Beranda blog Halaman 1401

Banda Aceh Raih Penghargaan Adipura, Pemko Apresiasi dan Beri Bonus Rp 880 Juta kepada DLHK3

0
Penyambutan penghargaan Adipura tahun 2022 di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Rabu 1 Maret 2023. (Foto: Nukilan/Azril)

Nukilan.id – Pemerintah Kota Banda Aceh meraih penghargaan Adipura ke-10 tahun 2022 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menlhk) RI di Jakarta, Selasa 28 Februari 2023.

Sebagai bentuk apresiasi, Penjabat (Pj) Walikota Banda Aceh Bakri Siddiq memberikan bonus sebesar Rp 880.090.000 kepada petugas kebersihan DLHK3 Banda Aceh karena telah berhasil meraih kembali penghargaan Adipura kategori Kota Sedang.

“Kami mengapresiasi dan memberikan bonus sebesar Rp 880.090.000 kepada DLHK3 Banda Aceh,” kata Bakri Siddiq saat penyambutan penghargaan Adipura di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Rabu (1/3/2023).

Dijelaskan Bakri, Adipura merupakan prestasi tertinggi di bidang lingkungan hidup, kebersihan, pengolahan sampah dan kehutanan serta meletakkan objek penilaian sangat dinamis terus berkembang sepanjang tahun.

“Adipura tahun 2022 diraih dengan indikator penilaian focus pada pengelolaan, penanganan dan pengurangan sampah sesuai dengan kebijakan strategis daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Kota Banda Aceh Raih Piala Adipura 2022

Selain itu, kata Bakri, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan arahan indikator penilaian beberapa tahun mendatang bahwa Adipura kedepan menjadi koridor pembangungan daerah, program kampung iklim, pembersihan tepi sungai serta hutan mangrove.

“Menghadapi tantangan tersebut maka kita harus bersiap dari sekarang, terus bekerja dan bersama-sama dengan seluruh stackholder di Kota Banda Aceh,” lanjutnya.

Ia berterimakasih kepada petugas orange DLHK3 dan masyarakat yang selalu berupaya menjadikan Kota Banda Aceh sebagai daerah bersih, indah dan bebas dari sampah.

“Saya juga mengapresiasi kinerja petugas DLHK3 yang rela bekerja sepenuh hati sejak subuh hingga malam untuk membersihkan setiap sampah dari berbagai tempat di kota Banda Aceh,” pungkasnya.

Reporter: Azril

Kepala Sekolah Diminta Adukan ke Polisi Jika Ada Oknum yang Kutip Dana BOS

0
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Muksalmina, S.Pd., M.Si saat menutup Sosialisasi Tertib Pengelolaan Dana BOS Tahun 2023 di Aula Cabang Dinas Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Selasa, 28 Februari 2023. (Foto: Dok. Disdik)

Nukilan.id – Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Muksalmina, S.Pd., M.Si, meminta kepala sekolah agar melaporkan ke polisi apabila ada oknum-oknum yang mencoba memeras, atau mengatasnamakan orang suruhan Dinas Pendidikan Aceh untuk mengutip Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Hal itu disampaikan Muksalmina saat menutup Sosialisasi Tertib Pengelolaan Dana BOS Tahun 2023 di Aula Cabang Dinas Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Selasa, 28 Februari 2023.

Baca Juga: Disdik Aceh Gandeng Penegak Hukum Sosialisasi Cegah Penyalahgunaan Dana BOS

Kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan Aceh bersama Inspektorat Aceh, Polda Aceh dan Kejati Aceh ini diikuti oleh kepala SMA/SMK/SLB di lingkup Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat- Nagan Raya, Aceh Barat Daya dan Simeulue, di Aula Cabang Dinas Abdya. Selasa, 28 Februari 2022.

“Dana Bos ini adalah hak dan kewenangan bapak dan ibu semua dalam mengelola. Jadi jika ada oknum-oknum yang mengatasnamakan kami, atau siapapun oknum yang coba memeras bapak dan ibu semua, silahkan lapor ke pihak berwajib, karena kami tidak pernah membenarkan hal itu,” kata Muksalmina.

Dalam penyampaiannya, Muksalmina menyampaikan tiga poin penutup yang perlu menjadi catatan para kepala sekolah selaku kuasa pengguna anggaran dalam pengelolaan Dana BOS.

Pertama, Muksalmina meminta agar Dana BOS dilaksanakan sesuai aturan dan petunjuk teknis yang berlaku sehingga tidak berurusan dengan hukum di kemudian hari.

Kedua, Muksal berpesan bahwa sukses tidaknya pengelolaan Dana BOS di sekolah juga diukur dari tingkat kebahagian para guru, dalam artian semua alat penunjang dalam proses belajar mengajar tersedia sehingga guru tidak mengalami hambatan dalam mendidik para siswa. Kemudian siswa dapat mengembangkan diri, karena iklim dan situasi sekolah yang mendukung, serta lingkungannya bersih dan nyaman.

“Terakhir, lapor ke pihak berwajib jika ada oknum yang mengutip Dana BOS. Pengelolaan dana ini adalah kewenangan bapak dan ibu semua,” tegas Muksalmina.

Sementara itu, Kepala Bidang Unit Pelaksana Teknis Daerah – Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (UPTD-PTKK) Dinas Pendidikan Aceh, Azizah, S.Pd. M.Pd., meminta kepada seluruh kepala sekolah untuk taat terhadap Petunjuk dan Teknis (Juknis) yang ada, karena jika tahun ini ada pelanggaran dana BOS maka akan langsung ditindak secara hukum yang berlaku.

Untuk itu, katanya, pelajari juknis supaya Dana BOS tidak disalah gunakan oleh setiap satuan pendidikan, dan diminta kepada seluruh kepala cabang dinas pendidikan wilayah untuk melakukan pendampingan baik pengelolaan maupun pelaporan Dana Bantuan Operasional Khusus (BOS) di seluruh satuan pendidikan yang menjadi wewenang bapak/ibu.

Azizah mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah penerima Dana BOS untuk terus melakukan Konsultasi dengan pihak lembaga hukum sebelum melakukan penggunaan Dana BOS sehingga bapak/ibu selamat dari jeratan hukum.

“Kenapa sosialisasi ini penting kita lakukan, agar pengelolaan dan pelaporan Dana BOS ini sesuai peruntukan (juknis) atau regulasi yang telah ditentukan dan menghindari penyimpangan hukum,” katanya.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Kejaksaan Aceh, Polda Aceh, dan Inspektorat Aceh.[]

Baca Juga: Kadisdik Aceh Tinjau pelaksanaan Try Out Tes Masuk Perguruan Tinggi

Kota Banda Aceh Raih Piala Adipura 2022

0

Nukilan.id – Setelah terakhir kali mendapatkannya pada 2017 silam, Pemerintah Kota Banda Aceh kembali membawa pulang Piala Adipura yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup, kebersihan, dan pengelolaan sampah.

Piala Adipura 2022 kategori kota sedang untuk Ibukota Provinsi Aceh tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya kepada Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq di Jakarta, Selasa, 28 Februari 2023.

Tahun lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali melakukan penilaian terhadap kabupaten/kota di bidang kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Ada lima kategori penilaiannya, yaitu untuk kota kecil, sedang, besar, metropolitan, dan Adipura Kencana.

Jika sebelumnya penilaian Adipura hanya fokus pada kebersihan dan penataan ruang di area perkotaan, kali ini lebih fokus pada pengelolaan penanganan dan pengurangan sampah sebagaimana telah tertuang dalam kebijakan strategi daerah (jakstrada).

Usai menerima penghargaan, Bakri Siddiq mengatakan Piala Adipura merupakan wujud konsistensi dan komitmen seluruh elemen Kota Banda Aceh mulai dari warganya, para pemangku kepentingan, hingga pasukan orange DLHK3 dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, melalui sosialisasi yang masif, kita berhasil membentuk sebuah sistem dari hulu ke hilir, di mana peran serta masyarakat di gampong sebagai ujung tombak dalam menjaga kebersihan, terutama pengelolaan sampah adalah modal utama dalam meraih penghargaan bergengsi ini,” ujarnya.

Menurutnya, Adipura merupakan sebuah prestasi menggembirakan bagi setiap kota di Indonesia. “Bukan hanya prestasi saja, Adipura juga menjadi prestise dan lambang kesuksesan -dambaan setiap kota di Indonesia,” ujarnya yang pada kesempatan itu turut didampingi oleh Kepala DLHK3 Banda Aceh Hamdani Basyah.

“Piala Adipura ini kami dedikasikan bagi seluruh masyarakat Kota Banda Aceh, yang telah turut berpartisipasi dalam mewujudkan Banda Aceh bersih, indah, dan nyaman,” katanya pada acara penganugerahan Adipura yang dirangkai dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2023 di Gedung Manggala Wanabakti.

Rencananya, Rabu, 1 Maret 2023, Piala Adipura dibawa pulang ke Banda Aceh. “Besok pagi, dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Piala Adipura akan kita arak keliling kota dan finish di Lapangan Taman Sari untuk berbagi kebahagiaan dengan seluruh masyarakat,” ujarnya. []

Pj Bupati Sambut Baik 453 Mahasiswa Poltekkes Aceh KKl di Bener Meriah

0

Nukilan.id – Ratusan mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Aceh akan mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Tahun Akademik 2022/2023.

Sebanyak 453 mahasiswa dari 7 jurusan yang berbeda akan menjalankan KKL di Kabupaten Bener Meriah.

Para mahasiswa ini akan ditempatkan di 44 desa yang tersebar di Kecamatan Timang Gajah, Wih Pesam, Bukit, dan Bandar. Selama KKL, mereka akan memperoleh pengalaman lapangan yang berharga dan meningkatkan kemampuan praktis di bidang kesehatan

Pj Bupati Aceh Tengah, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, M. Thamrin Elashri Mohd. Ali menyambut baik atas kedatangan mahasiswa KKL ini.

Thamrin mengajak para mahasiswa untuk memperhatikan kesehatan, disiplin, kebersamaan, dan menjaga nama baik almamater mereka selama menjalankan KKL di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Thamrin juga berharap bahwa kegiatan KKL ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat dan membantu memperkuat hubungan antara Poltekkes Aceh dan pemerintah daerah.

Selain itu, ia berharap bahwa para mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan selama kuliah ke kegiatan di masyarakat.

Kehadiran para mahasiswa KKL diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bener Meriah dan memberikan kontribusi positif untuk pembangunan daerah.

“Saat ini Aceh Tengah juga sedang menggalakkan progran stunting, yang menjadi salah satu isu kesehatan nasional”, kata M. Thamrin.

Mahasiswa yang mengikuti KKL terpadu ini berasal dari 7 jurusan yang ada di Poltekkes Kemenkes Aceh. Jurusan-jurusan tersebut meliputi Jurusan Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Gigi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, dan Teknik Laboratorium Medis.

Para mahasiswa dari masing-masing jurusan ini akan menjalankan tugas-tugas KKL di wilayah itu dengan berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda, diharapkan mereka dapat saling belajar dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat.

“Mahasiswa nanti akan menyusun program dengan pendekatan Inter Professional Education – Collaboration Practice dimana nantinya dalam menyusun program prioritas tersebut, mahasiswa nanti akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan perangkat desa,” kata Dr. Sumihardi, SKM, M.Kes, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Aceh, sekaligus sebagai Ketua Panitia Pelaksanaan KKL Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh.

Sementara itu Direktur Poltekkes Kemenkes, T. Iskandar Faisal, S.Kp., M.Kes menjelaskan bahwa saat ini posisi Poltekkes sebagai delegator dari Kementerian Kesehatan. Setiap Provinsi memiliki Poltekkes yang diharapkan menjadi wakil dari Kementerian Kesehatan dalam pelaksaan program transformasi kesehatan.

“Bapak Menteri Kesehatan berharap keberadaan Poltekkes bermanfaat secara langsung ke masyarakat. Melalui program Transformasi Kesehatan yang di dalamnya ada salah satu pilar Transformasi Layanan Primer, Poltekkes bisa ambil bagian untuk melaksanakan berbagai kegiatan secara langsung ke masyarakat”.

“Peran Perguruan Tinggi sangat tinggi terhadap pertumbuhan daerah melalui campur tangan generasi muda yang penuh inovasi dan kreatifitas. Semoga mahasiswa yang berada di sini nantinya bisa berkontribusi penuh di lapangan terkait isu-isu strategis seperti pencegahan stunting,” T. Iskandar Faisal.

Kepala Desa di Pulo Aceh Kembalikan Uang Rp 170 Juta ke Polres Aceh Besar

0

Nukilan.id – Kepala desa atau Geuchik Gampong Rinon, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar mengembalikan dana desa kepada Kapolres Aceh Besar, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, SIK, MH di Mapolres Aceh Besar, Selasa (28/2/2022).

Uang sebesar Rp 170.506.460 itu merupakan uang yang dikatagori pengembalian kerugian negara atas sejumlah pengerjaan yang dilaksanakan pihak Gampong Rinon pada tahun 2021.

Kapolres Aceh Besar AKBP Carlie Syahputra Bustamam, SIK, MH dalam jumpa press yang di Gelar di Mapolres setempat, Selasa pagi memaparkan, bahwa telah terjadi sebuah tindakan pelanggaran hukum di Gampong Rinon dalam pengerjaan pembangunan Gampong tahun 2021 bersumber anggaran Dana Desa tahun dimaksud.

Dimana pengerjaan pembangunan Rumah Toko (Ruko) milik gampong atas sepetak tanah di Gampong Rinon, dinyatakan fiktif (tidak terlaksana), meski dalam laporan pertanggungjawaban aparatur Gampong setempat mencatat telah selesai 100 persen.

“Laporan berawal dari masyarakat melalui aplikasi”Peugah Pak Kapolres” dan setelah ditindaklanjut ternyata benar adanya sebagaimana laporan masyarakat itu dan setelah dilakukan penyelidikan, yang bersangkutan bersedia mengembalikan kerugian negara sesuai angka yang diditung oleh pihak Inspektorat Aceh Besar,” kata Kapolres Carlie.

Sejalan dengan pengembalian sejumlah uang tersebut lanjut Carlie, maka perkara tersebut dianggap selesai.

Sedangkan sejumlah uang yang dikembalikan oleh Geuchik Hermanto, selanjutnya akan dikembalikan ke KAS keuangan Gampong Rinon.

“Sejalan dengan pengembalian sejumlah uang kerugian negara ini maka perkara ini dianggap tuntas dan sejumlah uang ini akan kita kembalikan ke Rekening KAS Gampong bersangkutan,” terang Carlie.

Dianggung soal potensi penyelewengan dana desa di wilayah hukum Polres Aceh Besar, Carlie menyebutkan ada beberapa gampong lain di Aceh Besar yang masih menjadi target pihaknya, namun semua itu masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita upayakan yang pasti dan riil, tidak mereka-reka, sehingga tidak menjadi fitnah,” ujar Carlie.

Sebagai informasi, bahwa hingga saat ini sudah empat Gampong di Kabupaten Aceh Besar yang telah terbukti melakukan penyelewengan Dana Desa dengan berbagai dalih dan umumnya melibatkan oknum Geuchik dan aparatur gampong bersangkutan. [Reji]

Dikenakan UU Pers dan KUHP, Rakes Pengancam Bunuh Wartawan Resmi Ditahan

0

Nukilan.id – Pelaku perintangan kerja dan penganiayaan terhadap jurnalis di Medan resmi  ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Medan.

Kuasa hukum pelapor dan korban dari Kantor Hukum Irwansyah Nasution & Partners, Irwansyah Putra Nasution SH menjelaskan tersangka Jay alias Rakes dikenakan Pasal 18 Undang-undang Pers Tahun 1999 dan Pasal 335 KUHP.

“Setelah laporan polisi  LP/B/718/II/2023/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut kita serahkan petunjuk yang menjadi barang bukti ke penyidik seperti handphone yang pecah, visum et repentum, pakaian korban, serta saksi-saksi,” kata Irwansyah, Selasa (28/2/2023).

Ia melanjutkan, saat ini tersangka sudah ditahan oleh penyidik di Sat Reskrim Polrestabes Medan.

Irwansyah yang biasa disapa Ibey mengucapkan terima kasih pada organisasi profesi jurnalis seperti AJI dan IJTI serta jurnalis yang sudah menyuarakan dan menyiarkan peristiwa menghalang-halangi dan penganiayaan terhadap jurnalis yang sedang bekerja sehingga menjadi viral dan atensi pihak kepolisian.

“Saya ucapkan terima kasih pada semuanya, mari kawal perkaranya sampai ke Pengadilan, agar keadilan bisa didapatkan,” harap Ibey, juga mengucapkan terima kasih kepada Polri yang telah mengawal kasus ini.

Adapun korban dari peristiwa dugaan tindak pidana ini yakni Suriyanto dari Brata Yuda sebagai pelapor dan korban Bahana Situmorang dari TV One, Daouglas dari Detik.com, Alfian dari Tribun Medan dan Tuti Alawiyah Lubis sebagai saksi dari SCTV sekaligus Ketua IJTI Sumut.

Ibey mengingatkan pada semua pihak, bahwa tidak diperbolehkan menghalang-halangi kerja jurnalistik karena jurnalis dalam menjalankan pekerjaannya dilindungi oleh Undang-undang. 

Sebelumnya, Rakes, oknum preman mengaku-ngaku anggota AMPI mengancam bunuh jurnalis, akhirnya ditangkap Sat Reskrim Polrestabes Medan, Senin (27/2/2023) malam.

Pria berkulit hitam yang melakukan penganiayaan dan menghalang-halangi kerja jurnalis ini terjadi saat polisi menggelar pra rekonstruksi kasus 2 anggota DPRD Medan yang melakukan penganiayaan di tempat hiburan malam.

Bahkan usai peristiwa itu terjadi langsung mendapat atensi dari Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak untuk segera menangkap pelaku ini agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Sudah diamankan (Rakes) terduga pelaku yang dilaporkan oleh sejumlah jurnalis. Ini atensi Bapak Kapolda Sumut juga,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, Selasa (28/2/2023). []

Nikmati Sajian Ala Restoran, Kadisdik Aceh Puji Capaian Peserta Didik di SMKN 3 Banda Aceh

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, mengaku optimistis dengan kemampuan anak-anak jurusan tata boga di SMK Negeri 3 Banda Aceh. Dia mengatakan lulusan tata boga SMK tersebut berkompeten untuk bekerja sebagai praktisi di bidang perhotelan.

Hal ini disampaikan Alhudri saat menyaksikan Uji Kompetensi Keahlian jurusan tata boga di SMKN 3 Banda Aceh. Alhudri melihat langsung kemampuan anak-anak tersebut dalam memilih hidangan dan melayani tamu layaknya di hotel ternama.

“Bahkan, jika mereka memilih usaha kuliner setelah tamat dari SMK, saya yakin anak-anak ini dapat bersaing. Seluruh sajian yang dihidangkan, dan cara mereka menyajikan, dan ragam menu yang disajikan, tidak kalah dengan pelayanan di hotel-hotel besar,” kata Alhudri, Selasa, 28 Februari 2023.

Alhudri mengatakan para pelajar dididik dengan baik untuk memberikan pelayanan terbaik. Hidangan yang mereka sajikan, mulai dari makanan pembuka hingga hidangan penutup, disajikan dengan cita rasa istimewa. Tampilan setiap sajian juga ditata dengan baik untuk menggugah selera yang memandang.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Cabang Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni, mengatakan UKK ini dibuat untuk mengukur kemampuan anak-anak didik di tahun terakhir mereka bersekolah SMKN 3 Banda Aceh.

“Ini adalah proses menguji kemampuan siswa untuk masuk ke dunia kerja. Ini berlaku bagi seluruh siswa SMK di Aceh,” kata Syarwan Joni.

Untuk memastikan kompetensi ini sesuai dengan dunia kerja, kata Syarwan Joni, Dinas Pendidikan Aceh bekerja sama dengan dunia perhotelan yang mengirimkan tim untuk menilai kemampuan para siswa. Syarwan mengatakan pelayanan yang diberikan oleh siswa tahun terakhir ini adalah gambaran kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Kepala SMKN 3 Banda Aceh, Supriani, mengatakan seluruh sisi pelayanan di restoran, mulai dari dapur hingga ke meja restoran, adalah kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik jurusan tata boga. Dari tahun ke tahun, Supriani menambahkan, kemampuan peserta didik ini semakin meningkat.

“Kualitas layanan dan pelayanan sempat turun akibat pembatasan aktivitas pendidikan selama pandemi covid-19. Namun dalam dua tahun terakhir mulai bangkit kembali. Saya optimistis tahun depan, sajian dan kualitas layanan dalam UKK semakin baik,” kata Supriani.

Fatimah, orang tua pelajar kelas 3 SMKN 3 Banda Aceh Ulil Latifah, mengaku bangga dengan pencapaian anaknya saat ini. Dia mengatakan sekolah itu benar-benar meningkatkan kemampuan putrinya. Fatimah yakin, pengetahuan yang diperoleh putrinya itu menjadi modal penting untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat dari sekolah itu.

Sementara Muhammad Galih Ramadani, juri uji kompetensi keahlian tata boga, mengaku senang dengan pencapaian peserta didik di SMKN 3 Banda Aceh. Sebagai praktisi di dunia perhotelan, dia menilai kemampuan para pelajar sangat dibutuhkan di hotel-hotel berbintang. “Dari apa yang saya nilai, mereka sangat siap untuk masuk ke dunia kerja,” katanya.[]

Pemerintah Aceh Raih Peringkat I Kategori Berita Terpopuler Anugerah Media Center Daerah 2023

0

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh meraih peringkat I kategori Berita Terpopuler pada anugerah Media Center Daerah 2023 yang diumumkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia melalui Direktorat Pengelolaan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) di The Margo Hotel Depok, Selasa (28/2/2023).

Diskominsa Aceh meraih peringkat I pada kategori Berita Terpopuler dengan judul Diskominsa Aceh Ngopi Dampingi Anak Saat Vaksin.

Penghargaan itu diserahkan oleh staf khusus Bidang Komunikasi Politik dan Isu Strategis Kemenkominfo Philip M Gobang dan diterima langsung oleh Kadiskominsa Aceh Marwan Nusuf.

Sebelumnya di tahun lalu, Pemerintah Aceh berhasil masuk lima besar anugerah Media Center Terbaik Kategori Berita Provinsi yang telah berkontribusi aktif.

Komitmen dan konsistensi Pemerintah Aceh dalam mendorong penyebaran informasi secara rutin kepada masyarakat mendapat respon positif dari Kementerian Kominfo.

Kementerian Kominfo mengapresiasi Pemerintah Aceh atas kontribusi aktif mengirimkan konten berita pada portal berita InfoPublik (www.infopublik.id) selama periode tahun 2022.

Konten informasi yang ditayangkan merupakan berita dari lintas sektor mulai dari instansi vertikal, lembaga sosial, komunitas dan masyarakat.

Berita yang telah tayang, kemudian disebarkan kembali sebagai bentuk diseminasi informasi.

Keberagaman konten ini menjadi salah satu indikator berita yang dipublikasikan oleh Media Center Pemerintah Aceh yang telah mendapat pembaca terbanyak secara nasional di portal InfoPublik.

Marwan Nusuf menyambut baik hasil yang membanggakan tersebut.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur dan berbangga dengan anugerah yang diperoleh kali ini,” ujarnya, saat didampingi Sekretaris Dinas Teuku Zulfikar dan Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Alfajrian AB.

Kadiskominsa menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan Pemerintah Aceh atas kepercayaan dan dukungan selama ini.

Ucapan terima kasih juga kepada seluruh SKPA serta pemangku kepentingan lainnya atas kerja sama yang baik dalam diseminasi informasi melalui Diskominsa Aceh.

Selanjutnya, ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh ASN Diskominsa Aceh yang telah berpartisipasi aktif dan kolaboratif dalam rangka mendukung kegiatan Media Center.

Menurutnya, hasil ini merupakan kolaborasi semua pihak di Aceh yang perlu dipertahankan dalam rangka penyebaran informasi.

Konten yang diberitakan bukan hanya seremonial kegiatan saja, tapi juga dampak yang dirasakan masyarakat.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kominfo, berita yang disajikan di portal InfoPublik menjadikan salah satu referensi berita media nasional.

Disperindag Aceh: Bahan Pokok Masih Stabil Menjelang Ramadhan

0
Kepala Disperindag Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Disperindag Aceh mengelar pasar murah untuk menjaga kestabilan bahan pokok menjelang bulan Ramadhan.

“Terkait dengan harga sembako hari ini masih stabil dalam rangka persiapan menjelang ramadhan”, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Ir Mohd Tanwier, MM saat dikonfirmasi Nukilan.id, Banda Aceh, Selasa (28/02/2023)

Ia mengatakan bahwa sekarang kita lagi mengelar pasar murah di 23 kabupaten/kota, yang dimana disana kita mensubsidikan 5 bahan pokok yaitu, Tepung, beras, telor minyak dan gula.

Lanjutnya program ini akan berlangsung sampai 23 Maret 2023, dan untuk masyarakat di himbau agar jangan menimbun stok karna sampai saat ini harga masih stabil. Ujarnya

“Kita juga akan terus berupaya untuk melakukan yang terbaik agar kebutuhan nanti dapat tersedia selalu,” tuturnya. [Reji]

Bertajuk Pariwisata Khazanah Piasan Nanggroe Tahun 2023

0

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh meluncurkan kalender event pariwisata bertajuk Khazanah Piasan Nanggroe (KPN) tahun 2023 berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Selasa, (28/2/23).

Kalender tahun ini menampilkan 76 event kebudayaan dan wisata diberbagai termpat di Provinsi Aceh dan luar Aceh. Event ini merupakan kolaborasi Pemerintah Aceh dengan pemerintah seluruh Kabupaten/Kota di Aceh serta instansi lainnya yang terkait.

Tujuan digelarnya event ini adalah untuk menarik minat wisatawan local maupun mancanegara untuk datang ke Aceh sekaligus mempromosikan setiap kebudayaan dan pariwisata yang ada di Provinsi Aceh.

Konsep rangkaian kegiatan KPN tahun ini menampilkan suasana Gampong Aceh di mulai dengan atraksi teatrikal masyarakat Aceh zaman dulu, videografi Wonderful Aceh dan berbagai spot wisata yang dapat dikunjungi di Aceh. Selain teatrikal, disbudpar Aceh juga adakan kegiatan kenduri kuah belangong yakni salah satu makanan khas Aceh sebagai salah satu bentuk silaturahmi warga Aceh di Jakarta dan sekalian promosi makanan khas ini yang merupakan salah satu event tahunan Disbudpar Aceh yakni Aceh Culinary Festival (ACF).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno mengatakan peluncuran Khazanah Piasan Nanggroe (KPNN) ini dapat meningkatkan wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk datang ke Aceh serta berdampak positif kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pj Gubernur Melalui Kepala DInas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, Muhammad Adam menyampaika Pemerintah Aceh bersama Disbudpar Aceh akan beruapaya memperkenalkan kebudayaan dan wisata Aceh. Selain itu, dalam peta budaya dan wisaya Aceh bermakna yang lexical (berhubungan) juga disebut piasan atau perhiasan yang memiliki makna keramatikal berarti penampilan, pertujukan atau hiburan bagi khalayak.

“kami dari tanah endatu memutuskan untuk All Out dalam memperkenal budaya, wisata dan juga tradisi Aceh bahkan membawa suasana desa khas Aceh ke ibu kota negaraa agar saudara-saudara sebangsa dan setanah air dapat mengenal kebudayaan dan perantau Aceh yang ada di Jakarta,”ungkapnya.

Ia juga mengatakan terdapat tiga event Disbudpar Aceh yang menempati Top Event Nasional Menparekraf RI tahun 2023 terdiri dari Sabang Marine Festival, Aceh Ramadhan Festival dan Aceh Culinary Festival (ACF).

“sejauh ini ada tiga event yang masuk dalam Top Event Nasional Menparekraf RI untuk tahun 2023 seperti Sabang Marine Festival, Aceh Ramadhan Festival dan Aceh Culinary Festival,”ucap Muhammad Adam.

Di sisi lain, pada pelaksaaan kegiatan KPN kali ini terlihat antusias tamu undangan yang turut hadir di kegiatan ini seperti Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (Kemendikbudristek), Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiagar Uno, kepala daerah seluruh Kabupaten/Kota se-Aceh, anggota DPR dan DPD RI dapil Aceh serta sejumlah masyarakat Aceh yang tinggal di Jakarta.[]