Beranda blog Halaman 142

Harga Emas Antam Stabil, 1 Gram Bertahan di Rp2,85 Juta

0
Emas ANTAM. (Foto: VOI.ID)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Minggu (5/4/2026) terpantau stabil tanpa perubahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Dilansir Nukilan.id dari data resmi Logam Mulia Antam, harga emas 1 gram berada di level Rp2.857.000 per gram, sama seperti posisi perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga tidak mengalami perubahan, yakni tetap di angka Rp2.577.000 per gram.

Selain memantau pergerakan harga, investor juga perlu memperhitungkan komponen pajak dalam setiap transaksi emas. Kebijakan Kementerian Keuangan melalui PMK Nomor 34/PMK.10/2017 menetapkan bahwa transaksi emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

Untuk pembelian emas, tarif pajak sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Adapun untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, tarif pajak yang dikenakan sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.

Beban pajak tersebut secara tidak langsung memperlebar jarak menuju titik impas, sehingga strategi investasi jangka pendek dinilai kurang ideal dalam kondisi saat ini.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas Antam berdasarkan data Logam Mulia per pukul 10.00 WIB:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.478.500 | setelah pajak Rp1.482.196
  • Emas 1 gram: Rp2.857.000 | setelah pajak Rp2.864.143
  • Emas 2 gram: Rp5.654.000 | setelah pajak Rp5.668.135
  • Emas 3 gram: Rp8.456.000 | setelah pajak Rp8.477.140
  • Emas 5 gram: Rp14.060.000 | setelah pajak Rp14.095.150
  • Emas 10 gram: Rp28.065.000 | setelah pajak Rp28.135.163
  • Emas 25 gram: Rp70.037.000 | setelah pajak Rp70.212.093
  • Emas 50 gram: Rp139.995.000 | setelah pajak Rp140.344.988
  • Emas 100 gram: Rp279.912.000 | setelah pajak Rp280.611.780
  • Emas 250 gram: Rp699.515.000 | setelah pajak Rp701.263.788
  • Emas 500 gram: Rp1.398.820.000 | setelah pajak Rp1.402.317.050
  • Emas 1.000 gram: Rp2.797.600.000 | setelah pajak Rp2.804.594.000

Harga acuan emas Antam berasal dari Butik Logam Mulia di Pulogadung, Jakarta. Namun, dalam praktiknya harga di berbagai daerah bisa berbeda tipis, tergantung biaya distribusi, operasional penjualan, serta tingkat permintaan di masing-masing wilayah.

Karena itu, investor disarankan tidak hanya terpaku pada harga acuan nasional, tetapi juga membandingkan harga di toko atau butik emas di daerah untuk mendapatkan nilai terbaik. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Beasiswa BSI Unggulan 2026 Dibuka, Khusus Maba Jalur SNBP Dapat UKT hingga Laptop

0
Logo program beasiswa dari Bank Syariah Indonesia. (Foto: BSI).

NUKILAN.ID | JAKARTA Bank Syariah Indonesia (BSI) membuka program Beasiswa BSI Scholarship Unggulan 2026 bagi mahasiswa baru (maba) yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi).

Mengutip Kompas.com, Jumat (4/4/2026), penerima beasiswa akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan sebesar Rp1,5 juta, hingga bantuan laptop. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembinaan berupa mentoring kepemimpinan dan pengembangan karakter.

Pendaftaran beasiswa ini dibuka hingga 12 April 2026 melalui tautan resmi yang disediakan BSI. Program ini secara khusus menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Kriteria Pendaftar

Berikut Nukilan.id sajikan syarat utama untuk mengikuti BSI Scholarship Unggulan 2026:

  1. Mahasiswa baru jalur undangan (SNBP) di 10 perguruan tinggi negeri terbaik
  2. Berasal dari keluarga tidak mampu, dibuktikan dengan SKTM atau KIP
  3. Tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari lembaga lain

Dokumen yang Dibutuhkan

Pendaftar wajib menyiapkan sejumlah dokumen, di antaranya:

  • KTP atau kartu identitas
  • Kartu Keluarga
  • Surat keterangan diterima di PTN
  • Sertifikat prestasi (jika ada)
  • Foto formal berseragam sekolah
  • KIS/BPJS (jika ada)
  • Bukti terdaftar di DTKS atau SKTM dari pemerintah desa

Daftar 10 Kampus Mitra

Program ini hanya berlaku bagi mahasiswa yang diterima di 10 kampus berikut:

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Gadjah Mada
  • Institut Teknologi Bandung
  • Universitas Airlangga
  • IPB University
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Diponegoro
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Hasanuddin

Komponen Beasiswa

Penerima beasiswa akan mendapatkan:

  1. Pembiayaan UKT penuh
  2. Uang saku Rp1,5 juta per bulan
  3. Bantuan laptop
  4. Pembinaan kepemimpinan dan karakter
  5. Kesempatan menjadi duta/volunteer ekonomi syariah
  6. Program magang di industri ekonomi syariah
  7. Mentorship bersama pimpinan BSI

Jadwal Seleksi

Adapun tahapan seleksi BSI Scholarship Unggulan 2026 meliputi:

  • Tes tulis: 15 April 2026
  • Wawancara: 20–22 April 2026
  • Pengumuman: 27 April 2026

Program ini diharapkan dapat mendukung akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, sekaligus mencetak generasi unggul di bidang ekonomi syariah. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Brimob Aceh Gelar Aksi Bersih Mushola Ar-Rahman, Wujud Kepedulian Lingkungan Ibadah

0
Brimob Aceh Gelar Aksi Bersih Mushola Ar-Rahman. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Subulussalam – Personel Brimob Aceh melaksanakan kegiatan pembersihan Mushola Ar-Rahman sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tempat ibadah. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (03/04/2026) pukul 09.00 WIB di Desa Danau Tras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Aksi bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari program ASRI yang melibatkan personel Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekitar.

Dengan semangat gotong royong, personel Brimob bersama warga membersihkan seluruh area mushola, mulai dari halaman, tempat wudhu, hingga ruang utama ibadah.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Kehadiran Brimob pun mendapat sambutan positif karena dinilai memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan warga dalam beribadah.

Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Zuhdi Batubara, menyampaikan bahwa kegiatan ASRI merupakan bagian dari komitmen Brimob untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Brimob tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata, termasuk menjaga kebersihan tempat ibadah.

Salah satu warga, Suryadi (35), mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut. Ia menilai mushola kini menjadi lebih bersih dan nyaman, sekaligus mempererat kebersamaan antara warga dan aparat.

Kegiatan berlangsung lancar dengan suasana penuh kekompakan. Gotong royong yang terjalin menjadi bukti sinergi antara Brimob dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang asri dan sehat.

Upaya ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan, khususnya tempat ibadah. (Red/Rel).

Sumber: Tim Produksi Humas Korps Brimob Polri

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Safrizal Tekankan Akurasi Data, Prinsip “No One Left Behind” Jadi Prioritas Pemulihan Aceh

0
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Satuan Tugas Percepatan Pemulihan dan Rehabilitasi (PRR) terus memperbarui data kebutuhan Hunian Sementara (Huntara) bagi penyintas bencana di Aceh. Perubahan data yang terjadi di lapangan ditegaskan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akurasi, bukan bentuk ketidakkonsistenan administratif.

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa proses sinkronisasi data dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip “No One Left Behind.”

“Perubahan data itu bukan karena kita tidak konsisten, tetapi karena kita terus memperbaiki dan menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Prinsip kami jelas, tidak boleh ada satu pun warga terdampak yang terlewat,” ujar Safrizal.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab perubahan data adalah mulai pulihnya aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah yang sebelumnya dinyatakan tidak berpenghuni. Warga yang sempat mengungsi kini mulai kembali ke daerah asal dan berharap pembangunan Huntara dilakukan di lokasi tersebut.

“Awalnya beberapa titik dianggap kosong karena warganya mengungsi. Namun sekarang mereka kembali dan ingin Huntara dibangun di kampung halaman mereka. Ini tentu harus kita akomodasi,” jelasnya.

Selain itu, Safrizal menegaskan bahwa pendataan dilakukan secara fleksibel dan adaptif. Pemerintah daerah, khususnya para bupati di wilayah terdampak, terus mengajukan pembaruan data melalui skema by name by address (BNBA).

“Kami tidak ingin terjebak pada data yang kaku. Selama masih ada usulan yang valid dari daerah, akan terus kami terima dan verifikasi agar penanganan benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Pembangunan Huntara, lanjutnya, dilakukan secara bertahap setelah data awal dinyatakan valid. Menurut Safrizal, menunggu seluruh data BNBA rampung justru berisiko memperlambat penanganan di lapangan.

“Kalau kita menunggu data 100 persen selesai, pembangunan bisa tertunda. Maka kami jalankan paralel: bangun yang sudah valid, sambil terus membuka pendataan bagi yang belum terakomodasi,” tegasnya.

Sebagai bentuk transparansi, pemerintah juga memberikan pilihan kepada masyarakat dalam menentukan jenis bantuan yang diterima, yakni pembangunan Huntara atau Dana Tunggu Hunian (DTH).

“Kami memberikan pilihan agar masyarakat bisa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing, apakah ingin Huntara atau DTH,” tambah Safrizal.

Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh, sehingga masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak sambil menunggu pembangunan rumah permanen selesai.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Huntara Aceh Tamiang Keluhkan Air Keruh dan Biaya Listrik, PCNU Soroti Penanganan

0
Warga Huntara Aceh Tamiang Keluhkan Air Keruh dan Biaya Listrik. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Warga korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang yang kini menempati hunian sementara (huntara) mengeluhkan buruknya fasilitas dasar, terutama ketersediaan air bersih dan beban biaya listrik yang harus mereka tanggung sendiri.

Keluhan tersebut disampaikan warga Huntara II yang berada di sekitar Kantor Bupati Aceh Tamiang, Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru. Hunian yang semestinya menjadi tempat tinggal sementara yang layak justru dinilai belum memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Salah seorang warga, Lisa, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak menempati huntara. Ia menyebut air yang tersedia dalam kondisi keruh dan berbau, sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami di sini kesulitan air. Sejak tinggal di sini, airnya keruh, berbau, dan anak saya yang masih kecil dengan kulit sensitif sampai alergi dan gatal-gatal,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa adanya perbaikan signifikan. Dampaknya mulai dirasakan, terutama oleh anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan.

“Awalnya kami kira lama-kelamaan airnya akan jernih, tapi sampai sekarang tetap keruh dan justru membawa penyakit,” katanya.

Selain persoalan air bersih, warga juga mengeluhkan biaya listrik yang harus dibayar melalui sistem token. Dalam kondisi ekonomi yang sulit pascabencana, biaya tersebut menjadi beban tambahan bagi keluarga.

“Listrik seminggu bisa Rp50 ribu. Kami sudah tidak punya penghasilan lagi, jadi ini sangat berat,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Hendra Gunawan, warga lainnya, yang menyoroti kualitas pembangunan sumur bor di lokasi huntara. Ia menilai hasil yang ada tidak sebanding dengan anggaran yang disebut cukup besar.

“Kalau memang anggaran sumur bor besar, tapi hasilnya seperti ini, tentu kami kecewa. Airnya masih keruh dan berbau,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi agar fasilitas yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Rais Syuriah PCNU Aceh Tamiang menegaskan bahwa persoalan kebutuhan dasar warga huntara tidak boleh diabaikan dan harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah.

“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Jika ini tidak terpenuhi, maka akan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti beban biaya listrik yang dinilai tidak seharusnya ditanggung sepenuhnya oleh warga dalam kondisi darurat.

“Dalam situasi bencana, seharusnya ada kebijakan yang meringankan beban masyarakat, termasuk soal listrik. Jangan sampai mereka yang sudah terdampak justru semakin terbebani,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil yang dialami masyarakat serta mempercepat solusi konkret.

“Harus ada evaluasi menyeluruh, baik dari sisi pembangunan fasilitas maupun pengelolaannya. Ini menyangkut kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk turut memperhatikan kondisi warga terdampak bencana agar proses pemulihan tidak hanya sebatas penyediaan hunian, tetapi juga menjamin kelayakan hidup.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki fasilitas air bersih serta memberikan keringanan biaya listrik. Mereka menginginkan kehidupan yang lebih layak selama masa pemulihan pascabencana.

“Kami hanya butuh air bersih yang layak dan bantuan untuk meringankan beban hidup kami. Di sini banyak anak kecil dan bayi,” ujar Lisa.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana tidak hanya soal relokasi atau penyediaan hunian sementara, tetapi juga memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara layak dan berkelanjutan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Hujan Es Terjang Aceh Tengah, Tanaman Kopi Warga Rusak

0
Hujan Es di Aceh Tengah Rusak Tanaman Kopi Warga. (Foto: Dokumen Warga)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Cuaca ekstrem berupa hujan es melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada tanaman milik warga, terutama komoditas kopi.

Berdasarkan laporan warga, dua kampung yang terdampak cukup parah yakni Kampung Bukit Sari di Kecamatan Jagong Jeget dan Kampung Merah Muyang di Kecamatan Atu Lintang.

“Setahu saya yang cukup parah di kampung kami, Merah Muyang dan Kampung Bukit Sari. Ukuran butir-butir hujan esnya cukup besar, bahkan ada yang seukuran kelereng,” ucap Didi Tata, dikutip dari Kompas.com.

Didi menjelaskan, sebelum hujan es turun, kondisi langit terlihat mendung disertai suara petir dan angin kencang. Tak lama kemudian, hujan es pun mengguyur wilayah tersebut.

Hujan es yang datang secara tiba-tiba itu berdampak pada kerusakan tanaman warga. Tanaman kopi menjadi yang paling terdampak, mulai dari daun, bunga, hingga buah yang masih kecil mengalami kerontokan.

“Padahal, bunga hampir mekar, begitu pun buah-buah kecil kopi pasca-pembungaan sebelumnya sebagian rontok akibat hujan es,” tutur Didi.

Ia menambahkan, fenomena hujan es menjadi ancaman serius bagi petani, tidak hanya bagi komoditas kopi tetapi juga tanaman palawija lainnya. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan hasil panen akibat stres pada tanaman.

Didi berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, mengingat sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan perekonomian dari sektor pertanian.

“Semoga ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang lagi, biar kualitas dan kuantitas hasil panen pertanian masyarakat di sini tetap terjaga,” tuturnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sangat Lebat dari Aceh hingga Jawa Barat

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

Amatan Nukilan.id dari YouTube Info BMKG, Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terdapat potensi pembentukan sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh, barat daya Lampung, utara Kepulauan Bangka Belitung, hingga Laut Banda.

Kondisi ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

BMKG memperingatkan potensi hujan sangat lebat di sejumlah wilayah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, serta Sulawesi Selatan.

Untuk wilayah kota besar di Indonesia bagian barat, potensi hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Pangkalpinang, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, dan Banjarmasin. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Jambi, Palembang, Jakarta, dan Bandung.

Adapun Surabaya diprakirakan berawan tebal, sedangkan udara kabur terpantau di Banda Aceh. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Serang, Tanjung Selor, Samarinda, hingga Palangkaraya.

Di wilayah Indonesia timur, hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Nabire. Hujan sedang berpotensi melanda Mamuju, Jayapura, dan Merauke. Sementara hujan ringan diprediksi turun di Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Jayawijaya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi saat beraktivitas. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bantuan Hong Kong Disaster Relief Fund Jangkau Delapan Desa Terdampak Banjir di Aceh Utara

0
Dukungan Psikososial dan Sosialisasi GBV, serta Penyaluran Bantuan Shelter Kit, Hygiene kit, Foods Item dan On Distribution Monitoring (ODM) untuk Masyarakat Penyintas Banjir di Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang Aceh Utara. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Masyarakat terdampak banjir di delapan desa di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, menerima bantuan kemanusiaan yang didukung Hong Kong Disaster Relief Fund melalui kolaborasi Flower Aceh dan Lifeguards Aceh bersama Penabulu–Oxfam pada 1 hingga 6 April 2026.

Bantuan yang disalurkan mencakup dukungan psikososial (PSS), sosialisasi pencegahan kekerasan berbasis gender (GBV), bantuan kebutuhan dasar seperti shelter kit, hygiene kit, dan makanan, serta pemantauan distribusi melalui mekanisme On Distribution Monitoring (ODM) untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran.

Humanitarian Manager Yayasan Penabulu–Oxfam, Anggoro Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan respon kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, respon dilakukan melalui asesmen cepat kebutuhan masyarakat, pemberian dukungan psikososial, sosialisasi pencegahan kekerasan berbasis gender, serta pemantauan distribusi bantuan.

“Pentingnya rapid assessment, integrasi PSS dan GBV, serta monitoring distribusi sebagai kunci respon yang inklusif, transparan, dan berdampak jangka panjang,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, menegaskan bahwa respon kemanusiaan ini mengintegrasikan pendekatan perlindungan, keadilan gender, dan inklusi sosial dalam setiap tahapan.

“Perempuan, anak, dan kelompok rentan menghadapi risiko berlapis dalam situasi bencana. Karena itu, seluruh tahapan respon, mulai dari asesmen, perencanaan hingga evaluasi, mengintegrasikan perspektif Gedsi, perlindungan dan dukungan psikososial,” ujarnya.

Salah satu penyintas banjir, Khairunnisa, mengaku bantuan yang diterima sangat membantu keluarganya setelah rumahnya terdampak banjir dan dipenuhi lumpur.

“Kami sangat terbantu dengan dukungan ini, terutama paket kebersihan, perlengkapan shelter, dan makanan. Bantuan ini membuat kami merasa diperhatikan dan didukung untuk bisa kembali tenang setelah banjir,” katanya.

Tak hanya sebagai penerima manfaat, Khairunnisa kini juga terlibat dalam kegiatan respon kemanusiaan bersama Flower Aceh dan jaringan relawan di sejumlah lokasi terdampak.

Ketua Lifeguards Aceh, T. Ayatullah Bani Baeit, menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dan terjadwal di delapan desa terdampak, yakni Babah Buloh, Meunasah Pulo, Blang Reuling, Riseh Teungoh, Riseh Tunong, Payarabo Lhok, Blang Teurakan, dan Gunci.

Ia menambahkan, proses distribusi melibatkan aparatur desa dan masyarakat guna memastikan penyaluran bantuan berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Pihaknya juga mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga ini yang dinilai mampu mempercepat pemulihan masyarakat terdampak banjir di Aceh, sekaligus memperkuat sistem perlindungan berbasis komunitas, ketangguhan lokal, serta kepemimpinan lembaga lokal dalam menghadapi bencana di masa mendatang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Arus Lebaran 2026 di Aceh Melonjak, 201 Ribu Kendaraan Melintas Tol Sibanceh

0
Tol Sibanceh Seksi Padang Tiji–Seulimeum. (Foto: Dok PT Hutama Karya)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh mencatat lonjakan signifikan arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 2026. Pergerakan kendaraan di ruas Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) mencapai 201.670 kendaraan selama periode angkutan lebaran.

Peningkatan ini dipicu oleh beroperasinya akses tol hingga Padang Tiji yang mempermudah konektivitas menuju Banda Aceh. Akses yang lebih cepat dan efisien turut mendorong tingginya mobilitas masyarakat, baik untuk mudik maupun kunjungan wisata.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal ST.MT., Jumat (3/4/2026) mengatakan, tingginya angka tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis seiring membaiknya infrastruktur.

“Pergerakan kendaraan pada masa mudik dan arus balik lebaran tahun ini sangat tinggi. Kehadiran tol sangat membantu distribusi perjalanan masyarakat sehingga arus lalu lintas dapat terurai dengan lebih baik,” ujar Faisal.

Berdasarkan data PT Hutama Karya selaku operator tol, puncak pergerakan kendaraan terjadi pada 24 Maret 2026 dengan total 18.058 kendaraan dalam satu hari. Gerbang Tol Padang Tiji menjadi titik tersibuk dengan total 87.780 kendaraan selama periode lebaran. Secara keseluruhan, lalu lintas tol meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain kendaraan pribadi, mobilitas masyarakat juga terlihat tinggi pada berbagai moda transportasi. Pada angkutan darat, jumlah penumpang mencapai 107.648 orang atau meningkat 15,4 persen dibandingkan tahun lalu. Puncaknya terjadi pada 17 Maret 2026 dengan 9.285 penumpang.

Pergerakan ini dilayani melalui sejumlah terminal tipe A seperti Batoh, Lhokseumawe, Paya Ilang, Langsa, dan Meulaboh, serta terminal tipe B di antaranya Sigli, Aceh Tamiang, Calang, Abdya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Bireuen, dan Terminal L300 Lueng Bata.

Sementara itu, angkutan laut mencatat 65.703 penumpang, dengan puncak pada 28 Maret 2026 sebanyak 7.414 penumpang. Layanan ini beroperasi melalui pelabuhan Ulee Lheue, Balohan, Lamteng, Calang, Labuhan Haji, Sinabang, Singkil, dan Pulau Banyak.

Adapun angkutan udara mencatat 40.887 penumpang atau meningkat 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus terjadi pada 14 Maret 2026 dengan 3.071 penumpang, yang dilayani melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Malikussaleh, Rembele, Cut Nyak Dhien, dan Lasikin.

“Ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat selama lebaran tidak hanya didominasi kendaraan pribadi, tetapi juga didukung oleh angkutan umum di semua moda yang tetap tinggi,” kata Faisal.

Ia menambahkan, angka mobilitas tersebut berpotensi jauh lebih besar jika dihitung bersama pengguna kendaraan pribadi di seluruh ruas jalan.

“Jika dihitung secara keseluruhan, termasuk kendaraan pribadi di jalan tol maupun ruas lainnya, maka jumlah orang yang melakukan perjalanan dipastikan jauh lebih besar dari data angkutan umum yang tercatat,” ujar Faisal.

Faisal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kelancaran arus lebaran, termasuk kepolisian, Jasa Raharja, Balai Pengelola Transportasi Darat Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, ASDP, serta Angkasa Pura.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga arus mudik dan arus balik lebaran di Aceh dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol Deden Supriyatna Imhar, menyebut pihaknya telah melakukan berbagai langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas, terutama di titik rawan kepadatan.

Ia menyoroti kawasan Kuta Blang, Bireuen, sebagai salah satu titik krusial sejak awal arus mudik. Di lokasi tersebut dilakukan penguatan personel dan rekayasa lalu lintas karena adanya perbaikan jembatan serta tingginya volume kendaraan.

“Sejak arus mudik, Kuta Blang menjadi perhatian karena volume kendaraan cukup tinggi, bahkan lebih besar dari arah Banda Aceh menuju Medan. Saat arus balik, personel kami masih tetap standby di lokasi untuk memastikan kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Deden juga mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas selama periode lebaran tahun ini menurun, dari 73 kasus tahun lalu menjadi 47 kasus. Namun, jumlah korban meninggal dunia justru meningkat dari 15 orang menjadi 20 orang.

“Beberapa faktor penyebab di antaranya kehilangan kendali saat berkendara, tidak menggunakan helm, serta berkendara dengan kecepatan tinggi,” kata Deden.

Ia menambahkan, daerah rawan kecelakaan meliputi Banda Aceh, Aceh Jaya, dan Aceh Timur. Bahkan, Aceh Tenggara yang sebelumnya tidak termasuk titik rawan, tahun ini mencatat dua korban meninggal dunia.

Pihak kepolisian akan terus menyiagakan personel di titik-titik rawan hingga arus balik benar-benar selesai dan kondisi lalu lintas kembali normal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Siswi Inspiratif SMP 14 Takengon, Laila Ramadhani, Raih Apresiasi Bupati Aceh Tengah

0
Siswi Inspiratif SMP 14 Takengon, Laila Ramadhani Raih Apresiasi Bupati Aceh Tengah (Foto: Humas AT)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Sosok Laila Ramadhani, siswi kelas 12 dari SMP 14 Takengon, mencuri perhatian berkat prestasi dan kepribadiannya yang inspiratif. Ia dikenal sebagai pelajar berprestasi yang memiliki suara merdu saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, serta rutin mengkhatamkan Al-Qur’an sejak masih duduk di bangku sekolah.

Di sekolahnya, SMP 14 Takengon menerapkan aturan yang melarang siswa membawa telepon genggam. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya membentuk disiplin sekaligus menjaga fokus belajar para siswa.

Di balik prestasinya, Laila menyimpan kisah perjuangan. Ia sempat terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah beberapa bulan lalu hingga rumah keluarganya ikut terdampak. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar dan mendalami Al-Qur’an.

Kisah inspiratif Laila juga disampaikan oleh guru kelasnya, Ruhdini (59). Meski bukan anak kandung, Ruhdini dengan penuh keikhlasan rutin mengantar Laila ke sekolah sejak tinggal di Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, hingga kini menetap di Luwang, Kampung Kute Lintang.

“Saya sudah lama mengantar Laila. Orangnya sangat gigih, selalu membaca Al-Qur’an. Bakatnya luar biasa, suaranya sangat merdu. Bahkan saya belajar tajwid dan harkat darinya”, ucap Ruhdini.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut dilakukan dengan tulus meskipun jarak rumah mereka tidak searah. “Saya ikhlas mengantarkan walau berbeda tujuan rumah”, tambahnya.

Laila pun memiliki cita-cita besar. Ia ingin menjadi penghafal Al-Qur’an serta terus menorehkan prestasi di bidang pendidikan. Ia juga berharap dapat menjadi pribadi yang dimuliakan oleh Allah SWT dan meraih masa depan yang cerah.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, memberikan apresiasi atas ketekunan dan prestasi yang diraih Laila. Ia berpesan kepada para pelajar agar senantiasa menjaga akhlak dan meningkatkan kedisiplinan.

“Anak-anak harus tetap semangat. Jangan lupa shalat, gemar membaca Al-Qur’an, menghormati orang tua dan guru, disiplin, rajin, serta tidak membuka aib teman-temannya”, pesannya di hadapan siswa dan dewan guru saat kunjungan kerja ke SMP 14 Takengon, Sabtu (04/04/2026).

Bupati juga menyampaikan rasa bangganya terhadap sosok guru seperti Ruhdini yang menunjukkan ketulusan dalam mendampingi siswa.

“Luar biasa dengan keikhlasannya, ini perlu di apresiasi dan menajdi tauladan bagi guru-guru lainnya”, tutur Haili saat didampingi Bunda Guru Risnawati, S.SIT, sembari menyerahkan bingkisan berupa Al-Qur’an, sajadah, dan telekung kepada Ruhdini sebagai guru inspiratif.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News