Beranda blog Halaman 1451

PLN Pastikan Kelistrikan Aman Jelang Tahun Baru

0

Nukilan.id – PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik menjelang Tahun Baru 2023 dalam kondisi aman. Hal tersebut didukung oleh pemenuhan pasokan energi primer yang sangat cukup untuk menjaga hari operasional pembangkit (HOP) di seluruh pembangkit listrik di Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, bahwa capaian ini tidak lepas dari transformasi yang dilakukan PLN dalam manajemen rantai pasok energi primer, yang juga didukung pemerintah dan stakeholder di industri batu bara domestik.

“Kalau Nataru tahun lalu kondisi pasokan batu bara agak kritis. Alhamdulillah, tahun ini sangat tercukupi. Bahkan menjadi HOP terbaik sepanjang sejarah,” kata Darmawan dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (27/12/2022).

Dia menjelaskan, sejak awal 2022, PLN telah melakukan perubahan paradigma dalam monitoring dan pengendalian pasokan batu bara. Di mana pengawasan awalnya berfokus pada titik bongkar Estimated Time of Arrival (ETA) menjadi berfokus pada titik muat atau loading.

“Kami bangun mekanisme early warning system, sehingga risiko keterlambatan pengiriman pasokan batu bara dapat diminimalisir. Dengan sistem seperti ini, maka jika ada potensi kegagalan pasokan karena ketersediaan batu bara maupun armada angkutannya, akan dapat dideteksi lebih dini,” kata Darmawan.

Di samping itu, PLN juga membangun sistem digital pengelolaan batu bara terintegrasi, sehingga batu bara dapat termonitor secara real time. Langkah pengawasan dilakukan tidak hanya melalui fisik di lapangan, tetapi juga dengan integrasi sistem monitoring digital.

“Kami Integrasikan sistem digital PLN dengan sistem digital Ditjen Minerba, sehingga dapat dilakukan corrective action secara cepat, tepat, dan terukur,” tambah dia.

Darmawan juga menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan pasokan energi primer di seluruh pembangkit listrik.

“Kami telah cek pasokan energi primer di seluruh Indonesia, semua dalam kondisi cukup. Di bagian barat, kami cek PLTU Nagan Raya, ketersediaan batu bara cukup untuk 21 HOP. Di bagian tengah, di Pulau Kalimantan, PLTU Ketapang batu bara cukup untuk 21 HOP. Di bagian timur, di NTT ada PLTU Ropa, batu bara cukup untuk 26 HOP. Di Papua ada PLTU Holtekamp, batu baranya bahkan cukup untuk 98 HOP,” ucap Darmawan.

Darmawan juga memastikan ketersediaan energi primer untuk pembangkit di Pulau Jawa dalam kondisi cukup.

“Untuk pulau Jawa, di bagian barat, kemarin kami cek PLTU Suralaya, ketersediaan batu bara cukup, HOPnya lebih dari 28 Hari. Di bagian timur, kami juga cek PLTU Paiton, ketersediaan batu baranya juga cukup, HOPnya lebih dari 25 hari. Hari ini kita cek PLTGU Tambak Lorok, ketersediaan gasnya juga aman. Begitu juga di PLTU Tanjung Jati B, HOP-nya lebih dari 20 hari,” tambah dia.

Tidak hanya batu bara, dia juga memastikan pasokan gas dan BBM sebagai second line dan third line of defense, yang sebelumnya mengalami keterbatasan, dalam kondisi aman.

Adapun total daya mampu pasok secara nasional selama periode Nataru sebesar 44,4 Gigawatt (GW) dengan proyeksi beban puncak pada malam tahun baru sebesar 34,6 GW. Artinya dari sisi pasokan listrik PLN sangat mencukupi untuk meng-cover seluruh kegiatan masyarakat dengan cadangan operasi sebesar 9,8 GW.

“Dengan ketersediaan pasokan energi primer yang terbaik sepanjang sejarah ini, membuat kami optimis PLN siap menjaga terangnya listrik agar perayaan Tahun Baru 2023 dapat berlangsung penuh suka cita,” pungkas Darmawan. [CNBC]

Ayu Marzuki Teteskan Vaksin Polio Bagi Anak di Lhoong

0

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Ayu Marzuki meneteskan vaksin polio ke mulut anak-anak di Gampong Saneu, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Senin (26/12/2022). Anak-anak yang masih berusia di bawah 12 tahun tersebut masing-masing mendapatkan dua tetes vaksin.

Pemberian vaksin polio itu dirangkaikan dengan kegiatan Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan Bergerak Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dan Dinas Kesehatan Aceh, kegiatan itu juga bagian dalam memperingati 18 tahun bencana tsunami Aceh.

Turut mendampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Kepala Dinas Kesehatan Aceh berserta Ketua DWP Dinkes, dan Pj Ketua TP PKK Aceh Besar Cut Resky Handayani.

Ayu mengatakan, anak merupakan titipan Tuhan yang harus dijaga dan dirawat dengan sepenuh hati, mulai dari menjaga kesehatannya demi masa depan mereka kelak. Dan imunisasi menjadi salah satu cara untuk mendukung kesehatannya. “Ibu hamil perlu di perhatikan agar tetap sehat, anak juga imunisasi harus diberikan sejak lahir sampai balita, imunisasi harus lengkap untuk mengantisipasi terjangkitnya penyakit berbahaya bagi anak,” kata Ayu.

Apalagi, kata Ayu, beberapa bulan lalu Kementerian Kesehatan telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) atas temuan kasus polio di Kabupaten Pidie. Penetapan status KLB tersebut menunjukkan bahwa penyakit itu tergolong bahaya dan harus segera diantisipasi, lantara penyakit polio cenderung menyerang saraf dan membuat penderita lumpuh layu. “Kita baru saja ada musibah, ada satu anak polio di Pidie. Kalau tidak dilindungi dan diantisipasi akan menjadi wabah,” kata Ayu.

Karena itu ia mengajak semua masyarakat khususnya orang tua agar segera melengkapi imunisasi anak demi tercapai kekuatan imunitas anak yang baik menuju generasi Indonesia yang unggul.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif, mengatakan, pelayanan kesehatan ini merupakan agenda rutin Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK) yang terus berupaya memudahkan akses kesehatan bagi masyarakat daerah terpencil, yang kali ini juga dirangkaikan dengan peringatan 18 tahun tsunami Aceh.

Ia menyebutkan, Pelayanan Kesehatan Bergerak daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK) ini akan berlanjut hingga esok di Gampong Lhok Kruet, Kecamatan Sampoinet, Kabupaten Aceh Jaya.

Rombongan tim Pelayanan Kesehatan Bergerak itu setidaknya menghadirkan dokter-dokter spesialis, mulai dari dokter spesialis anak, obgyn/kandungan, penyakit dalam, gigi, bedah baik anak maupun umum, THT, dan dokter umum. []

Pj Gubernur: Tsunami Aceh Adalah Sarana Pembelajaran Membangun Empati dan Solidaritas

0

Nukilan.id – Bencana Gempa dan Tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 lalu, tak semata meninggalkan kesedihan yang mengharu biru. Bencana ini juga meninggalkan pembelajaran tentang pentingnya kebersamaan untuk bangkit pascabencana.

Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki, dalam sambutannya pada peringatan 18 tahun tsunami Aceh, yang tahun ini digelar di Pemakaman Massal Syuhada korban tsunami Siron, Senin (26/12/2022).

“Bagaimana komunitas internasional bergerak bersama membantu meringankan beban masyarakat Aceh. Perhatian masyarakat internasional ini menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua, bahwa upaya untuk bangkit, upaya untuk maju tidak bisa dilakukan sendiri, semua harus dilakukan secara bersatu padu dan bersama-sama,” ujar Pj Gubernur.

Dakam sambutannya, Pj Gubernur juga menegaskan, seluruh elemen masyarakat boleh memberikan sumbangsihnya dalam membangun Aceh.

“Kita bisa bersama-sama terus membangun Aceh tanpa melihat dari mana dia, apa suku dia, apa bangsa dia dan lain sebagainya. Dalam situasi bagaimana pun kita tetap harus bersatu padu untuk membangun Aceh. Karena apapun yang kita lakukan akan kita tinggalkan. Jadi, mari kita berikan sumbangsih terbaik, semoga apa yang kita lakukan tersebut dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah,” kata Achmad Marzuki.

Momentum peringatan tsunami ini harus kita jadikan sarana memperkuat persatuan dan kesatuan kita untuk membangun Aceh agar bisa lebih maju ke depan. Kita tidak bisa bergerak sendiri,” pungkas Gubernur.

Sementara itu, Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab dalam tausyiah singkatnya menjelaskan, bahwa tsunami adalah cara Allah untuk mengingatkan hamba-hambanya untuk mendekat padaNya. Tsunami adalah bencana yang sarat dengan pembelajaran dan sarana pengingat.

“Tsunami menyadarkan kita, bahwa saat musibah datang, kita tidak bisa bangkit sendiri. Sebagai makhluk sosial kita butuh bantuan dan uluran tangan orang lain. Inilah yang Allah contohkan dengan bangkitnya solidaritas global membantu Aceh, dari berbagai negara dan lintas agama, semua turun dan membantu Aceh. Ini bukan hanya hal yang harus kita syukuri, tetapi juga penuh dengan pembelajaran-pembelajaran,” ujar ulama yang akrab disapa Tu Sop itu.

“Iman dan amal saleh adalah ‘bangunan’ yang tidak akan pernah runtuh sebesar apapun bencana datang. Orang beriman dan gemar beramal saleh tidak akan pernah takut dengan kehancuran akibat gempa, karena bangunan iman dan amal salehnya tetap kokoh. Ini yangbharus kita wariskan kepada generasi masa depan,” kata Tu Sop.

Peringatan Tsunami di Pemakaman Massal Siron juga dihadiri oleh Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia (PYM) Malik Mahmud Al Haytar, Ketua DPRA Saiful Bahri, anggota DPR RI Illiza Sa’aduddin Djamal, Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Mohammad Hasan, Kajati Aceh Bambang Bachtiar, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, serta para Kepala SKPA. []

Teuku Riefky Serahkan Bantuan Alat Pertanian Untuk Petani di Aceh Besar

0

Nukilan.id – Anggota DPR-RI dari Daerah Pemilihan Aceh 1, Teuku Riefky Harsya (TRH), dalam lawatanya ke Aceh Besar menyerahkan bantuan alat pertanian yang diusulkan oleh nya kepada kelompok Tani penerima manfaat di Seulimuem, Aceh Besar, Selasa (26/12/2022).

Ia berharap bantuan alat pertanian dalam bentuk traktor tersebut dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan produksi padi para Petani.

“Semoga bantuan alat pertanian berupa traktor ini dapat memudahkan petani dalam meningkatkan produksi padi di Seulimeum ini,” ungkap TRH.

Mahyadi, ketua kelompok Tani menyampaikan terimakasih kepada Teuku Riefky. Menurutnya bantuan alat pertanian tersebut sangat membantu petani saat musim tanam.

“Terimakasih kami sampaikan kepada bang Riefky. Ini sangat membantu petani pada saat musim tanam. Semoga Bang Riefky sehat selalu”, ujar Mahyadi.

Acara dialog dan silaturahmi dengan Petani di Seulimeum ini merupakan rangkaian agenda Teuku Riefky di Aceh Besar.

Kaper BKKBN Aceh Optimis GISA Bantu Percepatan Penurunan Stunting di Aceh

0

Nukilan.id – Program Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) Pemerintah Aceh perlu dilanjutkan pada 2023 dan sangat efektif dilaksanakan, guna mempercepat penurunan stunting di Provinsi Aceh.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd, usai menandatangani Perjanjian Kinerja Tahun 2023 secara virtual dengan Kepala BKKBN, Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo, SpOG, di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah (23/12/2022)

Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin mengeluarkan tujuh arahan percepatan penurunan stunting di tanah air, salah satunya yaitu “inovasi baik yang sudah dilakukan oleh daerah terus dilanjutkan, dipertajam, agar tepat sasaran dan diperluas cakupannya”.

Menurut Sahidal, program GISA salah satu inovasi yang sangat efektif mendorong percepatan penurunan stunting di Aceh. Jika dilihat pencegahan stunting dilakukan dari hulu. Ia mencontohkan intervensi kepada remaja yang telah dilakukan GISA yaitu pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan Screening Anemia.

Sebab dari data Riskesdas 2018, sekitar 23 % anak lahir dengan kondisi sudah stunted, akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia. Sebelum hamil data dari Riskesdas 2007, 2013, 2018, SSGBI 2019, SSGI 2021 menyebutkan, 32% remaja usia 15-24 tahun mengalami anemia dan wanita usia subur sebesar 24%. Kondisi masalah kesehatan ini menurut Sahidal berkontribusi terjadinya stunting.

“Intervensi yang dilakukan pada remaja pada program GISA sudah sangat tepat, yaitu pemberian tablet tambah darah juga melakukan screening anemia. Ini pencegahan dari hulu yang dilakukan GISA. Sedangkan dari BKKBN dari hulu dengan inovasi aplikasi elektronik siap nikah siap hamil (Elsimil),” ucap Sahidal.

Selain itu, kata Kaper BKKBN Aceh, GISA juga melakukan intervensi kepada Ibu Hamil dan Balita. Intervensi yang dilakukan GISA pada Bumil yaitu pemeriksaan kehamilan, pemberian TTD dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada Bumil KEK. Sedangkan pada balita intervensi yang dilakukan, lanjut Sahidal, yaitu pemantauan tumbuh kembang (timbang,ukur, dan pantauan perkembangan), kemudian pemberian ASI Ekslusif, PMT, Tatalaksana balita dengan masalah gizi, dan peningkatan cakupan serta perluasan jenis imunisasi.

Menurut Sahidal lagi, program GISA sangat baik dilaksanakan berkelanjutan di dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Aceh. Cuma sarannya, harus dipertajam lagi, agar tepat sasaran serta diperluas cakupannya.

“Perlu komitmen, sinergistasi, dan koordinasi yang baik diantara lintas sektor terkait. Baik dari keluarga, perangkat desa, kepala sekolah, pemilik pondok pasantren, kepala Puskesmas, PLKB, Tim PPS kabupaten/kota dan provinsi,” ucapnya lagi.

Hasil SSGI tahun 2021 diketahui Aceh berada pada urutan ketiga secara nasional dengan pravelensi stunting sebesar 33,2 % . Sementara itu angka stunting di Aceh masih berada di atas 30 persen atau masuk dalam 10 besar daerah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia.

“Kami optimistis dengan adanya GISA, maka target yang telah ditetapkan oleh Presiden, yaitu pada tahun 2024 angka stunting nasional bisa ditekan menjadi 14 persen akan terwujud,” pungkasnya. []

Kadisbudpar Aceh Puji Kekompakan Organisasi Profesi Pers Mengenang 18 Tahun Tsunami

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal memuji kekompakan jurnalis lintas organisasi profesi pers dalam rangka mengenang bencana 18 tahun tsunami Aceh.

Pujian itu disampaikan Almuniza saat menghadiri undangan doa bersama dengan tema ‘Rindu dan Doa Kami Tak Pernah Berhenti’ yang dipandu oleh Ustaz Nurchalis Muchtar di pelataran Rumoh Aceh, Kompleks Museum Aceh, Minggu malam, 25 Desember 2022.

“Suatu kehormatan bagi kami (Disbudpar) ke semua profesi jurnalis lintas organisasi pers yang telah mempertahankan kegiatan yang positif ini. Hal ini sangat kompak, semua duduk bersila di Rumoh Aceh, inilah kebersamaan yang tidak ternilai. Kita berharap semoga Allah menjabah doa kita semua,” kata Almuniza Kamal saat memberikan testimoni.

Almuniza mengisahkan, dirinya juga bagian dari korban keganasan bencana tsunami yang memporak-porandakan Aceh 18 Tahun silam. Kata dia, ada beberapa keluarganya yang hilang dalam tragedi mahadasyat tersebut.

“Saya salah satu korban yang merasakan langsung tsunami, alhamdulillah saya percaya sampai hari ini, silaturahmi lah yang membuat kita kuat bersama,” ucapnya.

Perwakilan organisasi profesi pers, Nasir Nurdin menyampaikan, 18 tahun merupakan waktu yang panjang, namun semangat awak media yang saat ini masih diberi umur panjang masih mengingat rekan se-profesinya yang sudah duluan dipanggil yang Maha Kuasa lewat bencana tsunami.

Ia berharap, cita-cita itu bisa dilanjutkan oleh generasi saat ini, untuk menjunjung tinggi profesionalitas jurnalis dalam membangun Aceh ke depan.

“18 tahun waktu yang panjang, saya rasa teman-teman tentu akan melanjutkan estafet untuk membangun Aceh melalui karya atau melanjutkan cita-cita sahabat kita yang sudah mendahuli kita,” kata Nasir, Ketua PWI Aceh.

Kegiatan ini sendiri merupakan agenda tahunan organisasi profesi konstituen Dewan Pers di Aceh, yang terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Selain doa bersama, di lokasi kegiatan ini juga ada pameran foto bertajuk ‘Ruemeh’ yang dihelat PFI Aceh hingga 27 Desember 2022. Foto-foto yang dipajang tersebut menyoroti budaya masyarakat Aceh yang ramah, serta pesona keindahan alam “Serambi Mekkah” pasca-tsunami dan pandemi Covid-19. []

Kunjungi Kuburan Siron, Peziarah: Tsunami Aceh Tinggalkan Luka Mendalam

0
Masyarakat sedang berziara di kuburan massal Siron. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Sejumlah masyarakat mulai berdatangan memadati kuburan massal, Gampong Siron Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar dalam rangka memperingati 18 tahun Tsunami Aceh pada 2004 silam.

Kuburan massal Siron merupakan tempat dimakamkan sekitar 40 ribu lebih jenazah korban tsunami Aceh, menjadi kuburan terbesar tempat korban tsunami bersemayam di area seluas 2 hektare lebih.

Pantauan Nukilan dilokasi, terlihat para peziarah memanjatkan doa hingga berzikir untuk korban Tsunami Aceh di sekitaran kuburan massal siron, Senin (26/12/2022) pagi.

Salah seorang peziarah asal Perumnas Ujong Batee, Nuzulul Huda mengungkapkan, bencana Tsunami Aceh pada 2004 meninggalkan luka mendalam bagi dirinya karena kehilangan sosok ibu akibat Tsunami.

“Tentunya saya bersama keluarga sangat sedih karena kehilangan sosok ibu akibat Tsunami Aceh,” kata Huda saat diwawancarai Nukilan.

Ia mengatakan, saat Tsunami Aceh ibunya sedang berjualan sendiri di Krueng Raya, Aceh Besar tidak sempat melarikan diri. Sedangkan dirinya bersama keluarga di Perumahan Nasional Ujong Batee, Aceh Besar.

“Saya minta ikut berjualan dengan Ibu, namun ibu saya tidak mengizinkan lantaran saya disuruh istirahat karena hari senin masuk sekolah. Jika saya ikut mungkin saya tidak ada lagi disini,” ungkapnya.

Huda menyampaikan, dirinya bersama keluarga melakukan ziarah ke kuburan massal siron tidak hanya saat memperingati Tsunami Aceh, seperti sebelum ramadhan hingga lebaran dirinya berziarah ke kuburan massal siron.

“Saya yakin ibu saya dimakamkan disini, ada 40 ribu lebih korban Tsunami yang dimakamkan dan kuburannya juga luas,” pungkasnya. [Reji]

Abu Razak Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua KONI Aceh

0
Foto; harian Rakyat Aceh

Nukilan.id – Kamaruddin Abubakar atau akrab dikenal dengan nama Abu Razak, resmi terpilih sebagai Ketua KONI Aceh periode 2022-2026. Abu Razak terpilih secara aklamasi karena mengantongi suara dominan, lebih 90 persen dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII KONI Aceh, Minggu 25 Desember 2022.

Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI Aceh, Irfansyah memandang, terpilihnya Abu Razak tidak terlepas dari track recordnya yang mumpuni. Pengalamannya selama mendampingi Mualem sebagai Ketua KONI Aceh sebelumnya, banyak memberikan perubahan untuk olahraga Aceh.

“Nyaris semua cabang olahraga (cabor) prestasinya meningkat, terutama perolehan medali di PON Papua kemarin. Sebagai orang bola, medali perak, sangat membanggakan. Karena terakhir kali kita masuk final tahun 1993,” kata Irfansyah.

Pria yang akrab disapa Dek Fan itu optimis, pada PON 2024 mendatang, dimana Aceh dan Sumut menjadi tuan rumah, Aceh bisa mewujudkan mimpinya untuk meraih medali emas. Kolaborasi antara KONI Aceh di bawah kepemimpinan Abu Razak dengan Asprov PSSI Aceh menjadi kunci.

“Insya Allah, dengan terpilihnya Abu Razak sebagai Ketua KONI Aceh, kita akan bersinergi untuk mewujudkan mimpi masyarakat Aceh, meraih medali emas di cabor sepakbola pada PON 2024, di rumah kita sendiri,” sebut Anggota DPRA termuda itu.

Lebih jauh, selain sebagai Waketum Asprov PSSI Aceh, Irfansyah juga merupakan Ketua FORKI Aceh, dia melihat, cabor karate juga berpeluang mengembalikan kejayaannya di PON Aceh Sumut.

“Saya husnuzhan, dengan kerja keras pengurus FORKI Aceh, pelatih, atlet serta sokongan KONI Aceh di bawah Abu Razak, kita bisa mendapatkan medali, mungkin yang terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Aceh di beberapa edisi PON,” tuturnya.

Politisi muda tersebut mengaku tak asbun (asal bunyi), ia mengatakan, peran penting Abu Razak saat Aceh berada di peringkat tinggi pada PON Papua, karena yang bersangkutan selalu fokus dalam Pelatda. Sosok Abu Razak senantiasa memonitor serta mengevaluasi jalanya Pelatda.

Hal tersebut, menurut Irfansyah menjadi kunci. Mulai dari memberikan pelatih kaliber, memastikan segala kebutuhan Pelatda mulai dari konsumsi, penginapan, dll, hingga menjembatani ajang uji coba.

“Ini artinya, KONI Aceh sangat terukur dalam memproyeksikan olahraga Aceh, pembinaan yang baik, Pelatda yang serius, ditopang dengan serangkaian uji tanding, merupakan akumulasi yang menempa mental atlet Aceh untuk kemudian berbuah prestasi,” jelasnya.

Terakhir, ia berharap, semua cabor yang sudah memberikan dukungan untuk Abu Razak sebagai nahkoda baru KONI Aceh, untuk terus menjaga kekompakan. Saling memberikan ide, menjaga dan mengkritik, serta kerja keras dalam kebersamaan, demi target sukses penyelenggaraan dan prestasi PON Aceh Sumut 2024. []

PMI Aceh Peringati Hari Relawan International dan Do’a Bersama

0

Nukilan.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh dan PMI Kota Banda Aceh meperingati Hari Relawan International se-Indonesia yang dikuti Do’a Bersama untuk Suhada Tsunami di Markas PMI Aceh, Ajun, Aceh Besar, Senin (26/12/2022).

Ketu PMI Aceh Murdani Yusuf mewakili Ketua Umum PMI Pusat H. M Jusuf Kalla menyampaikan setahun setelah terjadi Tsunami Aceh, 26 Desember 2004, pada tahun 2005 ditetapkan sebagai “Hari Relawan International” .

“PMI mengerahkan begitu banyak relawan untuk membantu rakyat Aceh atas musibah yang besar waktu itu,” kata Murdani.

Disampaikan para relawan juga bekerja dengan baik selama bertahun-tahun untuk membantu masyarakat di Aceh,.

“Karena itu kita memberikan tanda penghormatan kepada mereka (relawan) yang telah bekerja untuk itu dan kita memperingati hari relawan PMl pada hari ini,” katanya.

Dikatakan, harapan kepada seluruh relawan PMI agar terus bekerja berdasarkan bhakti, sebab PMI hanya bisa bergerak dengan Relawan yang baik, terlatih, dan ikhlas bekerja untuk kemanusiaan.

“Bekerja untuk kemanusiaan itu adalah tulang punggung PMI, makanya PMI harus bekerja sebaik baiknya untuk masyarakat, apalagi kerja para relawan di seluruh tanah air telah terbukti tangguh, khususnya saat bencana terjadi di negeri ini,” jelas Murdani.

Untuk itu, Jusuf Kalla juga meminta relawan PMI, KSR dan TSR yang telah terlatih agar tetap bekeria dengan baik, tetap ikhlas mengabdi kepada masyarakat.

“Kita mendoakan tidak ada bencana, tetapi bencana itu selalu datang dengan tiba tiba. Karena itulah maka kegiatan pengurus, kegiatan kita semua

sangat tergantung untuk membantu masyarakat semua, Saya memberikan penghargaan kepada saudara-saudara (Relawan) untuk tetap meningkatkan solidaritas bersama dan selalu bekerja bersama – sama untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Hadir pada Peringatan Hari Relawan International dan Tsunami Aceh, Relawan 9 Kecamatan di Banda Aceh, Zaini Djalil, Anggota DPRA HT Ibrahim, Sulaiman Abda, Ketua PMI Banda Aceh Ahmad Haeqal Asri, dan pengurus PMI Aceh dan PMI Banda Aceh.[]

Kapolda Aceh: Peringatan 18 Tahun Tsunami Momentum Mengingat KebesaranNya

1
Foto: Ist

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar menghadiri acara peringatan 18 tahun tsunami Aceh yang dipusatkan di kuburan massal Desa Siron, Kabupaten Aceh Besar, Senin, (26/12/2022).

Peringatan tsunami tahun 2022 ini dirangkai dengan tafakur, zikir, selawat yang dipandu oleh pimpinan pesantren Darul Mujahiddin Lhokseumawe Tgk Muslim At Thahiri, santunan anak yatim, ziarah, doa bersama, serta tausiah yang diisi oleh Ketua HUDA Tgk. H. Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop.

Ahmad Haydar mengatakan, peringatan 18 tahun tsunami Aceh ini adalah momentum kita untuk mengingat kebesaran Allah SWT dan menjadi renungan bagi masyarakat Aceh sebagai media pembelajaran untuk memperkuat keimanan kepadaNya.

“Mari jadikan peringatan tsunami ini sebagai momentum mengingat kebesaranNya untuk berbenah, memperbaiki diri, dan membangun Aceh lebih baik lagi ke depan,” ujar Ahmad Haydar.

Di samping itu, mantan Kapuslabfor Polri itu juga menyampaikan, keberadaan makam massal di Siron ini juga sebagai pengingat bahwa Aceh pernah dilanda musibah tsunami, sehingga kita semua bisa ber- muhasabah diri dan meningkatkan ketaqwaan kepadaNya.

Selain itu, Ahmad Haydar menilai, peringatan tsunami yang digelar saban tahun merupakan salah satu upaya Pemerintah Aceh untuk mengedukasi generasi penerus bangsa agar selalu siaga terhadap bencana.

“Kita harus selalu membangun budaya sadar bencana dalam upaya mengantisipasi kejadian-kejadian yang mungkin terjadi di masa depan. Intinya, edukasi tetap menjadi poin utama dalam setiap tahun peringatan tsunami,” demikian, kata Ahmad Haydar. [Hadiansyah]