Beranda blog Halaman 1391

Disnak Aceh Gelar Sosialisasi Sertifikasi NKV untuk Pelaku Usaha Pangan Asal Hewan di Abdya

0

Nukilan.id – Dinas Peternakan (Disnak) Aceh melalui Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Veteriner menggelar sosialisasi sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) melalui OSS di Kabupaten Aceh Barat Daya bagi pelaku unit usaha pangan asal hewan di Hotel Green Ariesta, Blangpidie, Rabu (9/8/2023).

Acara Sosialisasi sertifikasi NKV tersebut diikuti oleh puluhan pelaku usaha yang bergerak dalam bisnis pangan asal hewan yang ada di Aceh Barat Daya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Peternakan Aceh di wakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Abdya, Drh. Nasruddin menyampaikan bahwa sertifikat NKV diterbitkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Aceh yang membidangi Keswan dan Veteriner. Sertifikat NKV adalah sebagai legalitas memenuhi syarat Hygiene dan sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan PAH pada unit usaha pangan asal hewan.

“Jenis usaha yang wajib memiliki NKV adalah rumah potong hewan ruminansia, unggas, (RPHR, RPHU dan RPHB) dan Budidaya unggas peternak perah (BUP dan BTP). Seterusnya usaha pengelola daging, susu dan telur (UPD dan UPS),” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Nasruddin, usaha kios daging dan ritel, Gudang pendinginan dan gudang kering, usaha penampung susu (MCU), usaha pengumpulan dan pengemasan serta pelabelan telur konsumsi (UPPPTK), usaha penanganan atau pengelolaan madu (UPM), usaha pencucian sarang burung walet (UCSBW), usaha pengelolaan Produk Hewan (UPPP), usaha produk hewan Non pangan (UPPN) dan sejenis lainnya.

“Seiring peningkatan ekonomi dan perkembangan informasi masyarakat, saat ini konsumen untuk mendapatkan pangan asal hewan yang aman dikonsumsi. Sehingga jaminan keamanan pangan menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis pangan asal hewan,”ujarnya.

Untuk itu, Pemerintah mewajibkan setiap unit usaha PAH agar memenuhi syarat Hygiene dan sanitasi demi terwujudnya kesehatan masyarakat dalam mengkonsumsi daging hewan.

“Kami berharap para pelaku bisnis usaha PAH untuk segera mengajukan permohonan penerbitan sertifikat NKV agar terjaminnya keamanan pangan yang sehat, bermutu dan halal,” tuturnya.

Ia mengajak kepada seluruh peserta agar mengelola dengan baik tatakelola unit usahanya sesuai kaedah Hygiene dan sanitasi agar hewan yang dihasilkan sehat dan aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.

Selain itu, Kabid Keswan dan Veteriner, drh. Ruhaty dalam laporan Ketua Panitia menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan melalui surat pengesahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) APBN Dana Tugas Pembantuan (TP) Nomor : SP DIPA- 018.06.4.069135/2023 Tanggal 30 November 2022 Satuan Kerja Dinas Peternakan Aceh Tahun Anggaran 2023.

“Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk mewujudkan jaminan produk pangan asal hewan (PAH) yang memenuhi syarat sehat, aman, utuh dan halal,”ungkapnya.

Sedangkan, Narasumber kegiatan terdiri dari unsur Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Aceh, DPMPTSP Kab Abdya dan Auditor NKV Aceh.

Tidak hanya itu, lanjutnya, kegiatan ini juga bertujuan memberikan perlindungan kesehatan dan ketentraman bagi konsumen produk PAH sekaligus meningkatkan daya saing produk ternak domestik bagi pelaku usaha.

Kemudian, sambung Ruhaty, untuk memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha terkait produk PAH agar tertibnya administrasi dalam pengelolaan usaha pangan asal hewan yang ASUH.

“Mempermudah dan memastikan bahwa unit usaha telah memenuhi persyaratan hygiene sanitasi,”ujarnya.

Ia berharap, peserta yang ikut dalam kegiatan ini dapat memiliki NKV dan meningkatkan daya saing produk pangan asal hewan di tingkat Nasional hingga internasional.

Turut hadir dalam acara tersebut, Dokter Hewan se-Abdya, para pelaku usaha peternakan di Abdya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya.[]

Soal Pengeroyokan Siswa di Pidie, Plh Kadisdik: Kami Akan Berikan Sanksi Tegas

0
Plh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Asbaruddin

Nukilan.id – Pelaksana harian Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Asbaruddin, mengatakan pihaknya mengutuk segala jenis kekerasan, terutama di lingkungan sekolah. Dia mengatakan lingkungan sekolah harus steril dari tindakan perundungan jenis apapun.

“Sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, kami sudah memerintahkan kepala cabang dinas pendidikan dan kepala sekolah untuk mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti terkait penganiayaan di sekolah itu. Kami juga bakal memberikan sanksi tegas kepada siapa saja yang melakukan perundungan di sekolah,” kata Asbaruddin dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 Agustus 2023. 

Pernyataan ini disampaikan Asbaruddin terkait dengan beredarnya video pengeroyokan seorang siswa beredar di media sosial (medsos). Dalam video berdurasi 30 detik itu terdapat adegan seorang siswa dianiaya oleh sejumlah siswa di dalam ruang kelas. 

Pengeroyokan itu terjadi di SMA 1 Sakti, Pidie. Asbaruddin meminta maaf atas kejadian ini dan berharap semua pihak, terutama warga sekolah, memahami bahwa tidak seorang pun layak diperlakukan dengan tidak manusiawi. 

Asbaruddin mengatakan pihaknya juga tidak menolerir segala jenis praktik kekerasan di lingkungan sekolah. Sekolah, kata dia, seharusnya menjadi tempat yang aman bagi seluruh anak untuk belajar dan mengembangkan diri. 

Asbaruddin meminta guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah, membangun ekosistem digital yang sehat dengan mengarahkan para pelajar untuk menggunakan gawai secara arif dan tidak sekadar mengejar sensasi. 

“Preseden ini adalah pil pahit yang harus kami telan. Sekali lagi kami meminta maaf dan berharap dapat mengambil hikmah untuk menjamin keselamatan seluruh warga sekolah,” kata Asbaruddin. []

Dukung Kewirausahaan Pertanian Aceh, Disdik dan Yayasan Hutan Tropis Teken MoU Sekolah Lapang

0

Nukilan.id – Dinas Pendidikan Aceh menandatangi nota kesepahaman atau MoU dengan Earthworm Foundation (Yayasan Hutan Tropis). MoU yang ditandatangani oleh Plh. Kepala Dinas Pendidikan Aceh itu dilakukan bersamaan dengan digelarnya workshop  perumusan kelembagaan “Sekolah Lapang” yang bertujuan mendukung kewirausahaan tani dan pengembangan pertanian regeneratif di Provinsi Aceh.

Workshop ini dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Ir. Mawardi di Banda Aceh. Selasa, 8 Agustus 2023.

Dalam sambutannya, Mawardi menyatakan pentingnya sektor pertanian dan perkebunan sebagai kontributor utama terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.

Pendidikan vokasi dan ekonomi pertanian menjadi fokus utama pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan regenerasi dalam bidang pertanian.

Tujuan dari workshop dan kerjasama ini adalah merumuskan isu strategis terkait pertanian di Aceh, termasuk jenis program dan layanan sekolah lapang, bentuk kelembagaan yang tepat, serta mekanisme dan proses pembelajaran sekolah lapang yang relevan dengan konteks Aceh.

Plh. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Dr. Asbaruddin, M.Eng, menyampaikan apresiasi kepada Earthworm Foundation (EF)/Yayasan Hutan Tropis atas fasilitas kerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh. Asbaruddin juga berharap kepala Cabang Dinas Pendidikan dan kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Ketua Yayasan Earthworm Foundation, Yulia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara lembaga mereka dengan Dinas Pendidikan Aceh untuk meningkatkan sektor pertanian di Provinsi Aceh melalui pendidikan vokasi dan program “Sekolah Lapang” yang mendukung kewirausahaan tani dan pertanian regeneratif.

Workshop ini berlangsung selama dua hari di Arabia Hotel Banda Aceh selama 7 hingga 8 Agustus 2023, dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh. []

Karateka Muda Aceh Memukau di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Provinsi Aceh 2023

0

Nukilan.id – Penampilan sejumlah karateka muda Aceh pada pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional untuk Jenjang SMA tingkat Provinsi Aceh, 2023, menghibur para peserta yang berbaris di Stadion Seribu Bukit, Gayo Lues. Mereka menampilkan sejumlah gerak dan jurus secara presisi. 

“Sebagian mereka duduk di bangku kelas dua SMA. Mereka mampu menampilkan jurus dan teknik karate dengan sangat baik di usia yang sangat muda. Saya yakin talenta muda Aceh ini tumbuh di seluruh Aceh, kita hanya perlu melakukan hal yang tepat untuk menemukan bakat mereka,” kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, di sela-sela acara itu, Rabu, 9 Agustus 2023.

Alhudri hakul yakin Aceh memiliki banyak bakat muda yang siap digodok untuk berkompetisi di tingkat nasional, bahkan dunia. Ada yang terlihat, namun masih banyak yang terpendam. Mereka juga memiliki banyak keunggulan. Ada yang bidang olahraga, komunikasi, bersosialisasi, dan potensi lain. 

Alhudri mengatakan beberapa orang memiliki bakat mumpuni tapi kurang diasah. Alhasil, bakat tersebut terpendam dan tidak memberikan manfaat. Padahal jika diasah, mereka dapat melakukan hal-hal hebat dan bermanfaat bagi diri dan orang lain dalam hidup mereka. 

Karena itulah Alhudri berharap O2SN ini menjadi salah satu cara untuk menemukan dan mengasah bakat-bakat itu. Dari setiap sekolah, anak-anak yang memiliki bakat di bidang olahraga dilatih dan ditempa. 

“Bakat-bakat hebat ini hanya perlu kita cari dan kita asah,” kata Alhudri. 

O2SN ini diikuti oleh siswa dan pendamping dari 23 kabupaten-kota dan digelar mulai hari ini hingga 11 Agustus 2023 di Gayo Lues meliputi cabang atletik, karate, pencak silat, dan bulu tangkis.

Alhudri berpesan agar seluruh peserta O2SN mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Dia juga berharap panitia penyelenggara dan seluruh juru berlaku adil dalam menentukan juara dari masing-masing cabang olahraga. 

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Dinas Pendidikan Aceh. Untuk menggelar acara ini, Dinas Pendidikan Aceh menggandeng Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), FederasiOolahraga Karate-do Indonesia (Forki), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Mereka bertugas sebagai juri.[]

Irmawan Reses Bersama Geucik dan Masyarakat Abdya: Pembagunan Tertunda Diusul Kembali

0

Nukilan.id – Reses H. Irmawan, S.Sos, MM kali ini cukup terbuka. Informasi pembangunan di Aceh Barat Daya (Abdya) dijawab Irmawan dengan teratur, baik soal jalan 2 jalur, pembangunan jalan Desa, pengairan sawah, rehab rumah, dan insfrastruktur sungai di Aceh Barat Daya.

“Saya duduk di komisi V DPR RI, informasi terkait pembangunan sarana dan prasarana desa sangat penting menjadi bahan saya untuk disampaikan dan diusulan kepada kementerian yang bersangkutan,” kata Irmawan saat berdialog dengan para Geucik seluruh kecamatan di Abdya, ulama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan insan pers di Kiniyo Coffe, Susoh, Abdya, Selasa (8/8/2022).

Irmawan menjelaskan, sebelumnya dirinya juga sudah memperjuangkan pembangunan jalan dua jalur di Abdya, dan yang tertunda juga akan di usul kembali untuk tahun 2024 mendatang.

“Untuk Abdya sudah disuarakan, termasuk pembangunan pelabuhan, jalan, dan insfrastruktur lainnya, sehingga orang balai sudah turun untuk melihat kondisi yang diusul tersebut,” ujar Gus Ir, sapaan Irmawan.

Dalam dialog itu, masing-masing perwakilan masyarakat menyampaikan berbagai informasi, keluhan, dan harapan kepada anggota DPR RI Irmawan agar membantu Aceh Barat Daya di Senayan.

Namun–lanjut Irmawan–yang paling penting sebelum program pembangunan dijalankan tidak berbenturan dengan provinsi dan Kabupaten.

“APBN hanya diperuntukan untuk pembangunan yang menjadi tanggungjawab pusat,” jelas Irmawan.

Peserta Reses juga menyampaikan terima kasih kepada Irmawan karena dalam beberapa rapat dengar pendapat dengan kementerian PUPR, Perkim, dan Menteri Perdesaan telah menyebut nama-nama desa yang ada di Abdya. []

BNNP Aceh Himbau Pimpinan Daerah Lakukan Deteksi Dini Terhadap ASN Guna Berantas Peredaran Narkotika

0
Logo BNNP Aceh (Foto: BNNP Aceh)

Nukilan.id – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Ir. Sukandar, M.M menghimbau kepada seluruh pimpinan daerah ditingkat Kabupaten/Kota di Aceh untuk melakukan deteksi dini terhadap seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada dilingkungan pemerintahannya masing-masing.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi angka prevalensi dan melindungi masyarakat terutama ASN dari penyaalagunaan dan penyedupan narkotika yang ada ditengah-tengah masyarakat saat ini.

Menurut, Hasil survey yang dilakukan BNN dan BRIN pada tahun 2021 tentang gaya hidup masyarakat, diperoleh informasi dari data bahwa adanya kenaikan angka prevalensi sebesar 1,95 % dari jumlah penduduk seluruh Indonesia. Oleh karena itu, jika dihitung dari jumlah penduduk di Provinsi Aceh maka diperoleh angka penyalahguna narkotika sebesar 97.000 orang.

Baca Juga: Pj Bupati Minta BNNP Aceh Bentuk BNNK Aceh Utara

Selanjutnya, terdapat langkah-langkah preventif yang dilakukan oleh BNNP Aceh dan jajaran agar penyebaran narkotika tersebut dapat diberantas, diantaranya melakukan deteksi dini dengan tes urine secara mandiri kepada seluruh ASN yang ada di tingkat Kabupaten/Kota bertujuan untuk mengetahui serta memetakan secara detail penyalahguna dan korban peredaran gelap narkotika di lingkungan pegawai ASN Kabupaten/Kota di Aceh.

Lebih lanjut, dengan adanya deteksi dini tersebut adalah, untuk membuat langkah tindakan rehabilitasi terhadap ASN yang menjadi korban penyalahguna dan peredaran gelap narkotika.

Kemudian, juga dapat dilakukan langkah refresif atau penegakan hukum bagi oknum ASN terkait peredaran gelap narkotika di lingkungan Kabupaten/Kota.

Diketahui, Provinsi Aceh menjadi tempat transit untuk menyeludupkan narkotika jenis sabu yang dibawa dari berbagai Negara tetangga ditambah lagi juga merupakan daerah penghasil narkotika jenis ganja.

Sementara itu, dengan masuknya narkotika jenis sabu itu, sangat membahayakan bagi masyarakat umum baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, pegawai pemerintah maupun swasta dan mahasiswa.

Maka dari itu, diperlukan atensi dan keterlibatan pimpinan daerah untuk bekerjasama dalam meminimalisir dan memberantas peredaran narkotika dikalangan masyarakat wilayah kabupaten/kota masing-masing. []

Baca Juga: Cegah Peredaran Narkoba Pasca Lebaran, BNNP Aceh Lakukan Ini

Mendikbudristek Resmi Buka International Geography Olympiad (iGeo) ke-19 di Kota Bandung

0
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. (Foto: Ist)

Nukilan.idMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, membuka kegiatan yang bertaraf internasional yakni Olimpiade Geografi Internasional atau International Geography Olympiad (iGeo) ke-19 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/8/2023).

“Saat ini Indonesia menjadi negara favorit tuan rumah acara internasional. Kemendikbudristek menyampaikan apreasiasi atas kolaborasi bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan iGeo Task Force, sehingga iGeo ke-19 dapat terlaksana dengan baik,” kata Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, Rabu (9/8/2023).

Tidak hanya kepada tim Indonesia, tetapi seluruh peserta iGeo ke-19 patut bangga dan mengapresiasi keberanian untuk berkompetisi di salah satu ajang kompetisi sains bergengsi dunia.

“Menang ataupun kalah, nikmatilah perjalanannya. Kenangan berada di negara yang belum pernah kalian lihat sebelumnya akan menjadi kenangan indah seumur hidup kalian,” pungkasnya.

Sementara itu, Co-Chair International Geographical Union (IGU) Olympiad Task Force, Susan Lomas, mengungkapkan bahwa pentingnya mempelajari studi geografi.

“Hal tersebut akan membantu kalian mengambil posisi sebagai orang dewasa dalam masyarakat yang lebih rumit dengan pemahaman dan kepercayaan diri untuk menantang hal-hal yang menurut kalian harus berbeda,” katanya.

Dalam laporannya, Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Talenta, Tatang Muttaqin menjelaskan bahwa iGeo 2023 mempertemukan 177 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas dari 46 negara. Setelah tiga tahun terakhir diselenggarakan secara daring karena pandemi COVID-19,  maka tahun ini iGeo diselenggarakan secara luring.

Selain untuk menyemai talenta muda di bidang sains, iGeo juga berfungsi sebagai katalisator untuk pertukaran ide, pembelajaran, dan pemahaman budaya antarbangsa. Sebagai bentuk pentingnya pengembangan industri kreatif, inklusivitas, dan harmoni dalam lingkungan perkotaan.

Baca Juga: Kemendikbudristek Gelar Sosialisasi Pencegahan Tiga Isu Kekerasan di Lingkungan Kerja

Ajang kompetisi sains di bidang geografi paling bergengsi untuk pelajar sekolah menengah iGeo diselenggarakan di kota Bandung, Jawa Barat, tanggal 8 sampai dengan 14 Agustus 2023 dengan mengambil tema “Creative City for Inclusive Urban Community”. iGeo 2023 diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Ikatan Alumni Tim Olimpiade Geografi Indonesia (IA TOGI).

“Tema ini juga mengajak peserta untuk menggali potensi geografi dalam menciptakan kota yang inklusif, inovatif, dan berkesinambungan untuk seluruh warganya,” jelas Tatang.

Sementara Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memuji pemilihan Kota Bandung sebagai tuan rumah Olimpiade Geografi Internasional ke-19.

“Kami sangat senang menyambut para peserta dari seluruh dunia untuk menjelajahi keanekaragaman geografi dan keajaiban budaya Jawa Barat. Selain itu, selamat datang di Kota Bandung yang telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu jaringan Kota Kreatif bidang “City of Design” pada tahun 2015.

“Semoga pelaksanaan iGeo ke-19 tahun 2023 menjadi cahaya inspirasi untuk kita semua, mendorong kita untuk terus berjuang mencapai yang terbaik, merangkul keragaman budaya, serta bekerja sama untuk menuju dunia yang lebih baik,” sambung Gubernur Jawa Barat.

Sebagai informasi, pelaksanaan iGeo ke-19 yang diselenggarakan pada tahun ini di Indonesia berbeda dengan pelaksanaannya di negara-negara lain. Jika biasanya pelaksanaan iGeo hanya satu poin saja, di Indonesia dikembangkan menjadi tiga poin, yakni International Expo iGeo 2023 dengan tema Creative Community for Inclusive Economy Development; lokakarya guru untuk meningkatkan mutu para guru; serta Night at Museum.

Selain melaksanakan kompetisi dan pertemuan-pertemuan, seluruh peserta juga akan diundang untuk melakukan ekskursi ke berbagai tujuan wisata dan atraksi budaya di seputar Kota Bandung antara lain kunjungan ke Museum Geologi, Tangkuban Perahu, dan NuArt Sculpture Park.

Di setiap pelaksanaan iGeo akan ditemui maskot yang diciptakan oleh tiap negara. Pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia memperkenalkan maskot Marcapada sebagai Maskot iGeo 2023.

Marcapada berarti ‘bumi’ dalam bahasa Sunda. Maskot ini dikembangkan dari ikon khas Bandung dan Jawa Barat yang diambil dari fauna khas yaitu: Maung Lodaya, karena Bandung/Jawa Barat menjadi tuan rumah iGeo 2023, maka Maung Bandung berperan sebagai tuan rumah yang ramah, muda dan energik. Maung mengenakan baju hitam khas sunda. Tangannya membawa bola dunia, simbol geografi. [InfoPublik]

Baca Juga: Aceh Utara Raih Penghargaan Pemda Transformatif Tingkat Kabupaten dari Kemendikbudristek

Sebanyak 4 PKM Studi Banding ke Puskesmas Darul Kamal Belajar Program Integrasi Layanan Primer

0
Kepala Puskesmas Darul Kamal, Maya Sopa, STP memberikan materi kepada peserta studi banding tentang penyelenggaraan integrasi layanan primer di Puskesmas Darul Kamal, Selasa (08/08/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Sebanyak empat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ikuti studi banding mengenal dan belajar mengenai program integrasi layanan primer yakni Puskesmas Blang Bintang, Puskesmas Lampisang, Puskesmas Kuta Cot Glie dan Puskesmas Darussalam, studi banding ke Puskesmas Darul Kamal, Selasa (8/8/2023).

“Maksud dan tujuannya yakni sebagai studi banding terkait aktualisasi dari integrasi pelayanan primer yang sudah dijalankan di Puskesmas Kecamatan Darul Kamal, karena Darul Kamal merupakan salah satu Puskesmas yang pertama kali menjalankan program integrasi layanan primer di Kabupaten Aceh Besar,” kata Kepala Puskesmas Darul kamal Maya Sopa STP.

Pada kesempatan itu, Maya Sopa juga menjelaskan, dimana tujuan utama pelayanan dari integrasi pelayanan primer untuk mendekatkan akses layanan kepada masyarakat

“Untuk memaksimalkan layanan sesuai dengan claster-claster siklus kehidupan di masyarakat itu sendiri, jadi, ini penting sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan masyarakat,” paparnya.

Ia menyebutkan, mengenai pelaksanaan integrasi layanan primer di Puskesmas Darul Kamal sudah mulai sejak bulan Januari 2023, namun layanan primer baru dilaunching secara nasional pada bulan Juni tahun 2023.

“Terus untuk program integrasi layanan primer, sudah ada beberapa perubahan juknis dan kami juga sudah berproses untuk mengikuti perubahan juknis yang terbaru terkait pelayanan primer ini,” ucapnya.

Baca Juga: Puskesmas Suka Makmur Fokus Berikan Edukasi Stunting untuk Masyarakat

Semetara itu, Kepala Puskesmas Lampisang Marlina SKM mengatakan, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih, karena sudah diberikan kesempatan untuk mempelajari terkait program integrasi layanan primer yang sudah dilaksanakan oleh Puskesmas Darul Kamal.

“Alhamdulillah, sangat bagus dan cara menjalankan program juga terarah, sehingga memudahkan petugas pada saat melaksanakannya di lapangan,” terangnya.

Kemudian, lanjut Marlina, sebenarnya di Puskesmas Lampisang program-program tersebut  sudah dijalankan di Posyandu keluarga.

“Cuma, cara kerjanya saja yang berbeda, mungkin selepas dari studi banding ini, kami ingin mencoba menjalankan seperti yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Darul Kamal,” pungkasnya.

Hal senanda juga disampaikan Kepala Puskesmas Kuta Cot Glie, Syukriyah.,S.Kep.,MKM, kegiatan ini sangat luar biasa, karena  program tersebut dapat mengukur seberapa besar peran masyarakat mendukung program integrasi layanan primer.

“Nah, khususnya untuk Puskesmas di wilayah Kuta Cot Glie, karena wilayahnya merupakan salah satu wilayah yang luas di Aceh Besar, apalagi jarak antar gampong (desa-red) pun jauh, dengan program ini akan memudahkan mereka untuk mendapatkan akses layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Kegiatan ini sangat bermanfaat dan pada hari ini dirinya banyak mendapatkan ilmu dari Puskesmas Darul Kamal terkait pelaksanaan program Integrasi Layanan Primer.

“Alhamdulillah, hari ini kami difasilitasi oleh Puskesmas Darul Kamal dan Insya Allah ke depan kami akan mencoba menjalankan program ini di Puskesmas Kecamatan Kuta Cot Glie,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kecamatan Kuta Cot Glie memiliki salah satu Pustu di Gampong Krueweng itu memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. Karena jarak tempuh ke Puskesmas Kecamatan sangat jauh, ditambah lagi, bila mereka ingin Puskesmas Kecamatan harus membayar ojek.

“Jadi, nanti kami akan jadikan Pustu tersebut menjadi Pustu Primer, karena kita ada ruang untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Gampong Krueweng tersebut, sehingga masyarakat yang sudah Lansia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan maksimal,” pungkasnya. []

Baca Juga: BI Mengajar di USK, Deputi Gubernur Ajak Generasi Muda Berkontribusi dalam Akselerasi Ekonomi Digital 

Pj Wali Kota Banda Aceh Terima Penghargaan dari Adinkes Atas Komitmen Dalam Upaya Pencegahan AIDS

0
Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Amiruddin. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Amiruddin menerima penghargaan dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) atas komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS-Tuberculosis-Malaria (ATM) di Banda Aceh.

Sejatinya, penghargaan tersebut diserahkan oleh Adinkes pada Pertemuan Nasional P2 ATM di Makassar, Selasa, 1 Agustus lalu. Saat itu, Pj Wali Kota Banda Aceh yang berhalangan hadir, diwakili oleh Kepala DPMG Syaifuddin Ambia.

Piagam penghargaan itu, telah diterima secara langsung oleh Pj Wali Kota Amiruddin di pendopo. Turut hadir pada momen itu, Sekdako Wahyudi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Bachtiar, Kepala DPMG Syaifuddin Ambia, Kadinkes Lukman, dan Kabag Tata Pemerintahan Setdako Banda Aceh M Ridha.

Amiruddin pun menyampaikan terima kasih kepada Adinkes atas penghargaan yang disebutnya akan semakin memotivasi pihaknya dalam mewujudkan target Emilinasi ATM pada 2030 mendatang.

“Terima kasih kepada Bapak dr M Subuh MPPM selaku Ketua Umum Adinkes atas penghargaan yang sangat berarti bagi kami ini.” kata dia.

“Insyaallah ini akan memacu kami untuk lebih serius lagi dalam mengentaskan penyakit AIDS, Tuberculosis Malaria di Banda Aceh sesuai dengan target nasional pada 2030 mendatang,” tambahnya.

Dirinya optimis target tersebut dapat dicapai, terlebih dengan dukungan penuh pemerintah gampong melalui APBG sebagai ujung tombak penanggulangan ATM.

“Kami bersama perangkat gampong punya satu komitmen yang sama demi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala DPMG Banda Aceh Syaifuddin Ambia, mengatakan, komitmen dari pemerintahan gampong berwujud nyata dengan pengalokasian dana desa untuk mendukung program pencegahan dan penanggulangan ATM selama ini.

“Tentu saja, ada peran besar Bapak Pj Wali Kota dalam menggalang dukungan konkret ini di setiap gampong yang ada di Banda Aceh. Atensi penuh dari beliau pun dinilai sangat positif oleh Adinkes dengan menyerahkan penghargaan ini,” ujarnya.

Salah satu yang menjadi penilaian Adinkes, yakni penerbitan Surat Edaran Wali Kota Banda Aceh nomor 140/0696 tahun 2023 tentang Peningkatan Peran Pemerintah Gampong dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan ATM.

“Di dalam surat edaran itu disebutkan bahwasanya gampong dapat menganggarkan kegiatan Pencegahan dan Pengendalian AIDS-TBC-Malaria pada APBG perubahan tahun anggaran 2023 yang bersumber dari dana desa,” ujar Ambia

Dukungan dan perhatian dari pemerintahan pun begitu besar, ujarnya lagi.

“Saat ini sudah ada lima gampong yang menganggarkan dana desa untuk program pencegahan dan penanggulangan ATM, dan 40 gampong lainnya juga sudah berkomitmen secara tertulis.”  tutupnya.

Pj Gubernur Aceh Terbitkan Surat Edaran, Warung Kopi dan Kafe Dilarang Berjualan Lewat Pukul 00.00 WIB

0
Surat Edaran Nomor: 451/11286 tentang Penguatan dan Peningkatan Pelaksanaan Syariat Islam bagi Aparatur Sipil Negara dan Masyarakat di Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki menerbitkan Surat Edaran tentang penguatan dan peningkatan pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Dalam salah satu poinnya disebutkan bahwa warung kopi, kafe, dan sejenisnya agar tidak membuka kegiatan usaha di atas pukul 00.00 WIB.

Dalam Surat Edaran Nomor: 451/11286 tentang Penguatan dan Peningkatan Pelaksanaan Syariat Islam bagi Aparatur Sipil Negara dan Masyarakat di Aceh itu disebutkan, ASN dan masyarakat diimbau untuk melaksanakan syariat Islam pada seluruh aspek kehidupan, mendidik anggota keluarga, dan mendidik anak melalui ibadah baca Alquran dan pengajian.

Kemudian menjauhi maksiat dan menjaga aurat dan kehormatan, tidak berdua-duaan (khalwat) antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim serta mengoptimalkan salat jemaah lima waktu di tempat kerja, gampong, atau tempat umum lainnya.

Baca Juga: Penjabat Gubernur Lantik Direksi Bank Aceh Syariah

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA ketika dikonfirmasi Nukilan perihal Surat Edaran tertanggal 4 Agustus 2023 itu membenarkan isi dari surat tersebut.

“Dalam SE tersebut, Gubernur mengimbau agar para pelaku usaha di Aceh dapat memastikan tidak terjadi pelanggaran syariat Islam di tempat usaha, menghentikan kegiatan usaha yang mengeluarkan bunyi yang gaduh dan mengganggu pada saat dikumandangkannya azan, serta imbauan kepada pemilik warung kopi, kafe, dan sejenisnya agar tidak membuka kegiatan usaha lewat pukul 00:00 WIB,” ujar Muhammad MTA dalam keterangannya kepada Nukilan, Selasa (8/8/2023).

Muhammad MTA menjelaskan, dalam rangka penguatan dan peningkatan pelaksanaan syariat Islam bagi ASN dan masyarakat di Aceh, Gubernur mengimbau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah Aceh untuk melakukan patroli rutin dalam rangka penegakan Keputusan MPU Aceh, Qanun Aceh, Peraturan Gubernur Aceh, Keputusan Gubernur Aceh, dan kebijakan Gubernur Aceh lainnya. [Sammy]

Baca Juga: Kadisdik Aceh Resmikan Radio Streaming Raspendika Tameureunoe