Beranda blog Halaman 1452

Temui Abu Ulee Titi dan Waled Husaini, Teuku Riefky minta Do’a dan Nasehat

0

Nukilan.id – Sekjen DPP Partai Demokrat yang juga Anggota DPR-RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya (TRH), melakukan silaturahmi dengan dua Ulama di Aceh Besar, Abu Ulee Titi dan Waled Husaini. Silaturahmi tersebut dilakukan secara terpisah di Dayah Ulee Titi dan Seulimum. (24/12/2022).

Kehadiran TRH ke dayah Ulee Titi disambut langsung oleh pimpinan dayah, Abu Athaillah Ishak Al-Amiry atau yang lebih dikenal sebagai Abu Ulee Titi. Sementara di dayah Ruhul Fatayat, TRH diterima oleh Waled Husaini selaku pimpinan dayah tersebut.

Dalam silaturahmi, TRH menyampaikan salam dari presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk seluruh keluarga besar Dua Dayah tsb.

Selanjutnya, Teuku Riefky yang saat ini juga merupakan Pimpinan Komisi I meminta Do’a dan Nasehat sari para Ulama tersebut.

“Kepada Abu dan Waled kami minta doa dan penyemangat kami dalam menjalankan tugas pengabdian di masyarakat”, tutup nya.

Dalam acara silaturahmi tersebut, TRH didampingi oleh anggota DPRA HT. Ibrahim, Arif Fadillah, dan anggota DPRK Aceh Besar, Zarwatun Niam, serta rombongan lainnya.[]

Pj Gubernur bersama Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Nataru

0

Nukilan.id – Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki bersama pimpinan Forkopimda Aceh, Sabtu (25/12/2022), meninjau pos pengamanan Nataru di beberapa lokasi, antara lain adalah gereja dan Pos Pelayanan Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh.

Di antara mereka yang ikut dalam tinjauan itu adalah Pj Gubernur, Ketua DPR Aceh, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Kabinda Aceh, Danlanud SIM, dan beberapa pejabat pemerintahan Aceh serta TNI- Polri.

Dalam tinjauan itu, terlihat petugas kepolisian dibantu petugas dari beberapa instansi lain berjaga. Mereka ikut mengamankan lokasi-lokasi sentral perayaan natal. Di lokasi Pj Gubernur dan rombongan disambut oleh pengurus gereja dan para jemaat. Kepada mereka Marzuki mengatakan jika pelaksanaan hari besar keagamaan tersebut berjalan dengan aman dan lancar.

Usai itu, rombongan kemudian juga meninjau pos Pelayanan Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh. Mereka juga menghampiri petugas yang berjaga dan berpesan untuk bertugas dengan baik demi kenyamanan pengguna jasa Pelabuhan.

Kapolda Aceh, Irjen Ahmad Haydar, mengatakan, pengamanan beberapa lokasi di berjalan lancar. “Alhamdulillah pengamanan di seluruh wilayah Aceh berjalan dengan aman dan lancar,” kata dia.

Haydar mengatakan, Polda Aceh telah menggelar pos pelayanan di 22 titik dan jumlah personil Polri yang terlibat dalam pengamanan yaitu 1.134 personil. Sementara personil instansi terkait berjumlah 993 orang, secara total ada 2.227 personil yang terlibat. “Dan alhamdulillah sampai hari ini pengamanan berjalan dengan lancar dan aman,” kata Kapolda.

Sambut Menpora, Pj Gubernur Aceh dan Gubernur Sumut Sampaikan Persiapan PON 2024

0

Nukilan.id – Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki menyampaikan laporan persiapan PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara saat menyambut kedatangan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, di Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu, 24 Desember 2022.

Pertemuan bersama Menpora itu turut diikuti Ketua KONI Pusat Marciano Norman, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud, unsur Forkopimda Aceh, Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf, Ketua KONI Sumut dan utusan instansi terkait dari Aceh dan Sumut.

Pertemuan itu digelar untuk menyampaikan sejauh mana persiapan yang telah dilakukan Aceh dan Sumut selaku tuan rumah bersama PON ke 21 Tahun 2024 mendatang.

Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki menyampaikan, PON XXI Tahun 2024 Aceh- Sumut akan mempertandingkan sebanyak 66 Cabang Olahraga.

Untuk wilayah Aceh sendiri, ada 33 cabang olahraga yang dipertandingkan, dengan sebaran venue di 6 kabupaten kota yang meliputi Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Tenggara.

“Sesuai dengan hasil Visitasi Panwasrah KONI Pusat atlet yang akan bertanding sejumlah 5782, adapun official 50 persen dari jumlah atlet yaitu 2891 orang,” katanya.

Khusus untuk wilayah Banda Aceh, akan ada 13 cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu Sepak Bola (Pool B & C), Bridge, Anggar, Angkat Berat, Angkat Besi, Judo, Kempo, Hapkido, Sepatu Roda, Muaythai, Soft Tenis, Tenis Lapangan dan Tarung Derajat.

Sementara untuk wilayah Sabang, terdapat enam cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu Aero Sport, Terbang Layang, Terjun Payung, Paramotor, Aero Modeling dan Layar.

Adapun Kabupaten Aceh Besar adalah tempat dimana Stadion Utama didirikan dan di tempat itu pula PON XXI Aceh-Sumut akan dibuka. Pada kawasan stadion utama tersebut, kata Achmad Marzuki ada 2 bangunan yang dibangun yaitu Masjid dan Wisma Atlet.

Sementara 12 cabang olahraga yang diadakan di Aceh Besar meliputi, Sepak Bola (Pool A), Dayung, Menembak, Rugby, Selam, Selancar Ombak, Baseball & Softball, Bola Basket, Bola Tangan, Kurash, Peuntaque, Panahan, Panjat Tebing, Sepak Takraw, Woodball dan Korfball.

Selanjutnya, Kabupaten Aceh Tengah, daerah penghasil kopi ini akan turut serta menjadi tuan rumah pelaksanaan PON, terkhusus pada cabor triathlon dan berkuda. Sementara itu, untuk cabang olahraga Aero Sport, Paralayang dan Gantole, akan dipertandingkan di Kabupaten Bener Meriah.

Selain itu, Sungai Alas turut serta menjadi venue Cabang Olahraga arung jeram yang terletak di Kabupaten Aceh Tenggara.
Selain itu Achmad Marzuki juga menjelaskan beberapa hal lain menyangkut kesiapan Aceh dalam hal ketersediaan hotel, transportasi dan lainnya.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga menjelaskan persiapan yang dilakukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah PON 2024 bersama Aceh.

Pemprov Sumatera Utara disebut telah mempersiapkan Kawasan Sport Center seluas 300 Hektar dan bersertifikat dilengkapi dengan desain masterplan pembangunan 26 venue olahraga.

“Pada tahun 2023 juga direncanakan pembangunan Venue Stadion Utama bersumber Dana APBN dan 3 Venue Pendukung bersumber Dana APBD Provinsi Sumatera Utara,” kata Edy.

Edy juga meminta Menpora untuk percepatan pembangunan Stadion Utama sumber Dana APBN senilai 1,7 T yang akan digunakan sebagai lokasi closing ceremony.

Kemudian pengadaan peralatan pertandingan meliputi matras beladiri, Scoring board, timer, ring tinju, bola, net dan peralatan pertandingan lainnya sesuai kebutuhan masing-masing Cabor.

Selain itu Edy juga mengatakan, pihaknya membutuhkan bantuan pemerintah pusat terkait pembiayaan seluruh pelaksana pertandingan setiap Cabor meliputi personil PB PON, technical delegate, dewan juri, panitia pelaksana, sub panitia pelaksana yang diperkirakan mencapai kurang lebih 5500 orang.

“Selain itu juga pembiayaan kendaraan angkutan sebagai transportasi dalam penyelenggaraan PON,” kata Edy.

Menpora Zainudin Amali merespons laporan tuan rumah mengatakan, pihaknya akan menjadikan seluruh masukan Gubernur Aceh dan Gubernur Sumatera Utara sebagai catatan yang akan ditindaklanjuti.

Zainudin juga mengingatkan Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah agar terus mempersiapkan berbagai keperluan demi suksesnya gelaran PON 2024 nantinya. Kedua daerah juga diingatkan untuk memastikan bahwa PON 2024 harus sukses dalam hal penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses administrasi.

“Sukses administrasi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari,” kata Zainudin.

Selain itu Zainudin juga mengatakan, kedua provinsi tuan rumah harus mampu memanfaatkan event tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di setiap wilayah pelaksanaannya. Event yang akan dihadiri banyak orang itu diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM baik di Aceh maupun Sumatera Utara. []

TRH Hadiri Konsolidasi Kader Banda Aceh dan Aceh Besar, HT. Ibrahim: Kami Bangga

1
Sekjen DPP Partai Demokrat, H. Teuku Riefky Harsya (TRH) bersama Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, H.T. Ibrahim, ST, MM. (Foto: Nukilan/Ist)

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Partai Demokrat, H.T. Ibrahim, ST, MM menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, H. Teuku Riefky Harsya (TRH) dalam kegiatan konsolidasi dan silaturrahmi DPC Demokrat Banda Aceh dan Aceh Besar.

Hal itu disampaikan H.T.Ibrahim pada sela kegiatan konsolidasi dan silaturahmi DPC Demokrat Aceh Besar di Aula Kantor Dekranasda Aceh Besar, Sabtu (24/12/2022).

“Dengan datangnya Pak Riefky ke Banda Aceh dan Aceh Besar kami sangat bangga dan semakin semangat untuk memenangkan Partai Demokrat tahun 2024. Kemudian, dengan arahan dan ilmu-ilmu yang diberikan Pak Riefky sangat membantu kami dalam menghidupkan mesin partai,” ungkap Pria yang akrab disapa Ampon Bram itu kepada Nukilan.

Karena itu, Ampon Bram juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Sekjen DPP Partai Demokrat yang telah bersedia hadir di tengah-tengah para kader baik di DPC Aceh Besar maupun Kota Banda Aceh untuk memberikan arahan dan ilmu-ilmu politik serta langkah-langkah kerja konkrit kedepan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih setinggi tingginya kepada Bapak Sekjen yang telah memberikan perhatian penuh kepada kami, di sela sela kesibukan Bapak Sekjen yang luar biasa di Jakarta tapi masih sempat melakukan konsolidasi dan silaturahmi dengan kami para kader di Aceh Besar dan Banda Aceh,” ucapnya.

Pantau Nukilan di Lokasi, seluruh kader Partai Demokrat Kabupaten Aceh Besar yang berhadir di acara konsolidasi dan silaturahmi itu meneriaki H.T. Ibrahim dengan sebutan “Pak Bram Bupati”. Teriakan “Pak Bram Bupati” diaminkan langsung oleh Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya (TRH), Ketua DPD Demokrat Aceh, Muslim, dan seluruh undangan yang telah berhadir di acara tersebut

Selain teriakan “Pak Bram Bupati”, para kader Partai Demokrat Aceh Besar juga meneriaki “TRH Menteri” dan “Muslim Gubernur”.

Merespon hal tersebut, Ampon Bram mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Sekjen DPP Partai Demokrat, TRH dan Ketua DPD Demokrat Aceh, Bang Muslim serta seluruh kader atas dorongan dan dukungan  yang telah diberikan.

“InsyaAllah dengan dorongan dan dukungan dari Bapak Sekjen dan Ketua DPD serta seluruh kader, kita sama-sama berikhtiar. Dengan ilmu-ilmu yang diberikan Bapak Riefky sangat penting bagi kita untuk menghidupkan partai dan mencari kemenangan di Aceh Besar pada Pilkada 2024 mendatang,” pungkas Ampon Bram yang juga Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Aceh itu.

Disisi lain, Ampon Bram menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menjalankan 10 Program Umum Partai Demokrat sesuai dengan yang diamanahkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan arahan Sekjen DPP Partai Demokrat, di antaranya meningkatkan program-program pengabdian masyarakat, sehingga masyarakat merasakan kehadiran partai politik.

“Kami semua Fraksi Partai Demokrat di DPRA komit untuk membantu masyarakat yang membutuhkan baik di sektor UMKM maupun di sektor masyarakat lainnya sesuai dengan arahan dan pesan Ketum AHY melalui 10 program umum Partai Demokrat,” tutupnya. [Wanda]

Temuan Pansus DPRK di Setdakab Abdya, 53 Sepeda Motor Dinas Hilang Tak Terdata

0

Nukilan.id – Tim Panitia khusus (Pansus) DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menemukan sejumlah sepeda motor dinas hilang tak terdata, Ketua DPRK Abdya Nurdianto menilai Sekda Salman Alfarisi telah lalai dalam melaksanakan tanggung jawabnya.

Nurdianto mengatakan usai meminta waktu guna menghadirkan kendaraan tersebut secara fisik pihak Sekda hanya menghadirkan 12 dari 53 sepeda motor yang diminta Pansus.

“Anehnya dari yang terdata 53 sudah menjadi 46 unit dan disaat kita pertanyakan kemana kendaraan tersebut tidak ada satupun bisa jawab, nampaknya pihak Setdakab sengaja menutupi masalah kendaraan tersebut,” Kata Nurdianto dalam keterangan tertulis kepada awak media, Sabtu (24/12/2022).

Buktinya, ungkap politisi Demokrat ini, disaat tim pansus turun ke lokasi tak ada satupun dari pihak Sekda mau bertanggung jawab, bahkan Sekda dan asisten dan eselon III dan IV tak hadir.
“kita kecewa dengan apa yang disuguhkan pada sore hari ini, semoga saja apa yang kita kawatirkan selama ini terkait keberadaan aset di Nanggroe Breh Sigupai ini tidak benar-benar terjadi,” sebut Ketua DPRK Abdya.

Di sisi lain tim pansus juga menemukan kelalaian pihak sekda atas izin pengelolaan barang pemerintah, Nurdianto menjelaskan terkait pemakaian satu unit kendaraan bermotor roda 2 tidak disertakan surat penyerahan aset yang biasanya dilakukan oleh intansi lain.

“ini juga mempersulit kinerja pansus dalam menyidik kepemilikan sepeda motor tersebut, dan apa yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Abdya cukup semena-mena dan sangat lalai dalam menjaga aset negara,” tandas Nurdianto.

Untuk itu, Nurdianto menduga apel aset yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh pihak Setdakap, hanya ajang untuk membuat sensasi saja.

“Nyatanya banyak aset-aset tidak terdata bahkan pemakaian kendaraan roda dua disinyalir masih digunakan oleh pihak/oknum orang nomor satu dan nomor dua di Aceh Barat Daya pasca usai menjabat.

Oleh Karena itu, Ini sangat tidak wajar dikala sudah berakir masa jabatan seorang kepala daerah, maka akan berakir pula bagi kepala daerah untuk menggunakan barang atau aset inventaris daerah,” tuturnya. [Hadiansyah]

Teuku Riefky Ajak Kader Fokus Menangkan Hati Rakyat

0

Nukilan.id –  Sekeretaris Jenderal (Sekjen) partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya (TRH), melakukan konsolidasi dengan kader Demokrat Banda Aceh. (24/12/2022).

Pada acara konsolidasi yang dihadiri ratusan pengurus Demokrat Banda Aceh ini, TRH mengajak seluruh kader Demokrat untuk melakukan ikhtiar menyerap aspirasi masyarakat.

“Kader Demokrat harus selalu berdialog mendengarkan memperjuangkan aspirasi masyarakat” ucap anggota DPR RI asal Dapil Aceh 1 ini.

TRH juga menekankan pentingnya semangat dan etika kerja yang baik bagi seluruh kader Demokrat.

“Para Kader harus militan dan memiliki etos kerja yang baik dalam berjuang di tengah masyarakat. Bekerja dengan sungguh-sungguh serta memenangkan hati masyarakat” tegas nya.

Dalam acara tersebut Sekjen Demokrat ini didampingi Ketua DPD Aceh, Muslim, SHI,MM, Sekretaris DPD Aceh Arif Fadillah beserta jajaran DPD lainnya.

Hadir pula para pengurus Dewan Pimpinan Cabang Demokrat Banda Aceh, Anggota DPRK fraksi Demokrat kota Banda Aceh, Bakal Calon Legislatif, dan juga simpatisan partai Demokrat.[]

Dihadapan TRH, Demokrat Aceh Besar Optimis Dapat Memenangkan Pemilu 2024

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Aceh Besar melaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dalam rangka konsolidasi dan silaturrahmi bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya (TRH) di Aula Kantor Dekranasda Aceh Besar, Sabtu (24/12/2022).

Rakercab ini diikuti seluruh jajaran pengurus baru DPC Demokrat Aceh Besar dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) di 23 Kecamatan, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam sambutannya, Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Besar, Zarwatun Niam menyampaikan pihaknya telah menyusun kepengurusan baru yang terdiri dari beragam latar belakang.

“Saat ini kepengurusan baru DPC Demokrat Aceh Besar terdiri dari seniman, pengusaha, dan profesional di bidangnya. Ini merupakan wujud dari keinginan Partai Demokrat untuk berkolaborasi dengan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar,” kata Niam.

Selain itu, kata dia, para Ketua DPAC di Kecamatan juga telah terbentuk dengan instruksi untuk segera membentuk Ranting hingga ke pelosok desa/Gampong.

“Dengan begitu kita yakin dan siap bekerja keras untuk memenangkan Partai Demokrat di Kabupaten Aceh Besar,” tegas Niam dengan disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh kader.

Dihadapan Sekjen DPP Partai Demokrat, Niam yang juga Anggota DPRK Aceh Besar itu percaya bahwa dengan kepengurusan baru ini dan dengan dukungan dari para pengurus DPAC Kecamatan serta ranting, maka pihaknya optimis dapat menambah suara Partai Demokrat di Kabupaten Aceh Besar dan meraih kemenangan dalam Pemilu 2024 mendatang.

“Kami yakin dengan kepengurusan baru ini dan dukungan Ketua Kecamatan serta Ranting, ditambah lagi dengan kekompakan kita semua, maka kemenangan Partai Demokrat dapat kita raih di pemilihan yang akan datang,” pungkas Niam.

Sementara itu, Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Aceh, Muslim dan Ketua DPC Demokrat Aceh Besar, Zarwatun Niam yang telah melakukan konsolidasi ini.

“Saya memberikan apresiasi setinggi tingginya Ketua DPD Bang Muslim dan Ketua DPC Niam yang telah melakukan konsolidasi dengan waktu yang cukup singkat sebetulnya, meskipun kita terkendala dengan Covid-19 dan KLB Ilegal, tapi Alhamdulillah konsolidasi kita tetap bisa berjalan dengan baik,” ucap TRH.

Disisi lain, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI itu menghimbau kepada kepengurusan baru DPC Demokrat Aceh Besar untuk segera membentuk kepengurusan partai hingga ketingkat Ranting dan Anak Ranting, sebagai upaya dalam meraih kemenangan Partai Demokrat pada Pemilu 2024.

“Kita harus bekerja keras dengan tetap menjaga kekompakan dan semangat kita mulai dari tingkat DPD, DPC, DPAC, Ranting hingga Anak Ranting. Semakin kita memiliki struktur organisasi yang pekerja keras, maka semakin memudahkan kita dalam bekerja untuk mencapai harapan kita bersama,” ujar TRH.

Hadir dalam Rakercab tersebut, Ketua DPD Demokrat Aceh, Muslim, Sekretaris DPD, Arif Fadillah, Wakil Ketua DPD, H.T Ibrahim, Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat, Rian Syaf, Ketua DPC Demokrat Banda Aceh, Isnaini Husda dan turut hadir Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat, Indra Jaya Usman. [Wanda]

Satu Nelayan Warga Pidie Dikabarkan Hilang

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Operasi SAR MOB (Man Over Board) 1 Orang Nelayan Hilang di Perairan Kuala Batee Kec. Batee Kab. Pidie Jum’at, 23 Desember 2022 Perairan Kuala Batee Kec. Batee Kab. Pidie Jarak  75 KM dari Kantor SAR Banda Aceh Radial : 83°

Adapun data Korban bernama Salamuddin, Umur 35 Tahun, Alamat Gp. Crueng Kec. Batee Kabupaten Pidie dan Jenis Boat yang digunakan Dompeng

Kemudian kronologis kejadian Pada hari Rabu, 21 Desember 2022, sekira pukul 02.00 WIB korban pergi mencari ikan di perairan Pidie pada jarak +- 30 mil.

Kepala BASARNAS Banda Aceh Al Hussain mengtakan korban diketahui tidak pulang selama dua hari, kemudian pihak keluarga berupaya mencari keberadaan korban dengan menggunakan boat nelayan lain.

“Keluarga berhasil menemukan boat korban terombang-ambing beserta hasil pancingan ikan yang sudah membusuk serta HP milik korban”. Katanya Banda Aceh, (24/12/2022)

Selanjutnya setelah melakukan persiapan dan briefing dengan unsur terlibat, pukul 08.00 WIB pencarian hari kedua dilakukan tim Rescue Basarnas Banda Aceh bersama tim SAR gabungan dengan menggunakan 2 unit LCR/ perahu karet dan 5 boat milik nelayan. Pencarian dilakukan ke arah lokasi penemuan boat korban.

Pencarian dilakukan hingga pukul 18.00 WIB dengan hasil NIHIL, tim SAR gabungan kembali ke posko dan menghentikan pencarian sementara dan akan dilanjutkan pagi sabtu

Sementra itu direncanakan pencarian hari ketiga akan dilanjutkan dengan menggunakan 2 unit LCR dan boat nelayan ke arah lokasi penemuan boat korban.

Informasi korban berjumlah 1 Orang masih dalam pencarian dan sarana peralatan yang dikerahkan 1 Unit Rescue Double Cabin, 2 Unit LCR, Peralatan SAR Air, Peralatan Komunikasi, Responder Bag + APD Covid-19 dan unsur terlibat Basarnas Banda Aceh, Polairud Sigli, Satgas SAR Sigli, Polsek Batee, Koramil Batee, Masyarakat. Tuturnya [Hadiansyah]

Peringatan Tsunami Aceh Di Pusatkan Di Kuburan Massal Siron

1
Foto; Ist

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menetapkan lokasi peringatan 18 Tahun Tsunami Aceh akan dipusatkan di Kuburan Massal Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Ada beberapa rangkaian acara yang akan dilakukan pada peringatan 18 Tahun Tsunami Aceh pada Senin, 26 Desember 2022, di antaranya tafakur, zikir dan selawat, santunan anak yatim, ziarah, serta tausiah dan doa bersama.

Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab akan didapuk mengisi tausiah dan doa bersama.

Sedangkan zikir dan selawat akan dipandu oleh Pimpinan Pesantren Darul Mujahiddin Lhokseumawe, Tgk Muslim At Thahiri.

“Kuburan Massal Siron salah satu tempat saksi betapa dahsyatnya tsunami 2004 silam. Ada 40 ribu lebih para syuhada yang dimakamkan di sana. Jadi, tidak hanya kegiatan seremonial semata, tapi kita bisa sekalian berziarah di sana,” ujar Almuniza di Banda Aceh, Selasa, 24/12/2022.

Kemudian, keberadaan makam ini juga memberikan sebuah pembelajaran dalam hal tenggang rasa, serta saling menghargai antar umat beragama.

“Setiap peringatan tsunami, banyak sekali ditemui peziarah berbeda suku, agama dan budaya yang membaur di Kuburan Massal Tsunami Siron untuk mendoakan keluarga dan kerabatnya,” ungkapnya.

Peringatan 18 tahun tsunami tahun ini mengusung tema “Bangkit Lebih Kuat, Bangun Budaya Sadar Bencana”.

“Isi tema tersebut sebagai bentuk upaya pemerintah mengajak masyarakat agar senantiasa bersemangat dalam bertransformasi dan bangkit dalam membangun budaya sadar bencana,” ujar Almuniza.

Ia menilai, peringatan tsunami yang dihelat saban tahun merupakan salah satu upaya Pemerintah Aceh untuk mengedukasi generasi penerus bangsa agar selalu siaga terhadap bencana.

“Masyarakat Aceh harus selalu membangun budaya sadar bencana dalam upaya mengantisipasi kejadian-kejadian yang mungkin terjadi di masa depan. Intinya, edukasi tetap menjadi poin utama dalam setiap tahun peringatan tsunami,” sebut Almuniza.

Momentum peringatan tsunami diharapkan menjadi renungan bagi masyarakat Aceh sebagai media pembelajaran dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT.

“Kita juga harus sadar terhadap fenomena alam dan mengajarkannya kepada generasi mendatang, karena mencegah bencana alam tentu tidak bisa, tapi mengurangi risikonya pasti bisa kita lakukan bersama-sama dengan semangat berkolaborasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Aceh bekerja sama dengan sejumlah pihak juga sudah menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan sejak November lalu.

Adapun kegiatan-kegiatan tersebut antara lain, lomba foto tsunami, fun bike budaya sadar bencana, seminar internasional, aksi sapta pesona meuseuraya objek wisata bersejarah, dan renungan tsunami. []

MTA: Penekanan Mendagri Itu Penting Untuk Peningkatan Anggaran Belanja Modal

0
Foto: Ist

Nukilan – Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA, menjelaskan perihal arahan Mendagri Muhammad Tito Karnavian terhadap kebijakan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), yang disampaikan Mendagri dalam kunjungannya ke Aceh Kamis kemarin.

“sebenarnya penekanan Mendagri adalah pentingnya peningkatan anggaran belanja modal, dengan demikian tentu harus adanya rasionalisasi terhadap anggaran operasi yang dalam pandangan Mendagri sampai 70%, itu substansi penekanan yang ingin disampaikan oleh Mendagri,” Kata MTA, Banda Aceh, Sabtu (24/12/2022)

MTA menjelaskan, struktur anggaran terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga (BTT) dan belanja transfer ke daerah (BTF).

“Adapun komponen dari belanja operasi di dalamnya mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja subsidi, belanja hibah dan belanja bansos,” kata MTA.

MTA menguraikan, belanja modal merupakan realisasi anggaran yang berakibat bertambahnya aset bagi pemerintah Aceh, disebabkan kewenangan provinsi, seperti jalan, gedung, irigasi dan lain-lain. Tetapi apabila jenis paket yang sama tapi bukan kewenangan provinsi maka anggaran itu masuk ke jenis belanja operasi, karena asetnya kabupaten/kota atau pihak lain termasuk lembaga vertikal.

“Belanja modal ini yang dimaksud oleh mendagri hanya 20% dari APBA yang perlu ditingkatkan,” kata MTA.

Selanjutnya, BTT seperti belanja khusus untuk kondisi-kondisi khusus, seperti bencana alam dan sejenisnya. Sedangkan Dana Tranfer Daerah (BTF) merupakan anggaran bagi hasil dan bantuan keuangan, misalnya transfer Otsus ke Kabupaten/Kota.

“Ketika publik mendengar kata-kata Anggaran Operasi maka pemahaman publik secara otomatis akan berpikir bahwa itu anggaran Operasional Pegawai, apalagi dengan angka yang bombastis bahkan mencapai 70% misalnya. apakah salah? Tidak.! karena memang salah satu komponen dalam Belanja Operasi tersebut termasuk Belanja Pegawai, tetapi penting untuk kita sampaikan bahwa banyak komponen lain yang termasuk dalam Belanja Operasi tersebut,” sebut MTA.

MTA melanjutkan penjelasannya yakni, pembiayaan JKA mencapai 1 Triliun lebih, pembangunan 8.000 unit Rumah Duafa mencapai 800 Milyar, bantuan anak yatim mencapai 223 Milyar, beasiswa mencapai 300 Milyar, bantuan pembangunan mesjid-mesjid mencapai 300 Milyar, bantuan pembangunan dayah mencapai 450 Milyar, biaya operasional sekolah, kebutuhan pelayanan dan peralatan 3 RS pemerintah, bantuan peralatan kerja untuk pelaku UMKM, pembangunan jalan-jalan lingkungan dan beberapa lainnya.

“Itu semua masuk dalam kategori belanja operasi, artinya belanja operasi sendiri langsung dirasakan oleh rakyat karena memang sebagian besar untuk pembiayaan kepentingan rakyat. Belanja pegawai sendiri paling banyak dihabiskan untuk membayar gaji mencapai 4.7121 pegawai yang didominasi para guru dan para medis,” ujar MTA.

Artinya, lanjut MTA, belanja operasi sebenarnya mempunyai substansi dan relevansi besar dalam pemenuhan kepentingan rakyat karena Aceh mempunyai pembiayaan tanggungan langsung beban rakyat seperti JKA, beasiswa anak yatim, termasuk pembangunan rumah duafa.

“Jadi dapat kami sampaikan yang dimaksudkan oleh Mendagri itu bukan 70% APBA itu dihabiskan untuk Belanja Operasional Pegawai, melainkan Belanja Operasi yang didalamnya termasuk Belanja Pegawai perlu dilakukan penyesuaian dan rasionalisasi,” kata MTA.

MTA melanjutkan, sesuai arahan Mendagri, yang menitikberatkan penurunan angka kemiskinan maka pembiayaan Belanja Operasi penting dilakukan rasionalisasi untuk meningkatkan Belanja Modal pada program-program yang berpotensi dapat menurunkan angka kemiskinan. []