Beranda blog Halaman 142

Pemerintah Aceh Berangkatkan 60 Relawan Pilar Sosial Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang

0
Pemerintah Aceh Berangkatkan 60 Relawan Pilar Sosial Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh melepas sebanyak 60 relawan Pilar-Pilar Sosial untuk terjun langsung membantu penanganan korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (20/12/2025).

Pelepasan relawan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M., didampingi Ketua Posko Pilar-Pilar Kesejahteraan Sosial Aceh Safwan, S.Ag., M.M.; Ketua Relawan Aceh Posko Tanggap Darurat Hidrometeorologi Aceh yang juga Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Aceh Hasan Bangka; serta Ketua Karang Taruna Aceh Ismet, S.T., M.M. Kegiatan berlangsung di Posko Pilar-Pilar Sosial Dinas Sosial Aceh, Jalan Teuku Chik Kuta Karang Nomor 8, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Dalam arahannya, Chaidir menyampaikan bahwa relawan Pilar-Pilar Sosial memiliki peran penting dalam mempercepat penanganan dampak banjir di daerah terdampak. Para relawan diharapkan dapat membantu pelayanan sosial, distribusi bantuan logistik, serta bergotong royong bersama masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Relawan Pilar-Pilar Sosial adalah kekuatan sosial yang sangat strategis. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, membantu dengan tulus, dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam misi kemanusiaan,” ujar Chaidir.

Ia juga mengingatkan para relawan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan keselamatan, serta menjunjung tinggi nilai empati dan solidaritas. Selain itu, relawan diminta untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan petugas posko agar penyaluran bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sebanyak 60 relawan yang diberangkatkan berasal dari unsur Karang Taruna dan pekerja sosial. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik pengungsian serta wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, sesuai dengan kebutuhan lapangan yang telah dipetakan oleh Dinas Sosial Aceh.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan berbagai elemen masyarakat dan relawan kebencanaan secara swadaya. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari semangat gotong royong untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan meringankan beban warga terdampak.

Rakit Darurat yang Dinaiki Wagub Aceh Terbalik Saat Meninjau Lokasi Banjir

0
Wakil Gubernur Aceh Fadhullah bersama sejumlah rombongan menaiki rakit darurat saat menyeberang di wilayah Pameu Aceh Tengah yang masih terisolir jalur darat. Rakit yang ditumpangi Wagub Aceh terbalik (Foto: Dok untuk RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, mengalami insiden saat meninjau wilayah terdampak banjir di Pameu, Kabupaten Aceh Tengah. Rakit darurat yang ditumpanginya terbalik ketika rombongan menyeberangi sungai, Minggu (21/12/2025).

Insiden tersebut terjadi saat Fadhullah bersama rombongan, termasuk General Manager PLN, harus menempuh jalur alternatif akibat akses jalan utama rusak parah akibat banjir dan longsor. Karena jalur darat belum dapat dilalui kendaraan, penyeberangan sungai dilakukan menggunakan rakit darurat.

Rakit yang terbuat dari kayu dan beberapa drum itu kehilangan keseimbangan saat proses penyeberangan berlangsung. Akibatnya, Wakil Gubernur Aceh beserta rombongan terjatuh ke sungai.

Petugas TNI bersama warga setempat segera melakukan upaya penyelamatan. Seluruh rombongan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam peristiwa tersebut.

Dalam sebuah video yang beredar, Fadhullah menjelaskan kronologi terbaliknya rakit darurat yang ia tumpangi.

“Jalurnya memang cukup parah sehingga harus melewati sungai, namun karena beberapa orang yang naik namun tidak seimbang sehingga terbalik,” ungkap Fadhullah.

Kejadian ini berlangsung di sela kunjungan kerja Wakil Gubernur Aceh ke Aceh Tengah untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Wakil Gubernur Aceh Dampingi Wali Nanggroe Serahkan 15 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

0
Wakil Gubernur Aceh Fadhullah atau yang dikenal sebagai Dek Fadh mendampingi Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, dalam penyerahan 15 ton bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Wakil Gubernur Aceh Fadhullah atau yang dikenal sebagai Dek Fadh mendampingi Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, dalam penyerahan 15 ton bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025).

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang serta Ketua DPRK Aceh Tamiang, dengan disaksikan oleh Wakil Gubernur Aceh.

Kehadiran Dek Fadh dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh dalam mendampingi upaya pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Pemerintah Aceh bersama Wali Nanggroe memastikan bantuan logistik tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Amatan Nukilan.id, kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, yang turut terjun langsung ke lokasi, menjelaskan bahwa logistik bantuan itu merupakan hasil penggalangan dari berbagai pihak, antara lain Sekretariat Wali Nanggroe, Majelis Syura Wali Nanggroe, komunitas Hakka Aceh, serta pimpinan Rumah Sakit Putri Bidadari. Total bantuan yang terkumpul mencapai 15 ton.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Staf Khusus Wali Nanggroe, Dr. Muhammad Raviq, serta Khatibul Wali, Abdullah Hasbullah.

Dalam kesempatan itu, Wali Nanggroe Aceh menyampaikan sikap tegas agar seluruh bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh dapat masuk tanpa hambatan. Ia juga menekankan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti hanya pada pembangunan fisik, melainkan harus berjalan seiring dengan pemulihan ekosistem dan perlindungan lingkungan hidup.

“Dengan bencana ini, kita orang Aceh harus bersabar dan kuat. Kita harus membangun negeri kita sendiri. Saya tidak akan tinggal diam. Banyak negara ingin membantu, tetapi belum sepenuhnya bisa masuk. Saya akan terus mencari jalan agar semua bantuan itu dapat masuk,” tegas Wali Nanggroe. (XRQ)

Reporter: Akil

Wali Nanggroe Tegaskan Bantuan Bencana Harus Masuk, Pemulihan Aceh Tak Boleh Abaikan Lingkungan

0

NUKILAN.ID | Kuala Simpang — Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, menyampaikan sikap tegas agar seluruh bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh dapat masuk tanpa hambatan.

Ia menekankan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik, melainkan harus berjalan seiring dengan pemulihan ekosistem dan perlindungan lingkungan hidup.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan kemanusiaan sebanyak 15 ton kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025), di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang. Bantuan itu diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang dan Ketua DPRK Aceh Tamiang, serta disaksikan Wakil Gubernur Aceh.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menjelaskan bahwa bantuan logistik tersebut merupakan hasil penggalangan dari Sekretariat Wali Nanggroe, Majelis Syura Wali Nanggroe, komunitas Hakka Aceh, serta pimpinan Rumah Sakit Putri Bidadari, dengan total mencapai 15 ton.

Amatan Nukilan.id, kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Wali Nanggroe, Dr. Muhammad Raviq, serta Khatibul Wali, Abdullah Hasbullah.

Dalam kesempatan itu, Wali Nanggroe menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan masuknya bantuan internasional bagi Aceh.

“Dengan bencana ini, kita orang Aceh harus bersabar dan kuat. Kita harus membangun negeri kita sendiri. Saya tidak akan tinggal diam. Banyak negara ingin membantu, tetapi belum sepenuhnya bisa masuk. Saya akan terus mencari jalan agar semua bantuan itu dapat masuk,” tegas Wali Nanggroe.

Ia juga menyebut bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh sebagai peringatan ekologis serius akibat kerusakan hutan dan lemahnya tata kelola lingkungan.

“Tsunami pertama air laut naik dan tidak membawa material. Tsunami kedua, air turun dari daratan dan membawa kayu-kayu. Ini pelajaran besar bagi kita semua. Hutan jangan ditebang, dan jangan terlalu banyak menanam sawit,” ujarnya.

Menurut Wali Nanggroe, hutan Aceh memiliki peran strategis sebagai penyangga kehidupan, iklim, dan keanekaragaman hayati yang nilainya lintas generasi. Karena itu, pemulihan pascabencana harus mencakup langkah-langkah ekologis strategis, seperti rehabilitasi hutan di wilayah hulu dan daerah aliran sungai, perlindungan hukum terhadap hutan alam yang tersisa, pemulihan koridor satwa liar, perlindungan spesies endemik dan terancam punah, serta penegakan hukum lingkungan yang konsisten dan transparan.

“Aceh bisa maju tanpa menghancurkan hutannya. Investasi industri hijau dan pembangunan berkelanjutan adalah masa depan Aceh,” tegas Wali Nanggroe.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu bersama Pemerintah Aceh dalam menghadapi dampak bencana, baik dari sisi kemanusiaan maupun lingkungan.

“Kita harus berdiri bersama, saling membantu dan saling mendoakan, agar para pemimpin kita dikuatkan dalam memimpin Aceh keluar dari ujian ini,” katanya.

Selain itu, Wali Nanggroe menegaskan akan mengawal komitmen Pemerintah Pusat terkait pemulihan pascabencana, termasuk janji Presiden Republik Indonesia untuk membangun kembali rumah warga, jalan, serta fasilitas umum yang rusak. Ia menekankan bahwa seluruh proses rekonstruksi harus dilakukan secara tangguh bencana, ramah lingkungan, dan berpihak pada masa depan Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

Ketua DPW NasDem Aceh Salurkan Sembako untuk Dapur Umum Mahasiswa Terdampak Bencana

0
Lokasi Anjungan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Dapur Umum Mahasiswa Asal Aceh Tengah, tgl 10/12/2025. Penyerahan bantuan sembako dari Kk Irsan Sosiawan Gading Ketua DPW Partai NasDem Aceh dan Anggota DPR RI Fraksi NasDem. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua DPW Partai NasDem Aceh yang juga Anggota DPR RI asal Aceh, Irsan Sosiawan Gading, menyalurkan bantuan sembako untuk dapur umum mahasiswa di Banda Aceh. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung selama 10 hingga 17 Desember 2025, sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Lokasi Asrama mahasiswa IPA Aceh Utara di Desa Lamgugob, Kec. Syiah Kuala Banda Aceh, tgl 10/12/2025. Penyerahan bantuan sembako dari Kk Irsan Sosiawan Gading Ketua DPW Partai NasDem Aceh dan Anggota DPR RI Fraksi NasDem.

Bantuan diberikan kepada mahasiswa yang tidak dapat kembali ke kampung halaman akibat terputusnya akses jalan dan jembatan, serta terganggunya jaringan komunikasi saat bencana terjadi. Kondisi tersebut membuat sejumlah mahasiswa memilih bertahan di Banda Aceh dan berinisiatif membuka dapur umum di asrama daerah masing-masing maupun di kawasan Anjungan PKA.

Adapun dapur umum mahasiswa yang menerima bantuan sembako tersebut antara lain dapur umum Asrama Mahasiswa Kota Langsa, Asrama Mahasiswa IPPAT Aceh Timur, Asrama Mahasiswa IPAU Aceh Utara, Asrama Mahasiswa Aceh Tamiang, serta dapur umum mahasiswa asal Aceh Tengah dan Bener Meriah yang berlokasi di Anjungan PKA.

Selain untuk dapur umum mahasiswa, bantuan sembako juga disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah titik di Banda Aceh dan Aceh Besar. Sebagian penerima bantuan merupakan keluarga yang sedang menghadiri wisuda anak di kampus, namun tidak dapat kembali ke kampung halaman akibat akses jalan dan jembatan yang terputus.

Lokasi Asrama Mahasiswa Aceh Tamiang di Desa Lamgugob, Kec. Syiah Kuala Banda Aceh, tgl 10/12/2025. Penyerahan bantuan sembako dari Kk Irsan Sosiawan Gading Ketua DPW Partai NasDem Aceh dan Anggota DPR RI Fraksi NasDem.

Bantuan sembako yang diserahkan meliputi beras, minyak goreng, telur, gula, mi instan, dan air mineral.

“Bantuan ini tidak seberapa setidaknya bisa sedikit meringankan dalam kondisi darurat bencana,” ujar Ketua DPW NasDem Aceh, Irsan Sosiawan Gading, sebagaimana disampaikan melalui Wakil Ketua DPW NasDem Aceh sekaligus penanggung jawab kegiatan, Ramadhana Lubis.

JK Sebut Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh Tak Terhalang Batas Negara

0
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) saat meninjau langsung lokasi bencana dan pengungsian di Desa Palu Raya dan Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. (Foto: MI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa masuknya bantuan asing ke Aceh diperbolehkan sepanjang bertujuan untuk kepentingan kemanusiaan dan dikoordinasikan secara baik oleh pemerintah.

Penegasan itu disampaikan JK saat meninjau langsung lokasi bencana dan pengungsian di Desa Palu Raya dan Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Dalam kunjungan tersebut, JK melihat kondisi permukiman warga yang terdampak bencana, mulai dari rumah yang rusak berat hingga bangunan yang masih memungkinkan untuk ditempati.

“Kita lihat banyak rumah yang hancur, tapi ada juga yang masih bisa ditinggali. Rumah yang tidak bisa lagi dipakai tentu diganti, sementara yang masih bisa, dibersihkan. Itu solusinya,” kata Jusuf Kalla dikutip dari Antara, Sabtu (20/12).

Menanggapi keluhan warga yang menyebut hampir 20 hari belum ada penanganan maksimal dari pemerintah, JK menyatakan bahwa penerimaan bantuan asing sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menangani dampak bencana.

“Kalau pemerintah sanggup, tidak perlu minta. Tapi kalau terlalu besar bebannya, ya boleh. Apalagi kalau ada masyarakat internasional yang ingin membantu, itu baik sebagai bentuk kemanusiaan,” imbuhnya.

JK kembali menekankan bahwa nilai kemanusiaan bersifat universal dan tidak dibatasi oleh wilayah administratif maupun negara.

“Kalau kemanusiaan itu tidak ada batas wilayah,” tegasnya.

Terkait peran Palang Merah Indonesia, JK menjelaskan bahwa PMI tidak memiliki kewenangan untuk membangun rumah bagi warga terdampak bencana. Peran PMI difokuskan pada penyaluran bantuan logistik serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kalau bangun rumah itu urusan Pemerintah. PMI membantu bahan-bahan seperti makanan, kompor gas, kesehatan, logistik, air bersih,” katanya.

Selain itu, JK mengajak seluruh unsur, baik pemerintah, lembaga kemanusiaan, maupun masyarakat, untuk saling bekerja sama dalam penanganan bencana agar solusi dapat segera direalisasikan.

“Pemerintah bekerja, PMI bekerja, masyarakat bekerja. Semua harus bersama agar solusi bisa tercapai,” ujarnya.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan dengan baik sekaligus menyerap aspirasi langsung dari masyarakat terdampak di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Novi Rosmita: HUT ke-69 Aceh Selatan Momentum Refleksi dan Arah Kemajuan Daerah

0
Sekretaris Komisi IV DPRK Aceh Selatan, Novi Rosmita SE, M.Kes. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Aceh Selatan dimaknai sebagai momen refleksi perjalanan sejarah sekaligus penguatan arah pembangunan daerah ke depan.

Anggota DPRK Aceh Selatan, Novi Rosmita, SE, MKes, menyampaikan bahwa usia ke-69 tahun menjadi pengingat akan panjangnya proses yang telah dilalui Aceh Selatan, serta tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat untuk mendorong daerah menjadi lebih maju dan produktif.

Menurut Ketua Fraksi NasDem DPRK Aceh Selatan tersebut, peringatan HUT daerah tidak semestinya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga adat istiadat, budaya, serta kemajemukan masyarakat Aceh Selatan.

Ia menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kearifan lokal dan penegakan syariat Islam yang berjalan seiring dengan inovasi serta pembangunan berkelanjutan.

“Aceh Selatan telah dipimpin oleh orang-orang terbaik pada masanya. Kini kita sebagai generasi penerus memiliki tugas menjaga, mengembangkan, dan memberi kontribusi positif bagi kelanjutan peradaban dan perjuangan daerah,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Lebih lanjut, Novi mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi demi menghadirkan Aceh Selatan yang lebih maju dan berdaya saing.

“Mari menyongsong HUT Kabupaten Aceh Selatan ke-69 dengan kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah. Ini adalah refleksi bersama dalam pengabdian dan kemajuan,” tutupnya.

Wali Nanggroe Salurkan 15 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

0
Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar menyalurkan bantuan kemanusiaan seberat 15 ton kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu, 21 Desember 2025. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar menyalurkan bantuan kemanusiaan seberat 15 ton kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu, 21 Desember 2025.

Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Aceh Tamiang dan Ketua DPRK Aceh Tamiang, dengan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Aceh. Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang.

Kepala Bagian Humas dan Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, dlam keterangannya kepada Nukilan.id menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan bersama Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe, Majelis Syura Wali Nanggroe, Hakka Aceh, serta pimpinan Rumah Sakit Putri Bidadari, dengan total mencapai 15 ton logistik.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Staf Khusus Wali Nanggroe, Dr. Muhammad Raviq, serta Khatibul Wali Abdullah Hasbullah.

Pada kesempatan itu, Wali Nanggroe menegaskan komitmennya untuk terus berupaya mencari solusi dalam mendukung pemulihan Aceh pascabencana. (XRQ)

Reporter: Akil

IAI Aceh Gelar Rapat Kerja dan PPL Gratis, Dorong Akuntan Bertransformasi di Era Digital dan ESG

0
IAI Aceh Gelar Rapat Kerja dan PPL Gratis. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Aceh menggelar Rapat Kerja sekaligus Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) gratis tahun 2025 di Hotel Kriyad Muraya, Banda Aceh, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Akuntan Profesional di Era Digital dan ESG: Transisi dari Pelapor Keuangan Menjadi Mitra Strategis dan Pemimpin Bisnis.”

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya strategis IAI Wilayah Aceh dalam memperkuat kapasitas profesional para anggotanya untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi digital serta tuntutan pelaporan Environmental, Social & Governance (ESG) yang kian relevan dalam dinamika bisnis modern. Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan pergeseran peran akuntan sebagai mitra strategis dalam pengambilan keputusan organisasi.

Ketua IAI Wilayah Aceh, Dr. Fazli Syam BZ, SE., M.Si., Ak., CA., Cert.DA, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi akuntan di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Dukungan terhadap transformasi profesi akuntansi juga disampaikan oleh Wakil Ketua I Dewan Konsultatif IAI Wilayah Aceh, Dr. Nadirsyah, SE., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA.

Kegiatan ini turut dihadiri Dewan Penasihat IAI Wilayah Aceh, yakni Kepala Perwakilan BPKP Aceh dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, yang memberikan arahan sekaligus sambutan. Dalam penyampaiannya, Dewan Penasihat menegaskan, “Di Era digital dan ESG, akuntan dituntut untuk naik kelas. Akuntan dituntut untuk melakukan peningkatan peran dan kapabilitas secara signifikan, sejalan dengan perkembangan lingkungan bisnis, teknologi, dan tata kelola yang semakin kompleks.”

Pada sesi inti PPL, dua narasumber dihadirkan untuk membahas isu strategis yang relevan dengan profesi akuntan. Dr. Thasrif Murhadi, SE., MM. memaparkan materi bertajuk “Kepemimpinan dalam Ketidakpastian: Membangun Budaya Risiko yang Etis Office Solution”, yang menyoroti pentingnya kepemimpinan serta pembentukan budaya risiko yang kuat dan beretika di lingkungan kerja yang penuh ketidakpastian.

Sementara itu, Ali Mulyagusdin, SE., MBA., Ak., CA. menyampaikan materi “Navigasi Strategis Investasi Mini LNG PT Jabung Gas Energi”. Materi tersebut mengulas peran strategis akuntan dalam mendukung pengambilan keputusan investasi di sektor energi, khususnya proyek Mini LNG, sekaligus membuka perspektif baru terkait keterlibatan akuntan dalam pengelolaan dan evaluasi proyek berskala besar.

Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari pengurus dan anggota IAI Wilayah Aceh. Para peserta aktif merespons isu-isu yang dibahas serta peluang penerapan praktik profesional terbaru di lingkungan kerja masing-masing.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, IAI Wilayah Aceh melaksanakan pelantikan Pengurus IAI Muda Wilayah Aceh. Momentum ini menjadi langkah penting dalam regenerasi kepemimpinan organisasi serta wujud komitmen IAI Aceh dalam mendorong peran generasi muda untuk memperkuat kualitas dan daya saing profesi akuntansi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Rapat Kerja dan PPL IAI Wilayah Aceh Tahun 2025 mencerminkan semangat kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan, sejalan dengan visi IAI dalam memperkuat peran akuntan sebagai trusted adviser dalam tata kelola organisasi modern di era digitalisasi dan keberlanjutan.

Bunda Salma Terobos Jalur KKA, Logistik Tembus Wilayah Tengah Aceh

0
Bunda Salma Terobos Jalur KKA Bawa Logistik Tembus Wilayah Tengah Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BENER MERIAH – Hj. Salmawati, S.E., M.M., yang akrab disapa Bunda Salma, turun langsung ke wilayah tengah Aceh untuk mengantarkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Sabtu (20/12/2025).

Sejak pagi, Bunda Salma bergerak melalui jalur darat KKA menuju Bener Meriah dan Takengon. Perjalanan tersebut ditempuh di tengah kondisi medan yang masih sulit, sebagai bagian dari misi kemanusiaan untuk memastikan bantuan tiba langsung ke masyarakat yang membutuhkan.

Dalam perjalanannya, Bunda Salma mendapat pengawalan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh melalui tim lapangan yang dipimpin Dinur dan Ali, staf khusus Kepala Dinas PUPR Aceh. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas juga melibatkan unsur TNI, Dandim setempat, serta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Akses jalur KKA–Takengon yang kembali dapat dilalui menjadi faktor penting dalam kelancaran distribusi logistik. Hal ini tidak terlepas dari kerja cepat dan koordinasi antara PUPR Aceh, PUPR Aceh Tengah, PUPR Bener Meriah, TNI, dan Pemerintah Kabupaten, sehingga bantuan pangan seperti beras berhasil diangkut ke wilayah terdampak.

Selain menyalurkan bantuan logistik, Bunda Salma juga mengupayakan langkah untuk membantu perekonomian warga. Ia mendorong agar hasil pertanian masyarakat, khususnya cabai dari wilayah Takengon yang sebelumnya terkendala distribusi, dapat kembali dibawa keluar daerah secara bertahap.

Menurutnya, keterbukaan akses jalan tidak hanya berperan dalam distribusi bantuan, tetapi juga menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana. “Akses jalan adalah urat nadi bantuan dan ekonomi. Terima kasih kepada PUPR Aceh dan seluruh tim yang bekerja tanpa lelah, sehingga kami bisa sampai dan masyarakat bisa kembali berharap,” ujar Bunda Salma.

Untuk memastikan perjalanan bantuan kemanusiaan berlangsung aman dan tertib, Kepala Dinas PUPR Aceh terus melakukan koordinasi dengan unsur yang bertugas di lapangan, termasuk Danyon, jajaran PUPR Aceh, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, serta Dinas Perhubungan Bener Meriah dan Dinas Perhubungan Aceh Tengah. Koordinasi ini difokuskan pada pengamanan jalur, pengaturan lalu lintas, dan kelancaran distribusi logistik.

Dalam rangkaian kunjungannya, Bunda Salma menyalurkan bantuan ke sejumlah posko pengungsian, yakni Posko Pengungsian Buntul di Kabupaten Bener Meriah, Posko Kampung Mandale di Kecamatan Kebayakan, serta Posko Pengungsian Toweren yang menampung warga dari empat desa di Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah.

Kehadiran Bunda Salma di tengah para pengungsi menjadi bentuk dukungan moril sekaligus penegasan bahwa pemerintah dan para pemangku kepentingan hadir mendampingi masyarakat di tengah situasi sulit akibat bencana.