Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Modul Ajar, Tim Pengabdian Gelar Pelatihan Assemblr Edu di MA Darul Hikmah

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dalam upaya mendorong transformasi Pendidikan kea rah digital dan inovasi modul ajar interaktif, tim pengabdian dari Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengembangan Modul Ajar yang Terintegrasi Assemblr Edu untuk Mendukung Pembelajaran” di Madrasah Aliyah (MA) Darul Hikmah.

Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Hibah Penelitian dan Pengabdian yang bersumber dari Dana PTNBH. Rangkaian pelatihan ini berlangsung secara bertahap dalam tiga sesi pertemuan, yakni pada 29 Agustus, 5 September, dan resmi berakhir pada 9 September 2026. Program ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan keterampilan merancang modul pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) melalui platform Assemblr Edu, sehingga materi pelajaran dapat disajikan secara lebih visual, interaktif, dan kontekstual bagi siswa.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Hafnati Rahmatan, M.Si., menyampaikan bahwa integrasi teknologi seperti Assemblr Edu sangat relevan dalam menjawab tantangan pembelajaran masa kini. Pemanfaatan visualisasi 3D dinilai mampu meningkatkan pemahaman konsep abstrak serta memicu keterlibatan aktif peserta didik di dalam kelas serta bagaimana membuat modul ajar untuk keperluan administrasi guru.

Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak madrasah. Kepala MA Darul Hikmah, Muhammad Fadhil, S.Pd.I., M.Pd., Gr., mengapresiasi penuh kehadiran tim pengabdian dan komitmen mereka dalam mendampingi para guru.

“Kami sangat berterima kasih atas terselenggaranya pelatihan ini. Kehadiran tim pengabdian membawa angin segar bagi pengembangan kompetensi guru kami dalam merancang modul ajar modern yang sesuai dengan tuntutan zaman,” ujar Muhammad Fadhil.

Antusiasme tinggi tampak jelas sepanjang rangkaian kegiatan. Para guru di MA Darul Hikmah menunjukkan respons yang sangat positif, aktif berdiskusi, serta antusias mempraktikkan langsung pembuatan materi ajar berbasis 3D dan AR. Dengan selesainya pelatihan ini, para tenaga pendidik diharapkan mampu menerapkan modul ajar terintegrasi tersebut ke dalam proses belajar mengajar sehari-hari secara berkelanjutan. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News