potensi sumber daya sebesar 200 juta barel setara minyak (MMBOE) dengan luas 8.728,34 kilometer persegi.

“Ini adalah blok eksplorasi yang memakan sumber daya sekitar 200 MMBOE komitmen pasti minimum G&G 500 Kilometer seismik 2D dan dua sumur,” ucapnya.

Adapun untuk WK migas Paus berada di lepas pantai laut Natuna Timur atau offshore east natuna sea, dengan luas wilayah 8.214 kilometer persegi.

“Diperkirakan memiliki sumber daya gas sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF). Komitmen minimum adalah G&G, luas wilayah 200 kilometer persegi penilaian 3D dan satu sumur eksplorasi,” jelasnya. [Viva]

Gaya Hidup Halal Peluang Kembangkan Ekosistem Syariah

0
(Ilustrasi/Gatra)

Nukilan.id – Presiden Direktur PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) Omar Sjawaldy Anwar mengatakan, Gaya hidup halal merupakan peluang besar dalam pengembangan ekosistem industri syariah.

“Dengan potensi, pengembangan industri halal di Indonesia sangat penting dilakukan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya dalam siaran pers pada Selasa, (8/10/2022).

Pangsa ekonomi syariah dalam perekonomian nasional, menurut Indonesia Halal Markets Report 2021/2022, telah meningkat selama lima tahun berturut-turut.

Pengeluaran domestik populasi Muslim Indonesia untuk produk dan layanan ekonomi halal mencapai 184 miliar dolar AS tahun 2020, serta diproyeksikan meningkat sebesar 14,96 persen CAGR untuk mencapai 281,6 miliar dolar AS pada 2025.

Sebagai upaya mewujudkan rantai nilai ekosistem industri syariah dan gaya hidup halal, Prudential Syariah menjadi bagian dari Jogja Halal Fest (JHF) 2022 yang berlangsung pada 3-6 November 2022 di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

Melalui partisipasinya tersebut, Prudential Syariah mengedukasi pengunjung melalui rangkaian acara seperti: Financial Coaching Clinic, Mini Medical Check-Up gratis, edukasi terkait platform Sharia Knowledge Centre serta melayani konsultasi pengunjung.

“Pada akhirnya, Prudential Syariah berperan untuk memenuhi kebutuhan perlindungan berbasis syariah sesuai hati, dan membantu mewujudkan masyarakat untuk hidup lebih sehat dan sejahtera,” ujar Omar.

Selain berkomitmen melayani dan melindungi lebih dari 500.000 peserta, Prudential Syariah juga berkomitmen untuk mengembangkan perekonomian syariah di Indonesia.

Perusahaan swasta ini konsisten melakukan upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

Kanal yang didedikasikan untuk membantu meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah masyarakat Indonesia, serta menjadi medium kolaborasi seputar perekonomian dan keuangan syariah yang diinisiasi oleh Prudential Syariah, adalah Sharia Knowledge Centre (SKC). SKC memiliki pilar informasi, literasi, inovasi, dan kolaborasi, dan dibagi menjadi empat kanal penting, yaitu; Edukasi, Regulasi dan Data, Penelitian dan Pengembangan, serta Bincang Syariah.

Bertujuan untuk mendorong terbentuknya ekosistem yang bisa membuat jaringan ekonomi keuangan dan syariah menjadi lebih efisien dan efektif, penyelenggaraan kali kedua Jogja Halal Fest menyuguhkan pelaku usaha halal dari berbagai industri di Indonesia, di antaranya industri properti, makanan, fesyen, pendidikan, dan finansial.

“Kami akan terus berupaya menjadi salah satu kontributor dalam mewujudkan ekonomi syariah sebagai mesin penting pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selaras dengan visi Indonesia Maju 2045 dan membawa Indonesia sebagai global hub ekonomi Islam pada tahun 2024,” katanya.

Melalui konsistensi dan komitmen di berbagai kegiatan dan kesempatan, harapannya mampu menjadikan Indonesia tidak semata-mata sebagai panutan, namun rumah bagi pasar ekonomi halal domestik terbesar di dunia, demkian Omar.[antara]

Aceh Tengah Punya 5 Penangkar Bawang Merah Gayo Varietas Unggul Nasional

0
Kunjungan Kadistanbun Aceh Ir. Cut Huzaimah, MP. Dan team Kadistan Aceh Tengah Ir, Nasrun liwanza MM dan team ke penangkar bawang merah Maju Bersama di Desa Pedemun One-one Kecamatan Lut Tawar. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kabupaten Aceh Tengah memiliki lima penangkar bawang merah gayo secara resmi yaitu penangkar Maju Bersama, Pitu Mudenie, Musara, Seroja dan Benjadi.

Bawang merah Gayo saat ini sudah berkembang hampir diseluruh Kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah. Varietas bawang merah lokal gayo ini memiliki keunggulan secara spesifik baik dari segi adaptasinya terhadap lingkungan maupun ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit, memiliki aroma sangat tajam serta mampu bersaing dengan gulma.

Menurut pengamatan lapangan yang dilakukan Koordinator Pengawas Benih Tanaman (PBT) Wilayah Aceh Tengah Wahyudin Putra, SP mengatakan, petani bawang merah juga telah mencoba berbagai macam varietas seperti Maja Cipanas, Super Fhilip, Ketamonca, Batu Ijo, Tajuk, Bima Brebes, Lokananta, Trisula, dalam perkembanganya semua varietas tersebut memiliki kelemahan yang dirasakan oleh petani baik dari segi produksi maupun ketahanan terhadap serangan hama penyakit.

“Sehingga petani lebih menyukai varietas lokal yang berkembang saat ini karena keberhasilanya lebih menjanjikan dibanding varietas yang lainnya,” ujar Wahyu dalam keterangannya kepada Nukilan, Selasa (8/11/2022).

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah merespon keinginan petani bawang merah tersebut agar pemerintah mampu membantu petani dalam menyediakan bibit bawang merah lokal, sehingga keinginan tersebut diteruskan ke Distanbun Aceh agar dapat menindaklajuti keinginan tersebut.

Melalui proses panjang akhirnya keinginan tersebut langsung direspon oleh pihak-pihak terkait sehingga bawang merah lokal Aceh Tengah resmi ditetapkan Kementerian Pertanian sebagai varietas bawang Merah unggul nasional dengan nama Varietas Bawang Merah Gayo dengan SK Mentan 034/kpts/SR.120/d.27/3/2019 dengan pemilik Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

“Setelah terbitnya SK Mentan itu, selanjutnya mencari penangkar bawang merah yang baru untuk dibina serta memiliki keterampilan khusus dibidang penangkaran serta mampu bertanggung jawab terhadap benih yang dihasilkan,” tutup Wahyu Fungsional PBT Muda itu.

Peninjauan penyaluran bibit bawang merah Gayo oleh petugas BPSBTPHP Wahyudin Putra, SP. (Foto: Ist)

Lebih lanjut arahan Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPSBTPHP) Distanbun Aceh, Habiburrahman, S.TP, M.Sc berkomitmen agar Aceh dapat menjadi daerah Mandiri benih khususnya bawang merah sehingga Aceh tidak perlu lagi membeli benih kedaerah lain.

“Hal ini tentu lebih menguntungkan Aceh secara ekonomi karena peredaran uang kita tidak harus membelanjakan ke luar provinsi Aceh dampaknya tentu lebih mensejahterakan petani bawang merah di Aceh terutama di Aceh Tengah,” kata Habib.

Ia mengatakan, ada dua petugas yaitu Wahyudin Putra, SP. dan Anwar Jayadi A. Md selaku perwakilan BPSB provinsi Aceh yang bertugas di Kabupaten Aceh Tengah saat ini sangat giat dalam membina tumbuhnya penangkar-penangkar baru, melakukan peninjauan, konsultasi dan monitoring langsung kelapangan serta selalu mengihtiarkan kemudahan bagi penangkar yang baru tumbuh.

“Pada tahun 2020 Aceh Tengah melalui penangkar bawang merah Maju Bersama telah menghasilkan benih perdananya sebesar 1,5 ton dengan lebel biru,” sebut Habib.

Sedangkan Tahun 2021 penangkar bawang merah telah menghasilkan benih sebanyak 20,6 ton dengan rincian 1,6 ton lebel ungu, 19 ton lebel biru kontribusi terbesar berasal dari penangkar maju bersama sekitar 15 ton sisanya dari penangkar lainnya. Sementara kebutuhan benih yang dianggarkan oleh kabupaten Aceh Tenah sebesar 3 ton.

“Untuk tahun 2022 ini permintaan benih hanya dianggarkan oleh Kabupaten Aceh Tengah sebesar 7,7 ton. Kemampuan dari penangkar-penangkar ini harus terus ditingkatkan sehingga memiliki kemampuan sebagai penyedia bibit berapapun besaran jumlahnya,” tutur Kepala UPTD BPSBTPHP itu.

Bapak Habiburrahman, S.TP, M.Sc dan anggota meninjau langsung perkembangan bawang merah Gayo dilapangan. (Foto: Ist)

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Ir. Cut Huzaimah, MP ikut turun memantau penangkar bawang merah Varietas Gayo.

Cut Huzaimah meminta pengawasan penangkar agar lebih diperketat supaya kualitas bawang merah gayo memiliki mutu yang lebih baik.

“Kita mengapresiasi tumbuhnya penangkar penangkar baru agar agar terus dilakukan pembinaan, terutama gudang penagkar harus tersedia menurut standar perbenihan,” pungkasnya.(Adv)

Jokowi Pastikan 17 Kepala Negara Hadir di KTT G20

0
Presiden Jokowi berikan keterangan pers di Bali. Sumber : Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Nukilan.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Indonesia siap untuk menerima para tamu dan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) yang akan digelar pada 15-16 November 2022 mendatang di Provinsi Bali. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara usai meninjau secara langsung sejumlah tempat yang akan dijadikan lokasi penyelenggaraan KTT G20, pada Selasa, 8 November 2022.

“Jadi ini sudah H-7, saya sudah cek dari pagi tadi sampai titik-titik yang paling kecil sudah kita cek semuanya dan saya ingin menyatakan kita siap menerima tamu-tamu G20,” ujar Presiden Jokowi kepada awak media di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah ada 17 kepala negara/kepala pemerintahan yang menyatakan hadir pada KTT G20 di Bali mendatang. Di antaranya adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping.

“Sudah, itu yang sudah pasti 17,” ungkap Presiden.

Sedangkan terkait kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Jokowi mengatakan bahwa kedua pemimpin negara tersebut masih mempertimbangkan situasi dan kondisi di negara masing-masing.

“Beberapa hari yang lalu saya juga sudah bertelepon, berbicara lewat telepon dengan Presiden Putin dan Presiden Zelensky, beliau menyampaikan akan hadir kalau kondisinya memungkinkan,” tutur Presiden.

Presiden pun kembali menegaskan bahwa kehadiran para kepala negara maupun kepala pemerintahan pada KTT G20 di Bali kali ini merupakan suatu kehormatan, mengingat kondisi dunia yang sedang tidak kondusif.

“Saya kira dalam posisi normal itu biasa yang hadir juga 17-18, ini posisi yang tidak normal, dunia sangat sulit, semua negara sangat sulit, kalau kehadirannya sampai sejumlah itu saya kira juga sangat bagus, sangat bagus,” ucap Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Bali I Wayan Koster. [Viva]

Menaker Pastikan Upah Minimum 2023 Lebih Tinggi

0
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah melakukan rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa (8/11/2022).(Tangkapan layar Youtube Komisi IX DPR Channel)

Nukilan.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan bahwa upah minimum tahun 2023 akan naik. Hal ini mengacu Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Upah minimum dihitung dengan menggunakan formula perhitungan upah minimum yang memuat variabel pertumbuhan ekonomi atau inflasi. Jika kita melihat kedua indikator ini, pada dasarnya sudah dapat dilihat bahwa upah minimum tahun 2023 relatif akan lebih tinggi dibandingkan dengan upah minimum tahun 2022,” katanya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (8/11/2022).

Dengan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi, lanjut Menaker, penetapan upah minimum juga meliputi penyesuaian upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK).

Menaker menjelaskan, penyesuaian UMP dan UMK ini meliputi 20 jenis data yang didapat Badan Pusat Statistik (BPS), kemudian diserahkan kepada Kemenaker.

“Kementerian Ketenagakerjaan kami sampaikan nantinya kepada seluruh gubernur seluruh Indonesia. Selanjutnya, kami juga telah melakukan serangkaian persiapan dalam rangka penetapan upah minimum tahun 2023 yang dimulai dengan melakukan beberapa kegiatan,” ucapnya.

Dalam penetapan upah minimum telah dilakukan dengan menyerap aspirasi sesuai dengan PP 36 Tahun 2021, di mana Dewan Pengupahan yang memberikan masukan.

“Seperti masukannya ini yang kami peroleh dari Dewan Pengupahan. Upah minimum dengan dasar PP 36 2021 dipandang tidak adil. Kemudian yang berikutnya masukannya adalah perlu kepastian hukum atas gugatan upah minimum Tahun 2022 di beberapa wilayah,” papar Menaker.

Selain itu juga masukan dari para pengusaha pun seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang mengusulkan agar upah minimum masih mengacu PP 36/2021 aturan turunan dari UU Cipta Kerja.

“Masukan dari unsur pengusaha ini bisa dikonfirmasi kepada teman-teman Kadin yang tetap menginginkan PP 36/2021. Karena menganggap bahwa PP 36/2021 lebih realistis. Kemudian, penetapan upah minimum tahun 2003 tetap mengacu pada PP 36/2021,” jelasnya.

Menteri dari Politisi PKB ini mengakui bahwa usulan dari para pengusaha jelas tidak selaras dengan serikat pekerja/serikat buruh yang menolak upah minimum masih menggunakan formula PP 36/2021.

“Kami juga mendapatkan masukan dari para pekerja atau buruh yang telah bertolak belakang tentu saja dengan yang disampaikan oleh teman-teman dari Apindo dan Kadin. Mereka menyampaikan bahwa PP 36/2021 tidak bisa jadi dasar penetapan upah minimum,” ungkapnya.

Maka dari itu, mengenai gaji, lanjut Menaker, diperlukan dialog antara pengusaha dengan serikat pekerja/serikat buruh. “Berikutnya, perlu didorong penerapan upah di luar upah minimum yakni upah layak. Seperti struktur skala upah. Saya kira ini yang sudah kami lakukan sampai hari ini, menyerap aspirasi dari stakeholder baik dari mulai dari teman-teman di Dewan Pengupahan, serikat pekerja/serikat buruh maupun teman-teman pengusaha,” pungkas dia. [Kompas]

Upaya Bangkitkan Kejayaan Komoditas Nilam Aceh

0

Nukilan.id – Nilam (Pogostemon cablin Benth) hanya menjadi tanaman sampingan bagi sebagian besar petani yang masih setia membudidayakannya. Sekilas, tanaman ini hanya tampak seperti semak hijau yang tumbuh liar di ladang pertanian.

Tidak heran, orang luar menyebutnya patchouli, yang berasal dari bahasa Tamil, yang berarti daun hijau. Di Indonesia, orang lebih sering menyebutnya nilam, khususnya di daerah Sumatra. Sedangkan di Jawa disebut dilem wangi.

“Nilam merupakan bahan baku pembuatan minyak atsiri, yang umumnya digunakan sebagai penguat aroma parfum dan bahan kosmetik,” tulis M Burhanudin dalam Jejak Peradaban: Nilam, Primadona Aceh yang Tertidur.

Sebagian warga Aceh menganggap nama lokal untuk nama ini sebenarnya berasal dari singkatan untuk sebuah perusahaan eksportir rempah-rempah Hindia Belanda di Aceh, yaitu Netherlands Indische Landook Acheh Maatschappij (NILAM).

Sejak zaman kolonial Belanda, Aceh dikenal sebagai daerah penghasil utama nilam di Nusantara. Tidak hanya dari sisi produktivitas, kualitas nilam Aceh pun diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Di Aceh, serta pengembangan tanaman nilam umumnya berasal di daerah pesisir barat, terutama Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Barat, dan Aceh Jaya, ada pula yang dikembangkan di pesisir timur, seperti di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Sempat berjaya

Budidaya nilam Aceh pernah mencapai kejayaan sekitar tahun 1990-an hingga 1998. Puncaknya pada 1998 saat harga minyak nilam mencapai Rp1,2 juta – 1,4 juta/Kg dari harga sebelumnya sekitar Rp25 ribu – Rp250 ribu.

Namun euforia ini tidak bertahan lama, harga nilam anjlok sehingga banyak lahan nilam kemudian beralih fungsi menjadi lahan sawit, jagung, dan lain-lain. Ada beberapa alasan mengapa harga nilam merosot.

Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB menyebut hal ini disebabkan petani masih menerapkan teknologi biasa dan serangan hama penyakit paku atau buduk. Harga nilam yang menurun drastis menyebabkan semangat petani memudar dan beralih sistem penanaman lain.

Untuk mengembalikan kejayaan nilam, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti menginisiasi Klaster Inovasi (Klasinov) Nilam Aceh di Kabupaten Aceh Jaya pada 2017.

Klasinov Aceh merupakan sebuah model pendekatan untuk peningkatan ekonomi rakyat, mendorong kolaborasi dan sinergi pelaku inovasi khususnya untuk industri nilam di Aceh. Melalui klaster ini, dirinya berharap dapat meningkatkan produksi petani.

Salah satunya, jelas Irfan melalui teknologi penanam, penyulingan dan kepastian pasar untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas minyak nilam rakyat. Penyakit pada tanaman nilam dan teknik penyulingan dengan kualitas rendah merupakan hambatan serius.

“Pada 2019 kami akan mengalokasikan anggaran melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) sampai Rp10 miliar untuk pengembangan industri nilam,” katanya yang dimuat Technology Indonesia.

Kembali berjaya

Tim Atsiri Research Center (ARC)/Pusat Penelitian Nilam Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mengajak warga Geunteut untuk kembali menanam nilam. ARC menyatakan komitmen untuk mendampingi petani dari hulu sampai hilir.

Ketua ARC Muhammad Syaifullah menuturkan pemilihan Geunteut sebagai percontohan karena desa itu memiliki sejarah bertani nilam. Dirinya pun cukup puas dengan kualitas tanaman apalagi nilam di Geunteut tidak memakai pupuk kimia.

“Kualitas sekitar 80 persen, tetapi untuk perdana, cukup bagus,” ujarnya yang dimuat Kompas.

ARC juga coba mengintervensi harga dengan membeli langsung minyak nilam dari petani. Pembelian dilakukan oleh koperasi Inovac, sayapi bisnis ARC. Harga terendah Rp500.000 per kg, sedangkan harga tertinggi mengikuti harga pasar.

Belakangan harga minyak nilam stabil, antara Rp600.000 hingga Rp700.000 per kg. Kepastian harga membuat petani lebih semangat dan tenang. Tidak hanya di sana, ARC juga melahirkan pengusaha-pengusaha muda untuk membuat produk turunan nilam.

Beberapa produk turunan nilam, seperti parfum, aroma terapi, cairan pembersih tangan, dan lulur. Kini terdapat 30 usaha rintisan di bawah binaan ARC. Dirinya ingin suatu saat dari Desa Geunteut akan lahir produk turunan nilam.

“Saya yakin nanti akan lahir parfum dari Geunteut. Kita tidak perlu lagi beli parfum luar karena punya produk sendiri. Kami akan mengajarkan cara pembuatannya,” ujar Syaifullah. [GNFI]