Beranda blog Halaman 1469

FPMPA: OJK dan Pemegang Saham Diminta Tolak Hasil Asesment Calon Dirut BAS

0

Nukilan.id – Beredarnya Tiga Nama calon Direktur Bank hasil rekomendasi dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menuai kontroversi hingga protes dari berbagai kalangan. Ternyata, ketiga nama calon Direktur BAS yakni Muhammad Syah, kemudian Nanang Hendriana dan Asep Sarifuddin dari eksternal BAS tidak pernah mengikuti sekolah tinggi perbankan di LIPI.

“Hasil rekomendasi LIPI ini sungguh diragukan, bahkan publik diduga adanya pengaturan dan peran kuat dari komisaris dan Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) dalam hal rekomendasi ini.” Kata ketua umum Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) Muhammad Jasdi kepada Nukilan.id , Sabtu (8/12/2022).

Untuk itu kita meminta Pj Gubernur Aceh sebagai pemegang saham pengendali (PSP), Walikota dan Bupati se Aceh sebagai pemegang saham serta otoritas jasa keuangan (OJK) menolak hasil rekomendasi LIPI yang disampaikan oleh KRN tersebut. Tegasnya

Dia juga mengaku heran, bagaimana mungkin LPPI mengeluarkan rekomendasi untuk nama-nama yang tak pernah mengikuti jenjang sekolah tinggi perbankan.

“Tentunya menjadi pertanyaan, apa yang menjadi indeks sehingga LPPI mengeluarkan rekom tersebut. Ini harus dijelaskan ke publik, jika tidak maka publik wajar menduga ada potensi pengaturan, intervensi tertentu hingga indikasi KKN dalam proses rekomendasi calon dirut BAS tersebut,” ujarnya

Lanjutnya polemik pemilihan Dirut BAS bukanlah persoalan yang enteng karena hal ini menyangkut nasib perekonomian rakyat Aceh. “BAS yang merupakan bank kebanggaan Rakyat Aceh adalah harapan penopang ekonomi Aceh. Jika pemilihan dirut nya dilakukan asal-asal sesuai pengaturan KRN atau komisaris, maka hal ini akan berimbas kepada kemajuan ekonomi Aceh ke depan,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Jhon Jasdi itu, sejak awal memang sudah tercium ke publik adanya upaya tertentu untuk mengatur agar Dirut BAS dipegang oleh pihak eksternal.

“Mungkin KRN sudah baca peluang itu, apalagi dengan adanya historis suram antara Pj Gubernur Aceh sebagai PSP dengan manajemen BAS ketika dirinya masih menjabat Pangdam di Aceh saat itu terkait CSR. Sehingga hal itu berpotensi diatur untuk meloloskan kandidat sesuai keinginan komisaris, tanpa memikirkan dampaknya kepada masa depan BAS dan ekonomi Aceh,” jelasnya.

Jhon Jasdi meyakini, baik Pj Gubernur sebagai PSP maupun Bupati dan Walikota sebagai pemegang saham BAS tidak menginginkan bank plat merah itu mengalami kemunduran.

“Jika pemilihan Dirut dilakukan tanpa melihat track record dan indeks yang jelas maka Aceh akan sangat dirugikan. Apalagi jika pihak eksternal yang dipaksakan untuk memimpin BAS, maka akan berdampak kepada etos kerja karyawan, ketidaksesuaian kebijakan karena keterbatasan pemahaman terhadap situasi dan kondisi. Jika itu terjadi, mau dibawa kemana BAS ini,” ujarnya.

Dia berharap proses assesmen hingga pemilihan dirut BAS ini ditinjau ulang dan dilakukan kembali secara profesional dan terbuka. “Jika memang KRN dan komisaris BAS terlalu memaksakan keinginannya, maka PSP dan pemegang saham juga harus tegas, sebelum proses pemilihan Direksi dilakukan, maka ganti dulu komisaris BAS jika dianggap sebagai boomerang yang membuat bank kebanggaan rakyat Aceh itu semakin semrawut,” tutupnya. [Hadiansyah]

Puluhan Peserta Antusias Ikuti Bimtek Wirausahawan Pemula, Masyarakat Miskin dan Usaha Disabilitas

0
Peserta saat mendengar paparan materi dari narasumber Iswadi, SH, MELP pada Bimtek Wirausahawan Pemula, Masyarakat Miskin dan Usaha Disabilitas di Hotel Madinatul Zahra, Aceh Besar, Sabtu 10 Desember 2022. (Foto: Nukilan/JI)

Nukilan.id – Puluhan peserta antusias mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Wirausahawan Pemula, Masyarakat Miskin dan Usaha Disabilitas yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Aceh di Hotel Madinatul Zahra, Aceh Besar pada Sabtu (10/12/2022).

Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama antara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) HT. Ibrahim, ST, MM dan Diskop UKM Aceh. Dan Bimtek ini diikuti sebanyak 30 peserta yang merupakan pelaku UMKM pemula di Aceh Besar.

Pada kegiatan hari ini, peserta Bimtek dibekali materi oleh para ahli selaku narasumber pada Bimtek ini seperti Iswadi, SH, MELP, Rudianto, dan Mukhlis, S.Pd, M.Si selaku perwakilan dari Diskop UKM Aceh.

Dalam paparannya, Narasumber Iswadi, SH, MELP menyampaikan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM ini memiliki peran sangat besar dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Aceh.

“Harus dipahami semua peserta bahwa UMKM itu berperan besar dan menjadi andalan luar bisa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Iswadi.

Menurutnya, peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, dengan jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga mencapai 60,5%, dan terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

“Tercatat 60,5 persen dari PDB Indonesia disumbangkan oleh UMKM. Jadi tidak heran jika UMKM memiliki peran penting dalam pemulihan ekonomi,” ujar Iswadi.

Sementara itu, Aldiansyah, salah seorang peserta Bimtek dari Difabel menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dalam hal ini Diskop UKM Aceh dan Anggota DPRA, HT. Ibrahim, ST, MM yang sudah memperhatikan kaum disabilitas.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan Pak Ibrahim yang telah bersedia mengajak kami untuk mengikuti Bimtek ini. Sangat luar biasa, ternyata kami sebagai orang kurang mampu secara fisik ini juga mendapat perhatian dari pemerintah,” ucapnya.

Untuk diketahui, pada kegiatan Bimtek ini juga disalurkan pengalaman penting dari para narasumber yang notabenenya merupakan ahli bisnis dan entrepreneur demi menunjang para peserta mendapatkan tata cara serta ilmu yang kredibel, guna memajukan bisnis bagi wirausahawan pemula, berkelanjutan maupun yang baru ingin memulai usaha.

Bimtek tersebut merupakan salah satu program untuk mengurangi kemiskinan dengan memperkuat usaha yang dijalankan masyarakat. Hal ini sebagai upaya Pemerintah Aceh dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada mereka yang baru memulai usaha sehingga bisa lebih terampil dan bagus. [Wanda]

Pertamina Diminta Aktif Sosialisasi Penggunaan Mypertamina

0

Nukilan.id – Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya mengimbau Pertamina untuk aktif mensosialisasikan penggunaan aplikasi Mypertamina kepada masyarakat agar penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Sony Sonjaya dalam rapat koordinasi lintas sektor penanggulangan antrean panjang BBM subsidi pada SPBU, di Polda Aceh, Jeulingke, Kota Banda Aceh, Jumat, 9 Desember 2022.

Sony menjelaskan, ada beberapa permasalahan yang terjadi pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), salah satunya adalah penjualan minyak yang tidak tepat sasaran sehingga terjadinya antrean panjang dan kelangkaan BBM subsidi solar dan pertalite.

Sony juga membeberkan hasil pengecekan pihaknya selama ini yang menemukan adanya pembelian BBM oleh konsumen secara bersamaan, keterlambatan pengiriman dari depot PT Pertamina Terminal Krueng Raya, kepanikan konsumen atau pembeli pada saat pembongkaran minyak, dan kendala operasional akibat alat transportasi.

“Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite, begitu juga dengan antrean panjang. Selain dari konsumen, faktor itu juga dari pihak Pertamina. Oleh karena itu, Mypertamina adalah salah satu solusi,” ujar Sony.

Ia berharap, seluruh stakeholder nantinya saling bekerja sama dalam hal pengawasan, mencari penyebab, dan solusi untuk mengatasi antrian dan isu kelangkaan BBM subsidi jenis solar dan pertalite.

Sony juga meminta agar Pertamina membuat imbauan kepada konsumen mengenai penggunaan BBM subsidi berdasarkan Surat Edaran Gubernur.

Leading sektor juga diminta untuk meningkatkan sosialisasi penggunaan aplikasi Mypertamina kepada masyarakat serta memberikan pelatihan kepada operator-operator pengguna aplikasi Mypertamina di setiap SPBU.

Sementara itu, Manager Area PT Pertamina Terminal Krueng Raya Fachrizal mengatakan, pihaknya akan mengupayakan sosialisasi yang lebih masif agar masyarakat penikmat BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran. Ia juga mengimbau konsumen membeli BBM subsidi berdasarkan Surat Edaran Gubernur.

Di samping itu, Fachrizal juga menyampaikan, bahwa pihaknya hanya mengikuti arahan dari retail Aceh PT Pertamina (persero) terkait dengan jumlah permintaan pengiriman BBM. Pendistribusian tersebut dilakukan hanya untuk empat kabupaten kota.

“Pihak kami hanya mendistribusikan BBM ke empat kabupaten kota, yaitu Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Jaya. Saat ini kuota juga cenderung ada peningkatan,” jelasnya.

Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Kepala Dinas Energi dan Sumber daya Mineral Aceh, Biro Perekonomian Pemerintah Aceh, Ombudsman Perwakilan Aceh, Himpunan Wiraswasta Minyak Gas dan Bumi (Hiswana), dan Perwakilan Depot PT Pertamina Terminal Krueng Raya. []

Peringati Hakordia 2022, KPK Luncurkan Prangko Nilai Antikorupsi

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Mengambil momentum peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2022, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi meluncurkan Prangko Nilai Antikorupsi di Hotel Bidakara, Jakarta, (9/12). Prangko ini merupakan bukti dokumentasi sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.

Selain menjadi bukti pembayaran biaya pengiriman pos, prangko ini juga merupakan alat edukasi masyarakat dan alat penyebarluasan informasi publik. Prangko Nilai Antikorupsi merupakan hasil kolaborasi KPK bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, PT Pos Indonesia, Perum Peruri, Pokjanas Prangko, Design Expert, dan Pegiat Antikorupsi.

Dalam perjalanannya, KPK menggandeng tim desain untuk menerjemahkan konsep ke dalam desain visual. Selanjutnya tim Pokjanas Prangko memberi masukan terkait kelaikan konten. Setelahnya, Kominfo, PT Pos Indonesia, dan KPK akan menilai akhir desain tersebut dan setelah semuanya sepakat maka prangko siap diterbitkan.

Adapun desain yang dipilih merupakan visualisasi dari sembilan nilai antikorupsi. Yaitu, jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, peduli, disiplin, adil, sederhana dan kerja keras. Sembilan nilai antikorupsi ini pula yang ingin KPK terapkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia agar dapat mewujudkan budaya antikorupsi yang kuat dan mengakar.

Prangko Nilai Antikorupsi ini terdaftar di Universal Postal Union atau Kesatuan Pos Dunia yang bermarkas di Bern Swiss. Selanjutnya, Prangko Nilai Antikorupsi akan disimpan di Museum Prangko Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Penandatanganan Prangko Nilai Antikorupsi dilakukan oleh Ketua KPK Firli Bahuri, didampingi seluruh Wakil Ketua Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango dan Johanis Tanak. Turut mendampingi, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPP) Kominfo Ismail dan Direktur Pos Direktorat Jenderal PPI Gunawan Hutagalung. Selain itu, Direktur Operasi Perum Peruri Saiful Bahri, Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia Haris serta Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardiana turut hadir menyaksikan prosesi penandatanganan ini. []

Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB Terima Kunjungan KPT Banda Aceh

0
Audiensi di Kemenpan RB. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Dr Suharjono, Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh didampingi beberapa Hakim Tinggi dan Sekretaris menemui Deputi Kelembagaan dan Tata Kemenpan RB di kantornya di Jakarta pada Jumat sore 9 Desember 2022.

Dalam pertemuan yang bersahaja tersebut Dr Suharjono, didampingi Dr Taqwaddin, Makaroda Hafat, Firmansyah dan Agussalim menyampaikan usulan kenaikan tipe PT Banda Aceh dari yang selama ini Tipe B menjadi Tipe A.

“Baik berdasarkan data utama maupun data penunjang, PT Banda Aceh sudah selayaknya berstatus Tipe A,” kat Suharjono.

“Ditinjau dari jumlah perkara, jumlah satker, serta berada dalam provinsi yang berstatus istimewa dan daerah otonom khusus, maka hemat kami, sudah sepatutnya PT Banda Aceh bertipe A”, ujar Suharjono yang baru beberapa bulan memimpin PT Banda Aceh.

Merespon harapan KPT Banda Aceh, Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB, Nanik Murwati memberi apresiasi positif dan menyambut baik atas upaya yang dilakukan pimpinan PT Banda Aceh beserta jajarannya.

Nanik Murwati, didampingi Asisten Deputi Kelembagaan, T. Eddy Syahputra menyatakan akan melakukan kordinasi dengan Badilum Mahkamah Agung. Dan akan segera memproses bersama-sama dengan Badilum MA.

“Kita akan tindaklanjuti usulan ini bersama-sama dengan pihak Badilum MA. Pada prinsipnya, kami akan segera memproses usulan ini seperti juga usulan kenaikan kelas pengadilan negeri,” tegas Ibu Deputi Kemenpan RB.

Kenaikan tipe suatu pengadilan, baik pengadilan negeri maupun pengadilan tinggi adalah suatu harapan dari warga pengadilan yang bersangkutan.

“Kenaikan status menjadi PT bertipe A merupakan harapan kami. Karena jika PT Banda Aceh telah bertipe A, ini tentu akan meningkatkan reputasi bagi seluruh warga PT, baik bagi para Hakim Tinggi, para kepaniteraan maupun kesekretariatan,” pungkas KPT Banda Aceh. []

Kadin Aceh Bakal Gelar Seminar Nasional Mitgasi Banjir Melalui Inovasi Investasi

0

Nukilan.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh akan menggelar seminar nasional mitigasi banjir melalui inovasi investasi di Hermes Hotel, Banda Aceh, Senin 12 Desember 2022.

Seminar nasional tersebut mengusung tema “Mencari Solusi Strategis dengan Melibatkan Dunia Usaha Ikut Menyelesaikan dan Mengatasi Bencana Banjir”.

Walkil Ketua Kadin Aceh yang juga Ketua Panitia seminar Iqbal Idris Aly didampingi Tafh Haikal dan Teuku Jailani mengatakan tujuan dari seminar ini Kadin Aceh berencana membuat bendungan untuk mitigasi bencana banjir di Aceh.

“Tujuan dari seminar ini adalah investasi, kita dorong Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, ini kita harus lakukan membuat bendungan,” kata Iqbal saat konferensi pers di kantor Kadin Aceh, Jumat (9/12/2022).

Iqbal menjelaskan, Kadin Aceh dalam perencanaan pembangunan bendungan itu memanfaatkan dunia usaha untuk berinvestasi di Aceh. Para investor itu nantinya diberikan kekuasaan untuk mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di daerah bendungan tersebut.

“Jadi setelah mereka mau berinvestasi bangun bendungan di Aceh ini, maka kita akan menawarkan mereka mengelola dan mengambil keuntungan dari PLTA tersebut, kalau bisa tanpa dibebankan PPN dan PPh karena mereka tidak menggunakan uang
negara,” jelasnya.

Iqbal juga menyebutkan untuk pembangunan satu bendungan bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp 14 Triliun.

Ia berharap inovasi seperti ini harus kita lakukan dengan out of the boks yakni mitigasi bencana sambil berinvestasi dengan dunia usaha ikut menangani dan mengurangi resiko bencana.

Hadir dalam seminar tersebut yaitu Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki sebagai Keynote speaker.

Selanjutnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Ketua Kadin Aceh Muhammad Iqbal, Ketua Umum Kadin Pusat M Arsjad Rasjid, Direktur Walhi Aceh Ahmad Shalihin dan Akademisi USK Prof Dr Azmeri. [Reji]

H.T Ibrahim Bersama Diskop dan UKM Aceh Gelar Bimtek, Ikut Libatkan Usahawan Disabilitas

0

Nukilan.idAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) HT Ibrahim berkerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Aceh kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Wirausahawan Pemula, Masyarakat Miskin, dan Usaha Disabilitas.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari mulai 9-10 Desember 2022 ini dibuka oleh Kabid Pengawasan dan Pemeriksaan Diskop UKM Aceh, Azwar mewakili Kepala Diskop UKM Aceh, Azhari di Hotel Madinatul Zahra, Aceh Besar.

Kabid Pengawasan dan Pemeriksaan Diskop UKM Aceh, Azwar saat membuka Bimtek untuk Wirausahawan Pemula, Masyarakat Miskin, dan Usaha Disabilitas di Hotel Madinatul Zahra, Jum’at (9/12/2022).

Dalam sambutannya, Kabid Pengawasan dan Pemeriksaan Diskop UKM Aceh, Azwar menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahun dan motivasi untuk tingkatkan pemberdayaan kepada pelaku UMKM pemula agar bisa lebih kreatif dan inovatif.

“Dengan begitu, pelaku usaha dapat mengembang usahanya dengan lebih baik sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi pelaku UMKM,” kata Azwar.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta Bimtek tersebut agar dapat menyiapkan diri dan menentukan target produksi ke depan, termasuk target pemasarannya akan dijual ke mana dan untuk siapa. Hal itu perlu disiapkan sebelum memulai usahanya.

“Saya menyampaikan ini supaya produk UMKM yang peserta Bimtek produksikan bisa laku terjual di pasar. Jadi harus ada tujuan produksi untuk siapa? Mudah- mudahan informasi semacam ini bisa mengubah pola pikir kita dalam berusaha,” ujar Azwar.

Ia berharap dengan adanya Bimtek ini para peserta yang juga merupakan pelaku UMKM ini agar usahanya dapat berkembang, sehingga ekonomi keluarga dapat bangkit, dan pertumbuhan ekonomi Aceh Besar meningkat.

“Karena itu, pelaku UMKM yang ikut Bimtek harus bergerak cepat memanfaatkan peluang yang ada. Jangan sampai peserta Bimtek ketinggalan peluang ini,” tutupnya.

Sementar itu, HT. Ibrahim dalam sambutannya mengatakan, Pelibatan kalaan usaha disablitas dalam bimtek bertujuan untuk mendorong kalangan penyandang disabilitas dalam mengembangkan usaha, sehingga mereka diberi pelatihan teknis untuk pengembangan tersebut.

“Produk yang diproduksi kalangan usaha gangguan perlu mendapat bimbingan dalam memproduksi produk, agar tetap menarik pasar,” kata HT. Ibrahim.

Itu sebabnya dirinya serta dinas koperasi dan UKM membuat bimtek untuk pemanfaatan inovasi dan teknologi penunjang perbaikan mutu dan daya saing produk, proses pengolahan produk, pengemasan dan pemasarannya.

Menurut Bram, bimtek yang digelar merupakan komitmen dirinya yutnuk membantu kalangan usawan UMKM, termasuk produk yang diciptakan kalangan gangguan.

“Saya sebagai anggota DPR Aceh punya tanggung jawab untuk melakukan berbagai upaya untuk mendukung UMKM di Aceh Besar, harapannya secara bertahap bisa menjadi solusi berkuranya dana Otsus Aceh kedepan,” pungkasnya.[JS]

Survey E-Trust 2022: Elektabilitas Partai Demokrat Tertinggi di Aceh, Disukai Kaum Milenial

1
Lembaga E-TRUST saat melakukan peluncuran program DISIPADA atau Digitalisasi Sistem Informasi Pemilu dan Pilkada di Hotel Ayani Banda Aceh, Jum'at 9 Desember 2022. (Foto: Nukilan/JI)

Nukilan.id – Berdasarkan hasil survei E-TRUST tahun 2022, Partai Demokrat menjadi partai politik dengan elaktabilitas tertinggi di Aceh. Partai berlambang bintang mercy itu berhasil meraih 19,47% sebagai partai yang paling disukai di Bumi Serambi Mekkah.

Hasil survei tersebut dipaparkan Lembaga E-TRUST pada acara Media Briefing “Diseminasi Hasil Survey Prevalensi Politik Masyarakat Aceh sejak 15 Oktober s/d 25 November 2022 di 23 Kabupaten/Kota Seluruh Aceh” dan sekaligus peluncuran Program DISIPADA atau Digitalisasi Sistem Informasi Pemilu dan Pilkada di Hotel Ayani, Banda Aceh, Jum’at (9/12/2022).

“Baseline Survey” berkaitan dengan Preferensi Politik Masyarakat Aceh menghadapi Pemilu 2024 merupakan bagian dari inisiatif E-TRUST untuk ikut mensukseskan Pemilu Serentak 2024 mendatang di Aceh dan mendorong pendidikan politik bagi pelaku politik dan juga masyarakat luas.

Populasi survei seluruh pemilih yang telah terdaftar dalam Data Daftar Pemilihan Berkelanjutan (DPB) Periode Juli Tahun 2022 yang ditetapkan KIP Aceh 09 Agustus 2022, berjumlah 3.541.205 dengan laki-laki 1.740.890 dan perempuan 1.800.315. Berdasarkan jumlah pemilih tersebut ditentukan jumlah responden sebanyak 1.200 responden untuk seluruh Aceh dan masing-masing sampel di 23 kabupaten/kota ditetapkan secara proporsional.

Hasil survei menunjukkan bahwa pada poin pertanyaan terbuka tentang partai nasional dan partai lokal yang paling disukai maka responden telah menuliskan Partai Demokrat sebagai partai paling disukai di Aceh atau sejumlah 19.47%, diikuti oleh PKS 12%, Nasdem 10.85%, Partai Aceh 6.82% dan selanjutnya Golkar 6.33% dengan jumlah warga Aceh yang belum menentukan pilihan partai sebanyak 30.9%

Hal yang sama dilakukan tetapi dengan memberikan daftar nama partai politik yang ikut Pileg 2024 mendatang, hasilnya pilihan pada Partai Demokrat tetap pada urutan tertinggi yaitu 30.4% diikuti Nasdem 18.41%, PKS 17.42%, Golkar 8.87% dan PAN 3.94%.

Ketika dilakukan pemilahan pada pemilih Demokrat berdasarkan kelompok milenial (17-37 tahun), Dewasa (38-45 tahun) dan lansia (>46) maka warga milenial menjadi pemilih utama Demokrat (33%), pemilih dewasa (19%) dan pemilih lansia (18%) sedangkan pemilih Nasdem peraih kedua terbanyak di dominasi lansia (26%), dewasa (21%) dan millenial (17%). Hal yang berbeda juga didapati PKS dimana pemilihnya didominasi oleh dewasa (30%), lansia (26%) dan millenial (15%).

Alasan memilih partai politik menurut responden dikarenakan ideologi partainya 29.25%, disebabkan oleh tokoh partai 19.97%, program yang ditawarkan 19.88% dan memperjuangkan agama 9.94%. Sehingga melihat performansi Partai Demokrat saat ini sangat wajar jika mendapatkan posisi tertinggi di mata masyarakat Aceh.

Data tersebut menunjukkan kekuatan dan konsistensi warga terhadap pada Demokrat di Aceh sampai penghujung tahun 2022 ini sehingga untuk bisa mempertahankan dukungan tersebut dibutuhkan kemampuan Demokrat untuk menjaga nilai dan kerja-kerjanya di lapangan terutama pada kalanagan millenial sebagai pemilih dominan pada 2024 mendatang.

Survey ini menggunakan metode sampling yaitu multiple-stage random sampling yang memperhatikan faktor proporsionalitas dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error ±0,03 dengan metode sampling aksidental yang mengutamakan pemilih pemula, perempuan dan tidak terlibat dalam kepengurusan partai politik. Kuesioner digunakan sebagai alat kuantitatif untuk dianalisis secara deskriptif. []

Pengadilan Tinggi Banda Aceh Diusulkan Naik Menjadi Tipe A

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Dirjen Badan Peradilan Umum (Badilum) Mahkamah Agung RI, H. Bambang Myanto menerima kunjungan Tim Peningkatan Status Pengadilan Tinggi Banda Aceh di ruang kerjanya di Jakarta, Jum’at (9/12/2022).

Tim Peningkatan Status tersebut dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh, Dr Suharjono yang didampingi oleh Makaroda, Firmansyah, Taqwaddin, Agussalim, dan Munawar.

Dalam pertemuan yang bersahabat tersebut, KPT didampingi Hakim Tinggi dan Sekretaris PT Banda Aceh menyampaikan usulan kenaikan status PT Banda Aceh dari yang selama ini ber-Tipe B naik menjadi Tipe A.

“PT Banda Aceh memiliki beberapa keunggulan yang patut dipertimbangkan untuk dinaikkan statusnya menjadi Tipe A. Antara lain merupakan salah satu PT yang terbanyak satkernya di luar PT di Pulau Jawa. Dari segi jumlah perkara pun, PT Banda Aceh menduduki urutan ketiga tertinggi di luar PT-PT di Pulau Jawa.

Selain itu, PT Banda Aceh juga didukung oleh berbagai aspek penunjang, yang memang sepatutnya PT Banda Aceh berstatus Tipe A. Apalagi PT Banda Aceh berada di suatu provinsi yang berstatus Daerah Istimewa dan juga Daerah Otonomi khusus, yang kedua status tersebut diatur dengan UU No 44 Tahun 1999 dan UU No 11 Tahun 2006. Maka, atas dasar data utama dan data penunjang inilah kami mengajukan usulan kenaikan status tipe PT Banda Aceh dari Tipe B menjadi Tipe A”. Papar Dr. Suharjono di depan Dirjen Badilum MA.

“Kami menyambut baik atas inisiasi usulan ini. Apalagi usulan ini telah didukung dengan berbagai data, termasuk sudah pula ada rekomendasi dari Pemerintah Aceh dan juga dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh”. Ujar Bambang Myanto, Dirjen Badilum dengan ramah dan bersahaja.

Kenaikan status menjadi PT Banda Aceh yang bertipe A, akan membawa pengaruh positif bagi semua warga pengadilan, baik bagi Hakim Tinggi, jajaran Panitera, beserta Sekretaris dan sekretariatan.

“Kenaikan tipe ini juga akan semakin meninggikan wibawa dan marwah daerah Provinsi Aceh yang memiliki Pengadilan Tinggi ber-Tipe A”. Pungkas Dr Suharjono, KPT Banda Aceh yang ramah dan murah senyum. [Wanda]

Bupati Aceh Besar Optimis Bisa Turunkan Stunting

0

Nukilan.id – Dalam mendukung percepatan penurunan stunting, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM menyebutkan, 1.812 Tim Pendamping Keluarga (TPK) telah disiapkan sebagai garda terdepan di dalam pencegahan dan penurunan stunting di wilayahnya.

Sebagaimana diketahui pravelensi stunting di Kabupaten Aceh Besar sebesar 32,4 %, masih cukup tinggi, untuk itu Pemerintah Daerah melakukan berbagai upaya strategi, yang bertujuan agar keluarga dan anak-anak di Aceh Besar terbebas dari stunting.

Hal itu dipertegas, Iswanto, saat hadir sebagai narasumber pada Live Talk Radio Djati FM yang digelar Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh, di Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, pada Jum’at (9/12/2022). Turut mendampingi Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd, Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (ADPIN), Drs. Saflawi TR, MM, dan Kepala OPD KB Aceh Besar, Drs. Fadhlan.

“Saya optimis stunting di Aceh Besar bisa diturunkan. Berbagai upaya strategi telah kita lakukan, diantaranya meningkatkan konvergensi lintas sektor, lintas organisasi perangkat daerah, agar terciptanya koordinasi, kolaborasi, sinkronisasi, dan sinergisitas di dalam pelaksanaan program terkait stunting. Begitu juga dengan anggaran,” kata Iswanto.

Ia menyebutkan sekitar 80% anggaran diplotkan untuk stunting dan tersebar diberbagai dinas terkait. Ditingkat gampong (desa), Iswanto mengatakan, beberapa kegiatan yang menjadi kewenangan pemerintah desa dianggarkan melalui dana desa, seperti rembuk stunting tingkat desa, pemberian makanan tambahan (PMT), honor kader Posyandu, dan Kader Bina Keluarga Balita (BKB).

“Pada Agustus lalu, kita juga telah melaksanakan pelayanan kesehatan serentak di 661 Posyandu dan Alhamdulillah, berdasarkan input data ke Aplikasi Elektronik Pendataan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), angka stunting telah turun sebesar 15,4 persen. Saya mengajak para orangtua dan ibu hamil, agar membawa anak dan memeriksakan kehamilan di Posyandu,” ajak Iswanto.

Berdasarkan data dari EPPGBM Agustus 2022, jumlah balita di Aceh Besar sebanyak 34,984 jiwa dan yang datang ke Posyandu untuk di timbang sebanyak 31,744 jiwa atau sebesar 90,7 %. Jumlah balita beresiko stunting (0-59 bulan) sebanyak 4.716 anak.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh. Drs. Sahidal Kastri, M.Pd, mengatakan, salah satu permasalahan yang melatarbelakangi terjadinya Stunting bermula dari masa kehamilan sampai usia anak 2 tahun. Di fase ini, jelas Sahidal, masa krusial bagi orangtua wajib memperhatikan asupan gizi.
Olehnya itu, sarannya, untuk mencegah Stunting lebih dini maka diperlukan langkah dari hulu dengan melakukan pendampingan para calon pengantin 3 bulan sebelum nikah.

“Ada sekitar 22.410 TPK kita yang melakukan pantauan di aplikasi Elsimil (siap nikah siap hamil). melalui aplikasi inilah, TPK melakukan patauan dan pendampingan bagi calon pengantin. Selain pantau usia Catin, tiga bulan sebelum nikah, mereka di-screaning kesehatannya. Calon pengantin dipastikan kondisinya sehat, termasuk kesehatan reproduksinya. Jadi Catin, siap untuk hamil dan siap melahirkan bayi yang sehat dan terbebas dari stunting,” kata Sahidal.

Sahidal mengatakan, pentingnya melakukan upaya pencegahan dari hulu, agar upaya percepatan penurunan stunting bisa dilaksanakan dengan cepat dan tepat. “Kalau hulu kita tidak jaga maka tidam bisa kita lakukan percepatan penurunan stunting,” katanya lagi.

Tambahnya, setiap calon pengantin perempuan diwajibkan jugabuntuk memeriksakan kesehatannya. Termasuk memeriksa lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan, kemudian hemoglobin (Hb. Kata Sahidal, pendampingan, program ini fokus untuk meningkatkan pemenuhan gizi calon pengantin atau calon pasangan usia subur untuk mencegah kekurangan energi kronik dan anemia sebagai salah satu risiko yang dapat melahirkan bayi stunting.

“BKKBN menghimbau agar menikah diusia ideal. Perempuan usia 21 tahun dan laki-laki 25 tahun, agar terhidar dari melahirkan bayi stunting,” pungkas Sahidal. []