Beranda blog Halaman 1473

Gelar Pameran Seni dan Budaya, Disbudpar Aceh Dorong UMKM Jadi IKM

0

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mengadakan pameran seni dan Budaya di Taman Budaya, Banda Aceh tangga 5 – 7 Desember 2022.

Pameran ini digelar dalam rangka mempromosikan produk-produk khas Aceh yang memiliki nilai budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kepala UPTD TAMAN SENI dan Budaya , Azhadi Akbar, S. Sn tersebut merupakan bagian menampilkan potensi-potensi yang kita miliki. Ia mencontohkan seperti model kipas, modif tas khas Aceh, dan beragam produk lainnya.

Azhadi menambahkan masyarakat kini semakin meminat produk khas budaya tanah rencong, artinya ada kesadaran dalam menggunakan indetitas sendiri.

Pada bagian lain, dirinya berharap usaha UMKM menjadi Industri Kecil Menengah (IKM). Itu sebabnya dia menghrapkan masyarakat  untuk memiliki kesadaran dalam menggukan produk khas tanah rencong.

“Pertama tentu kita mengharapkan semua adanya kesadaran terhadap budaya dan tradisi kita, kalau bukan kita siapa lagi kan gitu, mari kita gunakan ciri khas yang kita miliki dan itu juga bagian dari meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi Pak Presiden kan, sudah mengajak kita semua untuk membeli produk di dalam Negeri. Usaha-usaha kreatif yang dihasilkan oleh masyarakat yang berbasis budaya. Jadi selama ini, kita lihat produk-produk berbasis budaya sudah semakin diminati, makanya sekarang bisa kita lihat ada varian-varian yang semakin kreatif. Jadi tadi kita juga menanyakan kepada mereka bahwa peminatnya juga cukup baik, jadi pendatang dari luar juga sudah sangat meminati. Kemudian para wisatawan dan turis yang datang kesini juga mencari oleh-oleh khas, dan yang disajikan disini merupakan hasil binaan Dekranasda Banda Aceh” kata Azhadi . [*]

Perpani Aceh Siap Sukseskan PORA XIV Pidie

0
Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Prof Dr Nyak Amir, M.Pd. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh siap menyukseskan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV yang akan digelar di Pidie, 10 – 22 Desember 2022.

Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Prof Dr Nyak Amir, M.Pd kepada wartawan Senin (5/12/2022) menyebutkan, untuk menyukseskan PORA, Perpani Aceh siap menggelar lomba panahan di lapangan ruang terbuka hijau (RTH) Sigli yang dijadwalkan berlangsung 12 – 17 Desember 2022.

Nyak Amir mengatakan, kepanitian yang telah dibentuk sudah menyiapkan berbagai keperluan untuk pelaksanaan lomba. “Kita harapkan lomba panahan PORA bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga meminta semua elemen dan panitia besar (PB) PORA Pidie bisa mendukung sepenuhnya pelaksanaan lomba panahan.

Ketika ditanya jumlah kepanitian lomba panahan, ia menyebutkan sebanyak 58 orang yang terdiri dari wasit, petugas score, IT, lapangan dan pembantu umum.

Kecuali itu, Nyak Amir mengharapkan para atlet yang akan berlomba di PORA dapat mempersiapkan diri dan kesehatan sebaik-sebaiknya, sehingga saat mengikuti lomba bisa berjalan lancar.

Dijelaskannya, perlombaan panahan PORA akan diikuti 168 atlet yang memperlombakan divisi nasional, compound dan divisi recurve.

Nyak Amir menyebutkan, perlombaan panahan PORA Pidie memperebutkan 35 medali emas, 35 perak dan 35 perunggu. [Wanda]

Akademisi USK Evaluasi Partai Aceh, Begini Hasilnya

0
Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Dosen Ilmu Politik FISIP USK, Aryos Nivada menilai, kondisi Partai Aceh saat ini sedang mengalami kegagalan untuk mengkapitalisasi modalitas yang dimiliki untuk menjalankan visi dan misi partai memajukan Aceh secara kelembagaan maupun mewujudkan Aceh jadi sejahtera.

Kemudian, kata dia, adanya gagal paham dari elit GAM dalam membuat kerangka kerja gerakan-gerakan politik berorientasi basis kebutuhan publik Aceh di institusi kelembagaan Partai Aceh.

“Selain itu, berbicara terkait sisi rekrutmen juga tidak memiliki standar baku yang jelas. Maksudnya terkonsep seperti kurikulum, maupun pola pengkaderan yang tersistem, serta pola kontrol pendampingan. Bahkan terlihat penilai banyak orang adanya maindset yang terkotak pada kepentingan pribadi elit dari pada kepentingan masyarakat,” ungkap Direktur Eksekutif Lingkar Sindikasi Grub itu kepada Dialeksis.com, Senin (5/12/2022).

Menurutnya, ada satu gerakan yang memang belum tuntas dalam internal kombatan yang konsepnya masih terbatas yang di transformasi ke tubuh kelembagaan Partai Aceh.

Sambungnya, kalau di Partai Aceh ini, konsepnya masih simpel hanya sekedar perlawanan dalam meraih kekuasan di pemerintahan, ada memang konsep namun belum termanefestasikan secara jelas berupa blue print atau road map gerakan politik Partai Aceh.

“Hanya sebatas terdokumentasikan untuk kebutuhan Pemilu saja, jika di nilai hanya wacana saja dan terbukti ketika memerintahkan nggak terlalu terjebak pada meraih kekuasaan semata saja. Sehingga berdampak secara bargaining position politik lokal Aceh semakin melemah. Dibuktikan dari elaktabilitas dan popularitas partai politik PA mengalami penurunan yang luar biasa di setiap momentum Pemilu 2014 dan 2019” ungkapnya lagi.

Di sisi lain, kata Aryos, cara kader PA mengelola partainya masih dalam kerangka lama, daya adaptasinya kurang, karena tidak punya konsep sendiri, mereka mencari konsep yang aman dan paling praktis.

Menurut Pengamat Politik dan Keamanan itu, hal itu akan menjauhkan PA dengan aspirasi rakyat, ada Gap atau blank spot, karena dia tidak dirumuskan secara sistematis dalam konteks Indonesia modern atau kekinian.

“Sedangkan Indonesia yang kekinian adalah Indonesia yang oligarki. Dia harus di-restart tidak bisa terus begini. Jadi harus menemukan problem baru dari Aceh ini apa,” terangnya.

Tak hanya itu, menurut Aryos, perlu bagi PA untuk membuat blue print dan roadmapnya selama 5 tahun kedepan apa yang akan dikerjakan untuk Aceh dan harus jelasnya peran PA.

“Jangan hanya mengalir seperti air, tidak ada terobosan baru, maka semmakin lama makin meredup,” pungkasnya.

Kakanwil Resmikan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kecamatan Bener Kelipah

0

Nukilan.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr H Iqbal SAg MAg meresmikan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah, Senin, 5 Desember 2022.

Gedung Balai Nikah ini dibangun dengan dana yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2022.

Peresmian KUA ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Dr Iqbal dan PJ Bupati Bener Meriah Haili Yoga.

Iqbal mengatakan, tahun ini Bener Meriah mendapatkan dua bangunan yang dibangun dengan dana SBSN yakni Asrama MAN 1 Bener Meriah dan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Bener Kelipah.

“Kalau saya lihat dari urutannya Bener Meriah ini setiap tahun mendapatkan gedung SBSN dan Insya Allah tahun 2023 Bener Meriah juga dapat lagi yaitu Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu. Jadi Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu bersamaan termasuk nanti dari pihak perbankan bisa mengambil posisi di gedung itu jadi masyarakat tidak bolak balik antara Kemenag dan perbankan,” ujar Iqbal.

Iqbal berharap, usai peresmian, KUA ini harus menjadi pusat layanan keagamaan di Kecamatan Bener Kelipah.

“Sesuai program Bapak Menteri, bagaimana KUA ini tidak hanya sekadar untuk melaksanakan layanan pernikahan. Tapi bagaimana KUA fungsinya lebih banyak termasuk menjadi pusat informasi tentang keagamaan,” ujarnya.

“Makanya di KUA ada penyuluh, ada penghulu dan lain-lain. Sehingga dengan KUA ini akan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, terutama keluarga yang baru menikah. Termasuk informasi pergerakan penurunan stunting centralnya juga di KUA. Nanti Kepala KUA, penghulu, penyuluh bersama-sama bertugas untuk penurunan kasus stunting,” katanya lagi.

Selain itu, kata Iqbal, pihaknya berkeinginan agar fisik bangunan kantor di bawah Kemenag dapat terus diperbaiki terutama yang berada di pusat kota dan yang berada di pinggir jalan lintas.

“Keinginan kami bagaimana secara bertahap performance kantor di jajaran kantor Kemenag menjadi lebih bagus. Minimal jika tidak bagus sekali sudah representatif. Sehingga kalau dilihat tidak terkesan kalau mau lihat bangunan tua ada di Kankemenag,” ujarnya.

Iqbal juga mengapresiasi para pemangku jabatan dan masyarakat Bener Meriah yang telah mendukung program Kementerian Agama.

“Harapan kami Pak Bupati, DPRK untuk selanjutnya mohon juga dukungannya dalam kegiatan-kegiatan Kementerian Agama,” kata Iqbal.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Pj Bupati Bener Meriah Haili Yoga, M.Si, Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh Marzuki MA, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Drs Azhari.

Rektor USK Lepas Ekspor Nilam ke Perancis

0

Nukilan.id – Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Marwan melepas ekspor minyak nilam dan minyak pala ke Perancis, Senin, 5 Desember 2022 di Kantor ARC-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala.

“Nilai ekspor kali ini sekitar 2,5 M terdiri dari 2,2 Ton minyak nilam dan 800 kg minyak pala yang dilakukan melalui PT. U-Green Aromatics International.” Katanya, Banda Aceh, Senin (5/12/2022)

Kemudian Pelepasan ekspor tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Aceh Teuku Ahmad Dadek, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaima, dan beberapa SKPA lainnya dari Disperindag dan Diskop UKM Aceh. Juga dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia Aceh, BSI, Bank Aceh, Pegadaian serta sejumlah pejabat USK seperti Ketua LPPM Prof. Taufik Abidin, Ketua Badan Pengembangan Bisnis USK/Kepala ARC Dr. Syaifullah Muhammad, Kepala UPT Kewirausahaan Prof. Hanafiah serta sejumlah undangan lainnya.

Selanjutnya Rektor dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan rasa haru bahwa USK melalui ARC masih terus konsisten membela kepentingan petani nilam Aceh. Sejak 2016 ARC menjalankan masterplan nilam Aceh yang digagas oleh Bappeda Aceh.

“Dalam 7 tahun terakhir berbagai upaya kita, telah banyak membuahkan hasil. Wilayah tanam nilam yang dulu tinggal 4 kabupaten, saat ini telah kembali menjadi 17 kabupaten. Produksi nilam Aceh juga telah meningkat dari 150 ton per tahun menjadi 350 ton per tahun” jelas Marwan.

“Hari ini adalah ekspor ke-2 yang kita lakukan, setelah pada masa pandemi 2020 lalu juga telah dilakukan ekspor perdana ke Perancis. Dan insya Allah seiring waktu akan semakin berkembang ke negara lain seperti India, Rusia, Timur Tengah dan lain-lain”, lanjut Marwan

“Baru minggu lalu kita juga melaksanakan launching produk serum antiaging di kawasan industri Cileungsi Bogor. Melalui pengembangan produk turunan ini kita berharap market minyak nilam semakin luas, sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani nilam semakin meningkat” tutup Marwan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh Teuku Ahmad Dadek dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terlaksananya pelepasan ekspor minyak nilam dan pala Aceh ke Perancis. Pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatannya ini karena akan berpengaruh besar bagi ekonomi Aceh. Dadek menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh akan kembali meminta USK untuk mengkaji dan merencakan implementasi iptek pada komoditas lainnya seperti pabrik minyak gireng, mobil listrik dan lain-lain.

“Ekspor nilam dan pala ini sungguh bagus dan membanggakan. Semoga ini bisa juga dilaksanakan untuk komoditas unggulan Aceh lainnya. Mutuah that awak ARC-USK” ujar Dadek.

Ketua ARC-PUIPT Nilam Aceh Syaifullah Muhammad dalam laporannya menyampaikan bahwa perjuangan panjang ARC hari ini menemukan mile stone baru. Ekspor adalah bagian dari Advance Market yang direncanakan dalam masterplan nilam Aceh.

“Apresiasi yang tinggi untuk tim ARC. Hari ini kembali terbukti bahwa kerja keras, cerdas dan ikhlas dengan penuh keyakinan memberi capaian yang membanggakan. Kita harus semakin percaya diri dengan kemampuan kita. Tudak usah rusau dengan kritikan. Setiap kritikan harus kita jawab dengan prestasi” jelas Syaifullah

“Semoga usaha kita yang sudah berjalan dalam 7 tahun terakhir ini mendapat ridha dari Allah SWT dan memberi kontribusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh” pungkas Syaifullah.

Uraian detail tentang ekspor nilam dan pala ini juga disampaikan oleh Direktur PT. U-Green Aromatics International, Faisal Alfarisy. Menurut Faisal, PT. U-Green Aromatics Internasional adalah Join Venture antara Koperasi Inovac ARC-USK dengan Natgreen Perancis. PT. U-Green banyak dibantu oleh ARC dalam Research and Development, Networking dan akses kepada petani dan penyuling nilam.

“Saat ini tataniaga perdagangan internasional mengalami perubahan. Sekarang ada tuntutan tracibility, dimana informasi sumber minyak nilam, pala harus bisa ditelusuri, dimana lahannya, ketel penyulingannya, nama petaninya, koperasi, cara menanam yg sustainable dengan memperhatikan kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan’ urai Faisal.

“Banyak dokumen yang harus dipersiapkan untuk ekspor. Karena buyer menuntut adanya berbagai international audit sehingga PT. U-Green harus memenuhi semua tuntutan pasar tersebut jika kita ingin berbisnis secara berkelanjutan” lanjut Faisal

“Terima kasih Pak Rektor USK Prof. Marwan dan Ketua Badan Bisnis/Ketua ARC Dr. Syaifullah Muhammad juga Pemerintah Aceh, semoga industri nilam dan atsiri Aceh lainnya semakin berkembang” tutup Faisal.

Ekspor nilam dan pala ini dilakukan oleh PT. U Geeen secara langsung ke buyer di Prancis. Sumber pembiayaan ekspor berasal dari dana perusahaan. U-Green saat ini telah memiliki patner lokal dan luar negeri yang sangat berpotensi untuk meningkatkan ekspor minyak nilam secara langsung ke luar negeri. Minyak nilam yang diekspor tersebut merupakan produksi dari masyarakat petani yang tersebar di beberapa wilayah di Aceh yang menjadi bagian dari mata rantai industri nilam Aceh yang selama ini dibangun oleh ARC-USK bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

Harapannya kedepan, kegiatan ekspor ini semakin berkembang dan dapat mendorong perekonomian Aceh melalui sektor pertanian dan ekspor. Untuk itu, diharapkan sinergi dari semua pihak, termasuk perbankan di Aceh untuk memperkuat industri nilam Aceh dari hulu ke hilir sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar internasional. []

Azhari Kadiskop Ukm mendapat penghargaan Anugerah Halal dari Ulama

0
Foto : Ist

Nukilan.id – Dinas Koperasi dan UKM Aceh menerima penghargaan Anugerah Halal MPU Aceh Tahun 2022 untuk Kategori Pendukung Halal. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua MPU Aceh Tengku Faisal Ali, di Banda Aceh, Senin (5/12/2022) .

Kegiatan Anugerah Halal MPU Aceh yang pertama ini diselenggarakan di Gedung Tgk.H. Abdullah Ujong Rimba Komplek MPU Aceh.

Selain itu penghargaan ini merupakan satu-satu SKPAyang mendapatkan pengharga angugerah Halal 2022. penghargaan itu diterima Langsung oleh Kepala Dinas Kopersari dan UKM Aceh Azhari S.Ag ,MSi.

Usai Menerima penghargaan Azhari menyampaikan terima kasih kepada MPU Aceh atas  penghargaan Anugerah Halal MPU Aceh tahun 2022.

“alhamdulillah ,kami mengucapkan terima kasih kepada MPU atas penghargaan ini merupakan penghargaan yang penting bagi kami untuk meningkatkan keinerja kami kedepan,harapanya semoga UKM Aceh semakin menunjukkan hasil olahan baik makanan maupun minuman yang menjamin kehalalan dalam produksinya” sebut Azhari.

Lanjutnya Kami selaku pembina Ukm akan terus melakukan penguatan bagi pelaku UMKM terutama melakukan pendampingan sertifikasi  halal, peningkatan kapasitas Umkm maupun membantu fasilitas kerja sebagai bentuk perhatian Bapak Pj Gubernur dalam upaya mengembangkan dan memberdayakan umkm naik klas dan go digital sesuai perkembangan global.

“Insya Allah UMKM Aceh akan menjadi sentral dan lokomotif utama kehalalan sekaligus menjadi motor penggerak upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh” tuturnya

Penghargaan ini diperoleh Dinas Koperasi dan UKM Aceh berdasarkan  pertimbangan penilaian pimpinan MPU Aceh, pada akhir tahun 2022 ini mengundang penerima Anugerah Halal MPU Aceh Tahun 2022 di Banda Aceh. Ada tiga ketegori penghargaan yang diberikan yaitu kategori “Pendukung Halal”, kategori “Peduli Halal” dan kategori “Pelaku Usaha Halal”.

Untuk kategori pendukung halal yang menerima penghargaan Gubernur Aceh, DPRA, Bupati Bireuen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Satpol PP dan WH Aceh, MPU Kabupaten Aceh Utara, Kanwil Kemenkumham Aceh, Universitas Islam Negeri Ar Raniry dan Universitas Syiah Kuala.

Sementara itu untuk kategori Peduli Halal yang menerima penghargaan: Nonong Husna, Bank Syariah Indonesia, Bank Indonesia, Bank Aceh Syariah, Otoritas Jasa Keuangan Wilayah Aceh, Pegadaian Syariah Wilayah Aceh, Mukhsin Rizal, LKBN Antara, Serambi Indonesia, Bhayangkari Polda Aceh dan Dharma Wanita Majlis Pendidikan Aceh.

Kategori pelaku usaha halal diantranya diberikan kepada pelaku usaha Bak Pia Sabang, Produk Bubuk Kopi Meusanuet, Industri Kue Krispi Aceh, Usaha Pengolahan Garam, UD Ayam Segar Rumah Potong Ayam, Pengelohan Ikan Asin Leupung, Hotel Permata Hati dan lain-lain. [Hadiansyah]

Kakanwil Buka Capacity Building Perencana Provinsi Aceh Tahun 2022

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg resmi membuka kegiatan Capacity Building Perencana Tahun 2022, bertema “Bangun bersama dan bersama kita melangkah, menuju organisasi yang Credible and Smart.” di Grand Bayu Hill Hotel, Takengon Aceh Tengah, Sabtu 4 Desember 2022.

Pada kegiatan itu, Kakanwil juga mengukuhkan Kelompok Kerja Perencana periode 2022-2025.

Pengukuhan dihadiri Pokja, Kabag TU Kanwil Drs H Marzuki A MA, Ketua Pokjanas Kemenag RI Dr H Agus Sunaryo, M.Si, Kakankemenag Bener Meriah, Kakankemenag Aceh Tengah, Kabid Penmad, Kabid Urais, Subkoordinator Umum dan Humas, Subkoordinator Keuangan dan BMN, Ketua DWP Kemenag Aceh dan pengurus.

Menurut Iqbal, kegiatan tersebut selain sebagai ajang musyawarah para perencana se-Aceh untuk pembentukan kepengurusan yang baru, kegiatan ini juga mampu dimanfaatkan oleh para Perencana untuk peningkatan kompentensi dengan menyisipkan agenda pembinaan terkait penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK), terutama yang menjadi isu hangat diantara para pejabat fungsional saat ini yakni Karya Tulis Ilmiah yang menjadi syarat akan kenaikan jabatan ke tingkat tertentu.

“Kita manfaatkan momen ini dengan baik, dengan terbentuk kepengurusan, kinerja semakin terarah dan tentunya berimbas terhadap bagus dan tingginya pelayanan yang kita berikan ke masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan selama ini Perencana masih hanya terpaku pada pekerjaan rutinitas yakni melakukan penyusunan anggaran atau DIPA beserta revisinya. Jika ditelisik lebih mendalam, tugas seorang Perencana tidak terhenti sampai tahapan tersebut.

”Sebab itu, perencana dituntut untuk dapat melakukan pemantauan pelaksanaan perencanaan pembangunan yang telah disusun untuk kemudian melakukan evaluasi terhadap indikator-indikator perencanaan pembangunan yang ditargetkan, serta melakukan umpan balik sehingga target yang telah direncanakan dapat dicapai secara menyeluruh dengan menggunakan sumber daya yang tersedia,” sebutnya.

Iqbal juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ketua Pokjanas Perencana yang selama ini telah melakukan pembinaan dan membantu para Perencana untuk dapat melaksanakan tugasnya dan juga pengembangan karier serta peningkatan kompetensi sehingga dapat melahirkan perencana-perencana yang handal seperti saat ini.

Ia berharap Pokja untuk bersatu dan bertekad pada diri kita bahwa kita mampu melakukan itu semua dengan baik. ” Saya berkeyakinan, bahwa semakin baik perencanaan, maka akan semakin optimal pula pelayanan yang dapat diberikan kepada masyarakat.” tutupnya. []

Bappeda Aceh Seminarkan Empat Hasil Penelitian

0
Bappeda Aceh melaksanakan seminar hasil penelitian di Aula Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Senin (5/12/2022). Foto: Nukilan/Wanda.

Nukilan.id – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh melaksanakan seminar hasil penelitian dengan tema “Kolaborasi Antar Lintas Sektor Berbasis Penelitian Dalam Percepatan Pembangunan Aceh” di Aula Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Senin (5/12/2022).

Kali ini, ada 4 hasil penelitian yang diseminarkan yaitu kawasan kumuh pesisir, kemakmuran masjid, sarpras perikanan tangkap, dan identifikasi dokumen perencanaan. Seminar hasil penelitian ini dibuka oleh Kepala Bappeda Aceh, H. T. Ahmad Dadek, SH, MH diwakili Kepala Bidang Litbang Bappeda Aceh, Dr. Ir. Ema Alemina, MP.

Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Aceh diwakili Kabid Litbang, Ema Alemina menyampaikan salah satu masalah permukiman yang banyak dihadapi di Indonesia yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Permukiman kumuh dan liar akan selalu muncul seiring dengan ketidakberdayaan masyarakat pada sektor perekonomian.

Menurutnya, pemukiman dan perumahan yang layak harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai seperti sanitasi, yang diartikan sebagai penjagaan kesehatan adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.

“Konsekuensi dari pengelolaan sanitasi lingkungan yang tidak baik maka akan menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan seperti meningkatkannya angka kesakitan penyakit berbasis lingkungan seperti diare, terjadinya masalah sosial dan masalah kenyamanan dan keindahan daerah,” jelas Ema.

Salah satu bentuk upaya pengelolaan sanitasi lingkungan adalah penerapan rumah sehat yang mencakup sanitasi dasar seperti penyediaan air bersih, penggunaan jamban, pembuangan limbah dan sampah.

“Perumahan sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat meningkatkan standar kesehatan penghunina,” ujar Ema.

Selanjutnya, terkait penelitian analisis kebutuhan sarana dan prasarana perikanan tangkap berbasis komoditi unggulan. Dijelaskan bahwa banyak nelayan tangkap di Aceh baik skala kecil maupun besar relatif menggunakan sarana dan prasarana yang terbatas terutama pada nelayan tradisional yang hanya menggunakan peralatan seadanya, mengingat potensi sumber daya laut yang besar.

“Jika kita perhatikan dokumen lima tahunan Aceh, sektor perikanan menetapkan beberapa indikator yang beberapa di antaranya sudah mencapai target bahkan melampaui dan ada juga yang masih belum mencapai hasil yang memuaskan bahkan belum mencapai target (butuh kerja keras),” kata Ema.

Ia menyebutkan, beberapa indikator yang telah mencapai target seperti jumlah produksi perikanan,  konsumsi ikan, proporsi tangkapan ikan yang berada dalam batasan biologis yang aman,  nilai ekspor perikanan, kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap PDRB dan perikanan tangkap. Untuk hasil yang belum memuaskan seperti Nilai Tukar Nelayan (NTN), garam dan perikanan budidaya.

“Hal ini masih perlu kerja keras kita bersama untuk memperbaiki pencapaiannya,” terang Ema.

Namun demikian, kata Ema, jika dilihat petumbuhan masing-masing indikator dari tahun 2017 yaitu masa dimana menjadi kinerja awal hingga tahun 2021, pada realisasi mengalami peningkatan yang bagus walaupun jika diperhatikan pertumbuhan pertahunnya ada yang belum mencapai target yang telah ditentukan.

“Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya sesuai dengan target tentunya perlu diidentifikasi sehingga dapat dilakukan perubahan-perubahan kebijakan atau sistem kerja agar di tahun berikutnya memperoleh hasil yang memuaskan,” ujarnya.

Kemudian, terkait penelitian kajian kemakmuran masjid di Aceh. Kata Ema, agenda pelaksanaan Syariat Islam di Aceh telah difokuskan pada tiga aspek, yaitu akidah, syari`ah, dan akhlak. Ini ditegaskan kembali dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA), yaitu pada pasal 125 yang pada ayat 2 menyebutkan bahwa salah satu fokus pelaksanaan Syariat Islam adalah mengenai syi`ar.

Menurut Ema, kualitas masjid yang baik tentunya akan memberi dampak yang banyak, seperti kepada kesalehan (religiosity) individu dan kelompok. Tidak hanya layanan peribadatan, rumah ibadah bahkan diharapkan dapat memberikan sokongan terhadap kesejahteraah jama`ah dan penduduk sekitar.

“Bahkan yang banyak diharapkan saat ini agar rumah ibadah dapat menjadi simbol keharmonisan sosial dan toleransi baik di intra Islam maupun antar keyakinan,” tuturnya.

Ema mengatakan, standar penilaian terhadap sejumlah tipe rumah ibadah yang diatur melalui keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ.II/802 tahun 2014 tentang Standar Pembinaan Manajemen Mesjid membagi pengurusan masjid ke dalam 3 aspek, yaitu; idarah (manajemen), imarah (kegiatan memakmurkan) dan ri`ayah (pemeliharaan dan pengadaan fasilitas) yang secara spesifik masih harus diterjemahkan sesuai dengan masing-masing kondisi daerah dan karakteristik rumah ibadah yang ada.

“Untuk mencapai semua tujuan kita seperti yang tersebut di atas, maka diperlukan perencanaan dan dokumen perencanaan yang baik,” katanya.

Sebab itu, lanjutnya Ema, dipilihlah judul terakhir dari penelitian ini yaitu kajian proses dan identifikasi dokumen perencanaan pembangunan Aceh. Perencanaan yang baik mempunyai tujuan yang jelas dan sederhana, memuat analisis pekerjaan, fleksibel dan berkesinambungan.  Kesalahan perencanaan dapat berada pada awal perencanaan itu sendiri ataupun pada saat proses perencanaan itu berlangsung.

Disebutkan, perencanaan pembangunan terdiri dari empat tahapan yakni penyusunan rencana, penetapan rencana, pengendalian pelaksanaan rencana, dan evaluasi pelaksanaan rencana. Keempat tahapan diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga secara keseluruhan membentuk satu siklus perencanaan yang utuh.

Pada dokumen perenanaan ada termuat isu strategis dan program prioritas.  Penentuan isu-isu strategis dilakukan dengan mengidentifikasi dan menggali permasalahan-permasalahan pembangunan yang ada dengan menggunakan metode curah pendapat (brain storming) dan sekaligus menganalisis keterkaitan masing-masing isu strategis dengan isu strategis yang lainnya.

Perencanaan pembangunan daerah harus merumuskan program dan kegiatan prioritas daerah sebagai ultimate job dari pelaksanaan pembangunan daerah.  Perumusan program dan kegiatan juga harus terukur dan jelas kemanfaatannya bagi pencapaian pembangunan daerah sehingga dapat dikatakan bahwa program dan kegiatan merupakan tindakan untuk mencapai target pembangunan dalam penyelenggaraan setiap kebijakan pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan dengan adanya seminar akhir kajian pada hari ini, akan ada masukkan-masukkan untuk penyempurnaan penelitian yang sedang dilakukan sehingga kajian ini lebih sempurna dan dapat di gunakan dalam perencanaan pembangunan Aceh,” harap Ema. [Wanda]

Polisi Bantah Kantor NasDem Aceh Dilempari Telur Busuk

0
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK (Kiri) dan Kabag Ops Polresta Banda Aceh, Kompol Wahyudi, SH (kanan).

Nukilan.id – Polresta Banda Aceh membantah adanya pernyataan tentang kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Aceh dilempari telur busuk oleh Orang Tak Dikenal (OTK), jelang jalan sehat bersama calon presiden RI Anies Rasyid Baswedan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kabag Ops Polresta Banda Aceh, Kompol Wahyudi, SH mengatakan, kegiatan kegiatan kunjungan Anies Baswedan ke wilayah hukum Polresta Banda Aceh telah membuat setting keamanan semua objek yang akan dikunjungi calon presiden RI usulan Nasdem itu.

Ia mengatakan, sejak tiba di bandara hingga berangkat kembali bertolak ke Jakarta, pihaknya melakukan serangkaian proses pengamanan yang ketat.

Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.

“Dan itu perintah langsung dari Pak Kapolres. Mulai DPW, Lapangan bola kaki Pango, Masjid Raya, warkop Pak Haji dan sebagainya, semuanya kita amankan,” kata Wahyudi Sabtu (3/12/2022).

Dikatakan Wahyudi, semua kegiatan Anies Baswedan saat berkunjung ke Aceh aman dan terkendali dan tak ada hambatan apapun.

Terkait adanya telur busuk tersebut lanjut dia, bahwa tidak ada kantor DPW Nasdem Aceh dan lapangan bola kaki yang dilempari telur busuk.

“Telur yang pecah itu yang kita lihat setelah adanya informasi yang beredar. Telur busuk itu berada di jalan, bukan di kantor DPW maupun lapangan bola,” jelasnya.

Kemudian jarak pecahnya telur tersebut sejauh 30 meter dari lapangan bola kaki dan 50 meter dari DPW Nasdem.

“Pecahan telur itu di jalan, kita tahu siapa yang memecahkan,” ujarnya.

Dapat dikatakan, selama Anies Baswedan di Aceh, semuanya aman terkendali.

Jadi adanya telur itu menurutnya, bukan orang OTK yang punya niat tidak baik.

“Karena anggota melakukan pengamanan. Telurnya pun jatuh di jalan. Pas jalan santai pun nggak ada kendala. Jadi mohon disikapi dengan bijak, jangan nantinya timbul persepsi macam-macam,” jelasnya.

“Beliau (Anies) kita lakukan pengaman sejak kemarin tiba di Aceh hingga pukul 14.00 WIB tadi, take off ke Padang,” pungkasnya. [Reji]

Permata Salurkan Bantuan Mobiler ke Sekolah yang Terdampak Banjir

0
Penyaluran bantuan ke TK Raudhatul Hasanah. (Foto: Ist).

Nukilan.id – Perhimpunan Masyarakat Aceh Tamiang (PERMATA) Jakarta melalui Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Aceh menyalurkan bantuan mobiler untuk sekolah tingkat TK swasta yang terdampak banjir Aceh Tamiang.

Ketua PGSI Aceh, Muhammad Mabrur, menuturkan, bantuan mobiler itu disalurkan keempat sekolah yang terdampak banjir Aceh Tamiang yakni TK Raudhatul Hasanah, Kampung Seunebok Dalam, Kecamatan Bendahara.

Lalu, TK Al Hidayah, Kampung Rantau Pakam, TK Petuah Bangsa, Kampung Landuh dan TK Sulthanah, Kampung Durian. “Bantuan mobiler yang disalurkan itu berupa kursi, meja, lemari serta kursi bagi dewan guru. Untuk masing-masing sekolah mendapatkan 20 unit,” sebut Mabrur, kepada Wartawan, Senin (5/12/2022).

Ia menyampaikan, bantuan yang disalurkan ini sesuai dengan kebutuhan sekolah.” Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi sekolah,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Perhimpunan Masyarakat Aceh Tamiang (PERMATA) Jakarta akan menyalurkan bantuan tahap dua yaitu bantuan perbaikan fasilitas layanan pendidikan dan atau pemberian bibit kepada warga yang terdampak banjir Aceh Tamiang.

Ketua PERMATA, Sugianto, SE, MM mengatakan, bantuan bibit kepada petani yang terdampak banjir akan disalurkan oleh Pujakesuma Aceh Tamiang dan Karang Taruna Aceh Tamiang. Sedangkan untuk perbaikan fasilitas layanan sekolah atau pesatren akan disalurkan oleh PGSI Aceh.

“Bantuan itu difokuskan kepada petani yang tidak tergabung dalam kelembagaan petani karena petani yang tergabung dalam kelembagaan petani akan menerima bantuan dari pemerintah melalui program AUTP atau program-program lainnya. Sedangkan untuk bantuan perbaikan fasilitas pendidikan akan difokuskan ke sekolah atau pesatren Swasta,” ujarnya.

Sugianto menambahkan bantuan tahap kedua ini merupakan bentuk kepedulian Permata dan para donatur atas musibah yang terjadi di Aceh Tamiang, sehingga bantuan ini bisa meringankan beban para korban yang terdampak banjir khusunya para petani yang mengalami gagal panen.

“Untuk tahap pertama, Permata menyalurkan bantuan sembako kepada sejumlah posko-posko pengungsian yang tersebar hampir di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tamiang dan menyalurkan bantuan sembako ke beberapa pesatren serta Dayah. Bantuan sembako tersebut disalurkan oleh beberapa organisasi di Aceh Tamiang seperti Karang Taruna Aceh Tamiang, Pujakesuma, ISNU, PGSI Aceh serta tim perwakilan Permata Jakarta yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang,” ujarnya. [Wanda]