Beranda blog Halaman 141

Banjir Rendam Jalur Weh Porak, Akses Bireuen–Takengon Lumpuh Total

0
Jalur Akses Bireuen–Takengon Lumpuh Total Terendam Banjir. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bener Meriah sejak Minggu sore menyebabkan banjir merendam ruas jalan di kawasan Weh Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Luapan air sungai yang diduga akibat gorong-gorong tersumbat menutup badan jalan dan membuat arus lalu lintas lumpuh total.

Genangan air yang cukup tinggi membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak berani melintas. Sejumlah pengendara terpaksa memutar balik karena khawatir terseret arus.

“Luapan air sungainya cukup parah, menutup badan jalan, sangat berisiko kalau dipaksa lewat,” ujar Mahdi, seorang pengendara yang hendak menuju Banda Aceh.

Ia mengaku akhirnya membatalkan perjalanan dan kembali ke arah Takengon. Mahdi menyebut jalur Weh Porak saat ini menjadi satu-satunya akses alternatif menuju wilayah Aceh Tengah.

Pasalnya, Jembatan Enang-Enang di ruas jalan nasional masih belum dapat dilintasi sejak rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu. Sementara itu, jalur lain melalui eks KKA di Aceh Utara juga dalam kondisi rusak parah.

Terputusnya akses jalan ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi hasil pertanian terhambat, mobilitas warga terganggu, hingga sektor pariwisata ikut terdampak.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar jalur penghubung kembali normal.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bener Meriah menyatakan telah menurunkan alat berat ke lokasi untuk menangani luapan air. Proses penanganan masih berlangsung, namun arus lalu lintas hingga kini belum dapat dilalui.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu banjir maupun longsor di sejumlah titik.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Enam Muara Baru Muncul Pascabanjir di Aceh Utara, Warga Minta Pemerintah Segera Reklamasi

0
Anak-anak bermain di muara baru muncul pascabanjir di Desa Keude Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Minggu (5/4/2026)(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Sebanyak enam muara baru muncul pascabanjir yang melanda Desa Keude Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Kawasan yang sebelumnya merupakan permukiman warga itu kini berubah menjadi teluk menyerupai muara laut hingga memutus badan jalan.

Mengutip Kompas.com, anggota Tuha Peut Desa Keude Bungkah, Rizki Amal, mengatakan wilayah pesisir tersebut berbatasan langsung dengan laut. Saat banjir pada 26 November 2025, air sungai meluap bersamaan dengan air laut, sehingga menyebabkan kerusakan parah.

Akibatnya, ratusan rumah warga hancur dan sebagian wilayah berubah menjadi muara baru. Kondisi ini juga berdampak pada akses jalan antar dusun yang sempat terputus.

“Badan jalan antar dusun sudah kami perbaiki swadaya. Jika tidak diperbaiki, maka akan ada dusun yang terisolasi,” sebut Rizki, Minggu (5/4/2026).

Namun, hingga kini muara baru tersebut belum direklamasi oleh pemerintah. Rizki menilai upaya penimbunan secara mandiri oleh warga sangat sulit dilakukan karena membutuhkan biaya besar.

“Biayanya mahal sekali. Untuk mesin kita sewa yang kecil saja butuh Rp 1,8 juta per hari. Sudah ada warga yang mencoba menimbun dengan tanah, hasilnya sama sekali tidak memuaskan, ratusan truk tanah amblas lagi,” kata Rizki.

Ia berharap pemerintah dapat turun tangan untuk menimbun kembali muara tersebut agar lahan bisa dimanfaatkan kembali oleh warga.

“Kalau pun tidak boleh dijadikan pemukiman lagi karena dianggap zona rawan bencana, minimal warga bisa berkebun di lahan mereka sendiri. Tidak seperti sekarang, lahan itu menjadi muara laut,” ujarnya.

Harapan serupa juga disampaikan Amiruddin, salah satu warga yang rumahnya hancur akibat banjir. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret.

“Kami harap pemerintah menimbun kembali muara ini, agar tanahnya masih bisa kami gunakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bungkah, Muhammad, menyebutkan seluruh data kerusakan akibat banjir telah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Ia mengatakan kawasan yang berubah menjadi muara kini telah masuk dalam zona merah.

“Dilarang membangun rumah atau bangunan lagi di zona merah. Kalau menggubahnya kembali ke tanah warga layaknya sebelum banjir dibolehkan. Hanya saja, kapan diperbaiki pemerintah, ya menunggu kapan anggarannya tersedia,” ujar Muhammad.

Menurutnya, upaya mengembalikan muara menjadi lahan daratan sangat bergantung pada intervensi pemerintah karena kedalaman muara yang cukup tinggi.

“Secara teknis menimbun pasir dan tanah agar bisa kembali ke tanah yang bisa digunakan. Tapi itu hanya mampu dilakukan pemerintah, kalau warga pasti tidak mampu. Karena sangat dalam muaranya,” ujarnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bupati Aceh Timur Minta Camat Percepat Pendataan UMKM Terdampak Banjir

0
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menginstruksikan seluruh camat untuk segera melakukan pendataan ulang terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak banjir.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi tertanggal 31 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh nomor 500.3.3/263 terkait kebutuhan data valid UMKM terdampak banjir.

Al-Farlaky menegaskan bahwa proses pendataan harus dilakukan secara cepat, akurat, dan menyeluruh. Hal itu penting agar pemerintah memiliki basis data yang kuat dalam menyalurkan bantuan serta merancang program pemulihan ekonomi yang tepat sasaran.

“Data ini sangat penting sebagai dasar bagi pemerintah. Kita ingin memastikan setiap pelaku UMKM yang terdampak benar-benar terdata dan mendapatkan perhatian,” ungkap Al-Farlaky dilansir dari infopublik.id pada Minggu, 5 April 2026.

Dalam instruksi tersebut, para camat diminta untuk menyerahkan data kepada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Timur paling lambat 9 April 2026. Data disampaikan dalam bentuk hardcopy dan softcopy sesuai format yang telah ditentukan.

Untuk mendukung kelancaran proses di lapangan, pemerintah daerah juga menunjuk narahubung guna mempermudah koordinasi selama pengumpulan data berlangsung.

Bupati berharap seluruh jajaran kecamatan dapat bekerja maksimal, mengingat sektor UMKM menjadi salah satu yang paling terdampak saat bencana terjadi.

“Ini bagian dari upaya kita mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Saya minta seluruh camat serius dan bergerak cepat,” tandasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemkab Aceh Besar Apresiasi Peresmian Foodcourt UMKM CSR Pertamina di Meunasah Mon

0
Pemkab Aceh Besar Apresiasi Peresmian Foodcourt UMKM CSR Pertamina di Meunasah Mon. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.ID | JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengapresiasi peresmian program CSR UMKM berupa foodcourt di Gampong Meunasah Mon, Kecamatan Mesjid Raya, yang digagas oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Krueng Raya.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Drs. Sulaimi, M.Si, pada Jumat (3/4/2026) malam.

Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyediaan fasilitas usaha bagi pelaku UMKM setempat.

Dalam sambutannya, Sulaimi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pertamina dalam mendukung pengembangan UMKM di Aceh Besar. Ia menilai program tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta visi pembangunan daerah.

“Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan seperti ini. Apa yang kita saksikan malam ini merupakan hasil dari kebersamaan, kekompakan, dan sinergi yang terjalin antara Pertamina dan masyarakat Gampong Meunasah Mon,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk yang dijual, mulai dari kehalalan bahan, kebersihan proses, hingga pelayanan kepada pengunjung. Menurutnya, keberadaan foodcourt ini berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjadi destinasi kuliner baru.

“Ke depan, bukan hanya warga Meunasah Mon yang menikmati, tetapi juga masyarakat dari Banda Aceh yang berkunjung ke kawasan wisata seperti Ujong Batee, Lamreh, hingga Laweung dapat singgah dan menikmati kuliner di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Krueng Raya, Danang Agung Saputra, menjelaskan bahwa program ini merupakan komitmen perusahaan dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.

Ia menyebutkan, sebanyak 28 kepala keluarga menjadi penerima manfaat dengan dukungan 15 kios usaha. Selain itu, para pelaku UMKM juga memperoleh bantuan modal sebesar Rp500 ribu per orang, pelatihan memasak, serta pelatihan pelayanan yang menghadirkan chef profesional.

“Program ini juga merupakan pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif selama puluhan tahun. Alhamdulillah, kini dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Danang menambahkan, fasilitas foodcourt juga dilengkapi dengan akses Wi-Fi untuk mendukung kreativitas dan pemanfaatan teknologi oleh generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agustina Mandayati, berharap program ini mampu membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Kami berharap ke depan UMKM di Krueng Raya mampu bersaing dengan pelaku usaha di Banda Aceh dan daerah lainnya. Yang terpenting adalah menjaga keberlanjutan program ini agar dapat terus berkembang dan mandiri secara finansial,” ujarnya.

Salah satu penerima manfaat, Rika, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan tempat usaha dan tambahan penghasilan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina atas bantuan ini. Dengan adanya foodcourt ini, kami jadi punya tempat usaha yang layak dan kesempatan untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Rika.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dan mengembangkan usaha ini agar bisa maju dan menjadi kebanggaan Gampong Meunasah Mon,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sales Branch Manager PT Pertamina Regional Aceh Ferdi Fajrian A, unsur Forkopimcam Mesjid Raya, Danpos AL Malahayati, serta masyarakat setempat.

Peresmian ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat di Gampong Meunasah Mon, sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kunjungan Wisman ke Aceh Turun pada Februari 2026

0
wisman
Ilustrasi Kunjungan Wisman ke Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh pada Februari 2026 mengalami penurunan signifikan. Total kunjungan tercatat sebanyak 2.716 orang atau turun 25,91 persen dibandingkan Januari 2026.

Secara tahunan, angka tersebut juga menurun sebesar 29,36 persen dibandingkan Februari 2025.

“Turun 25,91 persen dibandingkan Januari 2026,” kata Plh. Kepala BPS Provinsi Aceh, Tasdik Ilhamudin dikutip Nukilan.id melalui kanal YouTube BPS Aceh.

Tasdik menjelaskan, pemantauan kunjungan wisman dilakukan melalui dua pintu masuk utama, yakni Bandara Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.

Selain kunjungan wisman, indikator lain di sektor pariwisata, yakni Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, menunjukkan tren yang bervariasi. TPK hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 21,63 persen, meningkat 2,32 persen poin dibandingkan Januari 2026, namun turun 2,69 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“TPK hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 21,63 persen, naik 2,32 persen poin dibandingkan Januari 2026, namun turun 2,69 persen poin dibandingkan Februari 2025,” ujar Tasdik.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang pada Februari 2026 berada di angka 15,26 persen. Angka ini naik tipis 0,12 persen poin dibandingkan Januari 2026, tetapi turun 2,93 persen poin dibandingkan Februari 2025.

BPS juga mencatat pergerakan penumpang angkutan udara dan laut di Aceh. Untuk angkutan udara domestik, jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada Februari 2026 mencapai 18.504 orang, turun 21,47 persen dibandingkan Januari 2026 dan turun 6,64 persen dibandingkan Februari 2025.

Sementara itu, penumpang angkutan udara internasional tercatat sebanyak 9.319 orang, atau turun 24,77 persen dibandingkan Januari 2026 dan turun 29,49 persen dibandingkan Februari 2025.

Untuk angkutan laut, total penumpang di Aceh pada Februari 2026 mencapai 55.842 orang.

“Angka ini turun 2,42 persen dibandingkan Januari 2026 dan turun 9,15 persen dibandingkan Februari 2025,” pungkas Tasdik.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Prakiraan Cuaca Aceh Senin 6 April 2026: Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Aceh pada Senin (6/4). Informasi ini penting bagi masyarakat untuk merencanakan aktivitas harian, mulai dari bekerja, bepergian, hingga kegiatan rumah tangga.

Dengan mengetahui kondisi cuaca lebih awal, potensi gangguan akibat hujan maupun cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Secara umum, cuaca di Aceh hari ini didominasi hujan ringan hingga hujan petir dengan suhu berkisar antara 16°C hingga 32°C serta tingkat kelembapan yang relatif tinggi.

Sejumlah daerah seperti Aceh Tengah, Aceh Barat, Pidie, dan Nagan Raya berpotensi mengalami hujan disertai petir. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, sebagian kecil wilayah seperti Sabang diprakirakan mengalami kondisi berawan.

Berikut rincian prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Aceh:

  • Aceh Selatan: Hujan ringan, suhu 22–27°C, kelembapan 82–98%
  • Aceh Tenggara: Hujan ringan, suhu 16–22°C, kelembapan 84–99%
  • Aceh Timur: Hujan ringan, suhu 24–31°C, kelembapan 63–98%
  • Aceh Tengah: Hujan petir, suhu 17–24°C, kelembapan 64–98%
  • Aceh Barat: Hujan petir, suhu 23–28°C, kelembapan 79–99%
  • Aceh Besar: Hujan ringan, suhu 23–30°C, kelembapan 69–95%
  • Pidie: Hujan petir, suhu 19–24°C, kelembapan 77–99%
  • Aceh Utara: Hujan ringan, suhu 24–31°C, kelembapan 67–96%
  • Simeulue: Hujan ringan, suhu 24–26°C, kelembapan 90–96%
  • Aceh Singkil: Hujan ringan, suhu 23–28°C, kelembapan 83–98%
  • Bireuen: Hujan ringan, suhu 23–30°C, kelembapan 69–99%
  • Aceh Barat Daya: Hujan ringan, suhu 21–27°C, kelembapan 72–99%
  • Gayo Lues: Hujan ringan, suhu 17–24°C, kelembapan 63–97%
  • Aceh Jaya: Hujan ringan, suhu 22–27°C, kelembapan 78–99%
  • Nagan Raya: Hujan petir, suhu 22–28°C, kelembapan 80–99%
  • Aceh Tamiang: Hujan ringan, suhu 24–31°C, kelembapan 66–98%
  • Bener Meriah: Hujan ringan, suhu 17–24°C, kelembapan 74–99%
  • Pidie Jaya: Hujan sedang, suhu 21–25°C, kelembapan 80–95%
  • Banda Aceh: Hujan ringan, suhu 25–30°C, kelembapan 68–90%
  • Sabang: Berawan, suhu 26–28°C, kelembapan 77–82%
  • Lhokseumawe: Hujan ringan, suhu 24–31°C, kelembapan 68–95%
  • Langsa: Hujan ringan, suhu 24–32°C, kelembapan 61–99%
  • Subulussalam: Hujan ringan, suhu 23–29°C, kelembapan 78–98%

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan petir yang dapat disertai angin kencang, serta menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca di masing-masing wilayah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Wali Nanggroe dan Abu Paya Pasie Perkuat Silaturahmi, Bahas Isu Keummatan di Aceh

0
Wali Nanggroe dan Abu Paya Pasie Perkuat Silaturahmi. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, menerima kunjungan silaturahmi ulama kharismatik Abu Paya Pasie di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Sabtu (4/4/2026). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Silaturahmi ini menjadi ruang dialog strategis bagi kedua tokoh dalam membahas berbagai persoalan keummatan di Aceh. Dalam suasana akrab, keduanya menyoroti pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjaga persatuan umat.

Selain itu, sinergi antara ulama dan pemerintah dinilai sangat penting untuk memperkuat implementasi nilai-nilai keislaman di tengah dinamika sosial masyarakat. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas sosial serta memperkokoh jati diri Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam merawat harmoni kehidupan beragama di Tanah Rencong. Kehadiran Abu Paya Pasie disambut penuh penghormatan sebagai bagian dari tradisi yang terus dijaga masyarakat Aceh.

Lebih jauh, pertemuan ini menegaskan kuatnya sinergi antara lembaga adat yang dipimpin Malik Mahmud Al Haythar dengan para ulama dalam memperkuat peran strategis Aceh sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.

Momentum ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat kolaborasi lintas peran dalam membangun Aceh yang damai, religius, dan bermartabat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

1.290 Siswa MA Aceh Lolos SNBP 2026, Tembus Berbagai PTN di Indonesia

0
1.290 Siswa MA Aceh Lolos SNBP 2026 Tembus Berbagai PTN di Indonesia. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 1.290 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Aceh berhasil lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 dan diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, H Khairul Azhar SAg MSi, menjelaskan bahwa SNBP merupakan jalur seleksi masuk PTN tanpa ujian tertulis yang menitikberatkan pada prestasi akademik dan nonakademik siswa, berdasarkan nilai rapor serta portofolio selama menempuh pendidikan.

“SNBP memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri unggulan di Indonesia,” ujar Khairul Azhar.

Ia menambahkan, proses SNBP 2026 telah dimulai sejak Januari hingga Februari melalui tahap pengisian data sekolah dan siswa, kemudian ditutup dengan pengumuman hasil seleksi secara serentak pada 31 Maret 2026.

Secara nasional, jumlah peserta SNBP mencapai ratusan ribu siswa dengan tingkat persaingan yang cukup ketat, seiring terbatasnya kuota di masing-masing perguruan tinggi.

Adapun sebaran kelulusan siswa MA di Aceh berdasarkan kabupaten/kota meliputi Aceh Besar sebanyak 140 siswa, Bireuen 143 siswa, Lhokseumawe 138 siswa, Langsa 85 siswa, Bener Meriah 36 siswa, Simeulue 6 siswa, Aceh Barat Daya 21 siswa, dan Aceh Singkil 9 siswa.

Selanjutnya, Subulussalam 27 siswa, Nagan Raya 15 siswa, Aceh Tamiang 61 siswa, Pidie Jaya 79 siswa, Aceh Tengah 25 siswa, Aceh Utara 119 siswa, Gayo Lues 7 siswa, Aceh Selatan 33 siswa, Aceh Timur 54 siswa, Sabang 8 siswa, Pidie 47 siswa, Banda Aceh 124 siswa, Aceh Barat 91 siswa, Aceh Tenggara 16 siswa, serta Aceh Jaya 6 siswa.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami mengapresiasi keberhasilan siswa Madrasah Aliyah di Aceh yang telah lulus SNBP dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Ini menunjukkan bahwa madrasah mampu bersaing dan melahirkan generasi unggul,” ujarnya.

Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi.

“Kami akan terus mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah agar semakin banyak lulusan yang diterima di perguruan tinggi terbaik,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemkab Aceh Jaya Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan dengan RSU Cempaka Lima

0
Pemkab Aceh Jaya Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan dengan RSU Cempaka Lima. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan koordinasi lintas fasilitas kesehatan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan bersama Rumah Sakit Umum (RSU) Cempaka Lima Banda Aceh yang berlangsung di aula rumah sakit setempat, Minggu (5/4/2026).

Wakil Bupati Aceh Jaya, Muslem D, SE, hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Asisten I Setdakab Aceh Jaya Muhammad Milsa, Direktur RSUD Teuku Umar Calang Eka Rahmayuli, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Aceh Jaya.

Pertemuan ini difokuskan pada upaya membangun komunikasi yang lebih efektif di sektor kesehatan, khususnya dalam mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kolaborasi antar fasilitas kesehatan dinilai menjadi kunci dalam memastikan akses dan mutu layanan yang optimal, terutama bagi pasien rujukan dari daerah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Aceh Jaya Muslem D menegaskan pentingnya sinergi antar rumah sakit guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Jaya.

“Penguatan komunikasi ini menjadi langkah strategis agar pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien rujukan, dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Muslem.

Ia juga berharap kerja sama yang terjalin dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam sistem rujukan, tetapi juga dalam peningkatan kapasitas tenaga medis serta mutu layanan kesehatan secara menyeluruh.

Sementara itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bersama pihak RSU Cempaka Lima Banda Aceh turut membahas sejumlah aspek kerja sama, mulai dari sistem rujukan pasien, peningkatan kapasitas tenaga medis, hingga penguatan koordinasi antar institusi kesehatan.

Pemerintah Aceh Jaya berharap melalui sinergi yang terbangun, pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat semakin cepat, tepat, dan berkualitas, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

1.290 Siswa Madrasah Aliyah Aceh Lolos SNBP 2026, Bukti Daya Saing Pendidikan Meningkat

0
Ilustrasi siswa dan siswi madrasah. (Foto: ChatGPT)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dunia pendidikan Aceh kembali menorehkan capaian membanggakan. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh mencatat sebanyak 1.290 siswa Madrasah Aliyah (MA) berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh, Khairul Azhar, menjelaskan bahwa SNBP merupakan jalur seleksi tanpa ujian tertulis yang menitikberatkan pada prestasi akademik dan nonakademik siswa. Penilaian dilakukan berdasarkan rekam jejak nilai rapor serta portofolio selama masa pendidikan.

“SNBP memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri unggulan di Indonesia,” kata Khairul dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id, Minggu (5/4/2026).

Proses seleksi dimulai dari pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada Januari hingga Februari 2026. Hasil seleksi kemudian diumumkan secara serentak pada 31 Maret 2026, di tengah persaingan ketat ratusan ribu peserta dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Kemenag Aceh, sebaran kelulusan siswa MA tersebar di seluruh kabupaten/kota. Bireuen menjadi daerah dengan jumlah kelulusan tertinggi yakni 143 siswa, disusul Aceh Besar (140 siswa), Lhokseumawe (138 siswa), Banda Aceh (124 siswa), dan Aceh Utara (119 siswa).

Selanjutnya, Aceh Barat mencatat 91 siswa lulus, Langsa 85 siswa, Pidie Jaya 79 siswa, Aceh Tamiang 61 siswa, dan Aceh Timur 54 siswa. Pidie sebanyak 47 siswa, Bener Meriah 36 siswa, Aceh Selatan 33 siswa, serta Subulussalam 27 siswa.

Kemudian Aceh Tengah 25 siswa, Aceh Barat Daya 21 siswa, Aceh Tenggara 16 siswa, Nagan Raya 15 siswa, Aceh Singkil 9 siswa, Sabang 8 siswa, Gayo Lues 7 siswa, serta Simeulue dan Aceh Jaya masing-masing 6 siswa.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, hasil ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan madrasah di Aceh terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional.

“Ini bukti nyata bahwa madrasah mampu bersaing dan melahirkan generasi unggul. Kami akan terus mendorong peningkatan mutu agar ke depan semakin banyak lulusan kita yang diterima di kampus terbaik,” tegas Azhari.

Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News