Beranda blog Halaman 141

Dinkes Aceh Kembali Berangkatkan Tim EMT Terpadu Tahap IV untuk Daerah Terdampak Bencana

0
Foto Bersama Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Tahap IV untuk memperkuat layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana di sejumlah daerah di Aceh. Pelepasan tim berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Aceh, Senin (22/12/2025). (Foto: Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh kembali memberangkatkan Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Tahap IV guna memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh. Pelepasan tim tersebut berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Aceh, Senin (22/12/2025).

Pada tahap ini, Tim EMT Terpadu akan bertugas hingga 25 Desember 2025 dan disebar ke sembilan kabupaten/kota, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Kota Lhokseumawe, Nagan Raya, serta Kabupaten Bener Meriah.

Sebanyak 34 tim diberangkatkan pada EMT Terpadu Tahap IV. Jumlah ini bertambah satu tim dibandingkan pekan sebelumnya, seiring adanya penambahan personel yang akan ditugaskan di wilayah perbatasan Kabupaten Bener Meriah. Tim EMT Terpadu terdiri atas dokter, perawat, bidan, apoteker, serta tenaga kesehatan dari berbagai subklaster penanggulangan bencana.

Keberangkatan EMT Terpadu Tahap IV sekaligus menggantikan tim tahap III yang telah menyelesaikan tugas selama lima hari. Selain memberikan pelayanan kesehatan secara langsung, tim ini juga berperan dalam menyiapkan masa transisi layanan kesehatan, yang selanjutnya akan dilanjutkan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.

Perwakilan Dinas Kesehatan Aceh, dr. Rais Husni Mubarrak, menyampaikan harapannya agar keberadaan Tim EMT Terpadu Tahap IV dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kami berharap tim yang bertugas dapat bekerja dengan baik di lapangan dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat terdampak. Ke depan, Dinas Kesehatan Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pelayanan kesehatan kebencanaan,” ujar dr. Rais Husni Mubarrak.

Badak-19 Salurkan Bantuan ke Pelosok Aceh Tamiang

0
Relawan tim Badak-19 saat menyalurkan donasi di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Minggu 21 Desember 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Aceh Tamiang – Relawan komunitas jurnalis peduli lingkungan, Badak-19, menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025). Penyaluran dilakukan ke daerah-daerah yang masih minim mendapatkan distribusi logistik.

Koordinator Badak-19, Mirza Inanda Putra, mengatakan timnya bekerja ekstra keras memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami menggunakan satu sepeda motor untuk mencari kampung-kampung di wilayah pelosok supaya bantuan tepat sasaran,” ujarnya kepada Nukilan.

Tim sempat menyisir wilayah Lintang Bawah, namun setelah pengecekan, bantuan di area tersebut sudah cukup merata. Penelusuran terus dilakukan meski menghadapi kendala jaringan komunikasi terputus, akses jalan sempit berlumpur, serta kemacetan panjang yang menghambat distribusi.

Sekitar pukul 17.00 WIB, tim menerima informasi bahwa Kampung Durian, Kecamatan Rantau, masih minim bantuan. Badak-19 bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Kondisi kampung dilaporkan cukup parah dengan jalur masuk sempit dan berlumpur.

“Mengingat waktu sudah menjelang magrib, tim langsung bergerak cepat menurunkan logistik. Puluhan warga sudah menunggu bantuan di lokasi. Alhamdulillah bantuan tersalurkan tepat sasaran, warga sangat senang dan berulang kali menyampaikan terima kasih,” kata Mirza.

Bantuan yang disalurkan berupa paket logistik terdiri dari beras, obat-obatan, mie instan, air mineral, popok bayi, serta pakaian layak pakai.

Warga Kampung Durian, Hendra Syahputra atau yang akrab disapa Pak Guru, menyampaikan terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan.

“Kami sangat berterima kasih karena selain bantuan kebutuhan pokok, juga ada obat-obatan dan Al-Qur’an. Ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit seperti sekarang,” ujarnya.

Usai penyaluran di Kampung Durian, tim bergerak ke satu titik lain tidak jauh dari lokasi tersebut sebelum kembali ke posko sekitar pukul 21.00 WIB.

Pada Senin (22/12/2025), tim kembali menyalurkan bantuan tahap kedua di Gampong Meudang Ara dan Desa Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, kemudian beranjak ke Kecamatan Tualang Cut.

“Selain sejumlah titik di Tamiang, kami juga menyalurkan di Kota Langsa dan Lhoksukon, Aceh Utara,” ujar pria asal Aceh Besar ini.

Sementara itu, Humas Badak-19, Ikhsan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan dan donatur yang berpartisipasi.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua tim relawan yang bekerja tanpa lelah serta para donatur yang telah mempercayakan Badak-19 untuk menyalurkan bantuan. Semoga segala kebaikan ini bernilai ibadah dan membawa manfaat bagi para korban bencana,” ujarnya.

Badak-19 merupakan komunitas yang terdiri dari para jurnalis yang peduli terhadap isu lingkungan.

Reporter: Rezi

Wali Nanggroe Sebut Bencana Hidrometeorologi di Aceh Sebagai Tsunami Kedua, Peringatan Serius Kerusakan Lingkungan

0
Wali Nanggroe Aceh, Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wali Nanggroe Aceh, Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, menyebut bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sebagai “tsunami kedua bagi Aceh”, sebuah peringatan ekologis yang lahir dari kerusakan hutan dan lemahnya tata kelola lingkungan.

“Tsunami pertama air laut naik dan tidak membawa material. Tsunami kedua, air turun dari daratan dan membawa kayu-kayu. Ini pelajaran besar bagi kita semua. Hutan jangan ditebang, dan jangan terlalu banyak menanam sawit,” ujarnya saat menyerahkan 15 ton bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025).

Ia menegaskan bahwa keberadaan hutan Aceh bukan hanya persoalan daerah, tetapi menyangkut kepentingan lintas generasi karena berfungsi sebagai penyangga kehidupan, iklim, dan keanekaragaman hayati.

Dalam konteks pemulihan pascabencana, Wali Nanggroe menekankan bahwa pembangunan Aceh tidak boleh berhenti pada aspek fisik semata, melainkan harus disertai langkah-langkah ekologis strategis, seperti rehabilitasi hutan di wilayah hulu dan daerah aliran sungai (DAS), perlindungan hukum terhadap hutan alam yang tersisa, pemulihan koridor satwa liar, perlindungan spesies endemik dan terancam punah, serta penegakan hukum lingkungan yang konsisten dan transparan.

“Aceh bisa maju tanpa menghancurkan hutannya. Investasi industri hijau dan pembangunan berkelanjutan adalah masa depan Aceh,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu bersama Pemerintah Aceh dalam menghadapi dampak bencana, baik dari sisi kemanusiaan maupun lingkungan.

“Kita harus berdiri bersama, saling membantu dan saling mendoakan, agar para pemimpin kita dikuatkan dalam memimpin Aceh keluar dari ujian ini,” kata Wali Nanggroe.

Selain itu, Wali Nanggroe memastikan akan mengawal komitmen Pemerintah Pusat terkait pemulihan pascabencana, termasuk janji Presiden Republik Indonesia untuk membangun kembali rumah warga, jalan, dan fasilitas umum yang rusak. Ia menegaskan seluruh proses rekonstruksi harus dilakukan secara tangguh bencana, ramah lingkungan, dan berpihak pada masa depan Aceh.

Berdasarkan pantauan Nukilan.id, kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhullah atau Dek Fadh, serta Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris. Kegiatan itu juga dihadiri Staf Khusus Wali Nanggroe, Dr. Muhammad Raviq, serta Khatibul Wali, Abdullah Hasbullah, yang turut terjun langsung ke lokasi terdampak bencana. (XRQ)

Reporter: Akil

Ketua Umum PAS Laporkan Akun TikTok ke Bareskrim atas Dugaan Penghinaan terhadap Orang Aceh

0
Ketua Umum PAS Laporkan Akun TikTok ke Bareskrim atas Dugaan Penghinaan terhadap Orang Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil, secara resmi melaporkan akun TikTok @/Widiadagelanpolitik_real ke Bareskrim Mabes Polri, Senin (21/12/2025).

Laporan tersebut diajukan atas dugaan penghinaan dan ujaran kebencian terhadap masyarakat Aceh yang disampaikan melalui sejumlah video pendek.

Amatan Nukilan.id dalam unggahannya, pemilik akun tersebut diduga melontarkan pernyataan bernada kebencian dengan menyebut masyarakat Aceh sebagai “tidak tahu diri”, “tidak tahu terima kasih”, “mendingan kalian (orang Aceh) itu mati”, serta berbagai ujaran lain yang dinilai merendahkan martabat orang Aceh.

Akhyar Kamil menyampaikan bahwa langkah hukum ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada seluruh masyarakat Aceh, baik yang berada di Tanah Rencong maupun yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Akhyar, Aceh adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memiliki sejarah panjang, identitas yang kuat, serta kontribusi besar bagi bangsa. Karena itu, ia menilai tidak pantas jika Aceh dijadikan sasaran narasi yang merendahkan dan melukai perasaan kolektif masyarakatnya.

Dalam proses pelaporan tersebut, Akhyar didampingi oleh 16 pengacara yang tergabung dalam Tim Advokasi Persaudaraan Aceh Seranto. Pendampingan hukum itu dilakukan berdasarkan surat kuasa khusus yang memberikan kewenangan penuh kepada tim advokat untuk mewakili kepentingan hukum PAS, mulai dari pembuatan laporan, pendampingan pemeriksaan, hingga proses hukum lanjutan sesuai peraturan perundang-undangan.

Akhyar menegaskan bahwa pelaporan ini tidak dilatarbelakangi kepentingan pribadi ataupun upaya mencari perhatian. Ia menyatakan bahwa langkah hukum ditempuh semata-mata demi kemaslahatan Aceh serta menjaga nama baik masyarakat Aceh dari konten, ujaran, atau narasi yang dinilai melukai perasaan kolektif rakyat Aceh.

“Setiap bentuk penghinaan terhadap Aceh tidak boleh dibiarkan tanpa respons, agar tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari,” tegasnya.

Sementara itu, Pengacara Senior J Kamal Farza yang tergabung dalam tim advokasi menjelaskan bahwa secara universal hukum sangat menjunjung tinggi martabat manusia. Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang merendahkan martabat tersebut, terlebih dengan menyebarkan kebencian di ruang publik. (XRQ)

Reporter: Akil

HA IPB Aceh Optimistis Kepemimpinan Fauzi Amro–Anggawira Perkuat Peran Alumni

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Aceh menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terpilihnya Fauzi Amro sebagai Ketua Umum serta Anggawira sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) HA IPB.

Ketua HA IPB Aceh, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, menyatakan keyakinannya bahwa kepemimpinan baru tersebut akan membawa HA IPB semakin solid dan progresif, sekaligus mampu menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi alumni dan pembangunan nasional.

“HA IPB Aceh berharap kepengurusan baru dapat memperkuat kolaborasi antaralumni di seluruh daerah, mendorong lahirnya program-program strategis, serta menghadirkan peran nyata alumni IPB dalam menjawab tantangan pembangunan,” ujar Prof. Agussabti.

Wakil Rektor Universitas I Universitas Syiah Kuala itu menambahkan, kepemimpinan Fauzi Amro dan Anggawira di DPP HA IPB diharapkan mampu menjadi motor penggerak sinergi keilmuan, kewirausahaan, dan pengabdian alumni IPB, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Alumni IPB di Aceh siap bersinergi dan mendukung penuh langkah-langkah DPP HA IPB ke depan demi kemajuan organisasi, alumni, dan pengabdian kepada masyarakat”, tutup Prof. Agussabti.

BEM FISIP USK Kirim 10 Ton Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Utara

0
BEM FISIP USK Kirim 10 Ton Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Utara. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (BEM FISIP USK) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Bantuan seberat sekitar 10 ton tersebut dikirim menggunakan satu unit truk. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa FISIP USK dalam mendukung percepatan penanganan serta pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

Ketua BEM FISIP USK, Nabiel Azzam, mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan wujud kepedulian dan solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat Aceh yang tengah dilanda musibah.

“Bantuan ini kami upayakan agar benar-benar menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi terdampak banjir dan longsor. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Nabiel Azzam, Minggu (21/12/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Nabiel di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan yang berlangsung di Gampong Leubok Mane, Kabupaten Aceh Utara.

Nabiel menambahkan, hingga saat ini total bantuan yang berhasil dihimpun dan disalurkan oleh BEM FISIP USK untuk penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh mencapai sekitar 10 ton. Bantuan tersebut berasal dari dukungan Rumah Amal USK serta donasi dari berbagai pihak, dan disalurkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP USK, Maimun, S.Pd., M.A., mengapresiasi respons cepat dan kepedulian mahasiswa FISIP USK dalam membantu korban bencana di sejumlah wilayah Aceh.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan kerja kolektif mahasiswa melalui BEM FISIP USK yang telah menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi. Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Maimun.

Ia berharap aksi kemanusiaan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi budaya positif di lingkungan FISIP USK.

“Semoga bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat terdampak, serta menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa untuk terus hadir dan peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya,” tambahnya.

Aktivitas Warga Aceh Tamiang Mulai Pulih Pascabanjir Bandang

0
Suasana terkini di Pasar Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025). (Dokumentasi Badan Komunikasi Pemerintah)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Kehidupan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, perlahan mulai kembali berjalan setelah sempat terhenti akibat banjir bandang yang terjadi pada November lalu. Sejumlah aktivitas ekonomi warga terlihat kembali bergeliat, terutama di pusat-pusat keramaian.

Pantauan di Pasar Sungai Liput pada Minggu (21/12/2025) menunjukkan warga sudah mulai beraktivitas dan melakukan transaksi jual beli. Di bagian depan pasar, sejumlah pedagang tampak membuka lapak dan menjajakan kebutuhan pokok, sayur-mayur, hingga bahan bakar eceran.

Meski demikian, kondisi pasar belum sepenuhnya kembali normal. Beberapa sudut masih terlihat belum aktif seperti sediakala. Sejumlah warga juga terlihat memutar musik melalui pengeras suara, menandakan pasokan listrik sudah kembali dapat diakses masyarakat.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas di pasar, arus lalu lintas di ruas jalan provinsi di kawasan tersebut terpantau cukup padat. Kemacetan pun sempat terjadi dalam antrean panjang kendaraan. Namun, kondisi berbeda terlihat di sejumlah SPBU yang sebelumnya dipadati antrean panjang saat awal bencana. Kini, antrean pembelian BBM terpantau lebih kondusif dan hanya sekitar belasan kendaraan.

Di sepanjang jalur dari Deli Serdang, Sumatra Utara, menuju Aceh Tamiang, kendaraan yang membawa bantuan kemanusiaan masih terus melintas. Mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga sementara dialihfungsikan untuk mengangkut logistik bantuan.

Selain itu, truk milik BPBD Binjai terlihat mengangkut relawan serta bantuan obat-obatan yang berasal dari masyarakat dan PMI Kota Binjai, Sumatra Utara. Upaya pemulihan juga menyasar fasilitas pendidikan yang terdampak banjir. Beberapa sekolah mulai dibersihkan dengan bantuan aparat.

“Alhamdulillah hari ini dibantu petugas Brimob untuk membersihkan sekolah,” kata Kepala SMP Swasta Islam Kualasimpang Ernaningsih, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah.

Pemerintah Aceh Berangkatkan 60 Relawan Pilar Sosial Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang

0
Pemerintah Aceh Berangkatkan 60 Relawan Pilar Sosial Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh melepas sebanyak 60 relawan Pilar-Pilar Sosial untuk terjun langsung membantu penanganan korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (20/12/2025).

Pelepasan relawan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M., didampingi Ketua Posko Pilar-Pilar Kesejahteraan Sosial Aceh Safwan, S.Ag., M.M.; Ketua Relawan Aceh Posko Tanggap Darurat Hidrometeorologi Aceh yang juga Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Aceh Hasan Bangka; serta Ketua Karang Taruna Aceh Ismet, S.T., M.M. Kegiatan berlangsung di Posko Pilar-Pilar Sosial Dinas Sosial Aceh, Jalan Teuku Chik Kuta Karang Nomor 8, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Dalam arahannya, Chaidir menyampaikan bahwa relawan Pilar-Pilar Sosial memiliki peran penting dalam mempercepat penanganan dampak banjir di daerah terdampak. Para relawan diharapkan dapat membantu pelayanan sosial, distribusi bantuan logistik, serta bergotong royong bersama masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Relawan Pilar-Pilar Sosial adalah kekuatan sosial yang sangat strategis. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, membantu dengan tulus, dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam misi kemanusiaan,” ujar Chaidir.

Ia juga mengingatkan para relawan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan keselamatan, serta menjunjung tinggi nilai empati dan solidaritas. Selain itu, relawan diminta untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan petugas posko agar penyaluran bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sebanyak 60 relawan yang diberangkatkan berasal dari unsur Karang Taruna dan pekerja sosial. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik pengungsian serta wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, sesuai dengan kebutuhan lapangan yang telah dipetakan oleh Dinas Sosial Aceh.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan berbagai elemen masyarakat dan relawan kebencanaan secara swadaya. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari semangat gotong royong untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan meringankan beban warga terdampak.

Rakit Darurat yang Dinaiki Wagub Aceh Terbalik Saat Meninjau Lokasi Banjir

0
Wakil Gubernur Aceh Fadhullah bersama sejumlah rombongan menaiki rakit darurat saat menyeberang di wilayah Pameu Aceh Tengah yang masih terisolir jalur darat. Rakit yang ditumpangi Wagub Aceh terbalik (Foto: Dok untuk RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, mengalami insiden saat meninjau wilayah terdampak banjir di Pameu, Kabupaten Aceh Tengah. Rakit darurat yang ditumpanginya terbalik ketika rombongan menyeberangi sungai, Minggu (21/12/2025).

Insiden tersebut terjadi saat Fadhullah bersama rombongan, termasuk General Manager PLN, harus menempuh jalur alternatif akibat akses jalan utama rusak parah akibat banjir dan longsor. Karena jalur darat belum dapat dilalui kendaraan, penyeberangan sungai dilakukan menggunakan rakit darurat.

Rakit yang terbuat dari kayu dan beberapa drum itu kehilangan keseimbangan saat proses penyeberangan berlangsung. Akibatnya, Wakil Gubernur Aceh beserta rombongan terjatuh ke sungai.

Petugas TNI bersama warga setempat segera melakukan upaya penyelamatan. Seluruh rombongan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam peristiwa tersebut.

Dalam sebuah video yang beredar, Fadhullah menjelaskan kronologi terbaliknya rakit darurat yang ia tumpangi.

“Jalurnya memang cukup parah sehingga harus melewati sungai, namun karena beberapa orang yang naik namun tidak seimbang sehingga terbalik,” ungkap Fadhullah.

Kejadian ini berlangsung di sela kunjungan kerja Wakil Gubernur Aceh ke Aceh Tengah untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Wakil Gubernur Aceh Dampingi Wali Nanggroe Serahkan 15 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

0
Wakil Gubernur Aceh Fadhullah atau yang dikenal sebagai Dek Fadh mendampingi Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, dalam penyerahan 15 ton bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Wakil Gubernur Aceh Fadhullah atau yang dikenal sebagai Dek Fadh mendampingi Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, dalam penyerahan 15 ton bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025).

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang serta Ketua DPRK Aceh Tamiang, dengan disaksikan oleh Wakil Gubernur Aceh.

Kehadiran Dek Fadh dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh dalam mendampingi upaya pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Pemerintah Aceh bersama Wali Nanggroe memastikan bantuan logistik tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Amatan Nukilan.id, kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, yang turut terjun langsung ke lokasi, menjelaskan bahwa logistik bantuan itu merupakan hasil penggalangan dari berbagai pihak, antara lain Sekretariat Wali Nanggroe, Majelis Syura Wali Nanggroe, komunitas Hakka Aceh, serta pimpinan Rumah Sakit Putri Bidadari. Total bantuan yang terkumpul mencapai 15 ton.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Staf Khusus Wali Nanggroe, Dr. Muhammad Raviq, serta Khatibul Wali, Abdullah Hasbullah.

Dalam kesempatan itu, Wali Nanggroe Aceh menyampaikan sikap tegas agar seluruh bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh dapat masuk tanpa hambatan. Ia juga menekankan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti hanya pada pembangunan fisik, melainkan harus berjalan seiring dengan pemulihan ekosistem dan perlindungan lingkungan hidup.

“Dengan bencana ini, kita orang Aceh harus bersabar dan kuat. Kita harus membangun negeri kita sendiri. Saya tidak akan tinggal diam. Banyak negara ingin membantu, tetapi belum sepenuhnya bisa masuk. Saya akan terus mencari jalan agar semua bantuan itu dapat masuk,” tegas Wali Nanggroe. (XRQ)

Reporter: Akil