Beranda blog Halaman 143

Siswi Inspiratif SMP 14 Takengon, Laila Ramadhani, Raih Apresiasi Bupati Aceh Tengah

0
Siswi Inspiratif SMP 14 Takengon, Laila Ramadhani Raih Apresiasi Bupati Aceh Tengah (Foto: Humas AT)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Sosok Laila Ramadhani, siswi kelas 12 dari SMP 14 Takengon, mencuri perhatian berkat prestasi dan kepribadiannya yang inspiratif. Ia dikenal sebagai pelajar berprestasi yang memiliki suara merdu saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, serta rutin mengkhatamkan Al-Qur’an sejak masih duduk di bangku sekolah.

Di sekolahnya, SMP 14 Takengon menerapkan aturan yang melarang siswa membawa telepon genggam. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya membentuk disiplin sekaligus menjaga fokus belajar para siswa.

Di balik prestasinya, Laila menyimpan kisah perjuangan. Ia sempat terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah beberapa bulan lalu hingga rumah keluarganya ikut terdampak. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar dan mendalami Al-Qur’an.

Kisah inspiratif Laila juga disampaikan oleh guru kelasnya, Ruhdini (59). Meski bukan anak kandung, Ruhdini dengan penuh keikhlasan rutin mengantar Laila ke sekolah sejak tinggal di Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, hingga kini menetap di Luwang, Kampung Kute Lintang.

“Saya sudah lama mengantar Laila. Orangnya sangat gigih, selalu membaca Al-Qur’an. Bakatnya luar biasa, suaranya sangat merdu. Bahkan saya belajar tajwid dan harkat darinya”, ucap Ruhdini.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut dilakukan dengan tulus meskipun jarak rumah mereka tidak searah. “Saya ikhlas mengantarkan walau berbeda tujuan rumah”, tambahnya.

Laila pun memiliki cita-cita besar. Ia ingin menjadi penghafal Al-Qur’an serta terus menorehkan prestasi di bidang pendidikan. Ia juga berharap dapat menjadi pribadi yang dimuliakan oleh Allah SWT dan meraih masa depan yang cerah.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, memberikan apresiasi atas ketekunan dan prestasi yang diraih Laila. Ia berpesan kepada para pelajar agar senantiasa menjaga akhlak dan meningkatkan kedisiplinan.

“Anak-anak harus tetap semangat. Jangan lupa shalat, gemar membaca Al-Qur’an, menghormati orang tua dan guru, disiplin, rajin, serta tidak membuka aib teman-temannya”, pesannya di hadapan siswa dan dewan guru saat kunjungan kerja ke SMP 14 Takengon, Sabtu (04/04/2026).

Bupati juga menyampaikan rasa bangganya terhadap sosok guru seperti Ruhdini yang menunjukkan ketulusan dalam mendampingi siswa.

“Luar biasa dengan keikhlasannya, ini perlu di apresiasi dan menajdi tauladan bagi guru-guru lainnya”, tutur Haili saat didampingi Bunda Guru Risnawati, S.SIT, sembari menyerahkan bingkisan berupa Al-Qur’an, sajadah, dan telekung kepada Ruhdini sebagai guru inspiratif.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Tito Karnavian Tinjau Pengungsi di Aceh Tamiang, Pastikan Percepatan Penanganan Pascabencana

0
Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung kondisi pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: DOK. Kemendagri.)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung kondisi pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (4/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan warga terdampak bencana, termasuk mereka yang masih tinggal di tenda pengungsian.

Dalam peninjauan itu, Tito berdialog dengan warga di tiga desa di Kecamatan Sekerak, yakni Lubuk Sidup, Tanjung Gelumpang, dan Sekumur. Ia menyebut jumlah pengungsi saat ini telah menurun drastis dibandingkan kondisi awal pascabencana pada akhir November 2025.

“Pemerintah ingin menyampaikan, pengungsi yang sudah tidak tinggal di tenda mendekati 100 persen. Kenapa? Kami hitung lebih kurang sekira-kira katakanlah 300 kepala keluarga (KK) lebih kurang misalnya 1.000 pengungsi ketimbang awalnya 2,1 juta jiwa. Itu sudah 99 persen lebih yang tidak lagi di tenda,” ujar Tito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Meski jumlah pengungsi tersisa relatif sedikit, Tito menegaskan pemerintah tetap memberikan perhatian penuh, khususnya bagi warga di Aceh Tamiang dan Bireuen. Untuk pengungsi di Bireuen, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap).

“Kemudian yang masuk ke daerah Sekerak ini, saya mau lihat satu per satu desa-desa yang saya sebutkan tadi dan kemudian bagaimana penyelesaiannya,” ujarnya.

Selain itu, Tito juga meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah desa, termasuk Sekumur. Ia optimistis pembangunan tersebut dapat segera rampung, meski dihadapkan pada kendala geografis seperti akses jalan terdampak longsor.

“Mudah-mudahan cuaca mendukung sehingga akhir minggu depan semua huntara di tanah masing-masing bisa dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Tito.

Pemerintah juga memastikan berbagai bantuan terus disalurkan kepada masyarakat terdampak, mulai dari kebutuhan pangan, perabot rumah tangga, hingga stimulan ekonomi. Selain itu, kebutuhan air bersih akan dipenuhi melalui pembangunan sumur bor oleh BNPB bersama Satgas PRR.

Tito turut menyoroti rencana pembangunan hunian tetap secara terpusat sesuai aspirasi masyarakat yang menginginkan relokasi dari kawasan rawan bencana.

“Tadi saya sudah dengar langsung dari masyarakat juga dari kepala desa karena tergolong daerah rawan di pinggir sungai. Karena itu, masyarakat menghendaki agar dibangunkan hunian tetap dalam bentuk kompleks,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan huntap akan dilakukan setelah ketersediaan lahan dipastikan dengan melibatkan kementerian terkait. Selama masa transisi, pemerintah menjamin kebutuhan pengungsi tetap terpenuhi melalui penyediaan huntara dan bantuan sosial berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Tito juga menyerahkan berbagai bantuan, seperti perlengkapan ibadah, sembako, peralatan dapur, serta toren air berkapasitas 2.000 liter.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tamiang, serta sejumlah pejabat terkait, termasuk Rektor IPDN Halilul Khairi dan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

100 Siswa SMAN 1 Kutacane Lolos SNBP 2026, Terbanyak Diterima di USK

0
Kepala SMA Negeri 1 Kutacane, Salihin SPd MSi. Sebanyak 100 siswa dari SMA Negeri 1 Kutacane lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. (Foto: TribunGayo)

NUKILAN.ID | KUTACANE – Sebanyak 100 siswa SMA Negeri 1 Kutacane, Aceh Tenggara, berhasil lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dikutip dari TribunGayo, lulusan terbanyak diterima di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh dengan 39 siswa, disusul Universitas Sumatera Utara (USU) sebanyak 20 siswa, serta Universitas Negeri Medan (Unimed) sebanyak 17 siswa. Selebihnya tersebar di sejumlah perguruan tinggi di Pulau Sumatera dan Jawa.

Kepala SMA Negeri 1 Kutacane, Salihin SPd MSi, mengatakan total kelulusan tahun ini mencapai 100 siswa melalui jalur SNBP.

Ia merinci, selain USK, USU, dan Unimed, siswa juga diterima di berbagai perguruan tinggi lain, di antaranya IPB Bogor 3 orang, Universitas Diponegoro (Undip) 1 orang, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) 2 orang, serta UPN Yogyakarta 1 orang.

Kemudian, UIN Ar-Raniry 4 orang, Universitas Malikussaleh 6 orang, Politeknik Negeri Lhokseumawe 1 orang, Universitas Samudra 1 orang, ISBI Aceh 1 orang, UIN Sumatera Utara 2 orang, Universitas Negeri Padang (UNP) 1 orang, serta ISBI Padang 1 orang.

Menurut Salihin, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga dukungan orang tua.

“Karena, anak didik kita lulus SNBP artinya diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi tanpa tes tertulis. Ini merupakan kebanggaan bagi kita atas prestasi tersebut, anak didik kita masuk di PTN di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Karena, SNBP ini adalah bertujuan memberi apresiasi pada siswa berprestasi dan menjaring calon mahasiswa unggul,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah kelulusan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sebelumnya, tahun 2025 sebanyak 80 siswa lulus SNBP. Artinya, peningkatan jauh dari tahun sebelumnya,” demikian kata Salihin.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dinsos Aceh Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Pengabdian

0
Dinsos Aceh Gelar Halal Bihalal Perkuat Silaturahmi dan Semangat Pengabdian (Foto: Dinsos)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Sosial Aceh menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan tausyiah sebagai upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan pasca Idulfitri 1447 Hijriah.

Kegiatan berlangsung di Mushola Darul Qur’an UPTD Panti Sosial Anak Terlantar Aneuk Nanggroe (PSATAN), Kamis (2/4/2026), dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, Kepala UPTD PSATAN Michaela Oktaviano, serta Sekretaris Dinas Sosial Aceh Chaidir. Turut hadir para pejabat struktural, mantan kepala UPTD, kepala bidang, serta seluruh pegawai di lingkungan PSATAN. Kehadiran Staf Khusus Gubernur Aceh, Aznan, turut menambah semarak kegiatan.

Dalam sambutannya, Budi Afrizal menegaskan bahwa Idulfitri tidak hanya menjadi momen saling memaafkan, tetapi juga sebagai waktu refleksi untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan sosial.

“Halal Bihalal ini menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas-tugas sosial dengan penuh keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab,” ujar Budi Afrizal.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan, agar pelayanan sosial semakin optimal dan tepat sasaran.

Kegiatan semakin bermakna dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustaz Masrul Aidi. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian sosial.

“Idulfitri adalah momentum kembali kepada fitrah. Mari kita jadikan hari-hari setelahnya sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperkuat hubungan sosial,” pesannya.

Selain itu, Kepala Dinas Sosial Aceh juga meninjau langsung sejumlah fasilitas di lingkungan PSATAN, seperti asrama putra dan putri serta Klinik Asy-Syifa. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana tetap layak dan mampu mendukung pelayanan yang optimal bagi para penerima manfaat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinas Sosial Aceh dalam menjaga kualitas layanan serta memastikan seluruh fasilitas pendukung berada dalam kondisi baik dan siap digunakan.

Suasana keakraban tampak saat seluruh peserta saling bersalaman dan bermaafan, mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Aceh berharap semangat Idulfitri dapat terus terjaga dalam setiap pengabdian, sekaligus memperkuat kolaborasi antar jajaran guna mewujudkan pelayanan sosial yang lebih responsif, inklusif, dan berdaya guna bagi masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Aceh Ditetapkan sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXIII Tahun 2028

0
Masjid Raya Baiturrahman. (Foto: instagram wisatareligiaceh)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah resmi menetapkan Provinsi Aceh sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-33 tahun 2028.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Agama, Nasaruddin Umar, pada 2 Februari 2026.

“Menetapkan Provinsi Aceh sebagai tempat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional XXXIII Tahun 2028,” demikian bunyi keputusan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Nukilan.id, MTQ Nasional 2028 akan mempertandingkan berbagai cabang, mulai dari seni baca Al-Qur’an, qira’at, tafsir, fahm, syarh, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Cabang-cabang tersebut terbagi dalam sejumlah golongan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, termasuk peserta tuna netra.

Dalam keputusan itu juga disebutkan bahwa jadwal pelaksanaan MTQ akan ditetapkan kemudian.

Penunjukan Aceh sebagai tuan rumah menjadi momentum penting dalam memperkuat peran daerah tersebut sebagai pusat syiar Islam di Indonesia. Selain itu, ajang berskala nasional ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kehadiran ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai provinsi.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Desil 8–10 Tak Lagi Ditanggung JKA, Ini Cara Cek Online Status Anda

0
Ilstrasi JKA. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mulai 1 Mei 2026, masyarakat Aceh yang masuk kategori Desil 8 hingga 10 tidak lagi mendapatkan layanan berobat gratis melalui program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang penyesuaian pembiayaan JKA, seiring tekanan fiskal daerah akibat penurunan dana Otonomi Khusus Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan bahwa pemerintah harus melakukan penyesuaian agar anggaran tetap tepat sasaran.

Dalam skema terbaru, JKA hanya menanggung masyarakat pada Desil 6 dan Desil 7. Sementara itu, warga pada Desil 8, 9, dan 10 diminta beralih ke BPJS Kesehatan mandiri. Namun, pengecualian tetap berlaku bagi pasien dengan penyakit katastropik.

Apa Itu Desil Ekonomi?

Desil merupakan pembagian tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi rumah tangga. Data ini dikelola oleh Kementerian Sosial bersama BPS, Dukcapil, dan Dinas Sosial daerah.

Penilaiannya tidak hanya berdasarkan penghasilan, tetapi juga kondisi rumah, kepemilikan aset, serta jumlah tanggungan keluarga.

Secara umum:
Desil 1–2 kategori sangat miskin dan miskin
Desil 3–4 kategori hampir miskin dan rentan
Desil 5 kategori menengah bawah
Desil 6–7 kategori menengah
Desil 8–10 kategori menengah atas hingga sangat kaya

Sebelumnya, Desil 1 hingga 5 ditanggung pemerintah pusat melalui BPJS PBI, sedangkan Desil 6 hingga 10 ditanggung Pemerintah Aceh melalui JKA. Kini, cakupan JKA dipersempit.

Cara Cek Status Desil JKA Secara Online

Untuk mengetahui apakah Anda masih ditanggung JKA atau tidak, berikut panduan yang disajikan Nukilan.id agar masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui situs resmi Pemerintah Aceh.

  1. Buka browser di HP atau komputer
  2. Kunjungi situs: https://datawarga.acehprov.go.id/
  3. Pilih menu Cek Data Anda
  4. Masukkan NIK atau nomor Kartu Keluarga
  5. Isi kode verifikasi
  6. Klik Cek Data
  7. Hasil desil dan status bantuan akan ditampilkan

Jika Anda berada di Desil 8, 9, atau 10, maka mulai 1 Mei 2026 tidak lagi ditanggung JKA dan perlu beralih ke BPJS mandiri untuk tetap mendapatkan layanan kesehatan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Aceh Alami 26 Bencana Sepanjang Maret 2026, Kebakaran Permukiman Paling Dominan

0
Ilustrasi kebakaran. (Foto: BPBA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 26 kejadian bencana melanda Aceh selama periode Maret 2026, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp14 miliar. Dari jumlah tersebut, kebakaran permukiman menjadi bencana yang paling dominan.

Dikutip Nukilan.id dari data BPBA per 31 Maret 2026 pukul 23.00 WIB, kebakaran tercatat terjadi sebanyak 12 kali dan menghanguskan 22 rumah, dengan estimasi kerugian mencapai Rp7 miliar.

Selain itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi sebanyak lima kali, membakar sekitar 12,5 hektare lahan dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp6 miliar.

Secara keseluruhan, bencana yang terjadi sepanjang Maret berdampak pada 21 kepala keluarga atau 75 jiwa yang tersebar di 31 kecamatan dan 36 desa. Tercatat sebanyak 26 orang mengungsi dan 41 rumah mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan, terutama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Pemberdayaan masyarakat atau sosialisasi kepada pelaku usaha yang terlibat perluasan lahan, kami imbau jangan membuka lahan dengan membakar hutan,” ujar Bahron.

Ia menegaskan, BPBA akan terus berupaya meminimalisir dampak bencana, baik dari sisi kerusakan maupun korban. Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Lebih lanjut, Bahron menyampaikan bahwa pihaknya bersama pemerintah dan masyarakat akan terus memperkuat mitigasi bencana agar jumlah kejadian dapat ditekan dari tahun ke tahun.

“Kami terus berupaya agar BPBA bersama semua unsur Pemerintahan dan Masyarakat Aceh terus berupaya dalam peningkatan mitigasi bencana agar jumlah kejadian bencana dapat terus turun dari tahun ke tahun,” katanya.

Ia juga berharap ke depan akan terwujud langkah pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif, mulai dari proses kajian, perencanaan, hingga aksi di lapangan, guna menciptakan komunitas yang mampu mengelola lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana.

Data ini bersumber dari BPBA melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA per 2 April 2026. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

140 Siswa Madrasah di Aceh Besar Lolos SNBP 2026, Tembus UI hingga IPB

0
Ilustrasi SNBP)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 140 siswa madrasah di Kabupaten Aceh Besar, baik negeri maupun swasta, dinyatakan lulus ke perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H Saifuddin SE, menyebut capaian tersebut sebagai prestasi membanggakan yang lahir dari kerja keras siswa, dukungan guru, serta pembinaan berkelanjutan di madrasah.

“Kami ucapakan selamat atas prestasinya. Keberhasilan ini tidak terlepas dari motivasi belajar yang tinggi serta kerja keras para siswa selama ini,” kata Yahwa, sapaan akrab Saifuddin, Jumat (3/4/2025).

Dari total 140 siswa, Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ruhul Islam Anak Bangsa menjadi penyumbang terbanyak dengan 54 siswa. Disusul MAN 4 Aceh Besar sebanyak 17 siswa, MAN 3 Aceh Besar 12 siswa, dan MAS Insan Qurani 10 siswa.

Selanjutnya, MAN 1 Aceh Besar meluluskan 8 siswa. MAS Darul Ihsan, MAS Oemar Dyan, MAS Al Manar, dan MAS Mutaallimin masing-masing menyumbang 7 siswa. MAN 5 Aceh Besar dan MAS Asaasunnajah masing-masing 3 siswa, MAN 6 Aceh Besar dan MAS Imam Syafi’i masing-masing 2 siswa, serta MAS Daruzzahidin dengan 1 siswa.

Para siswa tersebut diterima di berbagai program studi, mulai dari agribisnis, kedokteran, matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA), ilmu komunikasi, teknik perminyakan, psikologi, arsitektur, ekonomi, teknik pertambangan, teknik sipil, hingga sastra asing.

Sejumlah perguruan tinggi yang menjadi tujuan di antaranya Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Syiah Kuala, UIN Ar Raniry, Universitas Sumatera Utara, Universitas Malikussaleh, Universitas Teuku Umar, serta UIN Syarif Hidayatullah.

Yahwa menambahkan, Kementerian Agama Aceh Besar terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan madrasah melalui penguatan kompetensi guru, pembinaan akademik siswa, serta penyediaan sarana dan prasarana.

Selain itu, madrasah juga didorong untuk memperkuat budaya prestasi dan inovasi dalam pembelajaran.

“Kami akan terus melakukan pembinaan berkelanjutan agar madrasah semakin unggul, baik sisi akademik maupun karakter. Ini bagian dari komitmen kami mencetak generasi yang kompetitif dan berdaya saing,” katanya.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi sekaligus menegaskan bahwa madrasah mampu menjadi pilihan utama dalam menempuh pendidikan berkualitas.

“Madrasah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BPBD Simeulue Turunkan Tim Bantu Warga Terdampak Banjir di Sejumlah Kecamatan

0
Rumah terendam banjir di Kabupaten Simeuleu, Aceh, Jumat (3/4/2026). (FOTO: BPBD Simeulue)

NUKILAN.ID | SINABANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue, Aceh, mengerahkan tim untuk membantu warga terdampak banjir yang merendam sejumlah desa di wilayah kepulauan tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Simeulue, T. Ridwan, mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu selama dua hari terakhir.

“Tim BPBD sudah dikerahkan ke lokasi banjir membantu warga terdampak bencana. Laporan sementara, sebanyak lima desa dilanda banjir menyusul hujan lebat disertai angin kencang,” katanya, Jumat (3/4/2026).

Sejumlah wilayah terdampak banjir berada di Kecamatan Simeulue Timur, meliputi Desa Air Dingin, Desa Suka Jaya, Desa Suak Buluh, dan Desa Ameria Bahagia. Selain itu, banjir juga melanda Desa Nancawa di Kecamatan Teupah Tengah serta Desa Luan Balu di Kecamatan Teluk Dalam.

“Banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan di daerah tersebut. Hingga saat ini belum ada pengungsian dari wilayah terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai betis orang dewasa. BPBD juga menyiagakan di lokasi banjir,” ujarnya.

Selain banjir, bencana tanah longsor turut terjadi di beberapa titik. Bahkan, satu jembatan putus dan satu jembatan rangka baja di Kecamatan Salang dilaporkan terancam putus akibat terjangan banjir.

“Jembatan putus dibuat jembatan darurat. Belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Sedangkan kerugian materi masih dalam pendataan,” kata T. Ridwan.

BPBD Simeulue juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan peringatan dini BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana serta pesisir pantai dan pegunungan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menyusul cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan,” kata T. Ridwan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kemenag Aceh Terapkan WFH untuk Efisiensi, Layanan Publik Dipastikan Tetap Optimal

0
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran. Kebijakan ini mengacu pada edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) serta Sekretaris Jenderal Kementerian Agama.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi, mengatakan bahwa skema WFH bukan hal baru. Kebijakan tersebut sebelumnya telah diterapkan saat pandemi Covid-19 dan terbukti mampu menjaga produktivitas aparatur sipil negara (ASN).

“WFH ini bukan libur, tetapi perpindahan tempat kerja dari kantor ke rumah masing-masing,” ujarnya, Kamis, 2 April 2026.

Azhari menegaskan, seluruh ASN tetap wajib menjalankan tugas dan fungsi secara optimal dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu, kebijakan ini juga mengatur pembatasan perjalanan dinas, khususnya pada hari Jumat, sebagai bagian dari langkah penghematan anggaran.

Ia memastikan, seluruh pegawai Kemenag Aceh tetap bekerja dari rumah dan harus siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk tugas kedinasan. Perangkat komunikasi pun diwajibkan selalu aktif guna mendukung koordinasi yang efektif.

“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan dengan baik. Ini yang menjadi prioritas utama. Nanti kita menetapkan PIC perbidang untuk selalu siap jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan segera,” tutup Azhari.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News